Makalah pkti batasan dan sejarah bahasa indonesia

2,593 views
2,359 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,593
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
43
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah pkti batasan dan sejarah bahasa indonesia

  1. 1. i MAKALAH PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BATASAN DAN SEJARAH BAHASA INDONESIA Disusun Oleh: Auliya Silfiana (A420120004) Firlita Nurul Kharisma (A420120008) Ine Yuliana Sari Kusumah (A420120026) Eka Wahyu Fitriani (A420120031) Ana Widiyanti (A420120034) Nela Annofi Kusuma (A420120035) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014
  2. 2. ii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sudah memberi taufik, hidayah, serta inayahnya sehingga kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana seperti biasanya termasuk juga dengan penulis, hingga penulis bisa menyelesaikan tugas pembuatan makalah Bahasa Indonesia dengan judul “ Dongeng”. Makalah ini berisi mengenai dongeng-dongeng serta cerita rakyat yang sudah tak asing lagi dikalangan masyarakat Indonesia pada umumnya serta pelajar pada khususnya yang disajikan di dalam bentuk makalah. Makalah ini disusun supaya para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang ada mengenai dongeng yang dulu sangatlah populer yang kami sajikan di dalam sebuah susunan makalah yang ringkas, mudah untuk dibaca serta mudah dipahami. Penulis juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan satu tim yang sudah membantu serta bapak / ibu guru yang sudah membimbing penulis supaya penulis bia membuat karya ilmiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga jadi sebuah karya ilmiah yang baik dan benar. Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca serta memperluas wawasan mengenai dongeng serta seluk beluknya.Dan tidak lupa pula penulis mohon maaf atas kekurangan di sana sini dari makalah yang penulis buat ini. Mohon kritik serta sarannya.Terimakasih Penyusun
  3. 3. iii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... i KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii DAFTAR ISI....................................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1 A. LATAR BELAKANG ............................................................................................ 1 B. RUMUSAN MASALAH........................................................................................ 1 C. TUJUAN................................................................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 2 A. SEJARAH BAHASA INDONESIA....................................................................... 2 B. PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA....................................................... 3 C. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA...................................... 4 D. BATASAN BAHASA ............................................................................................ 6 BAB III SIMPULAN.......................................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 10
  4. 4. 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga Bahasa Indonesia menjadi sarana budaya dan sarana berpikir masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peranan Bahasa Indonesia menjadi sangat penting. Mengingat pentingnya Bahasa Indonesia, kita sebagai mahasiswa dituntut untuk lebih memahami Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Yang salah satunya adalah dengan mengetahui sejarah Bahasa Indonesia. Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa dengan berbagai ragam bahasa daerah yang dimilikinya memerlukan adanya satu bahasa persatuan guna menggalang semangat kebangsaan. Semangat kebangsaan ini sangat penting dalam perjuangan mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Kesadaran politis semacam inilah yang memunculkan ide pentingnya bahasa yang satu, bahasa persatuan, bahasa yang dapat menjembatani keinginan pemuda-pemudi dari berbagai suku bangsa dan budaya di Indonesia saat itu. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana sejarah Bahasa Indonesia? 2. Bagaimana perkembangan Bahasa Indonesia? 3. Bagaimana kedudukan dan fungsi dari Bahasa Indonesia? 4. Bagaimana batasan Bahasa Indonesia? C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui sejarah Bahasa Indonesia 2. Untuk mengetahui perkembangan Bahasa Indonesia 3. Untuk mengetahui dan memahami kedudukan dan fungsi dari Bahasa Indonesia 4. Untuk mengetahui batasan Bahasa Indonesia
