Your SlideShare is downloading. ×
0
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi  agustus 2010
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan di smk rsbi agustus 2010

4,577

Published on

Published in: Education
2 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
4,577
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
2
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • The real challenge we all face is to move the system from National Prescription  Schools Leading Reform. As the Minister says, to move from a situation where Government delivers policy  to one that builds capacity. This is not a chronological shift, it takes time and it is always a blend, but we want to shift the balance. The aim is to go from a)  through b)  c). When at c) = High Excellence High Equity
  • Transcript

    • 1. [email_address] Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Mandikdasmen Kementerian Pendidikan nasional Malang, Agustus 2010 Pengembangan Mutu Pelajaran dan pelayanan di SMK RSBI
    • 2. Paradigma Baru Pembelajaran di Indonesia 21 st century skills KONTEN DAN KURIKULUM PROSES BELAJAR MENGAJAR FASILITAS DAN SARANA PRASARANA SUMBER DAYA MANUSIA INFRASTRUKTUR DAN SUPRASTRUKTUR PENDIDIKAN MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN LEMBAGA PENDIDIKAN ADMINISTRASI LEMBAGA PENDIDIKAN NILAI-NILAI BUDAYA DAN FILOSOFI PENDIDIKAN VISI – MISI – TUJUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH IDEOLOGI POLITIK EKONOMI SOSIAL BUDAYA HANKAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA BERBASIS KOMPETENSI BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI BERORIENTASI MULTI-DIMENSI BERBASIS SEKOLAH BERDASARKAN UU OTONOMI DAERAH DAN UU SIDIKNAS BERBASIS SISTEM INFORMASI TERPADU BERDASARKAN UU SISDIKNAS BERDASARKAN UUD 1945 BERMUATAN LOKAL DAN BERORIENTASI GLOBAL
    • 3. Peran Strategis TIK dalam Pendidikan di Indonesia KONTEN DAN KURIKULUM PROSES BELAJAR MENGAJAR FASILITAS DAN SARANA PRASARANA SUMBER DAYA MANUSIA INFRASTRUKTUR DAN SUPRASTRUKTUR PENDIDIKAN MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN LEMBAGA PENDIDIKAN ADMINISTRASI LEMBAGA PENDIDIKAN NILAI-NILAI BUDAYA DAN FILOSOFI PENDIDIKAN VISI – MISI – TUJUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH ICT SEBAGAI SUMBER BAHAN BELAJAR 1 ICT SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN 2 ICT SEBAGAI FASILITAS PEMBELAJARAN 3 ICT SEBAGAI STANDAR KOMPETENSI SDM 4 ICT SEBAGAI SISTEM ADMINISTRASI TERINTEGRASI 5 ICT SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN 6 ICT SEBAGAI INFRASTRUKTUR PEMBELAJARAN 7 IDEOLOGI POLITIK EKONOMI SOSIAL BUDAYA HANKAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
    • 4. Visi Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010 – 2014 (Nomor 2 tahun 2010, Tanggal 27 Januari 2010)
      • Visi Kemdiknas 2014
        • “ Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif”
      • Visi Pembinaan SMK
      • “ Terwujudnya SMK yang dapat menghasilkan tamatan berjiwa wirausaha yang siap kerja, cerdas, kompetitif, dan memiliki jati diri bangsa, serta mampu mengembangkan keunggulan lokal dan dapat bersaing di pasar global. ”
    • 5.
      • Misi Kemdiknas 2010 – 2014 (5K) :
        • M1 . Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan,
        • M2 . Meningkatkan Keterjangkauan Layanan Pendidikan,
        • M3 . Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan,
        • M4 . Meningkatkan Kesetaraan dalam memperoleh Layanan Pendidikan,
        • M5 . Meningkatkan Kepastian/Keterjaminan Memperoleh Layanan Pendidikan.
