0
PEMIJAHAN IKAN LELE DUMBO
SECARA INTENSIF( BUATAN )
Kelompok : 4
Jurusan : Perikanan dan Kelautan
Ketua kelompok:Muhammad Fadhli
Anggota : 1. Aufa Zufarrazi
2. Riki Darmawan
3. Muriadin
4. Irfansyah Putra
5. Bustami
6. Y...
Asal usul lele dumbo
Ikan lele dumbo ( Clarias gariepinus) berasal dari Benua Afrika
yang di datangkan ke indonesia pada t...
Ciri-ciri induk lele yang sudah siap
untuk di pijah
- Ciri-ciri induk jantan
1. Kepala lebih kecil.
2. Warna kulit.
dada t...
Induk jantan dan betina
Induk jantan

Induk betina
Alat dan bahan yang di gunakan
- Alat
 Bak / Kolam
 Kakaban
 Ember
 Baskom
 Mangkok
 Alat suntik
 Pisau
 Gunting
...
Ovaprim, alat suntik dan Nacl
Persiapan wadah
 Langkah awal yang dilakukan dalam

kegiatan pemijahan ikan lele
sangkuriang adalah mempersiapkan
wadah b...
SELEKSI INDUK
 Seleksi induk bertujuan

untuk mengetahui tingkat
kematangan induk yang akan
dipijahkan.
 Induk betina di...
PEMBEROKAN
 Pemberokan dilakukan dalam bak seluas 4 - 6

m2 dan tinggi 1 m, selama 1 - 2 hari.
 Pemberokan bertujuan unt...
Penyuntikan
 Setelah ditimbang induk betina

disuntik dengan ovaprim
dengan dosis 0,2ml/kg
kemudian ditambahkan 1 ml
NaCl...
Pengambilan sperma dan telur
Pengambilan sperma

Pengambilan telur
Penetasan Telur
 Telur yang dikeluarkan pasangan induk ini biasanya

melekat pada ijuk dan sebagian besar berserakkan di
...
Perawatan Larva
 Setelah telur menetas semua

waktu 2-3 hari selanjutnya
mengangkat kakaban di
dalam hapa satu persatu
pe...
Penyakit
 Penyakit yang sering menyerang lele dumbo adalah

Ichthyopthirius multifiliis atau lebih dikenal dengan
white s...
Pemijahan ikan lele dumbo secara intensif( buatan)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pemijahan ikan lele dumbo secara intensif( buatan)

11,548

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
11,548
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
198
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pemijahan ikan lele dumbo secara intensif( buatan)"

