Proteksi perdagangan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
12,356
On Slideshare
12,356
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
144
Comments
0
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com Kebijakan Perdagangan Internasional (Dari Berbagai Sumber) January 15th, 2010 • Related • Filed Under Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Rumitnya perdagangan internasional disebabkan oleh hal-hal berikut. 1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan. 2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya. Barang-barang tersebut harus melewati berbagai macam peraturan seperti pabean (batas-batas wilayah yang dikenai pajak), yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan pemerintah. 3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran atau timbangan, hukum dalam perdagangan, dsb. 4. Sumber daya alam yang berbeda. • Kebijakan perdagangan bebas Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota. • Kebijakan proteksi Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi, sehingga sulit
  • 2. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing, maka proteksi akan dicabut. Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Hambata itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut, yaitu: 1. Tarif Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang- barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak. 2. Kuota Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor. Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh
  • 3. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan. Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan- serbuan luar negeri. Dampak kebijakan kuota bagi negara importir. a. Harga barang melambung tinggi, b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang, c. Meningktanya produksi di dalam negeri. Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir. a. Harga barang turun, b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah, c. Produksi di dalam negeri berkurang. 3. Dumping dan Diskriminasi harga Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain. Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
  • 4. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com 4 Subsidi Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi. 5 Larangan impor Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/kebijakan-perdagangan-internasional/ M. AGUS SUDRAJAT Ajang Diskusi Seputar Akuntansi DOSEN AKUNTANSI Hidup bukanlah tujuan utama... tapi yang terpenting adalah prosesnya...!!! Lihat profil lengkapku
  • 5. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com Selasa, 09 Februari 2010 PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI BAB I PENDAHUALUAN Berdasarkan pengertian ilmu ekonomi, ilmu ekonomi internasional yang mempelajari alokasi sumber daya yang langka guna memenuhi kebutuhan manusia. Masalah alokasi dianalisa dalam hubungan antara pelaku ekonomi satu Negara dengan Negara lain. Hubungan ekonomi internasional ini dapat berupa perdagangan, investasi, pinjaman, bantuan serta kerja sama internasional. Ekonomi internasional mencakup baik aspek mikro maupun makro. Aspek mikro misalnya menyangkut masalah jual beli secara internasional yang saling disebut dengan ekspor-impor. Kegiatan perdagangan internasional ini tergantung pada keadaan pasar hasil produksi maupun pasar faktor produksi yang merupakan salah satu topik dalam analisis ekonomi mikro. Masing-masing pasar saling berhubungan satu dengan lain yang dapat mempengaruhi pendapatan ataupun kesempatan kerja masalah ini merupakan topik makro. Dapat ditarik kesimpulan dari uraian diatas adalah pada prinsifnya ada dua faktor yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional, yakni faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. BAB II PEMBAHASAN
  • 6. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI A. Perdagangan Luar Negeri 1.Pengertian perdagangan luar negeri Perdagangan luar negeri adalah perdagangan yang terjadi di luar negeri, kegiatan perdagangan luar negeri ini tergantung pada keadaan pasar hasil produksi maupun pasar faktor produksi, masing-masing pasar yang saling berhubungan satu dengan lain yang dapat mempengaruhi pendapatan ataupun kesempatan kerja.selain itu, permintaan akan sesuatu barang ditentukan oleh pendapatan kita dapat menduga bahwa ada hubungan antara pendapatan satu Negara dengan pembelian barang luar negeri (impor). Jika pendapatan naik, maka pembelian barang-barang dan jasa ( dari dalam Negeri maupun impor) dapat mengalami kenaikan ada 3 aspek dari peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian yaitu:  Keuntungan yang dapat di peroleh sesuatu