Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
  • Save
Kiat dan Strategi Menjawab Tantangan Global dan Nasional
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Kiat dan Strategi Menjawab Tantangan Global dan Nasional

  • 3,986 views
Published

disampaikan pada dialog terbuka pebisnis, regulator dan akademisi Universitas Padjajaran Program Pasca Sarjana Hotel Holiday Inn, Bandung, 8 Desember 2007

disampaikan pada dialog terbuka pebisnis, regulator dan akademisi Universitas Padjajaran Program Pasca Sarjana Hotel Holiday Inn, Bandung, 8 Desember 2007

Published in Business , Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
3,986
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. K IA T D A N S T R A T E G I M E N J A W A B TAN TA N G AN G LO B AL D AN N A S IO N A L OLEH : Franciscus Welirang Wakil Presiden Direktur PT. ISM Tbk. Bogasari Flour Mills Division Dialog Terbuka Pebisnis, Regulator dan Akademisi Diselenggarakan oleh UNIVERSITAS PADJAJARAN PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI KEKHUSUSAN MANAJEMEN BISNIS Hotel Holiday Inn, Bandung, 8 Desember 2007 FW/SD/12/2007/SW 1
  • 2. DAFTAR ISI : KIAT DAN STRATEGI MENJAWAB TANTANGAN GLOBAL DAN NASIONAL 1. TANTANGAN GLOBAL 1.1. PASAR MASA DEPAN 1.2. MDG/MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS 1.3. ANCAMAN KRISIS PANGAN DUNIA DAN GEJALANYA 1.4. PERUBAHAN IKLIM 2. TANTANGAN NASIONAL 2.1. PERTUMBUHAN PENDUDUK 2.2. RENDAHNYA KUALITAS SDM 2.3.ISU DAN TANTANGAN 2008 2.4. RENDAHNYA INFRASTRUKTUR BISNIS 2.5. RENDAHNYA MOTIVASI BERPRESTASI 3. LINGKUNGAN BISNIS 3.1. LINGKUNGAN BISNIS DAN EKONOMI INDONESIA 2008 3.2. INDIKATOR EKONOMI TAHUN 2008 3.3. PROFIL KONSUMEN INDONESIA 4 . KIAT DAN STRATEGI 4.1. ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM 4.2. MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN 4.3. AGENDA PENINGKATAN DAYA SAING 2 4.4. MEMBIDIK SEGMEN KONSUMEN TERBAIK DI ASIA PACIFIC FW/SD/12/2007/SW
  • 3. 1. TANTANGAN GLOBAL 1.1. PASAR MASA DEPAN FAKTOR UTAMA SUB FAKTOR KETERKAITAN PENDUDUK KONSUMSI, EKOSISTEM, TENAGA KERJA KEKAYAAN KONSUMSI, DEMOKRASI, URBANISASI GIZI PERTANIAN, EKOSISTEM, KESEHATAN PENDUDUK & PASAR MASA DEPAN KESEHATAN EMISI, AIR, MOBILITAS Fokus : Melayani Masyarakat PENDIDIKAN PERTANIAN, EKOSISTEM, KESEHATAN KONSUMSI PENDUDUK, EEFISIENSI, MOBILITAS P A PERUBAHAN ENERGI EMISI, EKOSISTEM, MOBILITAS, S EMISI AKUNTABILITAS, URBANISASI, KESEHATAN A Fokus : Meningkatkan nilai tambah R dgn sedikit akibat EFFISIENSI ENERGI, AIR, KOMUNIKASI M EKOSISTEM ENERGI, PENDUDUK, EMISI A S SUMBER DAYA ALAM PERTANIAN