Your SlideShare is downloading. ×

SAP 1 metodologi penelitian

7,113
views

Published on


0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,113
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
129
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. A. Pengertian Metodologi Penelitian Istilah (konsep dasar) “Metodologi Penelitian ” dari kata “metodologi” dan“penelitian”.Istilah “metodologi” dari kata “metode” yang artinya cara kerja dan “logos”artinya ilmu atau sifat ilmiah. Jadi Metodologi” berarti cara kerja yang yang bersifat ilmiah.Istilah “penelitian” dari kata dasar “teliti” artinya cermat atau mencermati (kata kerja ataukecermatan (kata sifat).Jadi “metodologi pnelitian” berarti “ilmu tentang cara-cara kerja yangcermat”. Penelitian adalah langkah dan prosedur pencermatan dan penelusuran sesuatu denganmemakai cara-cara ilmian (tidak subyektif, tidak imajiner, tidak emosional, dan tidaksemrawut). Istilah “kualitatif” dari kata dasar “kualitas”, atau “mutu”, memberi sifat ataukarakter pada konsep “metodologi penelitian”, yang bermakna “metode kerja yang ilmiah didalam proses pencermatan dan penelusuran sesuatu dengan berpegang pada kriteria-kriteriakualitas atau mutu (quality perspective). Secara konotatif, konsep “metodologi penelitian kualitatif” dapat diberi makna :“aktivitas yang menggunakan cara-cara kerja yang bersifat ilmiah (obyektif, empirik, rasional,dan sistematis) di dalam pencematan dan penelusuran guna mencari dan menemukan data yangbenar dan akurat (informasi, keterangan dan sejenisnya) gunamenjawab pertanyaan tortentuatau memecahkan masalah tertentu di dalam bidang kehidupan atau keilmuan denganberpegangpada prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah kualitas”.Gabriel Amir Silalahi dalam buku : “Metodologi Penelitian dan Studi Kasus” menyatakansebagai berikut : Penelitian adalah usaha mencari, mengumpulkan, dan menganalisis fakta-fakta mengenai suatu masalah atau fenomena yang telah terjadi baik sekarang maupun di masa lalu Penelitian adalah penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan pengetahuan. Riset merupakan proses yang berbasis masalah dengan obyek suatu fenomena empiris. Proses riset dilakukan dengan sistematis,terorganisasi, terkendali dan kritis. Tujuan riset adalah menyediakan informasi untuk menjawab suatu masalah yang spesifik. Riset itu bersifat ilmiah, artinya dimulai degan prosedur yang sistematis dengan pembuktian yang meyakinkan berupa fakta yang diperoleh secara obyektif. Riset merupakan proses yang berjalan terus menerus, sebab hasil suatu penelitian selalu dapat disempurnakan lagi. 1
  • 2. Riset adalah proses pendekatan dengan pembuktian ilmiah untuk mendapatkan in- formasi baru. Riset adalah suatu penyelidikan yang terorgnisasi. Riset adalah suatu inquiry, penelaahan atau penyelidikan mengenai sesuatu atau suatu atas dasar ilmu. Riset adalah kegiatan yang sistematis yang menggunakan metodologi untuk menemukan sebab dan akibat suatu masalah berdasarkan perpaduan kebenaran subyektif dan obyektif untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien. Research is a systematic inquiry aimed at providing information to solve problem. Research means searching for a theory, testing a theory, or solving problem. Research adalah operasioalisasi metode ilmiah untuk mencari kebenaran logis, sistematis, empiris, B. Jenis dan Tujuan PenelitianTerdapat beberapa macam penelitian yang mempunyai maksud, penggunaan dan peran di bidangmasing-masing. Antara lain :a. Penelitian historis (historial research) Penelitian historis (historial research) ini berperan dalam pembuatan ekonstruksi masalatihan secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi,memverifikasikan, dan mensintetiskan bukti-bukti untuk mendukung fakta memperolehkesimpulan yang kuat.Contoh : suatu penelitian tentang praktek-praktek administrasi di zaman penjajahan, asal usuldan pelaksanaan konsep kemempinan di zaman revolusi, pengujian hipotesis bahwa Ratu Shimamelaksanakan melaksanakan peri keadilan tanpa pandang bulu, dan lain sebagainya.b. Penelitian deskriptif (descriptive research) Penelitian deskriptif (descriptive research) berperan dalam penbuatan pemeriaan(penyandaran) secara sistematis, fakktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifatpopulasi tertentu. 2
