http://www.slideshare.net/fernandobaguspradita/peran-warga-negara-dalam-mendukung-upaya-pemenuhan-kebutuhan-listrik-bangsa-indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

http://www.slideshare.net/fernandobaguspradita/peran-warga-negara-dalam-mendukung-upaya-pemenuhan-kebutuhan-listrik-bangsa-indonesia

  • 228 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
228
On Slideshare
217
From Embeds
11
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
8
Comments
0
Likes
0

Embeds 11

http://fernandobaguspradita.wordpress.com 11

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PERAN WARGA NEGARA DALAM MENDUKUNG UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK BANGSA INDONESIA Makalah Diajukan untuk memenuhi syarat-syarat Tugas dalam Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Oleh : FERNANDO BAGUS PRADITA NPM : 12412907 FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS GUNADARMA
  • 2. KATA PENGANTAR Dengan ketulusan hati penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Allah Subhânahû wa Ta`âlâ yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah yang berjudul “Peran Warga Negara dalam Mendukung Upaya Pemenuhan Kebutuhan Listrik Bangsa Indonesia” ini penulis disusun untuk memenuhi salah satu penilaian tugas untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus memberikan kontribusi dan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, baik bentuk isi, maupun teknik penyajian. Oleh sebab itu, kritikan yang bersifat membangun dari berbagai pihak, penulis terima dengan tangan terbuka serta sangat diharapkan. Namun penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi segenap pembaca. Wallahu a’laamu bish-shawab. Jakarta, 22 Maret 2014 Penulis
  • 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………..i DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..ii BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang………………………………………………………………………1 I.2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………...2 I.3. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………….….2 BAB II PEMBAHASAN II.1. Definisi listrik dan simbol-simbol yang terdapat dalam listrik ……………...…….3 II.1.1. Pengertian listrik …...……………………………………………………….3 II.1.2. Simbol-simbol yang terdapat dalam Listrik …………………..……….……4 II.2. Sejarah dan Perkembangan Listrik …………………………..…………...……..…6 II.2.1. Sejarah dan Perkembangan Listrik di Indonesia …...……………………….6 II.2.2.Sejarah dan Perkembangan Listrik di Berbagai Negara ……....…………….9 II.3. Peran warga Negara dalam mendukung upaya pemenuhan kebutuhan listrik bangsa Indonesia………………………………………………………………….………11 II.4. Standarisasi dan Peraturan Mengenai Listrik ……….…………………….……...14 II.4.1. Standarisasi Listrik……………………………………………….………...14 II.4.2. Peraturan Mengenai Listrik…………………...............................................15 II.5. Perlindungan dan Prosedur Pertolongan Pertama ………………………………...17 II.5.1. Sistem Keamanan Listrik …..………………………………………….…..17 II.5.2. Prosedur Pertolongan Pertama ………………….........................................19 III.1. Kesimpulan……..………………………………………………………………...21 III.2. Saran……………………………………………………………………………...21 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………...22 ii
  • 4. BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kebutuhan dan sumber energi masa depan kita sulit untuk diprediksi, tetapi kita perlu tidak bergantung pada bahan bakar filsofi yang dengan tingkat kelajuan konsumsi saat ini diperkirakan akan habis dalam seperempat awal abad mendatang. Oleh karena itu, kita harus lebih realistis untuk merencanakan sistem masa depan yang fleksibel, memiliki batas keselamatan yang besar, dan memberi perhatian pada sumber yang terbarukan. Perusahaan pembangkit listrik akan terus memenuhi kebutuhan listrik kita dengan memakai bahan bakar fosil dan pembangkit nuklir walaupun terdapat kekhwatiran akan bencana yang ditimbulkan pembangkit listrik bertenaga nuklir Chernobyl di bulan April 1986. Penelitian akan terus dilakukan terhadap sumber energy terbarukan seperti angina, gelombang, air pasang, dan matahari, tetapi kebanyakan sumber energy alternative ini perkembangannya masih dalam tahap dini dan oleh karena di masa depan yang sudah dekat ini tanpa diragukan lagi kita masih akan bergantung pada energy nuklir dan bahan bakar fosil. Energy dari bahan bakar fosil telah menimbulkan revolusi industri dan menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai tingkat perkembangannnya di mana eksploitasi sumber energi lainnya berada dalam jangkauan kemampuan kita.Kini listrik telah cukup mantap sebagai suatu alat untuk memanfaatkan energy dan melayani manusia. Listrik akan terus ada sampai abad kedua puluh satu karena kegunaannya yang banyak. Dengan memakai hokum yang ditemukan oleh Michael Faraday pada tahun 1831 (hokum induksi elektromagnetis) listrik dapat dihasilkan dalam jumlah komersial dan didistribusikan kepada pengguna akhirnya dengan hanya menyambung penyedia dan konsumen melalui kabel yang sesuai. 1