Negara dari melakukan perdagangan luar negeri Kebujakan membatasi perdagangan dan proteksi dalam perdagangan luar negeri Mengenai globalisasi Berdagang dengan Negara lain kemungkinan dapat memperoleh keuntungan, yakni dapat membeli barang yang harganya lebih rendah dan mungkin dapat menjual keluar negeri dengan harga yang relative lebih tinggi. Perdagangan luar negeri sering timbul karena adanya perbedaan harga barang di berbagai Negara. Perbedaan harga inilah yang menjadi pangkal timbulnya perdagangan antar Negara. Dan perbedaan harga bukanlah hanya ditimbulkan oleh karena adanya perbedaan ongkos produksi, tetapi juga kaerna perbedaan dalam pendapatan serta selera permintaan akan sesuatu barang sangat ditentukan oleh selera dan pendapatan. Seleran dapat memainkan peranan penting dalam menentukan permintaan akan sesuatu barang antara berbagai Negara. Apabila
  • 7. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com persediaan suatu barang di satu Negara tidak cukup untuk memenuhi permintaan, Negara tersebut dapat mengimpor dari Negara lain. Untuk suatu barang tertentu faktor selera dapat memegang peranan penting. Misalnya: mobil, rokok, pakaian, meskipun satu Negara tertetu telah dapat menghasilkan barang-barang tersebut, namun kemungkinan besar impor dari Negara lain dapat terjadi. Hal ini dikarenakan faktor selera, dimana penduduk Negara tersebut lebih menyukai barang-barang buatan Negara lain. 2. Keuntungan melakukan perdagangan Dua hal utama akan dijelaskan dalam bagian ini:  Pandangan para ahli ekonomi/mazhab di masa merkantalisme dan klasik mengenai sumbangan perdagangan luar negeri kepada masyarakat. Ahli-ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab merkantilis yaitu ahli-ahli ekonomi yang hidup di sekitar abad keenam belas dan ketujuh belas, berpendapat bahwa perdagangan luar negeri merupakan sumber kekayaan untuk sesuatu Negara menurut mereka, suatu Negara dapat mempertinggi kekayaannya dengan cara menjual barang- barangnya keluar negeri. Sesudah itu, ahli-ahli ekonomi klasik menganalisis dengan lebih mendalam lagi peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian. Misalnya, David Ricardo telah mengemukakan pandangan-pandangan yang lebih logis utuk menerangkan perluna perdagangan luar negeri dalam mengembangkan suatu perekonomian. Teori Ricardo, yang menerangkan mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari spesialisasi dan perdangangan, merupakan teori yang hingga sekarang menjadi dasar kepada teori perdagangan luar negeri. Berdasarkan kepada teori Ricardo tersebut, Negara-negara digalakkan menjalankan sistem perdagangan bebas/free trade. Yang dimaksudkan perdagangan bebas adalah sistem perdagangan luar negeri dimana setiap Negara melakukan perdagangan tanpa ada halangan perdagangan.
  • 8. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com 3. keuntungan dari spesialisasi dengan menggunakan contoh angka telah dinyatakan bahwa dengan mengadakan spesialisasi dan selanjutnya melakukan perdagangan luar negeri, dua kepentingan penting akan diperoleh oleh setiap Negara, keuntungan itu adalah: a. Faktor-faktor produksi akan dapat digunakan dengan lebih efisien. b. Penduduk Negara itu akan dapat menikmati lebih banyak barang-barang. Keuntungan itu terwujud akan diterang dalam bagian ini yaitu: Asumsi-asumsi yang digunakan Di dalam menunjukkan keuntungan yang didapat dari perdagangan luar negeri biasanya digunakan dalam dua cara: yaitu dengan menggunakan angka-angka dan dengan menggunakan grafik. Keuntungan mutlak dan keuntungan berbandingan Dalam menerangkan mengenai keuntungan yang diperoleh dari spesialisasi dan perdagangan luar negeri, dapat dibedakan diantara pengertian keuntungan mutlak dan keuntungan berbanding.  Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang diperoleh oleh sesuatu Negara dari mengkhususkan kegiatannya kepada memproduksikan barang-barang dengan efisiensi yang lebih tinggi dari Negara-negara lain.  Keuntungan berbanding dapat diartikan sebagai keuntungan yang diperoleh oleh suatu Negara dari mengkhususkan (melakukan spesialisasi) dalam memproduksikan barang-barang yang mempunyai harga relative yang lebih rendah dari Negara lain. 4. keuntungan perdagangan dalam grafik
