Your SlideShare is downloading. ×
LAPORAN PRAKTIKUM                      PENGGUNAAN MESIN VIRTUAL BOX•   Membuat mesin virtualbox baru yang akan di instal  ...
6. Pilih ‘Instal with CD Drive’ untuk proses instal yang menggunakan CD       sebagai Drivernya → OK    7. Pilih ‘Skip’ un...
3. Pilih lokasi pada panel ‘Select Your Location’4. Pilih negara untuk base default setting location pada panel ‘Configure...
LAPORAN PRAKTIKUM                MEMBUAT PARTISI PADA SISTEM PARTISI TABLEUntuk dapat membuat partisi baru dalam komputer ...
menginginkan default sebagai sector pertamanya. Dan ketikkan nomor sector     akhir untuk partisi 9 pada Last sectornya. K...
gedit /etc/fstab                        (enter)• Setelah anda masuk pada aplikasi gedit, tambahkan perintah berikut :   /d...
LAPORAN PRAKTIKUM     PEMBUATAN LVM (Logical Virtual Manager) PADA MESIN VIRTUAL*Langkah 1 : Membuat Hardisk baru pada mes...
➔ Pilih LVM Logical volume → Create dengan mount point root ( / ), File            System type ext4 dan ukuran 16 GB.Note ...
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM MANAJEMEN FILE1. Penggunaan perintah pwd  Perintah pwd digunakan untuk melihat file direktori yan...
5. Penggunaan perintah mv (move)   Perintah ini dapat digunakan untuk memindah file atau me-rename sebuah file.  •   Untuk...
LAPORAN PRAKTIKUM KOMPRESI FILE1. Gzip (GNU Zip)   Utilitas Gzip hanya dapat digunakan untuk mengompres satu file dan file...
Perintah yang digunakan pada command prompt adalah             $tar -cvf namakompresan.tar namafileSebagai contoh ada 3 fi...
LAPORAN PRAKTIKUM PENCARIAN FILE DAN                           MENGUBAH IZIN AKSES FILEDidalam sistem operasi linux ada be...
$whereis ls    maka hasil yang akan ditampilkan pada papan layar adalah                ls: /bin/ls            /usr/share/m...
Keterangan dalam tipe akses file antara lain   r : read   w : write   x : executable   salah satu contoh struktur tipe aks...
LAPORAN PRAKTIKUM MENGELOLA USER DAN GROUPDalam sistem linux, user dapat menambahkan, merubah atau menghapus user ataugrou...
#usermod nama -opsi  User yang telah ada dapat anda hapus melalui command perintah dengan  menggunakan perintah           ...
LAPORAN PRAKTIKUM MENGELOLA SISTEM1. ps   Utilitas ps digunakan untuk melihat proses yang sedang dijalankan sistem melalui...
LAPORAN PRAKTIKUM TEKS EDITOR VI / VIMVi atau Vim merupakan teks editor yang berbasis text pada sistem UNIX. Untukdapat me...
Balonku.txt Dalam membuat file Balonku.txt ini, langkah-langkah yang harusdiperhatikan antara lain1. Buat file dengan nama...
Doorrr...!                             Hatiku sangat kacau                           mobil ku tinggal empat               ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tugas Pembuatan Laporan praktikum admin linux (Fitriana Fajrin - Politeknik Purbaya)

1,184

Published on

Published in: Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,184
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
40
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Tugas Pembuatan Laporan praktikum admin linux (Fitriana Fajrin - Politeknik Purbaya)"

  1. 1. LAPORAN PRAKTIKUM PENGGUNAAN MESIN VIRTUAL BOX• Membuat mesin virtualbox baru yang akan di instal 1. Buka aplikasi “Oracle Vm Virtualbox Manager” 2. Masukkan DVD/CD sistem operasi yang akan diinstal 3. Klik ikon ‘New’ untuk membuat mesin virtual baru dan klik ‘Next” untuk melanjutkan 4. Pada kolom ‘Name’ ketikkan nama komputer mesin virtual yang akan anda buat → ‘Next’ 5. Pada panel ‘OS Type’ tentukan jenis operasi sistem yang akan diinstal ➢ Pilih jenis sistem operasi pada kolom ‘Operating System’. Misal : Linux ➢ Pilih tipe sistem operasi pada kolom ‘version’. Misal : Fedora/ Debian/ Ubuntu, dll ➢ Kemudian pilih ‘Next’ untuk melanjutkan 6. Tentukan ukuran memori yang anda inginkan pada panel ‘memory’ (Note : Gagang memori tidak melampaui batas warna hijau) → ‘Next’ 7. Pada ‘Virtual