Bab iii

199 views
82 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
199
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iii

  1. 1. 32 BAB III FUNGSI PILOT CONTROL VALVE 3.1 Prinsip Dasar Pilot Control Valve Control valve adalah bagian yang mempengaruhi jalannya aliran fluida. Aliran fluida akan lewat, terblokir atau terbuang keluar tergantung dari lubang dan jalan aliran arah control valve. Arah control valve digambarkan dengan jumlah lubang dan jumlah kotak. Lubang menunjukkan saluran fluida dan kotak menunjukkan jumlah posisi. Tabel 3.1 Simbol kotak arah aliran Kotak menunjukan posisi katup Jumlah kotak menunjukan jumlah posisi katup Garis menunjukan lintasan aliran, panah menunjukan arah aliran Garis blok menunjukan aliran tertutup (blokir) Garis diluar kotak menunjukan saluran masukan dan keluaran, digambar di posisi awal. Metode penggerakan dilakukan dengan berbagai cara baik secara mekanis, elektris , hidrolis maupun kombinasi dari semuanya. Tabel 3.2. Metode Penggerakkan Valve Secara mekanis
  2. 2. 33 Operasi tombol Tombol Operasi tuas Pedal kaki Pegas kembali Secara elektris/hidrolis Operasi dengan solenoid tunggal Operasi dengan solenoid ganda Tabel 3.3. Simbol penunjukkan arah aliran fluida 2/2 way valve Yang berarti memiliki 2 lubang dan 2 arah aliran 3/2 way valve Yang berarti memiliki 3 lubang dan 2 arah aliran 4/2 way valve Yang berarti memiliki 4 lubang dan 2 arah aliran
  3. 3. 34 5/2 way valve Yang berarti memiliki 5 lubang dan 2 arah aliran Keterangan table : P = Pressure (tekanan fluida) T = Tank (penampung fluida) A,B = User Port (konsumen fluida) Berikut penjelasan beberapa model code valve : 1. Simbol posisi arah aliran valve model D Gambar diatas adalah simbol valve model D yang berarti menggunakan detent tanpa menggunakan spring, jika solenoid A diberi tenaga maka aliran port P menuju port B dan aliran port A menuju port T, akan tetapi apabila solenoid B diberi tenaga maka aliran port P menuju port A dan aliran port B menuju port T. 2. Simbol posisi arah aliran valve model G
  4. 4. 35 Gambar diatas adalah simbol valve model G yang berarti menggunakan spring, posisi utama menunjukkan aliran port P kembali menuju port T serta port A dan B tertutup, jika solenoid A diberi tenaga maka aliran port P menuju port A dan aliran port B menuju port T, jika solenoid B diberi tenaga maka aliran port P menuju port B dan port A menuju port T. 3. Simbol posisi arah aliran valve model J Gambar diatas adalah simbol valve tipe J yang mana posisi utamanya aliran port P tertutup sedangkan aliran port A,B dan T saling terhubung, kemudian jika solenoid A diberi tenaga maka aliran port P menuju port B dan aliran port A menuju port T, tetapi jika solenoid B diberi tenaga maka aliran port P menuju port A dan aliran port B menuju port T, model valve ini menggunakan spring. berikut beberapa model code tipe WE 6 yang memiliki karakteristik yang berbeda :
  5. 5. 36 Keterangan kolom : Kolom 1 : nominal jumlah lubang (3 service port, berarti mempunyai 3 lubang) Kolom 2 : tipe valve WE dan size port 6 Kolom 3 : model valve yang digerakan oleh berbagai tipe spool Kolom 4 : seri valve mulai dari 50-59 untuk tipe ini Kolom 5 : tipe O/OF yang menentukan menggunakan spring atau detent Kolom 6 : code pabrik Kolom 7 : tegangan solenoid yang digunakan Kolom 8 : code yang menentukan penggerakan solenoid dengan hand emergency Kolom 9 : code huruf untuk penunjukan electrical connection Kolom 10 : code yang menunjukan penggunaan throttle Kolom11 : code yang menunjukan standar fosfat
