KONSEP DAN PENERAPAN CASE UNTUK PEREKAYASA  PERANGKAT LUNAK
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

KONSEP DAN PENERAPAN CASE UNTUK PEREKAYASA PERANGKAT LUNAK

on

  • 2,332 views

Setiap orang pernah mendengar pernyataan mengenai anak-anak seorang pembuat sepatu: begitu sibuk membuat sepatu untuk orang lain, sehingga anak-anaknya tidak memiliki sepatu sendiri. Selama 30 tahun ...

Setiap orang pernah mendengar pernyataan mengenai anak-anak seorang pembuat sepatu: begitu sibuk membuat sepatu untuk orang lain, sehingga anak-anaknya tidak memiliki sepatu sendiri. Selama 30 tahun terakhir, banyak perekayasa perangkat lunak menjadi anak-anak seorang pembuat sepatu. Meskipun profesional teknis ini telah membangun sistem yang kompleks yang mengotomatisasi kerja orang lain, namun mereka menggunakan sangat sedikit otomatisasi mereka sendiri. Kenyataan, sampai rekayasa perangkat lunak terakhir yang secara mendasar merupakan aktivitas manual, piranti satu-satunya bagi perekayasa perangkat lunak adalah compiler dan editor teks digunakan hanya pada tahap akhir proses. Saat ini perekayasa perangkat lunak pada akhirnya diberi sepasang sepatu baru yang pertama – computer aided software engineering (CASE). Sepatu itu tidak datang sebanyak yang mereka inginkan, sering agak sedikit keras dan kadang-kadang tidak mengenakkan, tidak memberikan cukup kecanggihan bagi mereka yang bergaya, dan tidak selalu sesuai dengan garmen lain yang digunakan oleh para pengembang perangkat lunak. Tetapi sepatu itu memberikan bagian absolute dari pakaian untuk lemari pakaian pengembang perangkat lunak, dan akan, dari waktu ke waktu, menjadi lebih enak, lebih berguna, dan lebih dapat beradaptasi dengan kebutuhan praktisi individual.

Statistics

Views

Total Views
2,332
Views on SlideShare
2,332
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
64
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

KONSEP DAN PENERAPAN CASE UNTUK PEREKAYASA  PERANGKAT LUNAK KONSEP DAN PENERAPAN CASE UNTUK PEREKAYASA PERANGKAT LUNAK Document Transcript

  • KONSEP DAN PENERAPAN CASE UNTUK PEREKAYASA PERANGKAT LUNAK Oleh : Fajrillah Dosen STT Harapan Medan ABSTRAK Setiap orang pernah mendengar pernyataan mengenai anak-anak seorangpembuat sepatu: begitu sibuk membuat sepatu untuk orang lain, sehingga anak-anaknya tidak memiliki sepatu sendiri. Selama 30 tahun terakhir, banyak perekayasaperangkat lunak menjadi anak-anak seorang pembuat sepatu. Meskipun profesionalteknis ini telah membangun sistem yang kompleks yang mengotomatisasi kerja oranglain, namun mereka menggunakan sangat sedikit otomatisasi mereka sendiri.Kenyataan, sampai rekayasa perangkat lunak terakhir yang secara mendasarmerupakan aktivitas manual, piranti satu-satunya bagi perekayasa perangkat lunakadalah compiler dan editor teks digunakan hanya pada tahap akhir proses. Saat iniperekayasa perangkat lunak pada akhirnya diberi sepasang sepatu baru yangpertama – computer aided software engineering (CASE). Sepatu itu tidak datangsebanyak yang mereka inginkan, sering agak sedikit keras dan kadang-kadang tidakmengenakkan, tidak memberikan cukup kecanggihan bagi mereka yang bergaya, dantidak selalu sesuai dengan garmen lain yang digunakan oleh para pengembangperangkat lunak. Tetapi sepatu itu memberikan bagian absolute dari pakaian untuklemari pakaian pengembang perangkat lunak, dan akan, dari waktu ke waktu,menjadi lebih enak, lebih berguna, dan lebih dapat beradaptasi dengan kebutuhanpraktisi individual.Kata kunci : perekayasa perangkat lunak, piranti, building block, aktivitas, case. 1
  • PENDAHULUAN Lokakarya terbaik untuk setiap tukang – seorang mekanik, tukang kayu,perekayasa perangkat lunak memiliki tiga karakteristik utama :1. Koleksi piranti yang berguna yang akan membantu setiap langkah pembangunan suatu produk.2. Layout yang terorganisir yang memungkinkan piranti ditemukan dan digunakan secara efisien.3. Tukang yang terampil yang memahami bagaimana menggunakan piranti dengan cara yang efektif.Perekayasa perangkat lunak sekarang mengetahui bahwa mereka memerlukan pirantilebih banyak dan lebih bervariasi (piranti tangan saja tidak memenuhi kebutuhansistem berbasis komputer modern), dan mereka membutuhkan suatu lokakarya yangterorganisir dan efisien untuk menempatkan piranti tersebut. Lokakarya bagi perekayasa perangkat lunak disebut lingkungan pendukungproyek yang terintegrasi, dan tool set yang memenuhi lokakarya disebut computeraided software engineering (CASE). Piranti CASE menambahkan ke kotak piranti perangkat lunak. CASE memberiperekayasa kemampuan untuk mengotomatisasi aktivitas manual danmengembangkan wawasan rekayasa. Seperti computer aided software engineering danpiranti desain yang digunakan oleh perekayasa pada disiplin lain, CASE membantumemastikan bahwa kualitas didesain sebelum produk dibangun.PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN CASE dapat menjadi sesederhana piranti tunggal yang mendukung aktivitasrekayasa perangkat lunak spesifik atau serumit lingkungan lengkap yang meliputi 2