  • 9. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com Gambaran secara grafik mengenai keuntungan dari perdagangan perlu diterangkan secara dua tahap. Dalam tahap pertama ditunjukkan keadaan yang menunjukkan keadaan sebelum perdagangan. Pada tahap kedua ditunjukkan ke adaan sesudah dilakukan perdagangan. B.Proteksi dan Pembatasan Perdagangan 1. Pengertian proteksi Proteksi merupakan perlindungan dalam perdagangan atau industri. Tujuannya untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor. Hal ini, misalnya dapat dijalankan dengan tariff. Quota dan sebagainya. Pengertian tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadap barang-barang yang melewati batas suatu Negara. Tarif digolongkan menjadi: a. Bea ekspor adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut manusia ke Negara lain. b. Bea transito adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui wilayah suatu Negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah Negara lain. c. Bea impor adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam custom area suatu Negara dengan ketentuan bahwa Negara tersebut sebagai tujuan akhir. Pengertian Quota adalah pembatasan jumlah pisik terhadap barang yang masuk (Quota impor) dan keluar (Quota ekspor). Proteksi bisa berbentuk: a. Pengenaan tarif b. Quota c. Pelarangan imor
  • 10. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com Seandainya suatu Negara melarang impor barang A, maka industri dalam negeri yang memproduksikan atau merakit barang A akan memperoleh proteksi. Dalam hal ini proteksi bersifat mutlak bagi indiustri barang A dalam negeri. d. Subsidi Dengan adanya subsidi, produsen dalam negeri bisa menjual barangnya lebih murah, sehingga bisa bersaing dengan barang impor. Subsidi yang diberikan bisa dalam berbagai bentuk, misalnya: 1) Subsidi langsung berupa sejumlah uang tertentu 2) Subsidi per unit produksi. 2. faktor-faktor yang mendorong proteksi Dalam perdagangan luar negeri konsep proteksi berarti usaha-usaha pemerintah yang mematasi atau mengurangi jumlah barang yang diimpor dari Negara-negara lain denga tujuan untuk mencapai beberapa tujuan tertentu yang penting artinya dalam pembangunan Negara dan kemakmuran perekonomian Negara. Ada beberapa tujuan penting dari proteksi: a. Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran. b. Mendorong perkembangan industri baru c. Mendiversifikasikan perekonomian d. Menghindari kemerosotan industri-industri tertentu e. Memperbaiki neraca pembayaran f. Menghindari neraca pembayaran g. Menghindari dumping h. Menambah pendapatan pemerintah
  • 11. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com 3. Alat pembatasan perdagangan Proteksi dan pembatasan perdagangan adalah kebijakan. Kebijakan pemerintah dalam membatasi atau mengurangi barang-barang yang di impor. Halangan perdagangan dapat dibedakan kepada empat jenis: tarif dan pajak impor, kuota pembatasan impor. Hambatan perdagangan bukan tarif dan pembatasan penggunaan valauta asing. C.Globalisasi dan Pertumbuhan Ekonomi 1. Definisi Globalisasi Adalah satu konsep yang sering dinyatakan orang pada masa ini, tetapi yang menyatakan dan mebahasnya mempunyai pengertian yang berbeda mengenai konsep tersebut. Globalisasi dapat didefinisikan sebagai peningkatan dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai Negara di Indonesia. Untuk lebih memahami makna definisi perhatikan dua contoh saling ketergantungan dalam aspek ekonomi berikut: pertama, efek dari berlakunya kemunduran ekonomi di Amerika Serikat, Jepang dan Negara-negara Eropa, perkembangan investasi asing yang pesat dalam beberapa tahun belakangan ini dinegeri cinta menimbulkan efek buruk kepada prosfek kerkembangan investasi asing dan pertumbuhan ekonomi di Negara-negara lain, seperti misalnya di Negara-negara Asia tenggara. 2. faktor-faktor yang mewujudkan globalisasi - Perkembangan politik dunia - Semakin pentingnya praktek pasaran bebas - Perkembangan perusahaan multinasional - Berkembangnya investasi keuangan ke berbagai Negara - Kemajuan teknologi dalam bidang teknologi informasi dan pengangkutan 3. kebaikan dan keburukan globalisasi - Kebaikan Globalisasi
  • 12. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com o Produksi dunia dapat ditingkatkan o Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara o Meluaskan pasa untuk hasil produksi dalam negeri o Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik o Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi - Keburukan Globalisasi o Menghambat pertumbuhan sector industri manafaktur o Memperburuk keadaan neraca pembayaran o Sector keuangan semakin tidak stabil o Memperbudak prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. BAB III PENUTUP Simpulan  Perdagangan luar negeri merupakan perdagangan yang kegiatannya benda diluar negeri. Dalam konteks ini cara umum akan ditunjukan beberapa keuntungan dari perdagangan luar negeri dan secara spesifik dan dengan lebih terperici akan ditunjukkan keuntungan yang akan diperoleh dari spesialisasi, yaitu apabila kegiatan ekonomi Negara dikhususkan kepada memproduksi barang yang dapat bersaing di pasaran luar negeri.