GIZI, KESEHATAN, KONSUMSI A KESEHATAN, EEFISIENSI, PRIVATISASI AIR Fokus : Melindungi sumber daya D URBANISASI KESEHATAN, AIR, PRIVATISASI E MOBILITAS ENERGI, KEKAYAAN, DEMOKRASI P A HUBUNGAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN, KEKAYAAN, MOBILITAS N TENAGA KERJA AKUNTABILITAS, DEMOKRASI, PENDIDIKAN Fokus : Menjalankan bisnis dalam dunia yang makin terhubung AKUNTABILITAS, PENDIDIKAN, KOMUNIKASI DEMOKRASI PERAN & AKUNTABILITAS KONSUMSI, EKOSISTEM, KEKAYAAN TANGGUNG JAWAB FW/SD/12/2007/SW PRIVATISASI PERTANIAN, AIR, PENDIDIKAN Fokus : Memperoleh izin operasi 3 3 Sumber : Future Market : Michael Porter 2006
  • 4. 1. TANTANGAN GLOBAL 1.3. ANCAMAN KRISIS PANGAN DUNIA THE INDEPENDENCE, 3 SEPT – 31 OKT 2006 3 SEPTEMBER 2006 17 OKTOBER 2006 • PLANET YANG KELAPARAN: KEHABISAN STOK, • KENAIKAN HARGA MENUNJUKKAN KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN PANEN, KRISIS PANGAN TERBURUK KRISIS PERSEDIAAN DALAM 30 TAHUN • IMPORTIR GANDUM MEGAP-MEGAP TERCEKIK HARGA • PERSEDIAAN BIJI-BIJIAN DUNIA DIPERKIRAKANTURUN GANDUM YANG TINGGI DARI 116 HR (1999) MENJADI 57 HR (2006) • MESIR (IMPORTIR GANDUM TERBESAR KEDUA,) PERLU IRIGASI UNTUK MENANAM BIJI-BIJIAN • HARGA BIJI-BIJIAN NAIK 20% • KEKERINGAN DI AUSTRALIA MEMUKUL PRODUKSI • KEGAGALAN ADMINISTRASI BUSH DLM KYOTO GANDUM, (MERUPAKAN EKSPORTIR TERBESAR NO 3 PROTOKOL: KEBIJAKSANAAN DALAM NEGERI, SUBSIDI DUNIA) UNTUK ETANOL DARI JAGUNG • UKRAINA MENGURANGI LABA PEDAGANG • INDUSTRI ETANOL TUMBUH DI CORN BELT IOWA: • KONVERSI KE BIOFUEL MENYEBABKAN TINGGINYA BERDAMPAK PADA 100 NEGARA YANG BELUM PERMINTAAN TERHADAP PANEN BERKEMBANG YANG MENGIMPOR GANDUM DARI • WARGA INGGRIS, YANG MENIKMATI MAKANAN DAN AMERIKA MINUMAN DENGAN HARGA TERENDAH DI EROPA, HARUS 10 OKTOBER 2006 MEMBAYAR LEBIH TINGGI KARENA PABRIK • UKRAINA MENGHENTIKAN EKSPOR GANDUM KARENA MEMBEBANKAN BIAYA KOMODITAS KE KONSUMEN SENGKETA HARGA • GANDUM MUNGKIN MENCAPAI CATATAN TERTINGGI DALAM: MEMUKUL KELLOG DAN DANA BANTUAN PANGAN • NEGARA KE 6 PENGEKSPOR GANDUM: 11 KAPAL MENUNGGU PEMUATAN, 15 KAPAL LAGI AKAN DATANG 31 OKTOBER 2006 • KEKERINGAN MENYEBABKAN GANDUM MENCAPAI • AWB DITUDUH MENGKHIANATI PETANI GANDUM HARGA TERTINGGI DALAM 10 TAHUN TERAKHIR AUSTRALIA 12 OKTOBER 2006 • PERDANA MENTERI HOWARD (AUSTRALIA) TIDAK TERLIBAT DALAM KASUS SUAP AWB DI IRAK • STOK BIJI-BIJIAN TERENDAH DALAM 25 TAHUN • KEGAGALAN PANEN GANDUM AUSTRALIA DARI PRODUKSI 24 JUTA TON TURUN MENJADI 8,5-11 JUTA TON (35%) 4 4 FW/SD/12/2007/SW
