Layanan iklan
Yusuf Akbar
087718262932
Pin BB: 29738e12
Indra Ramdani
085723887680
Pin BB : 26413d32
M. Adi
089667013387
p...
HuKr m

MINGGU II FEBRUARI 2014

02
FAKTA GARUT

Akibat Sengketa Masalah Perbatasan

TWA Talaga Bodas Ditutup Sementara

M...
FAKTA TASIK

MINGGU II FEBRUARI 2014

Kejaksaan Tasikmalaya

Masih ”Utang” Kasus ?

Zainuddin,SH Optimis 2014 tuntas

Drs....
S ambungan

04
FAKTA GARUT

FAKTA GARUT / MINGGU IV JANUARI 2014
MINGGU II FEBRUARI 2014

...Aturan Wajib Mengaji
pun, ser...
FAKTA JABAR

MINGGU II FEBRUARI 2014

BPJ WIPEL II Bandung

Anggap Enteng Pekerjaan

Ruas Jalan
Cidaun-Pameungpeuk
Masuki ...
S ambungan

MINGGU II FEBRUARI 2014

...”Utang” Kasus ?
Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Penyelewengan Beras
Raskin yang...
METRO PRIANGAN

MINGGU II FEBRUARI 2014

M

asyarakat Kabupaten Garut terkenal cukup dinamis dalam kehidupan sosial politi...
Advetorial
MINGGU I FEBRUARI 2014

08
FAKTA GARUT
EDISI FEBRUAI II 2014
EDISI FEBRUAI II 2014
EDISI FEBRUAI II 2014
EDISI FEBRUAI II 2014
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

EDISI FEBRUAI II 2014

2,108 views
1,890 views

Published on

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,108
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

