Nama registry breakfast meeting 24042013 revised_new

265 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
265
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Nama registry breakfast meeting 24042013 revised_new

  1. 1. Perencanaan PembangunanNAMAs RegistryFarhan HelmySekretaris Kelompok Kerja Mitigasi, DNPI
  2. 2. NAMAs, MRV dan Konteks Registry: Beyond Business as Usual• Proses politik dan kelembagaan sedang berlangsung dalam merumuskanaksi, tatakelola dan mekanisme yang terintegrasi, koheren dalamkerangka pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkandinamika yang terjadi baik global, nasional dan sub-nasional:– AKSI: low carbon development skenario yang efektif dan efisien  RAN-GRK,Perpres 61/2011; RAD-GRK– TATAKELOLA: sistem pemantauan dan evaluasi melalui MRV system yangkokoh, melibatkan pemangku kepentingan secara inklusif  Sistem InventarisGHG Nasional(SIGN), Perpres 71/2011– MEKANISME: mekanisme climate financing and investment yang yang efektifdan efisien yang didukung oleh kelembagaan yang kokoh) yang dimobilisasimelalui mekanisme nasional, global/multilateral, bilateral.• Adanya kebutuhan untuk merespon dinamika kelembagaan yang sedangterjadi berdasarkan kepada ilmu pengetahuan yang kokoh, yang akanmenuju kepada investasi dan inisiatif Green (Green Investment andInitiatives).• Dengan mengambil ketiga bidang strategis dari ilmu pengetahuan,kebijakan dan investasi sebagai pertimbangan, pemerintah/DNPIbertujuan untuk melihat kepada:– Ilmu Pengetahuan untuk membangun skenario masa yang tepat dalammemahami dinamika perubahan iklim– Kebijakan untuk memfasilitasi dialog yang inklusif berdasarkan sains– Investasi untuk mendorong green investmentRencana Pembangunan NAMAs RegistryNAMAs: National Appropiate Mitigation ActionsNatcom: National ComminicationsBUR: Bieneal Update ReportICA: International Consultation and Analysis
  3. 3. NATIONAL ACTION PLAN. Emisi di Indonesia di prediksi akan meningkat dari 1.72menjadi 2.95 GtCO2e (2000-2020). Rencana Aksi Nasional yang diusulkan dalamRencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) terdiri dari70 program yang terdistribusi dalam sektor yang bervariasi.Rencana Pembangunan NAMAs RegistrySectorsEmission Reduction Plan(Giga ton CO2e)Agency26% 15%(total 41%)Forestry and PeatWasteAgricultureIndustryEnergy andTransportation0.6720.0480.0080.0010.0380,3670.0300.0030.0040.018Ministry of Forestry, Ministry ofEnvironment, Ministry of PublicWorks, Ministry of AgricultureMinistry of Public Works,Ministry of EnvironmentMinistry of Agriculture, Ministryof EnvironmentMinistry of IndustryMinistry of Transportation,Ministry of Energy and Mining,Ministry of Public Works0.767 0.422
  4. 4. Perlunya NAMAs yang terintegrasiRencana Pembangunan NAMAs Registry• Potensi mitigasi yang berbeda-beda yang dikembangkan melalui mekanisme danskema yang bervariasi (Rencana Aksi Nasional/RAN-GRK, REDD+, CDM, JCOM, MCC);• Indonesia telah mensubmisi NAMAs yang pertama (2010) sebagai acuan umumpotensi aksi mitigasi untuk dikenal sebagai NAMAs: Sustainable Peat LandManagement, Reduction in Rate of Deforestation and Land Degradation,Development of carbon Sequestration Projects in Forestry and Agricultures,Promotion of Energy Efficiency, Development of Alternative and Renewable EnergySources, Reduction in Solid and Liquid Waste, and Shifting to Low-EmissionTransportation Mode.• Pada tahun 2012 Indonesia telah mensubmisi NAMAs dalam Sustainable UrbanTransport kedalam NAMAs registry di UNFCCC.(http://unfccc.int/cooperation_support/nama/items/6982.php)
  5. 5. ModalitasRencana Pembangunan NAMAs RegistryPotensiMitigasiScope MRV “Mekanisme Registry”Actions EnablingRAN-GRK 33 provinces, 5 sectors: Forestry and Peat,Waste, Agriculture, Industry, Energy andTransportation)26% (0.767 Giga ton CO2e)15% for total 41% (1.189 Giga ton CO2e)President Regulation No. 61/2011 MER(Monitoring,EvaluationandReporting)Governance: Bappenas sebagai NationalCoordinatorApproval Process: Bappenas melaluiproposal sektoral dan RADHost: Bappenas melalui Secreatariat RANGRKREDD+ 44 pilot project of deforestation andforest degradation, and includes the roleof conservation, sustainable managementof forests and enhancement of forestcarbon stocksPresident Decree No. 5/2013 MRV forREDD+Governance: Dalam pengembangan taskforceApproval Process: REDD+Host: Dalam pengembangan task forceCDM 27 CER (Certified Emission Reduction)dengan total 75 Mton CO2eLegal background: Act No. 23/1997concerning EnvironmentalManagement; Act No.6/94,Ratification to the UNFCCC; ActNo.17/04 Ratification to the KyotoProtocol; Min of Forestry DecreeNo.14/04 on A/R project.Project-based MRVGovernance: National Commission onClean Development Mechanism yangterdisi dari Sekretariat dan Tim Teknis,dengan dukungan tambahan dari