• Save
C:\fake path\aturan dasar pengembangan ktsp
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL

    JASA PENGURUSAN LEGAL SERVICES
    - URUS PENDIRIAN PT – PERSEROAN TERBATAS
    - URUS PENDIRIAN PMA
    - URUS IZIN PRINSIP
    - URUS PENDIRIAN CV
    - URUS PENDIRIAN UD
    - URUS IZIN PRINSIP PERLUASAN
    - URUS SIUP
    - URUS TDP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • sukron kasir atas program ini saat bermamfaat sekali semoga menjadi amal jariah
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • gak bisa di download ya????
    bagaimana cara downloadnya???
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • trimksih prgram ini sangt bermanfaat bg sy
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
6,129
On Slideshare
6,129
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
4
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. ATURAN DASAR PENGEMBANGAN KTSP & IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM LPTK
  • 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (17 Bab, 97 Pasal)
    • Standar Nasional Pendidikan (Pasal 35)
    • Kurikulum (Pasal 36,37)
    Undang-undang No. 20/2003 tentang Sisdiknas (Pasal 35, 36, 37 ) Standar Nasional Pendidikan Latar Belakang
  • 3. Standar Nasional Pendidikan PP 19/05 K riteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia Dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu
  • 4. FUNGSI DAN TUJUAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
    • Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelak - sanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
    • Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
    • Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berke - lanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global .
  • 5. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
  • 6. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Merupakan standar nasional pendidikan tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
    • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
    • SKL ditentukan berdasarkan Permen Diknas No. 23/2006
  • 7.
    • KOMPETENSI
    • adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
    • STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
    • meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran.
  • 8.
    • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan dasar bertujuan untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum ber tuju- an untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
  • 9.
    • STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN
    • Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang mencakup ke - lompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahu - an dan teknologi, estetika , jasmani , olahraga dan kesehatan.
  • 10.
    • KOMPETENSI MATA PELAJARAN
    • Kompetensi mata pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu.
    • STANDAR KOMPETENSI (SK)
    • Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diha - rapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; Standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional.
  • 11.
    • KOMPETENSI DASAR (KD)
    • Sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyu - sunan indikator kompetensi .
    • INDIKATOR KOMPETENSI
    • Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau di observasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran .
  • 12. ALUR PENILAIAN Keputusan Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Soal Tes H B Komponen Perilaku yang Diamati Keputusan Penilaian
  • 13. BAGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR KOMPETENSI KLP MATA PELAJARAN STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
  • 14. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Standar isi dituangkan dalam Permen Diknas No. 22/2006
    • Digunakan sebagai pedoman pengembangan materi minimal
    • Mencakup ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria ttg
      • Kompetensi tamatan
      • Kompetensi mata pelajaran
      • Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
      • Beban belajar
      • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
      • Kalender Pendidikan/Akademik
      • Silabus
  • 15.
    • STANDAR ISI sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
    • KERANGKA DASAR KURIKULUM adalah rambu-rambu yang dite tap- kan berdasarkan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan KTSP dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan.
    • KEDALAMAN MUATAN KURIKULUM pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.
  • 16. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Diatur lebih lanjut dalam UU No. 14/2005 tgl 30 Desember 05
    • Kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
    • Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
  • 17. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
    • Proses pembelajaran interaktif, inspiratif , menyenangkan, menantang , memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psik. peserta didik
    • Masih relefan “Pedoman KBM yang Efektif: Kur. 2004”
    • Pendekatan CTL, komunikatif, multikultural, kooperatif, dll.
  • 18. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Persyaratan minimal tentang:
    • Sarana :
    • perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, BHP
    • Prasarana:
    • R.kelas, R.pimpinan satuan pendidikan, R. pendidik, R. tata usaha, R. perpustakaan, R. laboratorium, R. bengkel kerja, R. unit produksi, R. kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi
  • 19. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Persyaratan minimal tentang:
    • Biaya Investasi meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap
    • Biaya Personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan
    • Biaya Operasi meliputi
      • gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji (lih. UU No. 14/2006)
      • bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya
  • 20. Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah:
      • DIKDASMEN : menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas
      • DIKTI : menerapkan otonomi perguruan tinggi yang dalam batas-batas yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku memberikan kebebasan dan mendorong kemandirian
  • 21. Standar N asional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Standar Penilaian Pendidikan merupakan standar nasional penilaian pendidikan tentang mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik
    • Lihat Permen No. 6/2005, No.20/2005
    • Lihat Pedoman Penilaian Berbasis Kelas: Kur. 2004
  • 22. PENGEMBANGAN KURIKULUM
    • Sistem pendidikan nasional senantiasa perlu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
    • Kurikulum nasional perlu terus disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan kebutuhan lokal, nasional dan global.