    • 6. Misi Pembinaan SMK (1)
      • Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses SMK yang bermutu untuk semua lapisan masyarakat ;
      • Meningkatkan kualitas SMK melalui penerapan sikap disiplin, budi pekerti luhur, berwawasan lingkungan, dan pembelajaran berpusat pada peserta didik yang kontekstual berbasis TIK ;
      • Memberdayakan SMK dalam menciptakan lulusan yang berjiwa wirausaha dan memiliki kompetensi keahlian melalui pengembangan kerjasama dengan industri dan berbagai entitas bisnis yang relevan dalam bentuk “teaching industry” ;
      • Menciptakan lulusan SMK yang lentur terhadap berbagai perubahan teknologi dan lingkungan bisnis pada tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan aspek matematik terapan, sains terapan, ICT, dan bahasa internasional ;
      • Memperkuat tata kelola SMK melalui penerapan sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2008 ;
      • Menciptakan citra baik SMK di masyarakat dan industri.
    • 7. SASARAN STRATEGIS
      • Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah secara nasional melampaui 85%, sekurang-kurangnya 60% Provinsi mencapai APK minimal 80%, sekurang-kurangnya 65% Kota mencapai APK minimal 85%, dan sekurang-kurangnya 70% Kabupaten mencapai APK minimal 65%;
      • Sekurang-kurangnya 90% SMK berakreditasi, dan 30% -nya berakreditasi minimal B;
      • Sekurang-kurangnya 60% kabupaten/kota memiliki SMK SBI atau RSBI;
      • Seluruh SMK bersertifikat ISO 9001:2008;
      • Sekurang-kurangnya 70% SMK melaksanakan e-pembelajaran;
      • 70% Lulusan SMK Bekerja pada Tahun Kelulusan;
      • Seluruh SMK menyediakan Layanan pembinaan pengembangan kewirausahaan.
    • 8. Pemberdayaan SMK Every School is a Great School National Treatment Schools Leading Reform Building Capacity Treatment Professionalism System Leadership Empowerment Treatment Line 80 % 20 % 20 % 80 %
    • 9. Vocational Teachers
      • Normative Teacher is teacher for Religion, sport, Indonesian Language subject matters.
      • Adaptive Teachers is teachers for science, Math, Chemistry, ICT and Biology.
      • Productive Teachers are teachers for occupational skill subject matters (automotive, cooking, etc)
       IDEAL Teachers EXISTING Teachers NEEDS -  Normative Teachers 29,651 45,697 (16,046) -  Adaptive Teachers 59,302 53,322 5,980 -  Productive Teachers 88,953 70,788 18,165 TOTAL 177,906 169,807
    • 10. Makin lama dididik makin tidak mandiri Source: BPS, Susenas 2003
    • 11. Source: UNESCO Institute for Statistics. Gross enrolment rate, most recent year (%) Different stages of development, different challenges in education
    • 12. Productivity and real wages, average annual growth, 2001-2007 (%) Sources: ILO: Global Wage Report 2008/09 ; Conference Board and Groningen Growth and Development Centre Total Economy Database, January 2010. Essential that productivity gains lead to higher wages & better working conditions Higher wages support increased domestic consumption and less reliance on exports. Sharing gains can improve wages and working conditions, living standards and competitiveness
    • 13. Responsible & Accountable Management Pedagogis Responsibility
      • Membangun RKB
      • Membeli alat
      • Training Guru
      • Membuat MoU
      • Memanfaatkan RKB dan alat
      • Mengajarkan materi baru di kelas
      • Menghadirkan guru tamu
      Accountability
      • Jumlah siswa meningkat
      • Jumlah jam belajar naik
      • Target materi naik
      • Jenis methoda semakin kaya
      • Pembiayaan semakin efektif dan efisien
      • % Placement lulusan naik
      • Pengakuan partner naik
      • Jmlh entrepreneur naik
      • Citra sekolah meningkat
      • Guru/ karyawan semakin sejahtera
      • TF semakin untung
      • SMK semakin mandiri
    • 14. Skills & the labour market (1971) Gintis 1971 et Bowles et al. 2001 Y: wages, YS: years of schooling, TCS:total cognitive skills, X: years of experience, F: family background X TCS YS y F
    • 15. Skills & the labour market (2007) y: wages, YS: years of schooling, SCS : schooling cognitive skills, X: years of experience, F: family background Pasche 2007 YS y X F SCS
    • 16. Skills & the labour market (2007) Pasche 2007 y: wages, YS: years of schooling, SCS: schooling cognitive skills, NSCS: non-schooling cogntive skils, X: years of experience, F: family background YS y X F SCS NSCS
    • 17. The Value of 1 1 0 0 0 0 0 ??? Vision Resources Incentives Skills Action Plan Motivation Success Resources Incentives Skills Action Plan Motivation Inconsistency Vision Incentives Skills Action Plan Motivation Frustration Vision Resources Skills Action Plan Motivation Status Quo Vision Resources Incentives Action Plan Motivation nervousness Vision Resources Incentives Skills Motivation False Start Vision Resources Incentives Skills Action Plan poorness
    • 18. 84 Profession 33 Profession 74 Profession 10 Profession ICT Worker Taxonomy
    • 19.