  • 13. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com  Proteksi merupakan kebijakan perdagangan luar negeri yang dilakukan suatu Negara yang pada dasarnya menghambat kemasukan berbagai jenis barang impor dengan menggunakan berbagai alat untuk melaksanakan kebijakan perlindungan (proteksi) seperti pajak impor (tarif), kuota dan hambatan bukan tarif.  Globalisasi merupakan pengertian dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai Negara dari dunia. DAFTAR PUSTAKA Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Teori Pengantar, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2008. Nopirin, Ph.D, Ekonomi Internasional, Yogyakarta, BPFE-Yogyakarta, 1997 Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Teori Pengantar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h. 359. Nopirin, Ph.D, Ekonomi Internasional, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 1997), h. 2-3. Sadono Sukirno,Op.cit. h. 360-368. Napirin, Op.cit. h. 50-65 Sadono Sukirno,Op.cit. h. 373e-383. Journal economic & article in internet >> foundation of globalization era Diposkan oleh DOSEN AKUNTANSI di 23:39 Label: PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI
  • 14. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com http://magussudrajat.blogspot.com/2010/02/perdagangan-luar-negeri-proteksi-dan.html Mar23, Kebijakan Proteksi Indonesia beserta kesimpulannya article, education 4:29 AM Oleh : Avesina Wisda Burhana/03/XI Social 2 1. Kebijakan Proteksi = Mendorong Ekspor dan Menekan Impor, Bagi Indonesia? GENEVA, SENIN - Anggota Organisasi Perdagangan Dunia bertemu di Geneva, Swiss, Senin (9/2), membahas soal krisis finansial yang mengarah pada proteksionisme. Para diplomat, baik yang mewakili negara kaya maupun miskin, berdiskusi dengan Dirjen Organisasi Perdagangan Dunia Pascal Lamy. Pembicaraan akan memaparkan banyak hal tentang kecenderungan proteksionisme perdagangan pada sebagian besar dari 153 negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Disebutkan, banyak negara yang cenderung mendorong ekspor dan menekan impor. Proteksionisme merupakan kebijakan ekonomi yang membatasi perdagangan antarnegara. Caranya, antara lain, adalah pemberlakuan tarif tinggi pada barang impor, pembatasan kuota, dan berbagai upaya menekan impor. Proteksi dimaksudkan untuk mempertahankan lapangan kerja bagi penduduk lokal. Di sisi lain, kondisi ini dapat memperparah resesi global jika membuat negara lain tidak dapat menjual produknya ke luar negeri. Pada tahun 1930-an, negara-negara menutup pasar mereka dan Depresi Besar semakin dalam.
