Hutan hujan tropis

4,690 views
4,296 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,690
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
19
Actions
Shares
0
Downloads
177
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hutan hujan tropis

  1. 1. ` 3
  2. 2. ` 2
  3. 3. ` 1
  4. 4. Hutan Hujan Tropis Kelompok 4 Dheta Lusianingrum (A420090031) Firlita Nurul Kharisma (A420120008) Heni Puji Lestari (A420120027) Nela Annofi Kusuma (A420120035)
  5. 5. Hutan Hujan Tropis  Adalah ekosistem berupa hutan yang selalu basah atau lembab  Pohon-pohonnya tinggi, rapat, dan berdaun lebat  Memiliki kanopi  Dasar hutan ditumbuhi rumput dan lumut sebagai penutup lahan  Udara di sekitarnya sangat lembap  Terjadi di daerah curah hujan tinggi  Memiliki keanekaragaman biota yang tinggi  Memiliki hubungan simbiotik antar spesies
  6. 6. Zona Hutan Hujan Tropis 1. Zona 1 dinamakan hutan hujan bawah karena terletak pada daerah dengan ketinggian tempat 0 -1.000 m dari permukaan laut. 2. Zona 2 dinamakan hutan hujan tengah karena terletak pada daerah dengan ketinggian tempat 1.000 - 3.300 m dari permukaan laut. 3. Zona 3 dinamakan hutan hujan atas karena terletak pada daerah dengan ketinggian tempat 3.300 - 4.100 m dari permukaan laut.
  7. 7. Lapisan Hutan Hujan Tropis 1. Canopy : Lapisan teratas, terdiri dari pohon-pohon yang tinggi totalnya 30 m keatas, 2. Under story: Terdiri dari pohon-pohon yang tingginya 20-30 m, 3. Shrub layer : Terdiri dari pohon-pohon yang tingginya 4-20 m. Pohon-pohon pada bagian ini rendah, kecil. 4. Herb layer: Lapisan perdu dan semak. Tingginya 1-4 m. 5. Forest floor : Lapisan tumbuhtumbuhan penutup tanah, tingginya 0-1 m.
  8. 8. Hutan Muson Basah  Hutan muson basah merupakan hutan yang umumnya dijumpai di Jawa Tengah dan Jawa Timur,  Periode musim kemarau 4-6 bulan.  Curah hujan yang dialami dalam satu tahun 1.250 mm-2.000 mm.  Jenis-jenis pohon yang tumbuh di hutan ini antara lain jati, mahoni, sonokeling, pilang dan kelampis.
  9. 9. Hutan Muson Kering  Hutan muson kering terdapat di ujung timur Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa.  Memiliki musim kemarau berkisar antara 6-8 bulan.  Curah hujan dalam setahun kurang dari 1.250 mm.  Jenis pohon yang tumbuh pada hutan ini yaitu Jati dan Eukaliptus.
  10. 10. Hutan Sabana  Berupa padang rumput luas  Terdapat pada daerah yang musim kemaraunya panjang atau curah hujannya sedikit.  Hutan sabana ini cocok untuk peternakan.  Sebaran hutan sabana di indonesia terdapat di Nusa Tenggara dan Madura.
  11. 11. Hutan Gambut  Daerah yang digenangi air tawar  Terdapat penumpukan bahanbahan tanaman yang telah mati  Umumnya di jumpai di dekat pantai
  12. 12. Hutan Rawa  Hutan yang tumbuh pada daerah-daerah yang selalu tergenang air tawar, tidak dipengaruhi iklim.  Pada umumnya terletak dibelakang hutan payau (bakau)  Tegakan hutan selalu hijau dengan pohon-pohon yang tinggi bisa mencapai 40 m
  13. 13. Hutan Mangrove (bakau)  Hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daerah teluk dan di muara sungai  Tidak terpengaruh iklim  Dipengaruhi pasang surut  Tanah tergenang air laut  Hutan tidak mempunyai struktur tajuk
