• Like
  • Save
Jingga untuk matahri part 3
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Jingga untuk matahri part 3

  • 2,738 views
Uploaded on

 

More in: Technology , Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,738
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Jingga Untuk Matahri Part 3”Ma... pulangin Adis. Adis mau ke papa””kamu udah ribuan kali ngomong gitu ke mama Adis... mama capek dengernya. Tohmau kamu ngerengek-rengek minta balik ke Indonesia jutaan kali pun mama gak bakalngabulin””tapi ma...””kamu tuh kenapa sih gak ngerti-ngerti. Kamu fikir mama ngelakuin ini semua buatapa, hah? Buat kebahagiaan kita dis. Buat kamu. Supaya kamu gak bener-bener jadianak pengusaha bangkrut yang mendadak miskin, yang gak bisa sekolah, yang gak bisabeli apa-apa, yang ujung-ujungnya bunuh diri karna gak sanggup nanggungkemiskinan. Satu lagi, kamu tau mama dari kecil nggak pernah hidup susah, begitujuga kamu. jadi mama, gak mau dan gak akan pernah mau jatuh miskin Adis. Mamanggak sanggup” kemudian ibu muda itu pergi, pergi tanpa mendengar lagi jawabananaknya, isi hati anak kesayangannya.”kalo aja mama tau dimana letak kebahagiaan Adis yang sebenarnya ma” ucapnyalirih.Kemudian sakit itu mulai terasa lagi, sakit di bagian dada yang memang sudah biasadia rasakan sejak kecil. Namun belakangan ini semakin terasa menyakitkan. Sakit yangmungkin juga karna rindu yang begitu dalam pada dua orang, dua orang di kejauhansana yang berjarak jutaan kilometer, jarak yang tak pernah bisa direngkuhnya.***”kakak mau bawa saya kemana?” tanya Tari lantang.”diem lo, gak usah berisik. Makin lo berisik, makin gede kemungkinan gue buatnyakitin lo” bentak Vero.Setelah hampir sejam perjalanan, mereka sampai di tempat tujuan. Tari pingsan,karena di jalan Vero membekapnya dengan sapu tangan yang sudah diberi cairan obatbius. Dari dalam rumah kosong tersebut muncul Angga yang nampak sedikit gelisah.”lo apain?” tanya Angga penasaran.“belom. Cuma gue bius aja. Dia gak bisa diem sih”Kemudian Angga langsung memopong tubuh Tari masuk ke dalam rumah. „maafin gueTar... tapi ini baru awal‟ batin Angga.“kerjain ver” perintah Angga.
  • 2. “dengan senang hati” jawab Vero dengan senyum sinis.Kemudian Angga mencari-cari handphonenya dan mulai mengontak seseorang. Setelahsambungan masuk.”lo dimana?” tanya Angga langsung tanpa perlu basa-basi.”ngapain lo nanya-nanya gue dimana? Sejak kapan lo belagak ngurusin gue?” jawab Arinyolot.”gue Cuma mau mastiin lo dimana. Soalnya yang gue tau lo nggak mungkin lagi samaTari. Soalnya...” Angga menggantung kalimatnya ”soalnya... Tari lagi ada sama gue”sontak Ari terkejut. Apapun yang ada hubungannya dengan cowok lawan bicaranyasatu ini, itu pasti malapetaka. Setidaknya itu yang selalu dirasakan Ari ketikaberurusan dengan Angga.”lo gak usah maen-maen”“gue maen-maen? Sama lo? Ck . kita bukan anak SMP lagi ri. Jadi gak ada lagi istilahmaen-maen”“lo apain dia, hah?” tanya Ari tak sabar.“gue apain? Emh, gak gue apa-apain. Paling gue sayang-sayang doang”“brengsek lo. Beraninya maen cewek. Kalo lo berani, hadepin gue satu lawan satu.masalah lo sama gue, bukan sama Tari. Kalo sampe lo sentuh Tari sedikit aja, guebersumpah, gue kejer lo kemana juga, gue bunuh lo pake tangan gue sendiri” emosiAri kian meninggi. Tak dapat dibayangkannya satu hal buruk terjadi pada Tari karenacewek itu harus ikut menanggung masalahnya.”tapi masalahnya lo sekarang gak bisa apa-apa Ri. Kalo nggak gini aja, lo tunggu,diem. Jangan ada