Your SlideShare is downloading. ×
Dampak tumahan minyak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Dampak tumahan minyak

313
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
313
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. DAMPAK TUMPAHAN MINYAK (CRUDE OIL) TERHADAPORGANISME LAUTStudi Kasus Laut Timor, Provinsi Nusa Tenggara TimurMAKALAHTugas Mata Kuliah Analisis Sumber Daya dan LingkunganDisusun oleh;Ferdyka Maros Lumban Tobing (24-2008-005)INSTITUT TEKNOOGI NASIONALFAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAANJURUSAN TEKNOLOGI PLANOLOGIBANDUNG2010
  • 2. ABSTRAKManusia dalam memenuhi kebutuhannya akan memanfaatkan sumber daya alam(SDA) yang tersedia di bumi. Salah satu SDA yang dapat dimanfaatkan adalah minyakbumi. Namum minyak bumi dapat mengakibatkan pencemaran, seperti tumpahan minyakmentah (crude oil) di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berasal dari ledakanpengeboran minyak Ladang Gas Montara.Tumpahan minyak mentah ini mengacam kehidupan organisme di laut tersebut. Halini disebabkan minyak mentah mengandung bahan-bahan berbahaya. Minyak mentah jugamenghalangi sirkulasi sinar matahari dan oksigen yang dapat mengakibatkan kematianbagi organisme laut.Pihak pengelolang Ladang Gas Montara telah mencoba menutup kebocaran minyakyang diakibatkan dari ledakan tersebut. Namum usaha ini mengalami kegagalan.Sementara itu aparat setempat kurang tanggap dalam menghadapi bencana ini. Carapenanggulangan tumpahan minyak yang diamandatkan dalam Peraturan Presiden No. 109tidak dilaksanakan dengan baik.Tumpahan minyak mentah di Laut Timor ini terlihat jelas dampaknya bagiorganism laut. Pemerintah mesti melakukan tindakan guna mencegah dampak yang lebihluas, sehingga kelestarian organisme laut yang terdapat di Laut Timor dapat terjaga.
  • 3. I. PENDADULUAN1.1 Latar BelakangLaut merupakan ciptaan Maha Kuasa yang memiliki berbagai manfaat. Luas lautaadalah 2/3 dari luas bumi, sehingga laut sangat kaya dengan berbagai macam sumber dayaalam (SDA). SDA tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agarkehidupan terus berlangsung. Laut juga mempunyai arti penting bagi kehidupan makhlukhidup lainnya seperti ikan, tumbuh-tumbuhan, dan organisme laut lainnya.Salah satu SDA yang terdapat di laut adalah minyak. Minyak merupakan sumberdaya yang sangat penting. Banyak pengeboran lepas pantai berdiri di atas laut, tidakterhitung jumlahnya. Pengeboran ini mengasilkan keuntungan yang sangat besar. Jadi tidakheran semua Negara di belahan bumi ingin mengebor minyak.Sudah menjadi hukum alam bahwa setiap kegiatan manusia pasti akanmenghasilkan dampak buruk bagi lingkungan. Pengeboran minyak lepas pantai sepertibom waktu yang hanya menunggu waktu untuk mencemari lingkungan. Pengeboran inibisa saja meledak dan menumpahkan minyak ke laut. Tumpahan minyak ini mengandungbahan berbahaya bagi lingkungan.1.2 TujuanTujuan dari pembuatan makalah ini adalah:1. Melihat dampak tumpahan minyak bagi biota laut.2. Melihat penanganan tumpahan minyak di laut oleh aparat terkait.1.3 Ruang Lingkup dan SubstansiWilayah yang menjadi pembahasan dalam makalah ini adalah Laut Timur yangsecara administratif terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTB). Laut Timurmemiliki batas-batas wilayah yaitu: Barat : Samudra Hindia Timur : Samudra Pasifik
  • 4.  Selatan : Australia Utara : Pulau TimorPembahasan dalam makalah ini di batasi dalam dampak pencemaran minyak bagiorganism laut.1.4 Gambaran MasalahLaut yang mengandung berbagai jenis sumberdaya yang dapat dimanfaatkanmanusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan meningkatkan kesejahteraannya,banyak mengalami tekanan baik dari aktivitas manusia yang secara langsung dilakukan dilaut, maupun karena di daratan. Pencemaran laut yang merupakan salah satu bentuktekanan terhadap lingkungan laut maupun sumberdaya di dalamnya dapat menyebabkankerugian bagi sistem alami (ekosistem) yang telah tertata sebelumnya maupun bagimanusia yang merupakan bagian dari sistem alami tersebut. Dengan kata lain, Pencemaranlaut tidak hanya merusak habitat organisme laut serta proses biologi dan fisiologinya saja,tetapi secara tidak langsung dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan manusiakarena terakumulasi oleh bahan-bahan pencemar melalui konsumsi bahan pangan laut yangtelah terakumulasi sebelumnya.Makalah ini akan mencoba menjawab Dampak Tumpahan Minyak Mentah(Crude Oli) Terhadap Organisme Laut di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur.
