Your SlideShare is downloading. ×
0
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Hukum adat minangkabau2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Hukum adat minangkabau2

333

Published on

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
333
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. 1Hukum Adat MinangkabauWajib PK Hukum Kemasyarakatan2 SKSFakultas HukumUniversitas AndalasP a d a n gBachtiar Abna, SH.MH
  2. Tujuan Instruksional UmumTujuan Instruksional UmumSetelah mempelajari mata kuliah Hukum Adat Minangkabau ,Setelah mempelajari mata kuliah Hukum Adat Minangkabau ,mahasiswa mengetahui dan menyadari bahwa Masyarakatmahasiswa mengetahui dan menyadari bahwa MasyarakatMinangkabau mempunyai hukum yang unik yang berbeda denganMinangkabau mempunyai hukum yang unik yang berbeda denganmasyarakat lainnya di Indonesia dengan sistem kekerabatanmasyarakat lainnya di Indonesia dengan sistem kekerabatanMatrilineal dan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak BasandiMatrilineal dan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak BasandiKitabullah, Alam Takambang Jadikan Guru. Para alumni FakultasKitabullah, Alam Takambang Jadikan Guru. Para alumni FakultasHukum yang terdapat di Sumbar ini diharapkan setelah ini mampuHukum yang terdapat di Sumbar ini diharapkan setelah ini mampumenangani kasus-kasus hukum adat yang terjadi di Minangkabaumenangani kasus-kasus hukum adat yang terjadi di Minangkabausecara tepat dan proporsional, dengan menerapkan hukum adatsecara tepat dan proporsional, dengan menerapkan hukum adatMinangkabau.Minangkabau.2
  3. 3Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan1.1. PendahuluanPendahuluan A.A. Asal usul dari nama MinangkabauAsal usul dari nama MinangkabauB.B. Sejarah ringkas MinangkabauSejarah ringkas MinangkabauC.C. Pengertian Minangkabau dan MasyarakatPengertian Minangkabau dan MasyarakatMinangkabauMinangkabauD.D. Hukum,Hukum, Adat, Hukum Adat dan Hk AdatAdat, Hukum Adat dan Hk AdatMinangkabauMinangkabau2.2. Hukum adat danHukum adat danhukum Islamhukum Islamdalam masya-dalam masya-rakat Minang-rakat Minang-kabaukabauA.A. Pengertian hukum adat MinangkabauPengertian hukum adat MinangkabauB.B. Pengertian SyarakPengertian SyarakC.C. Kekuatan berlakunya hukum adat dan syarak diKekuatan berlakunya hukum adat dan syarak diMinangkabauMinangkabau3.3. Hukum keke-Hukum keke-rabatan adatrabatan adatMinangkabauMinangkabauA.A. Sistim Matrillineal dalam masyarakat MinangkabauSistim Matrillineal dalam masyarakat MinangkabauB.B. Suku paruik dan kaum sebagai persekutuan hukumSuku paruik dan kaum sebagai persekutuan hukumadat Geneologisadat GeneologisC.C. Keadaan suku paruik dan kaum dewasa iniKeadaan suku paruik dan kaum dewasa iniGaris-garis Besar Perkuliahan
  4. 4Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan4.4. Nagari sebagaiNagari sebagaimasyarakat hu-kummasyarakat hu-kumadat gene-alogisadat gene-alogismatrli-nealmatrli-neal tritorialtritorialA.A. Terbentuknya nagari di MinangkabauTerbentuknya nagari di MinangkabauB.B. Pengertian nagari sebagai persekutuan hukum adatPengertian nagari sebagai persekutuan hukum adatC.C. Tipe-tipe nagari di MinangkabauTipe-tipe nagari di MinangkabauD.D. Nagari sebelum penjajahan BelandaNagari sebelum penjajahan BelandaE.E. Nagari pada zaman penjajahan BelandaNagari pada zaman penjajahan BelandaF.F. Nagari Setelah Indonesia merdeka sampai 1979Nagari Setelah Indonesia merdeka sampai 1979G.G. Nagari sejak tahun 1979 sampai tahun 1999Nagari sejak tahun 1979 sampai tahun 1999H.H. Nagari setelah tahun 1999 sampai sekarangNagari setelah tahun 1999 sampai sekarang5.5. Hukum perkawi-Hukum perkawi-nan adat Minang-nan adat Minang-kabaukabauA.A. Pengertian dan makna perkawinan dalamPengertian dan makna perkawinan dalammasyarakat Minangkabaumasyarakat MinangkabauB.B. Sistim perkawinan dalam masyarakat MinangkabauSistim perkawinan dalam masyarakat MinangkabauC.C. Prosedur pelaksanaan perkawinan di MinangkabauProsedur pelaksanaan perkawinan di MinangkabauD.D. Perkembangan hak dan kewajiban urang sumando diPerkembangan hak dan kewajiban urang sumando diMinangkabauMinangkabauE.E. Putusnya perkawinan dalam hukum adat Minang-Putusnya perkawinan dalam hukum adat Minang-kabaukabau
  5. 5Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan6.6. Hukum TanahHukum Tanahadat Minang-adat Minang-kabaukabauA.A. Pengertian tanah dan pentingnya tanah dlm hukumPengertian tanah dan pentingnya tanah dlm hukumadat Minagkabauadat MinagkabauB.B. Jenis jenis hak atas tanahJenis jenis hak atas tanahC.C. Transaksi tanahTransaksi tanahD.D. Transaksi yang berhubungan dengan tanahTransaksi yang berhubungan dengan tanahE.E. Keadaan hukum pertanahan di MinangkabauKeadaan hukum pertanahan di Minangkabaudewasa inidewasa ini7.7. Hukum hartaHukum hartakekayaan Adatkekayaan AdatMinangkabaMinangkabauuA.A. Macam macam kekayaan menurut hukum adatMacam macam kekayaan menurut hukum adatMinangkabauMinangkabauB.B. Mengenai sako dan pusakoMengenai sako dan pusakoC.C. Harato bawaan dan harta tepatanHarato bawaan dan harta tepatanD.D. Harato suwarangHarato suwarangE.E. Harato pancarianHarato pancarian8.8. Hukum warisHukum warisadat Minang-adat Minang-kabaukabauA.A. Sistim kewarisan dalam masyarakat MinangkabauSistim kewarisan dalam masyarakat MinangkabauB.B. Pewarisan sako dan pusakoPewarisan sako dan pusakoC.C. Kedudukan harato suwarangKedudukan harato suwarangD.D. Pewarisan harato pancarianPewarisan harato pancarian