yang tau lagi selain lo, gue, sama Vero. Lo tunggu kabar dari guegimana ntar”Ari terpana mendengar nama Vero. Jadi cewek satu itu juga termasuk dalam skenariorancangan Angga. Ari tidak tau pasti apa keterlibatan Vero dalam urusan satu ini,yang dia tau pasti cewek itu sangat membenci Tari. Dan kalau saja Tari berada didalam genggamannya, Tari tentu dalam bahaya yang sangat besar. Dan Ari sadar,melawan dan nyolot di depan Angga pun sekarang tidak ada gunanya. Malah akanmembuat cowok itu semakin frontal terhadap Tari. Maka diputuskannya untukmeredam emosinya sesaat.”gue nggak ngerti apa yang lo mau dari gue. Tapi apapun itu, pastinya nggak lebihberharga dibanding Tari. Jadi, apapun itu yang lo pinta dari gue, pasti gue kasih ke lo.Asal lo jamin Tari nggak kenapa-napa” perkataan itu membuat dada Ari terasa sesak.Sakit. Merasa gagal menjaga mataharinya, Ari memutuskan untuk melawan Anggamati-matian nantinya. Kalaupun tidak bisa dengan cara itu, maka akan diberinyanyawanya sekalipun.Angga menutup telfon dengan senyum penuh kemenangan. ‟gue baru sadar sekarangTar, seberapa berharganya lo untuk Ari‟ batin Angga sambil menatap Tari yang masihpingsan.***Di tempat lain...”non adis colaps lagi nyonya”Yang diajak bicara hanya bisa tertunduk lesu.
  • 3. ”nyonya, maaf sebelumnya… tapi saya benar-benar harus bicara ini nyonya… katadokter tadi penyakitnya ini sebenarnya tidak mematikan. Tapi akan sangat seringkambuh. Semakin jiwanya tertekan, maka penyakitkan akan semakin sering kambuhbahkan sampai colaps. Saya kira, nyonya tau pasti hal-hal apa yang membuat diatertekan. Dia mau pulang. Sudah cukup 3 tahun nyonya. Sejak tuan Danu bangkrut,tuan dan nyonya bertengkar hebat kemudian bercerai, nyonya menikah dengan laki-laki lain dan pindah keluar negeri, memutus hubungan anak dengan ayah secara paksapadahal nyonya tau non Adis dengan tuan Danu sangat akrab. Disini pun nyonya sibukmembantu bisnis suami nyonya, pergi pagi pulang larut malam, bahkan tidak pulangsampai beberapa hari. Dia sekolah home schooling. Kalau sudah seperti itu darimanadia dapat teman nyonya? Darimana dia bisa memperoleh harapan untuk tertawa?Darimana dia bisa menemukan seseorang kalau ingin menumpahkan isi hatinya?” ibutua itu berbicara dengan penuh tekanan, emosi yang tertahan, atas kesalahannyaselama ini yang hanya diam. Karena tak sekalipun ia berani berbicara seperti inikepada majikannya ini semenjak keikutsertaannya pindah atas permohonan majikankecilnya yang tidak mau pergi kalau ia tidak diikutsertakan.”tapi saya cuma punya dia bik, dia putri saya satu-satunya” kata-kata itu keluar tulusdari dalam hati, dengan raga yang tertunduk lesu, kemudian air mata itu menetes,berlinang begitu saja. Sesak sekali rasanya mengetahui keadaan bahwa ternyata iatelah menyakiti putri kandungnya sendiri, memenjarakan putri kandungnya sendiri,menentukan arah kemana putrinya harus pergi, dan membuat putrinya menjalanihidup tanpa pilihan.”kalau saja nyonya mengizinkan dia untuk pergi. Dia tidak akan benar-benar perginyonya. Dia masih anak nyonya, nyonya bisa telfon dia kapan saja, menjenguk diakapan saja”***”udah dua kali suntik Ga” terang Vero bangga.”oke, cukup dulu lah ver. Waktu masih panjang ini””gue sih pengennya dia sampe mampus””gila lo. Inget komitmen kita ver, Cuma bikin sakit, nggak bikin mati””iya iya gue tau. Siapa juga yang mau masuk penjara. Ogah gue”“nah itu lo tau. Makanya kita tetap di jalur sesuai rencana””hemm” jawab Vero malas-malasan.