0
 Sumber asing terulis pertama dari Barat berasal dari catatan Tome Pires.  Dia menyebutkan tentang bagaimana kemapuan pel...
 Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan  nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yan...
Peta wilayah Kerajaan Gowa dan TalloKerajaan Gowa dan Tallo lebih dikenal dengan sebutanKerajaan Makassar. Kerajaan ini te...
 Sultan Alauddin dengan nama asli Karaeng Ma’towaya Tumamenanga  ri Agamanna. Ia merupakan Raja Gowa Tallo yang pertama k...
Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan dilakukanoleh Datuk Robandang/Dato’ Ri Bandang dariSumatera, sehingga pada abad 17 ag...
Pada masa pemerintahannya Makasar berhasilmemperluas wilayah kekuasaannya yaitu denganmenguasai daerah-daerah yang subur s...
Dalam peperangan melawan VOC, SultanHasannudin memimpin sendiri pasukannya untukmemporak-porandakan pasukan Belanda di Mal...
Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda dapat menguasaiibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar...
Kerajaan Makasar merupakan kerajaan Maritim dan berkembang    sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini...
 Sebagai negara Maritim, maka sebagian besar masyarakat Makasar adalah  nelayan dan pedagang. Mereka giat berusaha untuk ...
atau Benteng Ujung Pandang (JumPandang) adalah sebuah benteng peninggalan KerajaanGowa-Tallo. Letak benteng ini berada di ...
Mesjid Katangka didirikan pada tahun 1605 M. Sejakberdirinya telah mengalami beberapa kali pemugaran.Pemugaran itu berturu...
Tallo adalah sebuah kompleks makam kuno yang dipakai sejak abadXVII sampai dengan abad XIX Masehi. Letaknya di RK 4 Lingku...
Sejarah gowa dan tallo
Sejarah gowa dan tallo
Sejarah gowa dan tallo
Sejarah gowa dan tallo
Sejarah gowa dan tallo
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Sejarah gowa dan tallo

28,282

Published on

Published in: Education
1 Comment
14 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
28,282
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
997
Comments
1
Likes
14
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Sejarah gowa dan tallo"

  1. 1.  Sumber asing terulis pertama dari Barat berasal dari catatan Tome Pires. Dia menyebutkan tentang bagaimana kemapuan pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Makassar. Dalam buku Islamisasi kerajaan Gowa, Prof. DR. Ahmad M. Swang, M.A ( 2005; 72) Tome Pires dalam perjalanannya dari Malaka ke Laut Jawa pada tahun 1513 telah menemukan orang-orang Makassar sebagai pelaut ulung. Keterangan ini dianggap keterangan tertulis Barat yang tertua. Pires menyebutkan: “Orang-orang Makassar telah berdagang sampai ke Malaka, Jawa, Borneo, Negeri Siam dan juga semua tempat yang terdapat antara Pahang dan Siam, dalam Prof. DR. Ahmad M. Swang, M.A ( 2005; 72)” Sumber berita dari catatan Tome Pires mungkin lebih menitikberatkan kepada sebuah kerajaan di Sulawesi belum resmi memeluk agama Islam, karena secara resmi kedua raja dari Gowa dan Tallo memeluk agama Islam pada tanggal 22 September 1605 M. Negeri tersebut kaya akan beras putih dan juga bahan-bahan makanan lainnya, banyak daging dan juga banyak kapur barus hitam. Mereka memasok barang dagangan dari luar, antara lain jenis pakaian dari Cambay, Bengal, dan Keling. Mengingat jaringan perdagangan dari Cina sudah lama, barang-barang berupa keramik juga diimpor dan hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya temuan keramik dari masa Dinasti Sung dan Ming dari daerah Sulawesi Selatan.
  2. 2.  Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili. Melalui berbagai cara, baik damai maupun paksaan, komunitas lainnya bergabung untuk membentuk Kerajaan Gowa. Cerita dari pendahulu di Gowa dimulai oleh Tumanurung sebagai pendiri Istana Gowa, tetapi tradisi Makassar lain menyebutkan empat orang yang mendahului datangnya Tumanurung, dua orang pertama adalah Batara Guru dan saudaranya Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa Suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka. Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu dari kalangan Bugis; demikian pula pihak Belanda-Bone memiliki sekutu orang Makassar. Perang Makassar adalah perang terbesar VOC yang pernah dilakukannya di abad ke-17.