  6. 6Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan9.9. Hukum perjanji-Hukum perjanji-an adat Minang-an adat Minang-kabaukabauA.A. Azas perjanjian dalam hukum adat MinangkabauAzas perjanjian dalam hukum adat MinangkabauB.B. Ssyarat PerjanjianSsyarat PerjanjianC.C. Jenis jenis perjanjianJenis jenis perjanjian
  7. DAFTAR KEPUSTAKAANDAFTAR KEPUSTAKAAN ::Amir MSAmir MS Adat MinangkabauAdat Minangkabau Pola dan Tujuan Hidup Orang MinangPola dan Tujuan Hidup Orang MinangAmir MSAmir MS Masyarakat Adat Minangkabau Terancam PunahMasyarakat Adat Minangkabau Terancam PunahProf. Mr. M.NasrunProf. Mr. M.Nasrun Dasar Falsafah Adat MinangkabauDasar Falsafah Adat MinangkabauMuchtar NaimMuchtar Naim Menggali hukum tanah dan hukum waris di MinangkabauMenggali hukum tanah dan hukum waris di MinangkabauChaidir Ali SHChaidir Ali SH Yurisprudensi Sumatera BaratYurisprudensi Sumatera BaratChristine DobbinChristine Dobbin Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan PaderiGejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan PaderiProf. Dr. Mr. Iskandar KamalProf. Dr. Mr. Iskandar Kamal Sekitar Pemerintahan Nagari Minangkabau danSekitar Pemerintahan Nagari Minangkabau danPerkembangannya”Perkembangannya”Prof . Dr. HamkaProf . Dr. Hamka Islam dan Adat MinangkabauIslam dan Adat MinangkabauM. Rasyid Manggis Dt Rj PanguluM. Rasyid Manggis Dt Rj Pangulu Minangkabau Sejarah Ringkas Dan AdatnyaMinangkabau Sejarah Ringkas Dan AdatnyaIbrahim . Dt Sanggono DirajoIbrahim . Dt Sanggono Dirajo Curai Paparan Adat MinangkabauCurai Paparan Adat MinangkabauZenwen Pador SHZenwen Pador SH Baganti baruak dengan Cigak Sistim pemerintahan nagari diBaganti baruak dengan Cigak Sistim pemerintahan nagari diMinangkabauMinangkabauAA NavisAA Navis Runtuhnya Surau kamiRuntuhnya Surau kamiLC. WestenenkLC. Westenenk De Minangkabausche NagarijDe Minangkabausche NagarijKomnas HAM, MKRI, FH Unand, Seknas Masy. Hukum AdatKomnas HAM, MKRI, FH Unand, Seknas Masy. Hukum Adat Membangun MasaMembangun MasaDepan Minangkabau Dari Perspektif HAMDepan Minangkabau Dari Perspektif HAMBasral Hamidy HarahapBasral Hamidy Harahap Greget Tuanku RaoGreget Tuanku RaoSchrieke; BJO. Pergolakan Agama di Sumatera Barat : Sebuah SumbanganSchrieke; BJO. Pergolakan Agama di Sumatera Barat : Sebuah SumbanganBibliografiBibliografi7
  8. 1. Drs . Zuber Usman :1. Drs . Zuber Usman :Kesusastraan lama Indonesia: dalam buku Tun SriKesusastraan lama Indonesia: dalam buku Tun SriLanang berjudul” Hikayat Raja Raja Pasai” :Lanang berjudul” Hikayat Raja Raja Pasai” : Patih GajahPatih GajahMada pergi menaklukkan pulau perca dengan membawa SeekorMada pergi menaklukkan pulau perca dengan membawa SeekorKerbau Hikmat yang akan diadu dengan kerbau Patih sewatangKerbau Hikmat yang akan diadu dengan kerbau Patih sewatangperdana mentri kerajan Minangkabau. Patih sewatangperdana mentri kerajan Minangkabau. Patih sewatangmenyediakan seekor anak kerbau yang kepalanya diberi tandukmenyediakan seekor anak kerbau yang kepalanya diberi tandukdengan benda tajam dan runcing yang beberapa hari tidak diberidengan benda tajam dan runcing yang beberapa hari tidak diberisusu oleh induknya, waktu kerbau itu diadu anak kerbau tersebutsusu oleh induknya, waktu kerbau itu diadu anak kerbau tersebutmenyeruduk ke perut kerbau besar sehingga perutnya tembusmenyeruduk ke perut kerbau besar sehingga perutnya tembusoleh tanduk yang dipasang pada anak kerbau sehingga saat ituoleh tanduk yang dipasang pada anak kerbau sehingga saat ituorang orang minang bersorak manang kabau, sehinggaorang orang minang bersorak manang kabau, sehinggadisebutlah daerah itu dengan Manangkabau yang akhirnyadisebutlah daerah itu dengan Manangkabau yang akhirnyaberobah jadi Minangkabau.berobah jadi Minangkabau.Dalam dongeng yang hidup di masyarakat Minangkabau, istilahDalam dongeng yang hidup di masyarakat Minangkabau, istilahminang itu adalah benda kecil runcing yang menyerupai tandukminang itu adalah benda kecil runcing yang menyerupai tandukyang dipasang pada kepala anak kerbau sehingga Minangkabauyang dipasang pada kepala anak kerbau sehingga Minangkabauartinya Minang yang dipasang pada kepala anak kerbau,artinya Minang yang dipasang pada kepala anak kerbau,kemungkinan Tun Sri Lanang menuliskan dalam bukunyakemungkinan Tun Sri Lanang menuliskan dalam bukunyaLegenda yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sendiri.Legenda yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sendiri.81. A. Asal Usul Nama Minangkabau1. Pendahuluan
  9. 2. Prof Dr Purbacaraka : bukunya riwayat Indonesia : istilah2. Prof Dr Purbacaraka : bukunya riwayat Indonesia : istilahMinangkabau berasal dari Minanga Kabawa / MinangaMinangkabau berasal dari Minanga Kabawa / MinangaTamwan artinya muara sungai , menurut informasi kerajaanTamwan artinya muara sungai , menurut informasi kerajaanminang kabau itu mulanya berpusat pada sebuah muaraminang kabau itu mulanya berpusat pada sebuah muarasungai.sungai.3. M. Joustra : Yang mengutip laporan dari Prot van Der3. M. Joustra : Yang mengutip laporan dari Prot van DerTuuk, istilah minangkabau berasal dari MinangkhabuTuuk, istilah minangkabau berasal dari Minangkhabuyang artinya tanah asalyang artinya tanah asal4.4. St. M ZeinSt. M Zein : Berpendapat bahwa Minangkabau berasal dari: Berpendapat bahwa Minangkabau berasal darikata Minanga Kanvar artinya muara kampar, pendapat Mkata Minanga Kanvar artinya muara kampar, pendapat MZein berdasarkan pada catatan dari Chan Ju Kua yang padaZein berdasarkan pada catatan dari Chan Ju Kua yang padaabad ke 13 pernah berkunjung ke Muara Kampar yangabad ke 13 pernah berkunjung ke Muara Kampar yangmerupakan pelabuhan paling ramai di Sumatramerupakan pelabuhan paling ramai di Sumatra5.5. Menurut Prasasti (Batu Bersurat) Kedukan Bukit di BaratMenurut Prasasti (Batu Bersurat) Kedukan Bukit di BaratPalembang : tertulis :Palembang : tertulis : Pada tujuh paro terang bulan yasthaPada tujuh paro terang bulan yasthaenam ratus lima saka yang dipertuan hiang marlapas darienam ratus lima saka yang dipertuan hiang marlapas dariminanga tamwan datang bersuka cita membuat kotaminanga tamwan datang bersuka cita membuat kotaSriwijaya dengan perjalanan suci menyebabkanSriwijaya dengan perjalanan suci menyebabkankemakmurankemakmuran. Istilah minanga tamwan dalam prasasti itu. Istilah minanga tamwan dalam prasasti ituadalah untuk menyebutadalah untuk menyebut minangkabau pada enamminangkabau pada enamratus lima saka (683 masehi).ratus lima saka (683 masehi).9