  • 23.
    • Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan ke harus- an agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif.
    • Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang No 20 T a h un 2003 tentang Sisdiknas pasal 35 dan 36 yang menekankan tentang perlunya peningkatan standar nasional pendidikan sebagai acuan kurikulum secara berencana dan berkala dalam rangka mewujud - kan tujuan pendidikan nasional.
  • 24.
    • Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah th 1994 ditetapkan melalui keputusan Mendikbud No . 060/U/ 1993 dan No. 61 /U/1993, setelah beberapa tahun Kurikulum 1994 diimplementasikan, Pemerintah me - mandang perlu dilakukan kajian dan penyempurnaan sesuai dengan antisipasi berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun global.
  • 25.
    • Mulai tahun 2001, Depdiknas melakukan serangkaian kegiatan untuk menyempurnakan kurikulum 1994 dan melakukan rintisan ( piloting ) secara terbatas kurikulum tersebut untuk validasi dan mendapatkan masukan empiris dalam rangka penyempurnaan tersebut.
    • Penyempurnaan kurikulum tersebut menggunakan pendekatan kompe - tensi, dan kemampuan minimal yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap tingkatan kelas dan pada akhir satuan pendidikan itu dirumuskan secara eksplisit.
    • Oleh karena itu kurikulum ini sering disebut seba g ai Kurikulum Berbasis Kompetensi .
  • 26.
    • Di samping rumusan kompetensi tersebut juga dirumuskan ma t eri untuk mendukung pencapaian kompetensi dan indi - kator pencapaian yang dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk melihat ketercapaian yang dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk melihat ketercapaian hasil pembelajaran.
    • Penyempurnaan juga dilakukan terhadap struktur kuriku - lum y an g meliputi jumlah mata pelajaran, beban belajar, alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran, mata pela - jaran pilihan dan muatan lokal dan sistem pelaksanaan kurikulum , baik sistem paket maupun sistem satuan kredit semester .
  • 27.
    • Penyempurnaan Kurikulum 1994 yang dimulai sejak tahun 2001 dan perintisan pada beberapa sekolah dilakukan oleh Pusat Kurikulum Balitbang dan Dirjen Dikdasmen.
    • Pada awalnya, kurikulum hasil penyempurnaan dalam rintisan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara resmi mulai tahun ajaran 2004/2005.
    • Namun demikian, dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, draf kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan peraturan perundangan tersebut sehingga Kurikulum 2004 (KBK) tidak jadi disahkan .
  • 28.
    • Sesuai dengan PP Nomor 19 tahun 2005, penyempurnaan lebih lanjut dilakukan oleh Badan Standar Nasional Pen - didikan (BSNP).
    • Penyempurnaan dilakukan berdasarkan hasil kajian para pakar pendidikan yang membantu BSNP dan juga masukan dari masyarakat yang terdiri atas 3 hal:
      • Pengurangan beban belajar sekitar 10%
      • Penyederhanaan kerangka dasar dan struktur kurikulum
      • Pemberian wewenang pada daerah lebih luas
  • 29.
    • Penyempurnaan tersebut mencakup sinkronisasi kompetensi untuk setiap mata pelajaran antar jenjang pendidikan, beban belajar dan jumlah mata pelajaran serta validasi empirik terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar.
    • Setelah melalui proses penyempurnaan dan uji publik untuk validasi standar kompetensi dan kompetensi dasar, BSNP sesuai dengan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, mengusulkan kepada Mendiknas:
      • Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan pendidikan dasar dan Menengah yang akhirnya lahir sebagai Permen Diknas No. 23/2006;
      • Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang akhirnya lahir sebagai Permen Diknas No. 22/2006;
      • Permen Diknas No. 24/2006 yang mengatur lebih lanjut pelaksanaan Permen Diknas No. 22 dan 23/2006.
  • 30. PENGEMBANGAN KTSP
    • Sesuai Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36:
      • Ayat (1), Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
      • Ayat (2), Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
    TUGAS SIAPA?
  • 31.
    • Pasal 36 ayat (3), Kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:
      • peningkatan iman dan taqwa
      • peningkatan akhlak mulia
      • peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik
      • keragaman potensi daerah dan lingkungan tuntutan pemba - ngunan daerah dan nasional
      • tuntutan dunia kerja
      • perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
      • agama
      • dinamika perkembangan global
      • persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
    DALAM PELAJARAN APA?
