• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Psikologi Pendidikan
 

Psikologi Pendidikan

on

  • 32,511 views

 

Statistics

Views

Total Views
32,511
Views on SlideShare
32,467
Embed Views
44

Actions

Likes
1
Downloads
446
Comments
4

2 Embeds 44

http://www.slideshare.net 32
http://propesi.blogspot.com 12

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

14 of 4 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Psikologi Pendidikan Psikologi Pendidikan Presentation Transcript

    • PSIKOLOGI PENDIDIKAN
      Drs. Ahmad Thonthowi
      Penerbit ANGKASA Bandung
      Tahun 1993
      144 halaman
    • Bab I A. Apakah Psikologi itu?
      Istilah psikologi berasal dari bahasa inggris “psychology”. Istilah psychology sendiri berasal dari kata yunani ‘psyche”, yang dapat diartikan sebagai roh, jiwa atau daya hidup dan “logos”, yang dapat diartikan ilmu. Jadi, secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Pengertian tingkah laku laku dalam batasan ini mempunyai arti yang luas, meliputi tingkahlaku yang nyata (terbuka;eksplisit) dan tingkah laku tak nyata (tertutup;implisit). Dengan faktor lingkungan adalah segala faktor yang ada di luar individu, yang mempunyai hubungan bermakna bagi tingkah laku itu.
    • Psikologi seringkali orang menyamakan pengetahuan dengan ilmu pengetahuan. Padahal keduanya tidak benar, meskipun ilmu pengetahuan itu disusun dari pengetahuan. Jadi, pengetahuan itu belum tentu merupakan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, jika disebut kata psikologi sebelum masa itu, diartikan sebagai pemikiran tentang jiwa atau sebagai pengetahuan. Untuk menjadi ilmu pengetahuan yang otonom, pengetahuan itu harus memenuhi syarat-syarat sekurang-kurangnya lima syarat, yaitu: mempunyai objek dan pembatasan objek, mempunyai metode, mempunyai sistem, mempunyai sifat universal, dan dapat dibuktikan. Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang masih muda usianya.
    • Refleksi
      Peninjauan : Setelah saya meninjau buku ini maka peninjauan saya dengan faktor lingkungan adalah segala faktor yang ada di luar individu, yang mempunyai hubungan bermakna bagi tingkah laku itu. Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku organisme dalam hubungan manusia dengan lingkungan sekitar.
      Penilaian Diri : Penilaian saya bahwa psikologi bukanlah ilmu pengetahuan tetapi ilmu pengetahuan disusun dari pengetahuan-pengetahuan.
      Perencanaan Masa Mendatang : rencana saya untuk mesa mendatang diharapkan psikologi dapat membantu pendidik untuk merubah tingkah laku anak didik.
      Saya mengaharapkan para pendidik lebih meperhatikan anak didik agar tingkah laku anak didik tidak menyimpang.
    • Bab IIPsikologi Pendidikan dan Beberapa Implisitnya
      Dengan adanya cabang-cabang psikologi maka menukjukkan bahwa adanya suatu perbedaan lapangan yang dipelajari. Cabang psikologi diantara lain psikologi umum, psikologi perkembangan, psikologi kepribadian, psikologi industri dan sebagainya. Ilmu pengetahuan murni adalah ilmu pengetahuan yang terutama berusaha untuk memperoleh kebenaran-kebenaran ilmiah. Sedangkan ilmu pengetahuan terapan adalah ilmu pengetahuan yang terutama berupaya untuk dapat diterapkan dalam lapangan tertentu. Tujuan psikologi yang utama adalah penerapannya secara nyata dalam pemecahan-pemecahan masalah tertentu. Sedangkan fungsi psikologi pendidikan yaitu membantu proses pendidikan membantu para pendidik agar dalam menentukan tugas mendidiknya dapat dilakukan dengan cara yang lebih baik, karena dibantu dengan pengetahuan tentang tingkah laku anak didik, yaitu psikologi pendidikan.
