• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Struktur  kristal ionik
 

Struktur kristal ionik

on

  • 5,192 views

Struktur Kristal Ionik

Struktur Kristal Ionik

Statistics

Views

Total Views
5,192
Views on SlideShare
5,192
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
240
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Struktur  kristal ionik Struktur kristal ionik Presentation Transcript

    • STRUKTUR KRISTAL
      IONIK
    • Struktur Kristal Ionik
      Struktur kristal ionik tersusun dari kation dan anion yang terikat melalui gaya elektrostatis
      Dalam susunan tiga dimensi, ion-ion yang berlawanan muatan terletak berselingan, terkemas rapat mengadakan kontak maksimum dengan ion-ion berlawanan muatan dan mengusahakan tolakan minimum antara ion-ion yang sama muatannya
      Struktur kristal ionik dipengaruhi oleh muatan relatif dan ukuran relatif ion-ion yang bersangkutan.
      Suatu kristal ionik bersifat stabil apabila setiap kation menyinggung anion-anion di sekelilingnya, demikian pula sebaliknya.
    • Sepertihalnyastrukturlogam, kemasanrapatstrukturkristalIonikdapatditurunkandari:
      kemasanrapatkubus (ccp)
      kemasanrapatheksagonal (hcp).
      non strukturkemasanrapat; misalnya bcc
      Umumnya, anion-anion membentukkemasanrapat, sedangkankation-kation yang lebihkecilukurannyamenempatirongga,
      Rongga yang ditempatiyaiturongga tetrahedral danatauronggaoktahedral
      (Dalambeberapakasusmungkinterjadisebaliknya)
    • Struktur Kristal Untuk Beberapa Senyawa
    • Struktur Rocksalt
      • Struktur kemas rapat kubus pusat muka (fcc).
      • Ada satu rongga oktahedral pada tiap anion X-. Semua rongga itu diisi oleh kation M+ , sehingga mencapai stoikiometri MX 1 :1
      • Bilangan koordinasi untuk X- dan M+ masing-masing = 6
      • Diadopsi oleh ; senyawa dengan rumus M+1 X-1, seperti :
      NaCl, LiCl, KBr, RbI, (alkali halida, kecuali untuk sesium) AgF, AgCl, AgBr
      senyawa M2+ X2- seperti MgO, CaO, MgS (oksida dan sulfida logam alkali tanah) TiO, FeO, NiO dan paduan logam (SnAs)
      Sebagian besar nitrida, karbida dan hidrida yang sesuai dengan rumus MX
      • Ukuran relatif antara kation dengan anion berbeda cukup besar
      Rumus senyawa MX
      Bola Merah = kation M+
      Bola Biru = anion X-
    • Hubungan Struktur Dengan Rumus Empiris
      Setiap ion Cl- pada kedudukan sudut (titik sudut) harus berbagi dengan delapan unit sel lain dan setiap Cl- pada pusat muka berbagi dengan dua unit sel lain, sehingga jumlah keseluruhan ion Cl- untuk setiap unit sel adalah
      (8 x 1/8) + (6 x ½ ) = 4
      Pada sepanjang sel satuan terdapat 12 ion Na+ (lihat gambar) yang masing-masing berbagi dengan empat unit sel lain dan pada pusat unit sel terdapat satu ion Na+. Jadi jumlah ion Na+ dalam setiap unit sel adalah :
      (12 x ¼) + (1 x 1) = 4
      Dengan demikian angka banding Na+ terhadap Cl- adalah 4 : 4 atau 1 : 1. Ini sesuai dengan rasio rumus empiris NaCl = 1 : 1
    • Struktur Sfalerit dan Wurtzit
      Seng sulfida Zns tergolong senyawa polimorf, karena mengkristal dalam dua bentuk kisi yang berbeda, yaitu sfalerit (seng blende) dan wurtzit.
      Kation dan anion pada sfalerit dan wurtzit masing-masing mempunyai bilangan koordinasi empat
      Sfalerit mempunyai struktur fcc, sedangkan wurtzit mempunyai struktur hcp
    • Struktur Sfalerit (ZnS)
      Rumus Senyawa : MX
      Kemasan rapat kubus : ccp dengan unit sel fcc
      Anion S2- (bola kuning) pada setiap titik sudut kisi (8) dan pusat muka (6). Jumlah anion S2- per unit sel adalah = (8 x 1/8) + (6 x ½ ) = 4 anion S2-
      Kation Zn2+ (bola hitam) mengisi rongga tetrahedral (hanya setengah yang terisi), sehingga ada (8 x ½ ) = 4 kation Zn2+ per unit sel
      Jadi setiap unit sel ada 4 ZnS
      Rasio jumlah kation dan anion per unit sel = 4 : 4 atau 1 : 1 (sesuai dengan rumus empiris)
      Bilangan koordinasi kation dan anion masing-masing 4
      Dadopsi oleh kation-kation (Cu+, Ag+, Cd2+, Ga3+) dan Anion-anion (I-, S2-, P3-); contoh CuF,CuCl,CuBr,CuI, AgI, ZnS,ZnSe,ZnTe, GaP,GaAs), HgS,HgSe,HgTe dan BeO
    • Struktur Kristal Wurtzite
      Struktur kemasan rapat heksagonal ; hcp