Hardisk’ pilih create new hardisk → ‘Next’ 8. Pada ‘File Type’ → pilih VDI (Virtual Box Disk Image) → ‘Next’ 9. Pada ‘Storage Details’ pilih Dynamically Allocated agar memudahkan kita mengatur penyimpanan pada mesin vurtual → ‘Next’ 10. ‘Virtual Disk File Location and Size’ ➢ Tentukan lokasi penyimpanan mesin virtual pada kolom ‘Location’ ➢ Tentukan ukuran memori penyimpanan pada kolom ‘Size’. Misal : Kita gunakan memori sebesar 8GB sebagai memori penyimpanan → ‘Next’ 11. Pada panel ‘Summary’ pilih ‘Create’ untuk menulis/ membuat mesin virtual Kini mesin virtual baru telah selesai dibuat dan siap untuk diinstal.• Menginstal Sistem Operasi “FEDORA” pada virtualbox 1. Siapkan mesin virtual mesin yang siap untuk diinstal 2. Klik ikon ‘Start’ untuk memulai 3. Pada panel ‘Run Wizard’ pilih ‘Next’ 4. Tentukan sumber media untuk media instalasi pada panel ‘Select Installation Media’ Misal : Host Driver hp CDDVDW TS L633R (SRO) → Next 5. Pada panel ‘Summary’ pilih Next. 1
  2. 2. 6. Pilih ‘Instal with CD Drive’ untuk proses instal yang menggunakan CD sebagai Drivernya → OK 7. Pilih ‘Skip’ untuk melewati percobaan media file dan memulai instal → OK 8. Pilih bahasa yang akan digunakan pada proses instal. Misal : English → Next 9. Pilih bahasa yang akan difungsionalkan pada keyboard. Misal : U.S English → Next 10. Pilih ‘Basic Storage Device’ → Next 11. Pada panel ‘Warning’ pilih Re-initialze 12. Ketik nama server hostname untuk komputer anda NB. Anda dapat menggunakan ‘Localhost’ sebagai hostname → Next 13. Pilih lokasi negara timezone komputer anda Misal : Jakarta/ Asia → Next 14. Ketikkan password yang akan terhubung pada root → Next 15. Pilih tipe instal yang akan kita gunakan Misal : ‘Create Custom Layout’ bila anda menginginkan partisi sesuai yang anda inginkan 16. Pada panel Partisi ➢ Pilih ‘Create’ untuk membuat partisi ➢ Tentukan titik kait/ Mount Point partisi. Misal : Paritisi root (/) sebagi mount point ➢ Tentukan file system yang akan anda gunakan. Misal : memilih ‘ext4’ sebagai file system ➢ Tentukan ukuran partisinya. Misal : 5000 MB ➢ Catatan : Untuk mount point swap, tidak menggunakan file system dan besar ukuran partisi sebesar 2x ukuran memori RAM (jika RAM berukuran < 1GB) 17. Pilih ‘Graphical Desktop’ untuk tampilan pertama dan ‘Instalation Repo’ untuk repositoris yang digunakan untuk instal → Next 18. Tunggu sampai proses instal selesai lalu lepas DVD 19. Atur user name, full name dan password pada panel ‘Create User’ 20. Pada panel ‘Hardware Profile’ pilih finish. Kini virtualbox dengan sistem operasi Fedora siap untuk di operasikan.• Menginstal Sistem Operasi “DEBIAN” pada virtualbox 1. Pilih ‘Instal’ pada boot menu → Enter 2. Pilih bahasa yang akan digunakan saat proses penginstalan 2
  3. 3. 3. Pilih lokasi pada panel ‘Select Your Location’4. Pilih negara untuk base default setting location pada panel ‘Configure Panel’5. Pilih Keyboard layout/ tampilan bahasa pada keyboard6. Pada panel ‘Configure the network’ → ketik nama server (bila tidak ada maka dapat dikosongkan) → continue7. Pada panel ‘hostname’ ketik nama hostname komputer anda → continue8. Ketikkan password untuk root → continue9. Pada panel ‘Setup user and password’ tentukan user name dan password untuk mesin virtual dengan operasi sistem Debian anda10. Pada panel ‘Configure the Clock’ → tentukan kota dimana anda berada → Enter11. Partition Disk ➢ Atur partisi pada memori yang telah di atur sebelumnya pada mesin virtualbox untuk operasi sistem Debian ➢ Pilih ‘create a new partition’ untuk membuat partisi ➢ Tentukan mount point partisinya → continue ➢ Pilih primmary atau logical untuk partisi ➢ Pilih Beginning → Done setting up the partition12. Jika semua memori selesai di partisi pilih ‘Finish Partitioning’13. Pilih ‘Write change to disk’14. Pada panel ‘Workgroup’ → continue15. Tunggu sampai OS terinstal dan lepas DVD apabila telah selesai terinstal.Sekarang virtualbox dengan OS Debian siap untuk di operasikan. ~ SELAMAT MENCOBA ~ 3