  • 5. I.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas penulis membuat suatu permasalahan yaitu : 1. Apa arti listrik dan simbol-simbol yang terdapat dalam listrik ? 2. Bagaimana sejarah dan perkembangan listrik di Indonesia dan berbagai negara ? 3. Bagaimana peran warga Negara dalam mendukung upaya pemenuhan kebutuhan listrik bangsa Indonesia ? 4. Apa standarisasi dan peraturan mengenai listrik ? 5. Bagaimana sistem keamanan listrik dan prosedur pertolongan pertama jika mengenai sengatan listrik? I.3. Maksud dan Tujuan 1. Mahasiswa mampu mengetahui arti listrik dan memahami symbol-simbol yang terdapat pada listrik. 2. Mahasiswa mampu mengetahuisejarah dan perkembangan listrik Indonesia dan berbagai negara. 3. Mahasiswa mampu menganalisis peran warga Negara dalam mendukung upaya pemenuhan kebutuhan listrik bangsa Indonesia. 4. Mahasiswa mampu memahami standarisasi dan peraturan mengenai listrik. 5. Mahasiswa mampu menganalisis sistem keamanan listrik dan prosedur pertolongan pertama jika mengenai sengatan listrik. 2
  • 6. BAB II PEMBAHASAN II.1.1. Pengertian Listrik Pada dasarnya, pengertian dan definisi listrik adalah merupakan daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan ataupun melalui sebuah proses kimia dimana hasil dari proses kimia tersebut bisa digunakan untuk kemudian menghasilkan panas, cahaya, atau bahkan bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan sebuah mesin. Ada banyak hal dan kata yang berkaitan dengan listrik itu sendiri. Dimana semua hal yang berkaitan dengan listrik sudah pasti turut memanfaatkan energi dari listrik itu sendiri. Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:  Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.  Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik. 3
  • 7. II.1.2. Simbol-simbol yang terdapat pada listrik Dibawah ini adalah beberapa contoh symbol-simbol yang terdapat pada listrik : 4
  • 8. 5
  • 9. II.2.1. Sejarah dan Perkembangan Listrik di Indonesia Sejarah Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang menjadi untuk kepentingan umum, diawali dengan perusahaan swasta Belanda yaitu NV. NIGM yang memperluas usahanya dari hanya di bidang gas ke bidang tenaga listrik. Selama Perang Dunia II berlangsung, perusahaan- perusahaan listrik tersebut dikuasai oleh Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, perusahaan-perusahaan listrik tersebut direbut oleh pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas, dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik saat itu sebesar 157,5 MW. Tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas. Tanggal 1 Januari 1965, BPU-PLN dibubarkan dan dibentuk 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola gas. Saat itu kapasitas pembangkit tenaga listrik PLN sebesar 300 MW. Tahun 1972, Pemerintah Indonesia menetapkan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah No. 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan. Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan di atas, pada bulan Juni 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Perkembangan PLN setelah terbentuk menjadi persero di tahun 1992, PT. PLN (persero) memiliki beberapa aktifitas bisnis, antara lain: 1. Di bidang Pembangkitan listrik Pada akhir tahun 2003 daya terpasang pembangkit PLN mencapai 21.425 MW yang tersebar di seluruh Indonesia. 6
  • 10. Kapasitas pembangkitan sesuai jenisnya adalah sebagai berikut : – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), 3.184 MW – Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 3.073 MW – Pembangkit Llistrik Tenaga Uap (PLTU), 6.800 MW – Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), 1.748 MW – Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), 6.241 MW – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), 380 MW 2. Di bidang Transmisi dan Distribusi Listrik Di Jawa-Bali memiliki Sistem Interkoneksi Transmisi 500 kV dan 150 kV sedangkan di luar Jawa-Bali PLN menggunakan sistem Transmisi yang terpisah dengan tegangan 150 kV dan 70 kV. Pada akhir tahun 2003, total panjang jaringan Transmisi 500 kV, 150 