  • 32.
    • Pasal 37 ayat (1) Kurikulum P endidikan D asar dan M enengah wajib memuat:
      • Pendidikan agama
      • Pendidikan kewarganegaraan
      • Bahasa
      • Matematika
      • IPA
      • IPS
      • Seni dan budaya
      • Pendidikan jasmani dan olahraga
      • Keterampilan/kejuruan, dan
      • Muatan lokal
  • 33. STRUKTUR KURIKULUM SD/MI
    • Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI.
    • Struktur Kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kom pe- tensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang me - muat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.
    • Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”
    CONTOH PENDIDIKAN PENGEMBANGAN DIRI
  • 34.
    • Pembelajaran Kelas I s.d Kelas III dilaksanakan melalui pende - katan tematik, sedangkan Kelas IV s.d Kelas VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
    • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendi - dikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pem - belajaran per minggu secara keseluruhan.
    • Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
    • Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran ( 2 semester) adalah 34-38 minggu
  • 35.
    • Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri: I II III IV-VI
    • Mata Pelajaran
      • Pendidikan Agama 3
      • Pendidikan Kewarganegaraan 2
      • Bahasa Indonesia 5
      • Matematika 5
      • IPA 4
      • IPS 3
      • Seni Budaya dan Keterampilan 4
      • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 4
    • Muatan Lokal 2
    • Pengembangan Diri 2*)
    • Jumlah 26 27 28 32
    • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
  • 36. STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTs
    • Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi substansi pembel ajar- an y an g ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX.
    • Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
    • Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”
  • 37.
    • Jam pembelajaran untuk setiap mata pela jar an dialokasi - kan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Sa tu- an pendidikan dimung kin kan menambah maksimum em - pat jam pembelajaran tiap minggu secara keseluruhan.
    • Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 mn t
    • Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
  • 38.
    • Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri:
    • Mata Pelajaran
      • Pendidikan Agama 2
      • Pendidikan Kewarganegaraan 2
      • Bahasa Indonesia 4
      • Bahasa Inggris 4
      • Matematika 4
      • IPA 4
      • IPS 4
      • Seni Budaya 2
      • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
      • Keterampilan/TIK 2
    • Muatan Lokal 2
    • Pengembangan Diri 2*)
    • Jumlah 32
    • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
  • 39. STRUKTUR KURIKULUM SMA/MA
    • Struktur kurikulum SMA/MA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII.
    • Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
    • Pengorganisasian kelas di bagi ke dalam dua kelompok, yaitu Kelas X merupa - kan program umum y an g diikuti seluruh peserta didik, kleas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas 4 program, yaitu Program IPA, IPS, Bahasa, dan Keagamaan, khusus untuk MA.
  • 40.
    • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasi - kan sebagai tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran setiap minggu secara keseluruhan.
    • Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.
    • Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
  • 41.
    • Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri:
    • Mata Pelajaran
      • Pendidikan Agama 2
      • Pendidikan Kewarganegaraan 2
      • Bahasa Indonesia 4
      • Bahasa Inggris 4
      • Matematika 4
      • Fisika 2
      • Biologi 2
      • Kimia 2
      • Sejarah 1
      • Geografi 1
      • Ekonomi 2
      • Sosiologi 2
      • Seni Budaya 2
      • Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan 2
      • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
      • Keterampilan/Bahasa Asing 2
    • Muatan Lokal 2
    • Pengembangan Diri 2*)
    • Jumlah 38
    • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
  • 42.
    • Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA, IPS, Bahasa, dan Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
    • PROGRAM IPA
    • Mata Pelajaran
      • Pendidikan Agama 2
      • Pendidikan Kewarganegaraan 2
      • Bahasa Indonesia 4
      • Bahasa Inggris 4
      • Matematika 4
      • Fisika 4
      • Kimia 4
      • Biologi 4
      • Sejarah 1
      • Seni Budaya 2
      • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2
      • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
      • Keterampilan/Bahasa Asing 2
    • Muatan Lokal 2
    • Pengembangan Diri 2 *)
    • Jumlah 39
    • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
    MENGAPA?
  • 43.
    • PROGRAM IPS
    • Mata pelajaran
      • Pendidikan Agama 2
      • Pendidikan Kewarganegaraan 2
      • Bahasa Indonesia 4
      • Bahasa Inggris 4
      • Matematika 4
      • Sejarah 3
      • Geografi 3
      • Ekonomi 4
      • Sosiologi 3
      • Seni Budaya 2
      • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
      • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
      • Keterampilan/Bahasa Asing 2
    • Muatan Lokal 2
    • Pengembangan Diri 2*)
    • Jumlah 39
    • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
  • 44.
