0
Pengaruh Abrasi dan Rob Terhadap Sosial Budaya    Warga Desa Bedono     Kecamatan Sayung,                 Demak
   Yamrozi (Ketua Mangrove Bahari)Nara Sumber
Sayung, Demak
Latar Belakang Fenomena kenaikan muka air laut merupakan issue yang    diakibatkan   dengan     terjadinya  persoalan pema...
Rob dan AbrasiPada dasarnya warga Sayung Demakkhususnya warga Desa Bedono telahterbiasa terhadap peristiwa Rob danabrasi. ...
Tanggapan Warga Terhadap Abrasi  Sebagian warga menduga bahwa Abrasi  yang terjadi di daerah tersebut adalah  dampak dari ...
Dampak dari Rob dan Abrasi   Pendidikan   Pekerjaan   Pemilikan Lahan   Pendapatan   Kesehatan   Oraganisasi Sosial...
Adaptasi Warga Terhadap Rob dan Abrasi  Penanaman Mangrove  Penyesuaian Bangunan  Beralih Profesi  Kurikulum Pendidikan
Adaptasi Warga Terhadap Rob
KONDISI DAERAH PESISIR / PANTAI                                                                   KABUPATEN DEMAK TAHUN 20...
LOKASI                     LAHAN                                            LUAS     SIAPNO     KECAMATA                  ...
Tabel X. Elevasi pasang surut air laut di Kabupaten Demak     Sumber : Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Demak tahun 2009 ...
Tabel XI. Data Curah Hujan dan Hari Hujan di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak.Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Dema...
Tabel XII. Luasan tambak ikan air payau di Kabupaten DemakSumber : Dinas Kalutan dan Perikanan Kabupaten Demak tahun 2009 ...
Tabel XV. Penanaman Mangrove di Kabupaten Demak tahun 2006-2009 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak tahun 2009   ...
Terima Kasih
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya

1,566

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,566
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
24
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pengaruh abrasi dan rob terhadap sosial budaya"

  1. 1. Pengaruh Abrasi dan Rob Terhadap Sosial Budaya Warga Desa Bedono Kecamatan Sayung, Demak
  2. 2.  Yamrozi (Ketua Mangrove Bahari)Nara Sumber
  3. 3. Sayung, Demak
  4. 4. Latar Belakang Fenomena kenaikan muka air laut merupakan issue yang diakibatkan dengan terjadinya persoalan pemanasan global (global warming). Kenaikan permukaan air menyebabkan tergenangnya daerah- daerah pantai yang tidak berlereng, serta mempertinggi abrasi pantai, merusak permukiman, tambak, daerah pertanian kawasan pantai. Kenaikan air laut yang mengenai daerah pasang disebut rob. Rob banyak menimbulkan kerugian fisik dan sosial di suatu wilayah yang terkena rob. Salah satunya adalah Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Munculnya rob menimbulkan permasalah baru bagi masyarakat Desa Bedono.
  5. 5. Rob dan AbrasiPada dasarnya warga Sayung Demakkhususnya warga Desa Bedono telahterbiasa terhadap peristiwa Rob danabrasi. Menurut warga setempat, Robtelah terjadi pada tahun 1994, meskipundampaknya belum terlalu besarterhadap warga. Namun seiringbertambahnya waktu, rob semakintahun semakin tinggi sehinggaberdampak buruk terhadap warga.
  6. 6. Tanggapan Warga Terhadap Abrasi Sebagian warga menduga bahwa Abrasi yang terjadi di daerah tersebut adalah dampak dari aktifitas pembangunan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, aktifitas tersebut meliputi pengerukan dasar laut, pembangunan bangunan pantai dll.