  4. 4. LAPORAN PRAKTIKUM MEMBUAT PARTISI PADA SISTEM PARTISI TABLEUntuk dapat membuat partisi baru dalam komputer anda, lakukanlah langkah-langkahberikut ini :1. Login terlebih dahulu sebagai superuser pada command prompt.2. Ketik perintah #:fdisk /dev/sda untuk memulai mengelola partisi hardisk 1 dan tekan enter sehingga muncul tampilan Command (m for help) :3. Beberapa opsi perintah yang dapat dijalankan dalam utilitas fdisk adalah : • p untuk menampilkan informasi partisi • d untuk menghapus partisi • n untuk membuat partisi baru • w untuk menyimpan perubahan lalu keluar dari utilitas fdisk • q untuk keluar dari utilitas fdisk tanpa menyimpan perubahan4. Untuk perintah menghapus partisi gunakan perintah ”d” tanpa tanda petik, pada utilitas fdisk lalu tekan enter, maka akan muncul tampilan Partition Number (1–9): Pada tampilan diatas, ketikkan nomor partisi yang akan anda hapus. Misalkan kita menghendaki partisi nomor 9 untuk dihapus maka ketikkan nomor 9 pada perintah diatas lalu tekan enter. Sehingga secara otomatis partisi nomor 9 atau dev/sda9 telah terhapus dari partisi table.5. Setelah partisi 9 sudah dihapus, buat partisi baru hingga membuat partisi 9 terpecah menjadi 2 partisi yaitu menjadi partisi 9 dan partisi 10. Caranya dengan memasukkan perintah n pada utilitas fdisk lalu tekan enter sehingga shell prompt akan menampilkan First sector (323596819 – 430082047, default 323596819): Using default value 323596819 Last sector,+sector or size {K,M,G}(323596819 – 430082047, default 430082047): Tampilan diatas menunjukkan sector mana yang akan ditempati oleh partisi nomor 9. Tekan enter langsung tanpa mengisikan nomor sector jika anda 4
  5. 5. menginginkan default sebagai sector pertamanya. Dan ketikkan nomor sector akhir untuk partisi 9 pada Last sectornya. Karena kita akan memecah partisi sembilan menjadi 2 partisi, maka jangan langsung menekan enter. Tentukan nomor sector untuk partisi 9 (misal kita gunakan nomor 420000000 untuk nomor sector akhir partisi 9) kemudian tekan enter.6. Ulangi kegiatan nomor 5 untuk membuat partisi nomor 10 dan gunakan seluruh block sector (freespace) pada partisi yang tersisa.7. Gunakan perintah fdisk -l atau ketikan perintah p pada utilitas fdisk untuk melihat apakah partisi yang dibuat telah berhasil.8. Setelah partisi 9 dan partisi 10 telah dibuat, format partisi pada hardisk dengan menggunakan perintah mkfs. Sebagai contoh, partisi 9 akan di format dan dititik kaitkan pada ext4. Maka ketikkan perintah : mkfs.ext4 /dev/sda9 (enter)9. Untuk melihat apakah partisi 9 sudah terformat, gunakan utilitas df. Utilitas penggunaan df juga dapat berfungsi untuk melihat ukuran disk yang digunakan dan sistem file yang dimuat.10. Jika pada sistem partisi anda belum tercantum partisi swap, gunakan perintah dd. Misal partisi 10 akan dibuat menjadi partisi swap pada hardisk, ketikkan perintah : dd if = /dev/zero of = swapfile bs=1024 count=1048576 (enter)11. Partisi baru yang telah diformat, dapat dimuat dan digunakan dengan menggunakan utilitas mount. Contoh pada partisi 9 akan di titik kaitkan menuju direktori Dataku (direktori yang telah dibuat sebelumnya) yang terdapat didalam direktori home. mount -t ext4 /dev/sda9 /home/v3ana/Dataku (enter) Maka secara otomatis partisi 9 telah dititik kaitkan pada direktori Dataku.12. Untuk melepas sistem file yang telah dititik kaitkan, gunakan perintah umount. Misal umount /dev/sda9 (enter)13. Jika anda menginginkan sistem file yang anda buat dapat ditampilkan ketika sistem linux mulai dijalankan, gunakan perintah fstab dengan langkah-langkah sebagai berikut: • Masuk pada aplikasi gedit untuk meng-edit format fstab dengan mengetikkan perintah 5