    • PROGRAM BAHASA
    • Mata pelajaran
      • Pendidikan Agama 2
      • Pendidikan Kewarganegaraan 2
      • Bahasa Indonesia 5
      • Bahasa Inggris 5
      • Matematika 3
      • Sastra Indonesia 4
      • Bahasa Asing 4
      • Antropologi 2
      • Sejarah 2
      • Seni Budaya 2
      • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
      • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
      • Keterampilan 2
    • Muatan Lokal 2
    • Pengembangan Diri 2*)
    • Jumlah 39
    • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
  • 45.
    • PROGRAM KEAGAMAAN
    • Mata pelajaran
      • Pendidikan Agama 2
      • Pendidikan Kewarganegaraan 2
      • Bahasa Indonesia 4
      • Bahasa Inggris 4
      • Matematika 4
      • Tafsir dan Ilmu Tafsir 3
      • Ilmu Hadits 3
      • Ushul Fiqih 3
      • Tasawuf/Ilmu Kalam 3
      • Seni Budaya 2
      • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
      • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
      • Keterampilan 2
    • Muatan Lokal 2
    • Pengembangan Diri 2*)
    • Jumlah 38
    • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
  • 46. STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN
    • Struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini SMK dan MAK berisi mata pelajaran wajib, mata pelajaran kejuruan, muatan lokal, dan pengembangan diri
    • Mata pelajaran wajib terdiri atas Pendidikan Agama, PKn, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olahraga, dan Keterampilan Kejuruan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja .
  • 47.
    • Mata pelajaran k ejuruan terdiri atas beberapa mata pelajaran yang bertujuan untuk menunjang pembentukan kompetensi kejuruan dan pengembangan kemam - puan menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya.
    • Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi y an g disesuaikan d e ng an ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, y an g materinya t i d a k dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran y an g ada.
    • Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai d e ng an pro - gram keahlian y an g diselenggarakan.
  • 48.
    • Pengembangan diri, (sama spt sekolah umum) terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.
    • Struktur kurikulum SMK/MAK, meliputi substansi pembelajaran y an g ditem - puh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun atau dapat diperpan - jang hingga empat tahun mulai kelas X sampai kelas XII atau kelas XIII.
    • Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran .
  • 49.
    • STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
    • A. Mata Pelajaran
      • Pendidikan Agama 192
      • Pendidikan Kewarganegaraan 192
      • Bahasa Indonesia 192
      • Bahasa Inggris 440 a)
      • Matematika
        • Kelompok Seni,Pariwisata, dan Teknologi Kerumahtanggaan 330 a)
        • Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran dan Akuntasi 403 a)
        • Kelompok Teknologi,Kesehatan,dan Pertanian 516 a)
      • Ilmu Pengetahuan Alam
        • IPA 192 a)
        • Fisika
          • Kelompok Pertanian 192 a)
          • Kelompok Teknologi 276 a)
  • 50.
        • c. Kimia
          • Kelompok Pertanian 192 a)
          • Kelompok Teknologi dan Kesehatan 192 a)
        • d. Biologi
          • Kelompok Pertanian 192 a)
          • Kelompok Kesehatan 192 a)
    • Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a)
    • Seni Budaya 128 a)
    • Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan 192
    • Kejuruan
        • Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 202
        • Kewirausahaan 192
        • Dasar Kompetensi Kejuruan b) 140
        • Kompetensi Kejuruan b) 1044 c)
    • B. Muatan Lokal 192
    • C. Pengembangan Diri d) 192
  • 51.
    • Keterangan Notasi
    • Durasi waktu adalah jumlah jam minimal y an g digunakan oleh setiap program keahli - an. Program keahlian y an g memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran y an g sama, di luar jumlah jam y an g dicantumkan.
    • Terdiri dari berbagai mata pelajaran y an g ditentukan sesuai d e ng an kebutuhan setiap program keahlian
    • Jumlah jam Kompetensi kejuruan pada dasarnya sesuai d e ng an kebutuhan standar kompetensi kerja y an g berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044
    • Ekuivalen 2 jam pembelajaran.