paraahliApproval Process: DNA/DNPIHost: DNPIJCM (JointCreditingMechanism)- Land use, renewable energy, energyefficiency, waste management, CCS-SNG,transport- 57 feasibility studies telah dilakukansampai dengan February 2013Coordinating Ministry of EconomicsDecree KEP-50/M.EKON/05/2012Project-based MRVGovernance: Joint Committee antara GoIdan Japan Government (sedangdikembangkan)Approval Process: JCOMHost: Japan: MOE/METIIndonesia: DNPI, Coordinating Ministry ofEconomicsPilot - MCC(MillenniumChallengeAccount)Green Prosperitya. Renewable energy development(micro/minihydro, bio-mass, solar power)b. Green KnowledgePresident Regulation No. 80/2011,Green Knowledge MapMRV Governance: Board of trustees of Trustfund 4 orang dari Bappenas, 1 orang dariMinsitry of Foreign Affairs, 1 orang dariMinistry of Finance)Approval Process: Board of TrusteesHost: Bappenas
  6. 6. Assessment PendahuluanRencana Pembangunan NAMAs RegistryTantangan• Aktor yang berberda-beda dengan target kebijakan yang berbeda (Nasional,Sub-Nasional, Program/project-based)• Aksi yang berbeda-beda yang ditandai dengan tindakan (land based, energi,dll) dan kondisi yang memungkinkan (pemetaan, spatial planning)• MRV sistem yang berbeda-beda dalam hal cakupan, tingkat pemerintahan, danteknik.• Inisiatif yang berbeda-beda untuk membangun sistem Registry dengan tingkatpelaksanaan yang bervariasi.Modalitas• Proses yang sedang berjalan: Rencana Aksi Nasional dan Daerah PenurunanEmisi Gas Rumah Kaca (RAN/RAD GRK), Joint Crediting Mechanism (JCM Japan-Indonesia) dan Millennium Corporation Challenge program (US-IndonesiaPartnership) dalam melibatkan stakeholder utama baik dari pemerintah dannon-pemerintah dalam tingkatan yang berbeda-beda (nasional, sub nasional,kegiatan project-based)• Pembelajaran dari sistem registry project based CDM (lebih dari 27 total CER)• Registry Prototype dari UNFCCC (informasi untuk fasilitasi matching process ofapproval, proposals dan juga kepentingan donor)
  7. 7. Kajian Awal Pembangunan Registry SystemRencana Pembangunan NAMAs Registry• Tantangan dalam membangun NAMAs Registry: definisi NAMAs(NationallyApropiate Mitigation Actions), kelembagaan, mekanisme persetujuan(approval mechanism )dan kapasitas teknis untuk validasi /verifikasi, integrasidengan sistem yang ada/• Proses membangun konsensus dan pelibatan stakeholders utama baik daripemerintah dan non-pemerintah dalam membangun registry system termasuktatakelola, berdasarkan pembelajaran dari inisiatif yang sedang berjalan.• Registry adalah sebuah sarana/mekanisme untuk melacak dan mengevaluasitarget/pencapaian pengurangan emsisi gas rumah kaca dan aksi mitigasi yangberhubungan (teknologi, pendanaan dan peningkatan kapasitas)• Mendorong K/L dan yang telah berkomitmen dalam mentargetkanpengurangen emisi untuk mendaftar pada NAMAs registry• Pilihan pengaturan kelembagaan registry: Komisi Nasional yang di atur oleh Kementrian Koordinator dengan dukungan darikantor sekretariat dan tim teknis untuk memfasilitasi informasi dan proses approval Mendirikan Kantor Registry dibawah K/L yang bertanggung jawab untuk InventarisaiGHG nasional Pengaturan yang lebih luas yang mencakup tidak hanya isu-isu mitigasi
  8. 8. NAMA Registry dan Elementnya menurut UNFCCCCOP 16 sets up a registry to• Record NAMAs seeking internationalsupport• Record support available and supportprovided• Facilitate matching of NAMAs withsupport• “Recognize” other NAMAs in aseparate sectionCOP 17• Registry as a dynamic web-basedplatform• Matching through the provision ofinformation• Requests the secretariat to develop aprototypeRencana Pembangunan NAMAs Registry
  9. 9. NAMA Registry dan Elementnya menurut UNFCCC (lanjutan)Rencana Pembangunan NAMAsRegistryNAMAs require central approval:NAMA approvers (NA): full access tocountry registry (e.g. Focal point)NAMA editors (NE): create NAMAs,edit/delete their NAMAs, search queries(e.g. project formulators)Support does not require centralapprovalSupport editors: create support entries,edit/delete their entries, search queriesActors: government agencies, banks,foundations, private sector
  10. 10. Rencana Pembangunan NAMAs RegistryRoad Map Mitra Tentatif WaktuInisiasi Pembangunan Konsensus antara K/L dan Para PihakKick-Off Meeting NAMAsRegistryDNPI 24 AprilPengembangan Mekanismedan KelembagaanDNPI JuliWorkshop capacity buildingpenggunaan NAMAs registryDNPI, UNEP, UNFCCC JuliPenyusunan Manual DNPI, UNEP, UNFCCC JuliPembangunan NAMAs RegistrySetting up secretariat DNPI, JuliRoster Database DNPI, UNFCCC, JICA, ...Technical team DNPI, UNFCCC, JICA, ...Portal/database/ICT DNPI, UNFCCC, JICA, ...Peningkatan Kapasitas DNPI, UNEP, UNFCCC, WBCSD,KADIN(?)JulyMonitoring and Evaluation DNPI NovemberRoadmap Pembangunan NAMAs Registry
  11. 11. TERIMAKASIHRencana Pembangunan NAMAsRegistry

×