  10. 6. Prof Dr. M Husein Nainar6. Prof Dr. M Husein NainarProf Dr. M.Husen Nainar, seorang Guru besar di Universitas MadrasProf Dr. M.Husen Nainar, seorang Guru besar di Universitas Madrasyang pernah datang ke Minangkabau berpendat bahwa istilahyang pernah datang ke Minangkabau berpendat bahwa istilahminangkabau berasal dari Menon Khabu, dalam bahasa Malajalam yangminangkabau berasal dari Menon Khabu, dalam bahasa Malajalam yangdipakai oleh suku Dravida yang hidup di Pegunungan Malabar didipakai oleh suku Dravida yang hidup di Pegunungan Malabar didataran tinggi Dekkan yang juga menganut sistim keturunan matrilinealdataran tinggi Dekkan yang juga menganut sistim keturunan matrilinealseperti Minangkabau. Menonkhabu itu artinya tanah pangkal, tanahseperti Minangkabau. Menonkhabu itu artinya tanah pangkal, tanahmulia atau tanah permai. Menurut Husein Nainar kemungkinanmulia atau tanah permai. Menurut Husein Nainar kemungkinanmasyarakat Minangkabau berasal dari suku Dravidamasyarakat Minangkabau berasal dari suku Dravida10
  11. Dari ma titiak palito; di baliak telong nan bataliDari ma titiak palito; di baliak telong nan bataliDari ma datang niniak kito; dari puncak Gunuang MarapiDari ma datang niniak kito; dari puncak Gunuang MarapiProf Dr. Hamka :Prof Dr. Hamka :1.1. Dalam sejarah Melayu tullisan Tun Sri Lanang : KeturunanDalam sejarah Melayu tullisan Tun Sri Lanang : KeturunanSang Sapurba yang turun di Bukit Siguntang MahameruSang Sapurba yang turun di Bukit Siguntang Mahameru(Palembang) dirajakan di Minangkabau(Palembang) dirajakan di Minangkabau2.2. Maharajo dirajo turun dari puncak Gunung Merapi; sepertiMaharajo dirajo turun dari puncak Gunung Merapi; sepertihalnya Orang Jepang turunan dewa matahari; Pasemah :halnya Orang Jepang turunan dewa matahari; Pasemah :Sipahit Lidah turun dari Berombong Cahaya Matahari;Sipahit Lidah turun dari Berombong Cahaya Matahari;3.3. Tahun 453-464 Zaman Maharaja Hsian ke Cina datangTahun 453-464 Zaman Maharaja Hsian ke Cina datangutusan Maharaja Pulau Kandali, atau Andali yang ditulisutusan Maharaja Pulau Kandali, atau Andali yang ditulisdalam huruf Cina dengan Kandalaih atau Andalaih, yaknidalam huruf Cina dengan Kandalaih atau Andalaih, yakniPulau Andalas yang oleh Ibnu Batutah disebut SumateraPulau Andalas yang oleh Ibnu Batutah disebut Sumaterayang berpusat di Palembangyang berpusat di Palembang4.4. Tahun 502, 519 dan 520 datang pula utusan MaharajaTahun 502, 519 dan 520 datang pula utusan Maharajasriwijaya ke Cina. Dari Sumatera itu disiarkan agamasriwijaya ke Cina. Dari Sumatera itu disiarkan agamaBudha ke Jawan dan Jepang. Di Palembang berdiri AsramaBudha ke Jawan dan Jepang. Di Palembang berdiri AsramaBudha yang besar yang dipimpin oleh Demang LebarBudha yang besar yang dipimpin oleh Demang Lebar111. B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  12. 5. Tahun 671 : I Tsing melawat ke kerajaan Sriwijaya yang5. Tahun 671 : I Tsing melawat ke kerajaan Sriwijaya yangberdiri di pinggir sungai Mo-shi. Raja sedang pergi perangberdiri di pinggir sungai Mo-shi. Raja sedang pergi perangke negeri Melayu, Indragiri, Kampar dan Siak.ke negeri Melayu, Indragiri, Kampar dan Siak.6. Tahun 1005 ada tulisan yang menyebut Maharaja6. Tahun 1005 ada tulisan yang menyebut MaharajaPalembang itu Maharaja Gunung yang melebarkanPalembang itu Maharaja Gunung yang melebarkansayapnya sampai ke India dan Sailon.sayapnya sampai ke India dan Sailon.7. Tahun 1275 Karena pertikaian Aliran Budha Hinayana yang7. Tahun 1275 Karena pertikaian Aliran Budha Hinayana yangberpusat di Palembang dengan Mahayana yang berpusat diberpusat di Palembang dengan Mahayana yang berpusat diJawa Raden Wijaya dari Singosari menyerang Sriwijaya.Jawa Raden Wijaya dari Singosari menyerang Sriwijaya.Raja Sriwijaya pindah ke utara (antara Jambi dan SumbarRaja Sriwijaya pindah ke utara (antara Jambi dan Sumbarsekarang) dan mendirikan kerajaan Dharmasraya (Jiwasekarang) dan mendirikan kerajaan Dharmasraya (Jiwayang bebas). Raden Wijaya memberikan perlindungan atasyang bebas). Raden Wijaya memberikan perlindungan atasDharmasraya dan membawa dua putrinya ke Jawa, DaraDharmasraya dan membawa dua putrinya ke Jawa, DaraPetak (yang tua) bergelar Sri Indrahwari dan Dara JinggaPetak (yang tua) bergelar Sri Indrahwari dan Dara Jingga(yang muda) dijadikan permaisuri oleh Raja Maja Pahit(yang muda) dijadikan permaisuri oleh Raja Maja Pahitbernama Sri Marmadewa. Turunannya nanti menjadi raja dibernama Sri Marmadewa. Turunannya nanti menjadi raja diMinangkabau turun temurun (Aditiawarman).Minangkabau turun temurun (Aditiawarman).8. Tahun 1286 : Kertanegara mengirim patung Budha ke8. Tahun 1286 : Kertanegara mengirim patung Budha keMinangkabau sebagai tanda hubungan baik, dan kerajaanMinangkabau sebagai tanda hubungan baik, dan kerajaan121.B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  13. 