KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAMMENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGANOlehDr. Deddy SalehDirjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perd...
DEFINISI, Menurut UU Pangan• Ketahanan Pangan: adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai  dengan perseorangan,...
NILAI EKSPOR-IMPOR INDONESIA       2007-2012 (Jan-Agst)                               3
Prognosa Nasional Ketersediaan dan      Kebutuhan Pangan Pokok Tahun 2012                                                 ...
IMPOR PRODUK PANGAN UTAMA                                            Satuan: (dalam Juta US$)No          URAIAN      2007 ...
POLA KONSUMSI & RASIO KETERGANTUNGAN IMPOR                                                                                ...
Kondisi Jatuhnya Harga Komoditas Hortikultura “terpopuler”                                Produksi/tahun                  ...
ALTERNATIF KEBIJAKAN PERDAGANGAN PRODUKPERTANIANALTERNATIF KEBIJAKAN EKSPOR1. PENINGKATAN KUALITAS PRODUK EKSPOR > HILIRIS...
ALTERNATIF KEBIJAKAN PERDAGANGAN PRODUKPERTANIAN...................cont..ALTERNATIF KEBIJAKAN IMPOR:1. LARANGAN IMPOR (Kar...
KEBIJAKAN PADA BEBERAPA KOMODITI PANGAN UTAMA1. BERAS > Target Surplus 10 Juta Ton Tahun 2014   1. Larangan Impor (kecuali...
KEBIJAKAN PADA BEBERAPA KOMODITI PANGAN UTAMA...............Cont..............     3. DAGING > Target Swasembada Tahun 201...
KEBIJAKAN PADA BEBERAPA KOMODITI PANGAN UTAMA...............Cont..............   6. HORTIKULTURA      1. Pengaturan Tatani...
KESIMPULAN 1. Masih belum hilangnya masalah ketersediaan pangan di dunia    > Korelasi Positif dengan situasi Energi 2. Ak...
TERIMA KASIH www.kemendag.go.id
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGAN

2,016

Published on

Dr. Deddy Saleh, Simposium Ketahanan, Kemandirian dan Keamanan Pangan

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,016
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
103
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGAN

  1. 1. KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAMMENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGANOlehDr. Deddy SalehDirjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian PerdaganganSimposium Nasional Ketahanan, Keamanan,Kemandirian Pangan – IKAPERTA UNSRI,Palembang, 27 Oktober 2012
  2. 2. DEFINISI, Menurut UU Pangan• Ketahanan Pangan: adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.• Kemandirian Pangan: adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat.• Keamanan Pangan: adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 2
  3. 3. NILAI EKSPOR-IMPOR INDONESIA 2007-2012 (Jan-Agst) 3
  4. 4. Prognosa Nasional Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Pokok Tahun 2012 Satuan: (dalam ribu ton) Kebutuhan Produksi Neraca Bulan Impor Ekspor Neraca Total Total Bersih Domestik 1 2 3 4=3-2 5 6 7=4-5Beras Umum 33.366 38.897 5.530 2.893 0 2.197Jagung 12.814 17.051 4.236 4.184Kacang Tanah 798 707 (90) 50 1 (41)Kedelai 2.209 741 (1.468) 464 2 (1.007)Gula Pasir 2.613 2.694 81 71 - 755Minyak Goreng 4.291 16.751 12.460 - 11.793 2.075Bawang Merah 948 1.027 78 - - 78Cabe Besar 828 819 (9) - - (9)Cabe Rawit 649 529 (119) - - (119)Daging Sapi 483 517 34 41 75Sumber: BPS 4
  5. 5. IMPOR PRODUK PANGAN UTAMA Satuan: (dalam Juta US$)No URAIAN 2007 2010 2011 PANGSA(%) 1 MAKANAN OLAHAN 2.794,5 3.776,1 6.021,0 34,9 2 GANDUM 1.181,6 1.424,6 2.203,8 12,8 3 GULA 1.101,9 1.227,0 1.869,3 10,8 4 BERAS 467,7 360,8 1.513,2 8,8 5 KEDELE 479,4 840,0 1.246,0 7,2 6 JAGUNG 152,1 369,8 1.029,7 6,0 7 BUAH-BUAHAN 435,4 655,4 829,0 4,8 8 SUSU 682,1 670,6 818,7 4,7 9 SAYUR-SAYURAN 244,3 431,0 594,3 3,410 DAGING 168,8 407,2 338,3 2,011 TERIGU 180,3 261,2 281,8 1,612 LAINNYA 202,3 460,5 506,7 2,9 TOTAL 8.090,4 10.884,2 17.251,8 100,0Sumber: BPS (diolah) 5
  6. 6. POLA KONSUMSI & RASIO KETERGANTUNGAN IMPOR POLA KONSUMSI NASIONAL Sumber: Kementerian Kesehatan Riskesdas 2010 (ideal:15%) 13.3% 25.6% (ideal: 25%) 61% (ideal: 60%) RASIO KETERGANTUNGAN IMPOR Tahun (dalam %) Komoditi 2008 2009 2010 2011 Beras 1,2 1,0 2,3 7,9 Daging Sapi 10,4 14,2 17,2 12,2 Kedelai 60,1 57,4 65,8 71,1 Gula 34,4 51,3 52,3 60,3 Sumber: Riskesdas, Ditjen Peternakan dan BPS (diolah) The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 6
  7. 7. Kondisi Jatuhnya Harga Komoditas Hortikultura “terpopuler” Produksi/tahun : 1.378.000 ton Kebutuhan : 800.000 ton Surplus : 578.000 ton Produksi/tahun : 1.060.000 ton Kebutuhan : 479.000 ton Surplus : 581.000 ton Produksi/tahun : 1.050.000 ton Kebutuhan : 935.000 tonSumber : BPS, 2011 Surplus : 115.000 ton o Pada periode setelah musim penghujan, maka secara bersamaan produk hortikultura seperti bawang dan cabe yang sifatnya perishable/mudah rusak ini mengalami panen besar-besaran dan melimpah di pasar yang menyebabkan harga yang tidak kompetitif; o Komoditi bawang dan cabe ini sebenarnya mengalami surplus produksi, tinggal bagaimana mengatur pasokan atau pendistribusian secara efektif. The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 7
  8. 8. ALTERNATIF KEBIJAKAN PERDAGANGAN PRODUKPERTANIANALTERNATIF KEBIJAKAN EKSPOR1. PENINGKATAN KUALITAS PRODUK EKSPOR > HILIRISASI2. MEMBUKA AKSES PASAR > DIFENSIF DAN OFENSIF3. PROMOSI EKSPOR4. DIVERSIFIKASI PRODUK DAN TUJUAN EKSPOR5. PENGENDALIAN EKSPOR (a.l. Bea Keluar, Larangan) The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 8
  9. 9. ALTERNATIF KEBIJAKAN PERDAGANGAN PRODUKPERTANIAN...................cont..ALTERNATIF KEBIJAKAN IMPOR:1. LARANGAN IMPOR (Karena alasan penyakit/keamanan)2. PENGATURAN IMPOR DENGAN BEA MASUK3. PENGATURAN IMPOR DENGAN KUOTA4. PENGATURAN IMPOR DENGAN PERIJINAN DAN PERSYARATAN TEKNIS (Standard, SPS dan Karantina)5. BEBAS IMPOR The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 9
  10. 10. KEBIJAKAN PADA BEBERAPA KOMODITI PANGAN UTAMA1. BERAS > Target Surplus 10 Juta Ton Tahun 2014 1. Larangan Impor (kecuali oleh Bulog dan Jenis Beras Khusus) 2. Penetapan HPP (Harga Pembelian Pemerintah > Subsidi) 3. Impor Bulog, hanya untuk Stok (OP, Raskin, Bencana Alam)2. GULA > Target Swasembada Tahun 2014 1. Pengembangan industri rafinasi (substitusi impor) 2. Pengaturan Tataniaga Impor Gula (raw sugar vs GKP) 3. Penetapan HPP (Dana Talangan dari Pedagang) The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 10
  11. 11. KEBIJAKAN PADA BEBERAPA KOMODITI PANGAN UTAMA...............Cont.............. 3. DAGING > Target Swasembada Tahun 2014 1. Pengaturan Tataniaga Impor 2. Penetapan Kuota Impor (Sapi Hidup dan Daging Sapi) 3. KEDELE > Target Swasembada Tahun 2014 1. Pengaturan Tataniaga Impor 2. Penetapan HPBeli dan HPJual (Subsidi Pemerintah) 3. JAGUNG 1. Tidak ada pengaturan (bebas Impor) The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 11
  12. 12. KEBIJAKAN PADA BEBERAPA KOMODITI PANGAN UTAMA...............Cont.............. 6. HORTIKULTURA 1. Pengaturan Tataniaga Impor 2. Peraturan Teknis 3. Pembatasan Pelabuhan Masuk 4. Penetapan Kuota dan Waktu Impor (melalui RIPH) 6. MINYAK SAWIT 1. Hilirisasi 2. Pengaturan Ekspor melalui Bea Keluar 6. KAKAO 1. Peningkatan Produksi dengan Gernas (Subsidi Pemerintah) 2. Hilirisasi 3. Pengaturan Ekspor melalui Bea Keluar The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 12
  13. 13. KESIMPULAN 1. Masih belum hilangnya masalah ketersediaan pangan di dunia > Korelasi Positif dengan situasi Energi 2. Akurasi data dan keterbatasan lahan yang mengganggu 3. Kebijakan yang digunakan spesifik tergantung produknya, tidak bisa “one fit for all” 4. Kondisi infrastruktur yang tidak memadai menjadi penyebab utama dari masalah dalam pendistribusian 5. Ketahanan Pangan dan Keamanan Pangan relatif tercapai, tapi belum ada Kemandirian Pangan > (Impor beberapa produk Pangan) 6. What next ? The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia 13
  14. 14. TERIMA KASIH www.kemendag.go.id
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×