    • 20.
    • 21.
    • 22.
    • 23. Karakteristik e-learning 1. e-Learning is dynamic. Today's content, in real time, On-line experts, best sources, quick-and-dirty approaches for emergencies . e-Learning is individual . Every e-learner selects activities from a personal menu of learning opportunities most relevant to her background, job, and career at that very moment. e-Learning is collaborative . Because people learn from one another, e-Learning connects learners with experts, colleagues, and professional peers, both in and outside your organization. e-Learning is comprehensive . e-Learning provides learning events from many sources, enabling the e-learner to select a favored format or learning method or training provider e-Learning is using the power of the network to enable learning, anytime, anywhere..
    • 24. Pembelajaran campuran (blended learning)
      • Pembelajaran campuran mengkombinasikan metode pendidikan konvensional (tatap muka) dengan pembelajaran yang ditunjang dengan adanya teknologi.
      • Empat model blended learning yaitu sebagai tambahan (supplement), pengganti (replacement), emporium dan model buffet.
      • Model tambahan (supplement) apabila metode pembelajaran tradisional (tatap muka) masih menjadi pokok atau intinya, ditunjang dengan aktivitas melalui e-Pembelajaran.
      • Model pengganti (replacement) yaitu apabila beberapa metode tatap muka diganti dengan aktifitas dan komunikasi melalui e-learning.
      • Model emporium adalah apabila tatap muka formal total diganti dengan aktifitas e-Learning, Model emporium ditunjang dengan penyediaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat diakses secara bebas dan mendukung siswa melakukan pembelajaran berbasis masalah.
      • Model buffet adalah metode yang fleksibel . Peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan menentukan alurnya sendiri dengan memanfaatkan beberapa metode pembelajaran.
    • 25. Model Pengembangan e-Pembelajaran
      • e_Pembelajaran menggunakan 4 model blended learning :
        • sebagai tambahan (supplement),
        • pengganti (replacement),
        • emporium dan
        • model buffet.
    • 26. Kelengkapan e-Pembelajaran agar tidak terjebak pada kecanggihan fasilitas
      • Modul Penugasan (Assignment).
      • Modul chat.
      • Modul forum.
      • Modul pilihan (Choice) .
      • M odul Kuiz (Quiz).
      • Modul Jurnal.
      • Modul Bahan Pelatihan (Resource, ppt, video, flash).
      • Modul Survei.
      • Modul workshop.
    • 27. Kelengkapan e-Pembelajaran agar tidak terjebak pada kecanggihan fasilitas ( 1 )
      • Modul Penugasan (Assignment). Modul dikelompokkan berdasarkan tanggal pengumpulan dan urutan penilaian tugas, peserta didik dapat meng-upload penugasan yang telah dikerjakan ke dalam server. Setiap penugasan seluruh kelas dapat memberikan penilaian atau komentar. Umpan balik diberikan oleh pengajar ke dalam halaman setiap peserta didik . Pengajar dapat memberikan penugasan baru terkait dengan penugasan sebelumnya
      • Modul chat. Modul ini memungkinkan interaksi sinkron (waktu yang bersamaan) yang berbentuk teks, dapat menyertakan gambar atau foto pada jendela chat, mendukung URL, HTML, images. Semua sesi dapat direkam dalam log agar dapat dilihat di lain waktu.