    • Sedikit akan saya jelaskan bagaimana sejarah dari psikologi itu. Sejarah tentang psikologi pendidikan, psikologi pendidikan merupakan cabang dari psikologi. Karena psikologi sebagai ilmu pengetahauan masih muda usianya, maka psikologi pendidikan sebagai cabangnya lebih masih muda. Banyak pendapat tentang psikologi pendidikan, bahkan ada yang mengatakan bahwa saat timbulnya yang mula-mula tentang spikologi pendidikan dapat diikuti jejaknya kembali pada Aritoteles. Akhir abad 19 penelitian-penelitian dalam lapangan psikologi pendidikan secara ilmiah sudah semakin maju. Lingkup psikologi pendidikan tidak hanya membahas tentang proses belajar tetapi juga membahas tentang perkembangan, hereditas dan lingkungan, kesehatan mental, evaluasi belajar dan sebagainya. Psikologi merupakan ilmu pengetahuan harus memenuhi syarat-syarat tertentu diantaranya : adanya objek pendidikan, metode psikologi pendidikan, sistem dalam psikologi pendidikan, universal dan dibuktikan. Jika kita perhatikan psikologi pendidikan sebagai cabang psikologi, maka itu lebih merupakan ilmu pengetahuan yang dipraktekkan atau ilmu pengetahuan terpenuhi. Psikologi memiliki metode diantaranya metode observasi,metode studi kasus, metode eksperimen, metode kuesioner dan intrview dan metode sosiametri. Setiap anak didik memiliki berkembangan, pertumbuhan dan kematangan.
    • Refleksi
      Penijauan : menurut meninjauan saya bahwa psikologi memilki objek, tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Dan menggunakan metode untuk tingkah laku anak didik.
      Penilian Diri : ketika kita sebagai guru maka harus diperhatikan metode apa yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar agar anak didik lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh pendidik.
      Perencanaan masa mendatang : diharapkan sebagai guru terhadap psikologi anak didik nya.
      Semoga pendidik di negara kita dapt meningkatkan kualitas dan mutu sebagai guru.
    • Bab III Pertumbuhan dan Perkembangan
      Pertumbuhan merupakan sebagai proses perubahan jasad yang meningkat dalam ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan (multiplication)sel-sel. Oleh karena itu dalam psikologi, pertumbuhan lebih tepat digunakan untuk menyebabkan perubahan-perubahan dalam aspek jasmani. Perkembangan merupakan rangakaian perubaha-perubahan yang bersifat progresif serta teratur dari fungsi-fungsi, baik fungsi jasmaniah maupun rohaniah, sebagai akibat pengaruh kerjasama antara kematangan dan pelajaran. Kematangan merupakan proses serta saat tercapainya batas yang memadai bagi orang ataupun fungsi tertentu di dalam melaksanakan tugasnya dan oleh karena itu merupakan juga saat yang tepat unutk mendapatkan latihan dan pelajaran.
    • Teori –teori perkembangan yaitu : teori menurut faham Nativisme, menurut faham Empirisme, menurut Konvergensi, menurut faham Naturalisme, menurut Rekapulasi. Tipe-tipe perubahan dalam perkembangan itu pada garis besar menunjukkan corak-corak (types) perubahan sebagai berikut : perubahan dalam ukuran, perubahan dalam perimbangan, perubahan dalam bentuk lenyapnya ciri-ciri lama, perubahan dalam bentuk memperoleh ciri-ciri baru.
      Periode-periode perkembangan mengandung arti, bahwa terdapat suatu pola sifat yang khas perkembanga tertentu dalam satu kesatuan periode perkembangan. Manfaat pengetahuan tentang konsep tugas perkembangan ada dua hal yaitu : menolong untuk menemukan dan menerangkan maksud dan tujuan pendidik di sekolah, dan sebagai berfaedah dalam menetapkan waktu yag tepat bagi usaha-uasha pendidikan.
    • Refleksi
      Penijauan : Setelah saya meninjau buku ini maka peninjauan saya anak didik sebagai pribadi meurpakan makhluk yang unik, setiap fase mempunyai pola psikis yang khas, sehingga memerlukan perlakuan pendidikan yang tertentu.
      Penilaian diri : setiap guru harus memerhatikan pertumbuhan, perkembangan dan kematangan anak didik nya agar dapat terarah.