  • piranti, database, manusia, perangkat keras, jaringan, sistem operasi, standar, danbanyak lagi komponen lain. Building block untuk CASE ditunjukkan pada gambar 1.Masing-masing membentuk fondasi untuk balok selanjutnya, dengan piranti yangduduk di puncak tumpukan. Penting untuk dicatat bahwa fondasi untuk linkunganCASE yang efektif berhubungan sangat sedikit dengan piranti rekayasa perangkatlunak itu sendiri. Selain itu, lingkungan yang berhasil untuk rekayasa perangkat lunakdibangun pada sebuah arsitektur lingkungan yang meliputi perangkat keras danperangkat lunak system yang sesuai. Arsitektur lingkungan juga harus memperhatikanpola kerja manusia yang diaplikasikan selama proses rekayasa perangkat lunak. Piranti CASE Kerangka Kerja Integrasi Layanan Portabilitas Sistem Operasi Platform Perangkat Keras Arsitektur Lingkungan Gambar 1. Building block CASE Arsitektur lingkungan, yang terdiri atas platform perangkat keras dandukungan sistem operasi (termasuk jaringan dan perangkat lunak manajemendatabase), merupakan kerja pertama untuk CASE. Tetapi lingkungan CASE itusendiri memerlukan blok bangunan lain. Serangkaian layanan portabilitas menjadijembatan antara piranti CASE dan kerangkat kerja integrasi mereka dan arsitekturlingkungan. Kerangka kerja intergrasi adalah sekumpulan program khususnya, untukmenciptakan database proyek dan memperlihatkan pemandangan dan perasaan (lookand feel) yang sama pada pemakai akhir (perekayasa perangkat lunak). Layananportabilitas memungkinkan piranti CASE dan kerangka kerja integrasinya untuk 3
  • berpindah menyeberangi platform perangkat keras dan sistem operasi tanpapemeliharaan adaptif yang berarti. Blok bangunan yang digambarkan pada gambar 1. menyajikan fondasikomprehensif bagi integrasi piranti CASE. Tetapi sebagian besar piranti CASE yangdigunakan saat ini belum dikontruksikan dengan menggunakan semua blok bangunanyang dibahas di atas. Kenyataannya banyak piranti CASE tetap menjadi “solusipokok”, yaitu piranti digunakan untuk membantu aktivitas rekayasa perangkat lunaktertentu (misalnya, pemodelan analisis), tetapi tidak secara langsung berkomunikasidengan piranti lain, tidak diikat ke dalam suatu database proyek, dan bukanmerupakan bagian dari lingkungan CASE terintegrasi (I-CASE). Meskipun situasi initidak ideal, piranti CASE dapat digunakan secara efektif, bahkan bila piranti itumerupakan solusi pokok. Pada ujung bawah spektrum integrasi adalah piranti individual (solusi pokok).Bila piranti individual memberikan fasilitas bagi pertukaran data (sebagian besarmelakukannya), tingkat integrasi agak ditingkatkan. Piranti semacam itumenghasilkan ouput dalam suatu format standar yang harus kompatibel dengan pirantilain yang dapat membaca format tersebut. Dalam banyak kasus, para pembangunpiranti CASE komplementer bekerja bersama-sama untuk membentuk sebuahjembatan di antara piranti (misalnya piranti analisis dan desain yang dirangkai dengansuatu generator kode). Dengan menggunakan pendekatan tersebut, sinergi di antarapiranti dapat menghasilkan produk akhir yang sulit dibuat dengan menggunakan salahsatu piranti secara terpisah. Integrasi sumber tunggal terjadi pada saat suatu vendorpiranti CASE tunggal mengintegrasikan sejumlah piranti yang berbeda danmenjualnya sebagai paket. Meskipun pendekatan ini sangat efektif, arsitektur yang 4
  • paling dekat dengan lingkungan sumber tunggal menyulitkan penambahan dari vendorlain. Pada ujung atas spektrum integrasi adalah lingkungan pendukung proyekterintegrasi (IPSE). Standar untuk masing-masing blok bangunan yang digambarkandi atas kemungkinan diciptakan. Vendor-vendor piranti CASE menggunakan standarIPSE untuk membangun piranti yang kompatibel dengan IPSE sehingga kompatibelsatu sama lain. Piranti CASE dapat diklasifikasikan menurut fungsi, perannya sebagaiinstrumen bagi manajer atau orang-orang teknik, kegunaannya di dalam berbagailangkah proses rekayasa perangkat lunak, arsitektur lingkungan (perangkat keras, danperangkat lunak) yang mendukungnya, atau bahkan menurut asal piranti atau biaya.Taksonomi yang disajikan di bawah ini menggunakan fungsi-fungsi sebagai kriteriautama. Piranti Rekayasa Informasi. Dengan memodelkan persyaratan informasi strategis suatu organisasi, piranti rekayasa informasi memberikan “meta- model’ dari mana sistem informasi spesifik diperoleh. Daripada berfokus pada persyaratan aplikasi spesifik, piranti CASE ini lebih suka memodel informasi bisnis pada saat informasi bergerak di antara berbagai entitas organisasi di dalam suatu perusahaan. Sasaran utama untuk piranti di dalam kategori ini adalah menyajikan objek data ini mengalir di antara area bisnis yang berbeda di dalam suatu perusahaan. Piranti Manajemen dan Pemodelan Proses. Bila suatu organisasi bekerja untuk mengembangkan sebuah proses bisnis (atau perangkat lunak), pertama- tama organisasi harus memahaminya. Piranti pemodelan proses (disebut juga piranti “teknologi proses”) digunakan untuk menyajikan elemen-elemen kunci 5
  • dari suatu proses sehingga proses dapat dipahami dengan lebih baik. Pirantisemacam itu dapat juga memberikan link ke deskripsi proses yang membantumereka yang terlibat di dalam proses tersebut untuk memahami tugas-tugasyang diperlukan untuk melakukan proses tersebut. Piranti manajemen prosesdapat memberikan link bagi piranti yang memberikan dukungan untukmenentukan aktivitas proses.Piranti Perencanaan Proyek. Piranti di dalam kategori ini berfokus padausaha proyek perangkat lunak dan estimasi biaya, serta penjadwalan proyek.Piranti estimasi menghitung usaha yang diperkirakan, durasi proyek, danjumlah manusia yang direkomendasi dengan menggunakan suatu teknik.Penjadwalan proyek memungkinkan manajer menentukan semua tugas proyek(struktur pembagian kerja), menciptakan suatu jaringan tugas (biasanyadengan menggunakan input grafis), menyajikan interdependensi tugas-tugas,dan memodel jumlah paralelisme yang mungkin untuk proyek tersebut.Piranti Analisis Risiko. Mengidentifikasi resiko potensial danmengembangkan suatu rencana untuk mengurangi, memonitor, dan mengaturrisiko merupakan hal berharga pada proyek yang besar. Piranti analisis risikomemungkinkan seorang manajer proyek untuk membangun suatu tabel risikodengan memberikan pedoman detail di dalam identifikasi dan analisis risiko.Piranti Manajemen Proyek. Jadwal proyek dan rencana proyek harusditelusuri dan dimonitor terus-menerus. Sebagai tambahan, manajer harusmenggunakan piranti untuk mengumpulkan metrik yang akan memberikanindikasi mengenai kualitas produk perangkat lunak. Piranti di dalam kategoriitu sering merupakan ekstensi dari perencanaan proyek. 6