EDISI FEBRUAI II 2014

  1. 1. Layanan iklan Yusuf Akbar 087718262932 Pin BB: 29738e12 Indra Ramdani 085723887680 Pin BB : 26413d32 M. Adi 089667013387 pin BB : 23b839de Hotline Pelanggan : 0262- 236380 ( Hunting ) Dudi 08562353133 Zaenal 0823166998 Jhoen 081323584919 PIN BB : 27FFF330 J. Gunawan 085795598959 FAKTA GARUT MINGGU II FEBRUARI 2014 Garut Akan Terapkan Aturan Wajib Mengaji ATASI PENGANGGURAN : Wakil Gubernur mengaku konsen mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat. Melalui perda yang diperkuat dengan Perbup ini saya yakin semua orangtua secara bertahap akan melaksanakan aturan tersebut Wakil Bupati Kabupaten Garut dr Helmi Budiman di kediaman Komisaris Fakta Priangan, Ceng Alawi Abdal Khaliq mengaku sangat respon dengan perkembangan teknologi. Namun demikian, Helmi juga mengaku sangat mengantisi- pasi efek negatif dari perkembangan jaman yang semakin canggih, terutama dari keberadaan televisi dan internet. Melihat kenyataan bahwa saat ini perkembangan internet ke hal 04 Pemprov Jabar Dorong Terbentuknya 100 Ribu Usahawan Baru Tingginya angka pengangguran di berbagai daerah masih menjadi masalah bagi pemerintah, yang harus terus menerus dicarikan solusinya. Untuk itu pemerintah meluncurkan berbagai program penanggulangan pengangguran, baik melalui pelatihan bidang keahlian, maupun bantuan permodalan. Kabupaten Garut Urutan Pertama Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kini tengah mendorong terbentuknya 100 ribu usahawan baru. Oleh karenanya, kini tengah dilaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi para calon usahawan baru di kabupaten/ kota yang ada di Jawa Barat, kerjasama dengan Deputi Rawan Bencana ke hal 04 Rudi Ajak Pejabat Mulai Menata Garut Tatap Masa Depan Lupakan Masa Lalu Saat ini di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut terdapat 7 jabatan yang kosong setingkat eselon II. Untuk mengisinya, siapa pun mempunyai hak yang sama asalkan memenuhi kualifikasi. Ini semua merupakan salah satu bagian dari reformasi birokrasi. "Camat pun kalau mempunyai kualifikasi dan memenuhi ketentuan serta tidak melanggar aturan, silahkan, saya tidak akan menghalanghalangi. Silahkan bersaing secara sehat, semua punya kesempatan sama untuk menduduki suatu jabatan, saya hanya akan melihat kompetensi dan profesionalisme, bukan kedekatan apalagi “oteng”, No,No,No," ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan saat melakukan briefing dan mengumpulkan seluruh pejabat setingkat eselon ke hal 04 Dari Coba Coba Berbuah Prestasi Mulanya tidak terpikir oleh Icha Chanty atau lebih akrab dipanggil Cantini untuk masuk menjadi seorang profesional modern dance. Karena, waktu pertama kali masuk di sebuah grup dance tersebut, Cantini hanya diajak temannya, yang saat itu sudah terlebih dahulu menjadi seorang profesional modern dance. Waktu itu Cantini masih sangat junior, saat pertama kali masuk SMKN 3 (tempat sekolahnya sekarang) Cantini mencoba megikuti latihan latihan yang dilakukan oleh temannya, lama-lama Cantini tertarik dan akhirnya hobby tersebut digeluti sampai sekarang. "Awalnya sih cuma iseng diajak teman, tapi lama kelamaan jadi suka, dan akhirnya digeluti serius sampai sekarang," tutur Cantini yang ditemui di tempat latihannya dimana dirinya bernaung, Gameblitz Studio Dancer yang terletak di Jalan Merdeka. Cantini yang terlahir sebagai anak tunggal pasangan dari H. Saepuloh S.Ag (Ketua FAGAR Sukwan Garut) dengan Ny. Lia Karmila ini ke hal 04 MENGAJI : Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman akan mendorong Pemkab Garut mendorong regulasi Perbup tentang aturan mengaji, Agendanya, peraturan ini akan dilakukan dua jam setelah waktu shalat Magrib Berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kabupaten Garut menempati urutan pertama sebagai daerah paling rawan kategori Kabupaten/Kota di Indonesia. Pengukuran yang dilakukan IRBI tersebut didasarkan pada beberapa faktor, diantaranya data jenis bencana, data jumlah korban, bencana yang terjadi, jumlah infrastruktur yang rusak, serta faktor kepadatan penduduk. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Garut pada umumnya, dituntut untuk lebih waspada dalam menghadapi kemungknan terjadinya bencana. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke hal 04 Garut Kekurangan Gas Elpiji Ibu-ibu Turun Gunung Datangi Kantor Bupati UNJUK RASA : Akibat Gas Elpiji langka, puluhan kaum ibu melakukan unjuk rasa di kantor Bupati Garut, beberapa hari yang lalu. Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg di Kabupaten Garut mulai menuai reaksi di masyarakat. Senin, (10/1) puluhan ibu-ibu menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Garut. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpji ukuran 3 Kg dan mendesak pemerintah agar segera turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah seorang pengunjuk rasa warga Kampung Ciracas, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Nining (29) mengatakan, kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg sudah dirasakannya semenjak satu bulan lalu. Diakuinya, untuk bisa mendapatkan gas ukuran 3 kg dia terpaksa mesti mencari ke desa lain yang jarak tempuhnya mencapai hingga puluhan kilometer, dan itupun belum tentu dapat. Pasalnya, warga di desa lain juga mengalami permasalahan yang sama seperti dirinya. "Sudah sejak sebulan lalu gas menghilang. kalaupun mahal tapi barangnya ada mungkin masih bisa saya beli. Tapi ini barangnya tak ke hal 04 SMKN 7 Sabet Gelar Juara Futsal Bupati Garut Cup Saya berharap kejuaraan ini akan menjadi agenda tahunan, sehingga bisa muncul pemainpemain handal untuk kemajuan olah raga Garut Kejuaraan futsal antar SMA sederajat se Priangan yang diselenggarakan SMKN 1 Garut berakhir sudah. Gelar juara disabet SMKN 7 Garut, setelah di final mengalahkan tuan rumah SMKN 1 dengan skor akhir 3 - 2, Senin (10/02). Sebagai juara pertama sekolah yang berada di Kecamatan Malangbong itu berhak atas piala bergilir dari Bupati Garut, serta uang pembinaan sebesar Rp 3 juta. Sedangkan SMKN 1 mendapatkan trohpy dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Juara ke 3 direbut SMK Yadika Kabupaten Bandung, Redaksi : Jl. Gatot Subroto No. 81 Komplek Cempaka Indah Blok 8 Karangpawitan - Garut Telp. 0262-236380 berhak atas trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 1,5 juta dan juara 4 memperoleh trhopy dan uang pembinaan Rp 1 juta. Bupati Garut, Rudi Gu- nawan berkenan hadir dan memberikan hadiah kepada juara satu, sekaligus menutup secara resmi kejuaraan yang berlangsung selama dua pekan di Kapangan Fut- sal SMKN 1 Garut Jalan Cimanuk. "Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia, khususnya Pak Dadang selaku Kepala SMKN 1 dan kepada para peserta. Saya berharap kejuaraan ini akan menjadi agenda tahunan, sehingga bisa muncul pemain-pemain handal untuk kemajuan olah raga Garut," katanya. Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jawa Barat, Yuda M Saputra. Dalam kata sambutannya, ia berharap olah raga di Kabupaten Garut bisa berkembang. "Mudah-mudahan Pak Rudi sebagai bupatinya bisa mendorong kemajuan olah raga Garut," ujarnya. Sementara itu kepala ke hal 04
  2. 2. HuKr m MINGGU II FEBRUARI 2014 02 FAKTA GARUT Akibat Sengketa Masalah Perbatasan TWA Talaga Bodas Ditutup Sementara M enyusul adanya sengketa yang terjadi antar dua kelompok massa terkait masalah perbatasan, Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas ditutup sementara. Penutupan dilakukan sampai sengketa perbatasan antara Desa Sukahurip di Kecamatan Pangatikan dengan Desa Sukamenak di Kecamatan Wanaraja pada kawasan TWA Talaga Bodas dianggap selesai dan menemui kesepakatan. Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V, Teguh Setiawan, mengatakan pengelolaan TWA Talaga Bodas yang sudah direvitalisasi ini belum bisa dilakukan akibat adanya perbedaan faham antara dua warga desa di dua kecamatan terkait batas administratif kawasan objek wisata itu. Warga dua desa menginginkan TWA Talaga Bodas dibuka setelah masalah perbatasan ini dianggap selesai dan menemui titik temu. "Karena belum ada kesepakatan, maka kita putuskan untuk metutup dulu kawasan Taman Wisata Talaga Bodas ini sampai permasalahan dianggap selesai," ujar Teguh di hadapan peserta rapat yang terdiri dari unsur Muspida, Muspika, serta perwakilan warga dari dua desa dalam musyawarah penentuan tapal batas antara Desa Sukahurip dan Desa Sukamenak di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Kamis (6/1). Sementara, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Kabupaten Garut, Teddi Iskandar, mengatakan saat ini masih terdapat perbedaan antara peta Desa Sukahurip dan Desa Sukamenak. Kedua peta ini berbeda dengan peta topografi dari Kodim 0611 Garut yang dicetak tahun 1940 dan menjadi dasar penyelesaian sengketa wilayah antara Tasikmalaya dan Garut beberapa tahun lalu. Menurut Teddi, peta yang diterbitkan Desa Sukahurip menyatakan TWA Talaga Bodas masuk ke kawasan Desa Sukahurip, Kec Pangatikan. Sebaliknya, peta milik Desa Sukamenak menyatakan TWA Talaga Bodas berada di kawasan Desa Sukamenak, Kec. Wanaraja. Sedangkan, peta topografi menyatakan TWA Talaga Bodas terbagi dua, sebagian masuk Desa Sukamenak dan sebagian lagi berada di wilayah Desa Sukahurip. "Makanya, untuk mencari solusinya kita bentuk tim untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Sebagai tumpuan utama, peta topografi dari TNI ini akan dijadikan acuannya," ucap Teddi. Diterangkan Teddi, tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa yang dibentuk terdiri atas berbagai unsur, di antaranya Pemda Garut, Muspika, Kades, Ketua BPD, Ketua LPM, BKSDA, saksi dan tokoh masyarakat. Menurutnya, pengecekan ke lapangan akan dilakukan tim pada 9 Februari besok. Setelah itu, lanjutnya, akan diadakan lagi rapat pada 13 Februari. Berdasarkan pantauan, musyawarah yang digelar di ruang rapat Setda Garut tersebut sempat diwarnai ketegangan karena kedua belah pihak sama-sama bersikukuh dengan pendapatnya terkait tapal batas. Beruntung, pimpinan rapat yang saat itu didampingi Wakapolres Garut, Kompol Darman, serta perwakilan dari Kodim 0611 Garut berhasil meredam sehingga warga dari kedua belah pihak yang bersengketa pun kembali tenang. Ketegangan berawal saat pihak Desa Sukahurip dan Desa Sukamenak berbeda pendapat mengenai perbatasan wilayahnya, terutama di TWA Talaga Bodas. Alur jalan, sungai, bahkan pohon, yang biasa menjadi batas pun dipermasalahkan kedua belah pihak. Sebelumnya, akibat perbedaan pendapat ini, sekitar 200 warga Desa Sukahurip melakukan aksi unjuk rasa saat akan dilakukan peresmian Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas Rabu, (5/2) kemarin. Namun, akibat adanya aksi warga tersebut, acara Launching Badan Kolaborasi Pengembangan Ekowisata TWA Talaga Bodas yang rencananya akan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mixwar, serta Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman itu terpaksa batal dilaksanakan dan diundur hingga adanya kejelasan terkait tapal batas.