kV dan 70 kV mencapai 25.989 kms, jaringan Distribusi 20 kV (JTM) sepanjang 230.593 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 301.692 kms. Sistem Kontrol Pengaturan daya dan beban Sistem Ketenagalistrikan di Jawa-Bali dan supervisi pengoperasian sistem 500 kV secara terpadu dilaksanakan oleh Load Dispatch Center / Pusat Pengatur Beban yang terletak di Gandul, Jakarta Selatan. Pengaturan operasi sistem 150 kV dilaksanakan oleh Area Control Center yang berada di bawah pengendalian Load Dispatch Center. Di Sistem Jawa-Bali terdapat 4 Area Control Center masing-masing di Region Jakarta dan Banten, Region Jawa Barat, Region Jawa Tengah & DI Yogyakarta dan Region Jawa Timur & Bali. Cakupan operasi PLN sangat luas meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari 13.000 pulau. Dalam perkembangannya, PT PLN (Persero) telah mendirikan 6 Anak Perusahaan dan 1 Perusahaan Patungan yaitu : * PT Indonesia Power; yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha-usaha lain yang terkait, yang berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PJB I dan baru tanggal 1 September 2000 namanya berubah menjadi PT Indonesia Power. * PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) ; bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha-usaha lainyang terkait dan berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PJB II dantanggal 22 September 2000, namanya berubah menjadi PT PJB. * Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam); yang bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di Wilayah Pulau Batam, didirikan tanggal 3 Oktober 2000. 7
  • 11. * PT Indonesia Comnets Plus, yang bergerak dalam bidang usaha telekomunikasi didirikan tanggal 3 Oktober 2000. * PT Prima Layanan Nasional Enjiniring ( PT PLN Enjiniring), bergerak di bidang Konsultan Enjiniring, Rekayasa Enjiniring dan Supervisi Konstruksi, didirikan pada tanggal 3 Oktober 2002. * Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PT PLN Tarakan), bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Tarakan. * Geo Dipa Energi, perusahaan patungan PLN – PERTAMINA yang bergerak di bidang Pembangkit Tenaga Listrik terutama yang menggunakan energi Panas Bumi. Sebagai Perusahaan Perseroan Terbatas, maka Anak Perusahaan diharapkan dapat bergerak lebih leluasa dengan antara lain membentuk Perusahaan Joint Venture, menjual Saham dalam Bursa Efek, menerbitkan Obligasi dan kegiatan-kegiatan usaha lainnya. Di samping itu, untuk mengantisipasi Otonomi Daerah, PLN juga telah membentuk Unit Bisnis Strategis berdasarkan kewilayahan dengan kewenangan manajemen yang lebih luas. Konsumsi listrik di Indonesia Konsumsi listrik Indonesia secara rata rata adalah 473 kWh/kapita pada 2003. Angka ini masih tergolong rendah dibandingkan rata rata konsumsi listrik dunia yang mencapai 2215 kWh/kapita (perkiraan 2005). Dalam daftar yang dikeluarkan oleh The World Fact Book, Indonesia menempati urutan 154 dari 216 negara yang ada dalam daftar. Menurut koran Sindo hari Senin tanggal 9 Juni 2008 halaman 5, daftar konsumsi listrik perdaerah di Indonesia adalah (dalam satuan kWh/kapita): 1. Jakarta dan Tangerang: 1873.9 2. Sumatra Utara: 390.78 3. NAD: 206.06 4. Bali: 619.26 5. Sumatra Barat: 375.83 6. Jawa Tengah: 343.84 7. Kalimantan Selatan: 306.14 8. DIY: 398.77 9. Jawa Timur: 500.73 10. Sulawesi Selatan: 281.58 11. Sulawesi Utara: 290.78 12. Jawa Barat: 621.4 13. Banten: 1293.76 14. Maluku: 176.08 15. Kalimantan Timur: 461.7 16. Kalimantan Barat: 214.45 17. Bengkulu: 176.44 18. Bangka Belitung: 278.02 19. Sulawesi Tengah: 146.14 20. Sumatra Selatan: 256.45 21. Kalimantan Tengah: 195.87 22. Maluku Utara: 127.54 23. Lampung: 208.31 24. Gorontalo: 134.78 25. Sulawesi Tenggara: 120.22 26. Jambi: 213.91 27. Sulawesi Barat: 79.78 28. Riau: 274.21 29. NTB: 119.27 30. Papua: 180.11 31. NTT: 64.32 Rata-rata nasional. 8
  • 12. II.2.2. Sejarah dan Perkembangan Listrik di Berbagai Negara Perusahaan-perusahaan pembangkit listrik diharuskan oleh parlemen Inggris untuk membangun dan memelihara persediaan listrik yang efisiensi dan ekonomis untuk semua wilayah Inggris dan bertanggung jawab terhadap panorama keindahan alam daerah luar kota dan bangunan atau objek yang mempunyai nilai khusus. Efisiensi tidak selalu sejalan dengan pemeliharaan keindahan alam, tetapi perusahaan-perusahaan pembangkit listrik benar-benar memikul tanggung jawab mereka dengan serius. Pembangkit listrik modern baik secara fisik maupun kelistrikan (2000 MW) berukuran sangat besar, dan tidak dapat disembunyikan dari pandangan