Your SlideShare is downloading. ×
0
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Peran Industri dalam Pengembangan Produk Pangan di Indonesia

5,363

Published on

disampaikan pada Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan PATPI, di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, Yogyakarta 22-23 Juli 2003

disampaikan pada Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan PATPI, di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, Yogyakarta 22-23 Juli 2003

Published in: Business, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
5,363
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
158
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PERANAN INDUSTRI DALAM PENGEMBANGAN PRODUK PANGAN DI INDONESIA Oleh : FRANCISCUS WELIRANG Disampaikan pada : SEMINAR NASIONAL & PERTEMUAN TAHUNAN PATPI Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Yogyakarta, 22-23 Juli 2003 FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 1/31
  • 2. LATAR BELAKANG DI SISI LAIN TELAH MENAMBAH KESENJANGAN SOSIAL DI DALAM NEGARA DAN ANTARNEGARA TETAPI CAKRAWALA DALAM Pertumbuhan Ekonomi PERUBAHAN EKONOMI GLOBAL “… MARI BERTEKAD MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BAGI RAKYAT MISKIN. MARI MEMILIH JALAN TERANG SUPAYA KITA SAMPAI PADA YANG PALING POKOK, SALING MEMBERI PELUANG : PASAR BEBAS YANG TERBUKA BAGI SEMUA DAN KEUNTUNGAN UNTUK SEMUA” Kofi Annan, Sekretaris Jenderal PBB Annan FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 2/31
  • 3. KORELAS I & KOHES I BOGAS ARI de ng an Indus tri Turunan & Ikutannya IMPOR BIJI GANDUM BY PRODUCT INDUS TRI BRAND & POLLARD BUDAYA MAKAN TEPUNG TERIGU TEPUNG TERIGU INDUS TRI Pakan Te rnak INDUS TRI Pe latihan Tata Bo g a Indus tri Makanan Te pung Indus tri • as ari Baking Ce ntre Bog Olahan Us aha Ke c il Bis cuit, Mie Ins tan Me ne ng ah Mie Bas ah, Roti, Kue , BUDIDAYA Gore ng an dll. GANDUM INDUS TRI BUDAYA MAKAN INGREDIENTS ANEKA TEPUNG : S us u, Te lor, Dag ing , Re mpah- re mpah, S ay uran, Rag i, Gula, JAGUNG, UMBI JALAR, SINGKONG Coklat, Me nte g a, dll. KACANG-KACANGAN FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 3/31
  • 4. NOODLE TREE KUAH BASAH KULIT PANGSIT KULIT PANGSIT (8-10%) (8-10%) MIE BIASA MIE INSTAN MIE INSTAN KULIT SIO MAI KULIT SIO MAI CUP CUP MIE KERITING (8-10%) (8-10%) MIE AYAM MIE HOKIAN MIE INSTAN MIE TELOR MIE LIDI Kandungan Kandungan Protein Kandungan Protein Kandungan Protein Kandungan Protein Protein 11-12,5% 11-12,5% 10-12,5% 11-12,5% 11-12,5% MIE BASAH MIE KERING MIE BAHAN BAKU / UTAMA TEPUNG TERIGU 100%, AIR : 30%, GARAM : 1 % I. Sifat adonan : Menggumpal, kenyal dan elastis II. Proses Pembuatan : Semua bahan diaduk rata, adonan dipres/roll sampai beberapa kali, adonan dipotong bentuk mie III. Cara Pemasakan : Direbus Digoreng FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 4/31
  • 5. Dasar Pemikiran, dan Tantangan bagi Industri Makanan & Minuman RANGKAIAN NILAI Produksi pertanian yang luas Penjualan komoditas di Pengolahan dan dengan aneka tumbuhan Pemasaran , eceran tingkat lokal , nasional pengemasan produk dan petani yangmemiliki dan pengkonsumsian dan international makanan dan minuman lahan Tantangan - tantangan Pertanian yang berkelanjutan Etika Perdagangan Pangan yang aman , Nutrisi gaya hidup dan pemasaran FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 5/31