      Perencanaan masa mendatang : bahwa teori-teori yang digunakan perkembangan agar menjadi acuan untuk pendidikan.
      Saya harap generasi yang akan yang akan menjadi guru lebih mempersiapkan terlebih dahulu motif dan bagaimana mendidik anak didik dengan baik.
    • Bab IV Hereditas dan lingkungan Pendidikan
      Dalam biologi dan psikologi pembawaan itu lazim disebut potensi atau potensialitas, yaitu kemungkinan-kemungkinan untuk terwujud (tumbuh dan berkembang) menuju ke arah tertentu. Faktor-faktor atau gen-gen melaui plasma benih dan merupakan bagian studi ilmu keturunan atau genetika. Hereditas merupakn proses pemindahan atau penurunan faktor-faktor atau gen-gen melalui plasma benih telah banyak dipelajari oleh genetika. Dengan demikian dari percobaan mendel itu lahir hukum-hukum mendel, diantaranya adalah sebagai berikut :
      Hukum Dominan menyatakan bahwa salah satu dari dua sifat ada pada kedua induknya, pada keturunannya bersifat kuat pengaruhnya.
      Hukum Segregasi menyatakan bahwa sifat-sifat yang berbeda yang dimiliki oleh kedua induk akan berpisah dalam menurun kepada keturunannya dalam perbandingan (rasio) yang tertentu, sehingga hanya sifat yang dominan yang tampak pada generasi berikutnya.
      Hukum ciri-cir unit bebas menyatakan bahwa determinan-determinan untuk satu pasangan sifa-sifat (yang berbeda) tidak ada hubungannya dengan sifat-sifat yang berpasangan yang ada pada jenis itu.
    • Ada empat prinsip-prinsip hereditas yang penting yaitu: prinsip reproduksi, prinsip konformitas, prinsip variasi dan prinsip regresi filial. Lingkungan pendidikan merupakan semua faktor yang terdapat di luar diri anak dan yang mempunyai arti bagi perkembangan serta senantiasa memberikan pengaruh terhadap dirinya. Lingkungan dapat dibedakan beberapa macam yaitu lingkungan anorganis, lingkungan organis dan lingkungan abstrak. Lingkungan pendidikan dengan sendirinya merupakan suatu jenis lingkungan tempat terjadinya proses pendidikan; yaitu proses yang sadar yang diadakan oleh pendidik dalam rangka memberikan bimbingan mengenai perkembangan anak, jasmaniah maupun rohaniah menuju terwujudnya kepribadian yang mantap. Lingkungan pendidikan sifatnya dapat formal, informal dan non formal.
    • Refleksi
      Peninjauan : menurut saya bahwa pembawaan dan lingkungan tidak dapat dilihat secara terpisah dalam pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembagan individu itu.
      Penilian diri : adanya percobaan atau eksperimen dapat membantu anak didik lebih mudah mengerti.
      Perencanaan masa mendatang : lingkungan yang dijadikan faktor utama terhadap di luar anak didik dan mempunyai perkembangan serta senantiasa memberikan pengaruh terhadap dirinya.
      Diadakan suatu percobaan dalam proses belajar diharapkan anak didik lebih memahami dan mengerti lagi.
    • Bab V Beberapa tingkah laku anak didik yang penting dalam proses pendidikan
      Di dalam proses pendidikan adanya suatu motif yang merupakan suatu yang amat penting dalam pendidikan sehingga sering dikatakan bahwa tindakan yang sadar, yang dilakukan oleh anak didik adalah yang bermotif. Dari penelitian-penelitian menunjukkan, bahwa sukses belajar tidak hanya tergantung pada inteligensi di anak, melainkan tergantung pada banyak hal, diantaranya motif-motifnya. Seperti telah kita ketahui, latarbelakang motif terutama adalah adanya kebutuhan yang dirasakan oleh anak didik. Manusia diberikan akal untuk berfikir sebagai proses menentukan hubungan-hubungan secara bermakna antara aspek-aspek sari suatu bagian pengetahuan. Ketika kita berpikir adanya suatu penalaran jadi dalam menalar orang harus berpikir secara teratur dan akan diperoleh kesimpulannya. Perasaan dan emosi sangat berkaitan erat dengan psikologi pendidikan.
