Kelomok 1 leidoptera

1,086 views
907 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,086
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kelomok 1 leidoptera

  1. 1. LAPORAN PKL MANDIRI PHYLLUM ARTHROPODA SISTEMATIKA HEWAN INVERTEBRATA Disusun oleh: 1. Aulia Asifati Asfa (A420120001) 2. Shoffi Khoirina M (A420120005) 3. Firlita Nurul Kharisma (A420120008) 4. Lusia Wahyu Purbowati (A420120009) 5. Kiki Ardiasari (A420120011) 6. Delinta Herliasanti (A420120013) LABORATORIUM BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013
  2. 2. LEMBAR PENGESAHAN Laporan Praktikum Sistematika Hewan Invertebrata ini telah disetujui dan disahkan sebagai salah satu syarat kelulusan mengikuti praktikum Sistematika Hewan Invertebrata di Fakultas Keguruan dann Ilmu Pendidikan Jurusan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hari Tanggal Dosen Pengampu Asisten Dwi Setyo Astuti, M. Pd Tengku Khoirullia Mengetahui Kepala Laboratorium FKIP Biologi UMS
  3. 3. Triastuti Rahayu, M. Si
  4. 4. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum Sistematika Hewan Invertebrata. Adapun maksud dan tujuan penyusunan laporan ini untuk memenuhi tugas dari praktikum Sistematika Hewan Invertebrata. Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan terimakasih kepada : 1. 2. 3. 4. Ibu Triastuti Rahayu, M. Si, selaku kepala laboratorium Biologi program studi Pendidikan Biologi FKIP UMS. Ibu Dwi Setyo Astuti, M. Pd, selaku Dosen Pengampu Mata Praktikum Sistematika Hewan Invertebrata. Kakak-kakak Asisten yang telah turut membimbing. Teman-teman yang telah turut membantu selama pelaksanaan praktikum dan penyusunan laporan ini. Demikian laporan ini kami susun, semoga dapat memberikan manfaat dan kontribusi untuk perbaikan laporan selanjutnya. Surakarta, Desember 2013 Penyusun
  5. 5. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.......................................................................................................i LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................................ii KATA PENGANTAR.....................................................................................................iii DAFTAR ISI...................................................................................................................iv BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................1 A.Latar Belakang..................................................................................................1 B.Rumusan Masalah.............................................................................................1 C.Tujuan...............................................................................................................1 D.Manfaat.............................................................................................................1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................2 BAB III PEMBAHASAN...............................................................................................4 A. Lepidoptera......................................................................................................4 B.Ciri-Ciri Morfologi Lepidoptera........................................................................5 C.Siklus Hidup Lepidoptera..................................................................................6 D.Pembagian Famili dari Ordo Lepidoptera.........................................................9 E.Peranan Lepidoptera dalam Kehidupan.............................................................12 BAB IV DENDOGRAM................................................................................................14 BAB V SIMPULAN.......................................................................................................20 DAFTAR PUSTAKA 21
  6. 6. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Serangga atau yang biasa dikenal dengan sebutan insekta merupakan kelas yang paling dominan dan beragam di permukaan bumi. Dalam kehidupan dan interaksinya dengan makhluk hidup lain, khususnya manusia, serangga memiliki peranan baik yang menguntungkan maupun peranan merugikan. Beberapa serangga berperan dalam membantu proses penyerbukan tanaman, berperan sebagai sumber makanan bagi organisme lain, dan sebagainya. Disisi lain, beberapa jenis serangga turut menyebabkan kerugian, antara lain sebagai hama, sebagai parasit, maupun sebagai vektor penyakit. Salah satu ordo dalam kelas insekta yang juga memiliki keunikan dan peranan penting dalam kehidupan adalah ordo Lepidoptera. Ordo Lepidoptera merupakan serangga yang termasuk dalam kelompok Holometabolous, yaitu serangga yang memiliki empat tahapan siklus hidup. Seperti halnya organisme lain, Lepidoptera juga memiliki sistem organ yang menunjang kehidupannya, yang kesemua itu tercakup dalam karakterisik maupun keunikan dari Ordo Lepidoptera. Selain itu, hal penting lainnya dalam Ordo Lepidoptera ialah secara ekologi organisme ini berperan dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem dan memperkaya keragaman hayati. B. RumusanMasalah 1. Apa yang dimaksud dengan ordo lepidoptera? 2. Bagaimanakah klasifikasinya? 3. Bagaimanakah Ciri-ciri dan Morfologi dari lepidoptera? 4. Bagaimanakah peranan ordo odonata dalam kehidupan? C. Tujuan 1. Mempelajari jenis-jenis phylum Artropoda beserta klasifikasinya. 2. Mempelajari morfologi, tanda-tanda karakteristik serta bagian-bagian dari anggota phylum Arthropoda untuk diidentifikasi. 3. Mendeterminasi spesies yang ditemukan untuk mengetahui nama jenisnya. 4. Mengetahui hubungan kekerabatan spesies. D. Manfaat 1. Mengetahui ordo Lepidoptera. 2. Mengetahui klasifikasinya. 3. Mengetahui ciri dan morfologi dari Lepidoptera.
