Uploaded on

terimakasih

terimakasih

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
211
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
1
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB IILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UTAMA 1. PENDAHULUAN Pendidikan Tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yangmempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri atas : 1. Kemampuan akademik 2. Kemampuan profesi 3. Kemampuan pribadi Dengan seperangkat kemampuan yang dimiliki tersebut diatas lulusanperguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana yang sujana yaitu sarjana yang cakapdan ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikankeahlianya untuk kepentingan Indonesia dan umat manusia pada umumnya. Pencapaian kempuan akademik dan kemampuan profesi telah diusahakanmelalui mata kuliah keahlian (MKK), yaitu mata-mata kuliah menurut bidangilmu pengetahuan masing-masing yang diberikan di perguruan tinggi, disampingkegiatan-kegiatan kokulikuler yang menunjang kegiatan kulikuler. Keduakemampuan tersebut bertujuan untuk memberikan keahlian dalam bidangnya dankemampuan menerapkan keahlian itu dalam masyarakat. Adapun kemampuan pribadi, diharapakan untuk dapat dicapai melaluisekelompok mata kuliah yang tergabung dalam Mata Kuliah Dasar Umum(MKDU) yang terdiri atas mata-mata kuliah : 1. Pancasila 2. Agama 3. Kewiraan 4. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa 5. Ilmu Almiah Dasar (IAD) 6. Ilmu Sosial Dasar (ISD) 1
  • 2. 7. Ilmu Budaya Dasar (IBD) Pada dasarnya ke-7 MKDU diatas di perguruan tinggi di Indonesia dapatdikelompokkan menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama meliputi mata kuliah :Pancasila; Agama; Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dan Kewiraan.Kelompok ini dharapkan dapat memberikan pedoman untuk bertindak sebagaiwarga negara terpelajar yang baik. Keempat mata kuliah tersebut wajib diikutioleh semua mahasiswa di semua perguruan tinggi, yang dinilai dan ikutmenentukkan kelulusan. Kelompok kedua meliputi dari mata kuliah : IAD; ISD dan IBD.Kelompok ni diharapkan untuk membantu kepekaan mahasiswa berkenaandengan lingkungan alamiah, lingkungan sosial dan lingkungan budaya. Ketiga mata kuliah di atas diberikan kepada semua mahasiswa denganketentuan bahwa mahasiswa bidang pengetahuan keahlian yang berada dalamruang lingkup salah satu mata kuliah dasar tersebut tidak diwajibkan mengikutimata kuliah yang bersangkutan. Secara spesifik kemampuan pribadi yang hendak dicapai melalui MKDUbertujuan menghasilkan warga negara Sarjana yang berkualifikasikan sebagaiberikut : a. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain. b. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan Nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia. c. Memiliki wawasan Sejarah Perjuangan Bangs, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta Tanah Air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, mempertinggi kebangsaan nasional dan kemanusian sebagai sarjan Indonesia. d. Memiliki wawasan komprehentif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan. 2
  • 3. e. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya maupun tentang lingkungan alamiah sefrta bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya. Tema pokok perkuliahan ISD sebagai bagian dari MKDU adalahhubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan tersebutdapat mewujudkan adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalahsosial dan inilah yang menjadi pusat perhatian dan Ilmu Sosial Dasar dan yangpenelaahannya menggunakan pendekatan berbagai disiplin dengan memanfaatkanpengertian-pengertian yang berasal dari lapangan ilmu-ilmu sosial seperti :sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi dan psykologi sosial. 2. ILMU SOSIAL DASAR2.1 PENGERTIAN Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmupengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga : a. Netral Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain. b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari: Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain. c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi: Bahasa, Agama, Kesustraan, kesenian dan lain-lain. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, makaIlmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yangdikembangkan sebagai usaha pendidikan. Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalahsosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia denganmenggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari 3
  • 4. berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti:sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial. Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yangdipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek danmetode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan. Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaanyang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang diIndonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasardiberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar danpengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkajigejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalammenghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih pekaterhadapnya.2.2 TUJUAN Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasarmempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar : a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat. b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya. c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mempelajarinya serta kritis interdisipliner. d. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul masyarakat. 4
  • 5. 3. ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-keduanya mempunyai persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan antara keduanya adalah : a) Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran. b) Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri. c) Keduanya mempunyai materi yang berdiri dari kepentingan sosial dan masalah sosial. Adapun perbedaan anatara keduanya adalah : a) Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan. b) Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan). c) Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual. 4. RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapatmenelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapatmengindentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsepsosial tertentu. sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasardapat dibedakan atas tiga golongan yaitu : 1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. 5
  • 6. 2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah- masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan. 6
  • 7. BAB II PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN 1. PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong pertumbuhanaspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaandan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut,maka bertambahnya sistem mata pencaharian hidup dari homogeny menjadikompleks. Berbeda dengan makhluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalamkehidupannya. Menusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.Pemanfaatan dan pengembangan akan budi telah terungkap pada perkembangankebudayaan, baik kebudayaan rokhaniah maupun kebudayaan kebendaan. Akibatdari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berfikir manusia dalammemenuhi kebutuhan hidupnya. Sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok bahasa ini, akan ditelaahmengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan timbulnyapranata-pranata sebagai akibat perkembangan kebudayaan. 2. PERTUMBUHAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalammasalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karenadisamping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akanberpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkandunia. Contonya dngan bertahannya penduduk berarti pula harus bertambah pula 7
