Komunikasi Verbal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Komunikasi Verbal

on

  • 53,437 views

VERBAL OYYY

VERBAL OYYY

Statistics

Views

Total Views
53,437
Views on SlideShare
53,285
Embed Views
152

Actions

Likes
6
Downloads
469
Comments
1

3 Embeds 152

http://www.slideshare.net 150
http://webcache.googleusercontent.com 1
http://www.health.medicbd.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • komunikasi verbal
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Komunikasi Verbal Komunikasi Verbal Presentation Transcript

  • Komunikasi Verbal DESKRIPSI Pokok bahasan komunikasi verbal membahas mengenai pesan verbal yaitu bahasa sebagai sistem kode verbal dan fungsi bahasa.   TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan mampu menjelaskan komunikasi verbal yaitu bahasa sebagai sistem kode verbal dan fungsi bahasa.
  • Pengertian
    • Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Kata-kata adalah abstraksi realitas individual yang tidak mampu menimbulkan reaksi yang merupakan totalitas obyek atau konsep yang diwakili oleh kata-kata itu.
    • Bahasa adalah sistem kode verbal. Bahasa merupakan seperangkat simbol dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas. Bahasa adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan dan maksud kita. Fungsi bahasa yang mendasar adalah untuk menamai atau menjuluki orang, obyek dan peristiwa.
  • Fungsi Bahasa
    • 1. Penamaan (naming atau labeling)
    • Merujuk pada usaha mengindentifikasi obyek, tindakan atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dlam komunikasi.
    •  
    • 2. Interaksi
    • Menekankan berbagi gagasan dan emosi yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.
    •  
    • 3. Transmisi informasi
    • Melalui bahasa informasi dapat disampaikan kepada orang lain. Keistimewaan bahasa sebagai sarana transmisi informasi yang lintas waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.
  • Syarat Bahasa
    • Untuk mengenal dunia di sekitar kita
    • Berhubungan dengan orang lain
    • Menciptakan koherensi dalam kehidupan kita.
  • Keterbatasan Bahasa
    • 1. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili obyek. Suatu kata hanya mewakili relaitas, tetapi bukan realitas itu sendiri. Kata-kata pada bersifat parsial. Kata-kata sifat cenderung dikotomis (kaya-miskin, musuh-kawan) padahal realitas tidak bersifat hitam putih. Pesan verbal lazim digunakan untuk menerangkan sesuatu yang betrsifat faktual, deskriptif dan rasional.
    • 2. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual
    • Karena kata-kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda, yang menganut latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda.
    • 3. Kata-kata mengandung bias budaya
    • Bahasa terikat oleh konteks budaya. Bahasa dapat dipandang sebagai perluasan budaya.
    • 4. Makna kata
    • Makna muncul dari hubungan khusus antara kata (sebagai simbol verbal) dan manusia. Makna tidak melekat pada kata-kata-kata, namun kata-kata membangkitkan makna dalam pikiran orang. Jadi tidak ada hubungan langsung antara suatu obyek dan simbol yang digunakan untuk merepresentasikannya. Pemahaman adalah perasaan subyektif kita mengenai simbol itu. Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya (faktual) dan lebih bersifat publik. Makna konotatif lebih bersifat pribadi yakni makna di luar rujukan obyektifnya.
  • ada dua cara untuk mendefinisikan bahasa.
    • Pertama , definisi fungsional yang melihat bahasa sebagai alat yang dimiliki bersama ( socially shared means )untuk mengungkapkan gagasan. Artinya bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan diantara angota-anggota kelompok sosial untuk memakainya. Karena seperti kita ketahui, kata-kata diberi arti secara arbitrer (sema u nya) oleh kelompok-kelompok. Kita tak pernah memusingkan mengapa bagian tubuh organisme mulai batas leher ke atas disebut kepala; sedangkan dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal pohon dan buah kelapa. Tentunya jauh sekali kaitan antara makna kata kitab dan batik. Kata itu muncul dan dipakai berdasarkan kesepakatan masyarakatnya saja, tak bisa dicarikan alasan logisnya.
    • Kedua , definisi formal yang menyatakan bahwa bahasa merupakan semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tata bahasa yang berlaku, menjadi: saya harus belajar supaya pandai. Setiap bahasa memiliki peraturan penyusunan bahasa ( grammar) masing-masing. Bahasa Indonesia mempunyai tata bahasa yang berbeda dari bahasa Inggris, Prancis, spanyol dan sebagainya. Jika kita ingin menghasilkan kalimat yang bermakna menurut suatu bahasa, maka kita harus menguasai tata bahasa yang bersangkutan.
  • DEFINISI KOMUNIKASI NON VERBAL
    • Komunikasi non verbal adalah tindakan-tindakan manusia yang secara sengaja dikirimkan dan dinterpretasikan seperti tujuannya dan memiliki potensi akan adanya umpan balik dari yang menerimanya. Salah satu aspek penting komunikasi non verbal adalah pada saat kita berupaya untuk memahami makna dari setiap pesan komunikasinya. Di dalam kehidupan sehari-hari perilaku non verbal sangat beraneka ragam dan banyak serta sangat membantu pembentukan makna pada setiap pesan komunikasi.
    • Komunikasi gestura
        • Emblem adalah tanda-tanda yang akan mengganti kata-kata atau fase-fase secara langsung. Misalnya, tanda setuju dengan lingkaran jari dan ibu jari.
        • Ilustrator berhubungan dengan upaya untuk menggambarkan suatu pesan. Contohnya, apabila kita ingin menggambarkan boloa dunia kita memberikan ilustrasi dengan tangan yang membentuk lingkaran,
        • Penampilan efeksi adalah gerakan-gerakan wajah yang mengekspreseikan makna-makna emosi: marah, ketakutan, bahagia, hasrat atau kelelahan.
        • Regulator adalah jenis perilaku non-verbal, yang bersifat mengatur (monitor, menjaga, atau mengontrol) dalam pembicaraan dengan orang lain. Seperti, didalam penerapan kita tidak pasif, menatap mata, menggelengkan dan menganggukan kepala, mengatupkan bibir , memfokuskan tubuh, dan membuat berbagai paralanguage.
        • Adaptor adalah perilaku non-verbal yang dilakukan untuk menciptakan rasa nyaman dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Misalkan, merokok pada saat menghadapi ujian, mengaruk kulit yang gatal, membetulkan letak kaca mata dan lain-lain. Perialku ini bisa disadari atau tidak disadari. Tetapi dalam keadaan tertentu, kita sulit menebak perilaku ini. Misalnya, seseorang yang menggaruk kulit kepalanya, apakah karena kepalanya gatal atau sedang memikirkan sesuatu , atau yang lainnya.
  • Jenis komunikasi verbal lainnya
    • Komunikasi muka
    • Komunikasi mata
    • Komunikasi sentuhan
    • Komunikasi ruang
    • Komunikasi waktu