  1. 1. PEMIJAHAN IKAN LELE DUMBO SECARA INTENSIF( BUATAN )
  2. 2. Kelompok : 4 Jurusan : Perikanan dan Kelautan
  3. 3. Ketua kelompok:Muhammad Fadhli Anggota : 1. Aufa Zufarrazi 2. Riki Darmawan 3. Muriadin 4. Irfansyah Putra 5. Bustami 6. Yeni aflina 7. Nur Elita 8. Cut Husna 9. Noni Noviani 10. Syahriana
  4. 4. Asal usul lele dumbo Ikan lele dumbo ( Clarias gariepinus) berasal dari Benua Afrika yang di datangkan ke indonesia pada tahun 1984. Bentuk tubuh memanjang, agak bulat, kepala gepeng, tidak bersisik, mempunyai 4 pasang kumis, mulut besar, warna kelabu sampai hitam. Lele dumbo banyak ditemukan di rawarawa dan sungai di Afrika, terutama di dataran rendah sampai sedikit payau. Ikan ini mempunyai alat pernapasan tambahan yang disebut abrorescent, sehingga mampu hidup dalam air yang oksigennya rendah.Lele dumbo termasuk ikan karnivora, namun pada usia benih lebih bersifat omnivora. Induk lele dumbo sudah dapat dipijahkan setelah berumur 2 tahun dan dapat memijah sepanjang tahun.
  5. 5. Ciri-ciri induk lele yang sudah siap untuk di pijah - Ciri-ciri induk jantan 1. Kepala lebih kecil. 2. Warna kulit. dada tua (gelap) 3. Genital agak menonjol. memanjang kearah belakang dan bewarna kemerahan. 4. Perut labih langsing gerakannya lincah (agresif) . 5. Jika di striping akan mengeluarkan sperma . - Ciri-ciri induk betina 1.Kepala lebih besar warna kulit dada agak kurang. 2. Perutnya yang buncit. 3. Apabila dipijit kearah lubang kelamin keluar telur. 4. Bentuk genitalnya oval dan berwarna kemerahan. 5. Gerakannya lambat.
  6. 6. Induk jantan dan betina Induk jantan Induk betina
  7. 7. Alat dan bahan yang di gunakan - Alat  Bak / Kolam  Kakaban  Ember  Baskom  Mangkok  Alat suntik  Pisau  Gunting  Kain lap  Bulu ayam - Bahan  Induk ikan jantan dan betina  Hormon perangsang ( ovaprim)  Nacl  Air
  8. 8. Ovaprim, alat suntik dan Nacl
  9. 9. Persiapan wadah  Langkah awal yang dilakukan dalam kegiatan pemijahan ikan lele sangkuriang adalah mempersiapkan wadah berupa bak penetasan telur.Pembersihan bak harus benarbenar bersih karena kebersihan bak berpengaruh terhadap keseterilan kualitas air, sehingga tidak menggangu dalam proses penetasan telur. setelah dibilas bak dikeringkan kemudian diisi air setinggi 30 cm.
  10. 10. SELEKSI INDUK  Seleksi induk bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan dipijahkan.  Induk betina ditandai dengan perutnya yang buncit dan kadang-kadang apabila dipijit kearah lubang kelamin, keluar telur yang warnanya kuning tua.  Induk jantan ditandai dengan warna tubuh dan alat kelaminnya agak kemerahan
  11. 11. PEMBEROKAN  Pemberokan dilakukan dalam bak seluas 4 - 6 m2 dan tinggi 1 m, selama 1 - 2 hari.  Pemberokan bertujuan untuk membuang kotoran dan mengurangi kandungan lemak dalam gonad.  Setelah diberok, kematangan induk diperiksa kembali.
  12. 12. Penyuntikan  Setelah ditimbang induk betina disuntik dengan ovaprim dengan dosis 0,2ml/kg kemudian ditambahkan 1 ml NaCl sebagai pengencer. Data perhitungan dosis hormone.  Penyuntikan induk lele betina dilakukan pada bagian punggung dengan kemiringan 45˚ penyuntikan dilakukan malam hari sekitar jam 14.00 WIB. Setelah disuntik induk lele betina di masukan lagi ke kolam pemberokan dan dibiarkan 8-10 jam.
  13. 13. Pengambilan sperma dan telur Pengambilan sperma Pengambilan telur
  14. 14. Penetasan Telur  Telur yang dikeluarkan pasangan induk ini biasanya melekat pada ijuk dan sebagian besar berserakkan di sarang dasar. Diameter telur berkisar antara 1.3-1.6 mm dan akan menetas selama 1-2 hari selama 2-3 hari telur biasanya akan menetas seluruhnya. Begitu proses pemijahan selesai antara jam 05.00-06.00 pagi kakaban harus segera di angkat dan di pindahkan ke dalam kolam penetasan.  Untuk menghindari tumbuhnya jamur, kakaban yang sudah berisi telur tersebut sebaiknya di rendam terlebih dahulu, karena sifat telur lele menempel maka perlu kakaban. Selama proses penetasan telur usahakan sirkulasi air berjalan dengan baik dan air yang masuk lewat pemasukkan berjalan secara perlahan-lahan (Susanto, 2005).
  15. 15. Perawatan Larva  Setelah telur menetas semua waktu 2-3 hari selanjutnya mengangkat kakaban di dalam hapa satu persatu pengangkatan harus hati-hati agar kualitas air tetap terjaga. Larva yang baru menetas belum perlu di beri makanan. Sebab masih mempunyai makanan cadangan berupa kuning telur. Dengan perawatan dan makanan yang baik dalam tempo 1 bulan benih lele dapat tumbuh hingga mencapai 3-5 cm.
  16. 16. Penyakit  Penyakit yang sering menyerang lele dumbo adalah Ichthyopthirius multifiliis atau lebih dikenal dengan white spot (bintik putih). Pencegahan, dapat dilakukan dengan persiapan kolam yang baik, terutama pengeringan dan pengapuran. Pengobatan dilakukan dengan menebarkan garam dapur sebanyak 200 gr/m3 setiap 10 hari selama pemeliharaan atau merendam ikan yang sakit ke dalam larutan Oxytetracyclin 2 mg/l.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×