• Like
  • Save
IGOS Overview 1.1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

IGOS Overview 1.1

  • 1,583 views
Published

 

Published in Technology , News & Politics
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,583
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. IGOS (Indonesia Go Open Source) June 3, 2009
  • 2. Agenda
    • Open Source
    • IGOS (Indonesia Go Open Source)
    • Pelaksanaan IGOS
    • Mengapa Open Source
    • Tahap Implementasi IGOS
    • Studi Kasus
    • Appendix (Kliping, Salinan Deklarasi 5 Menteri, Salinan Proposal IGOS, Pendukung IGOS)
  • 3. Pendahuluan
  • 4. Pendahuluan
    • Intercitra didirikan semenjak tahun 2000 sebagai perusahaan konsultan bisnis dan system integration.
    • Intercitra spesialisasi didalam B2B dengan menyediakan jasa, integrasi, dan peningkatan performa perusahaan dengan menggunakan inter-networking enable technology .
    • Intercitra membantu perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya dan menciptakan solusi yang paling efisien untuk meningkatkan tingkat empowerment perusahaan ke level yang paling tinggi.
    Portal K K K B B B
  • 5. Intercitra dan Open Source
    • Sebagai perusahaan pengembang teknologi informasi, Intercitra merupakan pionir dalam hal open source.
    • Bisa dikatakan bahwa Intercitra merupakan satu-satunya perusahaan yang murni menggunakan dan mengembangkan software open source.
    • Sebelum Pemerintah mencanangkan gerakan IGOS, Intercitra telah terlebih dahulu mengembangkan penggunaan Open Source dalam bisnis teknologi informasi.
    • Bahkan Intercitra telah menjalin kerjasama pengembangan (join development) dengan salah satu direktorat di Departemen Keuangan (DJPLN) dengan software open source.
    • Dalam penandatanganan deklarasi IGOS yang dilaksanakan tanggal 30 Juni 2004, Intercitra menjadi satu-satunya perusahaan pengembang Open Source Software yang mendemonstrasikan aplikasi open sourcenya kepada para peserta yang hadir atas penunjukan secara resmi dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).
  • 6. Client Kami
    • Pemerintah/BUMN
      • Finance Ministry – DJPLN
      • Pengembangan E-Gov dengan Universal Workspace
      • Jamsostek (Insurrance & Healthcare System)
      • Pengembangan dan Implementasi dengan
      • Universal Workspace
    • Industri Retail
      • PT. HSBC Indonesia
      • Online Integrated Marketing Communication Services
      • PT. Sejahtera Nusantaraku Indonesia (MLM Company)
      • MLM System using Universal Workspace
      • WTC Mangga Dua (Djarum Group)
      • Website Development
      • Toko-FIP.com (Fuji Image Plaza Online Shopping)
  • 7.
    • Industri Hiburan
      • 21 Cineplex (21 Cinema Online)
      • Content Management Consulting
      • Gadis (Femina Group)
      • Content Management Consulting
      • Matamata.com
      • Online Superstore dengan Entertainment
      • Mugi Rekso Abadi Group
      • Sistem Informasi Human Resources
    • Industri Agribusiness
      • Makin Group
      • Mengintegrasikan 40 perusahaan kedalam Workspace
    Client Kami
  • 8. Client Kami
    • Industri Pendidikan
      • Lembaga Pendidikan Primagama
    • Organisasi Sosial
      • Yayasan Nagasakti
    • Industri Manufaktur
      • LestariBusana AnggunMahkota
      • Implementasi Everest Accounting
      • PentaValent – Oracle ERP
    • Alpha Omega
    • SMS Quiz Service
  • 9. Open Source
  • 10. Definisi (1)
    • Open source tidak hanya berarti mengenai sebuah akses ke suatu sumber kode . Open Source merupakan perangkat lunak yang dikembangkan secara bersama-sama menggunakan kode program (source code) yang tersedia secara bebas , serta dapat didistribusikan.
    • Penyebaran istilah Open-Source Software haruslah sesuai dengan kriteria-kriteria dibawah ini :
    • Pendistribusian yang Gratis
    • Lisensi tidak boleh terbatas pada salah satu pihak yang menjual atau memberikan software tersebut sebagai suatu komponen sebagai akumulasi dari distribusi software yang diambil dari beberapa sumber yang berbeda . Lisensi tidah boleh mengenakan royalti atau biaya untuk penjualan tersebut.
