Insomnia Power Point

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    1 Favorite

    Insomnia Power Point - Presentation Transcript

    1. INSOMNIA BY: KELOMPOK 7
    2. DEFINISI INSOMNIA
      • Insomnia berasal dari kata in artinya tidak dan somnus yang berarti tidur, jadi insomnia berarti tidak tidur atau gangguan tidur
      • insomnia ada tiga macam, yaitu pertama, Initial Insomnia artinya gangguan tidur saat memasuki tidur. Kedua, Middle Insomnia yaitu terbangun di tengah malam dan sulit untuk tidur lagi. Ketiga, Late Insomnia yaitu sering mengalami gangguan tidur saat bangun pagi (Hawari, 1990).
      • Insomnia adalah ketidakmampuan atau kesulitan untuk tidur. Kesulitan tidur ini bisa menyangkut kurun waktu (kuantitas) atau kelelapan (kualitas) tidur. Penderita insomnia sering mengeluh tidak bisa tidur, kurang lama tidur, tidur dengan mimpi yang menakutkan, dan merasa kesehatannya terganggu. Penderita insomnia tidak dapat tidur pulas walaupun diberi kesempatan tidur sebanyak-banyaknya.
      • The Diagnostic and Statistical of Mental Disorder IV (DSM-IV) mendefinisikan gangguan insomnia primer adalah keluhan tentang kesulitan mengawali tidur dan/atau menjaga keadaan tidur atau keadaan tidur yang tidak restoratif minimal satu bulan terakhir (Espie, 2002).
      • Menurut Hoeve (1992), insomnia merupakan keadaan tidak dapat tidur atau terganggunya pola tidur. Orang yang bersangkutan mungkin tidak dapat tidur, sukar untuk jatuh tidur, atau mudah terbangun dan kemudian tidak dapat tidur lagi. Hal ini terjadi bukan karena penderita terlalu sibuk sehingga tidak mempunyai kesempatan untuk tidur, tetapi akibat dari gangguan jiwa terutama gangguan depresi, kelelahan, dan gejala kecemasan yang memuncak.
    3. JENIS – JENIS INSOMNIA
      • susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini (Liu et al., 1999).
    4. Berdasarkan waktu terjadinya, insomnia dibagi menjadi:
      • Transient insomnia :  insomnia yang berlangsung kurang dari 3 minggu dan biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian tertentu yang berlangsung sementara dan biasanya menimbulkan stress dan dapat dikenali dengan mudah oleh pasien sendiri
      • Short-term insomnia : Berlangsung 1-6 bulan dan biasanya disebabkan oleh  kejadian-kejadian stress yang lebih persisten, seperti kematian salah satu anggota keluarga.
      • Cyclical insomnia ( recurrent insomnia ): Kondisi ini lebih jarang daripada transient insomnia. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara tidur dan bangun
      • Chronic insomnia ( persistent insomnia ) : Berlangsung lebih dari 6 bulan.   Dibagi menjadi 2, yaitu insomnia primer dan sekunder  
      • Dari segi etiologi, insomnia dibagi menjadi 2 macam yaitu:
      • Insomnia primer . Pada insomia primer, terjadi hyperarousal state dimana terjadi aktivitas ascending reticular activating system yang berlebihan . Pasien bisa tidur tapi tidak merasa tidur
      • Insomnia sekunder . Insomnia sekunder disebabkan karena gangguan irama sirkadian, kejiwaan, masalah neurologi atau masalah medis lainnya, atau reaksi obat. Insomnia ini sangat sering terjadi pada orang tua . Insomnia ini bisa terjadi karena psikoneurotik dan penyakit organik.
    5. Manifestasi insomnia
      • Kesulitan untuk tertidur pada waktu yang normal ( initial insomnia ) Didefinisikan sebagai kesulitan tertidur yang lebih dari 30 menit
      • Kesulitan untuk mempertahankan tidur / sering terbangun dari tidur lalu sulit tertidur kembali. 
      • Keadaan ini bisa muncul secara ireguler dalam 1 malam atau muncul pada waktu-waktu tertentu
    6. EPIDEMIOLOGI
      • Beberapa penelitian yang ditulis di situs www.indomedia.com . menyebutkan bahwa orang Indonesia tidur rata-rata pukul 22.00 dan bangun pukul 05.00 keesokan harinya
      • di Jepang disebutkan 29% responden tidur kurang dari 6 jam, 23% merasa kekurangan dalam jam tidur 6% menggunakan obat tidur, 21 % memiliki prevalensi insomnia dan 15 % memiliki kondisi mengantuk yang parah pada siang harinya. Setiap orang pada dasarnya pernah mengalami insomnia.