  7. 7. 4. Mengetahui peranan ordo Lepidoptera.
  8. 8. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Ordo Lepidoptera mencakup ngengat (moth) dan kupu-kupu (butterfly). Kupu-kupu dibedakan dengan ngengat berdasarkan waktu aktifnya dan ciri morfologinya. Umumnya, kupu-kupu aktif di siang hari (diurnal), sedangkan ngengat aktif di malam hari (nocturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan cara menegakkan sayapnya, sehingga tampak permukaan bawah dari sayap. Ngengat hinggap dengan sayap terlipat horizontal di atas tubuh. Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah dan cerah, sedangkan ngengat cenderung gelap (coklat dan abu-abu). Antena kupu-kupu berbentuk benang (filiform) dan membesar di ujungnya, sedangkan hampir semua ngengat memiliki antena seperti bulu burung atau seperti sisir. Makanan kupu-kupu dewasa pada umumnya adalah nektar. Beberapa spesies kupukupu menghisap polen, getah pohon, akar buah, kotoran hewan, daging busuk, dan mineral dalam tanah yang basah. Karena aktif mengunjungi bunga, kupu-kupu memiliki peran penting sebagai polinator bagi banyak spesies tanaman. Pada umumnya, kupu-kupu tidak membawa banyak polen, namun kupu-kupu mampu membawa polen ke tempat yang lebih jauh (Herrera, 2000). Sedangkan kupu-kupu yang dijumpai di sekitar sungai, kadang mengisap air mineral dari pasir/batu (banyak Pieridae dan Lycaenidae, tetapi juga genus Graphium, Papilionidae). Sumber makanan lainnya adalah buah-buahan yang busuk (disukai kelompok Satyrinae, Morphinae dan Apaturinae), bangkai daging seperi kodok (disukai kelompok Nyimphalinae), kotoran dari burung ddan babi (kelompok Charaxinae dan Apaturinae) dan air seni, yang banyak digunakan sebagai umpan, untuk menangkap kupukupu yang terbang di sekitar sungai. Dengan umpan tertentu (misalnya air seni) hanya sebagian dari kupu-kupu dapat ditangkap, yaitu anggota dari famili Lycaenidae dan Pieridae dan dari genus Graphium. Dari genus Delias hanya muncul jantan-jantan saja (dan belum dari semua spesies),dan betina lebih suka minum nektar dari bunga di pohon tinggi (Mastrigt, 2005). Ordo Lepidoptera menjadi 47 superfamili dan 124 famili. Superfamili Papilionoidea merupakan salah satu superfamili dari ordo Lepidoptera. Kupu-kupu termasuk dalam subordo Glossata yang terbagi dalam dua superfamili, yaitu Hesperioidea dan Papilionoidea. Hesperioidea hanya terbagi dalam satu famili, yaitu famili Hesperiidae, sedangkan superfamili Papilionoidea terbagi dalam 5 famili, yaitu Papilionidae, Pieridae, Nymphalidae, Riodinidae, dan Lycaenidae (Vane-Wright, 2003). Di alam keragaman spesies kupu-kupu dapat menurun yang disebabkan oleh adanya musuh alami. Seluruh tahap perkembangan kupu-kupu rentan diserang oleh musuh alami, seperti pemangsa (predator), parasitoid dan manusia. Larva dan kupu-kupu dewasa dimangsa oleh burung. Burung merupakan salah satu predator utama kupu-kupu di alam
  9. 9. yang mengenali pola warna sayap kupu-kupu sebagai penanda mangsanya. Telur kupukupu dimangsa oleh serangga lainnya, seperti kumbang lembing (Brower, 2005). Kupu-kupu dan ngengat dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman, yang membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Sehingga bagi petani, dan orang pada umumnya, kupu-kupu ini sangat bermanfaat untuk membantu jalannya penyerbukan tanaman. Pada pihak yang lain, berjenis-jenis ulat diketahui sebagai hama yang rakus. Bukan hanya Bukan tanaman semusim yang dimangsanya, namun juga pohon buahbuahan dan pohon pada umumnya dapat habis digunduli daunnya oleh hama ulat dalam waktu yang relatif singkat. Banyak jenis hama ulat, terutama dari jenis-jenis ngengat yang menjadi hama pertanian yang serius. Untuk memanfaatkan keindahan beberapa jenisnya, kini orang mengembangkan peternakan kupu-kupu. Nilai penting kupu-kupu dalam berbagai bidang kehidupan yaitu : kupu-kupu mempunyai nilai yang sangat penting, dan dapat dikelompokkan kedalam nilai ekonomi, ekologi, endemisme, konservasi, estetika, pendidikan dan nilai budaya(Suhara,2009).
