Genetika mendel

  • 426 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
426
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
26
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. IIA. MENDELIANGENETICSParamita Cahyaningrum KuswandiMK. GENETIKA (Biologi sem 4)
  • 2.  Introduction I. Monohybrid Cross II. Dihybrid Cross III. Trihybrid CrossParamita Cahyaningrum Kuswandi2
  • 3. Introduction Meski pewarisan sifat biologis telah memunculkanbanyak pemikiran /persepsi selama ribuan tahun,tetapi terobosan pertama mengenai mekanismenyaterjadi sekitar 135 tahun yang lalu Pada tahun 1866 Gregor Johann Mendelmempublikasi hasil penelitian yang akan menjadifondasi bagi ilmu genetika saat iniParamita Cahyaningrum Kuswandi3
  • 4. Paramita Cahyaningrum Kuswandi4
  • 5. Mendels’ method Mendel menggunakan suatu metodologi untukmelakukan penelitiannya Digunakan suatu desain dan analisis yangsistematis untuk melakukan penelitiannya Digunakan statistik untuk analisis hasil penelitiannyaParamita Cahyaningrum Kuswandi5
  • 6. The model organism Tanaman yang mudah tumbuh Dapat disilangkan secara artifisial Mempunyai sifat-sifat kontras yang mudah diamatiParamita Cahyaningrum Kuswandi6
  • 7. Key to Mendel’s success Menggunakan organisme yang tepat Membatasi pengamatan pada beberapa sifat saja Sifat yang akan diamati harus dapat dibedakansecara jelas (fenotipe jelas berbeda), dapatdibedakan secara langsung Menyimpan data kuantitatif secara akuratParamita Cahyaningrum Kuswandi7
  • 8. Characters observed by MendelParamita Cahyaningrum Kuswandi8
  • 9. Paramita Cahyaningrum Kuswandi9
  • 10. Paramita Cahyaningrum Kuswandi10
  • 11. I. MONOYBRID CROSSParamita Cahyaningrum Kuswandi11
  • 12.  Monohybrid cross (Persilangan Monohibrid) :mating true-breeding individuals from 2 parentstrains Tiap parent / tetua mempunyai sifat kontras /berlawanan untuk suatu sifat tertentu Tiap parent merupakan lini murni (sudah hasilselfing beberapa generasi)Paramita Cahyaningrum Kuswandi12
  • 13. Selfing untuk mendapat parentParamita Cahyaningrum Kuswandi13
  • 14. Crossing antar parent dengan sifat bedaParamita Cahyaningrum Kuswandi14
  • 15. Hasil persilangan monohibrid Untuk generasi pertama (F1 = fillial 1) daripersilangan antar tetua yang beda sifat dihasilkantanaman yang serupa dengan salah satu tetua Generasi F1 di-selfing untuk menghasilkan generasiF2 Pada F2 terdapat individu dengan sifat yang tidakada pada F1. Tetapi serupa dengan tetua /parentnya.Paramita Cahyaningrum Kuswandi15
  • 16.  Jika tetua yang sebelumnnya digunakan sebagaijantan kemudian digunakan sebagai betina (dansebaliknya), maka hasilnya akan sama Percobaan persilangan tersebut dinamakanreciprocal cross Sehingga hasil persilangan Mendel tidaktergantung pada kelamin / not sex-dependentParamita Cahyaningrum Kuswandi16
  • 17. Paramita Cahyaningrum Kuswandi17
  • 18. Hasil F1 dan F2Paramita Cahyaningrum Kuswandi18
  • 19. Paramita Cahyaningrum Kuswandi19
  • 20. Interpretasi Mendel Ada pola yang konsisten untuk pewarisan sifat Tiap sifat mempunyai unit tertentu dan tiap unitmempunyai lebih dari satu bentuk Bentuk yang berbeda menentukan sifat yangberbeda Misal : unit untuk tinggi tanaman ada 2 tinggidan pendekParamita Cahyaningrum Kuswandi20