9. Tahun 1343, yang menjadi raja Minangkabau adalah9. Tahun 1343, yang menjadi raja Minangkabau adalahAditiawarman, membuat patung nenek moyangnya ManjuAditiawarman, membuat patung nenek moyangnya ManjuShri (Manja Sari) = yang maha suci, dari emas. Patung diShri (Manja Sari) = yang maha suci, dari emas. Patung diGedung Arca Berlin. Menurut Catatan Ibnu BathuthahGedung Arca Berlin. Menurut Catatan Ibnu Bathuthahyang datang ke Pasai Aceh, raja Al Malikus Shalihyang datang ke Pasai Aceh, raja Al Malikus Shalihmengirim utusan ke Muljawa untuk mengajak masuk Islam.mengirim utusan ke Muljawa untuk mengajak masuk Islam.Aditiawarman dan Malikus Shalih sezaman, mungkinAditiawarman dan Malikus Shalih sezaman, mungkinMuljawa itu ialah Minangkabau, berasal dari kata Melayu-Muljawa itu ialah Minangkabau, berasal dari kata Melayu-Jawa. Masuknya agama Islam merubah sistemJawa. Masuknya agama Islam merubah sistempemerintahan, yaitu rajo tigo selo, rajo alam, adat, danpemerintahan, yaitu rajo tigo selo, rajo alam, adat, danibadat. Basa ada Apek Balai, Indomo di Saruaso danibadat. Basa ada Apek Balai, Indomo di Saruaso danBandaro atau Titah di Sungai Tarab menjaga adat istiadatBandaro atau Titah di Sungai Tarab menjaga adat istiadatlama, sedangkan Tuang Kadi di Padang Gantiang danlama, sedangkan Tuang Kadi di Padang Gantiang danMakhudum di Sumaniak menunjukkan negeri telah IslamMakhudum di Sumaniak menunjukkan negeri telah Islambertgugas mengadakan hubungan dengan negeri Islam.bertgugas mengadakan hubungan dengan negeri Islam.10. Tahun 1604 di Pantai Barat (Singkil, Barus, Tiku,10. Tahun 1604 di Pantai Barat (Singkil, Barus, Tiku,Pariaman, Padang, Salido sampai Indopuro terjadiPariaman, Padang, Salido sampai Indopuro terjadiperebutan kekuasaan perdagangan antara Aceh denganperebutan kekuasaan perdagangan antara Aceh denganPortugis, ingat Nan Tongga Magek Jabang melawanPortugis, ingat Nan Tongga Magek Jabang melawanSipatokah (Portugis). Raja Pagaruyung tidak lagi mampuSipatokah (Portugis). Raja Pagaruyung tidak lagi mampumengusai pantai barat sehingga jatuh ke tangan Aceh,mengusai pantai barat sehingga jatuh ke tangan Aceh,131.B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  14. 11. Shech Burhanudin, Murid Abdurrauf dan Nurudin Arraniri, penganut11. Shech Burhanudin, Murid Abdurrauf dan Nurudin Arraniri, penganutfaham Ahlussunnah, Wihadatussuhud, alam itu bekas kuasa Tuhanfaham Ahlussunnah, Wihadatussuhud, alam itu bekas kuasa Tuhandatang ke Ulakan Pariaman karena mendengar bahwa Pengaruhdatang ke Ulakan Pariaman karena mendengar bahwa PengaruhHamzah Fanshuri dan Syamsuddin Samatrani, panganut fahamHamzah Fanshuri dan Syamsuddin Samatrani, panganut fahamWihdatul Wujud bahwa alam adalah sebagian dari Tuhan, laksana buihWihdatul Wujud bahwa alam adalah sebagian dari Tuhan, laksana buihlautan itu sebagian dari ombak, yang berpusat di Cangking.lautan itu sebagian dari ombak, yang berpusat di Cangking.12. Tahun 1801 (Permulaan abad 19) datang gerakan baru yang amat12. Tahun 1801 (Permulaan abad 19) datang gerakan baru yang amathebat yang menggoyahkan batu sandi adat istiadat yang disebuthebat yang menggoyahkan batu sandi adat istiadat yang disebutPaderi yang datang dari Mekah dimulai oleh Haji Miskin di PandaiPaderi yang datang dari Mekah dimulai oleh Haji Miskin di PandaiSikek, yang merupakan pengikut kaum Wahabi yang memandangSikek, yang merupakan pengikut kaum Wahabi yang memandangorang Islam yang tidak sealiran dengannya sebagai musuh karenaorang Islam yang tidak sealiran dengannya sebagai musuh karenamemperserikatkan Tuhan dengan yang lain. Maka terjadilah Perangmemperserikatkan Tuhan dengan yang lain. Maka terjadilah PerangPaderi 1801-1826 dan 1826-1837 sampai Bonjol jatuh ke tanganPaderi 1801-1826 dan 1826-1837 sampai Bonjol jatuh ke tanganBelandaBelanda141. B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  15. 151. C. Pengertian Minangkabaudan Masyarakat MinangkabauMenurut Van Volenhoven yang terkenal sebagai Bapak Hukum Adatwilayah Hindia Belanda dahulu terdiri dari 19 adat Rechtkringen/wilayah hukum adat yaitu : 1. Aceh 2. Gaya Alas, Batak, Nias 3.Minangkabau dan Mentawai 19. Jawa BaratWilayah Hukum adat adalah :Suatu wilayah yang didiami oleh sekelompok orang yang corak corakkehidupan termasuk hukum adat mereka yang hampir bersamaanditandai oleh :1. Sistim garis keturunan yang sama2. Pola pola perkawinan yang sama3. Bahasa pengantar / Bahasa daerah yang sama4. Struktur kemasyarakatan yang sama
  16. 161. C. Pengertian Minangkabaudan Masyarakat MinangkabauDari penjelasan Van Volenhoven itu terlihat Minangkabau adalah salah satuadatrechkring (wilayah hukum adat) yang terdapat di wilayah Hindia Belanda yaitusuatu wilayah yang terletak di Sumatera Tengah bagian Barat, sistemkemasyarakatan Matrilineal, mempunyai bahasa pengantar bahasa Minang, sistimperkawinannya sistim sumando, eksogami dan matrilokal; sedangkan susunankemasyarakatannya terdiri dari persekutuan hukum adat geneologis berbentuksuku, paruik, kaum yang terhimpun menjadi persekutuan hukum adat territorialyang disebut dengan nagari yang terhimpun pula kedalam Luhak dan RantauDi samping itu Minangkabau digunakan untuk menyebut salah satu etnis darimasyarakat Indonesia, yaitu etnis Minangkabau.Wilayah Minangkabau pada mulanya didiami oleh masyarakat Minangkabau yangmenyebut dirinya sebagai “ urang awak ”Sekelompok orang laki laki dan perempuan yang ibunya merupakan anggotasalah satu suku yang keberadaanya diakui pada salah satu nagari yang adadi Minangkabau.