  • 8. persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolahdan sebagainya. Di samping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangidengan pertambahan fafsiltias di atas akan menimbulkan masalah-masalah.Misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran, semakin meningkatnyatingkat kemiskinan, banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung sertatimbulnya kejahatan atau kriminalitas lain. Adapun perkembangan jumlah penduduk dunia sejak tahun 1830 sampaisekarang dan perkiraan samapi tahun 2006 adalah sebagai berikut : Perkembangan Penduduk Dunia Tahun 1830-2006 Jumlah Perkembangan Per- Tahun Penduduk Tahun 1830 1 milyard 1930 2 milyard 1% 1960 3 milyard 1.70% 1975 4 milyard 2,2% 1987 5 milyard 2% 1996 6 milyard 2% 2006 7 milyard 2% Sumber : Iskandar N, Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia Kalau dilihat dari tabel di atas pertumbuhan penduduk makin cepat.Penggadaan penduduk (double population) jangka waktunya makin singkat.Bertambah cepatnya penggandaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Penggandaan Penduduk Dunia 8
  • 9. Tahun Penggandaan Perkiraan Penduduk Dunia Waktu 800 SM 5 juta 1650 Tahun 500 juta 1500 1830 Tahun 1 milyard 180 1930 Tahun 2 milyard 100 1975 Tahun 4 milyard 45 Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Franscisco. Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun.Penambahan/pertambahan penduduk di suatu daetah atau Negara pada dasarnyadipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut : 1. Kematian (Mortalitas) 2. Kelahiran (Fertilitas) 3. Migrasi Di dalam pengukuran demografi ketiga factor tersebut diuku dengantingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalambentuk pertandingan. Biasanya pebandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000penduduk. 1. Kematian Jenis tingkat kematian yakni : a) Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR) CDR adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus : 9
  • 10. atau : Keterangan : D = Jumlah Kematian Pm = Jumlah Penduduk per Pertengahan Tahun K = Konstanta = 1000 Jadi jumlah penduduk yang menwakili suatu tahun tertentu ialah jumlahpenduduk pada bulan Juni. Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus sebagaiberikut: Keterangan : Pm = Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun P1 = Jumlah Penduduk Pada Awal Tahun P2 = Jumlah Penduduk Pada Akhir Tahun b) Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate) Tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Umpama laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati dari pada laki- laki umur 25 tahun. Orang laki-laki yang berada di medan perang 10
  • 11. lebih besar kemungkinan untuk mati dari pada istri mereka yang berada di rumah. Dapat dirumuskan : Keterangan : Di = Kematian Penduduk Kelompok Umur i Pm = Jumlah Penduduk Pada Pertengahan Tahun Kelompok Umur i K = Konstanta = 1000 2. Fertilitas (Kelahiran Hidup) Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, halini disebabkan adanya alasan sebagai berikut : a. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karna banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. b. Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali). c. Makin tua umur wanita tidak berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun. d. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan. Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagaikesuburan. a. Facundity (Kesuburan) 11
  • 12. Adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai wanita. b. Fertility (Fertilitas) Adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. 3. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA A.1. Zaman Batu sampai Zaman Logam Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zamanbatu sampai zaman logam, sungguh akn berliku-liku, memerlukan waktupembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris,ternyata bahwa zaman abut itupun terbagi dalam : a. Zaman Batu Tua (Palaeolithikum) b. Zaman Batu Muda (Neolithikum) Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar-kasar, misalnya kapak genggam. A.2. KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA DAN ISLAM a. Kebudayaan Hindu dan Budha 12
  • 13. Pada ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia. Khususnya kePulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengankebudayaan. Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap.Sekita abad ke-5, ajaran Budha masuk ke Indonesia. Khususnya ke pulau Jawa.Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada Hindu, sebabBudha tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di PulauJawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut Hindumaupun Budha melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam senibangunan atau arsitektur. b. Kebudayaan Islam Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia,oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Songo. Titik sentralpenyebaran agama Islam pada abad itu berada di pulau Jawa. Sebenarnya agamaIslam masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa sebelum abad ke-11 sudahada wanita Islam yang meninggal dan dimakamkan di kota Gresik. Masuknyaagama Islam di Indonesia, teristimewa ke pulau Jawa berlangsung dalam suasanadamai. Hal ini disebabkan karena cara baik-baik. Di samping itu disebabkan sikaptoleransi yang dimiliki bangsa kita. Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu,agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan pendudukdidaerah bersangkutan. Demikian misalnya di Aceh, Banten, Sulawesi Selatan,Sumatra Timur, Sumatra Barat dan pesisir Kalimantan. Agama Islam berkembangpesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagai terbesarpenduduk Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan Islammemberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadianbangsa Indonesia. A.3. KEBUDAYAAN BARAT 13
  • 14. Unsur kebudayakan yang juga memberi warna terhadap corak lain darikebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Awalkebudayaan Barat masuk ke negara tercinta Republik Indonesia ketika kalumkolonialis/penjajah mengedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda.Mulai dari pengesuaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) danberlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota provinsi. Dalamkurun waktu itu juga, dikota-kota pusat pemeritahan, terutama di Jawa, SulawesiUtara dan Maluku berkembang dua lapisan sosial, yaitu : 1. Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh 2. Lapisan sosial kaum pegawai Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dankemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapaikenaikan kelas sosial. Akhirnya masih harus disebut sebagai pengaruhkebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agamaKatolik dan agama Kristen Protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkandengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama. Sehubungan dengan itu, penjelasan UUD 1945 memberikan rumusantentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesiaadalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesiaseluruhnya, termaksud kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebbagai puncak-puncak kebudayaan didaerah-daerah di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, dalampenjelasan UUD 1945 itu juga ditunjukkan kearah mana kebudayaan itudiarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan adab budaya dan persatuan dengantidak menolak bahan-bahan baru kebudayaan asing yang dapatmemperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, sertamempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Kebudayaan dan Keperibadian 14
  • 15. Berbagai penelitian Antrophologi Budaya menunjukkan bahwa terdapatkorelasi di antara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadiananggota-anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum dari kepribadianbangsa yang bersangkutan. Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan sistem kaidah sebagaikonkretisasi. Nilai dan kaidah berisikan harapan-harapan masyarakat, perihalperilaku yang pantas. Suatu kaidah, misalnya kaidah hukum memberikan batas-batas prilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi suatu aturan permainandalam pergaulan hidup. Sebaliknya segala yang berbeda dari corak kebudayaanmereka, dianggap rendah, aneh, kurang susila, bertentangan dengan kodrat alamdan sebagainya. BAB III 15