***Ari memacu mobilnya ugal-ugalan, pergi ke segala arah berharap menemukanpetunjuk keberadaan Tari. Meskipun ia tau, Angga tidaklah begitu bodoh untukmembuat tempat sandera di pinggir jalan. Setelah 2 jam dilalui dengan begitu berat,penuh amarah dan emosi, penuh rasa bersalah karena merasa tidak becus menjagaorang yang sangat dia cintai. Ringtone tanda panggilan masuk di handphone Ariberbunyi dan memunculkan nomer yang tidak dia kenal. Dengan perasaan gugup Arimengangkat telfon.”halo”.”halo, Ari? Ari ini tante, mamanya Tari. Ari tau Tari dimana? Udah 2 jam dari waktupulang tapi Tari belum juga sampe rumah. Tante udah coba hubungi dia beberapa kali
  • 4. tapi handphonenya nggak aktif. Apa dia ada sama Ari? Kalo dia ada sama Ari tantelega, seenggaknya Tari aman” kata-kata yang begitu telak diucapkan mama Taribahkan tanpa titik koma saking khawatirnya ia pada anak perempuannya. Ucapankekhawatiran seorang ibu yang membuat Ari semakin hancur. Hancur sejadi-jadinya.Merasa telah menyobek kertas kepercayaan yang telah diberikan mama Tarikepadanya.”iya tante... ini Ari... iya, Tari lagi ada sama Ari. Tadi handphonenya lowbat jadi gakbisa kabarin tante. Maaf ya tante. Tapi tante tenang aja, jangan khawatir, Tari pastiaman” ucap Ari dengan intonasi naik turun. Namun mama Tari tak sedikitpun curiga,dia percaya pada cowok satu ini dalam hal menjaga anaknya.”yaudah, tante titip Tari yah Ri. Jangan pulang terlalu malam””iya, tante”Telfon ditutup. Ari keluar memarkir mobil di pinggir jalan rerumputan. Menendangapa saja yang berada di dekatnya, ban mobil, bebatuan, kaleng bekas bahkan trotoarjalan. Tak lama kembali telfon masuk, kali ini dari Angga.”brengsek lo. sengaja ngulur-ngulur waktu” sergah Ari langsung.”tenang dong lo. gak sabaran banget””gue gak akan gini, kalo gue gak inget Tari lagi ada sama lo, brengsek””kita itu sama-sama orang jahat tau Ri. Jadi gak usah sok ngatain gue. Mending losekarang jemput Tari deh. Kasian tuh dia””kasian? lo apain dia hah?””makanya lo liat aja sendiri. Banyak tanya lo””posisi lo dimana sekarang?”Kemudian Angga menyebutkan alamat dimana dia, Vero dan Tari berada. Setelahtelfon ditutup Ari bergegas menuju tempat yang disebutkan Angga tadi.***”cepet juga lo” sambar Angga ketika dilihatnya Ari turun dari mobilnya.”mana Tari?” tanya Ari tak sabar.”masuk” perintah Angga.Ari mengikuti langkah Angga. Setelah dia masuk, dilihatnya Vero beserta 7 orangberbadan kekar yang tampak seperti bodyguard yang membelakangi satu sosok, sosokyang menjadi puncak fikirannya. Tari. Gadis itu duduk tak sadarkan diri diatas bangkukayu, tangan dan kakinya terikat tali, dan ia masih mengenakan seragam sekolah. Taritampak sangat pucat, diam seperti dibekukan.”lo apain dia hah?” Ari seketika maju ingin memukul Angga, setelah ditarik oleh orangsuruhan Angga dan dipukuli hingga jatuh. Ari bukannya tidak jago dalam halberkelahi. Dia jagonya malah. Namun satu lawan tujuh memang tidak sepantasnya,untuk petinju terbaik dunia sekalipun, kecuali dalam sinetron-sinetron yanghiperbolis.”dia Cuma dikasih Vero suntikan cairan dikit. Tuh suntikan gunanya buat ngelemahinkerja jaringan-jaringan saraf secara permanen. Jadi dia kayaknya udah gak bisa geraklagi deh. Lo harusnya seneng Ri. Gue udah bantu lo nih. Jadi kan lo gak usah capek-capek lagi buat ngejer dia, soalnya dia gak mungkin lari lagi, gerak aja gak bisa”Ari baru akan menggapai Angga, ketika lagi-lagi para bodyguard menghalangilangkahnya, bahkan kali ini pukulan mereka lebih frontal pada Ari.