  • 6. Competitive Advantage Consumer / Custumer Kebutuhan ⇒ Mencari Keuntungan Pada Harga Yang Dapat Diterima Nilai Asset & Asset & Utilisasi Utilisasi Company Cost Diffrential Competitor FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 6/31
  • 7. Polarisasi Keuntungan Distributor Pabrikan Input Supplier Retailer Wholesaler Petani Breeder Seeder FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 7/31
  • 8. Supply Chain Management Nilai Tambah Material Flour Pabrikan Pertanian Pertanian Konsumen Retailer Distribusi Pembelian Output Input Permintaan Informasi FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 8/31
  • 9. MEGA TREN MAKAN DI DUNIA Kesehatan Organik (kebutuhan tubuh) Pengembangan sumber makanan dan lumbung pangan Konsumsi Makanan Ketersediaan produk makanan Penampilan makanan yang segar sepanjang hari; menarik, segar, dan beraroma; Mereduksi lama waktu memasak Produk etnik (“siap saji”) Kesenangan Kenyamanan ( Memudahkan Hidup) FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 9/31
  • 10. Perubahan tradisi (kebiasaan) makan & desakan waktu 05.00 07.00 09.00 11.00 13.00 15.00 17.00 19.00 21.00 23.00 Pola makan tradisional Makan Minum Makan Meningkatnya desakan waktu Makan pagi Makan siang selingan Tea malam Pola makan tradisi menuju pola konsumsi makan yang terfragmentasi Makan Minum Makan Makan pagi Makan siang selingan Tea malam Fragmentasi pola makan selanjutnya Camilan/ Camilan/ Camilan/ Camilan/ Camilan/ Camilan/ Makan “ngemil” “ngemil” “ngemil” “ngemil” “ngemil” “ngemil” malam FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 10/31
  • 11. Tempat makan Tempat makan Tempat makan konvensional non konvensional Di rumah Di perjalanan Pengecer (duduk di meja makan) Konsumsi sambilan atau ketika melaju Tempat membeli (on the move) (makan sebagai Di rumah kegiatan sekunder) (camilan) Di tempat kerja atau Di rumah (membeli sekolah Jasa pelayanan makanan dari luar) (multitasking) makanan Restoran, café, bar atau Rekreasi kantin (duduk di meja (berlibur) makan) Karakteristik peristiwa: Karakteristik peristiwa:  Bersama/individual  Individual  Perlengkapan  Perlengkapan dalam  Tampilan dedikasi perjalanan  Tampilan bersaing FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 11/31
  • 12. Memposisikan (positioning) produk makanan sambilan Motivasi Sajian yang Faedah konsumen ramah fungsional Kebutuhan Suasana segar/ Nutrisi yang Camilan Camilan spesifik reward efisien serius performa konsumen “Camilan yang “Makanan bergizi Memposisikan “Camilan yang “Sajian yang ramah” dapat mengganti ditengah Produk cukup menyehatkan” kebutuhan makanan” aktivitas” FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 12/31
  • 13. Waktu konsumsi makan berdasarkan aktivitas Duduk resmi di meja makan Aktivitas sambilan Dalam perjalanan Diantara beragam tugas Saat berlibur Tindakan primer Dalam perjalanan melaju Dalam pekerjaan Rekreasi  Saat makan yang  Konsumsi makan untuk Alasan untuk  Saat makan yang penampilan terabaikan mengkonsumsi  Mengkonsumsi camilan terabaikan (performance food) (tindakan  Camilan harian  Konsumsi makan untuk secara impulsif  Camilan yang di  Saat makan siang Pengisi waktu sekunder) rencanakan di kantor (play food) FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 13/31