  • 16. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT 1. PERTUMBUHAN INDIVIDU A. PENGERTIAN INDIVIDU “Individu” berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang takberbagai”. Jadi, merupakan suatu sebbutan yang dipakai untuk menyatakan suatukesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individumenyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegangperanan dalam pergaulan hidup manusia. Dalam ilmu sosial, individumenekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa,yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapatdibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusiaperseorangan. Sifat dan fungsi orang-orang yang ada di sekitar kita adalahmakhluk-makhluk yang agak berdiri sendiri, dalam berbagai hal bersama-samasatu sama lain, tetapi dalam banyak hal banyak pula pebedaannya. Dapat disimpulkan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidakhanya memiliki pranan khas didalam lingkungan sosianya, melainkan jugamempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Persepsi terhadapindividu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakansuatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek pada dirinya, yaituaspek organisasi jasmaniah, aspek psikis rohaniah dan aspek sosial kebersamaan.Ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi, kegoncangan pada satu aspek akanmembawa akibat pada aspek lainnya. B. PENGERTIAN PERTUMBUHAN 16
  • 17. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwapertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yangprimer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkankeseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadikeseluruhan oleh asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinyaperubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh demi tahapkarena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca inderayang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaanbatin sendiri yang menimbulkan reflexionis. C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN Garis besarnya dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu : a. Pendirian Nativistik Para ahli dan gongan ini menunjukan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. b. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik Pendirian ini berlawana dengan pendapat nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali. c. Pendirian Konvergensi dan Interaksionalisme Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenla yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi kovergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antar dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. d. Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi 17
  • 18. Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kemalangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut : 1. Masa vital yaitu dari 0 sampai kira-kira 2 tahun. 2. Masa estetik dari umur kira-kira dari 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun. 3. Masa intelektual dari kira-kira 7 tahun sampai kira- kira 13 tahun atau 14 tahun. 4. Masa sosial kira-kira 13 tahun atau 14 tahun sampai kira-kira 20 tahun atau 21 tahun. 2. FUNGSI-FUNGSI KELUARGA Keluarga adalah satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligusmerupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini, sering dikenaldengans sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individudengan berbagai macam kepribadiannnya dalam masyarakat. Keluarga biasanyaterdiri dari suami, istri dan anaknya. Anak-anak inilah yang nantinya berkembangdan mulai bisa melihat dan mengenal arti diri sendiri dan kemudian belajarmelalui pengenalan itu. Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal indivdu sangatberpengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu sebelum maupunsesudah terjun secara individual di masyarakat. A. PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaanyang harus dilakukan. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasadisebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugasyang dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. 18
  • 19. B. MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakasnakan oleh keluarga itu dapatdigolongkan kedalam beberapa fungsi, yaitu : a. Fungsi Biologis Fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan- persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan. Dan setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunan, melalui perkawinan. b. Fungsi Pemeliharaan Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut : 1. Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah 2. Gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat-obatan 3. Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan sejata, pagar tembok dan lain-lain c. Fungsi Ekonomi Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu : 1. Kebutuhan makan dan minum 2. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya 3. Kebutuhan tempat tinggal d. Fungsi Keagamaan Di Negara Indonesia yang berideologi Pancasila berkewajiban pada setiap warganya untuk menghayati, mendalami dan mengamalkan Pancasila di dalam perilaku dan kehidupan keluarganya sehingga benar-benar dapat diamalkan dalam kehidupan keluarga yang Pancasila. 19
  • 20. e. Fungsi Sosial Fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal- bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi. 3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT A. PENGERTIAN INDIVIDU Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang takterbagi. Kata individu sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yangpaling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang takdapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yang terbatas yaitu sebagaimanusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen. B. PENGERTIAN KELUARGA Ada beberapa pendapat atau anggapan mengenai keluarga. MenurutSigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.Bahwa perkawinan itu menurut beliau adalah berdasarkan pada libido seksualis.Dengan demikian keluarga merupakan manifestasi daripada dorongan seksualsehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami istri. Perlu kita ketahui bahwa nafsu seksual memang harus dijuruskan dengancara-cara yang diterima oleh norma hidup. Namun hidup seksual itu tidaklenggeng sebab seksualitas manusia akan mati sebelum manusia itu sendiri mati.Kehidupan seksual manusia itu berubah-ubah dari masa kemasa, dari umur keumurdari keadaan satu keadaan yang lain. 20
  • 21. Oleh karena itu apabila keluarga ini benar-benar dibangun atas dasar hidupseksual, maka keluarga itu akan lebih goyah terus dan akan segera pecah setelahkehidupan seksual suami istri itu hilang. Hal ini kurang realistis. Lain halnyaAdler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pada hasratatau nafsu berkuasa. Tetapi inipun tidak realistis sebab menurut nalar keluargayang dibangun atas dasar nafsu menguasai itu tidak pernah sejahtera. Padahalyang dicita-citakan adalah keluarga bahagia sejahtera. Durkheim berpendapat baha keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasilfactor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan. Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwakeluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunanlalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial,enak dan berkehendak dan bersama-sama memperteguh gabungan itu untukmemuliakan masing-masing anggotanya. C. PENGERTIAN MASYARAKAT Drs. JBAF Mayor Polak menyebut masyarakat (Society) adalah wadahsegenap antara hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva sertakelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atausubkelompok. Kemudian pendapat dari Prof. M.M Djojodiguno tentang masyarakatadalah suatu kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersamaantara manusia dengan manusia. Akhirnya Hasan Sadily berpendapat bahwamasyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulah manusia yang hidupbersama. Jelasnya : Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telahmemiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adatistiadat yang sama-sama ditaatidalam lingkungannya. Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka memilikiitulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehinggadapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupanyang khas. Dalam lingkungan itu, antara orang tua dan dan anak, antara ibu danayah, antara kakek dan cucu, antara sesama kaum wanita, atau antara kaum laki- 21