  • 5. ”brengsek lo, cara lo manfaatin cewek norak, bego. Lo ingetin yaa, keluar dari sini lobakal gue bunuh. Gue bunuh. Catet omongan gue. Sekarang cepet lo sebutin apa maulo” ucap Ari dengan wajah yang sudah memar.“mau gue cuma satu Ri. Gue cuma pengen lo denger cerita gue. Setelah lo dengercerita gue, gue bersumpah lo boleh bawa Tari pergi dari sini”“cerita apaan? Lo gila? Gak usah becanda deh lo”“gue serius, udah gue bilang. Kita bukan anak SMP lg Ri. Jadi nggak ada becanda-becandaan lagi” masih dengan nada santai.“cepet bilang apa mau lo” ucap Ari lantang tak sabar.”pertama... gue mau lo nginget satu nama...” Angga menggantung kalimatnya, karenamengucapkan nama ini, tak pernah mudah untuknya. Nama ini, bahkan disebut satupenggal saja bisa menyayat lagi hatinya yang telah rusak. Tapi dengan susah payahdilanjutkannya kalimat tersebut “Adisa Putri Kinanti”.Ari terdiam. Nama itu. Ari berusaha mengingat mati-matian, Ari bukannya lupa, Ariingat nama itu, namun hanya namanya, tidak orangnya. Dia bahkan hanya mengingatnama itu sebagai angin lalu, sebagai salah satu dari sekian banyak kenangannya. Dannama itu termasuk golongan nama yang tidak spesial bagi Ari. Hanya sekedar pernahada, namun hilang begitu saja termakan waktu.”lupa kan lo””gue lagi nginget bego. Emang kenapa sih lo? nyolot banget pengen gue nginget siapatuh orang” timpal Ari ‟lo bahkan gak inget samasekali Ri‟ batin Angga teriris.”gue bantu. Lo inget temen SMP lo yang namanya Remi, yang bandelnya minta ampunitu?”Ari mengangguk malas.”si Remi itu dulu pernah ngerampas diary anak cewek kan, trus dia bacain kencengbanget di depan kelas sampe tuh cewek lari ke luar sekolah dan besok-besoknya dianggak sekolah sampe 5 hari gara-gara malu. nah, nama yang gue sebutin tadi itu,nama tuh cewek” ungkap Angga. Belum sempat Ari menyambar omongan Angga.”kak Ari” panggil Tari lirih.”Tari” desis Ari.”s..sakit banget kak” rintih Tari yang masih tertunduk. Tari benar-benar pucat,lemas, hanya diam. Suaranya pun parau. Membuat dada Ari semakin sesak.”diemin dia Ver. Berisik banget””gak perlu lo omongin juga pasti gue diemin ga. Gue suka banget kalo liat ni cewekmenderita” ucap Vero sambil menatap sinis pada Ari lalu berbalik ke Tari.“dan lo diem Ri. Gue jamin ini suntikan terakhir, kalo lo bisa diem dan bicaraseadanya sesuai perintah gue. Tapi kalo lo nyolot, persediaan cairan suntikan guemasih banyak tuh” Angga menunjuk beberapa botol kecil yang masih bersegel di atasmeja. „maafin gue Tar‟ batin Ari.Vero menyuntik Tari kembali di tangan kirinya. Tari menjerit tanpa suara. Tandabahwa dia sangat kesakitan. Ari hancur. Rasanya dia sangat ingin dibunuh saja untukmenggantikan posisi Tari.“gue balik lagi ke cerita gue. Lo tau pasti kan isi diary cewek itu apa? Lo ikut dengerkan pas temen lo si Remi itu ngebacain isi diary itu di depan kelas? Isi diary itu...Semua, 100% isinya... tentang lo. Hal sekecil apapun yang ada hubungannya sama loselalu dia tulis dalem diary itu. Bahkan elo yang telat dateng kesekolah, elo yang