  6. 6. gedit /etc/fstab (enter)• Setelah anda masuk pada aplikasi gedit, tambahkan perintah berikut : /dev/sda9 /home/v3ana/Dataku ext4 errors=remount-ro 0 1 Ket. : /dev/sda9 : sebagai file system /home/v3ana/Dataku : sebagai mount point ext4 : sebagai type errors=remount-ro : sebagai option 0 dan 1 : sebagai dump dan pass• Klik save untuk menyimpan perubahan perintah pada gedit dan keluar dari aplikasi gedit• Kembali pada prompt shell, ketikkan perintah mount -a untuk memuat sistem berkas yang terdaftar pada file /etc/fstab. FINISH 6
  7. 7. LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN LVM (Logical Virtual Manager) PADA MESIN VIRTUAL*Langkah 1 : Membuat Hardisk baru pada mesin virtual.1. Pilih mesin virtualbox yang akan dibuat LVM nya2. Klik ikon Setting lalu pilih Storage • Pada ikon CD/DVD Drive digunakan untuk memilih jenis OS (Operating System) yang akan diinstal. Misal kita gunakan OS Fedora 14 • Pada fungsi SATA Controller digunakan untuk membuat hardisk baru. Caranya dengan meng-klik ikon Add Attachment(+) lalu pilih Add Hardisk. Kemudian pilih Create new disk untuk membuat hardisk baru dan terakhir pilih Dynamically expanding Storage. Lanjutkan dengan memilih lokasi hardisk baru dan tentukan juga ukuran hardisk yang akan dibuat (misal ukuran HDD sebesar 8GB).3. Klik ikon Start untuk memulai meng-install. Pada proses peng-installan pilih Basic Storage Devices lalu pilih Re initialize all dan pilih Fresh installation. Lalu terakhir pilih Create Custom layout untuk membuat partisi baru.*Langkah 2 : Membuat LVM pada sistem partisi.1. Pilih Create → LVM Physical volume → Create kemudian tentukan salah satu hardisk dan pilih Fill to maximum allowable untuk menggunakan seluruh kapasitas yang dimiliki hardisk yang telah dipilih.2. Klik Hard Drives → Create → LVM volume group → Create • Pembagian Hardisk ➔ sdA dan sdB yang masing-masing berukuran 8GB digabung menjadi VG1 yang akan dipartisi dengan mount point root ( / ) ➔ sdC, sdD dan sdE yang masing-masing berukuran 8GB juga digabung menjadi VG2 dengan pembagian partisi dan ukuran partisi sebagai berikut : Swap : 2GB /boot : 100 MB /home : 20 GB Freespace : ± 3GB • Membuat Partisi ➔ Pilih salah satu VG yang akan dipartisi (misal VG1) kemudian pilih Create. 7
  8. 8. ➔ Pilih LVM Logical volume → Create dengan mount point root ( / ), File System type ext4 dan ukuran 16 GB.Note :– Pada pembuatan partisi pada VG2 lakukan langkah yang sama seperti Langkah nomor 2.– Pada partisi untuk VG2 Mount point, File system dan ukuran diubah sesuai dengan masing-masing partisi yang akan dibuat.– Partisi swap tidak menggunakan mount point. 8
  9. 9. LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM MANAJEMEN FILE1. Penggunaan perintah pwd Perintah pwd digunakan untuk melihat file direktori yang sedang aktif. Misal bila kita masuk pada perintah prompt kita ketikkan perintah pwd maka akan tampil direktori yang sedang aktif/ kita gunakan. v3ana@v3ana-CQ:~$ pwd (enter) /home/v3ana /*Shell Prompt menampilkan direktori yang sedang aktif digunakan*/2. Penggunaan perintah cd Digunakan untuk mengubah/ berpindah dari direktori yang sedang aktif menuju ke direktori yang akan kita gunakan. Misal dari direktori /home/v3ana kita akan memasuki direktori desktop maka ketikkan perintah cd Desktop dan tekan enter. ~/Desktop$ /*ini menunjukkan bahwa kita telah berpindah menuju direktori Desktop*/ Untuk dapat kembali menuju satu direktori diatasnya ketikkan perintah cd .. dan untuk dapat kembali menuju direktori home ketikkan perintah cd.3. Penggunaan perintah ls Digunakan untuk melihat isi sebuah direktori. Namun dalam penggunaanya kita harus terlebih dahulu terhubung atau sudah memasuki direktori yang akan kita tampilkan isinya. Misal kita akan melihat seluruh isi dari direktori dokumen, maka kita harus berpindah menuju direktori Documents terlebih dahulu lalu ketikkan perintah ls baru kita akan melihat seluruh isi dari direktori Documents. ~/Documents$ ls (enter)4. Penggunaan perintah cp Digunakan untuk meng-copy file yang terletak pada satu direktori yang sama maupun pada direktori yang berbeda. • Contoh perintah untuk meng-copy file pada direktori yang sama perintahnya: cp nama-file nama-file-baru Ex: ~/Desktop$ cp absen absen2 • Contoh perintah untuk meng-copy file menuju direktori yang berbeda perintahnya: cp nama-file direktori-yang-dituju Ex: ~/Desktop$ cp absen /home/v3ana/Desktop/Data 9