(ags) Gunung Papandayan Berstatus Waspada M Tetap Ramai Pengunjung eskipun statusnya masih waspada, namun tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata Gunung papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut terbilang masih cukup tinggi. Setiap harinya, tak kurang dari 50 hingga 100 orang wisatawan yang mengunjungi kawasan gunung api paling aktif di wilayah Kabupaten Garut itu. Salah seorang wisatawan asal Bandung, Yudi Hermawan (29), mengaku, kedatangannya ke Gunung Papandayan bersama empat orang kawannya untuk menyalurkan hobinya melakukan aktivitas mendaki dan melakukan hobi memotret keindahan alam. “Sudah dua hari kami disini. Saya suka aktivitas mendaki gunung dan memotret. Bersama empat orang teman, kami habiskan waktu dari pagi sampai sore hari untuk berekreasi sambil menikmati pemandangan alam di sini. Setelah itu, kami pulang dan menginap di kawasan Cipanas Garut, ” ujar Yudi saat ditemui di kawasan Objek Wisata Gunung Papandayan belum lama ini. Yudi sendiri mengaku tidak cemas dengan status Gunung Papandayan yang kini masih waspada. Sebab, ujarnya, bersama empat kawannya yang lain, sebelum memasuki kawasan Gunung Papandayan terlebih dahulu dia mencari informasi ke petugas maupun warga sekitar. “Kami pasti tanya-tanya dulu, apakah ke petugas atau ke warga. Kalau tidak boleh dikunjungi, pasti kami juga tidak akan datang. Lagipula, kami akan mematuhi peringatan dari pihak atau intansi terkait jika ingin mengunjungi Gunung Papandayan,” tuturnya. Sementara, salah seorang wisatawana asal Cimahi, Dadang Nurjaman (45) mengatakan, status waspada yang kini masih disandang Gunung Papandayan tak lantas membuat hobinya terhenti untuk melakukan pendakian serta menikmati keindahan alam yang ada di kawasan objek wisata tersebut. Sebab menurutnya, setiap kali akan melakukan pendakian atau memasuki kawasan gunung tersebut dirinya pun selalu bertanya dulu atau mencari informasi tentang kondisi Gunung gunung tersebut. "Enggaklah, saya ga cemas sebab sebelum melakukan aktivitas pendakian atau sekedar poto-poto di di lokasi saya dan teman-teman se- lalu bertanya atau mencari informasi dulu tentang kondisi gunung ini pada petugas atau warga disini. Dan sejauh ini saya kira masih amanaman saja," ujarnya belum lama ini. Menurut Dadang, sedikitnya dalam satu bulan sekali dia bersama teman-temannya selalu mengunjungi Gunung Papandayan untuk melakukan pendakian atau hanya sekedar menikmati pemandangan sambil berpoto-poto. Dan sejauh ini, jelasnya, kondisi gunung tersebut masih dianggap aman-aman saja sebab kalau pun tidak boleh dikunjungi dirinya juga sudah tentu akan mematuhi larangan itu. "Setiap kali datang kesini, kami pasti selalu cari dulu informasi dan tanya-tanya kepada petugas maupun warga disekitar sini tentang kondisi gunung ini. kalau ada larangan tidak boleh dikunjungi, kami pun pasti akan mematuhi larangan itu dan tidak akan datang apalagi melakukan aktivitas," ucapnya. Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya membenarkan meskipun masih berstatus waspada, namun tingkat kunjungan wisatawan ke Gunung Papandayan terbilang masih cukup tinggi, bahkan menurutnya para wisatawan yang datang tidak hanya melakukan pendakian atau sekedar poto-poto sambil menikmati indahnya pemandangan, melainkan ada juga yang datang untuk berkemah. Menurut DikDik, aktivitas berkemah pun masih dapat dilakukan ditempat ini asalkan mereka mematuhi aturan. Dikdik mengimbau agar para wisatawan yang hendak mengunjungi Gunung Papandayan tetap berlaku waspada dan senantiasa mematuhi peraturan. "Kami merngingatkan agar para wisatawan tetap berlaku waspada dan senantiasa mematuhi aturan. Misalnya tidak mendekati kawah dengan radius 2 km," imbuhnya. Terpisah, Petugas Pos Pengamatan Gunung Papandayan, Tisno, menyebutkan bahwa kondisi gunung papandayan hingga sejauh ini masih dirasa aman. "Walau berstatus waspada, namun aktivitas yang terjadi pada gunung ini relatif normal," jelasnya. (ags) DIDISTRIBUSIKAN. Pasokan Gas LPG ukuran 3 kg mulai lancar di kalangan agen maupun sub agen. Gas LPG 3 Kg Mulai Lancar Harga Masih Melambung K elangkaan gas LPG ukuran 3 kg beberapa waktu lalu, salah satunya diakibatkan oleh tidak lancarnya pasokan LPG ke tiap agen atau pun pangkalan. Hal tersebut diakibatkan beberapa faktor, salah satunya, karena banyak jalan yang terputus akibat banjir atau jalan yang amblas seperti yang terjadi di jalan Tol Cipularang km 70. Namun, setelah sekian lama mengalami ketersendatan pasokan, beberapa waktu lalu pasokan LPG sudah mulai lancar dan dijamin harga gas LPG mulai normal kembali. Menurut Ujang Ramdhani pemilik Pangkalan Gas LPG ukuran 3 kg di Jalan Ahmad Yani Timur, setelah beberapa waktu lalu pasokan gas LPG sempat tersendat sekarang mulai lancar. “Biasanya kami dijatah dengan beberapa puluh tabung, namun kali ini sesuai pesanan dan jumlah kebutuhan yang kami pesan sebelumnya,” kata Ujang Selasa (11/2) kemarin. Dengan lancarnya pendistribusaun gas kali ini, lanjut dia, setidaknya dapat menjawab keluh kesah masyarakat yang memprotes kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg. Namun, dia pun tidak dapat memprediksi pendistribusian gas LPG ukuran 3 kg di daerah lain sudah lancar seperti yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar lingkungannya. “Kalau di sekitar Desa Suci saya jamin pendistribusiannya akan lancar dan sampai kepada masyarakat. Yang jelas membutuhkan gas LPG ukuran 3 kg ini,” tandasnya. Dari data yang dihimpun tim Fakta Priangan, kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg ini tidak hanya dipengaruhi oleh bencana atau pun pendistribusian yang tersendat. Namun, akibat harga gas LPG ukuran 15 kg mengalami kenaikan yang sangat tinggi ikut mempengaruhi karena banyaknya masyarakat menengah ke atas yang beralih ke gas subsidi tersebut. (zen) RUBRIK KONSULTASI KESEHATAN GIGI & NARKOBA Diasuh oleh : drg. Ervina, MARS. (Praktisi Dokter Gigi & Penyuluh NARKOBA BNN Kab. Garut) Praktek : di Apotek Kimia Farma, Jl. Cimanuk No. 11 A Garut SMS HOTLINE : 089626179431, EMAIL : konsultasi.drgervina@yahoo.com Facebook : dokter gigi kimia farma Pertanyaan: Gigi saya sudah hancur dan masih terasa sakit walaupun sudah minum obat selama dua minggu, bagaimana solusinya dok? Apakah bisa dicabut saja? Jawaban: Penyebab gigi yang sakit adalah karena adanya kuman bakteri yang bereaksi terhadap gula yang berasal dari sisa makanan yang tertinggal atau melengket pada permukaan gigi yang kemudian menghasilkan suasana asam yang lama kelamaan menyebabkan permukaan gigi menjadi rapuh sehingga terjadilah proses kerusakan yang dimulai pada email gigi. Kerusakan ini biasa dikenal dengan istilah karies gigi yang bila tidak segera di tambal akan berlanjut ke lapisan gigi yang lebih dalam (dentin) dan menimbul- kan rasa ngilu ketika makan dan minum yang panas atau dingin bahkan lama kelamaan dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat bila telah sampai mengenai ruang pulpa, bahkan bisa berlanjut menjadi abses (nanah) bila terus dibiarkan. Kemungkinan rasa sakit yang diderita walaupun sudah meminum obat selama 2 (dua) minggu adalah karena jenis obat yang diminum tidak sesuai dengan jenis kuman bakteri yang ada pada gigi yang rusak tersebut, sehingga menyarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter gigi terdekat dengan membawa contoh jenis obat yang telah diminum selama ini sehingga dapat dicari alternatif obat jenis lain yang sesuai dengan kerusakan giginya. Bila rasa sakit sudah hilang maka dapat dilakukan pencabutan pada gigi tersebut. Pertanyaan: Saya memiliki anak remaja, saya takut dia tergoda menggunakan narkotika, bagaimana ciri-ciri orang yang menggunakan narkotika? Dan bagaimana caranya agar anak saya terhindar dari pengaruh narkotika? Jawab: Ciri-ciri pecandu narkotika: 1. Daun ganja : cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengatup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu. 2. Putauw : sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis terhadap lawan jenis. 3. Inex atau ekstasi : suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder setelah pengaruh inex hilang. 4. Shabu-shabu : gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive. Masa remaja merupakan periode antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada masa ini perkembangan kehidupan remaja sangat berperan pada masa depannya kelak. Bila pada masa ini seorang remaja mulai memakai narkoba dan jika tidak cepat diantisipasi, maka kemungkinan besar dia akan terus menggunakan narkoba hingga ia dewasa. Hal itu tentu saja akan dapat merusak kehidupan dan cita-citanya pada masa mendatang. Pada periode remaja, rasa ingin tahu (mencoba-coba), mengikuti trend, gaya hidup, bersenangsenang, dan rasa untuk dihargai oleh teman-temannya sangatlah besar. Sehingga hal itu dengan mudah dapat membuat remaja terjerumus untuk menggunakan narkoba dalam kehidupannya. Berdasarkan data yang diperoleh dari sejumlah referensi, terbukti yang paling banyak mengonsumsi narkoba adalah dari kelompok remaja. Masalah ini semakin sulit lagi jika mereka menggunakan narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Sehingga berbagai penyakit rentan menular seperti HepatitisdanHIV/AIDS yang dapat menyebar dengan mudah. Bila terus dibiarkan akan merusak kehidupan anak bangsa dan tentunya akan merusak sumber daya manusia suatu negara. Dalam keadaan seperti ini, kita tidak bisa serta merta menyalahkan mereka. Peran orang tua, guru, dan pemerintah sangat penting. Segala usaha harus kita lakukan bersama untuk menyelamatkan mereka dari lingkaran hitam narkoba. Sejumlah cara dapat dilakukan untuk menghindarkan mereka dari bahaya narkoba. Misalnya, pertama, aktiv mencari informasi dan ikut aktiv dalam mencari in- formasi akan bahaya penyalahgunaan narkotika. Kedua, melibatkan dan mendukung remaja dalam kegiatan positif misalnya berolah raga, dan melaksanakan bakti sosial sehingga remaja tidak akan berpikiran untuk menggunakan narkoba karena mereka sibuk dengan aktifitas baik yang mereka lakukan. Ketiga, menumbuhkan rasa peduli dengan orang lain sehingga apabila ada kawan yang mungkin akan atau sudah menggunakan narkoba mereka akan aktif memberikan peringatan serta nasihat kepada mereka. Keempat, orang tua aktif melakukan komunikasi dan pendekatan kepada anaknya, sehingga anak merasa dekat dan terbuka, memiliki teman bicara dan tidak mencari tempat penyaluran keluh kesah dengan dengan cara yang salah ketika menghadapi masalah.
  3. 3. FAKTA TASIK MINGGU II FEBRUARI 2014 Kejaksaan Tasikmalaya Masih ”Utang” Kasus ? Zainuddin,SH Optimis 2014 tuntas Drs. kuswa Kepala BKD Cuek ! Insya Allah dalam tahun 2014 ini seluruh sisa utang kasus yang ditanggani pihak kejaksaan negeri Tasikmalaya akan tuntas, Kejaksaan Negeri Tasikmalaya tidak akan bermainmain dengan penangganan sejumlah kasus korupsi ini M emasuki awal tahun 2014, meski sudah menuntaskan beberapa kasus, namun hingga kini Kejaksaan Negeri Tasikmalaya dinilai masih punya “hutang”. Beberapa hutang yang harus diselesaikan tersebut merupakan “hutang” pejabat lama di Kejaksaan Negeri Tasikmalaya dan “hutang” pejabat baru. Beberapa hutang kasus kepada masyarakat, diantaranya penangganan kasus penyimpangan penyaluran dana CSR BJB 2008-2010. Kasus DAK 2012 (TIK) yang melibatkan beberapa pejake hal 06 bat dan staff di lingkungan L SM Fordem bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya barubaru ini menggelar sosialisasi keluarga sadar hukum kepada ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), se Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Jumat (7/2) lalu. DR.H.Eman Sungkawa Terkait pemberitaan FAKTA edisi lalu “ratusan PNS tuntut walikota” ternyata tidak mendapatkan tanggapan yang serius dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Drs Kuswa Wandana. Orang nomor satu di BKD Kota Tasikmalaya ini terkesan acuh alias cuek saat dimintai tanggapannya seputar permasalahan nasib 110 PNS dilingkungan Pemkot Tasikmalaya, yang sudah hampir 6 tahun lebih gaji yang dibayarkan masih setara dengan PNS lulusan SMA. Sementara PNSPNS tadi sudah memiliki Ijasah Sarjana bahkan ada yang S2 sejak 6 tahun. Saat Fakta mencoba mewawancarai Drs Kuswa kembali menemui kesulitan, bahkan saat mencoba didekati wartawan pun Kuswa selalu menghindar. Saat dipergoki ditangga jalan balekota, dengan nada enteng ia hanya berujar layaknya pejabat yang sedang sibuk. “Permasalahan apa ?, besok saja wawancaranya, itu pun kalau saya ada waktu,” ungkap Kuswa sambil bergegas meninggalkan wartawan. Karakter pejabat yang satu ini memang dilingkungan jurnalis terkesan kurang bersahabat, apalagi bila ada temuan yang SH MH dalam paparannya menerangkan, sosialisasi hukum ini dirasa perlu, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya kepada ibuibu PKK, tentang program pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), traffiking, perlindungan anak dan narkoba. ke hal 06 Satpol PP Dituntut Tegas dan Berani Keberanian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tasikmalaya patut di acungi jempol. Pasalnya, Satpol PP yang dipimpin oleh Imam Ghozali dikenal cukup disiplin dan berani dalam mengeksekusi pelanggaran, demi menegakan Perda diwilayahnya. Sebagai contoh baru-baru ini SatPol PP Kabupaten Tasikmalaya mampu dengan tegas menutup seluruh mini market atau pasar modern di wilayahnya yang diketahui belum memiliki Izin. ke hal 06 ke hal 06 Mojang Priangan Gadis seksi dan cantik ini sudah tiga tahun menggeluti dunia model. Sebut saja, Ima Rahmawati, Gadis Libra kelahiran Ciamis pada tahun 1991 ini tidak pernah terpikir sejak kecil dirinya akan aktif dunia entertainment. Padahal Imong, nama panggilannya dulu bercita-cita ingin jadi dokter “ S a y a sempat kaget ketika kakak kandung saya menyarankan untuk ter- Kaum Wanita Rawan Dijadikan Objek Pelanggaran Hukum Nasib Ratusan PNS di Pemkot Tasik ”Terkatung Katung” Cita Cita Dokter Malah Kepincut Jadi Model LSM Fordem Foto bersama seusai kegiatan seminar pemahaman hukum Kajari Tasikmalaya, Zainuddin Ahmad SH dan wartawan Fakta Tasik. Ada ”Pungli” di PA Kabupaten Tasik? i Tadinya saya sempat kaget, kok ada biaya untuk legalisir, Apalagi ini biayanya sudah di tentukan segala Rp 50 ribu, ditambah agak sedikit memaksa dan ketus. Dengan terpaksa sayapun menurutinya, dari pada tidak diproses W arga Kabupaten Ta s i k m a l a y a mengeluhkan adanya biaya tambahan yang diminta oleh staf pegawai di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tasikmalaya. Pungutan itu diminta oleh oknum PA dalam mengurus legalisir putusan perceraian dan photo copy akta. Besaran biaya yang diminta tersebut sebesar Rp 50 ribu. Herannya, pungutan itu tidak ada terpampang di ruang tempat pembayaran tersebut. Tapi ironisnya warga justru diminta untuk membayar biaya administrasi. Padahal, sebelumnya warga sudah menyetor uang pendaftaran di bank sesuai dengan biaya resmi dan sesuai ketentuan. Namun, mereka masih dimintai biaya administrasi oleh oknum staf di pengadilan. Dengan alasan pungutan itu sudah biasa sejak dari dulu. Karena tidak ingin proses pembuatannya terganggu, maka akhirnya dengan terpaksa masyarakat pun membayarnya, apalagi oknum staf itu mengancam bila tidak membayar tidak akan di proses. “Tadinya saya sempat kaget, kok ada biaya untuk legalisir. Apalagi ini biayanya su- dah di tentukan segala Rp 50 ribu, ditambah agak sedikit memaksa dan ketus. Dengan terpaksa sayapun menurutinya, dari pada tidak diproses,” ungkap salah satu warga yang minta namanya tidak dipublikasikan dimedia. Sementara itu, terkait dugaan adanya pungli di PA Kabupaten Tasikmalaya, sempat dikomentari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Yan Obonk, salah satu dedengkot LSM Forum Aliansi Rakyat Tasikmalaya (FARAT) mengatakan, bila penarikan uang ke hal 06 Pemkot Tasik Tak punya “Nyali” ? Jalan Umum Disulap Jadi Pasar Kojengkang K umuh, penat, bermacam macam bau aroma tak sedap, ditambah dengan beceknya jalan jika turun hujan. Belum lagi “paduksek” arus jalan antara pejalan kaki dan becak serta motor, menambah suasana pasar kojengkang di kawasan pasar rel/pasar wetan Cihideung ini semakin semakin semeraut. Ketertiban dan kenyamanan hak pejalan kaki sejak dulu di area jalur yang dikenal sempit ini jelas terabaikan. Tidak sedikit para Redaksi : Jl. Gatot Subroto No. 81 Komplek Cempaka Indah Blok 8 Karangpawitan - Garut Telp. 0262-236380 pejalan kaki dan toko- toko hingga rumah penduduk di sepanjang jalur ini merasa terganggu dan kenyamanannya terusik hingga puluhan tahun. Bahkan dijalur ini, terdapat sebuah penginapan/hotel melati yang terancam bangkrut karena sepi mengingat arus jalan menuju hotel ini terhalang beberapa pedagang. Sejak Pemerintahan Walikota Syarif, ke hal 06
  4. 4. S ambungan 04 FAKTA GARUT FAKTA GARUT / MINGGU IV JANUARI 2014 MINGGU II FEBRUARI 2014 ...Aturan Wajib Mengaji pun, seringkali menjadi persoalan yang dianggap pemicu hal negatif di masyarakat. Maka, ia pun akan mengambil langkah kongkrit dengan membuat regulasi nyata. Agendanya, yang akan dilakukan orang nomor dua di kota dodol ini adalah dengan membuat regulasi aturan tentang wajib mengaji. “Pelaksanaan Perda pendidikan ada pasal yang mewajibkan orang tua untuk mendidik anaknya selama dua jam sesudah waktu magrib,” kata dr Helmi Budiman. Menurutnya, sehubungan dengan itu, pihak Pemkab Garut akan mendorong memperkuat regulasi Perda Pendidikan yang sudah ada sejak tahun 2011 tersebut, melalui pembuatan peraturan bupati (perbup). “Melalui perda yang diperkuat dengan Perbup ini saya yakin semua orangtua secara bertahap akan melaksanakan aturan tersebut,” ujarnya. Sedangkan langkah-langkah lain, yang akan dilakukan Pemkab Garut adalah dengan memberdayakan semua stakeholder yang ada. Salah satunya akan memberdayakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Pendidikan, Kantor Departemen Keagamaan (kandepag) yang dilanjutkan dengan semua pihak sekolah. “Melalui peraturan ini diharapkan anak bisa terbimbing dan terbiasa belajar mengaji secara disiplin,” kata Helmi yang baru beberapa pekan dilantik menjadi wakil bupati. Wakil bupati dari Bupati Garut Rudi Gunawan ini menambahkan, apabila orang tua dan anak-anaknya bisa melaksanakan aturan tersebut, maka dipercaya akan mengurangi hal-hal negatif yang sudah menjadi kebiasaan dan tidak perlu dilakukan oleh anak anak. “Nonton berlebihan dan main game yang tidak ada batas waktu salah satu hal yang tidak baik. Saya berharap generasi masyarakat Garut, sejak dini sudah bisa memilah-milah, mana yang baik dan tidak baik. Begitupun pihak orangtua, agar bisa mengajarkan anakanaknya untuk melakukan pola hidup disiplin,” jelasnya. Harapan ini, jelas Helmi bukanlah hal yang mudah. Namun demikian bukan berarti, pihaknya berdiam diri menyikapi efek negatif yang ditimbulkan perkembangan tekhnologi. “Saya dan bupati akan melakukan perubahan-perubahan demi kemajuan Kabupaten Garut. Dari semua persoalan yang ada selama ini, Pemkab akan berusaha mengurainya secara bertahap,” tandasnya. (asp) Rudi Ajak Pejabat... II dan III di Hotel Jaya Sakti Pantai Rancabuaya, Jumat (07/2/14) lalu. Menurut Rudy, dalam menempatkan suatu jabatan, hanya kompetensi, kualifikasi, dan profesionalisme yang akan dijadikan pegangan. Oleh karena itu, Rudy mengingatkan agar para pejabat yang ingin menduduki suatu jabatan tidak mencoba main-main, terlebih melakukan upaya transaksional. "Selama ini yang saya dengar, seseorang yang ingin menduduki jabatan tertentu bisa hanya karena berdasarkan pendekatan “deuheus” dan “duit”. Namun kedepan sehari-harinya tidak lepas dari dunia modern dance. Pulang sekolah di SMKN 3 Garut, Cantini langsung latihan sampai 2-3 jam setiap harinya, apalagi jika akan ada event yang harus diikuti bersama teman satu grupnya, intensitas latihan Secara topografi, wilayah Kabupaten Garut baik kawasan utara, timur, maupun barat, pada umumnya merupakan daerah dataran tinggi dengan kondisi alam berbukit-bukit dan pegunungan. Sedangkan wilayah selatan sebagian besar permukaannya memiliki tingkat kecuraman yang terjal dan di beberapa tempat labil serta berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. "Sedangkan secara klimatologi, pada umumnya iklim di wilayah Kabupaten Garut dapat dikategorikan tropis basah. Iklim dan cuaca di Kabupaten Garut ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu pola sirkulasi angin musiman, tofografi regional yang bergunung-gunung di bagian tengah Jawa Barat, dan elevasi tofografi," ucapnya. Lebih jauh Dikdik mengatakan, secara hidrologi, berdasarkan arah alirannya sungai-sungai di Kabupaten Garut dibagi dalam dua Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS utara yang bermuara di Laut Jawa yang termasuk akan semakin bertambah. Cantini yang tercatat sebagai seorang siswi kelas XII Boga 3 di SMKN 3 Garut tidak merasa terbebani dengan jadwal latihannya yang padat ini. “Yang penting bisa membagi waktu dengan tepat,” ungkap Saya menjadi Bupati ingin memberikan kenyamanan dalam bekerja, tidak ada yang tertekan," tegasnya. Diungkapkan Rudy, sudah selama 25 tahun ini kabupaten Garut tidak mengalami pembangunan yang jelas seperti daerah lainnya. Untuk itu, pihaknya mengajak agar semua tetap solid dan menatap kedepan demi pembangunan Kabupaten Garut. "Lupakan masa lalu, mari kita menatap kedepan untuk pembangunan Kabupaten Garut. Ini yang harus kita coba benahi," pungkasnya. (asp) ...100 Ribu Usahawan Baru Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM RI. "Kenapa kita mendorong seratus ribu usahawan baru? Karena akses permodalannya kita buka. Kemudian dinas koperasi bisa membantu untuk konsultasi kepada masyarakat untuk pembuatan koperasi. Sehingga bargaining dengan pasar akan lebih kuat. Kalau akses permodalan ini tidak dimanfaatkan, sayang sekali, " kata Wakil Guber- Kabupaten Garut Urutan Pertama... Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya, mengatakan pada umumnya terdapat beberapa faktor yang menjadi resiko bencana alam, diantaranya disebabkan faktor geologi, seperti gempabumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. Ada juga karena faktor hydrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin topan, dan bencana kekeringan. "Bencana juga bisa diakibatkan karena kegagalan teknologi, misalnya kecelakaan transportasi, radiasi nuklir, serta pencemaran bahan kimia. Bahkan lebih dari itu, bencana bisa juga terjadi akibat konflik antar manusia, seperti perebutan sumber daya yang terbatas, alasan ideologi, religius serta politik," ujarnya belum lama ini. Menurut Dikdik, sebagian besar dari potensi bencana tersebut terdapat di Kabupaten Garut. Oleh karena itu, ucapnya, wajar saja kalau Garut menempati urutan pertama daerah rawan bencana kategori kota/kabupaten di Indonesia. ini tidak boleh terjadi kembali," imbuhnya. Rudy menjamin, pihaknya tidak mungkin melakukan pendegradasian jabatan terkecuali yang bersangkutan terkena aturan PP 53 tentang kedisiplinan. Lebih jauh diungkapkan Rudy, tujuannya menjadi Bupati agar semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut bermartabat dan tidak merasa tertekan. "Atasan tidak boleh memberikan penekanan terhadap bawahannya terkecuali hanya untuk pekerjaannya sebagai pelayan masyarakat. dalam wilayah sungai Cimanuk- Cisanggarung, serta DAS Selatan yang bermuara di Samudera Indonesia yang termasuk dalam wilayah sungai Ciwulan-Cilaki. Sedangkan DAS selatan pada umumnya relatif pendek, sempit, dan berlembah-lembah. "Secara rinci, di wilayah Kabupaten Garut terdapat 33 buah sungai dan 101 anak sungai dengan total panjang sungai mencapai 1.403,35 Kilometer. Dari sungai sepanjang itu, 92 kilometer di antaranya merupakan panjang aliran Sungai Cimanuk dengan 58 buah anak sungai," jelasnya. Diterangkan DikDik, berdasarkan data yang ada di BPBD, serta sejumlah instansi lainnya, sejumlah kejadian bencana pernah tercatat di Kabupaten Garut, diantaranya tanah longsor, banjir, letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, kekeringan, abrasi pantai dan gelombang ekstrim, kebakaran gedung dan permukiman, serta kebakaran hutan dan lahan.