  • 5. 1. TANTANGAN GLOBAL 1.3. GEJALA ADANYA KRISIS PANGAN DUNIA 1. 6 (ENAM) TAHUN BERTURUT – TURUT KONSUMSI BIJI- BIJIAN PANGAN DUNIA LEBIH BESAR DARIPADA PRODUKSI BIJI-BIJIAN PANGAN DUNIA 2. STOK PANGAN DUNIA TAHUN 1999 SEBESAR 116 HARI. HARI INI DIPERKIRAKAN STOK PANGAN DUNIA MENJADI 57 HARI (KONFIRMASI DIUMUMKAN FAO & USDA) 3. KEBIJAKAN PEMERINTAH AMERIKA UNTUK MERANGSANG PRODUKSI BIOFUEL SEHINGGA INDUSTRI BIOFUEL SUDAH BERDIRI DISEKITAR LADANG – LADANG JAGUNG (IOWA) . AKIBATNYA EXSPOR JAGUNG DARI AMERIKA AKAN TURUN (100 NEGARA TERBELAKANG YANG IMPOR JAGUNG AKAN KRISIS PANGAN) FW/SD/12/2007/SW 5 5
  • 6. 2. TANTANGAN NASIONAL 2.1 .DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA KRISIS 1998 & ASIA TAHUN TAHUN 30 TAHUN TAHUN TAHUN 30 TAHUN TAHUN 2030 TAHUN 1970 1970 2000 2000 320 Juta Orang 140 Juta Orang 220 Jt orang TUMBUH 80 JUTA TUMBUH 100 JUTA JUMLAH MAYORITAS MASYARAKAT MAYORITAS MASYARAKAT PENDUDUK PENDAPATAN MENENGAH ± 60 JT USIA PENDAPATAN MENENGAH KE BAWAH PRODUKTIF KE BAWAH 1. NUTRISI RENDAH MUTU SDM ? DAMPAK LANGSUNG 2. KESEHATAN RENTAN 3. PENDIDIKAN MUTU RENDAH * DAYA NALAR * PASIF/ MUDAH MARAH (AMUK MASSA IDEM JIKA TAK DITANGGULANGI ? /TAWURAN) 1. AIR BERSIH LANGKA DAMPAK 2. SAMPAH & POLUSI BERTAMBAH TIDAK LANGSUNG 3. KEBUTUHAN ENERGI BERTAMBAH PANGAN 1. RESOURCES MAKIN TERBATAS 2. JURANG MISKIN – KAYA (HARTA,AKSES SUMBER DAYA,INFORMASI) 3. EXPLOITASI MANUSIA & HUKUM KORUPSI & PENEGAKAN HUKUM 4. EXPLOITASI EKONOMI & SUMBER DAYA ALAM → WTO 5 LEDAKAN PENCARI KERJA → ENTERPRENEURSHIP ↓ 3 ADVOKASI HUKUM BIDANG KOPERASI (YUDIKATIF),INDUSTRI RUMAH TANGGA & PEDAGANG K5 MASUK DLM UU PT 6 FW/SD/12/2007/SW 6
  • 7. 2. TANTANGAN NASIONAL 2.2. RENDAHNYA KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA Human Development Index Indonesia menempati urutan terendah dibanding negara-negara Asia lainnya Life Adult Literacy Combined Gross enrolment HDI GDP per Education Country Expectancy Rate (> 15 ratio for primary, secondary Rank Capita Index at birth (yr) years) and tertiary education (%) 1 Iceland 81.5 0 95.4 36,510 0.978 12 United States 77.9 0 93.3 41,890 0.971 25 Singapore 79.4 92.5 87.3 29,663 0.908 30 Brunei Darussalam 76.7 92.7 77.7 28,161 0.877 63 Malaysia 73.7 88.7 74.3 10,882 0.839 78 Thailand 69.6 92.6 71.2 8,677 0.855 81 China 72.5 90.9 69.1 6,757 0.837 90 Phillippines 71.0 92.6 81.1 5,137 0.888 105 Viet Nam 73.7 90.3 63.9 3,071 0.815 107 Indonesia 69.7 90.4 68.2 3,843 0.830 Sumber: UNDP, Human Development Report 2007/2008 7 FW/SD/12/2007/SW