  • 3. Contoh : studi tentang populasi tertentu, sensus, survei pendapat masyarakat, analisis dokumen,laporan insiden krisis(critical independen report), analisis skor tes, serta observasi staff terhadapproses administrasi untuk teknisi menengah.c. Penelitian perkembangan (developmental research) Penelitian pengembangan (developmental research) berperan untuk menyelidikipertumbuhan atau perubahan sesuatu sebagai fungsi waktu.Contoh : suatu studi longitudinal tentang proses menjadi manager, yaitu mulai dari bawahansampai taraf manager, kecenderungan konsumerisme selama 20 tahun terakhir, proyeksiproyeksi populasi pegawai negeri sebelum dan sesudah perang dunia ke II, perubahan polapergaulan muda-mudi setelah sumpah pemuda 1928, pertumbuhan nilai individu sejalan denganmakin menipisnya semangat gotong royong 1980-2000.d. Penelitian kasus dan penelitian lapangan (case study research and field study research) Penelitian kasus dan penelitian lapangan (case study research and field study research)berperan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan yang terjadi sekarang,dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok,lembaga, dan masyarakat.Contoh : studi secara intensif tentang sosial kebudayaan suatu kota metropolitan, studi lapangantentang kelompok terpencil dan juga tentang masyarakat, dan lain sebagainya.e. Penelitian korelasi (correlation research) Penelitian korelasi (correlation research) merupakan penelitian yang berperan danbermaksud untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan denganvariasi-variasi atau lebih faktor lain berdasrkan koefisien korelasinya.Contoh :1. Studi yang mempelajari saling berhubungan antara skor kemempinan dengan prestasi kerja,2. Studi secara analisis faktor mengenai tes kepribadian,3. Studi untuk meramalkan keberhasilan kepemimpinan berdasarkan tes bakat. 3
  • 4. f. Penelitian kausal komperatif (causal comparative research) Penelitian kausal komperatif (causal comparative research) ini mempunya peran danpenggunaan sebagai berikut ini : Penelitian ini berperan dalam pencarian kemungkinan hubungan sebab dan akibat yangmana dilakukan dengan cara mengamati akibat yang ada sekarang dan mencoba mencarikemungkinan sebabnya dari data-data yang dikumpulkan. Adapun penggunaannya adalah untukmengidentifikasikan faktor-faktor faktor-faktor yang menimbulkan pemberhentian pegawaidengan menganalisis siswa dalam tahun terakhir, mencari kesamaan atau perbedaan kelompokdengan menggunakan data-data yang ada.Misalnya : perokok, pola kepemimpinan pada hasil-hasil ataupun juga kesuksesan managementperkantoran.g. Penelitian eksperimental sungguhan (true experimental research) Penelitian eksperimental (true experimental research) sungguhan ini berperan dalammencari kemungkinan hubungan sebab akibat dengan memberikan kemampuan khusus terhadapkelompok coba dan membandingkannya dengan kelompok banding.h. Penelitian eksperimental semu (quasi experimental research) Penelitian eksperimental semu (quasi experimental research) berperan dalam pencarianhubungan sebab akibat kehidupan nyata, dimana pengendalian ubahan sulit atau tidak mungkindilakukan,pengelompokan secara acak mengalami kesulitan, dan lain sebagainya.Misalnya : classroom experiment, eksperimen dengan judul, penerapan behavior conditioningdalam management penguasaan kelas.Contoh : penelitian ada yang memakai pretest / post-test, yang mana didalamnya terdapatveriable-varieble seperti kematangan, kepribadian, dan lain sebagainya.i. Penelitian tindakan (action research) Penelitian tindakan (action research) berperan dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang baru atau cara pendekatan yang baru untuk memecahkan masalah di duniakerja atau dunia aktual yang lain. 4