  • 5. II. TEORI-TEORI YANG BERHUBUNGAN2.1 Definisi-definisiMenurut Kantor Menteri Kependudukan & Lingkungan Hidup, KLH (1991),Pencemaran laut adalah masuknya zat atau energi, secara langsung maupun tidaklangsung oleh kegiatan manusia ke dalam lingkungan laut termasuk daerah pesisirpantai, sehingga dapat menimbulkan akibat yang merugikan baik terhadapsumberdaya alam hayati, kesehatan manusia, gangguan terhadap kegiatan di laut,termasuk perikanan dan penggunaan lain-lain yang dapat menyebabkan penurunantingkat kualitas air laut serta menurunkan kualitas tempat tinggal dan rekreasi.Tumpahan minyak adalah pelepasan cairan hidrokarbon minyak bumi ke lingkunganakibat kegiatan manusia, dan merupakan bentuk polusi. Istilah sering merujuk tumpahanminyak laut, dimana minyak dilepaskan ke laut atau perairan pantai. Minyak mungkinberbagai bahan, termasuk minyak mentah, produk minyak olahan (seperti bensin atau solar)atau oleh-produk, kapal bunker, berminyak menolak atau dicampur dalam limbah minyak.Tumpahan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk membersihkannya(www.wikipedia.org).2.2 Sumber Pencemaran Laut2.2.1 Menurut Daya UrainyaDahuri dan Damar (1994), menyatakan bahwa bila ditinjau dari daya urainyamaka bahan pencemar pada perairan laut dapat dibagi atas dua jenis yakni:1. Senyawa-senyawa konservatif, yang merupakan senyawa-senyawa yangdapat bertahan lama di dalam suatu badan perairan sebelum akhirnya mengendapataupun terabsorbsi oleh adanya berbagai reaksi fisik dan kimia perairan.Contoh : logam-logam berat, pestisisda, deterjen, dll.2. Senyawa-senyawa non konservatif, yang merupakan senyawa yangmudah terurai dan berubah bentuk di dalam suatu badan perairan.Contoh : senyawa-senyawa organik seperti karbohidrat, lemak dan proteinyang mudah terlarut menjadi zat-zat anorganik oleh mikroba.