  • 22. laki dan kaum wanita, larut dalam suatu kehidupan yang teratur dan terpadu dalamsuatu kelompok, yang disebut masyarakat. Dalam lingkungan masyarakat maju,dapat dibedakan sebagai kelompok masyarakat non industri dan masyarakatindustri. Masyarakat Non Industri Secara garis besar, kelompo nasional atau kemasyarakatan non industrydapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary) dankelompok sekunder (secondary group). a. Kelompok primer Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab. Sifat interaksi dalam kelompok-kelompo primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik bertkan pada kesadaran, tanggungjawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, kelompokagama, dan lain sebagainya. b. Kelompok sekunder Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekelargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antara anggota kelompok di atus atas dasar perimbangan- pertimbangan rasional. Objektif. Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Masyarakat Industri 22
  • 23. Durkheim mempergunakan variasi pembagian keja sebesar dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi ia cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasikan, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua ekstrim tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190). 3. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT A. MAKNA INDIVIDU Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhlukyang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa danraganya. Contoh : manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan ataukecewa akan terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga,tangan, kemauan dan perasaan saja. Dalam kegembiraannya manusia dapatmengagumi dan merasakan suatu keindahan, karena ia mempunyai rasakeindahan, rasa estetis dalam individunya. B. MAKNA KELUARGA Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah prinsip yang terbentuk dariperhubungan laki-laki dan wanita, perhubunga mana sedikit banyak berlangsunglama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalambentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifattertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia. C. MAKNA MASYARAKAT 23
  • 24. Beberapa definisi mengenai masyarakat itu, seperti misalnya :1. R. Linton : seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.2. M. J. Herskovist : menulis bahwa masyarakt adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.3. J. L. Gillin dan J. P. Gillin : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokkan-pengelompokkan yang lebih kecil.4. S. R Steinmetz : seseorang sosiologi bangsa Belanda, menagatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.5. Hasan Shadily : mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kehatian satu sama lain. BAB IV PEMUDA DAN SOSIALISASI 24
  • 25. 1. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI Pemuda sebagai satu subyek dalam hidup, tentula mempunyai nilai-nilaisendiri dalam mendukung dan menggerakkan hidup bersama itu. Hal ini hnya bisaterjadi apabila tingkah laku pemuda itu sendiri ditinjau sebagai interaksi terhadaplingkungannya dalam arti luas. Penafsiran mengenai identifikasi pemuda sepertiini disebut sebagai pendekatan ekosferis. Didalam proses identifikasi dengan kelompok sosial serta norma-normanya itu tidak senantiasa seorang mengidentifikasi dengan kelompok tempatia sedang menjadi anggota secara resmi. Kelompok semacam ini disebutmembership group, kelompok dimana ia menjadi anggota. Tetapi dalammengidentifikasi dirinya dengan suatu kelompok, mungkin pula seseorangmelakukannya terhadap sebuah kelompok tempat ia pada waktu itu tidak lagimerupakan anggota atau terhadap kelompok yang ia ingin menjadi anggotanya.Dalam hal terakhir ini mengidentifikasi dirinya dengan sebuah kelompok di luarmembership groupnya kelompom tempat identifikasi dirinya disebut jugareference group. Jadi, reference group merupakan kelompok yang norma-normanya, sikap-sikapnya dan tujuannya sangat ia setujui dan ia ingin ikut serta dalam arti bahwaia senang kepada kerangka norma, sikap dan tujuan yang dimiliki kelompoktersebut. 2. PEMUDA DAN IDENTITAS Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karenapemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkanperjuangan generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi danmelangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus. Proses sosialisai generasi muda adalah suatu proses yang sangatmenentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengahkehidupan masyarakat. Oleh Karena itu pada tahapan pengembangan dan 25
  • 26. pembinaannya, melalui proses kematangan dirinya dan belajar pada berbagaimedia sosialisai yang ada di masyarakat, seorang pemuda harus mampumenseleksi berbagai kemungkinan yang ada sehingga mampu mengendalikan diridalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat dan tetap mempunyai motivasisosial yang tinggi. 3. PERGURUAN DAN PENDIDIKAN A. MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA Pada kenyataannya negara-negara sedang berkembang masih banyakmendapatkan kesulitan untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia mudamelalui pendidikan. Sehubungan dengan itu negara-negara sedang berkembangmerasakan selalu kekurangan tenaga terampil dalam mengisi lowongan pekerjaantertentu yang meminta tenaga kerja dalam keterampilan khusus. Kekurangantenaga terampil itu terasa manakala negara-negara sedang berkembangmerencanakan dan berambisi untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber alam yang mereka miliki. Misalnya dalam eksplorasi dan eksploitasisector pertambangan, baik yang berlokasi di darat maupun yang ada di lepaspantai. Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkatperguruan tinggi, lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalamberbagai ragam pendidikan formal. Mereka dibina digembleng di laboratoriumdan pada kesempatan praktek lapangan. Kaum muda memang betul-betulmerupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Olehkarena itu, pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan danpengebangan potensi mereka. B. PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI 26
  • 27. Disinilah terletak arti penting dari pendidikan sebagai upaya untukterciptanya kualitas sumber daya manusia, sebagai prasarat utama dalampembangunan. Suatu bangsa akan berhasil dalam pembangunannya secara ‘selfpropelling’ dan tumbuh menjadi bangsa yang maju apabila telah berhasilmemenuhi minimum jumlah dan mutu dalam pendidikan penduduknya.Modernisasi Jepang agaknya merupakan contoh prototype dalam hubungan ini. Pembicaraan tentang generasi muda, khususnya yang berkesempatanmengenyam pendidikan tinggi menjadi penting, karena berbagai alasan. Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikanterbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya, karenaadanya kesempatan untuk terlihat di dalam pemikiran, pembicaraan sertapenelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam masyarakat. Kesempatan initidak dimiliki oleh generasi muda pemuda pada umumnya. Oleh karena itu,sungguh pun berubah-ubah, namun mahasiswa termasuk yang terkemuka di dalammemberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakatsecara nasional. Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangkusekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosialisasi terpanjang secraberencana, dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya. Melaluiberbagai mata pelajaran seperti PMP, Sejarah dan Antropologi maka berbagaimasalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat diketahui. Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsadapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya. Hal ini akanmemperkaya khasanah kebudayaannya, sehingga mampu melihat Indonesia secarakeseluruhan. Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atasdari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestive di dalam masyarakatdengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umumnyamempunyai latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikan lebih baik darikeseluruhan generasi muda lainnya. Dan adalah jelas bahwa mahasiswa padaumunya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta 27