  17. 171. C. Pengertian Minangkabaudan Masyarakat MinangkabauUntuk mengetahui apakah seorang itu urang awak perlu diketahui hal hal sbb :Nama nagari asalnya yang harus dapat menunjukkan salah satu dari nama nagari diMinangkabau.Mempunyai suku yang diakui keberadaannya di nagari yang bersangkutanMengetahui nama pangulu paruik , dari mana ibunya berasalMasyarakat Minangkabau Terdiri dari :Rang Kampuang : Masyarakat Minang yang menetap dinageri asalnyaRang Rantau : Masyarakat Minangkabau yang menetap di Nagari lain1. Rantau Dakek : Masih diwilayah Minangkabau2. Rantau Jauh : Diluar Minangkabau3. Rantau Cino : Masyarakat minang yang tidak tahu lagi asal usulnya
  18. 18Penggunaan Hukum Dalam Masyarakat• Teori Fisika, hukum archemides, mata hari terbit ditimur• Tata Bahasa -> nun mati disambut dal hukumnyaekhfa• Tidak ada hukum -> hukum rimba• Teori ekonomi -> hukum ekonomi• Norma agama -> shalat lima waktu hukumnya wajib• Norma Kesusilaan -> orang dilarang dengki• Norma Kesopanan -> setop mobil pakai tangankanan, di Jawa harus menjempol• Norma Hukum -> mencuri masuk penjara, tidak bayarhutang dapat dipaksakan lewat penegak hukum1. D. Hukum, Adat; Hukum Adat,dan Hukum Adat Minangkabau
  19. 19Sebagai norma hukum, hukum adalah setiapkesepakatan antara dua atau lebih manusia tentang apayang boleh, wajib atau dilarang dilakukan di antaramereka serta padahan yang ditimpakan secara nyatakepada orang yang melanggarnya.Ada tiga kelompok pandangan orang mengenai hukum :1. Pandangan Normatif-> Utrecht : Hukum ialah himpunanperaturan yang ditetapkan oleh penguasa masyarakat yangwajib ditaati oleh setiap anggota masyarakat, siapa yangmelanggar dikenakan sanksi2. Pandangan Sosiologis -> Djojodigoeno : Hukum ialah karyaseluruh rakyat yang bersifat pengugeran yang berartipembatasan tingkah laku manusia dalam hubunganpamrihnya3. Sosiologis Normatif-> Ahmad Sanusi : Hukum ialah normayang ditaati dan gejala sosial yang diharuskan
  20. Input Proses Output AntaraHukum Sebagai Sistem Sosial : Hukum adalah semua prosesdalam kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian dalamkehidupan bersama (peaceful living together)OutputAkhirSubyekHukumObyekHukumYudikasiAplikasilegislasiAturan HukumObyektifPeristiwa HukumPelanggaran HukumDamai :AdilTertibBergunaLitigasi + Non-litigasiVonis + EksekusiYurisprudensi20
  21. 21Cicero : (Zaman Yunani Kuno) ubi societas ibi iusMasyarakat = dua atau lebih manusia yang hidupberdampingan ditandai oleh adanya komunikasi diantara mereka sehingga mampu mengadakankesepakatan (deal) yang dapat melahirkan hukumCara Lahirnya Hukum:1. Otonom : Melalui gejala sosial (prilaku nyata) waramasyarakat dalam kehidupan sehari-hari,->hukumadat2. Aeteronom : Melalui ketetapan penguasa masyarakatdengan sengaja membuat peraturan hukum, ->UU
  22. 22Definisi Hukum Adat :1. Snouck Hurgronje : Hukum adat ialah seluruh hukum yangditemukan Belanda di Hinda Belanda (De Atjehers)2. Van Vollenhoven : Hukum adat adalah hukum yang tidakbersumber kepada peraturan-peraturan yang dibuat olehpemerintah Hindia Belanda dahulu atau alat-alat kekuasaanlainnya yang menjadi sendinya dan diadakan sendiri olehkekuasaan Belanda dahulu (Het adat recht van Ned. Indie) (Thn1596 Ind sudah ada hukum, Staatrecht Overzee H.Adat=Hk yangditemukan Bld di HB))Unsur Hukum Adat :- Bagian yang tertulis berupa surat perintah raja atau keputusanmusyawarah- Usur Asli -> hk masy Malayo Polinesia- Unsur Asing – hukum agama dan hk adat orang asing yangbedomisili di Hindia Belanda- Bagian Tidak tertulis
  23. 233. Ter Haar (Beslissingen leer): Hukum adat lahir dan dipelihara olehkeputusan-keputusan warga masyarakat hukum, terutamakeputusan berwibawa dari kepala2 rakyat yang membantupelaksanaan perbuatan2 hukum; atau dalam hal bertentangankepentingan – keputusan para hakim yang bertugas mengadilisengketa sepanjang tidak bertentangan dengan keyakinan hukumrakyat; mealinkan senapas seirama dengan kesadaran itu,diterima/diakui atau setidaknya ditoleransinya. (Peradilan LandraadBerdasarkan Hukum Tidak Tertulis, 1930)Dengan mengabaikan bagiannya yang tertulis yang terdiri dariperaturan2 desa, surat perintah raja, hukum adat adalahkeseluruhan peraturan yang terjelma dalam keputusan parafungsionaris hukum yang berwibawa dan berpengaruh yang dalampelaksanaannya berlaku serta merta (spontan) dan dipatuhisepenuh hati. Hukum adat yang berlaku dapat diketahui darikeputusan hakim, kepala adat, rapat desa, wali tanah, petugasagama dan petugs desa lainnya. Bukan hanya mengenai sengketa,tetapi juga kpts kerukunan yang berdasarkan nilai2 yang hidupsesuai alam rohani dan hidup kemasyarakatan anggota2persekutuan (Hukum Adat Hindia Belanda di dalam Ilmu, praktekdan pengajaran 1937)
  24. 244. Prof.Dr. Supomo, SH : Hukum adat ialah hukum yang tidak tertulisdalam peraturan2 legislatif (unstatutory law) meliputi peraturan2hidup yang walaupun tidak ditetapkan oleh yang berwajib, toh ditaatidan didukung oleh rakyat berdasarkan atas keyakinan bahwaperaturan itu mempunyai kekuatan hukum. Dalam tata hukum bariIndonesia, untuk menghindari kesalahfahaman, istilah hukum adatdipakai sebagai sinonim dari hukum yang tertulis dalam peraturanlegislatif (unstatory law), hukum yang hidup sebagai konvensi padabadan-badan hukum negara (Parlemen, Dewan Propinsi, dsb),hukum yang timbul karena putusan hakim (Judge made law), danhukum yang hidup sebagai pertguran kebiasaan yang dipertahankandalam pergaulan hidup, baik di kota maupun desa2 (CustomaryLaw). Beberapa Catatan Mengenai Kedudukan Hukum AdatUnstatutory LawConventie Customary LawJudge Made Law
  25. 254. Dr. Sukanto, SH : Hukum adat ialah kompleks adat2 yang tidakdikitabkan, tidak dikodifisir, dan bersifat paksaan, mempunyaisanksi, jadi mempunyai akibatg hukum. Meninjau Hukum AdatIndonesia5. Prof. Mr. M.M.Djojodigoeno : Hukum adat ialah hukum yang tidakbersumber kepada peraturan-peraturan. Azas-azas Hukum Adat,19586. Mr. JHP. Bellefroid : Hukum adat ialah peraturan2 hidup yangmeskipun tidak diundangkan oleh penguasa, toh dihormati danditaati oleh rakyat dengan keyakinan bahwa peraturan tersebutberlaku sebagai hukum. (Inleiding tot de rechtwetenschap inNederland7. Seminar Hukum Adat 1975 di Yogyakarta : Hukum adat ialahhukum asli bangsa Indonesia yang di sana sini dipengaruhi olehunsur agama.
  26. 268. Prof Dr. Hazairin: Kesusilaan dan Hukum, 1952Seluruh lapangan hukum berhubugnan dengan kesusilaan, langsungatau tidak langsung. Dalam sistem hukum yang sempurna tidak adatempat bagi hukum yang tidak selaras dengan kesusilaan. Istimewadalam hukum adat, terdapat persesuaian yang langsung antara hukumdengan kesusilaan, pada akhirnya antara hukum dan adat demikianlangsung sehingga istilah hukum adat tidak dibutuhkan oleh rakyat biasa,cukup dipakai istilah adat saja.Hukum adat ialah endapan(renapan) kesusilaan dalam masyarakat,artinya kaedah-kaedah adat berupa kaedah kesusilaan yangkebenarannya telah mendapat pengakuan umum dalam masyarakat.Walau ada beda kaedah kesusilaan dan kaedah hukum, namunperbuatan yang dilarang atau disuruh menurut hukum juga dicela dandianjurkan oleh kesusilaan. Apa yang tidak dapat dipelihara olehkesusilaan diusakan pemeliharaannya melalui kaedah hukum, yang tidakhanya didasarkan kepada kebebasan pribadi, tetapi serentak mengekangkebebasan itu dengan suatu gertakan, ancaman paksaan, ancamanhukum atau penguatan hukum. Hukum adat adalah kaedahkesusilaan yang diberi gertakan, ancaman paksaaan, ancamanhukum atau penguatan hukum.