  • 6. 2.2.2 Menurut SumbernyaSedangkan menurut Sastrawijaya dan Tresna (1991), bila ditinjau darisumbernya maka bahan pencemar perairan laut dapat digolongkan atas :1. Bahan Pencemar yang bersifat kimiawi, yang terdiri dari :· Bahan pencemar yang bersifat anorganikContoh : asam, alkali dan logam-logam berat.· Bahan pencemar yang bersifat organikContoh : pestisida, pupuk, minyak, limbah dari pabrik makanan dan minuman.2. Bahan pencemar yang bersifat biologis.Bahan pencemar yang bersifat biologis disebabkan oleh microorganisme tanah,sampah domestik, sampah yang berasal dari industri pengolahan makanan kaleng sertasampah dan limbah peternakan.3. Bahan pencemar yang bersifat fisik.Sumber bahan pencemar yang bersifat fisik meliputi: erosi dan sedimentasinya,limbah cair panas dari industri listrik (PLTU/PLTD), kapal laut, pabrik tekstil atau catyang mengubah warna perairan serta limbah organik yang telah membusuk yangmenimbulkan bau.2.2.3 Menurut Sumber Bahan PencemarnyaLebih lanjut Dahuri dan Damar (1994) mengatakan bahwa sumber bahanpencemar perairan laut dapat dibagi atas dua jenis yaitu :1. Point sources, yaitu sumber pencemaran yang dapat diketahui dengan pastikeberadaannya.Contoh : pencemar yang bersumber dari hasil buangan pabrik atau industri2. Non point sources, yaitu sumber pencemar yang tidak dapat diketahuisecara pasti keberadaannyaContoh : buangan rumah tangga, limbah pertanian, sedimentasi serta bahanpencemar lain yang sulit dilacak sumbernya.
  • 7. 2.3 Dampak Pencemaran LautTumpahan minyak ke dalam ekosistem perairan laut dapat membahayakanlingkungan hidup organisme perairan laut tersebut. Namun demikian dampaknya terhadaporganism laut sulit diketahui karena pengaruhnya lama sekali(Holcomb,1969). MenurutMitchell et al (1970) pengaruh kontaminasi minyak terhadap komunitas organismebervariasi dari kecil sekali(negligible) samapai kemusnahan (catastrophic). Kejadian yangpaling berbahaya dari kecelakaan tumpahan minyak adalah apabila minyak tersebutdihalau oleh angin dan arus pasang-surut ke daerah pantai. Pengaruh racun dari tumpahanminyak ini, yang terperangkap pada sedimen-sedimen di darah pantai dapat bertahansampai bertahun-tahun. Kondisi ini dapat menghambat terjadinya rekolonisasi dari biotayang tumbuh di daerah tersebut.Sumadhiharga (1995) memaparkan dampak-dampak yang disebabkan olehpencemaran minyak di laut. Akibat jangka pendek dari pencemaran minyak antara lainadalah bahwa molekul-molekul hidokarbon minyak dapat merusak membrane sel biotalaut, mengakibatkan keluarnya cairan sel dan berpenetrasinya bahan tersebut ke dalam sel.Berbagai jenis udang dan ikan akan beraroma dan berbau minyak, sehingga menurunmutunya. Secara langsung minyak akan menyebabkan kematian pada ikan disebabkankekurangan oksigen, keracunan karbon dioksida, dan keracunan langsung oleh bahanberbahaya. Batas toleransi minyak pada air laut berada antara 0,001-,001 ppm, dan apabilamelewati batas tertinggi dari kadar tersebut maka bau minyak akan timbul.Akibat jangka panjang dari pencemaran minyak adalah terutama bagi biota lautyang masih muda. Minyak di dalam laut dapat termakan oleh biota-biota laut. Sebagiansenyawa minyak dapat dikeluarkan bersama-sama makanan, sedang sebagian lagi dapatterakumulasi dalam senyawa lemak dan protein. Sifat akumulasi ini dapat dipindahkan dariorganisme satu ke organisme lemak dan protein. Sifat akumulasi ini dapat dipindahkan dariorganisme satu ke organisme lain melalui rantai makanan. Jadi, akumulasi minyak didalam zooplankton dapat berpindah ke ikan pemangsanya. Demikian seterusnya bila ikantersebut dimakan ikan yang lebih besar, hewan-hewan laut lainnya, dan bahkan manusia.Pencemaran air oleh minyak sangat merugikan karena dapat menimbulkan hal-halsebagai berikut:1. Adanya minyak menyebabkan penetrasi sinar ke dalam air berkurang. Ternyataintensitas sianr di dalam air sedalam 2 meter dari permukaan air yang mengandung