  14. 14. Fungsi Hutan Hujan Tropis  Menyediakan rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan;  Membantu menstabilkan iklim dunia;  Melindungi dari banjir, kekeringan, dan erosi;  Adalah sumber dari obat-obatan dan makanan;  Menyokong kehidupan manusia suku pedalaman; dan  Adalah tempat menarik untuk dikunjungi  Sumber plasma nuftah  Membantu menjaga peredaran air
  15. 15. Masalah Hutan Hujan Tropis  Faktor dari manusia:  Kayu untuk bangunan dan kayu untuk membuat api;  Agrikultur untuk pertanian kecil maupun besar;  Untuk tempat tinggal  Tanah berumput untuk memberi makan ternak;  Pembangunan jalan  Berkurangnya keanekaragaman makhluk hidup karena habitatnya telah rusak
  16. 16. Faktor dari alam :  Banjir Banjir adalah peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat. Penebangan hutan secara terus menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga mengakibatkan terjadinya banjir karena tidak ada akar tumbuhan yang menahan aliran air hujan yang jatuh ke tanah.  Tanah Longsor Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor diakibatkan oleh penebangan hutan yang tidak memperhatikan aturan sehingga daya resap air ke dalam tanah berkurang,sehingga menyebabkan tanah mudah lonsor.
  17. 17. Kebakaran Hutan Di Musim Kemarau Kebakaran hutan di musim kemarau mengakibatkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut. Letusan Gunung Berapi Letusan gunung merapi mengakibatkan kawasan disekitarnya rusak. Dan kesetimbangan lingkungan menjadi terganggu.
  18. 18. Pemecahan Masalah Salah satu cara untuk melestarikan hutan hujan tropis agar tetap lestari, diantaranya:  Melakukan reboisasi  Melakukan program tebang pilih pohon  Mengurangi penggunaan kertas, tisu  Menjaga ekosistem hutan agar tetap seimbang
  19. 19. Pertananian Monokultur Pertanian Monokultur adalah pertanian yang hanya menggunakan satu jenis vegetasi yang di tanam.
  20. 20. Dampak Pertananian Monokultur Dampak Positif :  Mempermudah petani dalam produksi karena tanaman lebih mudah perawatannya dibanding dengan tanaman produksi lainnya.  Kesejahteraan petani meningkat karena prosentase gagal panen tanaman sangat kecil  Terbukanya lapangan pekerjaan untuk masyarakat dari pertanian karena ada beberapa proses pertanian yang membutuhkan bantuan orang banyak, seperti pada saat pembibitan, pemupukan dan pembukaan pemanenan  Berjalannya pabrik-pabrik industri gula dan home industri yang semakin maju karena pasokan bahan tumbuhan cukup banyak.  Meningkatkan produktivitas pangan
  21. 21. Dampak Negatif :  Rusaknya ekosistem pada area lahan pertanian karena proses pasca panen melalui pembakaran sisa-sisa dan yang menyebabkan kematian hewan dan vegetasi yang menguntungkan maupun merugikan untuk pertanian.  Jenis tumbuhan yang kurang bersifat unggul karena menjadi kurang dibudidayakan sehingga hilang dari lingkungan dan pada akhirnya menjadi punah.  Pemanfaatan bibit unggul yang tahan hama dan penyakit hasil rekayasa genetika juga dapat menyebabkan erosi plasma nuftah bagi tanaman yang tidak tahan terhadap hama dan penyakit.
  22. 22.  Perluasan tanah pertanian yang mengakibatkan hilangnya habitat alami dan kehilangan berbagai jenis serangga akibat hilangnya tanaman liar sebagai sumber makanan.  Menyebabkan kehilangan keragaman jenis lokal.  Menurunkan keanekaragaman organisme sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem dan berpotensi menyebabkan terjadinya ledakan terhadap spesies tertentu misalnya hama
  23. 23. terima kasih...

×