  10. 10. BAB III PEMBAHASAN A.Lepidoptera Lepidoptera artinya adalah "scaled wings" atau "bersayap sisik" (lepis, sisik dan pteron, sayap). Sisik-sisik ini yang nantinya akan membuat sayap kupu-kupu mempunyai warna yang cerah. Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Kupu-kupu umumnya aktif di waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal). Kupukupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya. Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat dijadikan pegangan yang pasti. Perbedaan dan persamaan ngengat dan kupu-kupu: Ngengat adalah serangga yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu dan keduaduanya termasuk kedalam Ordo Lepidoptera. • Perbedaan diantara kupu-kupu dan ngengat lebih dari taksonomi, dan aktifitasnya • • Kupu kelompok Rhopalocera • Sedang ngenget kelompok Heterocera. , kupu diurnal , ngengat nocturnal Secara spesifik ngengat memiliki Ciri-ciri : Kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal) • Ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya • • Ngengat mempunyai warna sayap cenderung gelap, coklat , kusam atau kelabu • Antena ngengat seperti kawat lampu yang ditempel di kepalanya • Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot • Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan. • Tahap metamorfosisnya sama dengan kupu Holometabola ( metamorfosis sempurna) Kupu-kupu merupakan serangga yang masuk dalam ordo Lepidoptera. Kebanyakan kupu-kupu mempunyai struktur tubuh atau anatomi yang sama. Tubuh kupu-kupu dewasa terdiri dari 3 bagian , kepala (head), dada (thorax) dan perut (abdomen).
  11. 11. Kepala (Head) – kepala adalah bagian dari serangga yang berisi otak, 2 mata kompon, probosis dan faring (tenggorokan, dimana merupakan awal dari sistem pencernaaan), dan 2 antena yang terpasang di kepala. Antena (Antennea) – antena adalah alat sensor yang terdapat di kepala serangga dewasa. Antena ini digunakan untuk mencium dan keseimbangan. Kupu-kupu mempunyai 2 antena dengan ujung yang sedikit membulat yang disebut sebagai antennal club. Mata kompon (Compound Eye) – mata kompon kupu-kupu terdiri dari banyak lensa hexagonal seperti halnya pada mata kompon serangga lainnya. Kupu-kupu hanya dapat melihat warna merah, hijau dan kuning saja. Probosis (Proboscis) – kupu-kupu dewasa menghisap nektar bunga dan cairan lainnya dengan menggunakan probosis atau mulut penghisap yang seperti sedotan spiral. Ketika tidak digunakan, probosis ini akan digulung melingkar seperti selang air. Palp labial (Labial palps) – palp labial membantu kupu-kupu untuk menentukan apakah sesuatu itu merupakan makanan atau bukan. Dada (Thorax) – dada adalah bagian diantara kepala (head) dan perut (abdomen) dimana kaki dan sayap terpasang. Sayap depan (Forewing) - fore wing adalah sepasang sayap yang berada paling atas. Sayap belakang (Hindwing) - hind wing adalah sepasang sayap yang berada paling bawah. Kaki (Legs) – kupu-kupu mempunyai sepasang kaki pendek yang berada di depan, dan 2 pasang kaki yang lebih panjang di belakangnya. Kaki, terutama sepasang yang ditengah, dilengkapi dengan sensor penciuman yang membuat kupu-kupu dapat "merasakan" kandungan kimia pada tempatnya hinggap. Perut (Abdomen) – perut merupakan bagian ekor serangga yang mempunyai segmentasi yang memiliki organ vital seperti jantung, tubulus atau pembuluh Malphigi untuk alat ekresi (pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya), organ reproduksi dan sebagian besar sistem pencernaan. B. Ciri-Ciri Morfologi Lepidoptera • • • Lepidoptera berasal dari bahasa Latin yang artinya sayap bersisik Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.
  12. 12. • Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Termasuk Endopterygota • • Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. • Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna. • Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola). • Metamorfosisnya melalui stadia : telur - larva - kepompong - Imago (dewasa) • Larva bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta. C. Siklus Hidup Lepidoptera Banyak yang percaya bahwa kupu-kupu memiliki umur yang sangat singkat. Sebenarnya, kupu-kupu dewasa mampu hidup selama seminggu maupun hampir setahun tergantung pada spesiesnya. Kebanyakan spesies melalui tingkat larva yang agak lama, dan ada yang mampu menjadi dorman ketika dalam tingkat pupa atau telur agar dapat mengarungi musim dingin. Kupu-kupu bisa bertelur sekali atau banyak kali setiap tahun. Jumlah keturunan setahun berbeda pada pengaruh iklim, yang mana kupu-kupu yang tinggal di daerah tropis mampu bertelur lebih sekali dalam setahun. Telur Telur kupu-kupu dilindungi oleh kulit berabung keras yang disebut khorion ditutupi dengan lapisan anti lilin yang melindungi telur dari terjemur sebelum larva sempatberkembang sepenuhnya. Setiap telur memiliki pori-pori berbentuk corong yang halus di satu ujungnya, yaitu mikropilyang bertujuan memungkinkan masuknya sperma untuk bergabung dengan sel telur. Lain spesies lain ukuran telurnya, namun semua telur kupu-kupu berbentuk bola maupun ovat. Telur kupu-kupu dilekatkan pada daun dengan bahan perekat khusus yang cepat mengeras. Bila mengeras, bahan itu berkontraksi dan membengkokkan bentuk telur. Perekat ini mudah dilihat membentuk bahan meniskus yang mengelilingi tapak setiap telur. Perekat ini jugalah yang diproduksi oleh pupa untuk mengikat seta-seta kremaster. Perekat ini sungguh keras sampai lapik sutra yang melekatkan seta-seta tidak bisa dipisahkan.