  • 14. Rangsangan yang menarik: Rangsangan yang 1. Masyarakat yang dikejar mendorong: waktu:  Urbanisasi 1. Dorongan pengecer:  Pembantu rumah tangga KONSUMSI  Pusat jajan serba ada  Wanita karir SAMBILAN:  Jalur belanja yang nyaman  Semakin lamanya jam kerja  Jalur mesin perdagangan  Teknologi yang mening Dalam perjalanan  Format pengecer baru katkan kecepatan hidup 2. Meningkatnya kemakmuran: Dalam pekerjaan 2. Dorongan dari pabrik: 3. Kecenderungan kebiasaan  Aliran baru terhadap konsep Mengkonsumsi makanan Saat berlibur penghasilan Kecil:  Kontrol pembagian kerja  Pengeluaran untuk makanan camilan 3. Pengiriman elektronik:  Pelayanan rumah makan yang  Skema pengiriman dari menarik dan membentuk kantor budaya makan FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 14/31
  • 15. DIAGRAM : KORELASI KEHIDUPAN DUNIA USAHA – TEKNOLOGI TEPATGUNA PEKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DUNIA USAHA/BISNIS : PERGURUAN TINGGI : REFLEKSI Industri Pangan Teknologi Tepat Guna KORELASI HARMONISASI K KEPENTINGAN dan K O HASIL SINERGI O M M P P E E T T PROSPEK E E N N S S I I SUMBANGSIH FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 15/31
  • 16. PERUSAHAAN SEBAGAI SUATU SISTEM ATAU MERUPAKAN SUBSISTEM DARI SISTEM KEHIDUPAN SECARA KESELURUHAN, YANG GARIS BESARNYA TERDIRI DARI SISTEM LINGKUNGAN SECARA UMUM DAN LINGKUNGAN SECARA KHUSUS SBB : *) Sumarni Murti & Suprihnto John, Pengantar Bisnis, Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1995 FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 16/31
  • 17. SIKLUS TRANSAKSI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PRODUK DAN JASA MELALUI MEDIA UANG ATAU YANG LAINNYA OLEH DAN ANTAR MANUSIA FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 17/31
  • 18. ∗ Perajut komponen komponen lingkungan Perusahaan,Investor, Pelanggan, Pesaing, Pemasok, Management & Karyawan, Sosiopolitik (Pemerintah & Masyarakat) ∗ Penyedia dan atau pelayanan kebutuhan barang & jasa bagi masyarakat ∗ Kepenguasaan Teknologi dan Laboratorium serta Peralatan FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 18/31
  • 19. TEKNOLOGI YANG MENGACU PADA :  ASAS MANFAAT, EFEKTIF, EFISIEN DAN TEPAT SASARAN  PEMANFAATAN SUMBERDAYA LOKAL  SPESIFIKASI LOKAL  ASPEK SIAP PAKAI DAN KEMUDAHAN PEMAKAIAN FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 19/31
  • 20. TEKNOLOGI TEPAT GUNA • Perajut komponen Lingkungan akademisi, pakar, civitas akademika, dan para peneliti. • Lulusan SDM yang cerdas intelektual & emosionalnya, peka dan tanggap aspirasi terhadap lingkungan hidup dan kemanusiaan. • Hasil-hasil penelitian & pengkajian dari Teknologi ( terapan ), antara lain : Kultur Jaringan, Rekombinasi Genetika, Penggabungan sel dan Bioreaktor FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 20/31
  • 21. PERKEMBANGAN IPTEK • Setiap perkembangan IPTEK senantiasa membawa dampak sosial baik yang positif maupun negatif • Dampak sosial buah dari IPTEK adalah perubahan perilaku individu ataupun kelompok dalam menyikapi IPTEK • IPTEK yang terdiri dari beberapa cabang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang pada hakikatnya buah Cipta, Karsa & Karya manusia, termasuk Bioteknologi adalah upaya insan manusia untuk menyelaraskan kehidupan di dunia ini lahir dan batin FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 21/31
  • 22. HARMONISASI KEPENTINGAN DUNIA USAHA & TEKNOLOGI TEPAT GUNA * PEMANFAATAN INFORMASI APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENGKREASIKAN KEBUTUHAN PANGAN DAN PAKAN YANG TEPAT SASARAN, * HASIL SINERGI, TERHADAP PRODUKTIVITAS, EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS DALAM PENDAYAGUNAAN HASIL PENELITIAN DAN PENERAPANNYA BAGI KEPENTINGAN MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 22/31
