Your SlideShare is downloading. ×
IGOS - Kebijakan Diknas 2009
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

IGOS - Kebijakan Diknas 2009

1,009
views

Published on

Published in: Technology

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,009
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
60
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Implementasi Migrasi OSS (Open Source Software) di Depdiknas
  • 2. Pengertian & Tujuan Migrasi OSS •  Pengertian Migrasi OSS adalah migrasi software dari propietary ke Open Source •  Tujuan untuk mewujudkan penggunaan sistem operasi yang legal di lingkungan Depdiknas. (Permendiknas No. 38/2008; Pasal 6 ayat 1 : Sistem dan Aplikasi yang digunakan departemen baik pada server maupun pengguna (user) adalah sistem dan aplikasi legal sesuai aturan perundang- undangan, dapat bersifat proprietary dan/atau non-proprietary atau open source) #
  • 3. Dasar Pelaksanaan •  UU Hak Cipta No. 19 tahun 2002 ; ttg perlindungan hak cipta. •  Deklarasi IGOS 1 (Indonesia Go Open Source); 30 Juni 2004, (5 Menteri: Mendiknas, Menristek, Menkominfo, MenPAN dan Menhukham) •  IGOS Summit 2; 27-28 Mei 2008; Kesepakatan Bersama oleh 18 Departemen/kementrian dan Lembaga pemerintan Non-Departemen. •  Permendiknas No. 38/2008; 16 Juli 2008; ttg Pengelolaan TIK di lingkungan Depdiknas. •  SE Menteri PAN No. SE/01/M.PAN/3/2009 ttg Peman-faatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS); isinya: mewajibkan instansi pemerintah untuk menggunakan software Open Source dan diharapkan selambatnya 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintah sudah menerapkan penggunaan software legal. #
  • 4. Pelaksanaan Migrasi #
  • 5. Master Plan Implementasi 2008 2009 2010 Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 A Planning 1. Diskusi & Brainstorming 2. Planning B Pilot Project (di Pustekkom) 1. Sosialisasi 2. Pelatihan 3. Inventarisasi 4. Migrasi 5. Monitoring 6. Panduan Implementasi C Implementasi Tingkat Depart./Pusat 1. Sosialisasi 2. Pelatihan 3. Inventarisasi 4. Migrasi 5. Monitoring D Kebijakan Pendukung 1. Sosialisasi 2. Pelatihan E Implementasi Tingkat Dinas 1. Pilot (2 propinsi) 2. Panduan Implementasi 3. Implementasi F Implementasi di Sekolah 1. Pilot 2. Panduan Implementasi 3. Implementasi #
  • 6. Target & Implementasi Migrasi OSS di Depdiknas A. Desktop No Kegiatan Target Implementasi Waktu Kendala Sulitnya mengatur Agt.2008 - 1 Sosialisasi 1183 peserta 1113 peserta Febr. 2009 waktu luang untuk mengikuti sosialisasi 2 Pelatihan TOT 42 peserta 38 peserta Febr. 2009 Mei-Juli Koordinasi waktu yang 3 Inventarisasi PC 486 PC 256 2009 Tepat untuk inventarisasi Juni 2009 4 MIGRASI : Juni 2009 Koordinasi Waktu yang - Setjen 153 PC 183 PC Juli-Agt Tepat untuk melakukan Migrasi di setiap unit. - Dirjen PMPTK 63 PC 63 PC 2009 - Itjen 15 PC *) Juli-Agt - Balitbang 63 PC *) 2009 - Dirjen Mandikdasmen 72 PC *) Juli-Agt 2009 - Dirjen Dikti 60 PC *) Juli-Agt - Dirjen PNFI 60 PC *) 2009 5 Pelatihan Pengguna**) 10 Kls (400 peserta) 1 kls (40 peserta) Maret 2009 Anggaran terbatas *) = sedang proses **) = bila tersedia anggaran #