  • 52. GRAND KURIKULUM KUROP – SATUAN PENDIDIKAN PANDUAN STANDAR KOMPETENSI SKL SK-KMP SK-MP KD STANDAR ISI KERANGKA DASAR STRUKTUR KURIKULUM BEBAN BELAJAR KALENDER PEND
  • 53. PENGEMBANGAN SKL, STANDAR ISI PADA SATUAN PENDIDIKAN
    • Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan :
      • UU Nomor 20 Tahun 2003 t en t an g Sisdiknas Pasal 36 sampai Pasal 38;
      • PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 5 sampai Pasal 18, dan Pasal 25 sampai Pasal 27;
      • Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah;
      • Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
    Isi pasal dalam undang/peraturan
  • 54.
    • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
    • Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP .
    APAKAH KOMENTAR ANDA?
  • 55.
    • Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah y an g disusun oleh BSNP.
    • Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertim - bangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah.
    • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mulai tahun ajaran 2006/2007.
  • 56.
    • Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Per - mendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010.
    • Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 tahun 2006 untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007.
    JIKA BELUM , APA MASALAHNYA
  • 57.
    • Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004, melaksanakan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006 secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun dengan tahapan:
      • Untuk SD,MI,SDLB:
        • Tahun I : kelas 1 dan 4
        • Tahun II : kelas 1,2,4 dan 5
        • Tahun III : kelas 1,2,3,4,5,dan 6
      • Untuk SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MAK, SMPLB, dan SMALB:
        • Tahun I : kelas 1
        • Tahun II : kelas 2
        • Tahun III : kelas 3
    • Penyimpangan t er h a d ap ketentuan Permendiknas tsb dapat dilakukan setelah mendapat ijin Mendiknas
  • 58.
    • Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . U ntuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus, disesu - aikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.
    APA TUGAS /PERAN GUB DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN
  • 59.
    • Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang dan SKL untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk satuan pendidikan dasar, disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten /kota masing-masing.
    • Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 tentang Standar isi dan Nomor 23 tentang SKL untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk satuan pendidikan MI, MTs, MA, dan MAK , disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan.
  • 60. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
    • Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyeleng - garaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
    • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan .
    • KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
  • 61.
    • Dalam penyusunan KTSP digunakan Panduan KTSP yang disusun oleh BSNP.
    • Tujuan panduan KTSP untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/ SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MA dalam penyusun - an dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satu - an pendidikan yang bersangkutan
  • 62. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP
    • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
    • Beragam dan terpadu
    • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
    • Relevan dengan kebutuhan kehidupan
    • Menyeluruh dan berkesinambungan
    • Belajar sepanjang hayat
    • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
  • 63. ACUAN OPERASIONAL PENYUSUNAN KTSP
    • Peningkatan iman dan takwa serta ahlak mulia
    • Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
    • Keragaman potensi dan karakter daerah dan lingkungan
    • Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
    • Tuntutan dunia kerja
  • 64.
      • 6. Perkembangan IPTEKS
      • 7. Agama
      • 8. Dinamika perkembangan global
      • 9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
      • 10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
      • 11. Kesetaraan Jender
      • 12. Karakteristik satuan pendidikan
  • 65. KOMPONEN KTSP
    • A. TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
    • B. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
    • C. KALENDER PENDIDIKAN
  • 66. TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
    • Mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:
      • Tujuan pendidikan dasar adalah meleta k kan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepri - badian, ahlak mulia, keteram pil an untuk hidup mandiri , dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
      • Tujuan pendidikan menengah umum adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
      • Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengeta - huan, kepribadian, ahlak mulia, keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
  • 67. STRUKTUR DAN MUATAN KTSP
    • Struktur KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertu - ang dalam Standar Isi, y an g dikembangkan dari kelompok mata pelajaran sbb.
      • Agama dan ahlak mulia
      • Kewarganegaraan dan kepribadian
      • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
      • Estetika
      • Jasmani, olahraga dan kesehatan
  • 68.
    • Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yg keluasan dan kedalam - annya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Selain itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
        • Mata pelajaran
        • Muatan lokal
        • Kegiatan Pengembangan diri
        • Pengaturan beban belajar
        • Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan kelulusan
        • Pendidikan kecakapan Hidup
        • Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global
  • 69.
    • 1. Mata Pelajaran , beserta alokasi waktu untuk setiap tingkat satuan pendi - dikan tertera pada s truktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi
    • 2. Muatan lokal
      • Merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengem - bangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan.
      • Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Isi berarti bahwa dalam satu tahun, satuan pendi - dikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.
  • 70.
    • 3. Kegiatan Pengembangan Diri
    • Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.
    • Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir peserta didik, serta kegiatan ekstra kurikuler.
    • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan.
  • 71.
    • Tujuan Pengembangan Diri
    • Umum
    • Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah
  • 72.