  3. 3. Peta wilayah Kerajaan Gowa dan TalloKerajaan Gowa dan Tallo lebih dikenal dengan sebutanKerajaan Makassar. Kerajaan ini terletak di daerah SulawesiSelatan. Makassar sebenarnya adalah ibukota Gowa yangdulu disebut sebagai Ujungpandang. Secara geografisSulawesi Selatan memiliki posisi yang penting, karena dekatdengan jalur pelayaran perdagangan Nusantara. Bahkandaerah Makassar menjadi pusat persinggahan parapedagang, baik yang berasal dari Indonesia bagian timurmaupun para pedagang yang berasal dari daerah Indonesiabagian barat. Dengan letak seperti ini mengakibatkanKerajaan Makassar berkembang menjadi kerajaan besardan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara.
  4. 4.  Sultan Alauddin dengan nama asli Karaeng Ma’towaya Tumamenanga ri Agamanna. Ia merupakan Raja Gowa Tallo yang pertama kali memeluk agama islam yang memerintah dari tahun 1591 – 1638. dibantu oleh Daeng Manrabia (Raja Tallo) bergelar Sultan Abdullah. Sultan Hasanuddin (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 – meninggal diMakassar, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het Oosten oleh Belandayang artinya Ayam Jantan/Jago dari Benua Timur. Ia dimakamkan di Katangka, Makassar.
  5. 5. Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan dilakukanoleh Datuk Robandang/Dato’ Ri Bandang dariSumatera, sehingga pada abad 17 agama Islamberkembang pesat di Sulawesi Selatan, bahkan rajaMakasar pun memeluk agama Islam. Raja Makasar yangpertama memeluk agama Islam adalah SultanAlaudin. Sejak pemerintahan Sultan Alaudin kerajaanMakasar berkembang sebagai kerajaan maritim danberkembang pesat pada masa pemerintahan rajaMuhammad Said (1639 – 1653). Selanjutnya kerajaan Makasar mencapai puncakkebesarannya pada masa pemerintahan SultanHasannudin (1653 – 1669).
  6. 6. Pada masa pemerintahannya Makasar berhasilmemperluas wilayah kekuasaannya yaitu denganmenguasai daerah-daerah yang subur serta daerah-daerahyang dapat menunjang keperluan perdagangan Makasar. Iaberhasil menguasai Ruwu, Wajo, Soppeng, danBone.Perluasan daerah Makasar tersebut sampai ke NusaTenggara Barat. Daerah kekuasaan Makasar luas, seluruhjalur perdagangan di Indonesia Timur dapat dikuasainya.Sultan Hasannudin terkenal sebagai raja yang sangat antikepada dominasi asing. Oleh karena itu ia menentangkehadiran dan monopoli yang dipaksakan oleh VOC yangtelah berkuasa di Ambon. Untuk itu hubungan antaraBatavia (pusat kekuasaan VOC di Hindia Timur) danAmbon terhalangi oleh adanya kerajaan Makasar. Dengankondisi tersebut maka timbul pertentangan antara SultanHasannudin dengan VOC, bahkan menyebabkan terjadinyapeperangan. Peperangan tersebut terjadi di daerah Maluku.
  7. 7. Dalam peperangan melawan VOC, SultanHasannudin memimpin sendiri pasukannya untukmemporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku.Akibatnya kedudukan Belanda semakin terdesak. Ataskeberanian Sultan Hasannudin tersebut maka Belandamemberikan julukan padanya sebagai Ayam Jantan dariTimur. Upaya Belanda untuk mengakhiri peperangandengan Makasar yaitu dengan melakukan politik adu-domba antara Makasar dengan kerajaan Bone (daerahkekuasaan Makasar). Raja Bone yaitu Aru Palaka yangmerasa dijajah oleh Makasar mengadakan persetujuankepada VOC untuk melepaskan diri dari kekuasaanMakasar. Sebagai akibatnya Aru Palaka bersekutudengan VOC untuk menghancurkan Makasar.
  8. 8. Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda dapat menguasaiibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harusmengakui kekalahannya dan menandatangai perjanjian Bongaya tahun1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar.Isi dari perjanjian Bongaya antara lain:a. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar.b. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar.c. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bonedan pulau-pulau di luar Makasar.d. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi perlawanan Makasarterhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari SultanHasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskanperlawanan melawan Belanda.Untuk menghadapi perlawanan rakyatMakasar, Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran.Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar, danMakasar mengalami kehancurannya.