  • Piranti Penelusuran Proyek. Bila sistem yang besar dikembangkan, sistemyang disampaikan sering gagal memenuhi persyaratan khusus pelanggan.Sasaran dari penelusuran persyaratan adalah memberikan pendekatansistematis ke isolasi persyaratan, mulai dari permintaan proposal pelanggan(RFP) atau spesifikasi. Persyaratan tipikal yang menelusuri piranti yangmenggabungkan evaluasi teks human-interactive dengan sistem manajemendatabase yang menyimpan dan mengkategorikan setiap persyaratan sistemyang “diuraikan” dari RFP orisinil atau spesifikasi.Piranti Manajemen dan Metrik. Metrik perangkat lunak meningkatkankemampuan manajer untuk mengontrol dan mengkoordinasi proses perangkatlunak dan kemampuan praktisi untuk mengembangkan kualitas perangkatlunak yang diproduksi. Piranti metrik dan pengukuran saat ini berfokus padaproses, proyek, dan karakteristik produk. Piranti yang berorientasi padamanajmen menangkap metrik spesifik proyek. (misalnya, LOC/person-month,cacat per function point) yang memberikan indikasi menyeluruh mengenaiproduktivitas dan kualitas. Piranti yang diorientasikan secara teknismenentukan metrik teknis yang memberikan wawasan yang lebih besar kedalam kualitas desain atau kode. Banyak dari piranti metrik yang lebih majumenyimpan database yang mengukur “rata-rata industri”. Berdasarkan proyekdan karakteristik produk yang diberikan oleh pemakai, piranti semacam itu“mempercepat” jumlah lokal terhadap rata-rata industri (dan kinerja lokal yanglalu) dan mengusulkan strategi pengembangan.Piranti Dokumentasi. Piranti produksi dokumen dan desktop publishingmendukung hampir setiap aspek rekayasa perangkat lunak dan menyajikankesempatan “pengungkit” substansial untuk semua pengembang perangkat 7
  • lunak. Sebagian besar organisasi pengembangan perangkat lunakmenghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan dokumen, dan dalambanyak kasus proses dokumentasi itu sendiri sangat tidaklah efisien. Tidakbiasa bagi organisasi pengembangan perangkat lunak untuk menggunakan 20sampai 30 persen dari semua usaha pengembangan perangkat lunak padadokumentasi. Karena itulah piranti dokumentasi memberikan kesempatanpenting untuk meningkatkan produktivitas.Piranti Perangkat Lunak Sistem. CASE merupakan teknologi workstation.Dengan demikian, lingkungan CASE harus mengakomodasi sistem jaringankualitas tinggi, e-mail, papan buletin, dan kemampuan komunikasi lainnya.Piranti jaminan Kualitas. Mayoritas piranti CASE yang mengklaim bahwa iaberfokus pada jaminan kualitas, sebenarnya merupakan piranti metrik yangmengaudit kode sumber untuk menentukan kesesuaian dengan bahasa standar.Piranti lainnya mengekstrak metrik teknologi dalam usaha memproyeksikankualitas perangkat lunak yang sedang dibangun.Piranti Manajemen Database. Piranti lunak manajemen database berfungsisebagai suatu fondasi bagi pembangunan database CASE (tempatpenyimpanan), yang kita sebut juga database proyek. Dengan menekankanobjek konfigurasi, piranti manajemen database untuk CASE dapat berkembangdari sistem manajemen database relasional (RDMS) ke sistem manajemendatabase OO (OODMS).Piranti Manajemen Konfigurasi Perangkat Lunak. Manajemen konfigurasiperangkat lunak (SCM) ada pada inti setiap lingkungan CASE. Piranti dapatmembantu kelima tugas SCM mayor – identifikasi, kontrol versi, kontrolperubahan, auditing, dan akunting status. Database CASE memberikan 8
  • mekanisme untuk mengidentifikasi masing-masing item konfigurasi danmenghubungkannya dengan item lainnya; proses kontrol yang perludidiskusikan dapat diimplementasikan dengan bantuan piranti khusus; aksesyang mudah ke item konfigurasi individual memfasilitasi proses auditing; danpiranti komunikasi CASE dapat sangat meningkatkan accounting status(pelaporan informasi mengenai perubahan bagi semua yang ingin tahu).Piranti Analisis dan Desain. Piranti analisis dan desain memungkinkanperekayasa perangkat lunak untuk menciptakan model sistem yang akandibangun. Model tersebut berisi representasi data, fungsi, dan tingkah laku(pada tingkat analisis), dan karakterisasi data, arsitektur, prosedural, dandesain interface.Dengan memeriksa konsistensi dan validitas model tersebut, piranti analisisdan desain memberi perekayasa perangkat lunak beberapa tingkat wawasan kedalam representasi analisis dan membantu mengeliminasi kesalahan sebelummenyebar ke dalam bentuk desain, atau lebih buruk lagi, ke dalamimplementasi itu sendiri.Piranti PROYEK/SIM. Piranti PRO/SIM (prototyping dan simulasi)memberi perekayasa perangkat lunak kemampuan untuk meramalkan tingkahlaku sistem real-time sebelum sistem dibangun. Piranti itu jugamemungkinkan perekayasa perangkat lunak mengembangkan mock-up sistemreal-time yang mengijinkan pelanggan mendapatkan wawasan ke dalamfungsi, operasi, dan responnya sebelum implementasi sesungguhnya.Piranti pengembangan dan Desain Interface. Desain interface da pirantipengembangan sebenarnya merupakan suatu tool kit dari komponen programseperti tombol menu, struktur window, ikon, mekanisme scrolling, devise 9
  • driver dan sebagainya. Tetapi tool kit ini sedang diganti oleh piranti prototypeinterface yang memungkinkan pembuatan on-screen yang cepat dari interfacepemakai yang canggih yang sesuai dengan standar interfacing yang telahdiadopsi untuk perangkat lunak tersebut.Piranti Prototyping. Berbgai piranti prototyping yang berbeda dapatdigunakan. Screen painters memungkinkan perekayasa perangkat lunakmenentukan layout layar dengan cepat untuk aplikasi interaktif. Pirantiprototyping CASE yang lebih canggih memungkinkan pembuatan desain datauntuk dirangkai dengan layar maupun layout laporan. Banyak analisis danpiranti desain memiliki ekstensi yang memberikan pilihan prototyping. PirantiPRO/SIM memunculkan kerangka Ada dan kode sumber C untuk aplikasirekayasa (real-time). Akhirnya, berbagai piranti generasi keempat memilikifitur-fitur prototyping.Piranti Pemrograman. Kategori piranti pemograman meliputi kompiler,editor, dan debugger yang dapat diperoleh untuk mendukung sebagian besarbahasa pemrograman konvensional. Lingkungan pemrograman OO, bahasagenerasi keempat, lingkungan pemrograman grafis, generator aplikasi, danbahasa query database juga berada dalam kategori ini.Piranti Integrasi dan Pengujian. Dalam direktori mereka mengenai pirantipengujian perangkat lunak, Software Quality Engineering menetapkankategori piranti berikut ini: Akuisisi data – piranti yang mendapatkan data untuk digunakan selama pengujian Pengukuran statis – piranti yang menganalisis kode sumber selama eksekusi 10