  13. 13. Telur kupu-kupu selalu diletakkan pada tumbuhan. Setiap spesies kupu-kupu memiliki rentang tumbuhan perumah yang sendiri, baik yang hanya satu spesies maupun berbagai spesies. Tingkat telur dilalui selama beberapa minggu untuk kebanyakan kupukupu, tetapi telur yang keluar tidak lama sebelum musim dingin, terutama di daerah beriklim sedang, harus melalui tingkat diapaus (istirahat) dan hanya menetas di musim semi. Ada spesies kupu-kupu yang lain yang bisa bertelur pada musim semi agar telur dapat menetas pada musim panas. Ulat Larva kupu-kupu, yaitu ulat, memakan daun tumbuhan dan menghabiskan seluruh waktunya sebagai beluncas untuk mencari makanan. Kebanyakan beluncas adalah maun, tetapi ada beberapa spesies seperti Spalgis epius dan Liphyra brassolis yang memakan serangga. Beberapa larva, terutama yang tergolong dalam Lycaenidae, menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan semut. Beluncas berhubungan dengan semut dengan menggunakan getaran yang dipancarkan melalui substrat di samping merembeskan sinyal kimia.Semut sedikit banyak melindungi larva ini; sebagai balasan, larva menolong semut mengumpulkan rembesan madu. Beluncas membesar melalui serantaian tingkat yang disebut instar. Menjelang akhir setiap instar, larva menjalani proses yang disebut apolisis, yang mana kulit ari, yaitu lapisan luar keras yang terbuat dari campuran kitin dan protein-protein khusus, dikeluarkan dari epidermis yang lembut di bawahnya, maka epidermis membentuk kulit ari yang baru di bawah. Di akhir setiap instar, larva itu bersalin kulit lamanya, maka kulit baru berkembang lalu mengeras dan menghasilkan pigmen dengan cepat.[6]Proses menyalin kulit ini bisa memakan waktu berhari-hari. Corak kepak kupu-kupu mulai berkembang pada tubuh beluncas menjelang instar yang terakhir. Ulat kupu-kupu memiliki tiga pasang kaki tetap pada segmen toraks dan tidak lebih enam pasang prokaki yang tumbuh pada segmen abdomen. Pada prokaki ini ada gegelang kait halus yaitu krusye yang membantu beluncas menggenggam substrat. Ulat tumbuh melalui serangkaian moults ; setiap tahap peralihan disebut instar . The rontok terakhir membawa mereka ke dalam pupa tidak aktif atau tahap kepompong. Seperti semua serangga, ulat bernapas melalui serangkaian bukaan kecil di sepanjang sisi dada dan perut yang disebut spirakel . Cabang ini ke dalam rongga tubuh ke jaringan tracheae. Sebuah ulat beberapa keluarga Pyralidae adalah air dan memiliki insang yang membiarkan mereka bernapas di bawah air. Beberapa ulat memuntahkan cairan pencernaan asam pada musuh menyerang. Banyak papilionid larva menghasilkan bau tidak sedap dari kelenjar extrudable disebut osmeteria . Beberapa ulat mendapatkan perlindungan dengan mengaitkan diri dengan semut . Para Lycaenid kupu-kupu sangat terkenal untuk ini. Mereka berkomunikasi dengan semut
  14. 14. pelindung mereka dengan getaran serta sarana kimia dan biasanya memberikan imbalan makanan. Pupa (Kepompong) Ulat kemudian akan membentuk sebuah cangkang kecil yang biasa kita sebut dengan kepompong. Kepompong dapat dibuat oleh ulat dari dua buah daun yang dibungkus benang sutra atau kepompong yang sepenuhnya dibuat dari benang sutra. Di dalam pupa atau kepompong ini, ulat lalu akan memulai proses yang menakjubkan untuk berubah menjadi kupu-kupu dewasa. Tahap ini rata-rata akan berlangsung selama dua belas hari. Pada tahap ini, ulat mulai melepaskan enzim yang akan mencerna hampir semua bagian tubuhnya sendiri. Sehingga, yang tersisa di dalam kepompong hanya berupa semacam cairan yang sangat kaya akan nutrisi yang berguna untuk perkembangan menjadi kupu-kupu. Pada tahap kehidupan ini, ada beberapa fakta menarik yang berhasil diketahui melalui penelitian yang dilakukan di Georgetown University.Penelitian tersebut menemukan bahwa kupu-kupu masih memiliki setidaknya beberapa dari ingatan yang mereka miliki ketika mereka masih berwujud ulat. Entah bagaimana, neuron yang menyimpan memori ulat dapat berhasil selamat dari proses pencernaan enzim yang mencerna hampir seluruh tubuh ulat. Selain itu, bagaimana neuron ini selanjutnya dimasukkan ke dalam otak kupu-kupu yang berukuran lebih besar dan lebih kompleks dibanding otak ulat masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Selain neuron, ada juga bagian tubuh ulat lainnya yang berhasil selamat dari proses "penghancuran diri" yang dilakukan oleh ulat, yaitu beberapa sel