(ags) nur Jabar, Deddy Mizwar kepada Fakta Garut, usai membuka acara pelatihan tersebut, di Hotel Sumber Alam Cipanas. Disebutkannya, untuk mendorong minat masyarakat menjadi usahawan, Pemprov Jabar sudah membuka akses permodalan itu, melalui bantuan permodalan berupa kredit dengan bunga rendah dan jaminan yang sangat kecil, di Bank Jabar. Selain itu pemerintah juga sudah melakukan merger bank perkreditan rakyat (BPR) agar lebih kuat. Ia juga menyebutkan potensi Garut sangat luar biasa untuk pengembangan perekonomian masyarakatnya. Baik dari sisi pertaniannya, peternakan, kelautan, perkebunan , maupun sektor pariwisatanya yang beragam. "Saya lihat Garut ini luar biasa potensinya. Nah tinggal bupatinya harus memainkan peranan untuk pengembangannya. Sementara itu, Anggota ...Gas Elpiji Kalapun dapat, saya irit-irit agar bisa terpakai satu bulan. Padahal biasanya habis dalam waktu 15 hari saja. Setelah satu bulan, terpaksa saya pakai kayu bakar karena untuk membeli minyak tanah pun rasanya tak mungkin ada sama sekali, untuk keperluan memasak terpaksa saya mencari kayu bakar dihutan," ujarnya saat ditemui disela aksi demo di depan Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Senin (10/1). Oleh karena itu, ucap Nining, dirinya rela meninggalkan rumahnya di kaki Gunung Cikurai untuk ikut bergabung dengan ibu-ibu lainnya melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Garut. Keluhan yang sama diutarakan Imas (55), war- ga Kampung Cilengkrang, Desa Cibiuk, Kecamatan Cibiuk. Sudah hampir sebulan ini dirinya sulit untuk mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg. Jika pun ada, harganya selangit yakni mencapai hingga Rp28 ribu. Padahal menurutnya, biasanya dia membeli hanya RP15 ribu saja per tabung. "Kalapun dapat, saya iritirit agar bisa terpakai satu bulan. Padahal biasanya habis dalam waktu 15 hari saja. Setelah satu bulan, terpaksa saya pakai kayu bakar karena untuk membeli minyak tanah pun rasanya tak mungkin," ujarnya. Oleh karena itu, Imas mendesak pemerintah agar segera turun tangan mengatasi permasalahan kelangkaan gas ukuran 3 kg ini. Disamping itu, Imas juga meminta pihak kepolisian untuk segera ...Berbuah Prestasi gadis cantik yang memiliki tinggi 158 cm/ 52 kg ini. Mojang priangan kelahiran Garut, 19 November 1996 ini sehari hari tinggal di Kp. Cinunuk Tengah Rt 02/08 Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja. Dari aktivitasnya men- DPR RI dari Partai Amanat Nasional, A. Muhajir, SH. MH yang hadir dalam acara tersebut, mengemukakan pentingnya menggalakan koperasi di Kabupaten Garut. Sebab saat ini koperasi yang ada hanya dimiliki segelintir orang, sehingga keuntungannya tidak dirasakan anggota. "Koperasi harus berkembang, jangan hanya melulu 25 orang saja sebagai pendirinya, harus berkembang. Kalau bisa harus se- ari, tidak hanya hobby yang tersalurkan, seabreg prestasipun dia raih diantaranya juara 1 Final Cardinal Awards Tingkat Jabar, Juara 1 3M GP, Juara 1 Mio J, Juara 1 Tari kreasi Tingkat Jabar Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat, Juara 2 Dance Like Agnes, Juara 1 Rancaekek, Juara III Modern Dance Sabda Alam serta Juara I Lomba Dance Fikom Uniga 2013, Dancer terbaik di Ajang Garut Mencari Bakat, Juara 2 dan Favorit di Pamasagi Unpad, serta melakukan penyelidikan dan menangkap serta menghukum para penimbun atau spekulan jika ditemukan. "Kami juga tak mau merusak hutan untuk mencari kayu bakar. Maka dari itu, kami meminta pemerintah segera turun tangan mengatasi permasalahan ini. Juga pihak kepolisian, segera tangkap bila ditemukan ada penimbun atau spekulan," imbuhnya. Berdasarkan pantaun, aksi unjuk rasa puluhan ibu-ibu ini mendapatkan pengawalan yang ketat dari aparat Polres Garut serta petugas Satpol PP Kabupaten Garut. Dalam aksinya, puluhan ibu-ibu ini menduduki Jalan pembangunan didepan Kantor Bupati Garut sehingga menimbulkan kemacetan, hingga akhirnya arus lalu lintas pun dialihkan. (ags) tampil di Final GMB. Bercita-cita ingin menjadi seorang dancer profesional di tingkat nasional, remaja penyuka pop ice dan milkshake ini menyatakan rasa terima kasihnya kepada kedua orang tuanya, yang mendukung ratus kali lipat dari awal berdirinya," ujarnya. Muhajir juga mengajak seluruh peserta pelatihan untuk keluar dari kemiskinan, dengan menjadi relawan gerakan " Stop Kemiskinan " yang merupakan gagasannya dan telah dideklarasikan beberapa waktu lalu. "Sebagai salah satu aksi nyata untuk negeri, mari kita stop kemiskinan dengan bangkitkan koperasi, bangun UKM," ajaknya. ( as ) ...Bupati Garut Cup SMKN 1 Garut, Drs. H. Dadang Johar Arifin, MM merasa bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan futsal yang diikuti hampir 60 peserta itu. Ia juga berharap Kadis Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jawa Barat, bisa membantu pembangunan lapangan futsal dengan fasilitas indoor. "Beliau tadi cukup respon dengan harapan kami itu, tadi minta saya segera membuat profosal, sebab kalau dibiayai oleh sekolah itu tidak mungkin," ucapnya. Selain menutup kejuaraan futsal, Bupati juga meresmikan dua ruang kelas baru di sekolah tersebut, yang merupakan bantuan dari pusat dan Pemprov Jabar. "Alhamdulilah atas kerja sama seluruh warga SMKN 1 yang bahu membahu mencari bantuan ke Jawa Barat dan Jakarta akhirnya dapat bantuan," pungkasnya. (as) aktivitas dirinya sekarang. "Alhamdulillah kedua orang tua saya bangga atas prestasi yang telah saya raih sampai saat ini, mereka mendukung sekali aktivitas dance yang saya geluti sekarang," tukas Cantini Pengumuman Hasil Wakil Gubernur : Pelaksanaan Testing Garut Kawah Candradimukanya Jawa Barat Calon Kembali Diundur Pengumuman tes CPNS tersebut diundur hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sedianya, pengumuman hasil pelaksanaan testing Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tenaga honorer kategori 2 akan diumumkan pada Rabu (5/2) kemarin. Namun entah apa sebabnya, pengumuman hasil testing tersebut kembali diundur hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pjs Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Asep Farouk mengatakan, setelah dilihat di website resmi Badan Kepegawaian Nasional (BKN), pengumuman hasil tes tersebut ternyata tidak ada. Bahkan menurutnya, website nya juga sulit dibuka. "Setelah dilihat di website resmi Badan Kepegewaian Nasional (BKN) ternyata tidak ada. Bahkan website nya juga sulit dibuka," ujar Asep saat dihubungi wartawan belum lama ini. Dikatakan Asep, pihaknya menerima informasi kalau pengumuman tes CPNS tersebut diundur hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun pihaknya tak bisa berbuat apa-apa karena kewenangan itu ada di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pusat. Sementara, saat disinggung tentang nasib peserta atau CPNS yang tidak diterima dan dinyatakan tidak lulus tes, diakuinya, pihaknya juga belum mendapatkan informasi yang resmi tentang hal itu. Namun menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, begitu pengumuman hasil tes dikeluarkan, maka aturan itu pun akan diumumkan. Berdasarkan pantauan, sejumlah CPNS yang mengikuti tes katergori 2 banyak berdatangan ke kantor BKD Kabupaten Garut di Jalan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul. Pada umumnya, mereka yang datang dari luar kota tersebut belum mengetahui bahwa pengumuman hasil pelaksanaan testing calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali diundur. (ags) Masyarakat Kabupaten Garut terkenal cukup dinamis dalam kehidupan sosial politiknya. Bahkan untuk urusan politik konon Kabupaten yang masih berada di zona daerah teringgal itu, disebut-sebut sebagai barometernya politik Jawa Barat. Hal itu ditandai dengan lengsernya dua bupati, yakni Agus Supriadi pada Tahun 2007 dan Aceng HM Fikri di Tahun 2013, disebabkan gejolak politik di tengah masyarakat yang memaksa keduanya meletakan jabatan bupatinya. Sejarah juga mencatat Kabupaten Garut sebagai daerah pertama hancurnya arogansi partai politik pada Tahun 2009, oleh kekuatan independen yang berhasil mengantarkan Aceng HM Fikri dan Dicky Candra Negara sebagai bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan. Walau akhirnya keduanya tak bisa menyelesaikan tugasnya sampai selesai. Pada saat pelantikan Rudi Gunawan dan dr. Helmi sebagai Bupati dan Wakil bupati Garut sebulan lalu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan Garut sebagai kabupaten yang paling banyak aksi demonya. Kali ini giliran Wakil Gubernur, Dedi Mizwar menyebut Garut sebagai kawah Candradimuka nya Jawa Barat. "Garut ini kan selalu bergejolak, tapi kan itu sebuah dinamika, jangan dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Makanya sebagai kawah candradimuka, orang Garut ini lebih tangguh," katanya. Pernyataan Wakil gubernur itu disampaikan sesaat sebelum berangkat menuju Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, dimana di daerah itu tengah berlangsung aksi demo menolak peresmian Taman Wisata Alam Talaga Bodas yang akan diresmikannya, setelah sebelumnya ia membuka pelatihan kewirausahaan bagi para calon usahawan baru di Aula Hotel Sumber Alam Cipanas Garut. "Makanya saya mau datang ke sana, saya ingin tahu konfliknya apa, udah gak usah diomongin. Kalau memang ada masalah tinggal dimusyawarahkan, itu akan selesai," tandasnya. Meski kepada Fakta Garut Wakil Gubernur menyatakan antusiasnya, untuk mendatangi daerah yang menjadi rebutan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasik itu. Namun akhirnya ia balik kanan akibat dihadang ratusan massa yang menolak peresmian taman wisata tersebut. Sehingga para wartawan yang telah lama menunggunya, hanya bisa gigit jari menyaksikan mobil wakil gubernur dan rombongannya berbalik arah. Hadangan masyarakat terhadap iring - iringan kendaraan Wakil Gubernur Jawa Barat dan rombonganya itu dilakukan warga, karena objek wisata itu masih menjadi rebutan dua desa, yakni Desa Kersamenak Kecamatan Sukawening dan Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan yang belum ada penyelesaian. Menurut informasi, penolakan warga terhadap rencana peresmian taman wisata alam itu, selain karena masih menjadi rebutan antar dua desa, masyarakat juga merasa tidak dilibatkan dalam pengelolaanya. Demikian dikatakan Zamjam Jomantara, selaku koordinator lapangan yang mempasilitasi kedua kelompok warga yang bersitegang itu. Kejadian di objek wisata yang berbatasan dengan Kabupaten Tasik itu, seolah membuktikan statemen Dedy Mizwar, bahwa Garut selalu bergejolak yang disebutnya sebagai kawah candradimukanya Jawa Barat (as)
  5. 5. FAKTA JABAR MINGGU II FEBRUARI 2014 BPJ WIPEL II Bandung Anggap Enteng Pekerjaan Ruas Jalan Cidaun-Pameungpeuk Masuki Tahap Dua 2014 Drainase Kopo-Soreang Salah satu penyebab kerusakan jalan raya adalah adanya genangan air di badan jalan dalam jangka waktu tertentu, sehingga air meresap ke lapis permukaan aspal dan merusak ikatan antara aspal dan pengisinya. Apabila dalam jangka waktu tertentu air tersebut tidak bisa mengalir, maka yang akan terjadi adalah lepasnya ikatan antara aspal dan bahan pengisinya. Akan tetapi pertanyaannya, mengapa kualitas drainase selalu dinomor sekiankan. Sebagian besar sistem drainase jalan raya merupakan korban dari sebuah sistem jalan raya pada umumnya, karena adanya anggapan tadi bahwa drainase menjadi nomor kesekian dari sebuah proyek jalan raya. Sebutlah sebuah proyek peningkatan jalan dan drainase Kopo-Soreang tahun anggaran 2013 ke hal 09 Diklat Bina Diri Tingkatkan Kompetensi Bina diri merupakan serangkaian kegiatan pembinaan oleh guru yang profesional dalam pendidikan khusus. Pembinaan dilaksanakan secara terencana dan terprogram terhadap individu yang membutuhkan layanan khusus, yaitu individu yang mengalami gangguan koordinasi gerak motorik, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Demikian dikatakan Kepala P4TK-TK dan PLB Bandung, E Nurzaman AM, pada Fakta di ruang kerjanya, belum lama ini Menurutnya, Bina Diri bertujuan meminimilisasi dan atau menghilangkan ke hal 09 Cadas Pangeran Harus Segera Diselamatkan STORYHIGLIGHT Sudah saatnya jalur Jabar Selatan bukan hanya sekedar ditingkatkan, melainkan harus segera dilebarkan dengan standar jalan nasional selebar 14 meter Eksotika Pantai Jabar Selatan Belum Tersentuh Pembangunan infrastruktur jalan Jabar Selatan ini sesuai dengan skala prioritas pemerintah pusat ingin meningkatkan ekonomi masyarakat ke yang lebih baik lagi Infrastruktur Jalan Menuju Objek Wisata Mendesak Dilebarkan