Your SlideShare is downloading. ×
0
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Hormon tumbuhan fistum
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Hormon tumbuhan fistum

345

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
345
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KELOMPOK 4 1. Lina Yariani A420120003 2. Firlita Nurul K A420120008 3. Ine Yuliana S.K A420120026 4. Ida Nurjanah A420120033 HORMON PADA TUMBUHAN
  • 2. GIBERELIN (ASAM GIBERELAT) Giberelin (GA) merupakan hormon yang dapat ditemukan pada hampir semua seluruh siklus hidup tanaman. Hormon ini mempengaruhi perkecambahan biji, batang perpanjangan, induksi bunga, pengembangan anter, perkembangan biji dan pertumbuhan pericarp. Selain itu, hormon ini juga berperan dalam menanggapi rangsang melalui regulasi fisiologis berkaitan dengan mekanisme biosntesis GA.
  • 3. GIBERELIN PADA TUMBUHAN 1. Giberelin Aktif (GA Bioaktif) secara biologis (GA bioaktif) mengontrol beragam aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk perkecambahan biji, batang perpanjangan, perluasan daun, dan bunga dan pengembangan benih. 2. Giberelin Nonaktif
  • 4. FUNGSI GIBERELIN PADA TUMBUHAN 1. Mematahkan dormansi) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel. 2. Memacu proses perkecambahan biji. 3. Berperan pada pemanjangan sel. 4. Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya. 5. Merangsang pembentukan buah tanpa biji. 6. Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa.
  • 5. SITOKININ Sitokinin adalah senyawa dengan struktur menyerupai adenin yang mempromosikan pembelahan sel dan memiliki fungsi yang sama lain untuk kinetin.
  • 6. FUNGSI SITOKININ 1. Bersama auksin mengatur pembelahan sel, pembentukan sistem tajuk dan sistem akar; 2. Merangsang pembelahan sel dan pembesaran kotiledon; 3. Memengaruhi organogenesis (pembentukan organ); 4. Menghambat kerusakan klorofil pada daun gugur; 5. Merangsang pembentukan tunas batang.
  • 7. GAS ETILEN Pengertian Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen disebut juga ethane. Selain itu Etilen ( IUPAC nama: etena) adalah senyawa organik , sebuah hidrokarbon dengan rumus C2H4 atau H2C = CH2.
  • 8. FUNGSI GAS ETILEN 1. Mengakhiri masa dormansi 2. Merangsang pertumbuhan akar dan batang 3. Pembentukan akar adventif 4. Merangsang absisi buah dan daun 5. Merangsang induksi bunga Bromiliad 6. Induksi sel kelamin betina pada bunga 7. Merangsang pemekaran bunga 8. Bersama auksin gas etilen dapat memacu 9. perbungaan mangga dan nanas.
  • 9. ASAMABSISAT Asam absisat adalah molekul seskuiterpenoid (memiliki 15 atom karbon) yang merupakan salah satu hormon tumbuhan. Selain dihasilkan secara alami oleh oleh tumbuhan, hormon ini juga dihasilkan oleh alga hijau dan cendawan.
  • 10. FUNGSI ASAM ABSISAT 1. Secara fisiologis berfungsi dalam Pengaturan perkecambahan biji, Mendorong sintesis protein simpanan, Mengurangi efek kekurangan air, Peristiwa absisi, Dormansi tunas, Memacu transpor fotosintat yang sedang berkembang 2. Dormansi tunas 3. Menghambat perkecambahan biji 4. Mempengaruhi pembungaan tanaman 5. Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian 6. Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi 7. Untuk maturasi biji dan menjaga biji agar berkecambah di musim yang diinginkan 8. Untuk menghadapi lingkungan dengan suhu rendah dan kadar garam atau salinitas yang tinggi. 9. Menghambat pembelahan sel kambium pembuluh.
  • 11. ASAM TRAUMALIN (KAMBIUM LUKA)

×