      • Modul forum. Menyediakan berbagai macam forum, di antaranya forum khusus pengajar, berita khusus, forum terbuka dalam sebuah urutan sesuai kiriman pengguna, semua kiriman menyertakan forto pengirim. Diskusi dapat dikelompokkan sesuai tema flat atau urutan terlama dan terbaru . Selanjutnya kumpulan diskusi dipindahkan keforum khusus bagi pengajar, pengajar juga dapat memilih untuk tidak menerima balasan (reply) misalnya untuk forum berupa pengumuman .
    • 28.
      • 4. Modul pilihan (Choice) . Seperti sebuah polling, modul ini untuk mendapatkan umpan balik dari para peserta didik. Pengajar dapat melihat polling dan melihat pilihan peserta . Peserta didik dapat diberikan izin untuk melihat grafik hasil polling secara up to date.
      • Modul Kuiz (Quiz). Pengajar membuat data base pertanyaan agar dapat digunakan pada kuis yang berbeda. Pertanyaan dikelompokkan katagorinya untuk memudahkan akses, kuis dapat diatur ulang dalam waktu tertentu dan otomatis dapat dinilai.
      • Modul Jurnal. Privasi jurnal dapat diatur agar hanya dapat diakses oleh pengajar dan peserta didik. Setiap masukan jurnal dapat dimulai dengan pertanyaan terbuka . Untuk jurnal tertentu seluruh kelas dapat memberikan penilaian dalam formulir yang tersedia.
      Kelengkapan e-Pembelajaran agar tak terjebak pada kecanggihan fasilitas ( 2 )
    • 29.
      • 7. Modul Bahan Pelatihan (Resource). Modul resource mendukung berbagai macam format (Word, Power Point, Flash, Video, Audio dan sebagainya). File dapat di-upload dan dikeloladalam server. Bahan pelatihan eksternal di web dapat di-link atau disertakan dalam interface. Aplikasi web eksternal dapat di-link dengan disertai data tambahan.
      • Modul Survei. Alat survey disertakan dalam Moodle sebagai tool untuk menganalisis kelas online, laporan survey online selalu tersedia disertai dengan grafik . Umpan balik dapat diperoleh dari peserta didik sebagai perbandingan dengan rata-rata kelas.
      • Modul workshop. Modul ini sangat fleksibel dan memungkinkan penilaian yg mendalam terhadap dokumen. Pengajar mengelola serta mengelompokkan penilaian yang ada ke dalam tingkatan, lalu menyediakan dokumen contoh agar peserta didik dapat berlatih memberikan penilaian.
      Kelengkapan e-Pembelajaran agar tak terjebak pada kecanggihan fasilitas ( 3 )
    • 30. Pengelolaan dan Pelayanan
    • 31. 4. Penjaminan Mutu SMK
      • Pentahapan pembangunan SMK unggul (Path of excellent)
      • Implementasi ISO dalam SMM SMK
      • Obyek Penjaminan Mutu SMK SBI
      • Pemberdayaan Proses Pembelajaran
      • Self Evaluation
    • 32. Penjaminan Mutu di SMK
    • 33. Team Efficiency & Inventory Objectives Innovation, Management. Culture Internal & external audit Process Project Excellence Assessment Objectives 360° Management Feedback Customer and Industry satisfaction management Inquiry Professional HR organization Implementing Quality Assurance
    • 34. Manajemen & Pemetaan Aktivitas e-Pembelajaran
    • 35. Pelayanan e_Pembelajaran pada ICT Center Perakitan e_Pembelajaran ICT Center & Partners Contents Development Teaching Factory ITS, 2004 Knowledge Management System Integration Multimedia Design Software Development Design & Product Services Innovation Education & Training Government & Community Companies and Industry (SMEs) Other schools
    • 36. FLOW CHART PERENCANAAN & IMPLEMENTASI SBP KEPALA SEKOLAH TIM SBP SEKOLAH
      • PELATIHAN
      • PENDAMPINGAN *)
      • PEMANTAUAN
      TIM 1 2 3 4 5 SMK RSBI PSMK