Jum’at, (7/2) akhir pekan lalu, tim Fakta Jabar berkesempatan menelusuri nikmatnya suasana sore di pesisir pantai Jabar Selatan. Setelah 2013, Balai Besar Wilayah IV Jakarta melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Staker PJN) secara intensif melakukan peningkatan jalan Jabar Selatan. Saat ini, pe- sisir Jabar Selatan seakan menjadi surga baru para pelancong. Mulai dari obyek wisatanya sampai ekonominya warga pelan-pelan terangkat dengan keberadaan. Sejauh mata memandang, gelombang laut pantai selatan Jabar terlihat indah menyejukan mata. Pasir pantai dan deburan ombak yang menghampar luas, seolah mengajak pengunjung untuk memanjakan kaki menyusurinya. Belum banyak orang yang tahu akan keindahan naneksotik pantai pesisir Jabar Selatan yang berada di desa-desa Wali Kota Bandung Tunjuk Dosen UPI Jadi Kadisdik WALI kota Bandung Ridwan Kamil mengambil sumpah Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, di Balaikota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (28/1/2014). Pekan Kemarin Kota Bandung resmi memiliki Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) baru. Elih Sudiapermana adalah dosen UPI yang diharapkan bisa membangun dan mereformasi dunia pendidikan di Kota Bandung. Rangkaian pelantikan dimulai dari pembacaan SK, lalu pengam- Agar pihak Satker PJN Wilayah II Jabar dapat membuat satu sempel atau (pilot projek) jalan yang benar-benar dengan standar nasional yaitu selebar 14 meter ke hal 09 Kesulitan akses jalan yang dialami masyarakat CidaunPameungpeuk, dalam waktu tidak lama ini akan teratasi. Terlebih dengan adanya peningkatan paket pelebaran jalan Cidaun-CiselaCilaki-Rancabuaya-Cijayana senilai Rp 23,6 miliar oleh PT. Teratai Intan dan paket pelebaran jalan Cijayana Simpang Cilauteureun senilai Rp 32 miliar oleh PT. Perintis Sembari Makmur 2013, sedikitnya telah dapat mengurangi tingkat kerusakan ruas jalan Jabar Selatan ruas Cidaun-Pameungpeuk. Kepala Satuan Kerja Pengelolaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Ir Arif Budiyono,MT membenarkan, bahwa tahun anggaran 2013 lalu, ruas Cidaun-Pameungpeuk terdapat dua paket pekerjaan peningkatan, sekarang sudah selesai dikerjakan. Kendati demikian, ruas tersebut ke hal 09 Terdakwa Setyabudi Doyan PL Uang Suap dari Pemkot Bandung Rp 4 Milyar bilan sumpah jabatan yang dibacakan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Usai pengambilan sumpah jabatan, Elih membacakan pakta integritas yang dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas. Elih adalah dosen Pendidikan Luar Sekolah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memiliki sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar dipilihnya Elih sebke hal 09 Ahmad Heryawan Diminta Proaktif Kondisi ruas jalan Cadas Pangeran yang menghubungkan Tanjungsari-Sumedang terus ke Cirebon, Jateng dan Jatim harus segera diselamatkan. Jika tidak dikhawatirkan beberapa tahun ke depan ruas vital ini akan ambruk akibat banyaknya kendaraan yang over loade melintas. Ruas Cadas Pangeran sekarang menanggung beban yang sangat berat, karena sejak lima tahun terakhir ruas jalan berliku di sisi perbukitan yang terjal ini mendapat beban ekstra berat akibat melintasnya angkutan batu bara dari Cirebon menuju Bandung. Setiap harinya tidak kurang dari seratusan truk tronton berkapasitas rata-rata di atas 40 ton mengangkut batu bara melintas di ruas ini. Pemerhati Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Surasdi Arso, membenarkan kalau kondisi Cadas Pangeran akan sangat membahayakan jika tidak segera diselamatkan. Menurutnya, jalan yang dibangun sejak jaman Gubernur Jenderal Daendeles ini sekarang kondisinya sudah amat kritis. Betapa tidak, ruas yang dilebarkan dengan sistim tiang penyangga sekitar 10 tahun lalu itu, tadinya tidak diperuntukkan bagi angkutan dengan beban di atas 20 ton. “Yah, saya kira ruas jalan antara Bandung-Cirebon tadinya tidak untuk kendaraan dengan berat beban di atas 20 ton,” ujarnya. Oleh karena itu, Arso yang juga aktivis sosial kemasyarakatan ini berpendapat kalau Cadas Pangeran harus segera diselamatkan. Karena bila teruske hal 09 Terdakwa Kasus Suap Dana Bansos Kota Bandung, Hakim Setyabudi Tejocahyono. Terpidana suap hakim Setyabudi Tejocahyono yakni, Toto Hutagalung bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Toto yang disebut-sebut sebagai perantara Pemerintah Kota Bandung dan sang pengadil itu, menyebut ada uang yang digunakan khusus untuk hiburan. Uang tersebut konon mencapai Rp 300 juta. Ritual itu dilakukan setiap malam Jumat di Venetian Karaoke, Jalan Pasirkaliki Bandung. Setyabudi kala itu seringkali meminta difasilitasi pemandu lagu (PL). Sekali hiburan bisa menelan hingga Rp 20 juta. "Untuk hiburan saja bisa mencapai Rp 300 juta," kata Toto di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Nurhakim, Kamis (6/2). Jumlah sebesar itu menurut dia, karena hal itu tidak dilakukan satu kali saja. Setyabudi sudah berulangkali melakukan hal yang sama. "Bisa sampai 10 kali ke hal 09 Cianjur-Sindangbarang Rusak Parah Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan ruas Cianjur-Sindangbarang dikeluhkan warga, wisatawan dan pelaku bisnis wisata. Keluhan itu bukan tanpa alasan, sebab kerusakan jalan Cianjur-Sindangbarang sudah lama dibiarkan dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Keterangan yang berhasil dihimpun Fakta Jabar (8/2), kerusakan jalan menuju wisata pantai Sindangbarang Cianjur Selatan tersebut hampir terdapat disepanjang badan jalan. Tingkat kerusakannya, mulai dari badan jalan berlubang-lubang besar, munculnya batu-batu cadas di badan jalan lantaran lapisan aspalnya habis terkelupas. Selain itu, prasarana lain yang rusak parah antara lain relling (besi penghalang jembatan) dan drainase sepanjang jalan Cian- jur-Sindangbarang nampak tidak berpungsi lagi lantaran selokan-selokannya sudah rata oleh tumpukan tanah dan daun. Jembatan yang sudah tidak nampak lagi besi relling-nya tersebut tepat berada di atas sungai Curug Sawer, atau antara Km Bdg 157/ Km Bdg 158. Kerusakan jalan Cianjur-Sindangbarang ternyata mengundang keprihatinan warga, Dodi (34) warga Sukanagara Cianjur. “Seingat saya, jalan Cianjur- Redaksi : Jl. Gatot Subroto No. 81 Komplek Cempaka Indah Blok 8 Karangpawitan - Garut Telp. 0262-236380 Sindangbarang ini belum lama mendapat perbaikan, masa sudah kembali rusak, dan tingkat kerusakannya bukan main-main melainkan cukup paran dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Dodi nada bertanya. Dikatakannya, berdasarkan pengalamannya, perbaikannya tutup lubang saat itu bertepatan dengan datangnya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ke Cianjur Selatan (Sindangbarang) sekitar bulan Oktober tahun 2012 lalu . “Kalau tidak salah perbaikan ini terjadi sekitar dua tahun lalu,” kenang Dodi ingat-ingat lupa. Lain Dodi lain pula Anang, salah seorang wisatawan asal Purwakarta ini mengingatkan, agar wisatawan lainnya yang hendak berwisata pantai ke Sindangbarang, hendaknya harus ekstra hati-hati saat melewati jalan itu. Soalnya sisip dikit bisa celaka atau terjun ke jurang. Dengan kondisi demikian, ungkap dia, wisatawan tentu ke hal 09
  6. 6. S ambungan MINGGU II FEBRUARI 2014 ...”Utang” Kasus ? Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Penyelewengan Beras Raskin yang melibatkan pegawai Bulog, serta Kube Jilid dua. Pengusutan dugaan penyimpangan dana bantuan sosial atau social corporate social responsibility (CSR) Bank Jabar Banten (BJB) Tasikmalaya, dimana penyaluran tahun 2008 hingga 2010 yang melibatkan Irf, mantan ajudan Walikota Tasikmalaya Syarif Hidayat hingga Februari 2014, banyak publik menilai kasus ini terkesan jalan di tempat seakan diendapkan. Padahal sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tasikmalaya kala itu berjanji akan segera menindaklanjuti hingga tuntas laporan dugaan korupsi tersebut, dimana dalam kasus ini telah menetapkan 3 tersangka, Irf, Rah, Muz. “Saya rasa anggapan tadi anggapan keliru, saat ini kasus penyimpangan dana CSR yang dimaksud telah selesai penyelidikannya di kejaksaan negeri, dan hasilnya telah kita limpahkan ke Kajati Jabar termasuk BPKP terang Kajari Ta,” sikmalaya Zainuddin Achmad, SH kepada FAKTA TASIK diruang kerjanya Kamis (6/2)lalu. Menurut Zainuddin, dalam hasil penyelidikan tersebut, tidak ada penambahan tersangka baru, akan tetapi ada semacam pertimbangan, karena dari kerugian sekitar 200 jutaan itu, sudah ada pengembalian dari para tersangka, jadi sekarang kita tunggu hasil keputusannya dari pihak Kejati,” jelasnya. Namun demikian Zainuddin berjanji, walaupun sudah ada pengembalian kerugian, tetap proses hukum akan berjalan. Karena apapun pengembalian yang dilakukan, tahapan kearah pemotongan waktu itu telah terjadi kepada penerima bantuan dana CSR. “Kalau saja tidak ada laporan ke kejaksaan, tentunya tidak ada pengembalian kan ?,” tanya mantan kasie Intel Kajari Tasikmalaya tahun 1998-2001 ini. “Jangan khawatir kasus dugaan penyelewengan dana CSR ini telah kita tanggani dengan serius, tidak ada yang di peti es kan, semuanya tetap berlanjut dan sekarang kita tunggu hasil dari Kajati Jabar. Karena kasus ini masuk dalam area pengadilan tipikor bandung, dan hasilnya pun akan di sampaikan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK),” ungkap Kajari Tasikmalaya yang baru bertugas 1 tahun di Kota Tasikmalaya. Selain itu Kajari pun membantah, kalau dikatakan bahwa pihaknya memendam atau mempeti eskan sejumlah kasus apalagi kabar beredar ada deal-deal. Kabar itu menurutnya tidak benar dan dengan era seperti sekarang ini, semuanya sudah serba terbuka. “Masyarakat dari semua stake holder dapat mengawasi kinerja kejaksaan,” tutur Zainuddin. Mantan Aspidum Kejati Kaimantan Tengah Palangkaraya ini saat didesak wartawan bahwa Kejaksaan Negeri Tasikmalaya masih punya beberapa “utang” kasus yang belum di tuntaskan, dirinya tidak menampik. Namun beberapa kasus yang disebutkan dirinya mengaku optimis akan selesai sesuai harapan publik. “Insya Allah dalam tahun 2014 ini seluruh sisa utang kasus yang ditanggani pihak kejaksaan negeri Tasikmalaya akan tuntas, Kejaksaan Negeri Tasikmalaya tidak akan bermain-main dengan penangganan sejumlah kasus korupsi ini. Karena pemberantasan korupsi merupakan gaung nasional yang perlu diberantas disejumlah daerah seperti Kota Tasikmalaya,” janjinya. “Kalau belum semua kasus dapat diteruskan ke pengadilan itu memang benar, karena saat ini dengan keterbatasan personil di Kejaksaan Negeri Tasikmalaya yang hanya mempunyai beberapa jaksa yang jumlahnya terbatas, sehingga belum dapat maksimal menanggani seluruh perkara. “Beberapa kasus sebetulnya telah kita limpahkan ke kejati dan tipikor seperti CSR BJB, Kube jilid pertama. Karena jujur saja, apalagi untuk kasus korupsi penangganannya harus lebih mendalam, menginggat tidak mudah membuktikan ada atau tidaknya kerugian Negara,” pungkas Kajari kelahiran Cirebon tahun 1956 ini yang 4 tahun lagi akan memasuki masa pensiun. (ton/rian) salah ini. “Secepatnya kami akan melakukan audiensi kepada orang nomor satu di Kota Tasikmalaya, apalagi kalau tanggapan Kepala BKD terkesan tidak ingin pusing dalam masalah ini,” pungkasnya. Di tempat terpisah ratusan PNS sangat mengharapkan adanya penyesuaian ijazah, bahkan mereka mengaku pernah melakukan audensi dengan anggota DPRD Kota Tasikmalaya untuk mencari solusi dan permasalahan yang bertahun-tahun belum juga selesai. Tetapi Perjuangan mereka tidak pernah mendapatkan respon dari pemerintah kota. “Kami pernah melakukan audensi dengan DPRD, tapi sampai sekarang Pemkot sendiri yang terkesan enggan memberikan kesempatan kepada kami untuk menuntut hak kami sebagai Pegawai Negeri Sipil,” ungkap salah satu PNS yang enggan disebutkan namanya. Ratusan PNS sendiri mengaku merasa didiskriminasi oleh Pemerintah Kota, kejadian itu terjadi ketika masa kepemimpinan Syarif Hidayat. “Dulu ada penyesuaian