      S2- (bola kuning) pada setiap titik sudut kisi heksagonal atas (8) dan tengah (4), sehingga ada (8 x1/8) + (4 x ¼ ) = 2 anion S2- setiap unit sel
      Zn2+ (bola hitam) pada rongga tetrahedral (hanya setengah yang terisi) = 2 kation Zn2+ setiap unit sel
      Jadi setiap unit sel ada 2 ZnS
      Rasio kation dan anion per unit sel sesuai rumus empiris = 2 : 2 = 1:1
      Bilangan koordinasi untuk kation dan anion masing-masing = 4
      Rumus Senyawa : MX
    • Struktur Fluorit CaF2
      Struktur kemasan rapat kubus : ccp
      M2+ menempati setiap titik sudut (ada 8) dan pusat muka kubus (ada 6), sehingga jumlah kation M2+ setiap unit sel adalah :
      (8 x 1/8) + (6 x ½) = 4 kation M2+ setiap unit sel
      X- menempati semua rongga tetrahedral yaitu sebanyak 8 anion X-
      Dengan demikian rasio jumlah kation dan anion memenuhi angka banding = 1 : 2
      Bilangan koordinasi kation M2+ adalah 8
      Bilangan koordinasi anion X- adalah empat
      Diadopsi oleh CaF2 HgF2 ,BaCl2 , PbO2, ThO2 UO2
      Rumus senyawa MX2
      Bola hijau tua : kation
      Bola hijau muda : anion
    • Struktur Anti-Fluorit
      Struktur antifluorit merupakan kebalikan dari struktur fluorit, sehingga posisi kation dan anion merupakan kebalikannya
      Struktur kemasan rapat kubus : ccp
      X2- menempati setiap titik sudut (ada 8) dan pusat muka kubus (ada 6), sehingga jumlah kation X- setiap unit sel adalah :
      (8 x 1/8) + (6 x ½) = 4 anion M2- setiap unit sel
      M+ menempati semua rongga tetrahedral yaitu sebanyak 8 kation M+
      Dengan demikian rasio jumlah kation dan anion memenuhi angka banding = 1 : 2
      Bilangan koordinasi anion X2- adalah 8
      Bilangan koordinasi Kation M+ adalah empat
      Diadopsi oleh K2O, Na2O, Li2O, K2S, Na2S, Na2Se
      Rumus senyawa M2X
      Bola hijau tua : kation
      Bola hijau muda : anion
    • Beberapa kemungkinan struktur ccp
    • Struktur Sesium Klorida CsCl
      Bukan struktur kemasan rapat, karena unit selnya kubus sederhana (SC)
      Anion Cl- menempati titik sudut (8), sehingga jumlah anion per unit sel = (8 x 1/8) = 1 anion Cl- per unit sel
      Kation Cs+ berada di pusat badan (1), sehingga ada 1 kation per unit sel
      Jadi setiap unit sel ada 1CsCl
      Rasio jumlah kation dan anion per unit sel = 1 : 1 (sesuai rumus empiris)
      Bilangan koordinasi untuk kation dan anion masing-masing = 8
      Diadopsi oleh klorida, bromidadan iodidadari kation yang besar, seperti Cs+, Tl+, NH4+
    • Struktur Kristal NiAs
      • Struktur kemasan rapat heksagonal (hcp)
      • Kation Ni2+ menempati titik sudut heksagonal atas (8) dan tengah (4), sehingga tiap
      unit sel ada (8 x1/8) + (4 x1/4) = 2 kation Ni2+ per unit sel
      • Anion As2- menempati setengah rongga oktahedral, sehingga ada 2 anion per unit
      sel
      • Jadi ada 2 NiAs setiap unit sel. Rasio jumlah kation : anion = 1 : 1
      • Bilangan koordinasi Ni = 6 (oktahedral) dan As = 6 (trigonal prismatik
      • Diadopsi oleh Ti(S,Se,Te); Cr(S,Se,Te,Sb); Ni(S,Se,Te,As,Sb,Sn)
    • Struktur Kristal CdI2
      Struktur kemasan rapat heksagonal hcp
      Kation Cd2+ menempati setiap sudut (8 x1/8), sehingga setiap unit sel ada 1 kation Cd2+
      Anion I- menempati setengah rongga oktahedral = 2 anion perunit sel
      Jadi ada 1 CdI2 dalam unit sel
      Bilangan koordinasi Cd : 6 (Oktahedral) dan untuk I = 3 (membentuk bangun piramid)
      Diadopsi oleh PbI2, FeBr2, VCl2, Mg(OH)2 , Ni(OH)2, TiS2, ZrSe2, CoTe2
    • Struktur Kristal Rutil
      Bukan struktur kemasan rapat, karena unit sel : Tetragonal
      Kation Ti4+ menempati titik sudut (8) dan pusat (1), sehingga tiap unit sel = (8 x 1/8) + 1 = 2 kation Ti4+
      Anion O2- menempati rongga oktahedral interior (2) dan alas (4), sehingga tiap unit sel = 2 + (4 x 1/2) = 4 anion O2-
      Jadi ada 2TiO2 per unit sel
      Rasio jumlah kation dan anion = 2 : 4 = 1 : 2 (sesuai rumus empiris)
      Bilangan koordinasi Ti = 6 (oktahedral) dan untuk O = 3 (bidang trigonal planar)
      Contoh
      Oksida : MO2 (dari kation Ti, Nb, Cr, Mo, Ge, Pb, Sn)
      fluorida: MF2 (dari kation Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn, Pd)
      Rumus Senyawa MX2