    • Khusus
    • Pengembangan diri bertujuan menunjang peserta didik dalam mengem - bangkan
      • Bakat
      • Minat
      • Kreativitas
      • Kompetensi dan kebiasaan dlm kehidupan
      • Kemandirian
      • Kemampuan kehidupan keagamaan
      • Kemampuan sosial
      • Kemampuan belajar
      • Wawasan dan perencanaan karir
      • Kemampuan pemecahan masalah
  • 73.
    • RUANG LINGKUP
    • Pelayanan Konseling, meliputi pengembangan
      • Kehidupan pribadi
      • Kehidupan sosial
      • Kehidupan belajar
      • Kehidupan karir
    • Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan
      • Kepramukaan
      • Latihan kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja
      • Seni, olahraga, cinta alam
      • Keagamaan
    • PENILAIAN
    • Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran .
  • 74.
    • 4. Pengaturan Beban Belajar
      • Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik kategori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB/SMK / MAK kategori standar
      • Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat diguna - kan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri, dan oleh SMA/MA / SMALB/SMK/MAK kategori standar.
  • 75.
      • Beban belajar dalam SKS digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK / MAK kategori mandiri.
      • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialoka - sikan sbgmana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan di - mungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran tiap minggu secara keseluruhan.
      • Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, disamping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.
  • 76.
      • Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0%-40%, SMP/MTs / SMPLB 0%-50% dan S MA/MA/SMALB/SMK/MAK 0%-60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran ybs. Pemanfaatan alokasi waktu tsb mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi
      • Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dng satu jam tatap muka.
  • 77.
      • Alokasi waktu untuk tatap muka, penugasan struktur, dan kegiatan mandiri tdk terstruktur untuk SMT/MTs dan SMA / MA/SMK/MAK y an g menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sbb.
        • Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka, 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri t i d a k terstruktur.
        • Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit tatap muka, 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri t i d a k terstruktur.
  • 78.
    • 5. Ketuntasan Belajar
      • Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam satu kom - petensi dasar berkisar antara 0 – 100%.
      • Kriteria ideal ketuntasan setiap indikator 75%.
      • Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangan kompleksitas SK dan KD tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyeleng - garaan pembelajaran.
      • Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus mencapai kriteria ketuntasan ideal
  • 79.
      • Pelaporan hasil belajar (raport) peserta didik diserahkan pada satuan pendidikan dengan memperhatikan rambu-rambu yang disusun oleh direktorat teknis terkait.
    • 6. Kenaikan kelas, dan Kelulusan
      • Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh setiap direktorat teknis terkait.
  • 80.
    • Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
      • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
      • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani,olahraga, dan kesehatan;
      • Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran IPTEK; dan
      • Lulus Ujian Nasional.
  • 81.
    • 7. Penjurusan
      • Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA.
      • Kriteria penjurusan diatur oleh direktorat teknis terkait.
      • Penjurusan pada SMK/MAK didasarkan pada spektrum pendi - dikan kejuruan yang diatur oleh direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
  • 82.
    • 8. Pendidikan Kecakapan Hidup
      • Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/ SMALB, SMK/MAK dpt memasukan pendidikan kecakapan hidup, y an g mencakup kecakapan pribadi, sosial, akademik dan/atau kecakapan vokasional.
      • Dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran
      • Dapat diperoleh dari peserta didik dari satuan pendidikan ybs dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal .
  • 83.
    • 9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
      • Kurikulum untuks s emua satuan pendidikan dapat memasukan pendi - dikan berbasis keunggulan lokal dan global.
      • Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran.
      • Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal y an g sudah ter akreditasi.
    • 10. Kalender Pendidikan
    • Satuan pendidikan dpt menyusun kalender pendidikan sesuai d e ng an kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.
  • 84. PENGEMBANGAN SILABUS
    • A. P ENGERTIAN SILABUS
      • Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau ke - lompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
  • 85.
    • B. P RINSIP PENGEMBANGAN SILABUS
      • ILMIAH, yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yg menjadi muatan d a l a m silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
      • RELEVAN , yaitu cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
      • SISTEMATIS , yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
      • KONSISTEN , yaitu adanya hubungan y an g konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
  • 86.
    • 5. MEMADAI , yaitu cakupan indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
    • 6. AKTUAL DAN KONTEKSTUAL , yaitu cakupan indikator, materi pokok, kegi - atan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkem - bangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
    • 7 .FLEKSIBEL , yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi kera - gaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
    • 8 .MENYELURUH , yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kom - petensi (kognitif,afektif, dan psikomotor)
  • 87.