  • 6. dihukum lari keliling lapangan, elo yang kalo pas senyum keliatan manis, bahkan elolagi bengong aja dia tulis di diary itu. Tapi lo nggak peduli gimana malunya dia waktuitu. Dia lari, lari sekenceng-kencengnya keluar dari sekolah, sampe tasnya punditinggal. Bahkan 5 hari sejak kejadian itu dia gak masuk sekolah karna gak maunanggung malu diejek sama anak-anak. Lo tau? Gue yang bawain tasnya yang diatinggal di kelas. Gue yang tiap hari datang ke rumahnya buat ngehibur, gue yangngeyakinin dia buat masuk sekolah lagi. Tapi kejadian itu masih nggak ngebuat diabenci sama lo. Tapi gue tetep sabar, gue fikir apapun kejadiannya gue masih bisa jagadia” kemudian Angga menghentikan cerita panjangnya.”jadi karena itu? Karena itu lo selama ini benci banget sama gue? Itu yang ngebuat lopengen banget ngancurin gue hah? Itu cerita anak SMP Ga. Kenapa lo bawa-bawasampe sekarang” tanya Ari sinis.”nggak sampe situ. Lo tau berapa kali kesalahan lo ke dia yang nggak lo sengaja tapibener-bener nyakitin dia? Waktu itu bokapnya bangkrut, nyokapnya niat nikah lagi.Dia mau dibawa keluar negeri sama nyokapnya. Dia berontak mati-matian. Karna salahsatu yang paling nggak pengen dia tinggalin disini selain bokapnya yaitu elo. Hariterakhir dia sekolah, dia ngarep banget lo mau ngasih seenggaknya satu senyumanterakhir buat dia. Tapi ternyata. Lo inget apa yang lo lakuin?”Ari berfikir sejenak. Rasanya terakhir kali dia bertemu gadis itu...”Ari””lo manggil gue?””iya”“ada perlu apa?” tanya Ari malas.“aku cuma mau kasih ini” kemudian gadis itu mengeluarkan sapu tangan berwarnajingga yang bertuliskan nama „Matahari Senja‟ di bagian sudut kanan sapu tangan itu.“buat apa?”“kalo bisa, disimpen yah” kemudian gadis itu pergi dengan wajah sedih. Mengingatini adalah hari terakhirnya melihat cowok ini.Kemudian Ari berfikir lagi. Sapu tangan itu. Shit! Batinnya dalam hati. Sapu tangan itudipinjam temannya, Remi. Dan oleh temannya itu digunakan untuk mengelap bolayang kotor terkena becek.”asal lo tau, dari jauh dia ngeliatin Ri. Sapu tangan yang dia sulam sendiri, yangwarnanya dia pilih sendiri dirusak seenaknya sama lo” Angga seperti bisa membacafikiran Ari.”bukan gue yang rusak...””tapi lo diem aja, bego. Lo nggak nyoba ngerebut sapu tangan itu kan. Karena loemang dari awal nggak pernah ngehargain pemberian orang. Lo selalu nganggepremeh orang lain Ri. Lo tau? Setelah itu dia nangis, nangis parah banget. Gue gak taunenanginnya pake apa. Gue bilang kalo gue janji bakal bales perlakuan lo ke dia, tapiapa? Yang ada malah dia bilang ke gue „Ga... tolong sekali aja lo beranggapan baik keAri yah‟. dan lo tau? Setelah ngucapin kata-kata itu dia colaps. Dia itu sakit Ri. Sakit.Dia menderita karna itu. Dan lo, secara nggak langsung lo udah puluhan kali bikinpenyakitnya kambuh” ucapan Angga kali ini benar-benar penuh emosi. Ditonjoknya Ariuntuk sedikit meredam emosinya.Ari hanya diam, meskipun merasa sakit. Dia tak sanggup mengeluarkan suara.