  •  Simulasi – piranti yang mensimulasi fungsi-fungsi perangkat keras atau fungsi eksternal lainnya  Manajemen pengujian – piranti yang membantu dalam perencanaan, pengembangan, dan kontrol pengujian  Piranti cross-functional – piranti yang melintasi batas-batas kategori di atas. Harus dicatat bahwa banyak piranti pengujian memiliki fitur yang mencakupdua atau lebih kategori tersebut.Piranti Analisis Statis. Piranti pengujian statis membantu perekayasa perangkatdalam melakukan test case. Ada tiga tipe piranti pengujian statis yang berbeda yangdigunakan dalam industri : piranti pengujian berbasis kode, bahasa pengujianterspesialisasi, dan piranti pengujian berdasarkan persyaratan. Piranti pengujianberbasis kode menerima kode sumber (atau PDL) sebagai input dan melakukansejumlah analisis yang menghasilkan pemunculan test case. Bahasa pengujianterspesialisasi (misalnya, ATLAS) memungkinkan perangkat lunak menulisspesifikasi pengujian yang menggambarkan masing-masing test case dan logistikuntuk eksekusinya. Piranti pengujian berbasis persyaratan mengisolasi persyaratanpemakai spesifik dan mengusulkan test case (atau kelas pengujian) yang akanmenggunakan persyaratan tersebut.Piranti Analisis Dinamis. Piranti pengujian dinamis ber-interaksi dengan programpengeksekusian, memeriksa cakupan jalur, menguji pernyataan yang tegas mengenainilai variabel spesifik, dan sebaliknya menginstrumentasi aliran eksekusi dari programtersebut. Piranti dinamis dapat intrusif atau nonintrusif. Piranti intrusif mengubahperangkat lunak yang akan diuji dengan pemeriksaan yang diselipkan(instruksi ekstra)yang melakukan aktivitas yang dicantumkan di atas. Piranti pengujian non-intrusif 11
  • menggunakan prosesor perangkat keras yang terpisah yang berisi program yangsedang diuji.Piranti Manajemen Pengujian. Piranti manajemen pengujian digunakan untukmengontrol dan mengkoordinasi pengujian perangkat lunak bagi masing-masinglangkah pengujian mayor. Piranti di dalam kategori ini mengatur dan mengkoordinasipengujian regresi, melakukan perbandingan yang menegaskan perbedaan di antaraloutput yang diharapkan, dan melakukan pengujian batch dari program denganinterface manusia-komputer yang interaktif. Sebagai tambahan untuk fungsi-fungsitersebut, banyak piranti manajemen pengujian yang juga berfungsi sebagai pengendalipengujian generik. Pengendali pengujian membaca satu atau lebih test case dari suatufile ujian, memformat data pengujian untuk disesuaikan dengan kebutuhan perangkatlunak di bawah pengujian, dan kemudian memanggil perangkat lunak yang akan diuji.Piranti Pengujian Client/Server. Lingkungan Client/Server memerlukan pirantipengujian terspesialisasi yang menggunakan interface pemakai grafis dan persyaratankomunikasi jaringan untuk client/server.Piranti Rekayasa Ulang. Kategori piranti rekayasa ulang dapat dibagi-bagi lagi kedalam fungsi-fungsi berikut ini:  Reverse engineering ke piranti spesifikasi – ambil kode sumber sebagai input dan memunculkan analisis terstruktur grafis dan model desain, daftar where-used, dan informasi desain lainnya;  Code restructuring dan piranti analisis – analisis sintak program, menghasilkan grafik aliran kontrol, dan secara otomatis memunculkan program terstruktur; dan 12
  •  Piranti rekayasa ulang on-line – digunakan untuk memodifikasi sistem database on-line (misalnya, konversi file-file IDM atau DB2 ke dalam format hubungan entitas). Banyak dari piranti tersebut dibatasi sampai bahasa pemograman spesifik(meskipun sebagian besar bahasa mayor disinggung) dan membutuhkan beberapatingkat interaksi dengan perekayasa perangkat lunak.Piranti reverse engineering dan forward engineering untuk generasi selanjutnya akanbanyak menggunakan teknik kecerdasan buatan, dengan mengaplikasikan dasarpengetahuan yaitu spesifik domain aplikasi (yaitu, serangkaian aturan dekomposisiyang akan berlaku bagi semua program di dalam suatu area aplikasi khusus sepertikontrol pemanufakturan atau sistem penerbangan pesawat). Komponen AI akanmembantu rekonstruksi dan dekomposisi sistem, tetapi akan tetap membutuhkaninteraksi dengan perekayasa perangkat lunak pada seluruh siklus rekayasa ulangnya. Meskipun ada keuntungan yang dapat diambil dari piranti CASE individualyang menekankan aktivitas rekayasa perangkat lunak yang terpisah, kekuatan CASEreal hanya dapat dicapai melalui integrasi. Keuntungan CASE terintegrasi (I-CASE)meliputi (1) transfer ke piranti lain dan dari satu langkah rekayasa perangkat lunak kelangkah rekayasa perangkat lunak selanjutnya; (2) reduksi di dalam usaha yangdiperlukan untuk melakukan aktivitas pelindung (umbrella activity) sepertimanajemen konfigurasi, jaminan kualitas, dan produksi dokumen; (3) pertambahan didalam kontrol proyek yang dicapai melalui perencanaan, monitoring, dan komunikasiyang lebih baik; dan (4) koordinasi yang dikembangkan di antara anggota staf yangsedang bekerja pada proyek perangkat lunak yang besar. 13
