Your SlideShare is downloading. ×
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket.

7,484

Published on

Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket lengkap dengan ERD dan Mapping

Sistem Basis Data Kepegawaian Supermarket lengkap dengan ERD dan Mapping

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
7,484
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
271
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PROPOSAL TUGAS UTS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA I “SISTEM BASIS DATA KEPEGAWAIAN SUPERMARKET” Disusun oleh : FEBRY SAN PRATAMA 125623251 RISKI PAMBUDI 125623264 PANDU ICHLASHUDDIN 125623315 D3 MANAJEMEN INFORMATIKA 2012 KELAS “D” JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
  • 2. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pegawai ialah salah satu Sumber Daya Manusia (SDM), yang digunakan jasa, keahlian, atau tenaganya. Tanpai pegawai suatu organisasi / perusahaan sulit untuk bergerak atau berkembang. Pegawai juga terbagi dari jabatan dan juga keahlian mereka. Semakin berkembangnya zaman dan era. Kini data pegawai tak lagi di catat manual di sebuah buku melainkan di buatkan sebuah data. Data tersebut berisi tentang Daftar Kepegawaian, Alamat, Usia, Jabatan, bahkan Gaji pegawai tersebut. Untuk memudahkan bagian Kepegawaian tahu tentang pegawai – pegawai yang bekerja di sebuah perusahaan (supermarket) tersebut. Dengan menggunakan system basis data dan perancangan aplikasi, maka semua data pegawai dapat tersimpan dengan rapi dan keamanan terjamin, pengolahan data atau informasi dapat dilakukan cepat dan akurat dibandingkan dengan cara manual. 1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang ada pada Kepegawaian antara lain : a) Banyaknya Pegawai (jika dalam jumlah besar seperti Pabrik), b) Mengelola informasi Pegawai seperti Usia, Jenis Kelamin, dan Alamat, c) Mengelola Jabatan Pegawai, d) Mengelola Gaji Pegawai. Untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam Kepegawaian ini, diperlukannya implementasi menggunakan aplikasi database dan petugas dapat menyimpan, mengambil, dan merubah data secara cepat dan akurat.
  • 3. Database “Kepegawaian Supermarket”, ini di buat agar bagian Kepegawaian mudah dalam menyimpan data pegawai baru, mengolah data data mereka, serta menyeleksi data data pegawai.
  • 4. 1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan pembuatan database untuk Kepegawaian antara lain : a) Merancang database sistem kepegawaian dapat memberikan kemudahan bagi pihak supermarket dalam mengelolah, memperbarui, dan mengakses data pegawainya dengan cepat dan akurat. b) Memudahkan dalam pencarian data pegawai dengan cara seleksi seperti Usia, Jabatan, Besar Gaji, dll. 1.3.2 Manfaat yang didapat diantaranya : a) Mencegah dari kehilangan data pegawai jika di inputkan manual di buku. Seperti kebakaran. b) Dapat di baca oleh orang awam, tapi hanya bisa di operasikan oleh 1 orang.
  • 5. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi Menurut Laudon dan Laudon (2010, p46). Sistem informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi. Menurut Satzinger (2010, p6). Sistem informasi merupakan kumpulan komponen yang saling berhubungan, yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi sebagai hasil dari informasi. Sedangkan O’Brien dan Marakas (2008, p4). Menyatakan bahwa pengertian sistem informasi merupakan kombinasi teratur dari orangorang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Selain itu, Stair dan Reynolds (2010, p10). Mendefinisikan sistem informasi sebagai seperangkat elemen atau komponen yang saling terkait yang di kumpulkan (input), manipulasi (process), menyimpan, dan menyebarkan (output) data dan informasi dan memberikan reaksi korektif (feedback) untuk memenuhi tujuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi seperangkat komponen yang terdiri dari orang, hardware, software, jaringan telekomunikasi dan data yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam organisasi. Aktifitas dasar dari Sistem Informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p4647) adalah sebagai berikut : 1. Input Melibatkan pengumpulan data mentah dari dalam organisasi atau dari lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi.