  • 8. 2. TANTANGAN NASIONAL 2.3. ISU DAN TANTANGAN 2008 1. PERGERAKAN SUKU BUNGA THE FED ( NAIK / TURUN ? ) 2. PERGERAKAN HARGA MINYAK DUNIA YANG AKAN MENEMBUS US$ 100 / BARREL 3. PERKEMBANGAN PROYEK INFRASTRUKTUR ( LAMBAT ATAU CEPAT ? ) 4. IMPLEMENTASI SINGLE PRESENCE POLICY BANK ( EFFISIEN ?) 5. PEMENUHAN BANK BERKINERJA BAIK (MODAL > 100 MILIAR) (BI KONSISTEN ? ) 6. REALISASI FDI DAN PERBAIKAN IKLIM INVESTASI ( MEMBAIK ? ) 7. ANTISIPASI PEMILU 2009 ( MONEY POLITIK ? ) Sources : Economic & Banking Outlook 2008, BRI 20 8 FW/SD/XI/2007/SP
  • 9. 2. TANTANGAN NASIONAL 2.4. RENDAHNYA INFRASTRUKTUR BISNIS SARANA FISIK DAN KOLABORASI DENGAN SELURUH STAKEHOLDER DALAM INDUSTRI BELUM MENUNJUKKAN PERBAIKAN Daya Saing Infrastruktur Bisnis Indonesia Urutan Negara, Tanda panah menunjukkan perubahan urutan dalam 5 tahun sejak 2001 Kualitas infrastruktur pelabuhan 98 Kepercayaan layanan polisi 98 Keseluruhan kualitas infrastruktur 95 Independensi hukum 90 Kualitas pasokan listrik 87 Kecanggihan pasar keuangan 83 Kualitas infrastruktur telepon/fax 81 Kolaborasi riset universitas-industri 78 Efisiensi kerangka Undang-undang 75 Kualitas infrastruktur transportasi udara 70 Pengembangan infrastruktur rel kereta 63 Kualitas sekolah negeri 42 9 Source: Global Competitiveness Report 2006-2007. 9
  • 10. 2. TANTANGAN NASIONAL 2.5. RENDAHNYA MOTIVASI BERPRESTASI CITA – CITA CITA – CITA PROKLAMASI BANGSA INDONESIA MENCARI MENCARI JATI DIRI ? AWAL MEMBANGUN GO BENTUK NASIONALISME & IDENTITAS BANGSA INTERNASIONAL REFORMASI NASIONALISME 1908 1927 1945 1954 1965 1990 1998 2007 VISI BANGSA 1. Maju, Mandiri, Adil dan CITA-CITA CITA-CITA Demokratis, Aman & Bersatu PROKLAMASI = BANGSA = CITA-CITA =CITA-CITA BANGSA BANGSA NKRI yang 2. Maju, Unggul dalam pengelolaan Kekayaan Alam 3. Maju, Kuat, Sejahtera dan CITA – CITA BANGSA Berkeadilan PROKLAMASI REFOR MASI PASKA REFOR ? MASI 1. Menjaga Segenap Wilayah dan WN Indonesia 2. Memajukan Kesejahteraan Umum 3. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa 4. Ikut Serta menjaga Ketertiban Dunia CITA – CITA NASIONAL HARUS SELALU SAMA PEMAKNAAN DAN ISI DISETIAP MASA HARUS DISESUAIKAN DENGAN PERKEMBANGAN & DINAMIKA JAMAN CONTOH : DULU CUKUP S/D SMP, Y.A.D : HARUS SARJANA DULU UPAH S/D 1 JUTA, Y.A.D : 3 JUTA 10 6 24 10 10 FW/SD/12/2007/SW
  • 11. 3. LINGKUNGAN BISNIS 3.1.Lingkungan Bisnis dan Ekonomi Indonesia 2008 EKONOMI • Ekonomi makro stabil dan terkendali • Sektor riil (tumbuh ?) lambat, daya saing rendah • Masalah pada iklim investasi, pertumbuhan bertopang pada konsumsi • Harga beras tinggi dan ancaman ketersediaan pasokan INTERNASIONAL pangan pokok (beras) • Pengaruh AFTA, APEC, POLITIK WTO dan pasar tunggal • Agenda PILKADA dan ASEAN 2015 potensi konflik • Issue