    • Sumber Kode
    • Program harus menyertakan sumber kode , dan harus mengijinkan pendistribusian sumber kode serta form kompilasinya. Apabila beberapa bentuk produknya tersebut tidak disitribusikan dengan sumber kodenya, maka harus terdapat suatu publikasi yang menyatakan cara mendapatkan sumber kode tersebut tanpa adanya biaya tambahan, atau dari mendownload di internet. Sumber kode tersebut harus dalam bentuk dimana seorang programmer akan dapat memodifikasinya . Sumber kode yang dengan sengaja dibuat tersamar tidak diperbolehkan . Form perantara yang terdapat dalam sumber kode juga tidak diperkenankan .
  • 11. Definisi (2)
    • Hasil Pekerjaan
    • Lisensi harus memungkinkan untuk dibuat modifikasi dan hasil pekerjaannya, dan harus disitribusikan berdasarkan term yang sama seperti software orisinalnya .
    • Integritas Pembuat Sumber Kode
    • Lisensi ini boleh membatasi pendistribusian sumber kode tersebut hanya jika lisensi tersebut memperbolehkan pendistribusian “patch files” dan sumber kodenya dengan tujuan untuk modifikasi program dalam “ build time ” . Lisensi harus secara eksplisit menyebutkan ijin pendistribusian software tersebut yang dibuat dari sumber kode yang telah dimodifiksi tersebut. Lisensi boleh meminta hasil dari pengembangan tersebut untuk membedakan nama atau nomor versi dari software asalnya .
    • Tidak ada Diskriminasi terhadap Tujuan Tertentu
    • Lisensi tidak boleh membatasi seseorang untuk membuat atau menggunakan program tersebut untuk tujuan tertentu. Sebagai contoh, tidak boleh melarang untuk penggunaan dalam bidang bisnis atau riset genetik .
  • 12. Definisi (3)
    • Distribusi Lisensi
    • Hak-hak yang terlampir dalam program tersebut harus mengacu kepada semua pemakai atau yang menerima program yang telah didistribusikan tersebut tanpa ada pengecualian dan tanpa adanya ijin tambahan.
    • Lisensi tidak boleh Menspesifikasi terhadap produk
    • Hak-hak yang tercantum dalam program tersebut tidak boleh mengindikasikan suatu ketergantungan dari distribusi atau aplikasi software tertentu lainnya. Jika program tersebut diambil dari distribusi tersebut dan digunakan atau diredistibusi dalam ketentuan tersebut maka seluruh penerima program tersebut harus juga memiliki hak-hak yang sama seperti yang dipunyai oleh pemilik distribusi software awalnya.
    • Lisensi tidak boleh membatasi/melarang terhadap Software Lain
    • The license must not place restrictions on other software that is distributed along with the licensed software. For example, the license must not insist that all other programs distributed on the same medium must be open-source software.
  • 13. Definisi (4)
    • Lisensi harus “ Technology-Neutral ”
    • Semua persiapan atau kondisi awal dari lisensi tersebut tidak boleh mengacu pada salah satu teknologi atau model interface tertentu.
    • Tidak ada Diskriminasi terhadap Perorangan atau Kelompok
    • Lisensi tidak boleh mendiskriminasikan seseorang atau sekelompok orang .
  • 14. IGOS (Indonesia Go Open Source)
  • 15. Latar Belakang
    • IGOS m erupakan suatu upaya Nasional dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi nasional serta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi global, melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software (OSS).
    • Open Source Software (OSS) merupakan salah satu isue global tentang Information and Communication Technology (ICT).
    • Berlakunya Undang-undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), dimana diperlukan suatu tindakan nyata pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi meningkatnya pembajakan perangkat lunak.
    • Adanya kesenjangan teknologi informasi antara negara berkembang dan negara maju, dimana OSS merupakan salah satu solusi dalam menghadapai masalah tersebut sesuai dengan :
      • Kesepakatan World Summit on the Information Society (WSIS), Desember 2003 - pemerintah bersama swasta bekerja sama dalam pengembangan OSS dan free software.