  • 6. 2. Process Melibatkan proses mengkonversi input mentah ke bentuk yang lebih bermakna. 3. Output Mentransfer proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada aktivitas yang akan digunakan. 4. Feedback Output yang di kembalikan ke anggota organisasi yang sesuai untuk kemudian membantu mengevaluasi atau mengkoreksi tahap Input. 2.1.1. Komponen Sistem Informasi Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu. Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. 1. Komponen input Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar. 2. Komponen output Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem. 3. Komponen model Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan
  • 7. di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 4. Komponen teknologi Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. 5. Komponen hardware Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi. 6. Komponen software Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. 7. Komponen basis data Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System). 8. Komponen kontrol Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya.
  • 8. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi. 2.2. Konsep Sistem Basis Data Sistem Basis Data adalah suatu system menyusun dan mengola recordrecord menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan. Salah satu cara menyajikan data untuk mempermudah modifikasi adalah dengan cara pemodelan data. Model yang digunakan adalah Entity Relationship Model. Model Entity Relationship adalah representasi logika dari data pada suatu organisasi atau area bisnis tertentu dengan menggunakan Entity dan Relationship. • Entity/Entitas adalah obyek di dunia nyata yang dapat dibedakan dari obyek lain. Entity Set/Kumpulan Entity adalah kumpulan dari entitas sejenis/dalam tipe sama. Entity set dapat berupa obyek fisik : rumah, kendaraan, pegawai . • Relationship Adalah hubungan antara suatu himpunan entitas dengan himpunan entitas lainnya. • Atribut Adalah property deskriptif yang dimiliki oleh setiap himpunan entitas Jenis-jenis atribut : Atribut key, digunakan untuk mengidentifikasi suatu entity secara unik. Atribut tunggal memiliki nilai tunggal. Atribut multivalue, memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity. Atribut composite, dapat didekomposisi menjadi beberapa atribut lain. Atribut derivative, dihasilkan dari atribut yang lain • Key adalah sejumlah atribut yang mengidentifikasi record/baris dalam sebuah relation secara unique. Beberapa jenis key: Primary key, yang menjadi identitas record karena dapat mengidentifikasi record secara unik. Composite key, key yang terdiri dari 2 atribut atau lebih. Atributatribut tersebut bila berdiri sendiri tidak menjadi identitas record, tetapi bila dirangkaikan menjadi satu kesatuan akan dapat mengidentifikasi secara unik.
  • 9. • Foreign key, bukan key atribut pada sebuah relation yang juga menjadi key (primary) atribut di relation lainnya. Foreign key biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dan kedua relation tersebut. 2.2.1. Komponen- Komponen yang ada pada basis data Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut (Fathansyah, 1999). Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu: Perangkat Keras ( Hardware ) Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder hardisk. Sistem Operasi ( Operating System ) Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix. Basis data ( Database ) Sebuah basis data ( Database ) dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel.Database Management System ( DBMS ) Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali. Pemakai ( User ) Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman.