  • 21. Gen dan Alel Mendel membayangkan unit tersebut sebagai suatustruktur di dalam sel Sekarang kita menamakan unit tersebut gen Tiap unit (gen) terdiri lebih dari 1 bentuk (allele) Kesimpulan :Each gene exists as a pair of allelesParamita Cahyaningrum Kuswandi21
  • 22. Paramita Cahyaningrum Kuswandi22
  • 23. Pada suatu individu…Paramita Cahyaningrum Kuswandi23
  • 24. Homosigot vs heterosigot Pada hasil F1 hanya salah satu sifat tetua yangtampak Maka tanaman F1 pasti mengandung kedua bentuk/ sifat tersebut tetapi hanya satu yang tampak Individu dengan 2 bentuk yang sama disebuthomosigot (e.g. TT, tt) Individu dengan 2 bentuk yang berbeda disebutheterosigot (e.g. Tt)Paramita Cahyaningrum Kuswandi24
  • 25.  Bentuk dari unit yang diwariskan (allele) dapatbersifat dominan atau resesif Pada individu heterosigot, sifat yang muncul adalahdari alel yang dominan Sehingga hanya tampak sifat dari salah satu tetua(sifat yang dominan)Paramita Cahyaningrum Kuswandi25
  • 26. Rasio 3 : 1 Tanaman F1 semua memiliki fenotipe seperti salahsatu tetua meskipun membawa kedua bentuk unitpewarisan (allel) Sehingga tanaman F1 pasti heterosigot (misal : Tt) Tanaman F2 menunjukkan rasio 3:1 dengan ¼tanaman serupa dengan salah satu tetua dan ¾serupa dengan tetua yang lain Pada ¼ tanaman F2, mempunyai sifat resesifsehingga genotipenya pasti ttParamita Cahyaningrum Kuswandi26
  • 27.  Pada individu tt, pasti mendapat alel t dari tetua 1dan t dari tetua 2 Hal ini menunjukkan bahwa pada tiap tetua, keduabentuk alel pasti berpisah saat pembentukanstruktur pembawa alel trsbt (gamet) Untuk mendapatkan hasil rasio 3:1 padaketurunannya maka alel trsbt harus bersegregasisecara acakParamita Cahyaningrum Kuswandi27
  • 28. Paramita Cahyaningrum Kuswandi28
  • 29.  Ingat…!Tetua adalahhomosigot hasildari selfingbeberapagenerasiParamita Cahyaningrum Kuswandi29
  • 30. Allelebersegregasisecara acakHukumMendel IParamita Cahyaningrum Kuswandi30
  • 31. Istilah-istilah Genetika Parent (P) : parental generation = tetua F1 : first fillial generation = generasi filial(anak/keturunan ) pertama F2 : second filial generation = generasi filial(anak / keturunan) keduaParamita Cahyaningrum Kuswandi31
  • 32.  Fenotipe : penampakan fisik suatu sifat padasuatu individu Gen : unit pewarisan sifat Alel : bentuk yang berbeda dari suatu gen Genotipe : simbol yang digunakan untukmenjelaskan alel yang berada pada suatuindividu (misal : DD, Dd, dd)Paramita Cahyaningrum Kuswandi32
  • 33.  Dominan : bentuk alel yang lebih kuat danterekspresikan dalam suatu individu dalam bentukhomosigot atau heterosigot. Dilambangkan denganhuruf besar/kapital (misal : D) Resesif : bentuk alel yang lemah / tidak kuat danhanya dapat terekspresi pada fenotipe jika dalambentuk homosigot . Dilambangkan dengan hurufkecil (misal : d)Paramita Cahyaningrum Kuswandi33
  • 34.  Homosigot / homozygous : keadaan individudengan 2 alel yang sama untuk suatu sifat (misal :DD, dd) Heterosigot / heterozygous : keadaan individudengan 2 alel yang berbeda untuk suatu sifat(misal : Dd)Paramita Cahyaningrum Kuswandi34
  • 35. Punnett Squares Digunakan untukmembantu persoalangenetika Dinamakan daripenemunya ReginaldC. Punnett yangmenggunakan metodeini untuk persilanganmonohibridParamita Cahyaningrum Kuswandi35
  • 36. Paramita Cahyaningrum Kuswandi36
  • 37. Testcross Suatu uji untuk menentukan genotipe suatu individu Individu dengan sifat dominan (tapi belum tahuhomosigot atau heterosigot) disilangkan denganindividu homosigot resesif Hasil testcross memperkuat kesimpulan Mendelbahwa terdapat unit-unit pengendali sifat yangkemudian dinamakan gen dan alelParamita Cahyaningrum Kuswandi37
  • 38. DD x ddHomosigot HomosigotTinggi pendekD dDdsemua tinggiDd x ddHeterosigot HomosigotTinggi PendekD d dDd dd½ tinggi ½ pendek38Paramita Cahyaningrum Kuswandi
  • 39. II. DIHYBRID CROSSParamita Cahyaningrum Kuswandi39
  • 40.  Dihybrid cross adalah persilangan antar individudengan 2 sifat yang beda Disebut juga two-factor cross Misalnya : persilangan antara tanaman kapri bijibulat berwarna kuning dengan yang berbiji hijauberkeriput Hasil pada F2 menunjukkan rasio yang spesifikyaitu 9:3:3:1Paramita Cahyaningrum Kuswandi40
  • 41. Paramita Cahyaningrum Kuswandi41
  • 42.  Pada generasi F2 terdapat individu dengan sifatyang tidak ada pada tetua Misal kuning berkeriput dan hijau bulat Hal ini menunjukkan bahwa sifat-sifat tersebut(warna biji dan bentuk biji) diwariskan secaraindependen dan tidak selalu bersama Dan alel untuk tiap sifat juga diwariskan secaraindependen sehingga terbentuk individu-individubaru / berbeda dari tetuaParamita Cahyaningrum Kuswandi42
  • 43. Pasangan alel yangberbeda bersegregasisecara independen(The Law of IndependentAssortment)HukumMendel II43Paramita Cahyaningrum Kuswandi
  • 44. III. TRIHYBRID CROSS44Paramita Cahyaningrum Kuswandi
  • 45.  Mendel menunjukkan bahwa segregasi alel danpenyusunan kembali secara acak (HukumMendel Idan II) dapat diterapkan pada 3 pasang sifat Persilangan yang dilakukan antar 2 individudengan 3 sifat beda disebut trihybrid cross atauthree-factor cross Dapat menggunakan Punnett Square, Forked-linemethod atau segitiga Pascal untuk melihat generasiF2Paramita Cahyaningrum Kuswandi45
  • 46. Paramita Cahyaningrum Kuswandi46
  • 47. Dengan Punnet-SquareParamita Cahyaningrum Kuswandi47
  • 48. Dengan Forked-Line MethodParamita Cahyaningrum Kuswandi48
  • 49. Dengan Segitiga Pascal1 11 2 11 3 3 11 4 6 4 1Paramita Cahyaningrum Kuswandi49
  • 50. monohibrid 1 x 31 = 3 = 3 kombinasi 1 macam gen dominan= D_, DD, _D 1 x 30 = 1 = 1 tanpa gen dominan = ddParamita Cahyaningrum Kuswandi50
  • 51. Dihibrid 1 x 32 = 9 = 9 kombinasi 2 macam gen dominan 2 x 31 = 6 = 6 kombinasi 1 macam gen dominan 1 x 30 = 1 = 1 tanpa gen dominanParamita Cahyaningrum Kuswandi51
  • 52. trihibrid 1 x 33 = 27 = 27 kombinasi dengan 3 macam gendominan 3 x 32 = 27 = 27 kombinasi dengan 2 macam gendominan 3 x 31 = 9 = 9 kombinasi dengan 1 macam gendominan 1 x 30 = 1 = 1 tanpa gen dominanParamita Cahyaningrum Kuswandi52
  • 53. KESIMPULAN Mendel melakukan penelitian secara sistematisdengan metodologi dan analisis yang sudahdirencanakan Dengan percobaan pertama persilanganmonohibrid dihasilkan Hukum Mendel I Dengan persilangan dihibrid dihasilkan HukumMendel II Persilangan trihibrid membuktikan kedua hukumMendelParamita Cahyaningrum Kuswandi53
  • 54. TUGAS Pewarisan sifat warna biji Pewarisan penyakit Tay-Sachs Disease (TSD)Waktu : 2 mingguDikumpulkan tanggal 5 Maret 2012Paramita Cahyaningrum Kuswandi54
  • 55. Minggu depan Topik 3 : Probabilitas dan Uji X2Paramita Cahyaningrum Kuswandi55