      • Hasil kajian The United Nation Conference on Trade Development (UNCTAD) tahun 2003 - negara berkembang direkomendasikan untuk mengadopsi Free OSS.
  • 16. Manfaat Open Source bagi Indonesia
    • Memperkecil kesenjangan teknologi informasi dengan memanfaatkan OSS baik tingkatan masyarakat di Indonesia maupun tingkatan global.
    • Meningkatkan inovasi dan kreatifitas bidang teknologi informasi melalui pengembangan perangkat lunak nasional.
    • Mendorong, meningkatkan dan menciptakan program-program pemerintah bidang teknologi informasi skala nasional yang berdampak pada:
      • Politis (percepatan program e-government ).
      • Ekonomi (penghematan devisa dalam pengadaan lisensi, stimulasi pengembangan industri IT, peningkatan industri software dalam negeri).
      • Sosial dan budaya ( peningkatan jumlah pengguna komputer, pelatihan, akses informasi).
      • Pendidikan (iptek; e-learning ; e-library ).
      • Hankamnas (pertukaran informasi/trafficking lebih terlindungi).
  • 17. Sasaran IGOS
    • Menjadikan OSS sebagai alternatif perangkat lunak bagi pengguna maupun untuk pengembang.
    • Meningkatkan daya saing pengembang, lembaga litbang maupun industri di percaturan global sehingga memberikan peluang kesempatan kerja bidang teknologi informasi.
    • Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia bidang teknologi informasi (di perguruan tinggi, sekolah, masyarakat).
  • 18. Persiapan IGOS
    • Pemerintah harus membuat semacam “ Government Guidelines ” sebagai panduan operasional dan aktivitas program tersebut.
    • Kemudian pemerintah akan mengeluarkan suatu rekomendasi terhadap suatu software dan bukannya suatu standarisasi.
    • Bagi pemerintah, hal ini merupakan suatu niat untuk memfasilitasi dan memulai Pengembangan Open Source di Indonesia.
  • 19. R encana Pelaksanaan
    • Tahap Sosialisasi
    • Terlaksananya sosialisasi penggunaan perangkat lunak open source di lingkungan instansi pemerintah pusat dan daerah, swasta, masyarakat secara bertahap, antara lain dilakukan:
      • Seminar, Workshop dan pameran
      • Diskusi Interaktif di Media TV, Radio
      • Media cetak (pers realese, tulisan lain)
      • Website (http://www.igos.web.id dan www.igos.or.id)
      • Kegiatan IT Week Daerah
      • Reference Book IGOS
      • IGOS Award
      • CD-ROM dan brosur/leaflet IGOS
  • 20. R encana Pelaksanaan
    • Tahap Kebijakan
      • SKB Menteri tentang Penggunaan OSS di Lingkungan Instansi Pemerintahan
      • Panduan (Guideline) Penggunaan, Pemanfaatan dan Pengembangan OSS di Indonesia
      • Panduan Migrasi Penggunaan dan Pemanfaatan OSS.
    • Tahap Implementasi
    • Terlaksananya kegiatan implementasi guna mendukung program IGOS secara bertahap dan berkesinambungan, antara lain:
      • Penerapan Sistem OS di instansi pemerintah
      • Pengembangan piranti lunak  rekomendasi software
      • Program insentif dan kaitan dengan insentif yang ada (Warintek, BTC, HKI)
      • Pusat pendidikan/pelatihan Open Source
      • Pusat inkubator bisnis Open Source
      • Penghargaan pengembangan Open Source Software
      • Penguatan Support Group
  • 21. Pelaksanaan IGOS
  • 22. Tahap Kebijakan
    • Pada tanggal 30 Juni 2004 telah diselenggarakan penandatanganan Deklarasi Bersama IGOS di Gedung BPPT Jl MH Thamrin Jakarta antara 3 Menteri.
    • Deklarasi tersebut direncanakan akan dihadiri oleh 5 Menteri dan dihadiri 3 Menteri.
    • Ketiga Menteri tersebut adalah Menteri Riset dan Teknologi M Hatta Rajasa, Menteri Komunikasi dan Informasi H Syamsul Mu’arif, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara H.M. Feisal Tamin.
    • Sedangkan 2 Menteri yang berhalangan hadir adalah Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra, dan Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar.