  • Tetapi I-CASE juga merupakan tantangan yang berat. Integrasi memerlukanrepresentasi yang konsisten dari informasi rekayasa perangkat lunak, standarisasiinterface di antara piranti, mekanisme yang homogen untuk berkomunikasi di antaraperekayasa perangkat lunak dan masing-masing piranti, serta pendekatan yang efektifyang akan memungkinkan I-CASE bergerak di antara berbagai platform perangkatkeras dan sistem operasi. Meskipun solusi bagi masalah yang diimplikasikan olehtantangan-tantangan itu telah diusulkan, lingkungan I-CASE yang komprehensif barudalam tahap awal kemunculannya. Istilah “integrasi” mengimplikasikan “kombinasi” maupun “klosur”. I-CASEmenggabungkan sebagai interface yang berbeda dan informasi yang berbeda dengancara yang memungkinkan pengakhiran komunikasi di antara piranti, di antaramanusia, dan pada proses perangkat lunak. Piranti diintegrasikan sehingga informasirekayasa perangkat lunak tersedia bagi setiap piranti yang membutuhkannya;penggunaannya diintegrasikan sehingga look and feel untuk semua piranti; danfilosofi pengembangan diintegrasikan, dengan mengimplikasikan suatu pendekatanrekayasa perangkat lunak standar yang menerapkan praktek modern dan metode yangdibuktikan. Untuk menentukan integrasi di dalam konteks proses perangkat lunak,diperlukan pembangunan serangkaian persyaratan untuk I-CASE: Lingkungan I-CASE harus :  Memberikan mekanisme untuk memakai bersama informasi rekayasa perangkat lunak di antara semua piranti yang diisikan di dalam lingkungan tersebut;  Memungkinkan perubahan pada satu item informasi yang akan ditelusuri ke item informasi yang berhubungan; 14
  •  Memberikan kontrol versi dan manajemen konfigurasi keseluruhan bagi semua informasi rekayasa perangkat lunak;  Mengijinkan akses langsung dan tidak berurutan ke setiap piranti yang diisikan di dalam lingkungan;  Membangun dukungan yang diotomatisasi untuk konteks prosedural bagi kerja rekayasa perangkat lunak yang mengintegrasikan piranti dan data ke dalam suatu struktur pembagian kerja standar;  Memungkinkan pemakai masing-masing piranti untuk mendapatkan look and feel yang konsisten pada interface manusia-komputer;  Mengumpulkan baik metrik manajemen dan teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan proses dan produksi. Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, masing-masing blokbangunan arsitektur CASE (Gambar 1.) harus cocok dengan gaya yang tidakberkelim. Seperti diperlihatkan pada Gambar 2., blok bangunan fondasi – arsitekturlingkungan, platform perangkat keras, dan sistem operasi – harus “digabungkan”melalui serangkaian layanan portabilitas untuk kerangka kerja integrasi yangmemenuhi persyaratan tersebut. Layanan Portabilitas Tiang fondasi - arsitektur Kerangka kerja - platform h/w integrasi - O. S. Piranti CASE Gambar 2. Elemen-elemen I-CASE 15
  • Tim rekayasa perangkat lunak menggunakan piranti CASE, metode yangberhubungan, dan kerangka kerja proses untuk menciptakan kolam informasi rekayasaperangkat lunak. Kerangka kerja integrasi memfasilitasi pemindahan informasi kedalam dan keluar dari kolam tersebut. Untuk melakukannya, komponen arsitekturberikut ini harus ada: database untuk menyimpan informasi, sistem manajemen objekuntuk mengatur perubahan informasi, mekanisme kontrol piranti lunakmengkoordinasi penggunaan piranti CASE, dan interface pemakai untuk memberikanjalur yang konsisten di antara aksi yang dilakukan oleh pemakai dan piranti yangdiisikan di dalam lingkungan itu. Sebagian besar model kerangka kerja integrasimenyajikan komponen-komponen tersebut sebagai lapisan. Model kerangka kerjayang sederhana yang hanya menggambarkan komponen-komponen tersebutdiperlihatkan pada gambar 3. Lapisam shared repository database CASE Fungsi-fungsi kontrol akses Layanan manajemen piranti piranti lapisam piranti Case Lapisan menejemen objek layanan integrasi layanan menajemen konfigurasi Lapisam shared repository database CASE fungsi-fungsi kontrol akses Gambar 3. Model arsitektur untuk kerangka kerja integrasiLapisan interface pemakai (Gambar 3.) menggabungkan tool kit interface standardengan suatu protokol representsi biasa. Tool kit interface berisi perangkat lunakuntuk manajemen interface manusia-komputer dan pustaka untuk objek-objek display. 16
  • Keduanya memberikan mekanisme yang konsisten untuk komunikasi di antarainterface dan piranti CASE individual. Protokol representasi adalah himpunanpedoman yang membuat semua piranti CASE memiliki look and feel yang sama.Konvensi layout layar, nama-nama menu dan organisasi, ikon, nama-nma objek,kegunaan keyboard dan mouse, dan mekanisme bagi akses piranti, semuanyaditetapkan sebagai bagian dari protokol representasi. Lapisan piranti menggabungkan serangkaian layanan manajemen pirantidengan piranti CASE itu sendiri. Layanan manajemen piranti (TMS) mengontroltingkah laku piranti di dalam lingkungan tersebut. Bila multitasking digunakan selamaeksekusi terhadap satu piranti atau lebih, maka TMS melakukan sinkronisasimultitasking dan berkomunikasi dan mengkoordinasi aliran informasi dari tempatpenyimpanan dan sistem manajemen objek ke dalam piranti, melakukan pengamanandan fungsi auditing, dan mengumpulkan metrik pada pemakaian piranti. Lapisan manajemen objek (OML) melakukan fungsi manajemen konfigurasi.Pada intinya, perangkat lunak di dalam lapisan arsitektur kerangka kerja inimemberikan mekanisme bagi integrasi piranti. Setiap piranti CASE “diisikan kedalam” lapisan manajemen objek. Dalam hubungannya dengan tempat penyimpananCASE, OML memberikan layanan integrasi – serangkaian modul standar yangmerangkai piranti dengan tempat penyimpanan. OML juga memberikan layananmanajemen konfigurasi dengan memungkinkan identifikasi terhadap semua objekkonfigurasi, dengan melakukan kontrol versi, dan memberikan dukungan untukkontrol perubahan, audit, dan status accounting. Lapisan shared repository adalah database CASE dan fungsi kontrol aksesyang memungkinkan lapisan manajemen objek berintegrasi dengan database. Integrasidata dicapai melalui manajemen objek dan lapisan shared repository. 17