  • 7. Target Migrasi OSS di Depdiknas B. Server (web, mail, proxy, Firewall, database, dll.) No Kegiatan Target Realisasi Waktu 1 Identifikasi 1 dokumen - Juli 2009 5 kelompok x 2 Pelatihan SisAdmin **) - Agt. 2009 4 peserta 3 Migrasi **) 1 kegiatan *) Sept 08– Des 09 4 Monitoring **) Jun – Des 2009 C. Kebijakan Berdasarkan Tupoksi Instansi terkait dg OSS No Kegiatan Target Realisasi Waktu Kebijakan penggunaan 1 dokumen 1 - Agt 2009 open document format, juklak Legalitas Pendukung 1 dokumen 2 - Des. 2009 Kebijaksanaan OSS Peraturan Menteri *) = sedang proses **) = bila tersedia anggaran #
  • 8. Pelaksanaan Migrasi Open Source di Depdiknas a. Sosialisasi; September – Desember 2008; Jumlah Kelas/ Jumlah No Unit Utama Gelombang Peserta 1 Balitbang 2 109 2 Dirjen PMPTK 2 177 3 Setjen 4 437 4 Itjen 1 44 5 Dirjen Mandikdasmen 2 105 6 Dirjen Dikti 2 159 7 Dirjen PNFI 2 82 1113 #
  • 9. (lanjutan…) Pelaksanaan Migrasi Open Source Depdiknas b. Pelatihan; 95 0rang, perwakilan dari seluruh unit utama. No Kegiatan Target Implementasi Waktu 1 Pelatihan TOT (Instruktur) 1 Kls 39 peserta Februari 2009 (42peserta) 10 Kls (400 1 kls (40 2 Pelatihan Pengguna/User Maret 2009 peserta) peserta) c. Migrasi; Sept. 2008 - Agustus 2009 •  Target migrasi 486 PC; hingga Juni 2009 baru tercapai 256 PC. d. Merakit 12.000 PC dengan OSS Linux. Direktorat Pembinaan SMK dan PT Zyrekindo Mandiri Buana bekerja sama membuat industri perakitan komputer berbasis SMK dan diperuntukan bagi SMK di seluruh Indonesia. #
  • 10. (lanjutan…) Pelaksanaan Migrasi Open Source Depdiknas e. Penggunaan OSS di sekolah dan Kampus. Penggunaan OSS di sekolah terutama SMK dan PT sudah cukup banyak. Berdasarkan telusuran komunitas pengguna linux, tak kurang dari 30 sekolah (SMP/SMK) dan 20 PT aktif menggunakan Linux sebagai OS (Sumber: Komunitas Pengguna Linux Indonesia). f.  Server berbasis OSS; 570 server berbasis OSS yang tersebar pada SD, SMP, SMA, SMK di 114 kab/kota di seluruh Indonesia, untuk menunjang interkoneksitas Jardiknas. g. Penerapan Aplikasi OSS pada Web Depdiknas; seperti JARDIKNAS (Jaringan Pendidikan Nasional), Beberapa Situs resmi Depdiknas (depdiknas.go.id), dll. #
  • 11. Kendala dan Permasalahan 1. Kurangnya pemahaman tentang program open source software. 2. Kesadaran Yang Rendah untuk Menggunakan Software Legal. 3. Sulit Mengubah Kebiasaan. Software propietary yang sudah lama dan terbiasa digunakan menjadi kendala utama ketika open source diterapkan. User merasa belum terbiasa dengan OSS. 4. Koordinasi yang kurang. 5. Kompatibilitas data aplikasi dan perangkat keras masih terbatas. 6. Perlu koneksi internet untuk update software/ driver perangkat keras. #
  • 12. Kendala dan Permasalahan 7. Pendampingan SDM terbatas. 8. Belum terdapat helpdesk yang tersentralisasi. 9. Distro terlalu banyak sehingga membuat bingung. 10. Kurangnya game yang berbasis linux. #
  • 13. Usulan 1. Perlu diperbanyak Pelatihan OSS, baik di tingkat departemen, sekolah, maupun komunitas. 2. Perlu terwujudnya koordinator/PIC (personal incharge) pada masing-masing departemen. 3. Perlu dukungan peraturan dari departemen yang mewajibkan penggunaan OSS 4. Perlu adanya Helpdesk dan peran komunitas. #
  • 14. Terima Kasih #