ijazah hanya untuk 20 PNS, itu pun mereka yang disesuaikan semua orang terdekat walikota. Setelah adanya penyesuaian bagi 20 PNS tersebut, maka secepatnya Pemkot membuat Perwalkot yang menghambat kami untuk disesuaikan izajahnya,” jelasnya. Oleh karena itu pihaknya mengharapkan kepada Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman untuk segera menyesuaikan izajah mereka. “Kami mengharapkan kepada walikota sekarang, untuk segera menyelesaikan permasalahan ini secepatnya jangan sampai terkatung-katung nasib kami ini,” harapnya. (rian) FAKTA GARUT Kaum Wanita Rawan... "Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya ibuibu PKK untuk sadar, taat dan patuh terhadap hukum," jelas DR.Eman selaku pemateri utama dalam kegiatan simposium pemahaman penerangan hukum yang mengambil tema “Program Pembinaan Ma- syarakat Taat Hukum” yang diselenggarakan di Aula Kantor Kesbangpol Kota Tasikmalaya. Dalam paparannya, Jaksa senior di Tasikmalaya ini menekankan kepada ibu-ibu untuk berani melaporkan langsung apabila melihat, mendengar dan menyaksikan langsung suatu tindak kejahatan dilingkungan. Jangan ragu ragu dan harus berani melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang dalam hal ini kepolisian. Jika kekerasan sudah melanggar hukum, maka harus ada upaya melaporkan kepada pihak kepolisian. “Barangsiapa yang mengetahui dan tidak mencegah atau tidak melaporkan suatu kejahatan, maka orang tersebut bisa dikenakan pidana ,” paparnya. DR.Eman berharap, usai kegiatan tersebut peserta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan sekitarnya. "Kasus-kasus KDRT kita melihat ada tren kenaikan, mungkin ini belum dipahami oleh ibu-ibu. Ketika terjadi tindakan KDRT langkah apa yang harus dilakukan,"tuturnya. "Kaum wanita rawan dijadikan objek pelanggaran hukum, sehingga mereka harus dibekali pengetahuan tentang hukum. Selain itu, ibu-ibu banyak melakukan kegiatan, kalau pria lebih sibuk pada rutinitas seharihari dalam bekerja," terangnya. Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada peserta yang hadir, bahwasanya tidak usah lagi takut dengan hukum sepanjang tidak melakukan kesalahan, karena tujuan hukum itu sendiri untuk melindungi, memberikan rasa aman, nyaman dan memberikan suasana ketertiban di lingkungan masyarakat. Sementara itu Ketua LSM Fordem Taufiq Rafiz menjelaskan, kegiatan sosilisasi hukum ini akan menjadi agenda rutin LSM For- dem. Karena menurutnya, upaya kerjasama dengan PKK mensosialisasikan hukum kepada kaum ibu dikarenakan akan lebih mudah disosialisasikan. Kadarkum, sambung Taufiq merupakan salah satu tugas PKK untuk menciptakan kesadaran hukum ditengah masyarakat, tanpa dipaksa. Sehingga ibu-ibu dapat menyadari peraturan perundang-undangan. "Ibu-ibu harus mampu mensosialisasikan kesadaran hukum di masyarakat dan keluarga," tutur Tauifiq yang diamini Ketua Laskar Pemberdayaan Wanita Indonesia-LSM Fordem, Nenden Nendahsari. (ton) ...Tegas dan Berani Memang sepak terjang Satpol PP diwilayah Kabupaten Tasikmalaya ini, dalam setiap aksinya menegakan perda dikenal cukup tegas dan berani tanpa pandang bulu. Pada tahun ini saja, selain 15 mini market yang belum berizin, banyak juga yang sudah di eksekusi oleh POL PP. Diantaranya menyegel tiga tower BTS dan beberapa hektaran tanah yang dipakai oleh perusahaan yang belum mengantongi ijin-ijin yang telah di tetapkan. Seperti yang diungkapkan oleh Kasat Pol PP Kabupaten Tasikmalaya, melalui Kasi Penyidik dan Penindakan, E Koswara S.IP M.Si. Kepada , FAKTA diruang kerjanya Senin (10/2) E Koswara menagatakan, semua intansi, perusahaan atau perorangan yang melanggar Perda akan ditertibkan. “Selaku penegak perda tentunya harus bertindak tegas, siapapun orangnya yang melanggar Perda akan kami tertibkan,” tegasnya. Koswara mengakui, ban- yak hal yang harus dikerjakan oleh Satpol PP, seperti penertiban tower termasuk permasalahan koperasi simpan pinjam yang sesuai laporan masyarakat bunganya cukup mencekik, walaupun jaminannya hanya menjaminkan KTP. Iapun mengaku, dirinya selalu bertindak professional dalam menjalankan tugasnya. “Meskipun saya harus memeriksa seseorang yang dikenal cukup dekat dengan saya, dalam pemeriksaan tentunya kami tidak akan ada perbedaan. Semua dimata hukum yang melanggar aturan perda akan sama di proses,” tegasnya. Aktifis Pergerakan Pemuda Kabupaten Tasikmalaya, Iqbal Nurdiana merasa kagum dan salut jika tindakan tegas dan keberanian yang diperlihatkan oleh Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya dinilai solid dan berani menegakan perda. “Atas nama Pemuda dan warga saya merasa hormat dan salut dengan kinerja Satpol PP Kabupaten Tasik, yang dinilai ketegasannya dalam mengamankan dan menindak siapa saja yang telah melanggar aturan,” ucapnya kepada Fakta. Termasuk pengeksekusian pasar modern dan mini market yang belum belum berijin. “Satpol PP dengan secara terang-terangan dan sigap langsung menutup dan menyegel pasar modern dan mini market ilegal diwilayahnya,” pungkas Pengurus Himpunan Pemuda Pemudi Peduli Tasikmalaya (HP3T). (rian) ...”Pungli” di PA... diluar ketentuan yang berlaku merupakan pungutan liar (pungli). Seandainya keluhan warga tersebut benar, staf PA memungut uang Rp 50 ribu dengan alasan pengganti biaya administrasi, maka bila diakumulatifkan selama setahun jumlahnya akan sangat besar,” ungkap yan kepada FAKTA, Senin (10/2). “Seharusnya, warga yang mengurus perceraian di PA tidak boleh dipungut uang lagi, karena sudah membayar lunas di bank. Kalau staf bendahara atau kasir PA memungut biaya, dengan dalih apapun itu bisa dikategorikan pungutan liar. Saya pertanyakan, Kepala BKD ... ingin di konfirmasikan langsung, pejabat ini selalu menghindar dengan alasan sibuk, termasuk permasalahan yang kini mulai mencuat terkait ratusan PNS yang ditelantarkan. Kepala BKD yang baru dilantik awal januari 2014 itu seakan tidak pernah ingin tahu permasalahan nasib ratusan PNS di lingkungan Pemkot tersebut. Menanggapi Hal tersebut, secara terpisah Andi Nugraha, Sekretaris Forum Pemerhati Kebijakan (FPK) Tasikmalaya merasa prihatin atas sikap Kepala BKD Kota Tasikmalaya yang terkesan “kurang peduli” dan cuek. Kepada FAKTA, Andi menyesalkan sikap Kepala BKD yang menyepelekan permasalahan tersebut. Menurutnya, Kepala BKD seharusnya memberikan keterangan terkait berita tersebut agar public jelas dan tahu permasalahan, bukan menutupi nutupi. “Saya sangat miris mendengar kepala BKD yang sangat tidak kooperatif dalam menanggapi permasalahan ini. Seharusnya dia (kepala BKD) bisa menjelaskan terkait permasalahan tadi dan mencari solusi untuk jalan keluar permasalahan yang bertahun-tahun dibiarkan Pemkot,” ungkap Andi yang juga aktif sebagai Ketua Pemuda Demokrat Kota Tasikmalaya. Andi menegaskan, dalam permasalahan ini terkesan ada diskriminasi kepada 110 PNS yang belum disesuaikan izajahnya. “Untuk menyesuaikan ijazah di Pemkot diduga terkesan ada istilah 3 D, Dulur, Deket,Duit, ” tegasnya. Bahakan Andi mengaku dirinya akan segera melayangkan surat audensi kepada Wali Kota Tasikmalaya Drs. H Budi Budiman untuk mempertanyakan ma- 06 ...Jadi Pasar Kojengkang jalur ini sempat dikeluhkan sejumlah warga yang lokasinya dekat dengan area pasar kojengkang tersebut. Kini dijaman Pemerintahan Budi Budiman, kembali jalur makin kumuh bahkan semakin bertambah para pedagangnya. Pemerintah Kota Tasikmalaya seakan dinilai tutup mata terhadap keberadaan fungsi jalan umum yang sejak lama disulap menjadi areal pasar kojengkang. Pasalnya, keberadaan jalan umum di sepanjang jalur perempatan daerah Cempaka Warna menuju arah Cihideung balong hingga pintu samping Mayasari Plaza itu. Sebetulnya sudah lama ditutup dan namun lambat laun berubah fungsi menjadi lokasi penampungan pasar tradisional secara permanen. Akses jalan ke wilayah pasar Kojengkang yang buka standby 24 jam itu, sejak lama ditutup bagi kendaraan roda empat, hanya kadang kadang roda dua dan beca saja yang berani melintas, itupun dengan kecepatan rendah karena padatnya serta sempitnya jalan. Dengan ditutupnya akses ke ruas jalan itu, imbasnya terjadi penumpukan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat disepanjang arah menuju Pasar Wetan dan Jl. Veteran. Tak heran kemudian terjadilah kemacetan yang menghiasi pemandang dijalur jalur tadi setiap harinya. “Dikawasan ini setiap harinya terkesan kumuh apalagi melihat bangunan lapak-lapak yang tidak tertata rapi, menjadi semakin semrawut ditambah para pedagang-pedagang yang se enaknya menjajakan dagangannya hingga ke ruas jalan, sehingga jalan menjadi sempit,” celetuk Yan Obonk salah satu warga Cihideung kepada Fakta senin (10/2) lalu. Uniknya lagi, masih kata dia, para pedagang di area ini terlihat aman dan nyaman, apalagi dengan secara terangterangan dan tidak merasa takut akan di rajia Satpol PP sewaktu waktu, mereka berjualan dengan seenaknya diatas jalan umum. “Kita dagang di sekitar jalan ini sudah cukup lama, apalagi setiap hari kita di tarik karcis retribusi oleh petugas,” kata salah satu pedagang kepada Fakta. Yan Obonk berpedapat, dengan ditariknya retribusi, tentunya para pedagang di kawasan tadi merasa terlindungi, Pemkot Tasikmalaya seolah memberikan ruang bagi mereka untuk berjualan. Apalagi di kawasan ini terbukti belum pernah ada penertiban yang dilakukan Satpol PP , padahal jelas jelas jalur tersebut telah meyalahi marka jalan serta menganggu ketertiban umum. Ada kesan Pemkot Tasikmalaya tebang pilih dan bersikap ambigu. Karena selama ini Pemkot hanya berani mengusur para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar saja,” ujar Yan. Sementara di sisi lain sejak dulu Pemkot Tasik tidak mempunya nyali bertindak, untuk menertibkan para pedagang berjualan di ruas jalan umum. “Harusnya kalau mau berbicara keadilan tidak usah tebang pilihlah pa wali, karena dikhawatirkan lambat laun akan terakumulasi menimbulkan tingkat kecemburuan yang mendalam dan resistensimasif,” katanya. Sekarang Walikota harus berani dan bisa merelokasikan para pedagangpedagang tadi, serta harus bisa mengembalikan kembali fungsi semula jalan itu, sebagai sarana akses untuk jalan umum. Tetapi anehnya, kenapa selama ini Pemkot seakan tidak mau untuk menanggapi permasalahan ini, padahal keberadaan kondisi seperti itu sudah lama berlangsung,” pungkasnya. (CK-1) bagaimana pengawasan yang dilakukan Ketua PA? Apakah itu intruksi dari Ketua PA atau memang itu ulahnya oknum stafnya,” herannya. Dikonfirmasi Humas Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tasikmalaya, Didi mengakui bahwa biaya untuk legalisir itu dikenakan biaya kepada warga. Tapi harganya tidak sebesar Rp 50 ribu. Melainkan bervariatif antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.Uang tersebut di masukan kepada penghasilan Negara bukan pajak. Kalau tidak ada perkara, maka tidak ada uang yang masuk,” elaknya. (CK-1) ...Kepincut Jadi Model jun ke dunia model. Padahal, dari kecil cita-cita saya ingin jadi dokter, ehh malah kepincut dan cinta di dunia model,” ungkap Imong saat menjadi duta salah satu salon ternama di Kota Tasikmalaya yang menghadiri acara grand final Look Model Competetion 2014 di Samudra Toserba Tasikmalaya, Minggu (2/02) lalu. Selain aktif di dunia hiburan, Imong tidak pernah meningggalkan kewajibannya sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Tasikmalaya. “Pendidikan itu penting. Meskipun sesibuk-sibuknya aku di dunia entertaiment, pendidikan itu tetap prioritas dan tetunya number one,”tutur gadis mulus, yang kini bekerja juga sebagai sales promotion girls di salah satu pruduk rokok. Dunia model juga menurut Imong bisa membuat dirinya lebih percaya diri. Padahal dirinya mengaku sempat tidak “pede” bila tampil berlengggak-lenggkok di atas panggung dengan ditonton ratusan pengunjung. “Setelah lama menggelutinya ternyata asik juga tuh. Sekarang aku jadi percaya diri dan tampil pede didepan orang banyak, ” ucap gadis ramah dan murah senyum ini. Keberanian saat catwalk di atas panggung, ternyata membuat Imong menjadi terbiasa. Bahkan dunia modeling yang dirasakannya, ternyata membuat dirinya mudah dan berani berkomunikasi dengan banyak orang. Putri ke dua dari pasangan Ny.Cahyati dan Kusnandi ini, ternyata memiliki pribadi yang santun. Makanya, tak heran bila keramahan serta kecantikannya tidak jarang membuat kaum pria terkagum-kagum dan terkesima oleh penampilannya. Diakhir pembicaraannya, Imong mengaku yang paling mensuport dirinya terjun ke dunia model selain orang tuanya, saudara kandungnya pun sangat mensuport imong. “Mereka selalu berpesan kepada saya, untuk tetap konsisten dan mengejar cita-cita serta karir setinggi langit,” pungkasnya. (ton/rian)