  • Webster’s Dictionary mendefenisikan kata “repository” sebagai “setiap halatau person yang dianggap sebagai pusat dari akumulasi atau penyimpanan.” Selamasejarah awal pengembangan perangkat lunak, tempat penyimpanan benar-benarmerupakan person – pemrograman yang harus mengingat lokasi semua informasiyang relevan dengan suatu proyek perangkat lunak, yang harus melihat kembaliinformasi yang tidak pernah ditulis dan merekonstruksi informasi yang telah hilang.Sayangnya, dengan menggunakan person sebagai “pusat akumulasi danpenyimpanan” (meskipun sesuai dengan definisi kamus), tidak bekerja dengan baik.Saat ini tempat penyimpanan berupa suatu “hal” – database yang bertindak sebagaipusat bagi akumulasi dan penyimpanan informasi rekayasa perangkat lunak. Peranperson (perekayasa perangkat lunak) adalah untuk berinteraksi dengan tempatpenyimpanan dengan menggunakan piranti CASE yang diintegrasikan dengannya. Dalam tulisan ini, digunakan sejumlah bentuk yang berbeda untuk mengacutempat penyimpanan bagi informasi rekayasa perangkat lunak: database CASE,database proyek, database lingkungan pendukung proyek terintegrasi (IPSE), kamusdata (database terbatas), dan tempat penyimpanan. Meskipun ada perbedaan yangtidak kentara di antara beberapa bentuk tersebut, semua mengacu pada benda – pusatuntuk akumulasi dan penyimpanan. Tempat penyimpanan untuk lingkungan I-CASE merupakan rangkaianmekanisme dan struktur data yang mencapai data – piranti dan data – integrasi data.Tempat penyimpanan memberikan fungsi yang jelas dari sistem manajemen database,tetapi sebagai tambahan, tempat penyimpanan melakukan atau memunculkan fungsi-fungsi berikut : 18
  •  Integritas data – mencakup fungsi-fungsi untuk memvalidasi masukan ke tempat penyimpanan, memastikan konsistensi di antara objek yang berhubungan, dan secara  otomatis melakukan modifikasi yang “berpencar ke bawah” pada saat perubahan ke satu objek memerlukan banyak perubahan pada objek yang dihubungkan dengannya;  Berbagai pakai informasi – memberikan mekanisme untuk memakai bersama- sama informasi di antara para pengembang dan di antara piranti, mengatur dan mengontrol akses yang multiuser ke data dan mengunci/membuka objek sehingga perubahan dengan hati-hati akan melapisi satu sama lain;  Integrasi piranti-data – membangun suatu model data yang dapat diakses oleh semua piranti di dalam lingkungan I-CASE, mengontrol akses ke data, dan melakukan fungsi manajemen konfigurasi yang sesuai;  Integrasi data-data – sistem manajemen database menghubungkan objek data sehingga fungsi-fungsi lain dapat dicapai;  Pelaksanaan metodologi – model data E-R yang disimpan di dalam tempat penyimpanan dapat menyatakan secara langsung suatu paradigma spesifik bagi rekayasa perangkat lunak – pada tingkat minimum, hubungan dan objek mendefenisikan serangkaian langkah yang harus dilakukan untuk membangun sisi dari tempat penyimpanan; dan  Standarisasi dokumen – defenisi objek di dalam database secara langsung mengarah kepada pendekatan standar untuk membuat dokumen rekayasa perangkat lunak. Untuk mencapai fungsi tersebut, tempat penyimpanan ditentukan dalambentuk metamodel. Metamodel itu menentukan bagaimana informasi disimpan di 19
  • dalam tempat penyimpanan, bagaimana data dapat diakses oleh piranti dan dikaji olehpara perekayasa perangkat lunak, seberapa baik sekuritas dan integritas data dapatdijaga, dan seberapa mudah model yang ada dapat diperluas untuk mengakomodasikebutuhan-kebutuhan baru. Metamodel adalah template tempat menaruh informasi rekayasa perangkatlunak. Metamodel entity-relationship dapat dibuat, tetapi lainnya, yaitu model yanglebih canggih, juga ada dalam pertimbangan. Diskusi detail mengenai model-modeltersebut tidak ada dalam tulisan ini. Fitur dan isi tempat penyimpanan paling baik dipahami dengan melihatnyadari dua perspektif: Apa yang akan disimpan di dalam tempat penyimpanan danlayanan spesifik apa yang diberikan oleh tempat penyimpanan dan layanan spesifikapa yang diberikan oleh tempat penyimpanan itu? Secara umum, tipe hal-hal yangakan disimpan dalam tempat penyimpanan meliputi:  Masalah yang akan dipecahkan  Informasi mengenai domain masalah  Aturan dan instruksi mengenai proses perangkat lunak (metodologi) yang sedang diikuti  Rencana proyek, sumber daya, dan sejarah  Informasi mengenai konteks organisasi Daftar lengkap mengenai tipe representasi, dokumen, dan kemampuanpenyampaian yang disimpan dalam tempat penyimpanan CASE ada pada Tabel 1. Tempat penyimpanan CASE yang kokoh memberikan dua kelas layanan yangberbeda: (1) tipe layanan yang akan diharapkan dari setiap sistem manajemendatabase yang sesuai, dan (2) layanan spesifik terhadap lingkungan CASE. 20
  • Tabel 1. Isi Repositori CASE Informasi Enterprise Konstruksi Struktur organisasi Kode sumber; kode objek Analisis area bisnis Instruksi pembentukan sistem Aturan bisnis Citra biner Model proses (skenario) Dependensi konfigurasi Arsitektur informasi Perubahan informasi Validasi dan Verifikasi Rencana pengujian; Uji kasus data Skrip uji regresi Desain Aplikasi Hasil tes Aturan metodologi Analisis statistik Metrik kualitas perangkat lunak Informasi manajemen proyek Rencana proyek Struktur pembagian kerja Estimasi; Jadwal Pengisian sumber daya; Laporan masalah Permintaan perubahan; Laporan status Pemeriksaan informasi Dokumentasi sistem Dokumen persyaratan Desain eksternal/internal Manual pemakai Banyak persyaratan tempat penyimpanan sama dengan persyaratan aplikasitipikal yang dibangun pada suatu sistem manajemen database komersial (DBMS).Pada dasarnya, sebagian besar tempat penyimpanan CASE sekarang ini menggunakanDBMS (biasanya relasional atau Orientasi Objek) sebagai teknologi manajemen datadasar. Fitur standar DBMS dari suatu tempat penyimpanan CASE yang mendukungmanajemen informasi rekayasa perangkat lunak meliputi: Penyimpanan data nonredundan. Tempat penyimpanan CASE memberikan tempat tunggal untuk penyimpanan semua informasi yang berhubungan dengan pengembangan sistem perangkat lunak, mengeliminasi pemborosan dan secara potensial duplikasi error-prone. 21