    • c. Unit Waktu Silabus
      • Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tngkat satuan pendidikan.
      • Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
      • Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai de - ngan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu yg tersedia pada struktur kurikulum. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.
  • 88.
    • D. Pengembang Silabus
      • Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau kelompok dalam sebuah sekolah/madarsah atau beberapa sekolah / madra - sah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.
        • Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mam - pu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.
        • Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksa na- kan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan agar membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan sekolah/madrasah tsb.
  • 89.
        • DI SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama.
        • Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara ber - sama oleh guru terkait
        • Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah/madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan o l eh sekolah/ madrasah dalam lingkup MGP/PKG setempat.
        • Dinas pendidikan setempat dapat menfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.
  • 90.
    • LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS
    • 1. Mengkaji SK dan KD dlm Standar Isi
      • dengan memperhatikan :
      • Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
      • Keterkaitan antar SK dan KD dlm mata pelajaran
      • Keterkaitan SK dan KD antar mata pelajaran.
  • 91.
    • 2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran, yang menunjang SK dan KD d e ng an mempertimbangkan :
      • Potensi peserta didik
      • Relevansi dengan karakteristik daerah
      • Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik
      • Kebermanfaatan bagi peserta didik
      • Struktur keilmuan
      • Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
      • Relevansi dng kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
      • Alokasi waktu.
  • 92.
    • 3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
      • Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui inter ak si antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.
      • Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui pengguna a n pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
  • 93.
      • Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembel - ajaran adalah sbb .
        • Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
        • Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
        • Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep materi pembelajaran
        • Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik, yaitu kegiatan peserta didik dan materi.
  • 94.
    • 4. Merumuskan Indikator Keberhasilan
      • Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditan - dai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
      • Indikator dikembangkan sesuai d e ng an karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional y an g terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan s e b a g ai dasar untuk menyusun alat penilaian.
  • 95.
    • 5. Penentuan Jenis Penilaian
      • Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.
      • Penilaian dilakukan dng menggunakan tes dan non tes dlm bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
      • Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sitematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
  • 96.
    • 6. Hal-hal y an g harus diperhatikan dalam penilaian :
      • Penialain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi
      • Penilaian menggunakan acuan kriteria
      • Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Artinya semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
      • Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut
      • Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.
  • 97.
    • 7 . Menentukan Alokasi Waktu
      • Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu d e ng an mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD.
      • Alokasi waktu yg dicantumkan dlm silabus merupakan perkiraan waktu yg dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar.
  • 98.
    • 8 . Menentukan Sumber Belajar
      • Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan y an g digu - nakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
      • Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
  • 99.
    • G. Pengembangan Silabus Berkelanjutan
      • Dalam imlementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksnakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh guru masing-masing
      • Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.
  • 100. PELAKSANAAN PENYUSUNAN KTSP
    • A. A NALISIS KONTEKS
      • Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yg ada di sekolah, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program y an g ada di sekolah.
      • Analisis peluang dan tantangan yg ada di masyarakat dan lingkung - an sekitar, komite sekolah/madrasah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya.
      • Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan s e b a g ai acuan d a l a m penyusunan KTSP
  • 101.
    • B. M EKANISME PENYUSUNAN
      • Tim Penyusun
        • Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai d e- ng an relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama kabupaten Kota untuk pendidikan dasar dan Propinsi untuk pendidikan menengah.
        • Tim penyusun KTSP SD, SMP, SMA dan SMK terdiri atas guru, kon se- lor, kepala sekolah, komite sekolah, dan nara sumber, d e ng an kepala sekolah s e b a g ai ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh dinas kabupaten/kota dan propinsi y an g bertanggungjawab di bidang pendidikan.
  • 102.
    • Tim penyusun KTSP MI, MTs, MA dan MAK terdiri atas guru, konselor, kepala madrasah, komite madrasah, dan nara sumber d e ng an kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh depar - temen y an g menangani urusan pemerintahan di bidang agama.
    • Tim penyusun KTSP pendidikan khusus (SDLB, SMPLB , SMSLB) terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah, komite sekolah, dan nara sumber dng kepala sekolah s e b a g ai ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh dinas provinsi y an g bertanggung jawab di bidang pendidikan.
  • 103.
    • 2. Kegiatan
      • Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan peren cana an sekolah/madrasah. Kegiatan ini d a p a t berbentuk rapat kerja dan /atau lokakarya sekolah/madrasah dan / atau kelompok sekolah/ madrasah y an g diselenggarakan dlm jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru.
      • Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar me liputi : penyi ap an dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finali - sasi. Langkah y an g lebih rinci dari setiap kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.
  • 104.
    • 3. Pemberlakuan
      • Dokumen KTSP SD, SMP, SMA dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota y an g bertang - gungjawab di bidang pendidikan.
      • DDokumen KTSP MI, MTs, MA, dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madra - sah serta diketahui oleh komite madrasah dan oleh departemen y an g menangani urusan pemerintahan di bidang agama.
      • Dokumen KTSP SDLB, SMPLB, dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala seko - lah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi yang bertanggung - jawab di bidang pendidikan.
  • 105. RELEVANSI
    • KTSP jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah berdasarkan Satndar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan amat relevan diterapkan di Indonesia untuk melayani peserta didik dan potensi daerah yang beragam.
    • Diversifikasi kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan harus dilakukan secara profesional, dengan tetap mengacu standar kompetensi tamatan berlaku secara nasional.
  • 106.
    • Paradigma baru dalam penyusunan dan pelaksanaan kurikulum ini memberi kesempatan kepada setiap satuan pendidikan untuk mengembangkan dan memberdayaan semua kemampuan yang ada dengan tetap mengacu kepada standar nasional pendidikan.
    • Meningkatkan kemampuan didik dan mutu pendidikan secara nasional.
    • Relevansinya bagi UNNES, sebagai LPTK kurikulum yang dikembangkan harus menyesuaikan dengan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan mengenah, karena lulusannya akan bekerja di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  • 107. IMPLIKASI TERHADAP KURIKULUM LPTK
    • UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 37 ayat (2), Kurikulum perguruan tinggi wajib memuat:
      • Pendidikan agama;
      • Pendidikan kewarganegaraan; dan
      • Bahasa.
    • PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 9 ayat (2), KTSP tinggi wajib memuat mata kuliah pendidikan agama, pendidikan kewargane - garaan, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
  • 108.
    • Ayat (3), selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), KTSP tinggi program Sarjana dan Diploma wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian, kebudayaan, serta mata kuliah Statistika, dan/atau Matematika.
    • Ayat (4) KTSP dan kedalaman muatan kurikulum pendidikan tinggi diatu r oleh perguruan tinggi masing-masing.
  • 109.
    • Pendekatan KTSP tinggi juga harus menggunakan pendekatan kompetensi , sehingga dinamakan Kurikulum Berbasis Kompetensi .
    • UNNES sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan program kependidikan dan non kependidikan, harus menetapkan:
      • Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk setiap program studi/jurusan.
      • Standar Kompetensi Kelompok Mata Kuliah (SK-KMK)
      • Kompetensi Mata Kuliah (KMK)
      • Standar Kompetensi (SK)
      • Kompetensi Dasar (KD)
  • 110.
    • STANDAR KOMPETENSI LULUSAN JENJANG PENDIDIKAN TINGGI ,
    • bertujuan untuk mempersiapan peserta didik menjadi anggota masya - rakat yang berahlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan, ke - mandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta me - nerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
  • 111.
    • Struktur Kurikulum juga harus disusun kembali sesuai dengan peraturan per un- dang-undangan, tuntutan perubahan lokal,nasional dan global dan tuntutan dunia kerja.
    • Penyesuaian KTSP di UNNES akan memberikan dampak positif terhadap:
      • Dosen dalam menyelenggarakan pendidikan yang mengacu kepada tuntutan dan kebutuhan pemangku kepentingan.
      • Lulusan UNNES dalam memasuki dunia kerja akan mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai dng tuntutan dan kebutuhan pemangku kepentingan.
      • Public trust terhadap UNNES akan makin meningkat.
      • UNNES ke depan akan makin berkembang dan menjadi dambaan masyarakat luas.
  • 112. T UGAS BELAJAR BERKELOMPOK TIGA DAN MANDIRI
    • ISI KOMENTAR:
    • WAWASAN SELAMA INI TENTANG PENJELASAN TERSEBUT
    • PENILAIAN PERSETUJUAN TENTANG APA YANG DIJELASKAN DENGAN ALASAN ILMIAH
    • PENDAPAT LAIN YANG MASIH PERLU DIKEMUKAKAN BERDASARKAN SUMBER YANG DAPAT DIPEROLEH
    • LALU APA YANG AKAN DILAKUKAN SETERUSNYA SETELAH TAHU DEMIKIAN
    • BAGAIMANA PERASAAN ANDA SETELAH MEMPEROLEH MATERI KURIKULUM INI