  27. 27Hukum Adat dan Hukum AgamaA. Van Den Berg, Receptio in ComlexuB. Snouck Hurgronje, Receptie TheorieC. Ter Haar, Beslissingen leerD. Hazairin, Receptio contrarioE. Seminar Hukum Adat di Yogyakarta, 1975Van Den Berg, Receptio in ComplexuHukum pribumi adalah hukum agama yang mereka anut, karena jikamemeluk agama harus juga mengikuti hukum-hukum agama yangdipeluknya. Jika ada yang bukan hukum agama, hanyalah merupakanpenyimpangan sajha dari hukum agama yang in comlpexu gerecipieerdSnouck Hurgronje, Receptie TheorieHukum agama yang berlaku bagi masyarakat adat penganutnyahanyalah sepanjang telah diterima (gerecipieerd) ke dalam hukum adatmereka.Ter Haar, Beslissingen leerDi samping keputusan hakim, kepala adat, dan kerukunan, hukum adatjuga dapat berupa keputusan petugas-petugas di lapangan agam
  28. 28Hazairin, Receptie ContrarioTeori resepsi adalah teori iblis kaena memilah berlakunya hukumagama. Berlakunya hukum agama bukan atas dasar hukum adat, tetapiberdasarkan hukum agama itu sendiriSeminar Hukum Adat di Yogyakarta, 1975Hukum adat ialah hukum Indonesia Asli yang di sana sini dipengaruhioleh unsur agamaHukum Islam di MinangkabauAlah Bakarih samparono, bingkisan rajo mojopahik, Tuah BasababBakarano, Pandai Batenggang di nan rumik. Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah. Adat jo syarak, bak tabiang jo aua, tabiangndak runtuah, aua ndak taban; bak mansiro dalam lapiak, salo manyalokaduonyoSandi tidak sama dengan fondasi. Sandi adalah batu yang diselipkankemudian di bawah tiang setelah tiang berdiriAdat diperkuat oleh syarak, syarak diperkuat oleh kitabullahSepanjang menyangkut haram dan dosa digunakan hukum Islam,selebihnya tetap digunakan hukum adat Baca Makalah ABSSBK
  29. 29Hukum Adat Minangkabau adalah hukum yang lahir, tumbuh,berkembang dan dipertahankan dalam kehidupan nyata masyarakatMinangkabau, mempunyai padahan hukum yang akan dilaksanakansecara nyata.Padahan Hukum : Pidana; Perdata; AdministrasiBerlakunya : Bagi Masyarakat MInang, baik di kampung maupun dirantauCiri : Pada umumnya tidak tertulis, dinamis, magis religius, komunal,tunai, terangSumber Pengenal : Prilaku nyata, pepatah adat, keputusan fungsionarishukum, kitab hukum, laporan penelitian
  30. 30Nagari Sebagai Masyarakat Hukum Adat Genealogis MatrilinealTeritorialMasyarakat Hukum Adat : Sekelompok Orang yang merasa sebagaisatu kesatuan yang utuh, baik karena persamaan keturunan maupuntempat tinggal, mempunyai organisasi yang jelas dan personalianya;berwenang mengurus kepentingan masyarakatnya; mempunyai hartakekayaan sendeiri; berujud maupun tidak berujudGenealogisTeritorial GenealogisTeritorialPatrilinealMargaMatrilinealSukuStreekGemeenschapDorpsGemeenschapDoorpenbondGenealogis MatrilinealTeritorialNagari di MKGenealogis PatrilinealTeritorialHuta dan Kuria di Batak
  31. 31Rang Gari Mangarek Kuku; Dikarek dengan sirauik;Parauik Batuang Tuo; Tuonyo Elok Ka LantaiNagari Baampek Suku; Suku Babuah Paruik;Kampuang Batuo; Rumah BatungganaiNagari adalah sekelompok besar orang (perempuan, lelaki, tua, muda) yang terdiridari beberapa kelompok genealogis (suku dan paruik) yang menyatukan diri sebagaikelompok teritorialAnak Nagari : setiap orang yang ibunya mempunyai suku yang diakui keberadaannyadalam masyarakat hukum adat yang bersangkutanRang KampuangAnak nagari yangtinggal di wilayahnagariRang RantauAnak nagari yang tinnggal di luar wilayah nagariRantau Dakek :Masih dalam Wilayah MinangkabauRantau Jauah : Ke Luar Wilayah MinangkabauRantau Cino : Putus Hubungan dengan nagarinya
  32. 32Definisi Nagari :Menurut Perda Sumatera Barat No. 9/2000 Psl 1 angka (7), Nagariadalah kesatuan masyarakat hukum adat dalam Daerah PropinsiSumatera Barat yang terdiri dari himpunan beberapa suku yangmempunyai wilayah tertentu batas-batasnya, mempunyai hartakekayaan sendiri, berhak mengatur dan mengurus rumahtangganya, dan memilih pimpinan pemerintahannya.Definisi Nagari :Perda Sumbar No. 2 Tahun 2007 Pasal 1 angka 7, nagari adalahkesatuan masyarakat hukum adat yang memiliki batas-batas wilayahtertentu, dan berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentinganmasyarakat setempat berdasarkan filosofi adat Minangkabau (AdatBasandi Syarak, Syarak BasandiKitabullah) dan atau berdasarkan asalusul dan adat istiadat setempat dalam wilayah Propinsi Sumatera BaratSyarat Nagari :1. Minimal empat suku2. Setiap suku punya buah paruik3. Babalai dan musajik4. Bakorong bakampuang5. Labuah nan goloang, pasa nan rami6. Tapian tampek mandi