  • Akses kelas tinggi. Tempat penyimpanan memberikan mekanisme akses dataumum sehingga fasilitas penanganan data tidak harus ditiru pada masing-masing piranti CASE.Independensi data. Piranti CASE dan aplikasi target diisolasi dari penyim-panan fisik sehingga tidak dipengaruhi pada saat konfigurasi diubah.Kontrol transaksi. Tempat penyimpanan mengatur interaksi multibagiandengan cara yang menjaga integritas data bila ada pemakai yang konkuren dandi dalam kejadian kegagalan sistem. Hal ini mengimplikasikan penguncianrecord, pelaksanaan dua tahap, transaksi logging, dan prosedur penyembuhan.Keamanan. Tempat penyimpanan memberikan mekanisme untuk mengontrolsiapa yang dapat melihat dan memodifikasi informasi yang diisikan di dalam-nya. Tempat penyimpanan minimal harus menjalankan password multileveldan tingkat pembolehan yang diberikan oleh para pemakai individual.Query dan laporan data ad hoc. Tempat penyimpanan mengijinkan akseslangsung ke isinya melalui interface pemakai yang baik seperti SQL atau"browser" yang berorientasi pada bentuk, memungkinkan analisis user-defineddi luar laporan standar Yang diberikan dengan tool set CASE.Keterbukaan. Tempat penyimpanan biasanya memberikan mekanismeimpor/ekspor untuk memungkinkan loading atau transfer yang sangat besar.Interface biasanya berupa transfer file ASCII mentah atau interface SQLstandar. Banyak tempat penyimpanan memiliki interface tingkat yang lebihtinggi yang merefleksikan struktur metamodel mereka.Dukungan multiuser. Tempat penyimpanan yang baik harus mengijinkanpara pengembang bekerja pada suatu aplikasi pada saat yang sama. Tempatpenyimpanan harus mengatur akses konkuren ke database oleh banyak piranti 22
  • dan pemakai dengan arbritrase akses dan penguncian pada tingkat file atau record. Untuk lingkungan yang berdasarkan jaringan, dukungan multiuser juga menyatakan secara langsung bahwa tempat penyimpanan berinteraksi dengan protokol dan fasilitas jaringan biasa. Lingkungan CASE secara khusus juga memerlukan tempat penyimpananlebih dari yang tersedia pada DBMS komersial. Fitur khusus tempat penyimpananCASE meliputi: Penyimpanan struktur data yang canggih. Tempat penyimpanan harus mengakomodasi tipe data kompleks seperti diagram, dokumen, dan file, serta elemen, data sederhana. Tempat penyimpanan juga meliputi model informasi (atau metamodel) yang menggambarkan struktur, hubungan, dan semantik dari data yang disimpan di dalamnya. Metamodel harus dapat diperluas sehingga representasi dan informasi organisasional yang unik, dapat diakomodasi. Tempat penyimpanan tidak hanya menyimpan model dan deskripsi sistem yang sedang dikembangkan, tetapi juga metadata yang berhubungan (yaitu, informasi tambahan yang menggambarkan informasi rekayasa perangkat lunak itu sendiri, misal pada saat suatu komponen desain tertentu diciptakan, apa statusnya sekarang dan komponen lain yang menjadi tempat komponen bergantung). Penyelenggaraan Integritas. Model informasi tempat, penyimpanan juga berisi aturan, atau kebijakan, yang menggambarkan aturan bisnis yang berlaku serta batasan dan persyaratan lain pada informasi yang sedang dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan (secara langsung atau melalui suatu piranti CASE). Fasilitas yang disebut trigger dapat digunakan untuk mengaktivasi aturan yang sesuai dengan suatu objek setiap saat objek dimodifikasi, yang 23
  • membuatnya mungkin untuk memeriksa validitas model desain, dalamreal-time.Interface piranti semantic-rich. Model informasi tempat penyimpanan(metamodel) berisi semantik yang memungkinkan berbagai piranti meng-interpretasikan arti dari data yang disimpan di dalam tempat penyimpanan.Misalnya, diagram aliran data yang diciptakan oleh suatu piranti CASEdisimpan di dalam tempat penyimpanan dalam bentuk yang berdasarkanmodel informasi dan tidak tergantung pada setiap representasi internal yangdigunakan oleh piranti itu sendiri. Piranti CASE yang lain kemudian meng-interpretasikan isi tempat penyimpanan dan menggunakan informasi yangdibutuhkan untak tugasnya. Demikianlah, semantik yang disimpan di dalamtempat penyimpanan mengijinkan pemakaian bersama data di antara berbagaimacam piranti, pada saat diperhadapkan pada konversi piranti-ke-piranti atau“jembatan”.Manajemen, proses/proyek. Tempat penyimpanan berisi informasi yangtidak hanya tentang aplikasi perangkat lunak itu sendiri, tetapi jugakarakteristik dari masing-masing proyek khusus dan proses umum organisasibagi rekayasa perangkat lunak (fase, tugas-tugas, dan kemampuanpenyampaian). Hal ini membuka kemungkinan untak mengotomasi koordinasiaktivitas pengembangan teknik dengan aktivitas manajemen proyek.Contohnya, pembaruan status tugas-tugas proyek dapat dilakukan secaraotomatis atau sebagai by-produk dengan menggunakan piranti CASE.Pembaruan status dapat dilakukan dengan sangat mudah bagi parapengembang tanpa harus meninggalkan lingkungan pengembangan normal.Pemberian tugas dan query juga dapat ditangani oleh e-mail. Laporan 24