  • 7. Ternyata ini. Ini yang membuat Angga begitu membencinya. Membuat Angga sangatingin memburunya.”lo ada hati ke tuh cewek?” tanya Ari singkat. Namun sangat telak bagi Angga. Dengansusah payah diberinya Ari alasan lain.”dia sahabat gue. Dia yang ngewarnain hidup gue. Dia...” Angga tak mampu lagimelanjutkan kalimatnya.”sekarang dia dimana?””udah dibilang dia pergi ke luar negeri” Jawab Angga tak sabar.”elo yang bego, kenapa lo nggak kontak dia kalo emang lo khawatir hah?””lo fikir dia ninggalin sesuatu yang bisa buat gue ngubungin dia? dia pergi gitu aja,nggak kasih gue harapan buat setidaknya ketemu atau ngomong sama dia lagi suatusaat””tapi Tari nggak salah. Kenapa lo bales sakit hati lo ke dia. Kenapa lo nggak bales kegue? Masalah lo sama gue, brengsek”“lo juga nggak pernah nyakitin gue secara langsung kan? Jadi gue ngikutin cara lo, guesakitin orang yang lo sayang. Karna lo... lo udah nyakitin orang yang gue sayang”Angga tertunduk. Kemudian.“lepasin dia... biarin dia ngelawan gue” perintah Angga pada orang-orang yangberbadan tegap tadi. Sesaat Ari dilepaskan. Kemudian...Bukk.Satu pukulan keras melayang ke wajah Angga.”kalo itu yang lo maksud. Gue paham. Gue minta maaf. Gue minta maaf banget samalo. Tapi asal lo tau, nggak ada ampun buat orang yang udah nyakitin Tari”Orang suruhan Angga sudah ingin turun tangan, namun Angga melarang ”kalian diemdisitu, biarin dia muasin diri. Karna gue udah puas nyakitin Tari” omongan Anggabarusan benar-benar membuat Ari mendidih.Bukk. Satu pukulan lagi. ”ini buat Tari”Bukk. Pukulan ke dua di dipipi kanan Angga. ”ini juga buat Tari”Bukk. Pukulan ketiga tepat di hidung Angga yang kontan saja mengeluarkan darah”ini... buat... Tari...”Vero hanya diam. Diam membeku. Bagaimana kalau Ari juga berbuat sesuatu padanya.Kemudian Ari berjalan menuju Tari, dilewatinya saja Vero. Dia tidak peduli lagi akanapapun sekarang, Vero bisa diurusnya lain waktu, namun Tari... dia tidak bisamembayangkan kalau gadis ini tak tertolong.Angga sendiri tetap tenang, karena sebenarnya tidak ada apa-apa dicairan itu, cairanitu cuma untuk membuat orang mati rasa dalam waktu yang singkat, bukannya sepertiyang dikatakannya pada Ari barusan. Dia hanya ingin mendapatkan moment dimanaAri merasakan sakit yang benar-benar sakit saat dilihatnya gadis yang sangatdicintainya mengalami kepedihan. Persis seperti apa yang dirasakannya dulu.”Tar... sabar yah. Gue bawa lo ke rumah sakit sekarang” Ari melepaskan semua ikatantali di tubuh Tari. Dan menggendong Tari keluar menuju mobil. Ditinggalkannya sajaAngga yang terluka parah karna hantamannya. Angga yang merasa sakit namun sedikitpuas karna apa yang dijanjikannya slama ini sedikit demi sedikit terpenuhi. Bahwa diaakan membawa Ari kembali ke masa lalu, walaupun hanya dalam 5 menit.***