  • 8. minyak adalah 90% lebih rendak daripada intensitas sinar pada kedalaman yangsama di dalam air yang bening.2. Konsetrasi oksigen terlarut menurun dengan adanya minyak karena lapisan filmminyak menghambat pengambilan oksigen oleh air.3. Adanya lapisan minyak pada permukaan air akan mengganggu kehidupan burungair karena burung-burung yang berenang akan menyelam bulu-bulunya akantertutupi oleh minyak sehingga menjadi lekat satu sama lain. Hal inimengakibatkan kemampuannya untuk terbang juga menurun.4. Penetrasi sinar dan oksigen yang menurun dengan adanya minyak dapatmengganggu kehidupan tanaman-tanaman laut, termasuk ganggang dan liken.Selain itu laut yang tercemar oleh tumpahan minyak, memberikan dampak negatifke berbagai organisme laut, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem di laut, yangpada akhirnya akan merugikan kehidupan manusia. Beberapa dampak ekologis akibat daritumpahan minyak adalah sebagai berikut (Laode M. Kamaluddin, 2002):1. Lapisan tumpahan minyak mempengaruhi tingkat intensitas fotosintesis fitoplanktonyang dapat menurunkan atau memusnahkan populasi fitoplankton. Kondisi inimerupakan bencana besar bagi kehidupan di perairan karena fitoplanktonmerupakan dasar bagi semua kehidupan perairan.2. Pencemaran air laut dari tumpahan minyak berdampak pada beberapa jenis burunglaut, karena tumpahan minyak tersebut menyebabkan degradasi lemak dalam hati,kerusakan saraf, pembesaran limpa, radang paru dan ginjal pada burung-burungtersebut.3. Tumpahan minyak dapat mengganggu keseimbangan berbagai organisme aquatikpantai, seperti berbagai jenis ikan, terumbu karang, hutan mangrove dan rusaknyapantai wisata. Hutan mangrove yang hidup disepanjang pantai beradaptasi di dalamair laut dengan cara desalinasi melalui proses ultra-filtrasi. Akar mangrove, yangtumbuh di dalam lumpur, berfungsi untuk menyerap oksigen melalui suatu jaringanaerasi yang kontak dengan udara, yang disebut dengan breathing roots. Jika pantaitercemar minyak, lumpur akan tertutup oleh deposit minyak yang dapat merusaksistem akar mangrove, sehingga difusi oksigen dari udara ke dalam jaringan aerasiterhambat.
  • 9. 5. Tumpahan minyak menghambat atau mengurangi transmisi cahaya matahari kedalam air laut, yang disebabkan karena absorpsi minyak bumi (cahaya mataharidiserap oleh tumpahan minyak) atau cahaya dipantulkan kembali oleh minyaudara.Semakin tebal lapisan minyak maka pelarutan oksigen dari udara semakin terganggudan akan merugikan biota-biota laut.6. Jika tumpahan minyak tersebut tidak mematikan sumber daya laut, makapencemaran tersebut menurunkan kualitasnya. Hal ini berhubungan dengankemampuan hewan-hewan laut untuk mengakumulasi minyak di dalam tubuhnya.Akumulasi ini sering menyebabkan daging ikan berbau minyak, sehingga merugikanpara nelayan karena tidak dapat menjual ikan tangkapan mereka.7. Untuk bidang pariwisata, polutan minyak di perairan mengurangi minat wisatawan,karena keindahan laut tertutup oleh lapisan minyak2.4 Cara Menanggulangi Tumpahan MinyakDidalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 109 Tahun 2006 TentangPenanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut telah dijelaskan dengan jelascara penanggulangannya. Untuk lebih jelasnya lihat Lampiran 1.Selain itu ada beberapa metoda yang dipakai dalam penanggulangan pencemaranakibat tumpahan minyak adalah:1. Pembersihan Secara MekanikPada cara ini digunakan alat yang berfungsi mengumpulkan tumpahan minyak (boom,skimmer, sponge), sehingga tumpahan minyak terlokalisir dalam suatu daerah yangsempit. Pegumpulan tumpahan minyak juga dapat dilakukan dengan menggunakanpompa Hidrostal yang bekerja secara hidrolik. Bagaimanapun, penggunaan metoda inisangat bergantung kepada arus, amplitudo gelombang, dan pasang-surut laut, sertakecepatan angin.2. Penggunaan DispersantDispersant disemprotkan pada tumpahan minyak dengan menggunakan helikopterataupun boat untuk memecahkan lapisan minyak menjadi tetesan, selanjutnya akanhilang dari permukaan karena terdegradasi secara alami. Penggunaan dispersant initidak akan efektif pada air yang tenang karena cara ini membutuhkan gerakan
  • 10. gelombang agar dispersant tercampur dengan tumpahan minyak. Namun, keefektifancara ini pada air yang bergelombangpun dibatasi oleh pembentukan air dalam emulsiminyak (muosse) dan rendahnya kontak antara dispersant-minyak.Dispersant merupakan campuran bermacam bahan kimia. Mulanya, dispersant yangdipakai merupakan zat pengemulsi dari campuran hidrokarbon diantaranya hidrokarbonaromatik, fenol, dan senyawa lain dengan konsentrasi tinggi yang bersifat racunterhadap kehidupan laut. Tetapi kini telah diproduksi dispersant yang tidakmenggunakan senyawa hidrokarbon.3. Pembakaran Minyak Secara In Situ di LautPembakaran minyak di laut mempunyai sejumlah batasan di antaranya ketebalanminyak dan jarak antara lokasi tumpahan dengan kapal untuk alasan keamanan.Pembakaran secara in situ dilakukan saat mengatasi tumpahan minyak dari kapal ExxonValdez. Dilaporkan bahwa pada hari kedua setelah kejadian, 60.000 - 110.000 literminyak yang tumpah dapat dihilangkan. Hal ini membutuhkan boom yang tahan api,sementara lapisan minyak yang harus dijaga adalah setebal 3 mm.
  • 11. III. PEMBAHASANLaut Timur yang TercemarPencemaran yang terjadi di laut Timor berasal dari senyawa konservatif yangbersifat kimiawi organic yaitu minyak mentah (crude oil). Minyak mentah ini berasal dariledakan pengeboran minyak Ladang Gas Montara yang digarap perusahaan milik mantanPerdana Menteri Thailand Thakshin Shinawatra yang dikudeta militer negara itu dua tahunlalu, meledak pada 21 Agustus 2009 sehingga memuntahkan sekitar 500.000 liter atausekitar 1.200 barel minyak mentah (crude oil) setiap hari ke Laut Timor (Kompas.com).Ladang gas ini terletak sekitar 690 km barat Darwin, Australia Utara dan 250 km barat lautTruscott di Australia Barat dan letaknya lebih dekat dengan gugusan Pulau Pasir (ashmorereef). Sehingga pencemaran di Laut Timor ini berdasarkan tempat sumber pencemarannyaberjenis point sources karena diketahui sumber pencemarannya.Menurut laporan Kompas.com (29/10/09) hingga 29 Agustus, kebocoran itu telahmenjangkau 3.000 km2. Pencemaran laut akan terus meluas luas karena terbawa arus dangelombang laut. Pengaruh buangan atau tumpahan minyak terhadap organiseme perairanlaut dapat menurunkan kualitas air laut secara fisik, kimia dan biologis. Secara fisikdengan adanya tumpahan atau buangan minyak maka permukaan air laut akan tertutup olehminyak. Secara kimia, karena minyak bumi tergolong senyawa aromatik hidrokarbon makadapat bersifat racun, sedangkan secara biologi adanya buangan atau tumpahan minyakdapat mempengaruhi kehidupan organisme laut.Pencemaran di laut ini telah mengakibatkan matinya berbagai organisme laut.Organisme laut tersebut mati dikarenakan konsetrasi oksigen terlarut menurun denganadanya minyak karena lapisan film minyak menghambat pengambilan oksigen oleh air.Sehingga organisme tersebut kekurangan oksigen. Kematian oraganisme laut ini akan terusmeluas jika aparat terkait tidak melakukan tindakan penanggulanganKompas melaporkan upaya penyumbatan atas kebocoran minyak mentah itu sudahpernah dilakukan pekan lalu, namun masih juga gagal sehingga dilakukan upaya kedua.Namun, upaya kedua yang dilakukan pada 13 September lalu, juga masih tetap gagal.
  • 12. Upaya penyumbatan dimaksud antara lain dengan melakukan pengeboran menyampingdari sisi sumur melewati formasi batu karang yang sangat keras, sehingga terasa sulit danlambat yang berakibat pada makin frustrasinya banyak orang. Sebelumnya, pemerintahfederal mengklaim bahwa tumpahan minyak mentah di Laut Timor itu adalah sebuahmasalah kecil dan mudah dikendalikan, namun hingga kini belum berhasil juga diatasi.Penanggulan tumpahan minyak yang diamandatkan dalam Peraturan Presiden No.109 Tahun 2006 tidak dilaksanakan di lapangan. Hal ini disebabkan kurang pekanyapemerintah kita terhadap permasalahan lingkungan. Pemerintah cenderung memberiakpermasalahan yang ada hingga masalah tersebut hilang dengan sendirinya. Namun dalamkasus tumpahan minyak mentah ini, jika minyak tersebut dibiarkan akan memberikandampak yang lebih buruk bagi lingkungan.Sementara itu tidak adanya koordinasi antarpihak yang terlibat membuatpenyebaran minyak ini semakin meluas. Selain itu sampai saat ini pemerintah belummembersihkan tumpahan minyak akan semakin mengancam organisme yang terdapat diLaut Timor.
  • 13. KESIMPULAN DAN SARANDari pembahasan di atas dapat disimpulkan adanya dampak yang ditimbulkan daritumpahan minyak mentah (cruised oil) di Laut Timur bagi organsime laut. Kematianorganisme laut ini disebabkan lapisan tumpahan minyak menghalangi sinar matahari.Selain itu konsetrasi oksigen terlarut menurun dengan adanya minyak karena lapisan filmminyak menghambat pengambilan oksigen oleh air. Dimana organisme laut membutuhkansinar matahari dan oksigen.Penulis menyarankan kepada pemerintah segera melakukan upaya upayapenanggulangan dampak tumpahan minyak tersebut. Hal ini dimasutkan agar kelestarianlingkungan tetap terjaga. Upaya pencegahan dapat menggunakan salah satu metoda yangtelah ada. Selain itu penulis juga menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjutdilapangan dampak yang lebih luas tidak hanya dari segi biota laut, sehingga dapat dilhatdampak yang lebih luas akibat tumpahan minyak mentah di Laut Timor tersebut. Perlujuga dilakukan penelitian di laboratorium agar diketahui tingakat pencemarannya.
  • 14. DAFTAR PUSTAKABukuDahuri, R dan A. Damar. 1994. Metode dan Teknik Analisis Koalitas Air. Press.Kupang.Laode M. Kamaluddin, Pembangunan Ekonomi Maritim di Indonesia, Jakarta:Gramedia Pustaka Utama, 2002Sastrawijaya dan A. Tresna. 1991. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta.Suratmo,F.G. 1990. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gadjah MadaUniversity Presss. Jogja...Perundang-undagan…………….., 1997. Undang-undang No.23 Tahun 1997 Tentang PengelolaanLingkungan Hidup. Jakarta…………….., 2001. Undang-undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2001Tentang Minyak dan as Bumi. Jakarta…………….., 2006. Peraturan Presiden No.109 Tahun 2006 TentangPenanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut. Jakarta.