  • masalah, tugas-tugas pemeliharaan, autorisasi perubahan, dan status perbaikan dapat dikoordinasikan dan dimonitor melalui piranti yang mengakses tempat penyimpanan. Fitur tempat penyimpanan berikut ini semua dicakup oleh manajemenkonfigurasi perangkat lunak. Fitur itu diuji lagi di sini untuk menekankan interrelasi diantara mereka terhadap lingkungan I-CASE.Versioning. Pada, saat proses berjalan, banyak versi dari produk kerja individual akandiciptakan. Tempat penyimpanan harus dapat menyimpan semua versi ini untukmemungkinkan manajemen efektif dari rilis produksi dan untuk mengijinkanpengembang berbalik ke versi sebelumnya selama pengujian dan debugging.Versioning dilakukan dengan algoritma kompresi untuk meminimalkan alokasipenyimpanan, dan mengijinkan regenerasi dari setiap versi terakhir dengan beberapaoverhead pemrosesan.Penelusuran Ketergantungan dan Manajemen Perubahan. Tempat penyimpananmengatur berbagai hubungan di antara elemen data yang disimpan di dalamnya;mencakup hubungan di antara entitas perusahaan dan proses, di antara bagian-bagiandari suatu desain aplikasi, di antara komponen desain dan arsitektur informasiperusahaan, di antara elemen desain dan kemampuan penyampaian, dan seterusnya.Beberapa dari hubungan itu hanya merupakan asosiasi, dan beberapa merupakanketergantungan atau hubungan sebagai keharusan. Pemeliharaan hubungan di antaraobjek pengembangan ini disebut manajemen link. Kemampuan untuk melacak semua hubungan ini merupakan hal krusial bagiintegritas informasi yang disimpan dalam repositori dan untuk membangkitkankemampuan penyampaian, dan ini merupakan kontribusi yang paling penting dari 25
  • konsep repositori untuk peningkatan proses pengembangan perangkat lunak. Di antarabanyak fungsi yang didukung oleh manajemen link adalah kemampuan untukmengidentifikasi dan memperkirakan pengaruh perubahan. Pada saat desainberkembang untuk memenuhi persyaratan yang baru, kemampuan pengidentifikasiansemua objek yang dapat dipengaruhi memungkinkan perkiraan biaya yang lebihakurat, downtime, dan tingkat kesulitan. Kemampuan pengidentifikasian jugamembantu mencegah efek samping yang tidak diharapkan yang sebaliknya akanmembawa kepada cacat dan kegagalan sistem.Penelusuran Persyaratan. Fungsi khusus yang bergantung pada manajemen linkadalah penelusuran persyaratan. Penelusuran persyaratan merupakan kemampuanuntuk menelusuri semua komponen desain dan kemampuan penyampaian yangdihasilkan dari suatu spesifikasi persyaratan spesifik (forward tracking), sertakemampuan untuk mengidentifikasi persyaratan yang mana yang dimunculkan olehkemampuan penyampaian yang diberikan (backward tracking).Manajemen Konfigurasi. Fungsi lain yang bergantung pada manajemen link adalahmanajemen konfigurasi. Fasilitas manajemen konfigurasi bekerja dengan manajemenlink dan fasilitas versioning untuk melacak serangkaian konfigurasi yangmerepresentasikan kejadian penting dari proyek spesifik atau rilis produk. Manajemenversioning menyediakan versi-versi yang diperlukan, dan manajemen link menjagajalur dari saling ketergantungan. Misalnya, manajemen konfigurasi seringmemberikan suatu fasilitas build untuk mengotomatisasi proses transformasikomponen desain ke dalam kemampuan penyampaian yang dapat dieksekusi.Audit Trail. Dihubungkan dengan manajemen perubahan adalah kebutuhan akanaudit trail yang membangun informasi tambahan tentang kapan, mengapa, dan olehsiapa perubahan dibuat. Sebenarnya hal ini bukan merupakan persyaratan yang sulit 26
  • bagi suatu tempat penyimpanan yang memiliki model informasi yang kokoh.Informasi mengenai sumber perubahan dapat dimasukkan sebagai atribut objekspesifik di dalam tempat penyimpanan. Mekanisme pemicu tempat penyimpanansangat membantu dalam memberikan peringatan kepada pengembang atau pirantiyang sedang dia pergunakan untuk mengawali entry informasi audit (misal alasanuntuk suatu perubahan) kapan saja suatu elemen desain dimodifikasi.KESIMPULAN Piranti CASE menjangkau setiap langkah di dalam proses perangkat lunak danaktivitas-aktivitas pelindung yang diterapkan pada keseluruhan proses. CASEmengkombinasikan serangkaian building block yang dimulai pada perangkat kerasdan tingkat perangkat keras sistem operasi dan berakhir dengan piranti individual. Pada tulisan ini kita telah membahas taksonomi piranti CASE. Kategoritersebut meliputi baik aktivitas manajemen maupun teknis dan mencakup sebagianbesar area aplikasi perangkat lunak. Masing-masing kategori piranti dilihat sebagaisuatu "solusi pokok". Lingkungan I-CASE mengkombinasikan mekanisme integrasi untuk data,piranti, dan interaksi manusia komputer. Integrasi data dapat dicapai melaluipertukaran informasi secara langsung, melalui struktur file yang biasa, dengan berbagipakai data atau interoperabilitas, atau melalui pemakaian tempat penyimpanan I-CASE penuh. Integrasi piranti dapat dibuat custom-designed oleh vendor yang bekerjabersama atau dapat dicapai melalui perangkat lunak manajemen yang diberikansebagai bagian dari tempat penyimpanan. Integrasi manusia komputer dicapai melaluistandar interface yang sedang menjadi semakin umum pada industri. Arsitektur 27
  • industri didesain untuk memfasilitasi integrasi para pemakai dengan piranti, pirantidengan piranti, piranti dengan data, dan data dengan data. Tempat penyimpanan CASE dapat diacu sebagai “software bus” Informasibergerak melaluinya, berjalan dari piranti ke piranti sekali perangkat lunak berjalan.Tetapi tempat penyimpanan sangat lebih daripada “bus.” Repositori juga merupakantempat penyimpanan yang menggabungkan mekanisme yang canggih untukmengintegrasikan piranti CASE sehingga meningkatkan proses melalui manaperangkat lunak dikembangkan. Tempat penyimpanan merupakan database relasionalatau OO yang merupakan “pusat dari akumulasi dan penyimpanan” bagi informasirekayasa perangkat lunak.DAFTAR PUSTAKAForte, G., In Serach of the Integrated Environment, CASE Outlook, Maret/April 1989, Hal. 5-12.Forte, G., Rally Round the Repository, CASE Outlook, Desember 1989, Hal. 5-27.L. Bass, P. Clements, R. Kazman., 1998, Software Architecture in Practice, UK: Addison Wesley.Pressman, R. S., 2002, Software Engineering, New York: Mc Graw Hill.Sommerville, I., 2003, Software Engineering, UK: Addison Wesley.Welke, R.J., Meta Systems on Meta Models, CASE Outlook, Desember 1989, Hal. 3545. 28