keamanan dan • Otonomi daerah tidak ancaman terorisme berjalan efektif global • Suhu panas menjelang • Tingginya harga PEMILU 2009 komoditas pertanian • Pemerintah dianggap (e.g. jagung, gandum) tidak efektif dalam terkait green-energy, menangani kekeringan serta permasalahan bangsa pemanasan global SOSIAL • Angka kemiskinan dan pengangguran meningkat • Minimnya pembangunan fasilitas sosial, pendidikan dan kesehatan • Masalah efektivitas pemberantasan korupsi FW/SD/12/2007/SW • Narkoba menjangkiti pelajar dan generasi muda 14 11 11
  • 12. 3. LINGKUNGAN BISNIS 3.2.INDIKATOR EKONOMI TAHUN 2008 1. HARGA BBM DUNIA DIPERKIRAKAN AKAN TERUS MENINGKAT MENJADI DIATAS US$ 100 / BAREL. FAKTOR INI AKAN MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN EKONOMI DOMESTIK. 2. TINGKAT INFLASI 2008 DIPREDIKSI 6%, SEDIKIT DIBAWAH TAHUN 2007 YANG SEBESAR 6,5% 3. SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI 2008 AKAN LEBIH BANYAK BERTUMPU PADA PENGELUARAN PEMERINTAH DAN IMPOR, DAN BUKAN LAGI PADA KONSUMSI RUMAH TANGGA 4. SUMBER INVESTASI UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI MASIH BERTUMPU DARI SEKTOR SWASTA, BAIK FDI MAUPUN PMDN 5. SEKTOR EKONOMI YANG AKAN TUMBUH TINGGI TAHUN 2008 ADALAH TRANSPORTASI, KOMUNIKASI, ENERGI, PANGAN DAN PROPERTI 6. DALAM RAPBN 2008, PENERIMAAN MENINGKAT 11,23% MENJADI RP. 761,4 T SEDANGKAN PENGELUARAN MENINGKAT 12,05% MENJADI RP. 836,4 T 7. PERTUMBUHAN KREDIT PERBANKAN 2007 SEKITAR 20%, DI TAHUN 2008 DIHARAPKAN DAPAT MENCAPAI 22% 8. DEFISIT RAPBN TAHUN 2008 SEBESAR 1,7% PDB, SEDANGKAN KESEPAKATAN DPR ANTARA 1,5% - 1,9% PDB 9. RASIO HUTANG TERHADAP PDB TURUN DARI 39,6% (TAHUN 2006) MENJADI 35,6% (TAHUN 2007) DAN DITAHUN 2008 DIPERKIRAKAN SEBESAR 33,0% 10. TARGET PERPAJAKAN 2008 SEBESAR RP. 583,7 T (13,6% PDB), NAIK 19,1% (RP. 93,8 T) DARI RAPBN-P 2007 SEBESAR RP. 489,9 T (12,9% PDB) 11. PERTUMBUHAN PENERIMAAN PAJAK NON-MIGAS RATA – RATA 20%. PENERIMAAN 2007 : 25% DAN 2008 : 22% 23 12 Sources : Economic & Banking Outlook 2008, BRI FW/SD/12/2007/SW 12
  • 13. 3. LINGKUNGAN BISNIS 3.3. KONSUMEN INDONESIA • 235 JUTA PENDUDUK , TERBAGI SOSIAL EKONOMI (10% ATAS, 40% MENENGAH, 50% BAWAH) • 60% TINGGAL DI p. JAWA, 21% DI SUMATERA • LEBIH DARI 140 JUTA ADA DI P. JAWA • 17,500 PULAU - DISTRIBUSI MAHAL DAN SULIT • 58% TINGGAL DI DESA, 42% DI KOTA • 87% BERAGAMA ISLAM - PANGAN HALAL • 55% BERUSIA < 25 TAHUN • 300 KELOMPOK ETNIK – RASA NUSANTARA • 99% TETAP MAKAN NASI SEBAGAI MAKANAN POKOK FW/SD/12/2007/SW Sources : GAPMMI 13 13