  • 23. MATARANTAI : PENGUSAHA, PERGURUAN TINGGI DAN TEKNOLOGI PADA INDUSTRI MAKANAN PENGUSAHA PERGURUAN TEKONOLOGI TINGGI TEPAT GUNA Mengatasi tuntutan Industri dan Kendala Alam TUNTUTAN : -Tepat Manfaat INDUSTRI TANAMAN MAKANAN PANGAN / -Tepat Sasaran KENDALA PERTANIAN -Tepat Waktu Alam : PENGUSAHA: PENGUSAHA: -Standard Lokal - Cuaca -Harga / Pasar Agro Bisnis Industriawan - Hama RANGKAIAN : MERAJUT FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 23/31
  • 24. PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA INDUSTRI MAKANAN - Pengembangbiakan bibit/benih unggul dalam skala besar - Pengendalian Lingkungan secara organik & menyelamatkan sumber daya alam dan hayati - Mutu pangan meningkat untuk mendukung Ketersediaan dan Ketahanan Pangan FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 24/31
  • 25. DUNIA USAHA DAN TEKNOLOGI UNTUK MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN • USAHA BERKEMBANG, • KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN • KESEJAHTERAAN MANUSIA FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 25/31
  • 26. INDUS TRI PANGAN PRIMER S EKUNDER TERTIER K O BIBIT / BENIH N PENGOLAHAN OLAHAN MIX BAHAN BAKU PANGAN BAHAN PANGAN S U M TANAM / E BREEDING TRADIS IONAL TRADIS IONAL N MODERN MODERN PANEN PAS CA PANEN FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 26/31
  • 27. INOVAS I S UMBER PROS PERITY • INNOVASI : IDE / GAGASAN BARU, PENDEKATAN (“APPROACH”) BARU, DAN ATAU APLIKASI-KREASI BARU DALAM C MANAJEMEN DAN TEKNOLOGI YANG PROSPERITY O MENDASARI KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT. M • PRODUKTIVITAS : MANIFESTASI P SUMBERDAYA MANUSIA INNOVATIVE. PRODUKTIVITY E PRODUKTIVITAS MASYARAKAT MEMBAWA KEBERADAAN T PRODUKTIVITAS KELEMBAGAAN, I ANTARA LAIN INSTITUSI EKONOMI / INNOVATIVE T INDUSTRI. BAGAIMANA CARA BERSAING INSTITUSI EKONOMI DIDAERAH SECARA CAPACITY I EFISIEN & EFEKTIF, BERTUMPU PADA V SDM INNOVATIVE E • PROSPERITY DARI DAERAH TERGANTUNG ATAS PRODUKTIVITAS INSTITUSI EKONOMI ATAUPUN INDUSTRINYA FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 27/31
  • 28. Model : APLIKAS I PENGEMBANGAN INDUS TRI PANGAN DENGAN CLUS TER S YS TEM PROSES INPUT PEMDA INDUS TRIPERALATAN S TOCK PRODUK • PERIJINAN * INFRASTRUKTUR* LOKASI PRODUKS I : PERTANIAN •SOSIALISASI * FASILITAS LAINNYA * DRYER Jenis, Spesifikasi & standard Produk * MIXING * S TEAMING /KUKUS * PACKAGING PUPUK * R & D / LABORATORY PES TIS IDA PARA PETANI PABRIK HERBIS IDA YANG M ILIKI EM KEUNGGULAN (FAS ILITAS I PROS ES BAHAN-BAHAN PACKAGING DRYER KOMPETITIVE INDUS TRI) CARTON, PLAS TIK DLL. S LICE /PEMOTONG LABEL-LABEL PENGEMBANGAN BIBIT PUBLIC RELATIONS & OUTPUT ADVERTIS EMENT TEKNOLOGI BIBIT PUBLIKAS I KHUS US PERGURUAN TINGGI : SDM UNGGULAN KELOMPOK-KELOM POK KELOMPOK-KELOMPOK LEMBAGA RISET : TECHNOLOGY USAHA MAKANAN, KIOS PAGUYUBAN PETANI PERHIMPUNAN AHLI TEKNOLOGI RESTORAN, HOTEL US AHA BERS AMA / KOPERAS I ORGANISASI PERDAGANGAN : JARINGAN USAHA KELOMPOK-KELOM POK KELOMPOK-KELOMPOK BUDAYA S e ni dan Tari TATABOGA KELOM POK-KELOM POK Aris an , LS M lainnya W ISATA : STASIUN, BANDARA,PASAR, OUTLET DLL. FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 28/31
  • 29. FW/DEPMITRA/AD/VII/2003 29/31

×