  7. 7. Dampak dari Rob dan Abrasi Pendidikan Pekerjaan Pemilikan Lahan Pendapatan Kesehatan Oraganisasi Sosial Sikap Warga Kondisi Pemanfaatan SDA Infrastrukstur
  8. 8. Adaptasi Warga Terhadap Rob dan Abrasi  Penanaman Mangrove  Penyesuaian Bangunan  Beralih Profesi  Kurikulum Pendidikan
  9. 9. Adaptasi Warga Terhadap Rob
  10. 10. KONDISI DAERAH PESISIR / PANTAI KABUPATEN DEMAK TAHUN 2011 LOKASI PANJANG EKOSISTEM MANGROVE (HA) GARIS PANTAI ABRASI AKRESI PENANGGULANGAN ABRASI LUAS PANTAI (Km) PANTAI (Ha) PANTAI (Ha) PANTAI (Km) TAMBAK (HA) KECAMATAN DESA (Km) BAIK RUSAK IDEALI. SAYUNG 1. Sriwulan 2.00 4.80 79.44 - - 25 5 192.75 - 2. Bedono 3.00 8.50 124.12 - 1* 301 190 392.75 - 3. Timbulsloko 2.00 4.50 74.47 - - 151 85 257.00 212.56 4. Surodadi 3.00 5.56 92.01 19.26 - 325 21 257.00 788.96 5. Sidorejo - - - - - 150 25 552.55 250.27 6. Tugu - - - - - - - 299.29 103.47 7. Banjarsari - - - - - 110 10 282.70 192.87 8. Sidogemah - - - - - 11 4 257.00 74.30 9. Purwosari - - - - - 120 60 257.00 -II. KARANGTENGAH 1. Tambakbulusan 4.00 3.89 4.16 21.60 - 100 50 - 462.01 2. Wonoagung - - - - - 400 20 38.55 147.84III. BONANG 1. Purworejo 3.10 4.87 7.76 17.25 0.23** 75 - - 2,073.17 2. Margolinduk - - - - - 34 15 339.24 81.99 3. Morodemak 3.00 4.60 7.33 16.30 - 20 5 12.85 332.03 4. Betahwalang 1.50 3.10 4.94 10.98 - 20 5 51.40 217.19 5. Gebang - - - - - - - - 131.22 6. Serangan - - - - - 25 15 51.40 99.30 7. Karangrejo - - - - - - - - 638.13 8. Gebangarum - - - - - - - - 195.62IV. WEDUNG 1. Wedung 4.50 5.70 17.91 45.50 - 450 50 1,028.40 605.00 2. Mandung - - - - - - - - 100.00 3. Berahan Wetan 3.00 9.22 28.98 73.61 - 250 150 771.00 341.40 4. Berahan Kulon 3.00 13.10 41.17 104.58 - 62 - - 455.20 5. Kedungmutih - - - - - 5 3 5.14 100.70 6. Kedungkarang - - - - - 92 - 326.44 55.10 7. Kendalasem - - - - - - - 8.06 184.00 8. Babalan 2.00 4.30 13.51 - - 48 - - 2,601.20 9. Tedunan - - - 72.14 - - - - 76.50 10. Mutih Kulon - - - - - - - - 106.00 11. Bungo - - - - - - - - 45.00 JUMLAH 34.10 72.14 495.80 309.08 1.23 2,774 713.0 5,380.52 10,671.03Keterangan :* : tanggul** : break water
  11. 11. LOKASI LAHAN LUAS SIAPNO KECAMATA DESA (HA) TANAM N (HA) I. SAYUNG 1. Purwosari 120 100 2. Sriwulan 25 75 3. Bedono 439 75 4. Timbulsloko 150 100 5. Surodadi 325 100 6. Sidorejo 150 215 7. Tugu - 97 8. Banjarsari 110 110 9. Sidogemah 11 100 KARANGTEII. 1. Tambakbulusan 100 - NGAH 2. Wonoagung 40 15III. BONANG 1. Margolinduk 34 132 2. Morodemak 20 5 3. Betahwalang 20 20 4. Gebang - - 5. Tridonorejo 4 4 6. Serangan 25 20 7. Purworejo - -IV. WEDUNG 1. Wedung 450 400 2. Mandung - - 3. Berahan Wetan 250 300 4. Berahan Kulon - - 5. Kedungmutih 5 2 6. Kedungkarang 92 92 7. Kendalasem - 5 8. Babalan - - JUMLAH 2,370 1,967
  12. 12. Tabel X. Elevasi pasang surut air laut di Kabupaten Demak Sumber : Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Demak tahun 2009 Elevasi (cm) Elevasi (cm)No Elevasi acuan pasang surut 0 peil Schaal LLWL1. HHWL 96,45 100,822. MHWS 85,48 89,853. MHWL 64,48 68,854. MSL 45,36 49,735. MLWL 26,4 30,776. MLWS 6,04 10,417. LLWL -4,37 0,00