  • 28. keterampilan berorganisasi yang baik di bandingkan dengan generasi mudalainnya. BAB V WARGA NEGARA DAN NEGARA 1. HUKUM 28
  • 29. JCT. Simorangkir SH. dan Woerjono Sastropranoto SH. yangmendefinisikan hukum sebagai peraturan-peraturan yang memaksa, yangmenentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat olehBadan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu. a. Ciri-ciri dan Sifat Hukum Agar dapat mengenai hukum lebih jelas, maka kita perlu mengenal ciri dan sifat dari hukum itu sendiri. Ciri hukum adalah : 1. Adanya perintah atau larangan 2. Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang Agar tat tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpelihara dengan baik, perlu ada peraturan yang mengatur dan memaksa tata tertib itu untuk ditaati yang disebut kaidah hukum. Dan kepada barang siapa yang melanggar baik disengaja atau tidak, dapat dikenai sangsi yang berupa hukuman. b. Sumber-sumber Hukum Ialah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa, yang kalau dilanggar dapat mengakibatkan sangsi yang tegas dan nyata. Sumber hukum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber hukum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut, misalnya dari sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain. Sedangkan sumber hukum formal dapat di tinjau dari UU, kebiasaan, keputusan-keputusan hakim, traktat dan pendapat sarjana hukum. c. Pembagian Hukum 1. Menurut sumbernya, hukum dibagi dalam : i. Hukum Undang-undang, yaitu hukum yang tercntum dalam peraturan perundang-undangan. 29
  • 30. ii. Hukum Kebiasaan, yaitu hukum yang terletak pada kebiasaan (adat). iii. Hukum Traktat, yaitu hukum yang diterapkan oleh negara-negara dalam suatu perjanjian antar Negara. iv. Hukum Yurisprudensi, yaitu hukum yang terbentuk karena keputuan hakim.2. Menurut bentuknya, hukum dibagi dalam : i. Hukum tertulis ii. Hukum Tak Tertulis iii. Menurut tempat berlakunya hukum dibagi dalam : iv. Hukum Nasional ialah hukum dalam suatu negara. v. Hukum Internasional ialah hukum yang mengatur hubungan internasional. vi. Hukum Asing ialah hukum dalam negara lain. vii. Hukum Gereja ialah norma gereja yang diterapkan untuk anggota- anggotanya.3. Menurut waktu berlakunya, hukum dibagi dalam : i. Ius Constitutum ialah hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu. ii. Ius Constituendum ialah hukum yang diharapkan akan berlaku di waktu yang akan dating. 30
  • 31. iii. Hukum Asasi ialah hukum yang berlaku dalam segala bangsa di dunia.4. Menurut cara mempertahankannya, dibagi dalam : i. Hukum Material ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan-larangan. ii. Hukum Formal ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur bagaimana cara-cara melaksanakan hukum material atau peraturan yang mengatur bagaimana cara-caranya mengajukan sesuatu perkara ke muka pengadilan dan bagaiman caranya hakim memberi putusan.5. Menurut wujudnya, hukum dibagi dalam : i. Hukum Obyektif ialah hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu. ii. Hukum Subyektif ialah hukum yang timbul dari hubungan obyektif dan berlaku terhadap seeorang tertentu atau lebih.6. Menurut sifatnya, hukum dibagi dalam : i. Hukum yang Memaksa ialah hukum yang dalam keadaan bagaimana harus dan mempunyai paksaan mutlak. 31
  • 32. ii. Hukum yang Mengatur ialah hukum yang dapat dikesampingkan, apabila pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam perjanjian. 7. Hukum isinya hukum dibagi dalam : i. Hukum Privat ialah hukum yang mengatur hubungan antara anak yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lainnya dan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan. ii. Hukum Publik ialah hukum yang mengatur hubungan antara negara dan alat perlengkapan atau negara dengan warga negara. 2. NEGARA Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untukmengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Oleh karena itu, sebagai organisasi negara dapat memaksakankekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan serta menetapkantujuan hidup bersama. Dengan kata lain, negara mempunyai 2 tugas utama, yaitu : 1. Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya. 2. Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan negara. a. Sifat-sifat Negara Adapun sifat-sifat tersebut adalah : 32
  • 33. a) Sifat memaksa b) Sifat monopoli c) Sifat mencangkup semua b. Bentuk Negara Bentuk Negara yang paling penting adalah : a) Negara kesatuan b) Negara serikat c. Unsur-unsur Negara Untuk dapat dikatakan sebagai suatu negara, harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut : a) Harus ada wilayahnya b) Harus ada rakyatnya c) Harus ada pemerintahnya d) Harus ada tujuannya e) Mempunyai kedaulatan 3. PEMERINTAH Pemerintah merupakan salah satu unsur yang paling penting daripadanegara. Tanpa Pemerintah, maka negara tidak ada yang mengatur. KarenaPemerintah merupakan roda negara, maka tidak akan mungkin ada suatu negaratanpa Pemerintah. Dalam pengertian umum sering dicampuradukkan pengertian Pemerintahdan pemerintahan, seakan-akan keduanya adalah sama. Padahal jelas keduanyaberbeda. Untuk membedakan kedua istilah tersebut, maka istilah tersebut haruskita bedakan dalam arti luas dan dalam arti sempit. Pemerintahan dalam arti luas : • Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir, bersumber paa kedaulatan dan berlandasan dasar negara, mengenai rakyat dan wilayah demi tercapainya tujuan negara. 33
  • 34. • Segala tugas, kewenangan, kewajiban negara yang harus dilaksanakan menurut dasar-dasar tertentu demi tercapainya tujuan Negara. Pemerintahan dalam arti sempit : • Jika kita mengikuti Montesquieu, maka hanyalah tugas, kewajiban dan kekuasaan negara dibidang eksekutif. • Jika kita mengikuti Vollenhoven, kekuasaan negara di bidang bestuur. Pemerintah dalam arti luas : Adalah menunjuk kepada alat perlengkapan negara seluruhnya sebagai badan yang melaksanakan seluruh kekuasaan negara atau melaksanakan pemerintahan dalm arti luas. Pemerintaha dalam arti sempit : Adalah hanya menunjuk kepada alat perlengkapan Negara yang melaksanakan pemerintah dalam arti sempit. 4. WARGA NEGARA DAN NEGARA Unsur penting suatu negara yang lain adalah rakyat. Tanpa rakyat, makanegara itu hanya ada dalam angan-angan. Termasuk rakyat suatu negara adalahmeliputi semua orang yang bertempat tinggal didalam wilayah kekuasaan negaratersebut dan tunduk pada kekuasaan negara tersebut. Dalam hubungan ini rakyatdiartikan sebagai kempulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa persatuandan yang besama-sama mendiami suatu wilayah tetentu. Menurut kansil, orang-orang yang berda dalam wilayah suatu negara inidapat dibedakan menjadi : a. Penduduk ialah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu ditetapkan oleh peraturan Negara yang bersangkutan, diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok dalam wilayah negara itu. 34
  • 35. b. Bukan Penduduk ialah mereka yang berada dalam wilayah suatu negara untuk sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat tinggal di wilayah negara tersebut. BAB VIPELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT 35
  • 36. 1. PELAPISAN SOSIAL A. PENGERTIAN Mayarakat terbentuk dari individu-individu . individu-individu yang terdiridari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogrnyang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinyakelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atauterbentuklah masyarakat yang berstara. Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat darikenyataan, bahwa : a. Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya. b. Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya. Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relativepermanen yang terdapat di dalam system sosial didalam hal pembedaan hak,pengaruh dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskansebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebardan lapisan ini menyempit ke atas. B. PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jeniskelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh system sosial masyarakat kuno.Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaumlaki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingatkan bahwa ketentuan- 36