  • 8. ”maafin Ari tante” ucap Ari lirih penuh dengan penyesalan. Saat-saat seperti inilahyang sangat dibencinya. Saat-saat dimana dia merasa benar-benar tidak berguna.”sudah terjadi. Lagipula ini bukan salah kamu sepenuhnya Ri””tapi saya gagal jagain Tari tante, saya memang gak berguna” tangis Ari pecah. Taksanggup ditahannya lagi air mata yang kian memadati kelopak matanya.”tante percaya ini hanya sebagian kecil dari takdir kalian. Harus dijalani, kalau masihtetap ingin bersama”Ari hanya diam.Tak lama dokter yang memeriksa Tari keluar dari ruang yang menyimpan Tari didalamnya.”gimana dia dok?” tanya Ari tak sabar.”sebenarnya itu cuma cairan peredam rasa sakit biasa. Biasanya digunakan untukorang yang ingin meredam rasa sakit. Akan tetapi kalau digunakan oleh orang yangsedang tidak mengalami kesakitan, maka dampaknya orang itu akan mati rasa. Tapiini tidak permanen, efeknya hanya akan bertahan sekitar 24 jam sejak cairan itudisuntikan” Ari lega, mama Tari lega, semua orang yang menunggu Tari dalam diam,dalam kecemasan sedari tadi kini sudah bisa menghembuskan nafas dengan teratur.***”hah? Serius bik, mama bilang gitu?” baru saja bangun dari colaps, Adis sudahmenerima berita yang sangat dia tunggu, setidaknya sejak 3 tahun yang terasapanjang ini.”iya sayang...” ucapan lembut itu berasal dari wanita yang tiba-tiba muncul dari daunpintu, kemudian wanita itu mendekat dan memeluk erat putrinya.”mama minta maaf... maafin mama sayang... mama udah jahat sama kamu, selama 3tahun ini mama nyaris bunuh kamu karna ego mama” ucapnya lirih disertai tangisan.”ma... Adis nggak pernah nganggep mama salah, disini tuh nggak ada yang salah ma,mama, papa, nggak ada yang salah. Jalan kita udah kayak gini ma, takdir. Takdirngebuat mama sama papa harus jalan masing-masing. Adis terima kenyataan mamasama papa jalan masing-masing, tapi Adis nggak mau kalo sampe kehilangan salahsatu dari kalian” gadis ini pun menangis, namun ia tetap tenang karena gadis inimemang tipikal gadis lembut, tenang dan manis.”tapi kamu janji walopun kamu tinggal sama papa, kamu harus sering-sering telfonmama yaa, mama juga bakal sering-sering kesana buat ngunjungin kamu” ucapnyalirih, terlihat jelas kesedihan di matanya.”nggak ma... Adis nggak bakal tinggal sama papa. Adis emang mau pulang keIndonesia, tapi bukan berarti Adis bakal sama papa sepenuhnya. Kalo mama ngizinin,Adis mau tinggal sama bibik aja di Jakarta” gadis ini sangat tau cara menjagaperasaan mamanya. Dengan tinggal bersama pembantunya di Jakarta, maka mamanyatidak akan merasa benar-benar kehilangan putrinya. Karna dengan seperti itu,setidaknya mamanya merasa imbang dengan papanya. Sama-sama tidak menguasaianaknya secara utuh.”baiklah kalau itu yang kamu mau. Mama bakal beli rumah buat kamu sama bibik diJakarta. Mama bakal daftarin kamu ke sekolah terbaik di sana, tapi bukan sekolahformal lagi. Kamu perlu banyak teman, jadi kamu bebas nentuin sekolah mana yangkamu pilih” penjelasan panjang lebar ini, yang sudah dia tunggu sejak lama.
  • 9. ”aku udah tau kok ma bakal masuk sekolah mana di Jakarta” kemudian gadis initersenyum, senyum yang begitu lepas. Senyum yang selama ini tidak pernah tampak,kini hadir kembali. Karena tidak lama lagi, akan dia dapatkan lagi orang itu, orangyang sudah ditinggalkannya 3 tahun yang lalu.