  • 5. Contoh : suatu program trainer of trainer untuk melatih para widyaiswara, penataran ketrampilanbaru’instruktur, program penjajagan dalam pencegahan kecelakaan dalam pendidikanpengemudi, untuk memecahkan masalah apatisme dalam penggunaan teknologi modern ataumetode kerja yang inovatif.Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dibedakan kedalam tiga jenis, meliputi: a. Penelitian Eksploratif Yaitu penelitian yang dilaksanakan untuk menggali data dan informasi tentang topik atauisu-isu baru yang ditujukan untuk kepentingan pendalaman atau penelitian lanjutan. Tujuanpenelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang lebih akurat yang akandijawab dalam penelitian lanjutan atau penelitian kemudian. Peneliti biasanya menggunakanpenelitian eksplorasi ini untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup dalam penyusunan desaindan pelaksanaan kajian lanjutan yang lebih sistematis. Penelitian eksploratory pada umumnya dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan ”Apa(what)” (Apa sesungguhnya fenomena sosial tersebut?). Pada penelitian ini seringkalimenggunakan data-data kualitatif. b. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif menghadirkan gambaran tentang situasi atau fenomena sosial secaradetil. Dalam penelitian ini, peneliti memulai penelitian dengan desain penelitian yangterumuskan secara baik yang ditujukan untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas. Penelitian deskriptif biasanya berfokus pada pertanyaan ”bagaimana (how)” dan ”siapa(who)” (Bagaimana fenomena tersebut terjadi? Siapa yang terlibat didalamnya?) c. Penelitian Eksplanatif Tujuan penelitian eksplanatif adalah untuk memberikan penjelasan mengapa sesuatu terjadiatau menjawab pertanyaan ”mengapa (why)” 5
  • 6. C. Peranan dan Syarat PenelitianPenelitian mempunyai peran antara lain untuk :1. Pemecahan masalah2. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam bidang yang diajukan3. Mendapatkan pengetahuan atau ilmu baru. Peran penelitian sebagai pemecahan masalah. Dalam hal ini meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomenadari suatu masalah yang kompleks dan kait mengait. Peranan penelitian sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam bidang yang diajukan. Dalam hal ini meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkanfenomena-fenoena dari masalah-masalah dan peertanyaan-pertanyaan yang bersangkutantersebut. Peranan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru. Dalam hal ini berfungsi untuk menemukan pengetahuan/ilmu yang baru yang manabelum diketahui atau sama sekali belum pernah diterapkan dalam masyarakat yangbersangkutan. Syarat yang harus dipenuhi metode penelitian sebagai berikut : Mampu menghasilkan data yang obyektif yaitu data yang apa adanya, dan tidak dicampuri oleh unsur – unsur pribadi peneliti. Mampu menghasilkan data / fakta yang valid yaitu data yang memiliki kesesuaian dan keserasian yang tinggi dengan kenyataan yang ada. Mampu menghasilkan data / fakta yang reliable yaitu data yang memiliki ketepatan yang tidak berubah setiap waktu 6
  • 7. Penelitian dikatakan baik bila :1. Purposiveness : Tujuan yang jelas;2. Exactitude : Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;3. Testability : Dapat diuji atau dikaji;4. Replicability : Dapat diulang oleh peneliti lain;5. Precision and Confidence : Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;6. Objectivity : Bersifat objektif;7. Generalization : Berlaku umum;8. Parismony : Hemat, tidak berlebihan;9. Consistency : Data atau ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata atau ungkapan yang memiliki arti sama;10. Coherency : Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya. 7
  • 8. Daftar Pustakahttp://administrasipublikunm.blogspot.com/2012/07/pengertian-metodologi-penelitian.htmlhttp://garasighaliya.blogspot.com/2010/04/pengertian-tujuan-dan-kegunaan.htmlhttp://enhiespearzt.blogspot.com/2011/12/peranan-penelitian.html 8