      • di Amerika menyebutkan bahwa pada tahun 1970, total penduduk yang mengalami insomnia 17% dari populasi, presentase penderita insomnia lebih tinggi dialami oleh orang yang lebih tua, dimana 1 dari 4 pada usia 60 tahun mengalami sulit tidur yang serius (Chopra, 1994).
      • Mc Ghie dan Russell meneliti 2500 orang di Skotlandia yang meliputi berbagai golongan, tingkat usia dan tingkat sosial. Mereka mendapatkan bahwa orang yang merasa tergolong bertemperamen nervous (gugup) juga merasa kurang tidur. Penelitian di berbagai negara menunjukkan hasil bahwa wanita lebih sering mengalami insomnia daripada pria (2 : 1). Di Skotlandia, 45% dari wanita yang berusia lebih dari 75 tahun mempunyai kebiasaan makan obat tidur secara teratur. Penelitian Mc Ghie dan Russell tersebut di atas terhadap 400 orang berusia 15 - 24 tahun, 5% diantaranya mengalami insomnia.
      • Pada penelitian di Jakarta tahun 1988 terhadap 2500 siswa SLTP Negeri, sekitar 31% mengaku sering susah tidurSurvey epidemilogi yang dilakukan oleh Melinger (Morin, 1992. Lacks, 1992) menunjukkan bahwa 35% dari populasi diindikasikan mengalami insomnia selama satu tahun terakhir dan 10% mengalami gangguan insomnia 6 bulan terakhir. Dari survey tersebut juga disimpulkan bahwa wanita, orang yang lebih dewasa, dan mereka yang memiliki sosial ekonomi yang rendah lebih banyak mengalami gangguan tidur.
    7. TANDA DAN GEJALA INSOMNIA
      • Sukar untuk tidur, berbaring dalam keadaan terjaga lebih dari satu jam atau lebih sebelum dapat terlelap
      • tidur yang tidak nyenyak dan sering terganggu, contohnya terjaga beberapa kali pada malam hari
      • terangun di awal pagi dan susah untuk tidur lagi
      • tidur yang buruk
      • aktifitas tidur yang terganggu karena mimpi yang itdak biasa dan mengganggu
    8. Gejala yang tampak di waktu siang hari
      • Mengantuk
      • Resah
      • mudah kaget
      • Sulit berkonsentrasi
      • Sulit mengingat
      • Gampang tersinggung
      • murung
      • mata merah
      • badan lesu
      • pernafasan dan denyut jantung tidak normal
    9. SEBAB-SEBAB INSOMNIA
      • Suara atau bunyi
      • Suhu udara
      • Tinggi suatu daerah
      • Penyakit jasmani tertentu
      • Penggunaan bahan-bahan yang mengandung stimulansia susunan saraf pusat
      • Penyakit psikiatrik
    10. PSIKOPATOLOGI INSOMNIA
      • Depresi Berat (Psikosa Depresi)
      • Episode Manik (Psikosa Manik)
      • Gangguan Skizofrenik (Skizofrenia):
      • Gangguan Cemas Menyeluruh (Neurosa Ansietas)
      • Gangguan Distimik (Neurosa Depresi)
      • . Gangguan Kepribadian Sikiotimik (Afektif)
      • Gangguan Stres Pasca-trauma
      • Gangguan Penyesuaian
      • Delirium
      • Sindroma Putus Zat
      • Intoksikasi Zat
      • Sindroma Postkontusio
      • Faktor psikik yang mempengaruhi kondisi fisik
      • Mendengkur.
      • Mimpi buruk
    11. DAMPAK INSOMNIA DALAM KEHIDUPAN
      • Efek fisiologis. Karena kebanyakan insomnia diakibatkan oleh stress, terdapat peningkatan noradrenalin serum, peningkatan ACTH dan kortisol, juga penurunan produksi melatonin.
      • Efek psikologis. Dapat berupa gangguan memori, gangguan berkonsentrasi , irritable, kehilangan motivasi, depresi, dan sebagainya .
      • Efek fisik/somatik. Dapat berupa kelelahan, nyeri otot, hipertensi, dan sebagainya.
      • Efek sosial. Dapat berupa kualitas hidup yang terganggu, seperti susah mendapat promosi pada lingkungan kerjanya, kurang bisa menikmati hubungan sosial dan keluarga.
      • Kematian. Orang yang tidur kurang dari 5 jam semalam memiliki angka harapan hidup lebih sedikit dari orang yang tidur 7-8 jam semalam. Hal ini mungkin disebabkan karena penyakit yang menginduksi insomnia yang memperpendek angka harapan hidup atau karena high arousal state yang terdapat pada insomnia mempertinggi angka mortalitas atau mengurangi kemungkinan sembuh dari penyakit. Selain itu, orang yang menderita insomnia memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk mengalami kecelakaan lalu lintas jika dibandingkan dengan orang normal.