embrio khusus yang dimilikinya. Sel embrio ini sudah ada sejak awal kehidupan ulat, tetapi mereka akan berhenti tumbuh pada titik tertentu dalam perkembangan ulat dan hanya mulai tubuh lagi bila telah waktunya bagi ulat untuk berubah menjadi kupu-kupu. Setelah waktu tersebut tiba, sel embrio akan menggunakan nutrisi yang berasal dari bagian tubuh ulat yang dicerna dan kemudian membentuk bagian-bagian dari tubuh kupu-kupu. Sel embrio ini juga terdiri dari beberapa jenis yang berbeda, dan sel embrio yang berbeda akan membentuk jaringan tubuh yang berbeda pula. Sebagai contoh, ada sel embrio yang akan membentuk kaki, antena, sayap, organ kupu-kupu dan lain-lain. Proses metamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu ini membutuhkan jumlah energi yang sangat besar. Hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa berat kupu-kupu dewasa ketika pertama kali muncul hanya sekitar setengah dari berat waktu sekitar 3 hari setelah kepompong terbentuk. Kupu-Kupu
  15. 15. Setelah proses metamorfosis selesai, kupu-kupu akan menggunakan cairan khusus yang diformulasikan untuk melunakkan kepompong. Kepompong yang melunak akan terlihat transparan, ketika kepompong telah melunak, mereka menggunakan cakar tajam mereka untuk merobek kepompong dan keluar dari sana. Setelah mereka keluar, mereka akan memulai proses pengembangan, pengerasan dan pengeringan sayap mereka dan menyesuaikan diri dengan tubuh baru mereka. Proses ini dapat berlangsung beberapa jam dan saat ini adalah saat ketika kupu-kupu sangat rentan karena mereka tidak dapat terbang dan sama sekali tidak memiliki bentuk pertahanan apa pun. D. Pembagian Famili dari Ordo Lepidoptera Kupu-kupu aktif siang hari, sedangkan ngengat aktif malam hari. Bentuk alat mulut tipe mengisap, alat mulut berubah sedemikian rupa sehingga mulutnya menyerupai belalai yang disebut probosis. Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua subordo, yaitu subordo Yugatae dan subordo Frenatae. 1. Sub ordo Yugatae Kedua sayap depan dan belakang dihubungkan dengan yugum. Yugum berbentuk seperti kait (tajuk) pada bagian dasar dari sayap depan dan menjorok ke bagian bawah sayap belakang. Dengan adanya yugum sayap depan dan belakang berlekatan satu sama lain sehingga pada waktu terbang bergerak bersama-sama. Termasuk ke dalam sub ordo Yugatae adalah ngengat primitif, misalnya dari Familia Micropterygidae,contoh:Micropterygidae imagonya bertipe mengigit dan hal ini merupakan penyimpangan dari tipe alat mulut Lepidoptera pada umumnya. Jenis-jenis dari Yugatae tidak banyak menjadi hama. Di Indonesia ada satu Familia yang merupakan hama yaitu Familia Hepiadidae, dimana ulatnya itu sebagai penggerek akar dan bulu-bulu akar. Di Jawa ada satu genus Phassus yang terdapat pada pohon kina, teh, coklat, dan singkong. 2. Sub ordo Frenatae Anggota-anggota sub ordo Frenatae memiliki organ yang disebut frenulum. Frenulum adalah sekelompok rambut kasar yang menjulur ke depan pada pangkal sayap belakang di bagian depannya. Berikut adalah macam familia pada ordo Lepidoptera: a. Familia Cossidae
  16. 16. Ulat dari Familia ini merupakan penggerek batang dan cabang pada bermacam-macam tanaman. Contoh, Cossus subfuscus, penggerek pada kulit sekunder dari pohon petai dan Phragmatoccia parvipunata, penggerek pada tebu. Contoh :Acossus centerensis, Prionoxystus robiniae b. Familia Plutellidae Ulat berwarna hijau, makan bagian bawah daun dari tanaman kubis dan bekas serangannya pada daun kubis kelihatan seperti jendela putih yang tak teratur. Contoh: Plutella xylostella c. Familia Pyralidae Schoenobius bifunctife penggerek kuning batang padi biasanya dikenal dengan nama hama Sundep/Beluk. Scirpophaga innotata, penggerek putih batang padi. d. Familia Zygaenidae Ukuran ulatnya kecil, kerap kali warnanya mencolok. Pada badan terdapat bintik-bintik , menyukai daun yang pertumbuhannya telah selesai dan kaku. Biasa hidup pada pohon-pohon tinggi yang termasuk monokotil (kelapa dan bamboo).Contoh, Artona cartoxanth e. Familia Psychidae Ulat membuat kntung untuk berlindung.Seluruh tubuh ulat terbungkus atau terlindung dalam kantung. Untuk aktivitas hidupnya hanya mengeluarkan kepala dari bagian depan dan toraks yang dikeluarkan. Contoh Mahasena corbett f. Familia Geometridae Kupu-kupu anggota Familia Geometridae terkenal dengan ulatnya yang disebut ulat kian (ulat jengkal). Ulat ini memiliki ciri khas yaitu proleg dan bagian tengah tidak ada.Contoh Alsophila pometaria. g. Familia Bombycidae Kupu-kupu anggota Bombycidae, mempunyai rumah kepompong berwarna putih yang merupakan bahan mentah dari sutera.Ulat memiliki ciri pada ujung abdomennya ada semacam ‘tanduk’. Contoh: Bombyx mori. h. Familia Saturniidae
  17. 17. Merupakan kupu-kupu berukuran besar. Ulat sutra di India termasuk familia ini.Ada jenis ulat yang bisa mengunduli pohon. Kepompongnya punya rumah kepompong.Contoh: Attacua atlas (Kupu-kupu Si Ramarama/ Kupu-kupu Gajah). Pada waktu senja hari suka masuk rumah karena tertarik cahaya lampu.Ulatnya besar sampai 15 cm panjangnya. Contoh lain: Cricula trifenestrata (Kupu-kupu Kenari). i. Familia Sphingidae Ulatnya mudah dikenal karena pada ujung abdomen terdapat embelan berupa tanduk.Ada beberapa jenis yang membentuk kepompong secara khas dimana kepala punya belalai. Bentuk dewasa mempunyai ciri khas bagian depan lancip (sempit) dan panjang, badan streamline. Bentuk seperti pesawat jet dengan sayap berbentuk segitiga.Kupu-kupu Sphingidae dapat terbang dengan cepat. j. Familia Nymphalidae Kaki depan sangat terreduksi, tanpa cakar. Sebagian dimasukkan Familia Danaidae. Nama umum dari familia ini merujuk pada fakta bahwa tungkai-tungkai depan sangat menyusut dan tidak ada cakar dan hanya tungkai-tungkai tengah dan belakang yang dipakai untuk berjalan. Familia Nymphalidae terdiri atas sembilan subfamilia. Salah satu contoh anggota familia Nymphalidae adalah Melanitis leda k. Familia Pieridae Merupakan kupu-kupu putih dan kuning dan kupu-kupu ini biasanya menarik perhatikan karena terbang dalam kelompok dan berjumlah banyak. Contoh, Catopsilia Pomona l. Familia Hesperidae Ulat dan kupu-kupu mempunyai bentuk khas. Ulat berbentuk langsung, Bentuk dewasa berupa kupu-kupu berbadan pendek, kepala lebar, antena bentuk khas dimana ujungnya menebal, membengkok dan meruncing. Kupukupu berwarna sawo matang dan kuning mas dan pada sayap terdapat jendela. Aktif sore hari, terbang zig-zag sehingga disebut skippers. Penyebaran di daerah tropis. Contoh: Pelopidas thrax. Ulat hidup dalam gulungan daun pisang m.Familia Papilionidae Kupu-kupu Familia Papilionidae terkenal dengan ukurannya yang besar, indah warnanya dan adanya polimorfi (bentuk morfologi yang bermacam-macam). Ulat pendek gemuk dan menempel pada daun. Contoh Papilio memnon, Papilio cresphontes.
  18. 18. n. Familia Danaidae Ulat dan anggota Danaidae punya tonjolan berupa tentakel tetapi tak berambut. Kepompong berwarna hijau, mengkilap keemas-emasan. Tidak memiliki kokon. Kupu-kupu dewasa mempunyai kelenjar bau. Kaki depan sangat kecil tanpa cakar dan tidak digunakan untuk berjalan. Contoh Danaus plexippus E. Peranan Lepidoptera dalam Kehidupan Kupu-kupu dan ngengat dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman, yang membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Sehingga bagi petani, dan orang pada umumnya, kupu-kupu ini sangat bermanfaat untuk membantu jalannya penyerbukan tanaman. Pada pihak yang lain, berjenis-jenis ulat diketahui sebagai hama yang rakus. Bukan hanya tanaman semusim yang dimangsanya, namun juga pohonbuah-buahan dan pohon pada umumnya dapat habis digunduli daunnya oleh hama ulat dalam waktu yang relatif singkat. Banyak jenis hama ulat, terutama dari jenis-jenis ngengat yang menjadi hama pertanian yang serius. Nilai Penting Kupu-Kupu dalam berbagai bidang kehidupan yaitu : 1. Nilai Ekonomi. Ada beberapa jenis kupu-kupu yang mempunyai nilai ekonomi penting karena mempunyai harga jual di pasaran cukup tinggi. Bukan hanya imagonya yang dapat dijual dalam bentuk cendera mata, tetapi justru kepompong mempunyai nilai ekspor yang cukup tinggi. Saat ini kepompong beberapa jenis kupu-kupu tertentu telah di ekpor ke pasaran internasional, terutama ke Inggris 2. Nilai Ekologi. Nilai ekologi kupu-kupu juga sangat penting, terutama karena kupu-kupu, dalam hal ini imago banyak melakukan pollinasi terhadap tumbuhan tertentu. 3. Nilai Estetika. Kupu-kupu mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi karena warna dari sayapnya yang menawan dan sangat artistik. Warna-warna ini kadang-kadang merupakan kamuplase sebagai startegi untuk menghindari atau menakuti predator 4. Nilai Pendidikan Kupu-kupu mempunyai nilai pendidikan yang tinggi, dimana para pelajar dan mahasiswa dapat melakukan penelitian terhadap berbagai aspek kupu-kupu tersebut.
  19. 19. 5. Nilai Endemisme Beberapa jenis kupu-kupu mempunyai nilai endemisme, baik berupa endemisme regional, pulau maupun endemisme lokal. Jenis endemisme lokal sangat rentan terhadap kepunahan, sehingga memerlukan perhatian yang besar 6. Nilai Konservasi Beberapa jenis kupu-kupu mempunyai nilai konservasi yang tinggi karena statusnya yang terancam punah. Hal ini juga berlaku bagi jenis kupu-kupu endemik, terutama yang statusnya endemik lokal. 7. Nilai Budaya Masyarakat sekitar Bantimurung telah lama memanfaatkan sumberdaya kupukupu, baik untuk dijual atau sekedar dijadikan hiasan. Bahkan akhir-akhir ini, masyarakat telah mempu membuat soufinir dari sayap kupu-kupu yang disusun dalam bentuk dekoratif dan bernilai senih yang indah
  20. 20. DENDOGRAM No Sifat yang Diamati Variasi Sifat (dalam spesies yang sama) Ukuran tubuh kecil Ukuran tubuh sangat besar Mulut tipe pengisap 1 1 0 0 0 2 0 1 0 1 3 1 0 0 0 4 1 0 0 1 5 0 1 0 1 6 0 1 0 0 7 1 0 0 1 8 1 0 0 0 9 1 0 0 1 5 6 7 Antenna seperti tali Sayap depan lebih panjang Kaki depan sangat kecil 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 8 9 10 Kaki depan normal Kupu-kupu yang terbang siang Kupu-kupu yang terbang malam 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 11 12 13 Bonggol antenna membengkok Ujung antenna berbonggol Sayap belakang ada perpanjangan ekor 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 14 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 17 18 Antenna berbulu Berwarna putih, kuning/oranye dengan bercak hitam Berwarna kuning, coklat dengan dihiasi renda-renda pada sayap depan dan belakang Sayap bersisik Terdapat bintik-bintik atau pita yang berwarna cerah 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 19 20 21 Badan gemuk Sayap agak sempit Sayap agak lebar 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 22 23 24 Berwarna kusam/suram Sayap hitam/gelap Tubuh ramping 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 25 26 27 Tubuh kekar Sayap belakang lebar membulat Terdapat garis-garis bergelombang yang halus 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 28 29 30 Vena anal 3 sayap belakang Vena sayap depan menebal Antenna membesar pada pucuk 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 31 32 33 Proboscis absen/vestigial Sayap berbintik coklat Ada sayap 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 34 35 36 37 Mempunyai duri pada pangkal sayap belakang Terdapat frenulum Vena humeral memanjang ke depan/membengkok Antenna tidak berbonggol/lurus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah Karakter 17 16 17 20 19 13 15 14 15 1 2 3 4 Ukuran tubuh agak besar 16 Hasil Pengamatan Spesies 1
  21. 21. Spesies / Individu 1 vs 2 1 vs 3 1 vs 4 1 vs 5 1 vs 6 1 vs 7 1 vs 8 1 vs 9 Karakter yang sama 9 15 16 13 9 11 14 12 Jumlah karakter 33 34 37 36 30 32 31 32 Indeks kesamaan 54,5 88,2 86,5 72,2 60 68,7 90,3 75 Spesies / Individu 2 vs 3 2 vs 4 2 vs 5 2 vs 6 2 vs 7 2 vs 8 2 vs 9 Karakter yang sama 11 13 14 11 11 9 10 Jumlah karakter 33 36 35 29 31 30 31 Indeks kesamaan 66,7 72,2 80 75,8 70 60 64,5 Spesies / Individu 3 vs 4 3 vs 5 3 vs 6 3 vs 7 3 vs 8 3 vs 9 Karakter yang sama 17 13 9 11 14 11 Jumlah karakter 37 36 30 32 31 32 Indeks kesamaan 91,9 72,2 60 68 90,3 68,7 Spesies / Individu 4 vs 5 4 vs 6 4 vs 7 4 vs 8 4 vs 9 Karakter yang sama 15 9 14 14 14 Jumlah karakter 39 33 35 34 35 Indeks kesamaan 77 54,5 80 82,3 80 Spesies / Individu 5 vs 6 5 vs 7 5 vs 8 5 vs 9 Karakter yang sama 12 11 12 11 Jumlah karakter 32 34 33 34 Indeks kesamaan 75 64 72,7 64,7
  22. 22. Spesies / Individu 6 vs 7 6 vs 8 6 vs 9 Karakter yang sama 6 9 8 Jumlah karakter 28 27 28 Indeks kesamaan 42 66,7 57 Spesies / Individu 7 vs 8 7 vs 9 Karakter yang sama 10 14 Jumlah karakter 29 30 Indeks kesamaan 68 93 Spesies / Individu 8 vs 9 Karakter yang sama 11 Jumlah karakter 29 Indeks kesamaan 75,8