kita.Namun, dengan peletakan yang tepat, pemeliharaan material bangunan yang tepat, dan pemodelan tanah yang sesuai serta adanya poshon, hasil-hasil yang memaadai dapat tercapai. Untuk mengoperasikan pembangkit tenaga listrik modern bertenaga batu bara, diperlukan sekitar 100 juta ton batu bara setiap tahun. Oleh karenanya, pembangkit bertenaga batu bara dan minyak bumi yang baru hasrus dibangun dekat dengan sumber bahan bakar untuk mengurangi biaya transportasi. Salah satu keuntungan dari pembangkit listrik bertenaga nuklir adalah tidak adanya kesulitan dalam permasalahn transportasi bahan bakarnya. Satu elemen bahan bakar pembangkit tenaga nuklir memiliki kesetaraan energy sama dengan 1800 ton batu bara sebuah reactor nuklir mengandung sekitar 25000 elemen bahan bakar dan ini semua hanya diganti dalam jumlah yang kecil selama kurun waktu 4 sampai 5 tahun. Pembangkit tenaga nuklir dibangun dengan standar keamanan yang tinggi dan selama 30 tahun terakhir telah memperoleh sejumlah besar penglamanan praktis dan pengoperasiannya dan sebagai hasilnya memiliki rekor keamanan yang sangat baik.Ada 14 pembangkit listrik bertenaga nuklir yang beroperasi di Inggris dan Wales termasuk pembangkit listrik yang baru aja dibangun di Heysam, Teeside, dan Hartlepool. 9
  • 13.  Pembangkit daya listrik di Inggris dan Wales Perusahaan-perusahaan pembangkit listrik yaitu Natinal Power, PowerGen, dan Nuclear Electric menyediakan lebih dari 200.000.000 MWh listrik, memnuhi puncak maksimum kebutuhan akan listrik sekitar 45.000 MWdari total kapasitas terpasang sekitar 50.000 MW. Sekitar 85% dari energy ini disediakan dari pembangkit berbahan bakar fosil, sekitar 14% dari pembangkit nuklir, dan kurang dari 1% dari instalasi hidroelektrik. National Power dan PowerGen sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Perusahaan pembangkit listrik harus mempertimbangkan cara lain untuk menghasilkan listrik sehingga batu bara, minyak bumi, dan gas dapat dilestarikan dalam abad berikutnya.  Pembangkit daya listrik di Skotlandia Pembangkit tenaga listrik di Skotlandia merupakan tanggung jawab bersama dari perusahaan Scottish Power dan Hydroelectric. Mereka menyediakan sekitar 22.000.000 MWh listrik, memenuhi puncak maksimum kebutuhan akan listrik sekitar 1.600 MW. Listrik ini dihasilkan dengan pembangkit berbahan bakar nuklir dan fosil, 59 Buah pembangkit hydroelectric dan dua pola penyimpanan air terpompakan, sedangkan Kepulauan Western dan Shetland disuplai dengan pembangkit listrik diesel.Pulau yang lebih kecil dihubungkan ke daratan utama dengan kabel bawah laut dan seluruh jaringannya terdiri dari 8.800 km kabel transmisi bertegangan 132 kVdan 270 kV.  Pembangkit daya listrik di Irlandia Utara Pembangkit tenaga listrik di Irlandia Utara adalah tanggung jaawab Northern Ireland Electricity Service. Menyediakan sedikit diatas 5.000.000 MWh listrik, memnuhi puncak kebutuhan akan listrik sekitar 1.300 MW dari kapasitas terpasang sebesar 2.050 MW. Listrikk ini dibangkitkan dengan empat pembangkit berbahan bakar fosil dan ditransmisikan pada jalur dan kabel 275 kV dan 110 kV sejauh 1.250 km untuk sekitar 1,2 juta pelanggan. 10
  • 14. II.3. Peran warga Negara dalam mendukung upaya pemenuhan kebutuhan listrik bangsa Indonesia Kebutuhan akan energi listrik yang ramah lingkungan merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh bangsa indonesia. Dengan besarnya cadangan panas bumi yang dimiliki oleh indonesia bahkan menjadi sumber yang terbesar didunia yang diperkirakan 40% cadangan panas bumi berada diindonesia yang dikenal dunia dengan sebutan ring of fire, sehingga pemanfaatan sumber daya alam ini sangat diperlukan serta kelebihannya yang merupakan sumber energi yang ramah lingkungan sehingga energi panas bumi merupakan primadona untuk pembangkit listrik dimasa datang. Meskipun dalam realisasinya tidaklah mudah karena adanya beberapa hambatan dan besarnya biaya investasi untuk membangun pembangkit listrik tersebut, tapi dengan meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat serta menipisnya cadangan energi fosil diharapkan kekayaan alam indonesia berupa panas bumi ini terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sulit dibayangkan seperti apa kehidupan ini tanpa adanya listrik, dapat dipastikan kita akan berada dizaman batu, tanpa adanya penemuan dari Michael Faraday tersebut. Hari ini, listrik telah menjadi urat nadi kehidupan, menerangi kota dan desa, menggerakan ekonomi hingga menjadi salah satu sumber energi yang menghasilkan banyak kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia. Di