  10. 10. 5. Penggunaan perintah mv (move) Perintah ini dapat digunakan untuk memindah file atau me-rename sebuah file. • Untuk memindah file Perintahnya: mv nama-file direktori-yang-dituju Ex: ~/Desktop$ mv absensi /home/v3ana/Desktop/Dataku • Untuk me-rename sebuah file Perintahnya: mv nama-file nama-file-baru Ex: ~/Desktop$ mv absen absensi6. Penggunaan perintah rm (remove) Penggunaan perintah rm yaitu untuk me-remove atau menghapus file atau direktori. Ada beberapa opsi untuk perintah rm ini. Namun untuk me-remove suatu file atau direktori tanpa konfirmasi ulang dapat menggunakan perintah rm -rvf atau rm -rf. Ex: ~/Desktop$ rm -rvf absensi7. Penggunaan perintah mkdir Perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Ex: Sebuah direktori bernama PRAKTIK akan dibuat, maka perintahnya ~/Desktop$ mkdir PRAKTIK 10
  11. 11. LAPORAN PRAKTIKUM KOMPRESI FILE1. Gzip (GNU Zip) Utilitas Gzip hanya dapat digunakan untuk mengompres satu file dan file asli yang di kompres akan hilang secara otomatis. Level kompres pada utilitas Gzip berkisar antara 1-9. Sebagai contoh, file bernama Latihan.ods akan di kompres dengan utilitas Gzip, ketikkan perintah berikut pada command prompt $gzip Latihan.ods bila kemudian tombol enter ditekan untuk melanjutkan, secara langsung file Latihan.ods akan berubah nama menjadi Latihan.ods.gz. Ini menandakan file Latihan telah berhasil di kompres. Jika dalam mengompres file akan dilakukan penentuan level kompresan, maka perintahnya adalah $gzip -level Latihan.ods Misal kita gunakan level 9 pada pengompresan file Latihan.ods, perintah yang di ketik pada command prompt adalah $gzip -9 Latihan.ods Perintah yang diketik untuk meng-ekstrak file yang di kompres dengan menggunakan utilitas gzip adalah $gunzip Latihan.ods.gz Agar dapat menciptakan ekstensi sesuai keinginan anda sendiri kedalam nama file yang akan tercipta pada hasil kompresan, dapat menggunakan perintah $gzip -S .a Latihan.ods Maka file Latihan.ods akan berubah nama menjadi Latihan.ods.a2. Bzip2 Dalam utilitas bzip2 file asli yang di kompres tidak akan hilang. Namun, ukuran file hasil kompres akan lebih besar dari pada ukuran file aslinya. Misal file Latihan.ods akan dikompres dengan menggunakan utilitas bzip2, perintah yang diketik pada command prompt adalah $bzip2 Latihan.ods Sedangkan perintah untuk mengekstrak file bizp2 adalah $bunzip Latihan.ods.bz2 Level yang digunakan pada utilitas bizp2 berkisar antara 1-9.3. Tar (Tap Archiver) Utilitas tar berfungsi sebagai penggabung dari beberapa file atau direktori. 11
  12. 12. Perintah yang digunakan pada command prompt adalah $tar -cvf namakompresan.tar namafileSebagai contoh ada 3 file bernama Latihan.ods, Praktikum.pdf dan Admin.jpgyang akan dikumpulkan pada file bernama Data.tar. Maka perintahnya adalah$tar -cvf Data.tar Latihan.ods Praktikum.pdf Admin.jpgSedangkan perintah untuk mengekstrak file berkestensi tar adalah $tar -xvf Data.tarDalam penggunaannya utlitas tar dapat digabungkan dengan gzip atau bzip2.• Penggabungan tar dengan gzip Untuk dapat mengumpulkan dan mengekstrak beberapa file dengan menggunakan utilitas gzip, perintah yang digunakan pada command prompt adalah $tar -zcvf Data.tar.gz file1 file2 file3, ... Sedangkan perintah yang digunakan untuk mengekstrak adalah $tar -zxvf Data.tar.gz• Penggabungan tar dengan bzip2 Untuk dapat mengumpulkan dan mengekstrak beberapa file dengan menggunakan utilitas bzip2, perintah yang digunakan pada command prompt adalah $tar -jcvf Data.tar.gz file1 file2 file3, ... Sedangkan perintah yang digunakan untuk mengekstrak adalah $tar -jxvf Data.tar.gz 12