  • 10. 2.3. Konsep Dasar ERD • Pemodelan sistem database dapat dilakukan melalui pendekatan perancangan secara konsepsual yaitu Entity Relationship Diagram (ERD atau Er Diagram).  ER Diagram menggambarkan tipe objek mengenai data itu di manajemen, serta relasi antara objek tersebut.  ER Diagram digunakan oleh seorang System Analyst dalam merancang database.  ER Model dibuat berdasarkan persepsi atau pengamatan dunia nyata yang terdiri atas entitas dan relasi antar entitas-entitas tersebut.  Sebuah database dapat dimodelkan sebagai: ◦ Kumpulan Entity/Entitas, ◦ Relationship/Relasi diantara entitas.  Entitas adalah sebuah obyek yang ada (exist) dan dapat dibedakan dengan obyek yang lain.  Entitas ada yang bersifat konkrit, seperti: orang (pegawai, mahasiswa, dosen, dll), buku, perusahaan; dan ada yang bersifat abstrak, seperti: kejadian, mata kuliah, pekerjaan, status dan sebagainya.  Setiap entitas memiliki atribut sebagai keterangan dari entitas, misal. entitas mahasiswa, yang memiliki atribut: nrp, nama dan alamat.  Setiap atribut pada entitas memiliki kunci atribut (key atribut) yang bersifat unik.  Beberapa atribut juga dapat ditetapkan sebagai calon kunci (candidate key). Misal : • Entitas Pegawai dengan atribut NIK sebagai key “atribut” • Entitas Dosen dengan NIP sebagai key atribut, dan sebagainya.
  • 11.  Beberapa entitas kemungkinan tidak memiliki atribut kunci sendiri, entitas demikian disebut Entitas Lemah (Weak Entity). Jenis Atribut Dan Notas ER Diagram  Ada beberapa notasi yang digunakan untuk membuat ER Diagram. Misal. notasi Chen, Martin, El Masri dan Korth, akan tetapi pada umumnya adalah sama.  Perbedaannya adalah pada pemilihan simbol-simbol yang digunakan. Pada materi ini, digunakan notasi El Masri karena lebih umum banyak digunakan dan mudah dibaca dan dimengerti 2.4. Data Flow Diagram (DFD) Pengertian Data Flow Diagram (DFD) Menurut Wikipedia adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis. Pengertian Data Flow Diagram (DFD) Menurut Wijaya (2007) Adalah gambaran grafis yang memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam obyek kemudian melewati suatu proses yang mentransformasikan ke tujuan yang lain, yang ada pada objek lain. Pengertian Data Flow Diagram (DFD) Menurut Kristanto, 2003 adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluaran dari sistem, dimana data di simpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebu Pengertian Data Flow Diagram (DFD) Menurut Jogiyanto Hartono, 2005701. Adalah Diagram yang menggunakan notasi simbol untuk menggambarkan arus data system. Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram,model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,
  • 12. khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem.Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program. Pemberian Nama untuk Tiap komponen DFD Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, komponen terminator mewakili lingkungan luar dari sistem, tetapi mempunyai pengaruh terhadap sistem yang sedang dikembangkan ini. Maka agar pemakai mengetahui dengan lingkungan mana saja sistem mereka berhubungan, komponen terminator ini harus diberi nama sesuai dengan lingkungan luar yang mempengaruhi sistem ini. Biasanya komponen terminator diberi nama dengan kata benda. Selanjutnya adalah komponen proses. Komponen proses ini mewakili fungsi sistem yang akan dilaksanakan atau menunjukkan bagaimana fungsi sistem dilaksanakan oleh seseorang, sekelompok orang atau mesin. Maka sangatlah jelas bahwa komponen ini perlu diberi nama yang tepat, agar siapa yang membaca DFD khususnya pemakai akan merasa yakin bahwa DFD yang dibentuk ini adalah model yang akurat. Penggambaran DFD sesering mungkin DFD dapat dilakukan berkali-kali sampai secara teknik DFD itu benar, dapat diterima oleh pemakai, dan sudah cukup rapih sehingga profesional sistem tidak merasa malu untuk menunjukkan DFD itu kepada atasannya dan pemakai.Dengan kata lain, penggambaran DFD ini dilakukan sampai terbentuk DFD yang enak dilihat, dan mudah dibaca oleh pemakai dan profesional sistem lainnya. Keindahan penggambaran DFD tergantung pada standar-standar yang diminta oleh organisasi tempat profesional sistem itu bekerja dan perangkat lunak yang dipakai oleh profesional sistem dalam membuat DFD.Penggambaran yang enak untuk dilihat dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini : Ukuran dan bentuk proses dan Alur data melingkar dan alur data lurus.