Tanah Air terdapat beberapa macam pembangkit listrik berfungsi menghasilkan energi listrik yang akan digunakan oleh masyarakat, hingga memenuhi kebutuhan industri. Pembangkit yang paling umum kita kenal adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA. Jelas bahan utama agar PLTA dapat berfungsi adalah ketersedian air sebagai pemutar turbin guna menghasilkan energi listrik. Kelemahan utama yang dihadapi oleh pembangkit listrik ini adalah jika musim kemarau tiba, ketersediaan air menjadi kurang. Selain itu, kita juga mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU. Bahan bakar utama PLTU adalah batu bara dan bahan bakar minyak. Tentunya biaya produksi listrik melalui PLTU lebih mahal ketimbang PLTA karena harus menggunakan bahan bakar batu bara dan minyak bumi. 11
  • 15. Namun, satu hal yang perlu disikapi, mengandalkan produksi energi listrik dari PLTA , PLTU dan PLTD memiliki sejumlah kelemahan karena keterbatasan sumber energi berupa air, batu bara dan minyak bumi. Apalagi batu bara, gas alam dan minyak bumi merupakan sumber energi yang sekali pakai langsung habis dan tidak dapat diperbarui. Data 2012 menunjukan penghasil listrik terbesar dihasilkan PLTU sebesar 49,9 persen, diikuti PLTGU 26,75 persen dan PLTA 10 persen . Sementara, ketersediaan energi nasional saat ini sebagaimana dilansir Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk minyak bumi sekitar 9,1 miliar barel dengan produksi 887 bbl per tahun dan hanya tersisa untuk 28 tahun lagi. Untuk gas alam hanya tersedia 185,8 trilliun Kaki kubik dengan produksi 2,95 TSCF dan hanya bersisa 62 tahun. Sedangkan batu bara sebanyak 19,3 miliar ton yang diproduksi 340 juta ton per tahun dan hanya tersisa 120 tahun. Artinya, jika sumber energi tadi telah habis, maka perlu dicari alternatif baru kalau tidak ingin peradaban berhenti karena punahnya listrik. Salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan adalah panas bumi. Energi panas bumi adalah energi yang terdapat dan terbentuk di dalam kerak bumi dan dapat dimanfaatkan sebagai penghasil listrik . Saat ini potensi energi panas bumi di Indonesia tersebar di 276 lokasi yang bersifat terbarukan dan tidak akan habis. Salah satu kelebihan yang dimiliki adalah lebih bersih dan bersifat terbarukan. Penggunaannya tidak memiliki limbah dan lebih praktis karena merupakan sumber panas alami yang berasal dari perut bumi. Panas bumi juga termasuk energi yang ramah lingkungan karena emisi gas CO2 yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan energi fosil, disamping itu pengembangan panas bumi dapat menjaga kelestarian hutan karena untuk menjaga keseimbangan sistem panas bumi diperlukan perlindungan hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan. Tidak hanya itu, dalam pengangkutan sumber daya panas bumi tidak terpengaruh oleh resiko transportasi karena tidak menggunakan mobile transportation tetapi hanya menggunakan jaringan pipa dalam jangkauan yang pendek. Yang paling utama produktivitas sumber daya panas bumi relatif tidak terpengaruh oleh perubahan iklim tahunan sebagaimana yang dialami oleh sumber daya air yang digunakan oleh PLTA. 12
  • 16. Kita patut bangga pada 2006 PT Pertamina mendirikan anak perusahaan yaitu Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang diamanatkan mengelola serta mengembangkan energi panas bumi di Tanah Air. Saat ini PT Pertamina memiliki hak pengelolaan atas 15 Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP) geothermal dengan total potensi 8.480 MW setara dengan 4.392 MMBOE. Dari 15 WKP tersebut, 10 WKP dikelola sendiri oleh PT PGE,yaitu Kamojang 200 MW, Lahendong 60 MW, Sibayak12 MW, Ulubelu, Lumutbalai, Hululais, Kotamubagu, Sungai Penuh, Iyang Argopuro dan Karahabodas. Tiga area diantaranya telah berproduksi dengan total kapasitas 272 MW setara dengan 12.900 BOEPD. Sisanya dikelola bersama mitra berproduksi dengan total 922 MW. Kedepan, kebutuhan energi di Indonesia jelas akan terus bertambah, seiring dengan pesatnya kemajuan dan pertumbuhan bidang ekonomi. Penggunaan bahan bakar minyak dan gas jelas tidak ekonomis. Sedangkan , pemakaian batu bara dipandang tidak ramah lingkungan. Salah satu tantangan yang dihadapi dalan pengembangan energi panas bumi adalah besarnya investasi yang harus dikeluarkan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan Asosiasi Panas Bumi setidaknya dibutuhkan biaya hingga 14 miliar dolar AS dapat menghasilkan 10.000 MW. Solusi pembiayaan tentunya dapat bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendanaan apalagi berdasarkan aturan, kepemilikan asing diperbolehkan dalam pengelolaan panas bumi. Persoalan lain yang menjadi tantangan adalah ketersediaan sumber daya manusia yang handal . Ini merupakan peluang bagi perguruan tinggi di Indonesia dengan menyiapkan program studi ekplorasi panas bumi . Pertamina dapat mempelopori atau bekerja sama mendorong berdirinya sekolah khusus untuk mencetak tenaga yang handal dan menjadi pusat pembelajaran pengelolaan energi panas bumi di seluruh dunia. Jika Soekarno –Hatta pendiri bangsa ini mengatakan jangan tanya apa yang telah bangsa ini berikan kepadamu, namun tanyalah apa yang telah kamu berikan untuk bangsa ini. Maka ketika kita balik bertanya apa yang telah mereka berikan kepada kita, mereka akan menjawab ,”sebuah republik kalau kamu bisa menjaganya”. Republik ini sangat kaya dan memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang sejajar dengan bangsa lain yang ada didunia. Untuk itu kedaulatan energi adalah harga diri bangsa yang harus diwujudkan bersama dan tidak bisa ditawar lagi dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. 13
  • 17. II.4.1. Standarisasi Listrik Semakin rumitnya konstruksi dan meningkatnya jumlah dan jenis barang produksi yang dihasilkan oleh suatu industri, maka kehadiran standarisasi yang berdasarkan peraturan yang ada merupakan suatu factor utama yang perlu diperhatikan. Tujuan utama dari standarisai yaitu untuk mencapai keseragaman, antara lain mengenai ukuran, bentuk dan mutu barang produksi hasil dari suatu industry dan cara menggambar serta cara kerja. Dua organisasi yang bergerak di bidang standarisai adalah : 1. International Elaectrotechnical Commission (IEC) untuk bidang listrik 2. International Organization for Standardization (ISO) untuk bidang lainnya IEC juga menerbitkan publikasi bersama ICEE (International Comission of Rules for the Approval of Electrical Equipment).ICCE ini suatu panitia internasional untuk segi kemanan listrik. Perbedaan antara norma nasional menghambat perdagangan internasional. Untuk memecahkan persoalan ini di bidang tekhnik listrik, Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) telah membentuk suatu panitia yang disebut CENELCOM (Comite Europeen des Norme Electriques des Etats Membres de la Communaute Economique Eropeenne). Di Indonesia saat ini belum terbentuk suatu badan standarisasi Nasional.Namun demikian Indonesia telah menjadi anggota IEC maupun ISO. Kegiatan standarisasi di Indonesia dilakukan oleh beberapa departemen untuk bidangnya masing-masing dan untuk bidang tekhnik listrik arus kuat usaha standarisasi diprakasai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) dan beberapa instansi uang lain. 14
  • 18. II.4.2. Peraturan Mengenai Listrik Dapat diperkirakan bahwa kebanyakn orang tidak ahli dibidang listrik.Supaya listrik dapat digunakan dengan seaman mungkin, maka syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan sangat ketat.Peraturan instalasi terdapat dalam buku Peraturan Umum Instalasi Listrik 1977 disingkat PUIL, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. PUIL 1977 merupakan pembaruan dari Peraturan Umum Instalasi Listrik yang lama, yaitu PUIL NI 6, sedangkan PUIL NI 6 ini adalah terjemahan dari “Algemeene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom installaties in Nedearlandsch Indie” atauAVE Norn 2001, terbitan tahun 2004, terbitan tahun 1937. Dengan surat keputusan Menteri tenaga kerja, Transmigrasi dan Koperasi nomor per-04/Men/1978 tertanggal 10 Maret 1978, PUIL 1977 dinyatakan berlaku ditempat kerja. Kemudian dengan surat keputusan Menteri pekerjaan umum dan Tenaga Listrik Nomor 71A/KPTS/1976 tertanggal 18 Maret 1978, PUIL 1977 dinyatakan berlaku dalam lingkungan PLN. Dengan berlakunya PUIL 1977, maka PUIL NI 6 tidak berlaku lagi, demikian pula dengan peraturan atau ketentuan lain di bidang instalasi listrik, kecuali yang tidak bertentangan dengan PUIL 1977. Di samping PUIL 1977, harus juga diperhatikan peraturan- peraturan lain yang ada hubungannya dengan instalasi listrik, yaitu : a) Undang-undang dan peraturan mengenai kesalamatan kerja yang ditetapkan dalam Undang-undang No.1 tahun 1970 b) Peraturan Bangunan Nasional c) Peraturan Pemerintah RI No. 18 tahun 1972 tentang PLN d) Peraturan-peraturan lain mengenai kelistrikan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan PUIL 1977 15