    • 37. ISI DOKUMEN SBP EVALUASI DIRI Melakukan evaluasi terhadap kondisi yang dimiliki saat ini dalam berbagai aspek yang berhubungan dengan lingkungan internal dan eksternal sekolah RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN Menyusun rencana dan implementasi program pengembangan untuk mencapai sasaran peningkatan mutu sesuai dengan profil sebagai SMK-BI berdasarkan hasil Evaluasi Diri RENCANA PENDANAAN (Lampiran) Menyusun rencana dana untuk pelaksanaan program dan investasi sesuai dengan harga satuan, pagu komponen biaya, pagu program dan pagu sekolah masing-masing INDIKATOR KINERJA/KETERCAPAIAN (Lampiran) Menyusun indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur pencapaian program secara bertahap tahun-1, tahun-3 dan tahun-5 setiap sasaran pengembangan 1 2 3 4
    • 38. PENGAYAAN PROPOSAL SBP SEBELUMNYA Lampiran Evaluasi Diri Program Pengembangan Maksimum 30 Halaman PROPOSAL SBP SEBELUMNYA PROPOSAL SBP BARU
      • Visi dan Misi
      • Analisis ekonomi sekitar dan potensi daerah
      • Profil saat ini
      • Profil yang diharapkan
      • Analisis kesenjangan
      • Visi dan Misi
      • Analisis Lingkungan Eksternal
      • Analisis Lingkungan Internal
      • Identifikasi Masalah dan Solusi Alternatif
        • Analisa SWOT
        • Solusi Pendekatan
      • Target Pengembangan
      • Program dan rencana biaya
      • 5. PROGRAM PENGEMBANGAN
      • 5.1 Penajaman manajemen sekolah menggunakan pendekatan bisnis
      • 5.2 Peningkatan mutu pembelajaran
      • 5.3 Penguatan hubungan sekolah dan industri
      • 5.4Peningkatan fokus kewirausahaan
      • RENCANA PENDANAAN
      • Pendanaan setiap komponen investasi
      • Pendanaan setiap program pengembangan
      • Rincian pendanaan untuk bangunan
      • Rincian pendanaan untuk peralatan
      • INDIKATOR KINERJA
    • 39. Keterampilan tangan, ketelitian, kecepatan, ketajaman mata dan intelegensia digunakan dalam membangun skill
    • 40.  
    • 41.
    • 42.
    • 43. Conclusions and recommendations
      • Meet the needs of today and anticipate the future
        • Produce quality LMI for informed decisions (LFS)
        • Make employment, career and training services broadly available
        • Better anticipate future requirements and skills needed
      • Focus on core skills, learning ability and smooth pathways to learning
      • Expand skills recognition and portability to improve migration management
      • Encourage partnership between policy-makers, business community, education sector and workers’ representatives
      • Share the costs for financing skills development
      • Integrate skills development with economic, social and employment policies
      • Promote gender equality and equal access and ensure inclusiveness
    • 44. Rekomendasi
      • Indonesia harus menyiapkan secara serius kualitas pendidikan , khususnya pendidikan kejuruan (SMK) RSBI sebagai bekal untuk bersaing;
      • SMK RSBI didorong untuk melaksanakan partnership dengan semua pihak untuk pengembangan mutu dan pengadaan guru produktif;
      • Potensi Program Keahlian di SMK harus terus direvitalisasi untuk dijadikan unggulan ;
      • Pencitraan SMK harus dilaksanakan melalui proses pembangunan untuk peningkatan mutu lulusan;
      • Kemampuan SMK dalam proses implementasi dari SBP sangat mempengaruhi pola kerja dan kepuasan bekerja dari seluruh personal yang ada di SMK.
      • SBP dijadikan navigasi untuk pengembangan SMK secara komprehensif

    ×