  • 37. ketentuan tentang pembagian kedudukan antara perempuan dan laki-laki yangkemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalahditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri. Di dalam organisasi masyarakat yang primitif pun dimana belummengenai tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagaibentuk sebagai berikut : 1. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan perbedaan hak dan kewajiban. 2. Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa. 3. Adanya pemimpin yang paling berpengaruh. 4. Adanya orang-oramg yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum. 5. Adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri. 6. Adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum. C. TERJADI PELAPISAN SOSIAL • Terjadi dengan sendirinya Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhnya masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya, pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya. • Terjadi dengan sengaja System pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengajar tujuan bersama. Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas 37
  • 38. dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka didalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang ini maka di dalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertikal maupun secara horisontal. D. PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapatdibedakan menjadi : 1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup Di dalam sistem ini permindahan anggota masyarakat kelapisan yang lebih baik keatas maupun kebawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam : • Kasta Brahmana • Kasta Ksatria • Kasta Waisya • Kasta Sudra • Kasta Paria 2. Sistem pelapisan masyarakat yang tebuka Didalam sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada dibawahnya atau naik ke lapisan yang ada di atasnya. 38
  • 39. Sistem yang demikian ini dapat ditemukan misalnya di dalam masyarakat di Indonesia sekarang ini. Stiap orang diberikan kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kesempatan untuk itu. Tetapi disamping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankan. E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL Bentuk konkrit daripada Pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Adasementara sarjana yang meninjau bentuk pelapisan masyarakat hanya berdasarsalah satu aspek saja misalnya aspek ekonomi atau aspek politik saja, tetapisementara itu ada pula yang melihatnya melalui berbagai ukuran secarakomprehensif. Ada yang membagi pelapisan masyarakat sebagai berikut : 1. Masyarakat terdiri dari kelas atas dan kelas bawah. 2. Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. 3. Sementara itu ada pula sering kita debgar yaitu kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. 2. KESAMAAN DERAJAT A. PERSAMAAN HAK 39
  • 40. Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat-laun dirasakansebagai sesuatu yang mengganggu, karena dimana kekuasaan negara ituberkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi danberkuranglah luas bats hak-hak yang dimiiki individu itu. Dan disinilah timbulpersengketaan pkok antara dua kekuasaan itu secara prinsip, yaitu kekuasaanmanusia yang berwujud dalam hak-hak dasar beserta kebebasan asasi yang selamaitu dimilikinya dengan leluasa dan kekuasaan yang melekat pada organisasi baridalam bentuk masyarakat yang berupa negara tadi. B. PERSAMAAAN DERAJAT DI INDONESIA Dalam UUD 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan denganadanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secarajelas. Sebagai mana kita ketahui Negara Kesatuan Republik Indonesia menganutasas bahwa setiap warga negara tanpa kecualinya memiliki kedudukan yang samadalam hukum dan pemerintah, an ini sebagai konsekuensi prinsip dari kedaulatanrakyat yang bersifat kedaulatan. 3. ELITE DAN MASSA A. ELITE Dalam pengertiannya yang umum elite iu menunjuk sekelompok orangyang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khususdapat diartikan bahwa sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dankhususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan. Dalam suatu kehidupan sosial yang terlatur, baik dalam konteks luasmaupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen maupun homogen selaluada kecenderungan untuk menyisihkan satu golonga tersendiri sebagai satugolongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang 40
  • 41. terkemuka bila dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas inididasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap peranan yang dilancarkandalam kehidupan masa kini seta andilnya dalam meletakkan dasar-dasarkehidupan pada masa-masa yang akan datang. Golongan minoritas yang ada diposisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studisosial dikenal dengan elite. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yangdiangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial. B. MASSA Dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lainyang elemter dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yangsecara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Hal-hal yangpenting dalam massa dan di cirikan sebagai berikut : • Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial. • Massa merupakan kelompok yang anonym atau lebih cepat, tersusun dari individu-individu yang anonym. • Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota- anggotanya. • Very loosely organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan seperti halnya crowd. 4. PEMBAGIAN PENDAPATAN A. KOMPONEN PENDAPATAN 41
  • 42. Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi ini, hanya ada dua kelompok,yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen. Dalam rumah tanggaprodusen dilakukan proses produksi. Pemilik factor produksi yang telahmenyerahkan atau mengikutsertakan factor produksinya kedalam proses produksiakan memperoleh bales jasa. Pemilik alam akan memperoleh sewa. Pemiliktenaga akan memperoleh upah. Pemilik modal akan memperoleh bunga danpengusaha akan memperoleh keuntungan. B. PERHITUNGAN PENDAPATAN Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah,diantaranya : • Bunga tanah • Upah • Bunga modal • Laba pengusaha 4. DISTRIBUSI PENDAPATAN Setelah dihitung pendapatan nasional, maka dapat diketahui kegiatanproduksi dan struktur perekonomian suatu negara. Lebih lanjut akanmempermudah perancangan perekonomian negara, karena telah diketahui bahan-bahan mengenai situasi ekonomi baik secara makro maupun sektoral. Pendistribusian pendapatan nasional itu perlu campur tangan pemerintah,melalui peraturan-peraturan, upah, pjak, sewa dan sebagainya. Pajak mobildipergunakan untuk membangunrumah sakit, membangun sekolahan dansebagainya. Di sini, mereka yang berpengasilan kecil akan juga merasakan bagianpendapatan nasional yang aiatur melalui peraturan pemerintah. 42
  • 43. BAB VIIMASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN 43
  • 44. 1. MASYARAKAT PERKOTAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF A. PENGERTIAN MASYARAKAT Mengenai arti masyarakat, kita kemukakan beberapa definisi mengenaimasyarakat dari para sarjana, seperti misalnya : a) R. Linton : seorang ahli antropologi menggunakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telaha cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. b) M. J. Herskovits : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikn dan mengikuti cara hidup tertentu. c) J. L. Gillin dan J. P. Gillin : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. d) S. R. Steinmetz : seorang sosiologi bangsa Belanda mengatakan, bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur. e) Hasan Shadily : mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan pengaruh secara golongan dan mempunyai kebatinan satusama lain. B. MASYARAKAT PERKOTAAN 44