  • 15. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com Lamy mengatakan, perlambatan ekonomi pada tahun 2009 akan berdampak pada semua anggota WTO, khususnya negara yang menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada ekspor. Kesepakatan Sementara Kelompok 15 negara, termasuk Jepang dan Brasil, mengeluarkan pernyataan menolak proteksionisme yang semakin terlihat. Seruan ini untuk menekankan kekhawatiran mereka terkait dengan krisis ekonomi. Selain Jepang dan Brasil, Kelompok 15 negara ini juga meliputi Korea Selatan, Taiwan, Turki, Cile, Kolombia, Kosta Rika, Hongkong, Israel, Meksiko, Norwegia, Singapura, Swiss, dan Thailand. Kelompok 15 negara ini juga merupakan mitra antidumping. Mereka menekan AS agar mengubah cara penghitungan biaya antidumpingnya karena hal tersebut adalah langkah proteksi terhadap produk domestik. ”Mengingat keadaan ekonomi yang tidak dapat diperkirakan dan meningkatnya sentimen proteksionisme, anggota WTO perlu waspada atas kemungkinan terjadinya aksi antidumping. Selain itu, negara-negara anggota juga perlu menghindari langkah-langkah yang berujung pada proteksionisme,” demikian pernyataan bersama itu. Belakangan ini ada beberapa kepala negara yang diprotes karena kebijakannya mengandung unsur proteksionisme. Seiring perlambatan perekonomian global, beberapa negara mengambil langkah yang dianggap mengacu pada proteksionisme. Kebijakan yang dikecam antara lain yang dikeluarkan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Dia mengusulkan agar pemerintah membantu industri otomotif di dalam negeri yang mempertahankan pabriknya di dalam negeri. Selain itu, klausul ”Beli Produk Amerika” dalam rencana stimulus AS juga menuai protes di mana-mana. Pada perkiraan terakhirnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksikan perdagangan dunia akan terkontraksi sebesar 2,8 persen tahun ini, setelah tumbuh 4,1 persen pada tahun 2008 dan 7,2 persen pada tahun 2007. Laporan WTO itu juga prihatin akan kenaikan tarif, tetapi juga prihatin atas rincian paket stimulus, seperti dana talangan untuk industri otomotif. Banyak negara maju yang memberi bantuan pada industri otomotifnya, suatu kebijakan yang oleh negara lainnya dianggap sebagai kebijakan proteksi. Seperti memberikan dana talangan yang relatif murah yang jelas tidak dapat
  • 16. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com diikuti oleh negara miskin. WTO memperingatkan bahwa hal tersebut juga akan menjadikan distorsi antara lembaga finansial dengan memberikan talangan pemerintah atau subsidi. Data kurang Isu lain yang akan didiskusikan adalah betapa lambannya langkah perdagangan yang diambil oleh anggota WTO. Dengan demikian, sangat sulit mendapatkan gambaran utuh dan terkini mengenai situasi perdagangan di suatu negara. ”Salah satu masalah adalah terkait dengan jasa informasi tentang apa yang dilakukan oleh pemerintah, langkah apa yang dilakukan,” ujar Hamid Mamdouh, Direktur Jasa Perdagangan WTO. 2. Indonesia Tak Terpengaruh Kebijakan Proteksi Amerika Serikat Senin, 16 Februari 2009 | 16:31 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menilai kebijakan proteksi perdagangan Amerika Serikat melalui seruan "Buy America" tidak akan mempengaruhi Indonesia. Sebab, Indonesia lebih banyak mengekspor produk konsumsi primer ke negara itu. "Ekspor kita lebih banyak pada barang-barang konsumsi yang primer, jadi mungkin tidak terlalu berpengaruh," kata Sri Mulyani usai mendampingi Presiden Yudhoyono menerima Presiden Asian Development Bank Haruhiko Kuroda di Kantor Presiden, Senin (16/2) Menurutnya, kebijakan proteksi adalah satu hal yang wajar dalam pertumbuhan ekonomi yang merosot. Salah satu upayanya adalah melakukan tekanan politik. Yaitu dengan melakukan praktek pengamanan produk dalam negeri. Namun jika kebijakan proteksi dilakukan bersama oleh banyak negara lain, maka krisis ekonomi semakin memburuk. "Kalau itu dilakukan semua negara, akan memburukan krisis ini, karena semua negara tidak saling berdagang dan kemudian ekonomi dunia melemah turun," katanya.
  • 17. Email : Fitria_hadriyani@yahoo.com Twit; @Fitrihadriyani@yahoo.com Kesimpulan :” Sebaiknya betul bahwa kebijakan proteksi tidak dilakukan Negara berkembang seperti Indonesia karena bila dilakukan di Indonesia, maka para produsen local tidak bias menjual produknya ke luar negri, dan diikuti itu, nilai tukar rupiah semakin melemah. Dan Indonesia sebaiknya tidak terpengaruh oleh Amerika, mengapa? Karena Indonesia sendiri tergolong masih belum maju dalam berproduksi dan peminat produk Indonesia sendiri justru adalah Negara asing, maka sekali lagi saya membenarkan bahwa Indonesia tidak usah terpengaruh Negara lain”. http://www.funoverdriven.co.cc/2009/03/kebijakan-proteksi-indonesia-beserta.html