Analisis Laporan Keuangan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • Terima Kasih Informasinya. Sangat bermanfaat untuk membantu tugas saya. Salam kenal :)
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
11,206
On Slideshare
11,206
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
344
Comments
1
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Faridatul Fitriah Nurlaili Mauliatu Sa’adah Ahmad Fajar Firmansyah Saiyidah Nuril Jannah Kiki Debi Sintia Fajri Hafidz Ahmad Fajar F Dina Fatmawati Galih Ramadhan F Ika Nur S.U M. Abdul Rohim 12520037 12520048 12520050 12520063 12520065 12520070 12520050 12520078 12520096 12520087 12520092
  • 2. Analisis Laporan Keuangan Neraca Analisis Rasio Lap. Laba/Rugi 1. 2. 3. 4. 5. Macam2 Analisis Rasio : Rasio Likuiditas Rasio Manajemen Aktivita Rasio Manajemen Utang Rasio Profitabilitas Rasio Nilai Pasar
  • 3. 1. Rasio Likuiditas  Aktiva likuid ( liquid asset ) adalah aktiva yang diperdagangkan dalam suatu pasar yang aktif sehingga akibatnya dapat dengan cepat diubah menjadi kas dengan menggunakan harga pasar yang berlaku.  posisi likuiditas” sebuah perusahaan akan berhubungan dengan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang-utangnya pada saat jatuh tempo yaitu satu tahun. Rasio Likuiditas ( liquidity ratio ) yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan anggaran kas, tetapi juga dengan menghubungkan jumlah kas dan aktiva lancar lainya dengan kewajiban lancar.
  • 4. Rasio Likuiditas 2. Rasio Cepat Rasio Cepat = Aktiva lancar– Persediaan Persediaan 1. Rasio Lancar Rasio lancar = Aktiva Lancar Hutang Lancar
  • 5. HAL-HAL YANG PERLU DI KETAHUI • APAKAH AKTIVA ITU?? • APAKAH HUTANG ITU?? • APAKAH YANG DI MAKSUD MANAJEMEN?? • APAKAH YG DI MAKSUD DENGAN RASIO??
  • 6. Pembahasan : 1.Apa yang di maksud dengan rasio manajemen aktiva dan rasio manajemen hutang 2.Apa saja yang tercantum dalam rasio manajemen aktiva dan rasio manajemen hutang
  • 7. 2. Rasio Manajemen Aktivita Rasio Manajemen Aktiva yaitu seperangkat rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola aktivanya, apakah jenis aktiva yang dilaporkan dalam neraca sudah wajar, terlalu tinggi atau terlalu rendah jika dibandingkan dengan penjualan
  • 8. Bagian-bagian dari rasio manajemen aktiva • • • • Rasio yang terdapat dalam rasio manajemen aktiva antara lain: 1) Rasio Perputaran Aktiva Tetap. Rasio ini membagi penjualan dengan aktiva tetap bersih yang dimiliki perusahaan. Rasio ini digunakan perusahaan untuk menilai seberapa efektif perusahaan menggunakan aktiva tetapnya. Rumus yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah: Rasio Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan / Aktiva Tetap x 100% • • 2) Rasio Perputaran Aktiva Rasio ini membagi pendapatan dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Rasio ini digunakan perusahaan untuk menilai seberapa efektif perusahaan menggunakan aktivanya. • • Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalah: Rasio Perputaran Total Aktiva = Penjualan/ Total Aktiva x 100%
  • 9. 3. Rasio manajemen hutang • Rasio Manajemen Utang yaitu rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh utang
  • 10. Bagian-bagian dari rasio manajemen hutang : • Rasio yang terdapat dalam manajemen aktiva antara lain: • 1). Rasio Utang • Rasio ini membagi jumlah utang yang dimiliki perusahaan dengan total aktiva. Rumus yang digunakan untuk menghitung Rasio ini adalah: • Rasio Utang = Total Utang / Total Aktiva x 100% • 2). Debts Ratio, mengetahui persentase dana yang disediakan oleh kreditur. • 3). Times Interest Earned (TIE), mengukur seberapa besar laba operasi dapat menurun sampai perusahaan tidak dapat memenuhi beban bunga tahunan. • 4). Fixed Charge Coverage Ratio, hampir serupa dengan rasio TIE, namun mengakui bahwa banyak aktiva perusahaan yang dilease dan harus melakukan pembayaran dana pelunasan.
  • 11. 4. Rasio Profitabilitas Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada
  • 12. Jenis-jenis Rasio Profitabilitas 1. Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor) Gross profit margin merupakan rasio yang mengukur efisiensi pengendalian harga pokok atau biaya produksinya
  • 13. • 2. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) • Rasio ini mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan
  • 14. • Rentabilitas Ekonomi/ daya laba besar/ basic earning power • Rentabilitas Ekonomi menunjukkan kemampuan total aset dalam menghasilkan laba.