  • 45. Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertianmasyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-cirikehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberpa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu : 1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. 2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain. 3. Pembagian keja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. 4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa. 5. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan. 6. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota. 7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota. C. PERBEDAAN DESA DAN KOTA Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untukmembedakan antara desa dan kota. Anatara lain : 1. Jumlah dan kepadatan penduduk 2. Lingkungan hidup 3. Mata pencaharian 4. Corak kehidupan sosial 5. Stratifikasi sosial 6. Mobilitas sosial 7. Pola interaksi sosial 8. Solidaritas sosial 9. Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional 45
  • 46. 2. HUBUNGAN DESA DAN KOTA Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunikasi yangterpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antarakeduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antaramereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhikebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, dagingdan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaantertentu dikota, misalkan saja buruh bangunan jalan raya atau jembatan dantukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja-pekerja musiman. Pada saatmusim tanam mereka. Sibuk bekeja disawah. Bila pekerjaan di bidang pertanianmulai menyusut, sementara menunggu masa panen meraka merantau ke kotaterdekat untuk melakukan pekejaan apa saja yang tersedia. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan olehorang desa seperti bahan-bahan pakain, alat dan obat-obatab pembasmi hamapertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara keadaan dan alattransportasi. Kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidangjasa yang dibutuhkan oleh orang desa tetapi tidak dapat dilakukannya sendiri,misalkan saja tenaga-tenaga di bidang medis atau kesehatan, montir-montir,elektronik dan alat alat transportasi serta tenaga yang mampu memberikanbimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian,peternakan ataupunperikanan darat. 3. ASPEK POSITIF DAN NEGATIF Untuk menunjang aktivitas warganya serta untuk memberikan suasanaaman, tenteram dan nyaman pada warganya, kota dihadapkan pada kehatusan 46
  • 47. menyediakan berbagai fasilitas kehidupan dan keharusan untuk mengatasiberbagai masalah yang timbul sebagai akibat aktivitas warganya. Dengan kata lainkota harus berkembang. Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial,ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya ini akan dicerminkan dalamkomponen-komponen yang membentuk struktur kota tersebut. Jumlah dankualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan danpertumbuhan kota tersebut. 4. MASYARAKAT PEDESAAN A. PENGERTIAN PEDESAAN Menurut Sutardjo Kartohadikusuma mengemukakan bahwa desa adalahkesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahansendiri. Sedangkan menurut Paul H. Landis mengatakan bahwa desa adalahpenduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri-cirinya sebagai berikut : a. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. b. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan. c. Cara berusaha Adapun yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan antara lain sebagaiberikut : a. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas-batas wilayahnya. 47
  • 48. b. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan. c. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian. d. Masyarakat tersebut homogen. Oleh karena anggota masyarakat mempunyai kepentingan pokok yanghamper sama, maka mereka selalu bekerja sama untuk mencapai kepentingan-kepentingan mereka. Seperti pada waktu mendirikan rumah, upacara pestaperkawinan, memperbaikan jalan desa, membuat saluran air dan sebagainya,dalam hal-hal tersebut mereka akan selalu bkerjasama. B. HAKIKAT DAN SIFAT MASYARAKAT PEDESAAN Seperti dikemukakan aoleh para para ahli atau sumber bahwa masyarakatIndonesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifatagraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintaskilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonisyaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagaitempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetanatau kekusutan pikir. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan : a. Konflik b. Kontraversi c. Kompetisi d. Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan Menurut Mubiyarto petani Indonesia mempunyai sifat-sifat sebagaiberikut: a. Petani itu tidak kolot, tidak bodoh dan tidak malas. 48
  • 49. b. Sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil dengan rata-rata dengan luas sawah0,5 hektar yang serba kekurangan adalah nrimo karena merasa tidak berdaya. C. SISTEM NILAI BUDAYA PETANI INDONESIA Sistem nilai budaya petani Indonesia antara lain sebagai berikut : a. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup dan kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya. b. Mereka berorintasi pada masa ini, kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang mampu untuk itu. c. Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali. d. Untuk menghadapi alam mereka cukup dengan bergotong-royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya. D. UNSUR-UNSUR DESA Daerah dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, besertapenggunannya, termasuk juga unsur lokasi, luas dan batas merupakan lingkungangeografis setempat. Penduduk adala hal yang meliputi jumlah pertambahan,kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat. Unsur desa yaitu unsur letak. Letak suatu desa pada umumnya selalu jauhdari perkotaan atau dari pusat keramaian. Peninjauan ke desa-desa atau perjalananke desa sama artinya dengan menjauhi kehidupan di kota dan lebih mendekatidaerah-daerah yang monoton dan sunyi. Desa-desa yang pada perbatasan kota 49
  • 50. mempunyai kemampuan berkembang yang lebih banyak dari pada desa-desa dipedalaman. E. FUNGSI DESA Pertama, dalam hubungannya dengan kota, maka desa merupakan daerahyang berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok sepertipadi, jagung, ketela. Disamping bahan makanan lain seperti kacang, kedelai,buah-buahan dan mahan makanan yang lain berasal dari hewan. Kedua, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagailumbung bahan mentah dan tenaga kerja yang tidak kecil artinya. Ketiga, dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desamanufaktur, desa industri dan sebagainya. 5. URBANISASI DAN URBANISME Proses urbanisasi boleh dikatakan terjadi diseluruh dunia, baik padanegara-negara yang sudah maju industrinya maupun secara relatif belum memilikiindustri. Bahwa urbanisasi mempunyai akibat-akibat yang negative terutama dirasakan oleh negara yang agraris seperti Indonesia ini. Hal ini terutamadisebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabiladibandingkan dengan jumlah manusia yang dipergunakan dalam produksi tersebutdan boleh dikatakan bahwa factor kebanyakan penduduk dalam suatu daerah overpopulation merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomismasih terbelakang. Proses urbanisai dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal manatergantung dari pada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebutterjadi dengan menyangkut dua aspek, yaitu : • Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota. 50
  • 51. • Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa.6. PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN Perbedaan diantaranya sebagai berikut : a. Lingkungan umum dan orienasi terhadap alam b. Pekerjaan atau mata pencaharian c. Ukuran komunikasi d. Kepadatan penduduk e. Homogenitas dan heterogenitas f. Diferensiasi sosial g. Pelapisan sosial h. Mobilitas sosial i. Interaksi sosial j. Pengawasan sosial k. Pola kepemimpinan l. Standar kehidupan m. Kesetiakawanan sosial n. Nilai dan system nilai BAB VIII 51