  • 19. Macam-macam Peraturan mengenai Listrik : 1. Peraturan untuk Instalasi Listrik (Instalasi Penerangan & Gaya N 1005 peraturan-peraturan dari komisi normalisasai, yang tersusun dalam buku N 1005 ini memberikan beberapa peraturan begitu pula untuk pemasangan instalasi dan untuk pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan kelistrikan. Dalam peraturan ini hanya mempunyai tenaga pengikat, bilamana oleh lain-lain anggota dikehendaki untuk mentaati akan peraturan-peraturan tersebut. Kebanyakan perusahaan yang besar ridak membangun tenaga listri tersendiri tetapi mendapat dari Perusahaan Listrik Negara, dalam hal demikian Perusahaan ini mengkehendaki perlakuan Peraturan N 1005. 2. Peraturan Sendiri Dari Perusahaan Listrik Jawatan listrik yang memberikan tenaga arus mengkehendaki, bahwa selain N 1005 juga harus diperlihatkan apa yang disebut “Peraturan Setempat” dari Perusahaan. Jalannya Peraturan ini begitu meluas dan pada terjadinya disebabkan oleh : a) Keperluan untuk melengkapi N 1005 dan memberi keterangan berhubung dengan pertumbuhan tekhnik b) Suatu keharusan untuk memberi peraturan khusus, yang sangat diperlakukan oleh Perusahaan Listrik itu sendiri, seperti besar maksimum dari pada instalasi rumah yang diizinkan dihubungkan dalam satu dasa yaitu besar maksimum dari instalasi yang boleh dihubungkan pada tegangan kota. 3. N 1010 Instalasi Rumah Peraturan N 1010 dikeluarkan pada tahun 1940 dari komisi nomalisasi dimaksudkan untuk menggantikan N 1005 dan Peraturan Setempat yang berjalan seluas itu, untuk segitu jauh, ini ditujukan untuk instalasi tegangan rendah di rumah-rumah, bengkel, kantor, penginapan, sekolah, gedung kesenian, dan sebagainnya. 16
  • 20. 4. Peraturan untuk Indonesia Peraturan Umum untuk Instalasi listrik di Indonesia (AVE, N 20014 yang dikeluarkan pada tahun 1937) diselenggarakan oleh komisi para ahli, terdiri dari utusan dari gabungan partikelir yang bersangkutan dengan Pemerintah Indonesia dalam persetujuan dengan komisi besar untuk normalisasi di Negara Belanda. Peraturan Penyediaan Tenaga Listrik (1988) Pada tanggal 1 Januari 1995, pemerintah telah menyetujui bahwa sistem penyediaan tenaga listrik di wilayah Inggris Raya akan diselaraskan dengan Negara di Eropa. Dengan demikian tegangan suplai pada sistem tegangan rendah yang sebelumnya adalah 415 V dan 240 V akan menjadi 400 V untuk sistem tiga fasa dan 230 V untuk sitem fasa tunggal. Adapun batas toleransi yang diijinkan dari nilai nominal tegangan supali juga berubah dari 6% menjadi 10% dan -6% sehingga kisaran tegangganya berubah menjadi 216 V sampai 253 V untuk tegangan 230 V dan 376 V sampai 440 V untuk tegangan nominal 400V. Perubahaan tahap berikutnya akan dilakukan pada tahun 2005 dimana batas toleransi tegangan menjadi 10% dari nilai tegangan nominal yang ditetapkan. Frekuensi tegangan suplai dijaga pada nilai rata-rata sebesar 50 Hz dalam kurun waktu 24 jam sehingga jam listrik tetap akurat. II.5.1. Sistem Keamanan Listrik Seperti yang dilaporkan oleh Dewan Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan, setiap tahunnya terjadi lebih kurang 30 kecelakaan listrik fatal yang mengakibatkan kematian serta 1000 kecelakaan kerja termasuk karena kejutan listrik ataupun kebakaraan. Di samping itu terdapat juga sekitar 20.000 kasus kebakaran kecil yang disebabkan oleh listrik.Penyebab dari sebagian besar kecelakaan tersebut adalah kecerobohan atau kesalahan dalam penggunaan peralatan listrik atau perbaikan yang dilakukan tanpa memutuskan rangkaian dari sumber suplainya terlebih dahulu. 17
  • 21. Namun demikian, berdasarkan table yang dikeluarkan oleh Dewan Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan menyangkut jumlah cedera yang terjadi pada pekerja menunjukan bahwa terjadi perabaikan laju kecelakaan terhadap perkerajaan dimana jumlah kecelakaan yang terjaadi di lokasi kerja mengalami penurunan. Sebuah instalasi listrik yang di rancang dan di instalasikan sesuai dengan peraturan yang berlaku akan memiliki tingkat perlindungan yang terhadap bahaya kejutan listrik ataupun risiko kebakaran. Ada beberapa perlindungan keamanan listrik yaitu :  Perlindungan Kontak Langsung dan Tidak Langsung Kejutan listrik biasanya diakibatkan karena menyentuh bagian instalasi yang bersifat menghantar arus listrik, disebut dengan kontak langsung, ataup dikarenakan menyentuh benda-benda yang terimbas sifat listrik dari penghantar pada instalasi listrik juga terjadi gangguan, disebut dengan kontak tidak langsung.Secara umum, perlindungan terhadapa kontak langsung dapat di capai dengan jalan mengisolasi bagian yang menghantarkan arus listrik.Sedangkan perlindungan terhadapa kontak tidak langsung dapat di capai dengan jalan pentanahan ikatan ekipotensial dan pemutusan suplai secara otomatis jika terjadi gangguan.  