  • 14. 4. KIAT DAN STRATEGI 4.1. ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM 1. ADAPTASI DALAM PERTANIAN 2. ADAPTASI DI WILAYAH PESISIR 3. ADAPTASI UNTUK PENYEDIAAN AIR 4. ADAPTASI UNTUK BIDANG KESEHATAN KESEHATAN 5. ADAPTASI UNTUK WILAYAH PERKOTAA 6. ADAPTASI DALAM PENGELOLAAN BENCANA SOURCES : UNDP 14 19 FW/SD/12/2007/SW 14
  • 15. 4. KIAT DAN STRATEGI 4.2. MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN 1. PERLU MONITOR PERGERAKAN HARGA FUTURE INTERNATIONAL KHUSUS BERAS. 2. HARGA BERAS DALAM NEGERI PERLU DIPERKENANKAN NAIK NAMUN TERKONTROL/BERTAHAP AGAR DIVERSIFIKASI PANGAN TERDORONG 3. KREDIT – KREDIT MODAL KERJA UNTUK USAHA TANI PERLU DIRANGSANG MELALUI PERBANKAN YANG LANGSUNG PADA KOPERASI PRIMER USAHA TANI BUKAN KOPERASI SEKUNDER 4. TIM – TIM ATAU LEMBAGA – LEMBAGA PENYULUHAN PERTANIAN HARUS DIREVITALISASI 5. PENGEMBANGAN BENIH – BENIH UNGGUL HARUS DIRANGSANG, TERMASUK PERLU MEREFORMASI KEBIJAKAN – KEBIJAKAN DALAM PEMBERIAN IZIN BENIH – BENIH REKAYASA (SAAT INI PROSES BERBELIT DAN LAMBAN) FW/SD/12/2007/SW 1517 15
  • 16. 4. KIAT DAN STRATEGI 4.3. AGENDA PENINGKATAN DAYA SAING (UNTUK DALAM NEGERI) • Terus meningkatkan kinerja makroekonomi, politik, legal dan sosial – Legal system reform – Institutional and policy stability – Penyederhanaan birokrasi pemerintah – Social safety net – Koordinasi antara pemerintah (public) dan pengusaha (private) dalam perumusan kebijakan • Meningkatkan atmosfer bisnis yang kondusif – Infrastructure (Jalan, Listrik, Energi, Air) – Skills – Special Economic Zones – Sistem perbankan yang kondusif, terutama UKM, PKL – Privatization – Kepastian Hukum • Meningkatkan daya tarik terhadap FDI • Meningkatkan efektivitas pembangunan regional ASEAN – “Regional economic development agreements” • Meningkatkan integrasi ekonomi ASEAN FW/SD/12/2007/SW 16 11 32 16
  • 17. 4. KIAT DAN STRATEGI (UNTUK EXPORT) 4.4. TIGA KELOMPOK SEGMEN KONSUMENT TERBAIK DI ASIA PASIFIK Profile Usia, Kemakmuran dan Ukuran di Asia Menua & Makmur 1.4 (pensiun tapi nyaman) Rasio orang diatas umur 40 dibanding dibawah 40 Japan 1.2 53% of GDP Taiwan 1.0 [4.1% of GDP] Australia Usia Menegah [5% of GDP] 0.8 (usia menengah, Sth Korea [6% of GDP] Hongkong pendapatan sedang, Cina sarang kosong) [2.2% of GDP] 0.6 [16% of GDP] Singapore[1.2% of GDP] 0.4 Thailand[172% of GDP] Tingkat Kemakmuran Malaysia[1.2% of GDP] Bertambah dan Pilipina[1.1% of GDP] Lebih Muda 0.2 India Indonesia[1.7% of GDP] [7% of GDP] Vietnam[0.4% of GDP] 0.0 -5000 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 US$ GDP per capita Sumber : 31 17 Asian Demographics Ltd 17 FW/SD/12/2007/SW
  • 18. 18 FW/SD/12/2007/SW 18