  • 52. ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN 1. ILMU PENGETAHUAN Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana Karenabermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), di antaranya pandanganAristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan merupakan pengetahunyang dapat diindra dan dapat merangsang budi. Ilmu pengetahuan sekarang menghadapi kenyataan kemiskinan, yang [adahakikatnya tidak dapat melepaskan diri dari kaitannya dengan ilmu ekonomiKarena kemiskinan merupakan persoalan ekonomi yang paling elementer, dimana kekurangan dapat menjurus kepada kematian. Tetapi di lain pihak ekonomisekarang berada pada puncak kegemilangan intelektual, banyak menggunakanpenilaian matematis dan usaha pembuatan model matematis yang merupakanusaha yang amat makmur. Dalam hal ini tentu ekonomi perlu menyajiakananalisis yang relevan sebah, apabila bertentangan dengan bermacam-macam kadarasumsinya, sebab apabila bertentangan dengan nilai-nilai atau etika yang hidupdalam masyarakat dan model-model yang dibangunnya tidak relevan, akanmemberikan kesan sebagai suatu ilmu yang mengajarkan keserakahan. 2. TEKNOLOGI Dalam konsep yang pramatis dengan kemungkinan berlaku secaraakademis dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaisuatu seni yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksiyang mnyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, model, tenaga kerja danketerampilan dikombinasikan untuk merealisasikan tujuan produksi. 52
  • 53. Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja, memilikiciri-ciri sebagai berikut : a. Rasionalisme, artinya tindakan spontan oleh tekni diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. b. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. c. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. d. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan. e. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung. f. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan. g. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. 3. ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN NILAI Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral.Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaanpembangunan, yang paling hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan danteknologi. Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurangmemperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya. Keadaandemikian tidak luput dari falsafah pembangunannya itu sendiri, dalammenentukan pilihan antara orientasi nilai yang menyangkut segi-segi kemanusiaanyang terkadang harus dibayarkan lebih mahal. Masalah nilai kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini,menyangkut perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannyadengan ilmu dan teknologi. Sehingga kecenderungan sekarang ada dua pemikiran 53
  • 54. yaitu menyatakan ilmu bebas nilai dan yang menyatakan ilmu yang tidak bebasnilai. Sebenarnya yang paling peting dalam permasalahan itu dapat dinyatakan. 54
  • 55. BAB IX AGAMA DAN MASYARAKAT AGAMA DAN MASYRAKAT Kaitannya agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuanagama yang meliputi penulisan sejarah dan figure nabi dalam mengubahkehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentangTuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan religi dan sila Ketuhanan YangMaha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf. 1. FUNGSI AGAMA Untuk mendiskusikan fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspekpenting yang selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, system sosial dan keperibadian.Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yangpengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan,sejauh mana fungsi lembaga agama dalam memelihara sistem, apakah lembagaagama terhadap kebudayaan sebagai suatu sistem dan sejauh manakah agamadalam mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Pertanyaanitu timbul sebab, sejak dulu sampai saat ini, agama itu masih ada dan mempunyaifungsi, bahkan memerankan sejumlah fungsi. 2. PELEMBAGAAN AGAMA Agama begitu universal, permanen dan mengatur dalam kehidupansehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat. Halyang perlu dijawab dalam memahami lembaga agama adalah apa dan mengapaada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi dan struktur agama. 55
  • 56. Kaitannya agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tipe-tipe,meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh (Elizabeth K.Nottingham, 1954). a. Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-nilai Sakral. Masyarakat tipe ini kecil, terisolasi dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang sama. Oleh karenanya keanggotaan mereka dalam masyarakat dan dalam kelompok keagamaan adalah sama. b. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang Sedang Berkembang. Keadaan masyarakat tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama. Agama memberikan arti dan ikatan kepada sistem nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi saat yang sama lingkungan yang sakral dan yang sekular itu sedikut-banyaknya masih dapat dibedakan. Fase-fase kehidupan sosial diisi dengan uapacara-upacara tertentu. BAB X 56
  • 57. PRASANGKA DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME 1. PERBEDAAN PRASANGKA DAN DISKRIMINASI Sikap yang negatif terhadap sesuatu, disebut prasangka. Walaupun dapatkita garis bawahi bahwa prasangka dapat juga dalam pengertian positif. Tulisanini lebih banyak membicaraka prasangka dalam pengertian negatif. Tidak sedikitorang-orang mudah berprasangka, namun banyak juga orang-orang yang lebihsukar untuk berprasangka. Mengapa terjadi perbedaan cukup menyolok?Tampaknya kepribadian dan intelekgensia, juga faktor lingkungan cukupberkaitan dengan munculnya prasangka. Dalam kondisi prasangka untuk mencapai akumulasi materiil tertentu, atauuntuk meraih status sosial bagi suatu individu atau kelompok sosial tertentu, padasuatu lingkungan dimana norma-norma dan tata hukum dalam kondisi goyah,dapat merangsang munculnya prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan denganjelas. Prasangka bersumber dari suatu sikap. Diskriminasi menunjuk kepada suatutindakan. Dalam pergaulan sehari-hari sikap berprasangka dan diskriminasiseolah-olah menyatu, tidak dapat dipisahkan. a. SEBAB-SEBAB TIMBULNYA PRASANGKA DAN DISKRIMINASI a) Berlatar belakang sejarah b) Dilatarbelakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional c) Bersumber dari factor kepribadian d) Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama 57
  • 58. b. DAYA UPAYA UNTUK MENGURANGI/MENGHILANGKAN PRASANGKA DAN DISKRIMINASI a. Perbaikan kondisi sosial ekonomi b. Perluasan kesempatan belajar c. Sikap terbuka dan sikap lapang 2. ETNOSENTRISME Suku bangsa, ras cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagaisalah sesuatu yang prima, riil, logis sesuai dengan kodrat alam dan sebagainya.Segala yang berbeda dnengan kebudayaan yang mereka miliki,dipandangvsebagai sesuatu yang kurang baik, kurang estetis, bertentangan dengankodrat alam dan sebagainya. Hal-hal tersebut dikenal sebagaiETNOSENTRISME, yaitu suatu kecendrungan yang menganggap nilai-nilai dannorma-norma kebudayaannya sendiri sebagai suatu yang prima, terbaik, mutlakdan dipergunakannya sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannyadengan kebudayaan lain. Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal dansikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar. Dengan demikianetnosentrisme merupakan kecendrungan tak sadar untuk menginterpretasikan ataumenilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaan sendiri. Sikap etnosentrismedalam tingkah laku berkomunikasi tampak canggung, tidak luwes. Akibatnyaetnosentrisme penampilan yang etnosentrik, dapat menjadi penyebab utamakesalah pahaman dalam berkomunikasi. Etnosentrisme dapat dikatakan sebagaisikap dasar ideology Chauvinisme pernah dianut oleh orang0orang Jerman padazaman Nazi Hitler. Mereka merasa dirinya superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain dan memandang bangsa-bangsa lain sebagai inferior, lebih rendah,nista dan sebagainya.REFERENSI : 58
  • 59. Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. 1996. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Depok : Gunadarma. 59