  23. 23. Urutan Indeks Terbesar Berdasarkan Data Indeks Kesamaannya 1 * 2 54,5 * 3 88,2 66,7 * 4 86,5 72,2 91,9 * 5 72,2 80 72,2 77 * 6 60 75,8 60 54,5 75 * 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1. Kelompok berdasarkan nilai indeks terbesar 7,9 * 1 71 * 2 67 54,5 * 3 68,5 88,2 66,7 * 4 80 86,5 72,2 91,9 * 7,9 1 2 3 4 5 6 8 2. Kelompok berdasarkan Indeks terbesar yang baru 7,9 * 3,4 74 * 1 71 87 * 2 67 69,45 54,5 * 7,9 3,4 1 2 5 6 8 3. Kelompok berdasarkan Indeks terbesar yang baru 7,9 3,4 1,8 2 5 6 7,9 * 3,4 74 * 1,8 71,7 86,82 * 2 67 69,45 57,25 * 7 68 70 68 80 64 42 * 8 90,3 60 90,3 82,3 72,7 66,7 68 * 5 64,35 72,2 80 72,2 77 * 5 64 82 72,2 80 * 6 49,5 60 75,8 60 54 75 * 6 49,5 57,25 60 75,8 75 * 5 64 82 72,45 80 * 9 75 64,5 68,7 80 64,7 57 93 75,8 * 8 72 90,3 60 90,3 82,3 72,7 66,7 * 8 72 86,3 90,3 60 72,7 66,7 * 6 49,5 57,25 63,35 75,8 75 *
  24. 24. 4. Kelompok berdasarkan Indeks terbesar yang baru 7,9 * 7,9 3,4,1,8 2 5 6 3,4,1,8 72,93 * 2 67 63,42 * 5 64,35 73,52 80 * 6 49,5 60,3 75,8 75 * 5. Kelompok berdasarkan Indeks terbesar yang baru 7,9 * 7,9 3,4,1,8 2,5 6 3,4,1,8 72,93 * 2,5 65,8 68,4 * 6 49,5 60,3 75,4 * 6. Kelompok berdasarkan Indeks terbesar yang baru 7,9 3,4,1,8 2,5,6 7,9 * 3,4,1,8 72,93 * 2,5,6 60,36 65,72 * 7. Kelompok berdasarkan Indeks terbesar yang baru 3,4,1,8,7,9 2,5,6 3,4,1,8,7,9 * 2,5,6 63,92 * Urutan indeks kesamaan dari yang terbesar hingga yang terkecil : 3,4 : 91,9 % 1,8 : 90,3 % 3,4,1,8 : 86,82% 2,5 : 80 % 2,5,6 : 75,4 % 3,4,1,8,7,9 : 72,93 % 3,4,1,8,7,9,2,5,6 : 63,92 %
  25. 25. DENDOGRAM 3 4 1 8 2 100 91,9 −−− 90,3 −−−−−−−−−−− 86,82 − − − − − 80 75,4 −−−−−−−−−−−−−−−−−− − −−−−−−−−−−−−−−−−−−−− −−− −−− 72,93 −−−−−−−−−−− 63,92 −−−−−−−−−−−−−−−−−− 5 6 7 9
  26. 26. BAB V SIMPULAN 1. 2. Kupu-kupu umumnya aktif di waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya. Kupukupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Kupu-kupu merupakan serangga yang masuk dalam ordo Lepidoptera. Kebanyakan kupu-kupu mempunyai struktur tubuh atau anatomi yang sama. Tubuh kupu-kupu dewasa terdiri dari 3 bagian , kepala (head), dada (thorax) dan perut (abdomen). 3. Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola). Metamorfosisnya melalui stadia : telur - larva - kepompong - imago (dewasa). 4. Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua subordo, yaitu subordo Yugatae dan subordo Frenatae. 5. Jenis-jenis ulat diketahui sebagai hama yang rakus. Bukan hanya tanaman semusim yang dimangsanya, namun juga pohonbuah-buahan dan pohon pada umumnya dapat habis digunduli daunnya oleh hama ulat dalam waktu yang relatif singkat. Banyak jenis hama ulat, terutama dari jenis-jenis ngengat yang menjadi hama pertanian yang serius. 6. Kupu-kupu mempunyai nilai yang sangat penting, dan dapat dikelompokkan kedalam nilai ekonomi, ekologi, endemisme, konservasi, estetika, pendidikan dan nilai budaya.
  27. 27. DAFTAR PUSTAKA Brower LP, Calvert WH.2005.Foraging dynamics of bird predators on overwintering monarch butterflies in Mexico. Evolution 39: 852-868. Herrera CM.2000.Components of pollinator quality comparative analysis of a diverse insect assemblage. Oikos 50: 79-90. Mastrigt HV, Rosariyanto E. 2005. Buku Panduan Lapangan ; Kupu-kupu Untuk Wilayah Memberamo Sampai Pegunungan Cyclops. Jakarta: Conservation InternationalIndonesia Program. 146 hlm. Suhara.2009. Ordo Lepidoptera: Ngengat dan Kupu-kupu (Famili Zygaenidae, Famili Triplehorn CA.Bandung:IPB. Vane-Wright RI, de Jong R. 2003. The butterflies of Sulawesi: annotated checklist for a critical island funa. Zoo V

×