  33. 33Pertumbuhan NagariTaratak Mulo Dibuaek; Dari taratak manjadi kampuang, kampuang manjadi koto, kotomanjadi nagariTaratak ATaratak BTaratak CKampuang D Kampuang EKampuang FKoto LKoto MKoto KNagari XModel 1Integrasi
  34. 34Pertumbuhan NagariTaratak Mulo Dibuaek; Dari taratak manjadi kampuang, kampuang manjadi koto, kotomanjadi nagariKampuangTaratak BuluahTaratak BuluahKotoTaratak BuluahNagariTaratak Buluah
  35. 35MuaroPasaMudiakPalinggamPadangSubarangPadangAia TawaBungusTekabKotoTangahPadangPADANGModelPerkembangan Kota(invasi)Nanggalo Pauah
  36. 36Tipe NagariBudi Caniago(Budi Cando Iko)Dt. Parapatiah Nan Sabatang1. Mambusek Dari Bumi2. Demokratis (MusyawarahMufakat)3. Lantai Balerong Datar4. Suku= hanya namaketurunan5. Paruik = MHA, dipimpinpangulupimpinan tertinggi)3. Lantai Balerong Bertingkat4. Suku=MHA, dipimpinpangulu pucuak5. Paruik=MHA, dipimpinpangulu andikoPisang Sikalek-kalek Hutan;Pisang timbatunan bagatah,Bodi Caniagoinyo bukan,Koto Pilianginyo antah
  37. 37Perkembangan Status Nagari1. Pra Islam (Nagari Merupakan Negara mandiri diatur berdasarkanhukum adat )2. Pra Kolonial Belanda (Nagari Merupakan Negara mandiri diaturberdasarkan hukum adat dan Hukm Islam)3. Zaman HIndia Belanda (Nagari merupakan pelaksanaanPemerintahan dan digunakan untuk membantu pemerintahanBelanda4. 1945- 1979 (Nagari tetap pelaksana pemerintahan terendahdalam NKRI)5. 1980 – 2000 (Pemerintahan terendah adalah Desa, Nagari hanyasebagai MHA Perda 13-1983)6. 2000 – 2007 (Perda 9 2000 Sistem Pemerintahan Nagari diKabupaten)7. 2007-kini (Perda 2/2007 Kabupaten Kota)Baca Makalah Pengelolaan dan Pemberdayaan Nagari
  38. 38Hukum Perkawinan Adat Minangkabau1. Pengertian Hukum Perkawinan Adat Minangkabau danPembidangannyaHukum Perkawinan AMK adalah hukum yang berkenaan denganprosedur yang harus dilaksanakan oleh seorang laki-laki danperempuan beserta kerabat masing-masing dalam mengikat danberakhirnya tali perjodohan antara keduanya dalam masyarakatMinangkabauHukum Perkawinan AMK itu meliputi, hukum tentangPerjodohan (Peminangan, pertunangan, dan pengesahanperkawinan); Kehidupan Rumah Tangga (Domisili, KedudukanAnak, Kedudukan Harta, dsb.); dan Putusnya Perkawinan
  39. 392. Sistem Perkawinan Adat MinangkabauPerkawinan adat Minangkabau dikenal menggunakan sistemperkawinan eksogami, sumandi dan matrilokala. Eksogami : adalah sistem perkawinan yang mewajibkanseseorang kawin ke luar kelompok matrilinealnya. Sistem inidiujudkan dengan adanya larangan kawin sesuku dalam satunagari. Setelah masuknya Islam dengan prinsip BSSBK, makalarangan syarak ditambahkan ke dalam larangan adat.Larangan Syarak dimuat dalam Surat Annisak ayat : Diharamkanatas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yangperempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yangperempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yanglaki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yangperempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuansepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yangdalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapijika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamuceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dandiharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan
  40. 40Larangan Syarak dimuat dalam Surat Annisak ayat 23 :Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmuyang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan,saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudaraibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu;saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua);anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteriyang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campurdengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidakberdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalamperkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yangtelah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah MahaPengampun lagi Maha Penyayang
  41. 41Larangan Syarak dimuat dalam Surat Annisak ayat 23 :[281]. Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnyake atas. Dan yang dimaksud dengan anak perempuanialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnyake bawah, demikian juga yang lain-lainnya. Sedang yangdimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalampemeliharaanmu, menurut jumhur ulama termasuk jugaanak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.