  • 13. Bentuk Data Flow Diagram. Terdapat dua bentuk DFD, yaitu Diagram Alur Data Fisik, dan Diagram Alur data Logika. Diagram alur data fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan, sedangkan diagram alur data logika lebih menekankan prosesproses apa yang terdapat di sistem. 1. Diagram Alur Data Fisik (DADF). DADF lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana prosesproses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual. 2. Diagram Alur Data Logika (DADL). DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari system yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja. Tingkatan DFD a. Diagram Konteks Dimulai dengan diagram konteks yang merupakan level tertinggi (top level), diagram yang menggambarkan hubungan antar system dengan entitas diluar system, merupakan system secara keseluruhan. b. Diagram Nol (Zero) Merupakan proses-proses yang ada didalam system berupa pecahan dari diagram konteks, diagram nol (zero) merupakan rincian dari diagram konteks. c. Diagram Rinci/detail/primitive Menggambarkan rincian tiap proses yang terdapat pada diagram nol, dimana proses rinci ini dapat dipecahkan sampai pada proses yang paling
  • 14. 2.5 Structured Query Language “SQL” 1. Bahasa user yang meminta pada database untuk menyediakan suatu data yang diperlukan adalah tipe bahasa khusus yang disebut dengan : Structured Query Language”, atau disingkat dengan SQL. 2. SQL adalah bahasa fungsional, yaitu suatu bahasa yang memungkinkan user untuk menentukan tipe dari sesuatu yang ingin mereka dapatkan. 3. Bahasa fungsional tersebut tidak sama dengan bahasa pemrograman yang lain semisal C++ atau COBOL. 4. Bahasa-bahasa tersebut disebut sebagai bahasa ‘procedural’ karena membutuhkan penulisan program atau prosedur untuk mendapatkan suatu informasi. 5. Sebaliknya, SQL secara eksplisit mendefinisikan hasil akhir yang diinginkan, sedangkan metode untuk mendapatkan data tersebut dilakukan sendiri oleh database.
  • 15. 2.5.1 Konsep Dasar SQL Query SQL Query mempunyai bentuk umum sebagai berikut: SELECT [DISTINCT] targetlist FROM relation-list WHERE qualification 1. Relation-list adalah daftar relasi yang memiliki nama (dengan domain variabel pada tiap nama yang diberikan). 2. Target-list adalah daftar atribut dari relasi yang berada dalam relation-list. 3. Qualification adalah statemen pembandingan dalam SQL Query yang mengkomninasikan operator pembandingan AND, OR dan NOT. Aturan Penulisan Statement SQL 1. SQL statement tidak case sensitive artinya tidak dibedakan antara penulisan huruf kecil dan huruf besar. 2. SQL statement dapat terdiri dari lebih dari satu baris. 3. Keyword tidak bisa disingkat atau dpisah dibaris yang berbeda. 4. Klausa biasanya dittempatkan pada baris yang berbeda. Setiap perintah diakhiri dengan titik koma
  • 16. 2.6 Daftar Pustaka http://parno.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4395/SI_03_DFD.pdf http://erni92.ilearning.me/kkp-bab-ii/2-3-konsep-dasar-sistem-informasi/
  • 17. Tb. Pegawai NIK_Pegawai Nama Usia Jenis Kelamin Alamat No. Telepon ID Pendidikan Tb. Jabatan Kode Jabatan Jenis jabatan NIK Pegawai Kode Gaji Tb.Gaji Kode Gaji Gaji Pokok Upah Lembur Total Gaji Tb Alamat Jalan Kota Provinsi Kodepos Tb Riwayat Pendidikan ID Pendidikan Perguruan Tinggi SMA SMP SD Tb Masa Jabatan Kode Jabatan Tanggal Masuk Tanggal Keluar Tunjangan Pajak

×