  13. 13. LAPORAN PRAKTIKUM PENCARIAN FILE DAN MENGUBAH IZIN AKSES FILEDidalam sistem operasi linux ada beberapa perintah yang dapat digunakan untukmencari file yaitu find, locate, which dan whereis.a. find Perintah ini digunakan untuk mencari file dari direktori yang ditentukan atau pada seluruh subdirektori. Contoh berikut merupakan perintah yang digunakan untuk mencari file bernama Latihan.ods $find /home/v3ana/Documents -name Latihan.ods maka akan menampilkan hasil sebagai berikut /home/v3ana/Documents/Latihan.odsb. locate Perintah locate digunakan untuk mencari file dengan cepat pada sistem. Contoh berikut merupakan penggunaan perintah locate dalam mencari file Latihan.ods $locate Latihan.ods maka pada papan layar akan tampil seperti berikut /home/v3ana/Documents/Latihan.ods Dalam penggunaannya, perintah locate tidak perlu menggunakan lokasi dan argumen seperti pada perintah findc. which Perintah ini digunakan untuk mencari lokasi lengkap dari file executable atau program pada command prompt. Sebagai contoh, berikut merupakan perintah which yang digunakan untuk mencari lokasi ls $which ls maka akan tampil /bin/lsd. whereis Perintah ini digunakan untuk mencari kode sumber atau binary dan manual dari file yang ditentukan. Pada hasil pencarian lokasi sebuah kode sumber atau binary dengan menggunakan perintah whereis hasilnya akan lebih lengkap dari pada menggunakan perintah which Misal pencarian lokasi ls dengan menggunakan perintah whereis 13
  14. 14. $whereis ls maka hasil yang akan ditampilkan pada papan layar adalah ls: /bin/ls /usr/share/man/man1/ls.1.gz• Membuat File Untuk dapat membuat file melalui command prompt perintah yang digunakan adalah $touch namafile Perintah touch juga dapat berfungsi untuk mengubah waktu terakhir saat file dibuka. Hal ini dapat dilakukan jika file yang dimasuki perintah touch sudah tersedia. Jika membuat file yang sudah dilaksanakan perintah yang digunakan adalah #updatedb perintah tersebut digunakan untuk memperbaharui seluruh file yang baru.• Membuat File Link a. Hard Links Hard link merupakan jenis link yang hanya memiliki perbedaan pada nama file atau lokasinya. Jika merubah salah satu file pada hard links (file asli atau file link) akan berpengaruh terhadap keduanya. Hard links tidak bisa membuat link dari sistem. Perintah yang digunakan untuk membuat hard links adalah #ln namalink sebagai contoh #ln stuff home/v3ana/stuff2 Untuk dapat melihat links kita bisa gunakan perintah #ls -al maka akan tampil -rw-r--r-- 2 root root 82130 2010-02-28 07:30 stuff -rw-r--r-- 2 root root 82130 2010-02-28 07:30 stuff2 b. Soft Links Soft links merupakan link yang mempertahankan izin akses secara terpisah dari file aslinya. Menghapus file asli tidak akan menghapus file link namun soft link yang merupakan hasil dari file asli tidak dapat berfungsi. Berikut merupakan contoh perintah yang digunakan untuk membuat softlink dari file asli bernama jadwal $ln -s 18februari jadwal• Izin Akses File a. Tipe dan izin akses file 14
  15. 15. Keterangan dalam tipe akses file antara lain r : read w : write x : executable salah satu contoh struktur tipe akses file -rw-r-xr-- Keterangan struktur tipe akses file : -rw- : ditempati oleh user (u) atau pemilik -r-x : ditempati oleh goup (g) r- - : ditempati oleh other (o) atau user lainb. Mengubah izin akses file – Menggunakan perintah chmod Perintah yang digunakan chmod <u/g/o/a> <=/+/-> <r/x/w> nama file atau direktori Keterangan : a : all (u/g/o) + : menambahkan izin – : mengurangi izin = : set sebagai izin sebagai contoh file Latihan.ods akan diperbaharui izin akses file-nya agar izin write untuk user dan group menjadi non aktif maka gunakan perintah -r--r--r-- v3ana v3ana 1356115 2012-01-28 04:54 Latihan.ods – Menggunakan metode oktal / angka Berikut keterangan masing nilai yang berlaku pada tipe akses file r (read) bernilai 4 w (write) bernilai 2 x (eksekusi) bernilai 1 Nilai metode oktal berkisar antara 0-7 Sebagai contoh izin akses file Latihan.ods akan diganti dengan menggunakan metode ini $chmod 764 Latihan.ods maka izin akses file Latihan.ods akan berubah menjadi sebagai berikut -rwxrw-r-- 1 v3ana v3ana 1356115 2012-01-28 04:54 Latihan.ods 15
