Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
  • Save
Digital multiplexer
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Digital multiplexer

  • 3,408 views
Published

 

Published in Technology , Economy & Finance
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
3,408
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
5
Likes
6

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Digital Multiplexer Rahmat Gozali M. Firzy Adha Slamet Mualif Lina Sari Dewi
  • 2. Digital QAM Multiplexer
  • 3. Apa itu Multiplexing ??• Multiplexing : rangkaian yang memiliki banyak input tetapi hanya 1 output ( penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke dalam 1 saluran komunikasi).• Dengan menggunakan sinyal-sinyal kendali dari multiplexing ini, kita dapat mengatur penyaluran input tertentu kepada outputnya, sehingga memungkinkan terjadinya transmisi sinyal yang banyak melalui media tunggal.
  • 4. • Multiplexer mengkombinasikan data dari n input dan mentransmisikan melalui kapasitas data link yang tinggi.• Demultiplexer menerima aliran data yang di-multiplex ( pemisahan dari data tersebut tergantung pada channel ) kemudian mengirimkannya ke line output yang diminta.• Tiap sinyal dimodulasikan ke dalam frekuensi carrier yang berbeda dan frekuensi carrier tersebut terpisah dimana bandwidth dari sinyal-sinyal tersebut tidak overlap.
  • 5. Apa keuntungannya ??• Host hanya butuh satu port I/O untuk n-terminal• Hanya satu line transmisi yang dibutuhkan• Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi• Memanfaatkan sumber daya se-efisien mungkin• Menggunakan kapasitas saluran se-maximum Mungkin• Karakteristik permintaan komunikasi pada umum- nya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama
  • 6. Kapan digunakan multiplexing ??• Multiplexing digunakan ketika bandwidth dari medium melebihi bandwidth sinyal yang diperlukan untuk transmisi.
  • 7. Aplikasinya untuk apa ??• Pada sistem akuisisi data yang memiliki sensor input ( suhu, kecepatan, kelembaban, dsb ), harus masuk ke multiplekser terlebih dahulu untuk dipilih data sensor mana yang akan diolah
  • 8. Teknik-teknik Multiplexing• Frequency-division multiplexing (FDM)• Time-division multiplexing (TDM)• Statistical time-division multiplexing (STDM)
  • 9. PenentuanPemilihan FDM, TDM dan STDM ditentukan oleh :• Kapasitas kanal,• Harga peralatan• Konfigurasinya.
  • 10. Frequency Division Multiplexing (FDM) • Adalah mux yang paling umum dan banyak dipakai, dengan menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. • Data yang dikirimkan akan dicampur berdasarkan frekuensi. • Banyak digunakan pada pengiriman sinyal analog. • Data tiap kanal dimodulasikan dengan FSK untuk voice grade channel. • FDM disebut "code transparent" artinya sistem sandi yang dipakai oleh data, tidak memberi pengaruh. • FDM dapat beroperasi secara full duplex 2 atau 4 kawat. • Contoh FDM adalah pada penggunaan radio dan TV
  • 11. • Enam sumber sinyal dimasukkan ke dalam suatu multiplexer, yang memodulasi tiap sinyal ke dalam frekuensi yang berbeda (f1,...,f6).• Tiap sinyal modulasi memerlukan bandwidth center tertentu disekitar frekuensi carriernya, dinyatakan sebagai suatu channel.• Sinyal input (analog / digital) akan ditransmisikan melalui medium dengan sinyal analog.• Contohnya yaitu transmisi full-duplex FSK (Frequency Shift Keying), broadcast dan TV kabel.
  • 12. Bagan-bagan FDM
  • 13. Transmitter FDM• Gambar (a) memperlihatkan sistim FDM secara umum.• Sejumlah sinyal digital atau analog [ mi(t), i= 1,N ] di- multiplex ke dalam medium transmisi yang sama.• Tiap sinyal mi(t) dimodulasi dalam carrier fsci ; karena digunakan multiple carrier maka masing-masing dinyatakan sebagai sub carrier.• Modulasi apapun dapat dipakai. Kemudian sinyal termodulasi dijumlah untuk menghasilkan sinyal gabungan mc(t).
  • 14. • Gambar (b) menunjukkan hasilnya• Sinyal gabungan tersebut mempunyai total bandwidth B,• dimana Sinyal analog ini ditransmisikan melalui medium yang sesuai.• Pada akhir penerimaan, sinyal gabungan tersebut lewat melalui N bandpass filter, dimana tiap filter berpusat pada fsci dan mempunyai bandwidth Bsci , untuk 1 < i < N.• Dari sini , sinyal diuraikan menjadi bagian-bagian komponennya. Tiap komponen kemudian dimodulasi untuk membentuk sinyal asalnya
  • 15. Time-division Multiplexing (TDM) • Pengiriman data dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tersebut dikirimkan. • Digunakan untuk transmisi sinyal digital, bit data dari terminal secara bergantian diselipkan diantara bit data dari terminal lain. • Pemancar dan penerima harus sinkron agar masing-masing penerima menerima data yang ditujukan kepadanya. • TDM hanya digunakan untuk komunikasi titik ke titik. • TDM lebih efesien daripada FDM karena 1 saluran komunikasi telepon dapat dipakai sampai dengan 30 terminal sekaligus