  • 15. • Return on Investment • Return on investment adalah merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan.
  • 16. • Return on equity adalah rasio yang memperlihatkan sejauh manakah perusahaan mengelola modal sendiri (net worth) secara efektif, mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal sendiri atau pemegang saham perusahaan.
  • 17. • Earning per share adalah rasio yang menunjukkan berapa besar kemampuan perlembar saham dalam menghasilkan laba.
  • 18. 5. Rasio Nilai Pasar • Rasio pasar merupakan sekumpulan rasio yang menghubungkan harga saham dengan laba, nilai buku per saham, dan dividen.
  • 19. • EPS menunjukan jumlah uang yang dihasilkan (return) dari setiap lembar saham. • EPS = (Laba bersih bagi pemegang saham biasa) / jumlah saham beredar
  • 20. • Price Earning Ratio (PER) menunjukan berapa banyak investor bersedia membayar untuk tiap rupiah dari laba yang dilaporkan. • PER = Harga pasar per lembar saham / Pendapatan per lembar saham
  • 21. • Rasio ini menunjukan berapa besar nilai perusahaan dari apa yang telah atau sedang ditanamkan oleh pemilik perusahaan, semakin tinggi rasio ini, semakin besar tambahan kekayaan (wealth) yang dinikmati oleh pemilik perusahaan • PBV = Harga pasar per saham / Nilai buku per saham
  • 22. • Dividen yield merupakan sebagian dari total return yang akan diperoleh investor. • DY = Dividen per lembar saham / Harga per lembar saham
  • 23. • Rasio ini melihat bagian pendapatan yang dibayarkan sebagai dividen kepada investor sedangkan bagian lain yang tidak dibagikan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan. • DPR = (Dividen per lembar saham / Pendapatan per lembar saham) x 100%
  • 24. Analisis Trend • Analisis trend merupakan suatu metode analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang. Untuk melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga dari hasil analisis tersebut dapat diketahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi terhadap perubahan tersebut
  • 25. Analisis TIME SERIES Secara umum persamaan garis linier dari analisis time series adalah : Y = a + b X. Keterangan : Y adalah variabel yang dicari trendnya dan X adalah variabel waktu (tahun). Sedangkan untuk mencari nilai konstanta (a) dan parameter (b) adalah : a = ΣY / N dan b =ΣXY / ΣX2
  • 26. 1. Contoh Kasus Data Ganjil : Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2003 Tahun Penjualan (Y) X XY X2 1995 200 -4 - 800 16 1996 245 -3 - 735 9 1997 240 -2 - 480 4 1998 275 -1 - 275 1 1999 285 0 0 0 2000 300 1 300 1 2001 290 2 580 4 2002 315 3 945 9 2003 310 4 1.240 16 Jumlah 2.460 775 60
  • 27. Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut : a= 2.460 / 9 = 273,33 dan b = 775 / 60 = 12,92 • Persamaan garis liniernya adalah : Y = 273,33 + 12,92 X. • Dengan menggunakan persamaan tersebut, dapat diramalkan penjualan pada tahun 2010 adalah : Y = 273,33 + 12,92 (untuk tahun 2010 nilai X adalah 11) : Y = 273,33 + 142,12 = 415,45 Artinya penjualan barang “X” pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 415.450 unit
  • 28. 2. Contoh Kasus Data Genap : Tabel : Volume Penjualan Barang “X” (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2002 X2 Tahun Penjualan (Y) X XY 1995 200 -7 - 1.400 49 1996 245 -5 - 1.225 25 1997 240 -3 - 720 9 1998 275 -1 - 275 1 1999 285 1 285 1 2000 300 3 900 9 2001 290 5 1.450 25 2002 315 7 2.205 49 Jumlah 2.150 1.220 168
  • 29. • Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut : a = 2.150 / 8 = 268,75 dan b = 1.220 / 168 = 7,26 • Persamaan garis liniernya adalah : Y = 268,75 + 7,26 X. • Berdasarkan persamaan tersebut untuk meramalkan penjualan pada tahun 2008 adalah : Y = 268,75 + 7,26 (untuk tahun 2008 nilai X adalah 19) Y = 268,75 + 137,94 = 406,69 Artinya penjualan barang “X” pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 406,69 atau 406.690 unit.