  16. 16. LAPORAN PRAKTIKUM MENGELOLA USER DAN GROUPDalam sistem linux, user dapat menambahkan, merubah atau menghapus user ataugroup baru.1. Menambahkan User dan Mengubah Password Untuk dapat membuat user baru melalui command prompt, perintah yang digunakan adalah #useradd nama -opsi Namun untuk dapat membuat user baru, seorang user harus masuk terlebih dahulu menjadi su atau super user. Misal saya akan membuat user baru kedalam sistem linux saya dengan menggunakan nama Pipit sebagai user baru saya dan saya akan menempatkan direktori Home user baru saya pada sebuah direktori bernama Dataku yang berada didalam direktori Documents. Maka perintah yang saya ketik pada command prompt saya adalah #useradd Pipit -d /home/v3ana/Documents/Dataku (Enter) Note : Opsi -d pada perintah diatas berfungsi sebagai perintah untuk mengatur direktori Home yang akan digunakan pada user baru bernama Pipit. Setelah user baru telah berhasil dibuat, jika ingin menambahkan atau mengubah password pada user tersebut, gunakan perintah berikut #passwd Pipit (Enter) sehingga akan muncul tampilan Enter new UNIX password: Retype new UNIX password: Tampilan diatas menunjukkan bahwa anda dapat memasukkan password baru anda dan mengulangi password baru yang anda buat. Untuk dapat masuk sebagai user baru melalui command prompt gunakan perintah #login (Enter) Username: (Masukkan nama user) Password: (Masukkan password) Jika anda ingin mengetahui atau melihat lokasi dari user baru yang anda buat, dapat menggunakan perintah #cat /etc/fstab2. Memodifikasi dan Menghapus User Untuk dapat memodifikasi atau mengubah user yang telah dibuat melalui command prompt, perintah yang digunakan adalah 16
  17. 17. #usermod nama -opsi User yang telah ada dapat anda hapus melalui command perintah dengan menggunakan perintah #userdel -r namauser3. Membuat Group Dalam sistem linux, kita juga dapat menambahkan dan menghapus group melalui command prompt. Contoh perintah untuk membuat group bernama Praktikum dengan nomor gid 234 : #groupadd -g 234 Praktikum Note: Opsi -g pada perintah diatas digunakan untuk menambah/menentukan nomor group id. Group yang telah ada juga dapat dihapus dengan menggunakan perintah #groupdel namagroup Berikut merupakan perintah untuk memodifikasi group yang telah ditambahkan sebelumnya. Pada perintah dibawah ini, group dimodifikasi untuk diubah nomor gid yang akan digunakan pada group. #groupmod namagroup -g nomor-gid 17
  18. 18. LAPORAN PRAKTIKUM MENGELOLA SISTEM1. ps Utilitas ps digunakan untuk melihat proses yang sedang dijalankan sistem melalui command prompt. Berikut merupakan dua contoh penggunaan utilitas ps contoh 1, penggunaan ps pada opsi -aux $ps aux contoh 2, merupakan contoh penggunaan ps untuk menampilkan nomor PID pada aplikasi firefox. $ps -ax | grep firefox2. top Utilitas top digunakan untuk menampilkan seluruh informasi proses yang dijalankan secara berkala. Berikut merupakan sintaks untuk menjalankan perintah top : $top (Enter)3. kill Utilitas kill dapat digunakan untuk mengontrol proses, diantaranya untuk menghentikan atau merestart proses. Opsi perintah pada kill ada 3 macam, yaitu • SIGHUP atau -1 yang dapat digunakan untuk merestart proses • SIGKILL atau -9 yang dapat berfungsi untuk menghentikan proses • SIGTERM atau -15 yang berfungsi untuk menghentikan proses contoh berikut merupakan contoh penggunaan perintah kill dengan opsi SIGTERM atau -15 $kill -15 3234 (nomor PID sebuah aplikasi) 18