  13. 13. Tabel XI. Data Curah Hujan dan Hari Hujan di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak.Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Demak Bulan Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Januari Curah Hujan 469 432 755 473 332 777 Hari Hujan 18 14 18 11 18 21 Pebruari Curah hujan 395 243 339 249 942 329 Hari Hujan 15 12 10 10 25 14 Maret Curah Hujan 314 276 300 214 177 284 Hari Hujan 13 10 13 14 13 7 April Curah Hujan 178 141 135 204 65 102 Hari Hujan 5 8 6 7 5 4 Mei Curah Hujan 116 42 163 0 0 116 Hari Hujan 6 4 5 0 0 10 Juni Curah Hujan 52 151 20 0 0 10 Hari Hujan 3 5 1 0 0 1 Juli Curah Hujan 0 37 0 0 0 0 Hari Hujan 0 3 0 0 0 0 Agustus Curah Hujan 0 0 0 0 0 0 Hari Hujan 0 0 0 0 0 0 September Curah Hujan 0 38 0 0 0 0 Hari Hujan 0 2 0 0 0 0 Oktober Curah Hujan 0 118 0 0 145 26 Hari Hujan 0 10 0 0 6 4 November Curah Hujan 152 143 0 0 210 128 Hari Hujan 6 8 0 0 13 8 Desember Curah Hujan 310 386 100 398 290 168 Hari Hujan 15 17 4 19 8 9 Total Curah hujan 1591 2007 1812 1538 2161 1940 Hari Hujan 66 93 57 63 98 78
  14. 14. Tabel XII. Luasan tambak ikan air payau di Kabupaten DemakSumber : Dinas Kalutan dan Perikanan Kabupaten Demak tahun 2009 Kecamatan Desa Luas Tambak (ha) I. Sayung 1. Timbulsloko 212,56 2. Surodadi 788,96 3. Sidorejo 250,27 4. Tugu 103,47 5. Banjarsari 192,87 6. Sidogemah 74,30 II. Karang Tengah 1.Tambakbulusan 462,01 2. Wonoagung 147,84 III. Bonang 1. Purworejo 2.073,17 2. Margolinduk 81,99 3. Morodemak 332,03 4. Betahwalang 217,19 5. Gebang 131,22 6. Serangan 99,30 7.Karangrejo 638,13 8. Gebangarum 195,62 IV. Wedung 1. Wedung 605,00 2. Mandung 100,00 3. Berahan Wetan 341,40 4. Berahan Kulon 455,20 5. Kedungmutih 100,70 6. Kedungkarang 55,10 7. Kendalasem 184,00 8. Babalan 2.601,20 9. Tedunan 76,50 10.Mutih Kulon 106,00 11.Bungo 45,00 Jumlah 10.671,03
  15. 15. Tabel XV. Penanaman Mangrove di Kabupaten Demak tahun 2006-2009 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak tahun 2009 SKPD Permasalahan Langkah-langkah yang telah dilaksanakan Dinas a). Terjadinya 1). Penanaman mangrove dari OISCA tahun Kelautan dan abrasi dan 2006 s/d tahun 2009 sejumlah 560 Ha Perikanan akresi kurang lebih 1.400.000 batang dari dari Pantai, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten gelombang Demak dan Provinsi. pasang, rob Tahun 2006 : dan - Morodemak 25.000 batang pencemaran - Berahanwetan 25.000 batang limbah - Babalan 25.000 batang pesisir. Tahun 2007 : - Morodemak 25.000 batang - Surodadi 10.000 batang - Tugu 4.000 batang - Sidorejo 7.000 batang - Banjarsari 4.000 batang Tahun 2008 : - Bedono 14.000 batang Tahun 2009 : - Timbulsloko 55.000 batang - Morodemak 4.000 batang - Sidogemah 1.000 batang - Betahwalang 32.500 batang
  16. 16. Terima Kasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×