  • 30. Persamaan Du Pont System Persamaan du pont merupakan rumus yang menunjukkan bahwa tingkat pengembalian atas aktiva dapat diperoleh dari perkalian marjin laba dengan perputaran total aktiva. Persamaan ini memberikan tingkat pengembalian atas aktiva (ROA) : ROA = marjin laba X perputaran total aktiva = (laba bersih/penjualan) X (penjualan/total aktiva)
  • 31. Tingkat pengembalian atas aktiva (ROA) dapat dikalikan dengan multiplier ekuitas, yaitu rasio aktiva teradap ekuitas saham biasa. Perusahaan yang menggunakan pembiayaan dengan utang dalam jumlah besar akan memiliki multiplier ekuitas yang tinggi – semakin banyak utang, semakin kecil ekuitas, sehingga multiplier ekuitas (aktiva/ekuitas) menjadi lebih tinggi. Pengembalian atas ekutas (ROE, Return on Equity) perusahaan tergantung ROA dan penggunaan kewajiban : ROE = ROA X multiplier ekuitas = (laba bersih/total aktiva) X (total aktiva/ekuitas saham biasa)
  • 32. Dari persamaan ROA dan ROE di atas dapat dikombinasikan untuk membuat persamaan Du Pont yang di perluas, yang menunjukkan bagaimana marjin laba, rasio perputaran aktiva, dan multiplier ekuitas dikombinasikan untuk menentukan ROE : ROE = (marjin laba) X (perputaran total aktiva) X (multiplier ekuitas) = (laba bersih/penjualan) X (penjualan/total aktiva) X (total aktiva/ekuitas saham biasa) Manajemen perusahan dapat menggunakan sistem Du Pont untuk menganalisa cara memperbaiki kinerja.
  • 33. RASIO KOMPARATIF DAN BENCHMARKING Analisis rasio akan melibatkan perbandingan-rasio sebuah perusahaan akan dibandingka dengan rasio-rasio dari perusahaanperusahaan yang lain dalam industri yang sama.
  • 34. TEKNIK BENCHMARKING Penentuan tolak ukur atau patokan
  • 35. Rasio komparatif tersedia dari sejumlah sumber, termasuk Value Line. Data laporan keuangan tersedia dalam bentuk pita magnetik dan disket.
  • 36. Ketika memilih sumber komparatif: Pastikan sumber data komparatif memiliki penekanan yang sama dengan penekanan agen rasio yang akan digunakan. Pastikan untuk memverifikasi definisi pasti dari rasio-rasionya untuk memastikan konsistensinya.
  • 37. Penggunaan dan keterbatasan dari analisis rasio Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, analisis rasio digunakan oleh tiga kelompok utama: (1) manajer (2) analisis kredit (3) analis saham,
  • 38. 8 potensi masalah yang dapat terjadi : • Analisis rasio lebih berguna untuk perusahaan-perusahaan kecil karena memiliki fokus yang lebih teliti karena tidak terlalu banyak data yang diolah. • Kebanyakan perusahaan ingin mendapat rasio yang lebih tinggi daripada rata-rata industri. • Faktor inflasi dapat sangat mendistorsikan neraca perusahaan – nilai yang tercatat sering kali berbeda secara substansial dengan nilai “nyatanya.” Analisis rasio untuk suatu perusahaan selama beberapa waktu, atau suatu analisis komparatif dari berbagai perusahaan dengan usia yang berbeda, harus diartikan dengan menyertakan pertimbangan. • Selain faktor inflasi, faktor musiman juga dapat mendistorsikan analisis rasio. • Perusahaan dapat menerapkan teknik “window dressing” untuk membuat laporan keuangan mereka terlihat lebih kuat.
  • 39. • Selain faktor inflasi dan musiman, perbedaan praktik-praktik akuntansi dapat juga mendistorsikan perbandingan. • Hal yang sulit untuk mengatakan apakah suatu rasio tertentu itu “baik” atau “buruk”. Begitu pula dengan rasio perputaran aktiva tetap yang tinggi dapat menunjukkan bahwa perusahaan tersebut menggunakan aktivanya secara efisien atau juga perusahaan kekurangan modal dan tidak mampu untuk membeli cukup aktiva. • Prosedur statistik dapat digunakan untuk menganalisis efek bersih (net effect) dari serangkaian rasio, baik rasio yang terlihat “bagus” maupun yang terlihat “buruk” sehingga dapat ditentukan apakah, menurut neraca, perusahaan tersebut kuat atau lemah.
  • 40. Tidak Ada Pertanyaan, Kah ??? Kalau Ada.... Kulo aturi enggal-enggal tangklet....
  • 41. Sekian....!!! • CemogA BerManpAAtssss.....!!! • Diinget-inget yaaaaa masuk UAS loooo • Cemungut... CemunguTTTT....