  5. 5. 2 BAB II PEMBAHASAN A. SEJARAH BAHASA INDONESIA Bahasa Indonesia adalah Bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah melayu pasar. Jenis ini sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Bentuk yang lebih resmi disebut melayu tinggi. Pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan disekitar sumatera, malaya, dan jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh sindiran, dan seekspresif bahasa melayu pasar. Sejarah mencatat bahwa Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu-Riau, salah satu bahasa daerah yang berada di wilayah sumatera. Bahasa Melayu-Riau inilah yang diangkat oleh para pemuda pada “konggres pemoeda”, 28 oktober 1928 menjadi Bahasa Indonesia. Pengangkatan dan penamaan bahasa Melayu-Riau menajdi Bahasa Indonesia oleh para pemuda pada saat itu lebih bersifat politis daripada linguistis. Tujuannya ialah ingin mempersatukan para pemuda indonesia. Ketika itu yang mengikuti “konggres pemoeda” adalah wakil-wakil pemuda indonesia dari Jong Java, Jong Sunda, Jong Batak, Jong Ambon, dan Jong Selebes. Jadi, secara linguistik yang dinamakan Bahasa Indonesia saat itu sebenarnya adalah Bahasa Melayu. Ciri-ciri kebahasannya tidak berbeda dengan Bahasa Melayu. Namun, untuk mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, para pemuda indonesia pada saat itu secara politis menyebutkan bahasa Melayu-Riau menjadi Bahasa Indonesia. Nama bahasa indonesialah yang dianggap bisa memancarkan inspirasi dan semangat nasionalisme, bukan nama Bahasa Melayu yang berbau kedaerahan. Bahasa Melayu-Riau dipilih sebagai bahasa persatuan negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut : 1. Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau golongan lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan golongan mayoritas di Republik Indonesia. 2. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang digunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. 3. Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan bahasa Melayu Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Maluku, Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan : Pertama, suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis.Kedua, sebagai lingua franca, bahasa Melayu Riau
  6. 6. 3 yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Tionghoa Hokkien, ataupun dari bahasa lainnya. 4. Penggunaan bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada 1945, penggunaan bahasa Melayu selain Republik Indonesia yaitu Malaysia, Brunei, dan Singapura. B. PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA 1. Perkembangan Bahasa Indonesia sebelum masa kolonial Bahasa Melayu merupakan bahasa perhubungan atau komunikasi sejak abad VII yaitu masa awal bangkitnya kerajaan Sriwijaya. Pada masanya kerajaan Sriwijaya menjadi pusat kebudayaan, perdagangan, tempat orang belajar filsafat, dan pusat keagamaan (Budha). Bukti-bukti yang tertulis mengenai pemakaian bahasa melayu dapat ditemukan pada penulisan batu prasasti. Masuknya agama Islam ke kepulauan nusantara, membuat kedudukan Bahasa Melayu semakin penting. Para pembawa ajaran Islam memanfaatkan bahasa Melayu sebagai sarana komunikasi. 2. Perkembangan bahasa indonesia pada masa kolonial Abad XVIII, bangsa-bangsa Barat (Belanda) memasuki kepulauan Nusantara. Dalam mendirikan lembaga pendidikan, pemerintah Belanda mengalami kegagalan sehingga menyebabkan dikeluarkannya SK No. 104/1631 yang antara lain berisi: “…Pengajaran di sekolah-sekolah bumi putera diberikan dalam bahasa Melayu.” Selain itu, juga tersusunnya Ejaan Van Ophyusen (tahun 1901) yang merupakan ejaan resmi bahasa Melayu. Buku ini disusun oelh charles andrianus van ophuysen dengan dibantu oleh soetan makmoer dan mohammad taib soetan ibrahim. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: 1. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb. 2. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb. 3. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma‟moer, ‟akal, ta‟, pa‟, dinamai‟, dsb. Perkembangan bahasa Melayu berikutnya, tampak pada masa kebangkitan pergerakan bangsa Indonesia yang dimulai sejak berdirinya Boedi Oetomo (1908) yang telah menggunakan Bahasa Melayu sebagai alat bertukar informasi dan komunikasi antar pergerakan. Hal ini dianggap penting dan perlu, karena dengan itu akan mudah dalam mencapai persatuan dan kesatuan dalam rangka bernasional. 3. Perkembangan bahasa indonesia pada masa pergerakan Setelah Sumpah Pemuda, perkembangan Bahasa Indonesia tidak berjalan dengan mulus. Belanda sebagai penjajah melihat pengakuan pada bahasa Indonesia itu sebagai kerikil tajam. Oleh karena itu, Belanda membuat pengaruh politik bahasa yang menghambat perkembangan bahasa Indonesia. Banyak pemuda pelajar berlomba-lomba mempelajari bahasa Belanda. Sebaliknya, pada masa pendudukan Dai Nippon, Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Karena tentara pendudukan Jepang sangat membenci semua yang berbau belanda.
  7. 7. 4 Sementara itu, orang-orang bumiputera belum bisa berbahasa Jepang. Oleh karena itu, digunakanlah Bahasa Indonesia untuk memperlancar tugas-tugas administrasi dan membantu tentara Dai Nippon melawan tentara belanda dan sekutu-sekutunya. 4. Perkembangan bahasa indonesia pada zaman kemerdekaan Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Keesokan harinya yaitu tanggal 18 Agustus ditetapkan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam pasal 36 bab XV UUD „45 berbunyi: “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.” Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.Ciri-ciri ejaan ini yaitu: a) Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb. b) Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb. c) Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an. d) Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. C. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA 1. Kedudukan Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa resmi/negara. Kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional diperoleh sejak awal kelahirannya, yaitu tanggal 28 Oktober 1928 dalam sumpah pemuda. Bahasa indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional sekaligus merupakan bahasa persatuan. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:  lambang kebanggaan nasional,  lambang identitas nasional,  alat pemersatu masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya  alat perhubungan antarbudaya, antardaerah. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berfungsi sebagai:  bahasa resmi kenegaraan,  bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,  bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan  bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. 2. Fungsi Bahasa Indonesia Fungsi khusus : a. Pergaulan, bahasa untuk berinteraksi b. Seni, bahasa untuk mengekspresikan seni. c. Pengetahuan, bahasa untuk mengeksploitasi pengetahuan. d. Sejarah, bahasa untuk mempelajai naskah-naskah kuno. Fungsi Umum : a. Contoh fungsi bahasa untuk menyatakan ekspresi diri
  8. 8. 5 Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain : - Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita - Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi. Sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan di atas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan di mana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagai berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menangis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa, ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka- dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti, aduh, hai, wahai, dan sebagainya. Menceritakan pada kita kenyataan ini. b. Contoh Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Bahasa adalah alat umum yang telah digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi sejak lama. Dalam kehidupan bahasa digunakan untuk bersosialisasi dengan orang lain antara lain dengan berbicara dan menggunakan isyarat/simbol. Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita (dalam arti kita menggunakan kata yang sudah umum). Contoh Percakapan 2 orang : Ari : Darimana saja kamu? Bima : Tadi habis pergi. Percakapan 2 orang tersebut menggunakan kata sederhana sehingga mudah dimengerti.
  9. 9. 6 c. Contoh bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat istiadat, tingkah laku, dan tata karma masyarakatnya. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adaptasi) dengan semuanya melalui bahasa. Seorang pendatang bau dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan masyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu; untuk itu ia memerlukan bahasa, yaitu bahasa masyarakat tersebut. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata karma masyarakat tersebut. d. Contoh bahasa sebagai alat kontrol sosial Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show ) di televise atau radio. Iklan layanan Masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Disamping itu. Kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. D. BATASAN BAHASA Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan / perasaan dengan memakai tanda – tanda, bunyi – bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimic atau tanda – tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami. 1) Bahasa sebagai system Maksudnya bahwa terdiri dari unsur – unsur atau komponen – komponen teratur dan menurut pola tertentu. Contohnya : bersistematis yaitu tersusun oleh polanya. a. Saya = sistematis dan memiliki makna Yasa = tidak sistematis dan tidak memiliki makna Aasy = tidak sistematis dan tidak memiliki makna 2) Bahasa sebagai lambang Lambang – lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi, yang berupa satuan – satuan bahasa seperti kata / gabungan kata. Contohnya : Bendera merah putih a. Merah = berani Putih = suci
  10. 10. 7 3) Bahasa adalah bunyi Sistem bahasa itu berupa lambang yang diwujudkan berupa bunyi. Yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa / termasuk lambang bahasa adalah bunyi yang bukan dihasilkan alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa. Contohnya : Bunyi teriakan, bersin, batuk, dan lain – lain. 4) Bahasa itu bermakna Telah dibicarakan tadi bahwa bahasa itu adalah system lambang , oleh karena itu lambang – lambang itu mengacu pada suatu konsep , ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna. Contohnya : kuda = berkaki empat binatang peliharaan sebagai alat transportasi. 5) Bahasa itu arbitrer Arbitrer adalah sembarang, sewenang – wenang, maka suka, berubah – ubah. Maksudnya adalah tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut misalnya kita tidak bisa menjelaskan hubungan antara lambang bunyi (air) dengan benda yang dilambangkan yaitu benda cair yang diapakai. Contohnya : kuda yang disebut oleh orang. 6) Bahasa itu konvensional Telah kita bahas sebelumnya bahwa hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkan bersifat, arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Contohnya: Semua masyarakat jawa menyebut pesawat dengan sebutan kapal terbang. 7) Bahasa itu bersifat produktif Maksudnya adalah walaupun unsur – unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur – unsur yang jumlahnya terbatas itu dpat dibuat satuan – satuan bahasa yang jumlahnya tak terbatas, meski secara relattif, sesuai dengan yang berlaku pada basa itu. Contoh; Galau,alay lebay 8) Bahasa itu unik Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh orang lain. Artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas tertentu yang tidak dimiliki bahasa lain. Contoh; Bahasa banjar berbeda dengan bahasa jawa. 9) Bahasa itu universal Artinya ada ciri yang sama dimiliki oleh setiap bahasa di dunia. Karena bahasa itu berupa ujaran, maka ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahsa yang mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vocal dan konsonan. Contoh; I love you dengan aishiteru 10) Bahasa itu dinamis Karena keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupan bermasyrakat kegiatan itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga ikut berbah, menjadi tidak tetap , menjadi tidak statis. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis. Contoh; download dan upload berubah menjadi unduh dan unggah 11) Bahasa itu bervariasi Anggota suatu masyrakat beraneka ragam , ada yang berpendidikan ada yang juga yang tidak, ada yang berpropesi sebagai dokter, petani,nelayan, dan sebagainya. Oleh karena
  11. 11. 8 latar belakang dan lingkungan yang tidak sama maka bahasa yang mereka gunakan bervariasi atau beragam. Contoh; pedagang sate Madura dengan pedagang sate banjar menyebutkan kata satenya berbeda. Pedagang Madura ( Te-Satte), sedangkan pedagang Banjar ( Sate ). 12) Bahasa itu manusiawi Maksudnya adalah bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia. Contohnya : hanya di miliki oleh manusia.
  12. 12. 9 BAB III SIMPULAN 1. Sejarah Bahasa Indonesia dimulai dari munculnya sumpah pemuda. 2. Bahasa bersifat manusiwi, beragam, dinamis, produktif, arbitrer, bunyi, lambang, sistem. 3. Fungsi khusus bahasa antara lain: Pergaulan, bahasa untuk berinteraksi Seni, bahasa untuk mengekspresikan seni. Pengetahuan, bahasa untuk mengeksploitasi pengetahuan. Sejarah, bahasa untuk mempelajai naskah-naskah kuno. 3. Fungsi umum bahasa antara lain: Alat integrasi dan adaptasi sosial Alat komunikasi Alat kontrol sosial Menyatakan ekspresi diri
  13. 13. 10 DAFTAR PUSTAKA Arifin,e zainal. 2004. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta : PT Grasindo. Sudjana, nana. 1991. Tuntunan Penyusunan Bahasa Indonesia. Bandung : Sinar Baru. The Liang gie. 1968 . Pengantar Dunia Bahasa Indonesia. Malang : gramedia. Kanzunnudin, Muhammad. 2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Rembang: Yayasan Adhigama. Alek dan Achmad H.P. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia diakses pada tanggal 4 Maret 2014 pukul 14.38 http://www.slideshare.net/hieDew/makalah-bahasa-indonesiadoc diakses pada tanggal 4 Maret 2014 pukul 15.00 http://www.slideshare.net/Murshal_Yunus/sejarah-bahasa-indonesia-27411082 diakses pada tanggal 4 Maret 2014 pukul 14.52

×