  19. 19. LAPORAN PRAKTIKUM TEKS EDITOR VI / VIMVi atau Vim merupakan teks editor yang berbasis text pada sistem UNIX. Untukdapat memulai menggunakan vi editor, bukalah command prompt anda terlebihdahulu dan ketikkan perintah berikut : $viAda dua mode yang terdapat dalam editor vi/vim yaitu :1. Command mode (Mode Perintah) Untuk menggunakan command mode (mode perintah), tekan tombol ‘esc’ pada papan keyboard. Berikut beberapa opsi perintah untuk menggerakkan kursor pada command mode antara lain • l, panah kanan atau spasi kekanan 1 karakter • h atau panah kiri kekiri 1 karakter • j atau panah bawah kebawah 1 baris • k atau panah atas keatas 1 baris • :0 atau l-shift-G kebaris pertama • :$ kebaris terakhir • nG kebaris ke-n • 0 Awal baris • $ Akhir baris Dan berikut beberapa opsi perintah yang dapat berfungsi untuk menghapus teks pada command mode antara lain • x menghapus karakter pada posisi kursor • X menghapus karakter disebelah kiri kursor • dd menghapus 1 baris pada posisi kursor • d menghapus dua baris, baris pada posisi kursor dan baris berikutnya • d0 menghapus dari awal baris sampai tepat pada sebelum posisi kursor • d$ menghapus dari posisi kursor sampai akhir baris2. Edit mode Untuk memulai mengedit pada editor vi/vim, gunakan edit mode dengan cara menekan tombol ‘insert’ atau tombol huruf ‘I’ pada papan keyboard.Berikut ini merupakan contoh penggunaan editor vi dalam pembuatan file bernama 19
  20. 20. Balonku.txt Dalam membuat file Balonku.txt ini, langkah-langkah yang harusdiperhatikan antara lain1. Buat file dengan nama Balonku.txt dengan menggunakan vi/vim editor yaitu dengan cara mengetikkan perintah berikut $vi Balonku.txt2. Mulailah mengetik lirik lagu balonku dengan vi editor yaitu dengan menggunakan edit mode dengan cara menekan tombol insert atau tombol I pada papan keyboard lirik lagu balonku : Balon ku ada lima Rupa-rupa warnanya Hijau, kuning, kelabu Merah muda dan biru Meletus balon hijau Doorrr...! Hatiku sangat kacau Balon ku tinggal empat Kupegang erat-erat3. Setelah lirik selesai diketik, gandakan seluruh baris pada lirik sebanyak dua kali dengan cara : • Mulailah dengan command mode • Tempatkan kursor pada awal baris lalu tekan 9yy (perintah ini digunakan untuk menyalin 9 baris pada lirik balonku) dari papan keyboard. • Lalu tempatkan kursor pada akhir baris atau pada tempat yang akan disisipi oleh baris yang digandakan dan tekan 2p dari papan keyboard. Perintah 2p berfungsi untuk mem-paste 9 baris yang sebelumnya telah disalin/ dicopy.4. Dalam kasus berikutnya kata Balon pada seluruh baris yang terdapat pada lirik lagu balon ku akan diganti menjadi kata mobil. Untuk dapat menggantinya langkah-langkah yang harus dilakukan adalah • Ubah menjadi command mode • Ketikkan perintah :1,9s /balon/mobil/9 Maka tampilan lirik balonku akan berubah menjadi seperti berikut mobil ku ada lima Rupa-rupa warnanya Hijau, kuning, kelabu Merah muda dan biru Meletus mobil hijau 20
  21. 21. Doorrr...! Hatiku sangat kacau mobil ku tinggal empat Kupegang erat-erat Perhatikan pada kata balon yang terdapat pada lirik lagu tersebut seluruhnya berubah menjadi kata mobil.5. Setelah selesai mengedit dan menggunakan editor vi ketikkan perintah :wq atau :zz yaitu perintah yang digunakan untuk menyimpan dan keluar dari editor vi/vim.Pada contoh berikutnya, file dengan nama anaksapi.txt akan ditulis denganmenggunakan vi editor. Berikut beberapa langkah yang harus diperhatikan.1. Buat file dengan nama anaksapi.txt dengan menggunakan vi editor yaitu dengan mengetikkan perintah $vi anaksapi.txt2. Ketikkan kalimat berikut dengan menggunakan edit mode pada vi editor anak sapi tinggal dikandang sapi bersama ibusapi3. Gandakan sebanyak 9x dengan cara menekan tombol yy untuk meng-copy dan tombol 9p untuk mem-paste sebanyak sembilan kali melalui papan keyboard.4. Setelah itu, kembali gandakan kalimat tersebut sebanyak 1000x dengan cara yang sama. Yaitu menekan tombol yy dan tombol 1000p dari papan keyboard.5. Perintah selanjutnya yaitu mengganti kata ibusapi menjadi kata jono. Untuk dapat menggantinya perintah yang dapat digunakan adalah :%s /ibusapi/jono/g6. Simpan file anaksapi.txt dan keluar dari vi editor dengan menggunakan perintah :wq atau :zz 21

×