  6. 6. 37 3.2 Fungsi Pilot Control Valve Pilot valve berfungsi untuk mengarahkan pergerakkan aliran fluida menuju user (cylinder), berikut cara kerja contoh pilot valve : Keterangan gambar 3.1 : Hydraulic Cylinder : Hydraulic Cylinder bergerak untuk mengalihkan tenaga dari rod cylinder menuju muatan. Pilot Control Valve : Pilot control valve berfungsi untuk mengalihkan aliran fluida ke user port berdasarkan model code tiap valve. Pipe : pipe adalah saluran penghubung fluida. Manometer : manometer berfungsi untuk menampilkan nominal tekanan fluida yang sedang dialirkan. Pressure relief valve : pressure relief valve berfungsi untuk mengurangi maximum pressure yang dihasilkan dari pump. Pump : pump berfungsi untuk menghisap fluida dari tank yang kemudian disalurkan ke line system. Tank : tank berfungsi untuk menampung fluida. Drive motor : drive motor berfungsi untuk menggerakan pompa. Berikut bagian-bagian symbol yang disederhanakan menjadi circuit diagram sesuai dengan standard DIN-ISO1219.
  7. 7. 38 Cylinder Pilot Control valve Pipe Manometer Pressure Relief Valve Pump Drive Motor Tank Gambar 3.1 sirkuit diagram posisi netral Pompa digerakkan oleh motor, yang mana pompa bertugas untuk menghisap fluida dari tangki dan menekan fluida tersebut menuju line system dengan menggunakan komponen-komponen system dalam satu sirkuit, yang berguna untuk meningkatkan tekanan fluida menuju cylinder. Pada ujung line terdapat cylinder, yang misalnya cylinder tersebut melakukan perlawanan terhadap aliran yang diberikan oleh pilot valve, sehingga tekanan meningkat sampai batang cylinder bergerak.
  8. 8. 39 Setelah tekanan meningkat, maka maximum pressure harus dikurangi, oleh karena itu kesatuan ini harus dilindungi dari muatan yang terlalu tinggi. Maximum pressure bisa dikurangi menggunakan pressure relief valve, spring yang berada pada valve ini bekerja secara mekanis, dengan menekan ball pada kedudukannya. Tekanan yang berlebihan mempengaruhi permukaan ball sehingga menekan spring yang kemudian maximum pressure tersebut bergerak kembali ke tangki 4.1 4.2 Gambar 3.2 Piston rod keluar dari cylinder Pilot control vale menentukan pergerakan piston 4.1 dengan piston rod 4.2 keluar atau ke dalam cylinder. Fluida pada pilot valve dialirkan dari line connection P
  9. 9. 40 menuju port A pada cylinder setelah solenoid A diberi perintah sesuai gambar 3.2 sehingga piston rod bergerak keluar dari cylinder. Gambar 3.3 Piston rod masuk ke cylinder Kemudian solenoid B diberi tenaga, yang mana control valve menghasilkan connection dari P menuju port B pada cylinder. Fluida sekarang bergerak dari pompa melalui valve menuju port B, sehingga piston rod bergerak ke dalam cylinder sesuai dengan gambar 3.3, fluida dari port A pada cylinder ditekan kembali ke tank melalui control valve.
  10. 10. 41 Throttle valve Gambar 3.4 Gambar line connection with throttle valve Volume dari aliran fluida yang keluar atau kedalam cylinder harus diganti, maka untuk mempengaruhinya bukan hanya dari pergerakan arah dan tenaga saja, tetapi juga pada kecepatan pergerakan dari beban. Seperti gambar 3.4 line connection menggunakan throttle valve, dengan mengganti bagian aliran yang dikurangi, maka waktu aliran fluida lebih sedikit setiap unit yang menuju cylinder.
  11. 11. 42 Oleh karena itu muatan bergerak lebih lambat. Sedangkan fluida yang berlebihan, dialirkan dengan throttle valve yang dikembalikan menggunakan pressure relief valve. 3.3 Alat Test Valve Manual Alat test valve manual ini adalah alat test yang dilakukan secara manual dan elektris untuk melakukan pengetesan kebocoran dan kelayakan fungsi valve. Alat test ini memiliki dua plug-in connector solenoid dengan tegangan 220V dan 110V, sehingga diluar dari tegangan itu perlu dilakukan pengetesan di luar alat test tersebut. Alat test yang dimaksud tanpa beban adalah dilakukan pengetesan tanpa menggunakan muatan, dikarenakan alat test ini hanya mengecek kelayakan aliran fluida fungsi valve tersebut berdasarkan yang ditunjukkan pada name plate di valve tersebut, dikarenakan tiap valve mempunyai fungsi dan karakteristik masing-masing. Gambar 3.5 Alat test valve manual
  12. 12. 43 Berikut gambar Alat test valve manual yang disederhanakan menjadi circuit diagram : Gambar 3.6 Circuit diagram alat test valve manual Bagian-bagian dari alat test valve : 1. Circuit breaker solenoid 2. Box Panel 3. Motor pompa 4. Tank 5. Pressure Relief Valve 6. Throttle valve 7. Pilot control valve 8. Manometer 9. Pipe

×