    • Intercitra menjadi partner resmi program IGOS sebagai Pengembang Lokal Indonesia.
  • 23. Rencana Tindak Lanjut 2004 (dalam perencanaan) Implementasi dengan program yang ada (Warintek, OSOL) Sep/Okt 2004 Penguatan “ Support Groups” (kerjasama dengan komunitas OSS) Sep/Nov 2004 Temu Bisnis Software Developers dan Anchor Companies Agustus 2004 SKB Menteri Agustus 2004 Brosur, leaflet IGOS, IGOS CD-ROM Telah berjalan, (dikembangkan lagi) Competency Center (pelatihan SDM dan inkubator bisnis) Agustus 2004 Penghargaan Perangkat Lunak Open Source (IGOS Award) Agustus 2004 Workshop dan pameran (RITECH, dll) April 2004 (sdg dikembangkan) Website IGOS ( www.igos.web.id ) Juni 2004 (berlanjut) Talkshow di media elektronik (TV dan radio) Juni 2004 Peluncuran Program
  • 24. Mengapa Open Source
  • 25. Keuntungan Menggunakan Open Source
    • Meningkatkan partisipasi swasta dalam pengembangan teknologi informasi nasional.
    • Mencegah keluarnya devisa negara ke negara-negara luar.
    • Ikut mengatasi meningkatnya pembajakan perangkat lunak di Indonesia.
    • Mengurangi kesenjangan teknologi informasi antara negara maju dan berkembang.
    • Seiring dengan adanya otonomi daerah maka daerah-daerah diharapkan mempunyai kemampuan sumber daya manusia yang dapat bersaing baik dalam skala nasional ataupun regional.
    • Meningkatkan kemampuan SDM di sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
  • 26. Keuntungan Menggunakan Open Source
    • Dengan menerapkan Open Source Software di setiap pemerintah daerah maka daerah yang bersangkutan telah ikut serta dalam melaksanakan gerakan Indonesia Go Open Source yang dideklarasikan oleh 5 menteri pada tanggal 30 Juni 2004.
    • Memperkecil biaya pembelian perangkat lunak (khususnya penggunaan sistem operasi desktop dan jaringan).
    • Menghemat devisa dalam pengadaan perangkat lunak.
    • Menumbuhkan industri perangkat lunak dalam negeri sehingga dapat meningkatkan inovasi bidang teknologi informasi.
    • Meningkatkan keterbukaan dan faktor keamanan sistem.
    • Mengubah paradigma dari “IT Import” ke IT Export”.
  • 27. Tahap Implementasi
  • 28. Tahap-Tahap Implementasi IGOS
    • Langkah 1 – Perancangan Government Guidelines
        • Implementasi E Government dalam menggunakan Open Source Software
        • E Government dengan teknologi Open Source Software
    • Langkah 2 – Sosialisasi Guidelines
        • Pemahaman dan Open Source Software
          • Implementasi pemudahan penggunaan Open Source dan Implementasi aplikasi secara internal
          • Implementasi pemahaman penggunaan OSS internal dan eksternal guna membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
    • Pendanaan dan Implementasi
        • Pre Finance – Software dan Hardware
        • Bridge Finance – Training dan Maintenance
        • Loan Programs – Short Term Finance, Medium Term Finance, Long Term Finance
        • Step by Step Finance – Down Payment, Termin Payment, Budgeting Finance
  • 29. Studi Kasus
  • 30. Peru menjawab M.S F.U.D
    • Anggota Kongres Peru menyangkal pernyataan Microsoft bahwa software free dan open source itu "Fear, Uncertainty and Doubt" (F.U.D.).
      • Pemerintah Peru baru-baru ini mengeluarkan peraturan mengenai mandat penggunaan Open Source dalam pemerintahan . Peraturan tersebut menyebutkan :
          • "The basic principles which inspire the Bill are linked to the basic guarantees of a state of law:
            • Free access to public information by the citizen.
            • Permanence of public data.
            • Security of the State and citizens."
      • General Manager Microsoft Señor JUAN ALBERTO GONZÁLEZ menjawab dengan menulis surat kepada angota kongres Edgar Villanueva Nuñez, yang berisi argumen-argumen tentang kesalahpahaman bahwa Microsoft dianggap menentang Open Source Software di masa lalu .