  7. 7. METRO PRIANGAN MINGGU II FEBRUARI 2014 M asyarakat Kabupaten Garut terkenal cukup dinamis dalam kehidupan sosial politiknya. Bahkan untuk urusan politik konon Kabupaten yang masih berada di zona daerah teringgal itu, disebutsebut sebagai barometernya politik Jawa Barat. Hal itu ditandai dengan lengsernya dua bupati, yakni Agus Supriadi pada Tahun 2007 dan Aceng HM Fikri di Tahun 2013, disebabkan gejolak politik di tengah masyarakat yang memaksa keduanya meletakan jabatan bupatinya. Sejarah juga mencatat Kabupaten Garut sebagai daerah pertama hancurnya arogansi partai politik pada Tahun 2009, oleh kekuatan independen yang berhasil mengantarkan Aceng HM Fikri dan Dicky Candra Negara sebagai bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan. Walau akhirnya keduanya tak bisa menyelesaikan tugasnya sampai selesai. Pada saat pelantikan Rudi Gunawan dan dr. Helmi sebagai Bupati dan Wakil bupati Garut sebulan lalu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan Garut sebagai kabupaten yang paling banyak aksi demonya. Kali ini giliran Wakil Gubernur, Dedi Mizwar menyebut Garut sebagai kawah Candradimuka nya Jawa Barat. "Garut ini kan selalu bergejolak, tapi kan itu sebuah dinamika, jangan dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Makanya sebagai kawah candradimuka, orang Garut ini lebih tangguh," katanya. Pernyataan Wakil gubernur itu disampaikan sesaat sebelum berangkat menuju Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, dimana di daerah itu tengah berlangsung aksi demo menolak peresmian Taman Wisata Alam Talaga Bodas yang akan diresmikannya, setelah sebelumnya ia membuka pelatihan kewirausahaan bagi para calon usahawan baru di Aula Hotel Sumber Alam Cipanas Garut. "Makanya saya mau datang ke sana, saya ingin tahu konfliknya apa, udah gak usah diomongin. Kalau memang ada masalah tinggal dimusyawarahkan, itu akan selesai," tandasnya. Meski kepada Fakta Garut Wakil Gubernur menyatakan antusiasnya, untuk mendatangi daerah yang menjadi rebutan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasik itu. Namun akhirnya ia balik kanan akibat dihadang ratusan massa yang menolak peresmian taman wisata tersebut. Sehingga para wartawan yang telah lama menunggunya, hanya bisa gigit jari menyaksikan mobil wakil gubernur dan rombongannya berbalik arah. Hadangan masyarakat terhadap iring - iringan kendaraan Wakil Gubernur Jawa Barat dan rombonganya itu dilakukan warga, karena objek wisata itu masih menjadi rebutan dua desa, yakni Desa Kersamenak Kecamatan Sukawening dan Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan yang belum ada penyelesaian. Menurut informasi, penolakan warga terhadap rencana peresmian taman wisata alam itu, selain karena masih menjadi rebutan antar dua desa, masyarakat juga merasa tidak dilibatkan dalam pengelolaanya. Demikian dikatakan Zamjam Jomantara, selaku koordinator lapangan yang mempasilitasi kedua kelompok warga yang bersitegang itu. Kejadian di objek wisata yang berbatasan dengan Kabupaten Tasik itu, seolah membuktikan statemen Dedy Mizwar, bahwa Garut selalu bergejolak yang disebutnya sebagai kawah candradimukanya Jawa Barat (as) Domba Catwalk D omba Catwalk (DC), adalah pentas peragaan busana domba yang dilakoni langsung oleh domba-domba yang menjadi kebanggaan masyarakat kota intan. Dombadomba yang menjadi peserta berjalan di atas kanvas dengan mengenakan busana layaknya peragawan, peragawati. Setelah tercatat di Musium Rekor Indonesia (MURI),pada pentas domba catwalk pada Tahun 2013 lalu, dengan rekor domba terbanyak 200 ekor. Pada Hari Jadi Garut (HJG) ke 201 ini akan digelar di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi pada Tanggal 22 Pebruari 2014, dengan tajuk "Domba Catwalk Mapay Situ Bagendit". Menurut Ketua Panitia Domba Catwalk Mapay Situ Bagendit, yang juga penggagas DC, Deni Rinjani, penyelenggaraan DC tahun ini dalam rangka HJG ke 201 ini merupakan yang ke 6 kalinya, yang sengaja digelar di objek wisata Situ Bagendit. Dengan maksud agar lebih memasyarakat dan Bagendit lebih terkenal. "Tahun ini sengaja digelar di Situ Bagendit, supaya lebih memasyarkat dan Situ Bagendit pun terangkat, hingga lebih terkenal," katanya. Ditambahkannya, pagelaran DC mapay Situ Bagendit itu dirancang lebih meriah. Sebab selain akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Bupati/ Wakil Bupati Garut, beserta para pejabat Pemkab Garut, juga akan dilaksanakan lomba tumpeng, yang pesertanya ibu-ibu PKK dari 15 desa yang ada di Kecamatan Banyuresmi. Deni juga merasa lega, sebab acara yang diprakarsai oleh para wartawan yang tergabung dalam Pokja DPRD Garut itu, selain didukung oleh Pemkab Garut, juga didukung unsur Muspika dan masyarakat Banyuresmi, serta pengelola objek wisata Situ Bagendit. Melalui event tersebut, ia juga berharap Domba Garut akan semakin terkenal ke manca negara. (as) FAKTA GARUT Garut Kawah Candradimukanya Jawa Barat 11 AMATI : Wakil Gubernur Jawa Barat H Dedi Mizwar ternyata selama ini mengamati perkembangan Kabupaten Garut. Orang Nomor dua di Pemerintah Jawa Barat ini menilai Garut sebagai Candradimuka nya Jawa Barat. Ia berharap masyarakat Garut lebih tangguh. Meski Bisa Dinaiki Orang Dewasa Kotak Suara Tak Tahan air S Mapay Situ Bagendit 07 ebanyak 3.761 kotak suara dan 13.923 bilik suara yang terbuat dari karton siap digunakan pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum 2014 di Kabupaten Garut. Walaupun terbuat dari karton, namun kotak suara baru untuk mengganti kotak suara lama yang telah rusak ini bisa diduduki atau dinaiki orang dewasa. Namun begitu, kotak dan bilik suara dari karton ini tidak boleh terkena air. Sebab, jika terkena air, apalagi dalam waktu lama maka kotak serta bilik suara tersebut akan cepat rusak. Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut, Ade Sudrajat mengatakan, kotak suara ini jangan sampai terkena hujan atau kena air ditempat penyimpanan, karena berbeda dengan kotak suara yang dulu terbuat dari logam. Kendaraan pengangkutnya harus tertutup dan pendistribusiannya harus tepat. "Makanya, nanti pendistribusiannya harus tepat. Kendaraan pengangkutnya pun harus tertutup, jangan sampai terkena hujan di jalan ataupun kena air di tempat penyimpanan," ujar Ade, Selasa (11/2). Lebih jauh Ade mengatakan, pada Pemilukada Garut 2013 terdapat 4.064 TPS di Kabupaten Garut, sedangkan intuk Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum 2014, jumlah TPS bertambah menjadi 5.275. Dengan perhitungan setiap TPS membutuhkan masing-masing empat kotak suara dan empat bilik suara, terdapat 21.100 kotak suara dan 21.100 bilik suara yang siap didistribusikan pada seluruh TPS di Kabupaten Garut. Dikatakan Ade, sebagian besar kotak dan bilik suara yang akan digunakan nanti terbuat dari logam. Sedangkan kotak suara dari karton ini hanya untuk menggantikan yang rusak, dan hanya kuat dipakai untuk tiga kali pemilihan. "Seluruh kotak dan bilik suara masih tersimpan di gudang KPU Kabupaten Garut dan belum dapat didistribusikan. Seluruh peralatan dan perlengkapan pemilu, telah lengkap, kecuali surat suara dan formulir," ucapnya. Sementara itu, untuk tahapan selanjutnya, jelas Ade, Kamis (13/2) pihaknya berencana akan membuat pertemuan dengan pihak Polres Garut serta 539 calon legislatif (Caleg) untuk DPRD Kabupaten Garut. Mereka akan diminta untuk menertibkan alat peraga kampanye menghadapi Hari Jadi Garut. "Selain itu, akan dibahas juga masalah pengamanan dan ketertiban selama masa Pemilihan Legislatif 2014. Para calon legislatif akan mendapat arahan dari Kapolres Garut," pungkasnya. (ags) Rudy Gunawan Pemberian DAK Jangan Karena Faktor Kedekatan Atau Komisi" " B antuan program Dana Alokasi Khusus (DAK) harus benar-benar sampai ke sekolah sesuai jumlah yang telah ditetapkan tanpa adanya potongan apapun. Tak hanya itu, bantuan DAK juga harus diberikan kepada sekolah yang benar-benar layak menerimanya, bukan karena faktor kedekatan dengan pejabat atau karena ada komitmen pemberian komisi. Hal itu diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat memberikan sambutan pada acara "Gebyar Milad ke 41 Yayasan Tarbiyatul Islamiyah Sukamerang (Yataris)" di Kecamatan Kersamanah, Senin (10/2/2014).Menurut Rudy, pihaknya telah menekankan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) serta jajarannya agar DAK benar-benar sampai ke sekolah secara utuh, tanpa potongan apapun. "Saya tak ingin mendengar adanya sekolah yang mendapat DAK karena punya kedekatan dengan pejabat Disdik atau karena ada komitmen pemberian oteng atau komisi ke pejabat," ujar Rudy. Rudy berjanji, dalam kurun 6 bulan ke depan di Garut tidak akan ada lagi siswa sekolah yang menggunakan sepatu butut. Dan bila hal itu masih ada, siswa tersebut bisa langsung meminta sepatu ke bupati. "Dana-dana bantuan untuk sekolah dan siswa, harus benar-benar dapat dirasakan sehingga orang tua siswa tidak akan lagi merasa berat untuk menyekolahkan anakanaknya," tambahnya. Rudy juga menekankan para camat serta kepala desa agar sering-sering berkeliling untuk memantau kondisi sekolah yang ada di daerahnya. Sebab menurutnya, melalui cara seperti itu, maka camat maupun kepala desa akan dengan cepat mengetahui jika di daerahnya ada sekolah yang rusak. (ags) Ditemukan Dua Ayam Positif Flu Burung P etugas Participatory Disease Surveillance Response (PDSR) dan Petugas dari UPTD Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut yang diterjunkan ke lokasi matinya secara mendadak ratusan unggas di Kampung Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, menemukan dua unggas jenis ayam kampung yang positif terkena virus flu burung atau H5N1, Rabu (5/2). Sebelumnya dilaporkan, ratusan ekor unggas mati secara mendadak di wilayah tersebut. Kasi Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakanla) kabupaten Garut, drh Dyah Savitri mengatakan, dari ratusan unggas yang dilaporkan mati tersebut, pihaknya hanya mendapatkan dua bangkai ayam di lokasi kejadian. Hal itu dikarenakan unggasunggas yang mati tersebut banyak yang sudah dimusnahkan duluan oleh warga setempat. "Kami hanya mendapati dua bangkai ayam di lokasi kejadian. Pasalnya, unggas-unggas yang mati itu sudah dimusnahkan duluan oleh warga. Setelah dilakukan pemeriksaan secara rapid test atau pengujian cepat, dua bangkai unggas sebagai sampel tersebut dinyatakan mengandung flu burung," ujar Dyah, Rabu (5/2). Oleh karenanya, ucap Dyah, tak menutup kemungkinan unggasunggas yang sebelumnya telah dimusnahkan warga itu pun terjangkit virus yang sama. Diungkapkan Dyah, setelah dilakukannya pemeriksaan, pihaknya kini fokus melakukan tindakan penanggulangan berupa pemusnahan unggas yang mati serta pembersihan kawasan peternakan. Disamping juga melakukan pemeriksaan terhadap warga untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami gejala flu burung. "Sampai saat ini belum ada laporan ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan seperti gejala flu burung. Kejadian ini sudah mereda, populasi unggas di desa itu juga sudah berkurang drastis. kami melakukan penanganan dengan pembersihan kandang secara biosecurity," pungkasnya. (ags)
  8. 8. Advetorial MINGGU I FEBRUARI 2014 08 FAKTA GARUT

×