Teori konstruktivistik

  • 6,939 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
6,939
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
168
Comments
1
Likes
4

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. KONSTRUKTIVISME Filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada, bukanlah suatu tiruan dari kenyataan (realitas), melainkan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang—dengan alat Indranya. Seseorang membentuk skema, kategori, konsep, dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Von Glasserfeld
  • 2. Kemampuan yang diperlukan dalam proses konstruksi
    • kemampuan mengingat dan
    • mengungkap kembali pengetahuan
    • (pengetahuan terbentuk karena interaksi antara
    • pengalaman dengan pengetahuan yang ada)
    • kemampuan membandingkan (u
    • membuat
    • persamaan & perbedaan  klasifikasi)
    • kemampuan lebih menyukai
    • pengalaman yang satu dari pada
    • yang lain (tumbuhnya nilai-nilai)
  • 3. 3 macam konstruktivisme
    • Konstruktivisme Radikal (kita hanya mengetahui apa yang dikonstruksi pikiran kita)  pengetahuan tidak bisa ditransfer.
    • 2. Realisme Hipotetis (pengetahuan ilmiah kita dipandang sebagai suatu hipotesis dari struktur kenyataan).
    • 3. Konstruktivisme biasa (pengetahuan kita dipandang sebagai suatu gambaran yang dibentuk dari kenyataan suatu objek dalam dirinya sendiri)
  • 4. TEORI BELAJAR TERKAIT Teori Perubahan Konsep – Kuhn (1970), Posner (1982) Perubahan konsep terjadi melalui proses asimilasi dan akomodasi. Dalam proses Asimilasi—siswa menggunakan konsep-konsep yang telah ia miliki untuk berhadapan dengan fenomena yang mereka hadapi. Dalam proses akomodasi—siswa mengubah konsepnya yang sudah tidak cocok dengan fenomena baru .
  • 5. Lanjutan …
    • Teori Belajar Bermakna – Ausubel (1968)
    • proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar  terjadilah pertumbuhan dan perubahan konsep.
    • Teori Skema – Rummelhart (1980)
    • Pengetahuan itu disimpan dalam satu paket informasi (skema) yang terdiri dari konstruksi mental gagasan kita. Skema lah yang membantu kita memahami berbagai objek/fenomena.
  • 6. Lanjutan … Konstruktivisme—Piaget (1971) Skema adalah suatu struktur kognitif yang dengan nya seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengadaptasi lingkungan – itulah yang dapat membangun pengetahuan. Skema tidak pernah berhenti berubah, skemata seorang anak akan berkembang menjadi skemata orang dewasa (bisa saja seorang anak mengatakan “itu kuda” – padahal “keledai”. Perkembangan pengetahuan seseorang melalui proses-proses asimilasi, akomodasi, dan equilibrium—pengaturan diri secara mekanis untuk mengatur keseimbangan asimilasi dengan akomodasi.
  • 7. TEORI KONSTRUKTIVISTIK (dalam bagan) SKEMATA (pengetahuan) Lingkungan persepsi perilaku semrawut
  • 8. tentang pengetahuan KONSTRUKTIVISME VS BEHAVIORISME Behavioristik Konstruktivistik Pengetahuan adalah objektif, tetap, tidak berubah, terstruktur rapi. Pengetahuan adalah non-objektif, temporer, selalu berubah, tidak menentu
  • 9. Belajar dan Mengajar Behavioristik: Belajar adl perolehan pengetahuan, mengajar berarti memindah pengetahuan Konstruktivistik: Belajar adl menyusun pengetahuan dari pengalaman kongkrit, aktivitas kolaboratif, refleksi, interpretasi; mengajar berarti menata lingkungan, memotivasi, agar siswa dapat menggali makna.
  • 10. Fungsi Mind Behavioristik: Menjiplak struktur pengetahuan melalui proses berpikir yang ditentukan struktur pengetahuan Konstruktivistik: Mind berfungsi sbg alat untuk menginterpretasi peristiwa, objek, perspektif yang ada pada dunia nyata sehingga makna yang dihasilkan bersifat unik dan individualistik
  • 11. Penataan lingkungan Behavioristik: Keteraturan, kepastian, ketertiban (penegakan disiplin, ketaatan, hukuman, hadiah, siswa-objek, pengendalian adl sistem diluar diri siswa) Konstruktivistik: Ketidakteraturan, ketidakpastian, kesemrawutan (kebebasan, interpretasi berbeda, siswa subjek-bebas pengaturan diri, pengendalian pada siswa)
  • 12. Tujuan Pembelajaran
    • Behavioristik
    • penambahan pengetahuan
    • Konstruktivistik
    • belajar bagaimana belajar
  • 13. Strategi Pembelajaran
    • Behavioristik
    • penyajian isi—ketrampilan yang
    • terisolasi, akumulasi fakta
    • mengikuti urutan bagian ke
    • keseluruhan
    • Konstruktivistik
    • penyajian isi menekankan
    • penggunaan pengetahuan
    • secara bermakna dari
    • keseluruhan-ke bagian-bagian
  • 14. Strategi pembelajaran …
    • Behavioristik:
    • mengikuti urutan kurikulum
    • berdasarkan buku teks
    • menekankan pada hasil
    • Konstruktivistik
    • meladeni pertanyaan/pandangan
    • siswa
    • berdasarkan data primer penekanan
    • pada kecakapan berpikir kritis
    • menekankan pada proses.
  • 15. Evaluasi
    • Behavioristik
    • tekankan respon pasif, paper & pencil test.
    • menuntut satu jawaban benar
    • bagian terpisah dari kegiatan pembelajar-
    • an, dilakukan setelah kegiatan belajar
    • selesai.
    • Konstruktivistik
    • penyusunan makna, kecakapan
    • terintegrasi, masalah konteks nyata.
    • menggali munculnya berpikir devergen,
    • pemecahan ganda, bukan hanya satu
    • jawaban benar.
    • merupakan bagian utuh dari belajar,
    • penerapan apa yang dipelajari dalam
    • konteks nyata.
    • menekankan ketrampilan proses dlm klpk
  • 16. Peran guru
    • mediator-fasilitator
    • (mempermudah, membantu,
    • menciptakan kegiatan, interaksi
    • intensif, fleksibel, memahami
    • kebutuhan, menguasai bahan,
    • menguasai strategi
    • pembelajaran, dll)
    • memonitor
    • mengevaluasi