Isolasi dan Pensaklaran Isolasi pada titik pelayanan pelanggan dapat di capai dengan penggunaan saklar kutub ganda (double pole switch) yang dapat membuka atau menutup semua penghantar listrik secara simultan.Pada sistem suplai 3 fasa saklar tersebut dapat memutus penghantar yang beraliran arus listrik melalui sambungan yang kokoh pada titik netral yang tidak dapat dipindahkan sebelum saklar dibuka. Pensaklaran untuk keperluan pemeliharaan mekanik adalah mirip dengan pensaklaran untuk isolasi dengan pengecualian bahwa saklar kendali yang digunakan harus mampu untuk menahan beban pensaklaran pada kondisi mampu untuk menahan beban mensaklar pada kondisi arus beban penuh rangkaian atau masing-masing peralatan. 18
  • 22.  Perlindungan terhadap Arus Lebih Arus lebih dapat dibagi menjadi arus beban lebih dan arus hubungan singkat.Arus beban lebih didefinisikan sebagai arus yang melampaui nilai arus kerjaa normalnya.Arus beban lebih ini biasanya terjadi karena rangkaian dibebani melampaui kapasitasnya atau karena rancangan atau modifikasi rangkaian yang kurang baik.Adapun arus hubungan singkat didefinisikan sebagai arus lebih yang terjadi karena gangguan berupa hubungan pendek di antara penghantar yang beraliran listrik di mana impedansi gangguannya sangat rendah atau dapat diabaikan. II.5.2. Prosedur Pertolongan Pertama jika Mengenai Sengatan Listrik. Sengatan listrik dapat terjadi karena kontak dari tubuh manusia dengan sumber tegangan yang cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan arus melalui otot atau rambut. Ketika tersengat lsitrik, terdapat beda potensial (arus dari potensial tinggi ke rendah) sehingga muncul tegangan listrik antara tubuh dan lingkungan kita. Taruma akibat sengatan listrik adalah kerusakan yang disebabkan oleh adanya aliran arus listrik yang melewati tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam. Arus listrik yang mengalir kedalam tubuh manusia akan menghasilkan pans yang dapat membakar dan menghancurkan jaringan tubuh. Tanda dan gejalanya meliputi luka bakar pada kulit, kerusakan organ dalam dan jaringan lainnya, aritmia, serta gagal nafas. PENANGANAN : 19
  • 23.  Matikan aliran atau pisahkan kontak korban dari sumbernya (kabel atau alat listrik). jangan menarik korban langsung! gunakan tongkat panjang yang kering seperti gagang sapu untuk menjauhkan sumber aliran tersebut atau mendorong bagian tubuh korban yang terkontak sumber aliran.  Rawat luka jika nampak serius, lalu cari bantuan medis atau hubungi 911.  Jika korban responsif dan tidak muncul cedera serius tapi tampak pucat atau pingsan, ia mungkin akan beresiko Syok. Untuk penanganan jika korban pingsan. PERHATIKAN :  Jangan menggunakan bahan yang dapat menghantar listrik seperti besi atau logam lainnya untuk memisahkan kontak korban dengan sumber listrik.  Pastikan tidak ada air disekitar anda karena juga bisa ikut terkena sengatan listrik.  Upayakan menggunakan alas kaki yang bersifat isolator (penghambat arus listrik), seperti sandal karet yang kering atau berdiri diatas keset tebal yang kering. 20
  • 24. BAB III PENUTUP III.1. Kesimpulan Komponen elektronika merupakan komponen listrik yang mempunyai fungsi masing- masing, ada yang berfungsi untuk mengatur arus dan tegangan, meratakan arus, menyekat arus, memperkuat sinyal arus dan sebagainya. Pada dasarnya komponen elektronika mempunyai beberapa fungsi dasar, yang antara lain:  Sebagai tahanan/penyekat arus. Contoh komponen yang memiliki funsi ini adalah Resistor.  Sebagai pengubah arus. Contoh komponen yang memiliki funsi ini adalah Dioda yang merubah arus bolak-balik menjadi aru searah.  Sebagai penguat arus atau sinyal. Contoh komponen yang memiliki funsi ini adalah transformator (trafo).  Sebagai penyimpan arus. Contoh komponen yang memiliki funsi ini adalah Kondensator atau Kapasitor. Sebagai pembuka atau penutup arus (saklar). Contoh komponen yang memiliki funsi ini adalah Transistor. III.2. Saran Untuk memudahkan dalam merangkai sirkuit listrik, maka kita harus mengetahui dan menghafal symbol serta lambang dari masng-masing komponen tersebut. Tujuannya adalah agar kita dapat lebih mudah merangkai suatu sirkuit atau rangkaian listrik secara tepat dan sempurna. 21
  • 25. DAFTAR PUSTAKA Linsley Trevor .2004. Instalasi Listri Dasar edisi ketiga. Jakarta: Gelora Aksara Pratama. Linsley Trevor .2004. Instalasi Listri Tingkat Lanjut edisi ketiga. Jakarta: Gelora Aksara Pratama. Suryatmo F. 1993. Terknik Listrik Instalasi Penerangan. Jakarta: Rineka Cipta. 22