  9. 9. Kerajaan Makasar merupakan kerajaan Maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor : letak yang strategis, memiliki pelabuhan yang baik jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 yang menyebabkan banyak pedagang-pedagang yang pindah ke Indonesia Timur. Sebagai pusat perdagangan Makasar berkembang sebagai pelabuhan internasional dan banyak disinggahi oleh pedagang- pedagang asing seperti Portugis, Inggris, Denmark dan sebagainya yang datang untuk berdagang di Makasar. Pelayaran dan perdagangan di Makasar diatur berdasarkan hukum niaga yang disebut dengan ADE’ ALOPING LOPING BICARANNA PABBALUE, sehingga dengan adanya hukum niaga tersebut, maka perdagangan di Makasar menjadi teratur dan mengalami perkembangan yang pesat. Selain perdagangan, Makasar juga mengembangkan kegiatan pertanian karena Makasar juga menguasai daerah-daerah yang subur di bagian Timur Sulawesi Selatan.
  10. 10.  Sebagai negara Maritim, maka sebagian besar masyarakat Makasar adalah nelayan dan pedagang. Mereka giat berusaha untuk meningkatkan taraf kehidupannya, bahkan tidak jarang dari mereka yang merantau untuk menambah kemakmuran hidupnya. Walaupun masyarakat Makasar memiliki kebebasan untuk berusaha dalam mencapai kesejahteraan hidupnya, tetapi dalam kehidupannya mereka sangat terikat dengan norma adat yang mereka anggap sakral. Norma kehidupan masyarakat Makasar diatur berdasarkan adat dan agama Islam yang disebut PANGADAKKANG. Dan masyarakat Makasar sangat percaya terhadap norma-norma tersebut.Di samping norma tersebut, masyarakat Makasar juga mengenal pelapisan sosial yang terdiri dari lapisan atas yang merupakan golongan bangsawan dan keluarganya disebut dengan “Anakarung/Karaeng”, sedangkan rakyat kebanyakan disebut “to Maradeka” dan masyarakat lapisan bawah yaitu para hamba-sahaya disebut dengan golongan “Ata”. Dari segi kebudayaan, maka masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo.Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan rakyat Makasar dan terkenal sampai mancanegara.
  11. 11. atau Benteng Ujung Pandang (JumPandang) adalah sebuah benteng peninggalan KerajaanGowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantaisebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng inidibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yangbernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng LakiungTumaparisi kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasartanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadibatu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang adadi daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentukseperti seekor penyu yang hendak merangkak turun kelautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi KerajaanGowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut.Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratanmaupun di lautan. Nama asli benteng in i adalah BentengUjung Pandang.
  12. 12. Mesjid Katangka didirikan pada tahun 1605 M. Sejakberdirinya telah mengalami beberapa kali pemugaran.Pemugaran itu berturut-turut dilakukan oleh SultanMahmud (1818), Kadi Ibrahim (1921), Haji MansurDaeng Limpo, Kadi Gowa (1948), dan Andi Baso,Pabbicarabutta Gowa (1962) sangat sulitmengidentifikasi bagian paling awal (asli) bangunanmesjid tertua Kerajaan Gowa ini.
  13. 13. Tallo adalah sebuah kompleks makam kuno yang dipakai sejak abadXVII sampai dengan abad XIX Masehi. Letaknya di RK 4 LingkunganTallo, Kecamatan Tallo, Kota Madya Ujungpandang. Lokasi makamterletak di pinggir barat muara sungai Tallo atau pada sudut timur lautdalam wilayah benteng Tallo. Ber¬dasarkan basil penggalian(excavation) yang dilakukan oleh Suaka Peninggalan sejarah danPurbakala (1976¬-1982) ditemukan gejala bah wa komplek makamber¬struktur tumpang-tindih. Sejumlah makam terletak di atas pondasibangunan, dan kadang-kadang ditemukan fondasi di atas bangunanmakam.Kompleks makam raja-raja Tallo ini sebagian ditempat¬kan di dalambangunan kubah, jirat semu dan sebagian tanpa bangunan pelindung:Jirat semu dibuat dan balok¬balok ham pasir. Bangunan kubah yangberasal dari kuran waktu yang lebih kemudian dibuat dari batu bata.Penempatan balok batu pasir itu semula tanpa memper¬gunakanperekat. Perekat digunakan Proyek Pemugaran. Bentuk bangunan jiratdan kubah pada kompleks ini kurang lebih serupa dengan bangunanjirat dan kubah dari kompleks makam Tamalate, Aru Pallaka, danKatangka. Pada kompleks ini bentuk makam dominan berciri abad XIIMasehi.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×