    12. FAKTOR RESIKO INSOMNIA
      • Emosi
      • Kebiasaan.
      • Usia di atas 50 tahun
      • Jenis kelamin
      • Episode insomnia sebelumnya.
      • Penyakit kronis yang menyebabkan nyeri
    13. DIAGNOSIS MEDIS
      • Gejala insomnia dapat diakibatkan berbagai penyakit medis, psikiatri atau neurologi. Riwayat tidur yang cermat biasanya cukup untuk mendiagnosis sebagian besar penyebab. Kadang-kadang pasien dirujuk ke laboratorium tidur bukan hanya untuk memperoleh diagnosis tetapi juga untuk intervensi seperti mesin continuous positive airway pressure (C-PAP).
      • Apakah insomnia yang dialami bersifat di awal, di tengah atau di akhir (maksudnya apakah pasien mempunyai masalah pada saat akan tidur, tidak bisa tetap tidur atau terbangun lebih awal daripada yang dia inginkan?)
      • Waktu tertentu untuk tidur dan bangun, apakah ada perubahan baru dalam jadwal ini, dan perbedaan antara hari kerja dan akhir pekan.
      • Mutu subjektif dan jumlah waktu tidur pribadi yang ideal. Seberapa sering terjadi gangguan tidur?
      • Mengantuk di siang hari dan tertidur waktu siang, dan juga waktu tidur siang tersebut.
      • Penggunaan narkoba dan alkohol. Penting untuk mempertimbangkan gejala putus alkohol dan obat penenang sebagai penyebab insomnia. Tanyakan tentang penggunaan kafein. Jangan lupa untuk memasukkan kebiasaan mengkonsumsi minuman kola.
      • Kebersihan tidur: kebiasaan makan, kenyamanan kamar tidur atau lingkungan tidur, suhu, kebisingan, dan stres
      • Masalah medis (termasuk masalah rasa sakit dan jiwa) dan bagaimana masalah ini dulu diobati.
      • Pemeriksaan fisik lengkap. Ini dapat menjadi tuntunan bermanfaat kepada pemeriksaan laboratorium yang dapat menghasilkan informasi berharga mengenai keadaan endokrin, kardiovaskular, neurologi dan pernapasan yang menyebabkan insomnia. Namun, pembahasan lengkap mengenai penyebab ini di luar dari makalah ini.
      • perhatikan lingkaran gelap dan pembengkakan yang terdapat disekitar mata pasien
      • pasien merasa kurang aktif dan memiliki seidkit hubungan sosial
      • pasien merasa seperti kehilangan fokus perhatian yang membuatnya tidak dapat merespon rangsangan dari luar
      • pasien sangat sensitif terhadap rangsangan internal seperti sakit perut (gastritis) atau kejang-kejang
      • pasien merasa takut menghadapi malam hari karena susah tidur
      • pengkonsumsian obat-obat tidur dalam beberapa bulan terakhir
    14. TERAPI PADA INSOMNIA
      • Terapi Nonfarmakologi
          • Perilaku
          • Psikologis
          • Terapi Gizi untuk insomnia
          • Terapi Relaksasi untuk Mengurangi Gangguan Insomnia
          • Terapi Dzikir
      • Farmakoterapi
    15. Pengkajian
      • Identitas klien
      • Keluhan utama/ alasan masuk
      • Faktor predisposisi
      • Aspek fisik/ biologis
      • Aspek psikososial
      • Status mental
      • Kebutuhan persiapan pulang
      • Mekanisme koping
      • Masalah psikososial dan lingkungan
      • Pengetahuan
      • Aspek medik
      • Riwayat tidur
    16. thank's 4 u'r attention

    + fikunpadfikunpad, 2 years ago

    custom

    2642 views, 1 favs, 9 embeds more stats

    More info about this presentation

    © All Rights Reserved

    • Total Views 2642
      • 1643 on SlideShare
      • 999 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 1
    • Downloads 72
    Most viewed embeds
    • 930 views on http://jiwajiwi.blogspot.com
    • 44 views on http://www.jiwajiwi.blogspot.com
    • 11 views on http://72.14.235.132
    • 8 views on http://74.125.153.132
    • 2 views on http://209.85.175.104

    more

    All embeds
    • 930 views on http://jiwajiwi.blogspot.com
    • 44 views on http://www.jiwajiwi.blogspot.com
    • 11 views on http://72.14.235.132
    • 8 views on http://74.125.153.132
    • 2 views on http://209.85.175.104
    • 1 views on http://static.slideshare.net
    • 1 views on http://209.85.175.132
    • 1 views on http://74.125.155.132
    • 1 views on http://lordzainoldman.blogspot.com

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories