Pribadi rasulullah saw di bidang politik

543 views
386 views

Published on

Published in: Career
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
543
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
57
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pribadi rasulullah saw di bidang politik

  1. 1. PRIBADI RASULULLAH SAW DI BIDANG POLITIK
  2. 2.  Politik disini adalah pengelolaan urusan negara berbekal kebijaksanaan, kecerdasan, dan pengalaman.  Rasulullah saw telah dianugrahi kecerdasan fitriyah oleh Allah swt dan hikmah yang berlimpah, visi yang jauh ke depan, dan prilaku yang bagus dalam segala perkara yang sulit untuk digambarkan.
  3. 3. Politik dalam membangun negara  Negara yang berasaskan aqidah. Negara ideal adalah negara yang tujuannya tidak terbatas hanya untuk memberikan kemakmuran material bagi bangsanya, tetapi negara ya g menjadikan puncak tujuannya adalah membangun bangsanya dengan pemikiran yang sehat/benar. Karena dengan berpikir sehatlah akan terbangun sebuah peradaban, bisa diraihnya kegaungan ilmu pengetahuan, dan terpecahkan segenap permasalahan, dan umatpun akan maju ke depan.
  4. 4.  Karena itu Rasulullah saw beraktivitas untuk membangun negara yang bertumpu pada ikatan aqidah, yang menganut aqidah konstruktif dan yang beraktivitas –tanpa paksaan sedikitpun- supaya warga negaranya mengimani aqidahnya. Dan juga beraktivitas supaya bangsa-bangsa di negara lain mengimani aqidahnya tersebut.  Jika negara aqadiyah tersebut, dan tegaknya negara itu merupakan bagian dari aqidah tersebut, maka negara tadi akan tgak berdiri di atas landasan yang kuat, bila terdapat pilar rakyat yang beriman.
  5. 5.  Tegaknya negara di atas pilar rakyat (individu) yang beriman. Negara yang tidak disokong dengan rakyat/individu yang beriman akan cepat runtuh. Karenanya, Rasulullah saw menolak menegakkan negara di atas kaidah- kaidah rakyat yang tidak beriman. Maka beliau saw mempersiapkan pilar-pilar rakyat yang beriman sebelum menegakkan negara, sehingga ketika negara tegak , pilar rakyat yang beriman ini memainkan instrumen negara dengan cakap dan ikhlas, dan mempertahankannya dengan segenap pengorbanan yang tiada banidingnya.
  6. 6.  Tempat tegaknya negara. Untuk membangun negara Rasulullah mencari tempat dengan karakter tertentu. Sebagian dari karakter tersebut adalah :  1. adanya sumber alam yang menjamin tercukupinya kebutuhan sendiri (mandiri) dan memungkinkan meraih kesejahteraan ekonomi.  2. penduduknya memiliki karakter furusiyah (keahlian menunggang kuda) dan berani, memiliki pengalaman dan piawai dalam berperang.  Dan yang memenuhi dua kriteria ini adalah Thaif dan Madinah.
  7. 7. Politik dalam negeri  Kedaulatan negara atas wilayahnya. Rasulullah saw mengumumkan sejak beliau memerintahkan Bilal untuk adzan.  Semaksimal mungkin menghimpun kemampuan (keahlian) yang bisa dipercaya dalam negara.  Menghilangkan kedengkian.  Menyemangati / menghibur hati.  Menciptakan stabilitas dalam negeri. Rasulullah saw ingin mengurus rakyatnya dengan kasih sayang.

×