    • Pembentukan pengertian ilmiah kelangsungannya berbeda dibandingkan dengan kelangsungan pembentuk pengertian pengalaman. Pada garis besarnya pembentukan penegrtiann ilmiah melalui beberapa fase yaitu fase analisis, komparasi, abstraksi dan generalisasi. Syllogisme merupakan bentuk penyimpulan deduktif, berupa tiga buah aspek, yang berupa dua pernyataan atau premise dan sebuah kesimpulan. Intelegensi merupakan kemampuan umum yang senantiasa ikut serta dalam setiap tindakan seseorang. Tingkah laku yang intelegensi adalah tingkah laku yang dilaksanakan dalam memecahkan problem, sedemikian nyata sehingga terdapat adanya ciri-ciri sebagai berikut : problem harus sulit, harus mengandung kerumitan atau kompleks, memerlukan daya mengabstraksi, memiliki nilai sosial. Dalam hal ini tingkah laku inteligen dibedakan menjadi dua tingkat yaitu tingkat rendah dan tingkat tinggi.
    • Refleksi
      Peninjauan : sebagai guru harus memilki motif dalam proses belajar, agar tindakan itu tertuju ke arah suatu tujuan yang diidamkan.
      Penilaian diri : menurut penilaian saya anak didik memilki fikir yang berbeda-beda.
      Perencanaan masa mendatang : setiap pendidik mempunyai motif yang bertujuan untuk menbimbing anak didik.
      Pemerintah harus peka terhadap pendidikan karena pendidikan merupakan faktor yang sangat penting untuk masa depan anak –anak bangsa.
    • Bab VIBelajar
      Pendidikan mengandung arti bimbingan yang diberikan kepada anak. Orang yang memberikan bimbingan kepada anak disebut pendidik atau pedagog. Istilah pendidikan (pedagogy) tersebut berarti bimbingan atau pertolongan yagn diberikan kepada anak oleh orang dewasa secara sadar dan bertanggungjawab, mengenai aspek jasmaniah maupun aspek rohaniah menuju ke tingkat kedewasaan anak, jadi jika anak telah mencapai dewasa dalam arti jasmaniah dan rohaniah, maka berarti pendidikan itu telah selesai. Maka pengertian pendidikan menjad luas, yang berarti setelah anak dewasa tetap masih dalam proses pendidikan. Adapun tujuan pendidikan meupakan arah pencapaian cita-cita pendidikan sedangkan dasar adalah landasan aatau tempat berpijaknya pendidikan. Dalam proses belajar mengajar adanya suatu komunikasi antara guru dan siswa. Mengajar dilakukan oleh pihak guru, sedang belajar dilakukan oleh pihak murid.
    • Di dalam suatu proses belajar mengajar yang merupakan proses yang dasar dalam pendidikan di sekolah. Faktor yang mempengaruhi sukses belajar dapat digolongkan menjadi 2 yaitu : faktor eksternal dan faktor internal. Belajar dan mengajar memiliki pengertian yang berbeda yaitu belajar adalah perubahan tingkah laku karena pengalaman dan latihan, sedangkan mengajar adalah upaya dalam memberi stimulus, bimbingan, pengarahan, dan dorongan. Adanya suatu teori yang digunakan dalam proses belajar, yang merupakan suatu prinsip didasarkan penalaran. Ada macam-macam teori belajar yaitu teori belajar menurut psikologi daya, teori asosiasi, dan teori belajar menurut psikologi gestalt. Sebagai perubahan tingkah laku, sifat tingkah laku itu dapat digolongkan ke dalam tiga golongan yaitu : pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dalam proses belajar guru yang menjadi pedoman dan arah untuk membimbing anak didik agar perilaku siswa itu baik. Seharusnya setiap guru harus dibekali ilmu dan akhlak yang baik agar dapat dicontoh oleh siswa.
    • Refleksi
      Peninjauan : menurut peninjauan saya di dalam proses belajar mengajar adanya suatu interaksi antara pendidik dan anak didik.
      Penilaian diri : guru sebagai pendidik itu akan menjadi contoh untuk anak didik, apabila guru tersebut berperilaku yang benar.
      Perencanaan masa mendatang : guru dalam mengajar nya, harus mempunyai tujuan dan dasar pengajaran yang sejajar dengan dasar pendidikan.
      Diharapkan pendidik menggunakan metode mengajar tidak sulit untuk anak didik agar hasil belajar dapat dicapai optimal.