      • Anggota Kongres DR. EDGAR DAVID VILLANUEVA NUÑEZ kemudian menjawab bahwa pada masa yang lalu Microsoft telah mengekspose tentang taktik FUD mereka.
  • 31. Brazil mendukung penggunaan Open Programming
  • 32. Brazil mendukung penggunaan Open Programming
  • 33. Brazil mendukung penggunaan Open Programming
    • Dikatakan bahwa dengan menggunakan Open Programming, Brazil akan menghemat US$ 2,555 untuk setiap 10 komputer yang bermigrasi ke Open Programming.
    • Industri perbankan yang sangat tergantung dengan bidang IT juga akan mendukung migrasi ini.
    • 42 % dari 160 perusahaan perbankan di Brazil telah menyatakan siap untuk melakukan migrasi ini.
    • Salah satu Open Source Software yang dikembangkan oleh Brazil adalah Freedows.
    • Freedows ini dikembangkan selama dua tahun dan dapat berjalan di Windows maupun Linux.
  • 34. Jepang, China dan Korea
    • Jepang, China, dan Korea bekerjasama untuk mengembangkan Asia Linux (AsiaNux) dengan mengucurkan dana sebesar US$.35 juta.
    • Asianux adalah hasil dari kerjasama penelitian RedFlag Linux dan Miracle Linux.
    • Vietnam juga termasuk salah satu negara di Asiayang sangat aktif dalam gerakan Open Source.
  • 35. Departemen Keuangan - DJPLN
    • Departemen Keuangan Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) bekerjasama dengan Intercitra untuk mengembangkan sistem pelelangan dan dokumentasi piutang negara.
    • Tim Otomasi (tim pengembang internal DJPLN) bekerjasama dengan Intercitra mengembangkan web based aplikasi sistem pelelangan dan piutang yang rencananya akan diterapkan secara nasional.
    • Dalam aplikasi ini dapat dilihat mulai dari status piutang sampai dengan kondisi barang yang dilelang.
  • 36. Departemen Keuangan - DJPLN
  • 37. Nivadis – German Police Departement
    • Proyek Nivadis merupakan suatu Integrasi Sistem Informasi, Dokumentasi dan Analisa antara Penyelenggara Jalan Tol, Kepolisian dan Departemen Keuangan Pemerintah Jerman.
  • 38. Beberapa Negara Lain
    • Denmark – Menerapkan alternative pengembangan dan penggunaan OSS dalam e-government dan diharapkan dapat membuka pasar perangkat lunak yang kompetitif.
    • Malaysia – Pemerintah Malaysia secara resmi mendanai studi yang menyarankan penggunaan Open Source Software.
    • Taiwan – Pemerintah Taiwan merencanakan pengembangan OSS Desktop yang digunakan oleh instansi pemerintah dan swasta.
    • Thailand – Pemerintah Thailand mendukung pengembangan OSS dalam penggunaan untuk tingkat server dan komputer desktop.
  • 39. Lampiran
  • 40. Pendukung IGOS
  • 41. Pendukung IGOS
    • Pemerintah dan Lembaga Pemerintah Non Departemen
    • (Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Informasi, LIPI, BPPT, Tim Koordinasi Telematika Indonesia)
    • Universitas
    • (Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Widyatama, Universitas Trisakti)
    • Open Source Software Community
    • (Komunitas LINUX, Komunitas Java)
    • Industry Pengembang Software
    • (PT Sun Microsystem Indonesia, PT Oracle Indonesia, PT IBM Indonesia)
  • 42. Pemerintah dan Lembaga Pemerintah Non Departemen
    • Kementerian Komunikasi dan Informasi
    • BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
    • LIPI (Lembaga Penelitian Indonesia)
    • TKTI (Tim Koordinasi Telematika Indonesia)
  • 43. Universitas
    • Universitas Trisakti
    • Universitas Indonesia
    • Institut Teknologi Bandung
    • Universitas Widyatama
    • Universitas Gadjah Mada
  • 44. Open Source Software Community
    • KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia)
    • JUG (Java User Group)
    JUG-Indonesia
  • 45. Industri Pengembang Software
    • PT IBM Indonesia
    • PT Sun Microsystem Indonesia
    • PT Oracle Indonesia