  • 16. • TDM biasanya digunakan untuk komunikasi point to point.• Pada TDM, penambahan peralatan pengiriman data lebih mudah dilakukan karena tidak akan mempengaruhi peralat- an yang sudah ada sampai pada batas-batas tertentu.• TDM lebih efisien daripada FDM karena 1 saluran komunikasi telpon misalnya, dapat dipakai sampai dengan 30 terminal sekaligus.• TDM yang umum dikenal adalah PCM. Terdapat 4 metode untuk coding amplitudo yaitu : – PAM (Pulse Amplitudo Modulation) – PPM (Pulse Position Modulation) – PCM (Pulse Code Modulation) – PDM (Pulse Duration Modulation)
  • 17. Bagan-bagan TDM
  • 18. Transmitter TDM • Sejumlah sinyal digital (mi(t), i = 1,N) di- multiplex ke dalam medium transmisi yang sama. • Data yang masuk dari masing-masing sumber disimpan dalam buffer yang biasanya berukuran 1 bit atau 1 karakter. • Buffer tersebut di-scan secara sequential untuk membentuk komposisi aliran data digital mc(t) yang dapat ditransmisi langsung atau melalui modem, biasanya transmisi synchronous. • Operasi scan tersebut berjalan cepat dimana buffer terlebih dulu dikosongkan untuk dapat meneriman data. • Dengan demikian data rate mc(t) harus sama dengan jumlah data rate mi(t).
  • 19. Frame-frame TDM• Memperlihatkan format data yang ditransmisi.• Data -data tersebut dikumpulkan dalam frame- frame .• Tiap frame mengandung cycle dari time slot dimana tiap slot mewakili tiap sumber data.
  • 20. Receiver TDM • Pada receiver, data mc(t) di-demultiplex dan diarahkan ke buffer tujuan yang sesuai. • Untuk tiap sumber input mi(t), ada sumber output identik yang akan menerima data input pada kecepatan yang sama dengan pada waktu ditimbulkan.
  • 21. Statistical time-division multiplexing (STDM)• Statistical TDM dikenal juga sebagai asynchronous TDM dan intelligent TDM, sebagai alternatif synchronous TDM.• Mempunyai sejumlah line I/O pada satu sisi dan line multiplex kecepatan tinggi pada sisi lainnya. Dimana ada n line I/O, tetapi hanya k (k<n) time slot yang sesuai pada frame TDM.• Efisiensi penggunaan saluran secara lebih baik dibandingkan FDM dan TDM karena hanya memberikan kanal pada terminal yang membutuhkannya dan memanfaatkan sifat lalu lintas yang mengikuti karakteristik statistik.
  • 22. • STDM dapat mengidentifikasi terminal mana yang mengganggur atau terminal mana yang membutuhkan transmisi dan mengalokasikan waktu pada jalur yang dibutuhkannya.• Untuk input, fungsi multiplexer ini untuk men-scan buffer-buffer input, mengumpulkan data sampai penuh, dan kemudian mengirim frame tersebut.• Untuk output, multiplexer ini menerima suatu frame dan mendistribusikan slot-slot data ke buffer output tertentu.• Data rate pada line multiplex lebih rendah daripada jumlah data rate dari device masukan sehingga statistical multiplexer dapat menggunakan data rate yang rendah untuk mendukung sebanyak device yang sama dengan synchronous multiplexer.• Struktur framenya padat.
  • 23. Format frame dari STDM
  • 24. • Bagian (a) – hanya 1 sumber data yang dimasukkan per frame. – Sumber diidentifikasi oleh suatu address. – Panjang daerah data adalah variabel dan diakhiri oleh akhir dari overall frame. – Cara ini dapat bekerja baik dibawah beban yang ringan, tetapi kurang efisien untuk beban yang berat.
  • 25. • Bagian (b) : – memperlihatkan rata-rata delay yang dialami oleh sebuah frame sebagai fungsi dari pemakaian dan data rate. – Kenaikan pemakaian, sebanding dengan keperluan buffer dan delay. – Rata-rata delay akan kecil, jika kapasitas link dinaikkan, untuk pemakaian yang tetap.
  • 26. • Data rate dari output statistical multiplexer ini lebih rendah daripada jumlah data rate input.• Hal ini dimungkinkan karena rata-rata jumlah dari input kurang daripada kapasitas line multiplex. Tetapi masalah yang timbul yaitu terjadinya periode peak yaitu ketika input melampaui kapasitas.• Solusinya : dengan memasukkan suatu buffer dalam multiplexer untuk menahan sementara kelebihan input.• Pertimbangan ukuran buffer dan data rate dari line ditentukan untuk menentukan waktu respon sistim dan kecepatan line multiplex.• Semakin besar buffer, delay-nya semakin panjang.
  • 27. Terima Kasih• Referensi – Chapter 6, multiplexing, jaringan komputer – Adam mukharil bachtiar, S.Kom, Diktat Mata Kuliah Komunikasi Data Bab II Perangkat Keras Komunikasi Data – Missa Lamsani, Komunikasi Data, bab multiplexing – Jajang Kusnendar, KomDat, tentang multiplexing – Nurman, kegiatan perancangan sistem komunikasi data pertemuan 9