  42. 42b. Kawin Sumando, adalah sistem perkawinan bajapuik, denganmana sebuah kerabat matrilineal dari seorang perempuanmenjemput seorang laki-laki dari kerabat matrilineal lain untukdijadikan urang sumando (suami dari anggota kelompoknyayang perempuan). Sebagai urang sumando, si suami tidakmenjadi anggota kerabat matrilineal istrinya, dia mempunyai hakdan kewanjiban khusus terhadap istri dan anak-anaknya. Hakdan kewajiban itu telah berkembang sesuai denganperkembangan sistem kawin sumando sebagai berikut :1. Masa Sumando Pinjam Jago (sebelum Islam)Pada masa ini, urang sumando sebagai seorang jemputanbelum menetap tinggal bersama isteri dan anak mereka setelahperkawinan. Suami hanya bersifat memberi bantuan saja kepadaisteri dan kerabatnya dalam kehidupan rumah tangga. Suamitetap mencari kebutuhan hidup bersama kerabat matrilinealnyasendiri. Maka belum ada harta bersama (suarang) antara suamidengan isteri.
  43. 432. Masa Sumando Menetap (Setelah Islam)Pola ini lahir karena hukum islam mengajarkan tentang kewajibansuami untuk memberi nafkah kepada istrinya. Maka mucncullahpepatah adat yang berbunyi :Kaluak paku kacang balimbiang, daun bakuang lenggang-lenggangkan, diabao anak saruasoAnak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuangdipatenggangkan , jago nagari jan binaso.Peran Laki-laki Minang :- Mamangku anak jo pancarian ( hasil usaha sendiri)- Membing kamanakan dengan pusako (harta bersama kerabatmatrililneal, tanah ulayat suku/paruik, dsb.)- Manenggang (membantu) orang kampung dalam berbagai kegiatanbersama melalui gotong royong- Menjaga Nagari (mengawasi, jika perlu ikut perang) dalammempertahankan keutuhan nagarinya sebagai sebuah negara kecil(kleine republieken)Pada masa ini mulai muncul harta suarang, yakni harta berasama darisuami isteri yang diperoleh dari usaha bersama mereka, di sampingharta pusaka kerabat istreri
  44. 44C. MatrilokalMatrilokal adalah sistem perkawinan dengan manasetelah perkawinan berlangsung suami isteribertempat tinggal di tempat tinggal istri. Karena itu,seorang laki-laki yang telah kain disebut barumah,karena setelah kawin dia telah mempunyai rumahtemapt tinggal bersama istrinya. Ini yang berbedadengan hukum islam dan hukum barat yangmenetapkan bahwa istri mempunyai tempat tinggalwajib di temapt tinggal suami.Karena itu, jika mencari laki-laki minang yang telahkawin carilah dia ke rumah istrinya, kecuali kalau diatelah menempatkan domisili mereka di tempat lainyang ditetapkan bersama suamin isteri.
  45. 453. Masa Sumando Bebas (di Perantauan)Pola ini terjadi dalam masyarakat minang perantauanyang kehidupan mereka telah bebas dari pengaruhkerabat matrilineal masing-masing, baik dalambentuk rantau dakek, jauh, maupun rantau cino.Pada masa ini kehidupan suami isteri dan anak-anakmereka telah digantungkan sepenuhnya kepadausaha bersama suami isteri, seperti dagang, pegawainegeri, tukang, dsb. Maka pada masa ini semuaharta kekayaan suami isteri merupakan hartasuarang, harta bersama suami isteri yangmerupakan gabungan antara pancarian suami danpancarian istri. Separoh harta suarang itu menjadihak isteri dan separohnya lagi hak suami.
  46. 463. Prosedur Terjadinya Perkawinan dewasa inia. Pencalonan Dalam Rapat Kaum Perempuanb. Peminangan (sampai ada kecocokan)c. Pertunangan + penetapan hari nikahd. Pengurusan Surat-surat (UU + PP)e. Pengesahan Perkawinan4. Kehidupan Rumah Tanggaa. Japuik Marapulai (Domisili)b. Status Anakc. Mata Pencaharian Suami-istrid. Harta Perkawinan (suarang dan bawaan)3. Putusnya Perkawinana. Percekcokan dan Baganyib. Penyelesaian Secara Adat dan Agamac. Penyelesaian Melalui Peradilan
  47. 471. Pengertian Tanah Dalam HAMKTanah adalah bagian dari permukaan bumi dengan batas-batastertentu, sepanjang melengket dengan bumi
  48. 48Hukum Tanah Adat Minangkabau1. Pengertian Tanah Dalam HAMK2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK4. Transaksi Tanah5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah
  49. 49Hukum Tanah Adat Minangkabau1. Pengertian Tanah Dalam HAMK2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK4. Transaksi Tanah5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah
  50. 50Hukum Tanah Adat Minangkabau1. Pengertian Tanah Dalam HAMK2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK4. Transaksi Tanah5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah

×