Rpl   010 - perancangan arsitektural
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Rpl 010 - perancangan arsitektural

  • 1,647 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,647
On Slideshare
1,645
From Embeds
2
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
41
Comments
0
Likes
0

Embeds 2

http://febriyanisyafri.blogspot.com 2

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Proses perancangan awal untuk mengidentifikasisubsistem ini dan menetapkan kerangka kerja untukcontrol dan komunikasinya. Proses perancangan arsitektur berhubungan denganpenetapan kerangka kerja strukturdasar untuk suatusistem. Proses ini melibatkan identifikasi komponen-komponn utamadan komunikasi antar komponen-komponen tersebut.
  • 2. Keuntungan Perancangan ArsitekturPerangkat Lunak• Komunikasi stakeholder. Arsitektur merupakan presentasi tingkat tinggi dari sistem yang dapat digunakan sebagai fokus pembahasan oleh stakeholder.• Analisa Sistem. Analisa sistem dilakukan untuk membuat keputusan perancangan arsitektural yang memiliki efek sangat besar mengenai kinerja, keandalan, dan kemampuan dapat dipelihara.• Pemakaian ulang berskala besar. Arsitektur dapat ditransfer melintasi sistem dengan persyaratan yang sama dan dengan demikian dapat mendukung pemakaian ulang perangkat lunak berskala besar.
  • 3. Proses Umum PerancanganArsitektural• Penstrukturan sistem. Sistem distruktur menjadi sejumlah subsistem utama dimana suatu subsistem merupakan unit perangkat lunak yang indepnden. Komunikasi antar subsistem juga dimodelkan.• Pemodelan control. Menetapkan hubungan control antar bagian-bagian sistem.• Dekomposisi modular. Setiap subsistem diuraikan menjadi modul-modul selain itu harus ditentukan tip emodul dan interkoneksinya.
  • 4. Model Arsitektur yang dapatDikembangkan• Model struktur taktis, yang menunjukkan subsistem-subsistem yang dikembangkan sebagai unit yang terpisah.• Model proses dinamis, yang menunjukkan bagaimana sistem diorganisasi menjadiproses-proses pada saat run-time. Organisasi ini bisa berbeda dari mode statis.• Model interface, yang mendefinisikan layanan yang disediakan oleh setiap subsistemmelalui interface umum.• Model hubungan, yang menunjukkan hubungan aluran data diantara subsistem-subsistem.
  • 5. Yang dipengaruhi oleh SistemArsitektur• Kinerja, merupakan persyaratan kritis yang berarti arsitektur harus dirancang untuk melokalisasi operasi-operasi kritis dalam subsistem.• Kemanan harus dibuat untuk melindungi aset-aset yang penting dan validasi keamanan juga harus dibuat.• Keselamatan ini berhubungan dengan pengurangan biaya dan masalah validasi keamanan dan disediaknnya sistem proteksi yang berhubungan• Kemampuan dipelihara Jika kemampuan dipelihara merupakan persyaratan kritis, maka arsitektur sistem harus dirancang dengan menggunakan komponen kecil dan berdiri sendiri, yang dapat diganti dengan segera.
  • 6. PERANCANGAN ARSITEKTURAL• Penstrukturan Sistem• Model Kontrol• Dekomposisi Modular• Arsitektur Spesifik-Domain
  • 7. Penstrukturan Sistem• Model Repositori• Model Client-Server• Model Mesin Abstrak
  • 8. Model Repositori (Media Penyimpanan)Semua data bersama disimpan pada database pusat sehingga dapatdiakses oleh semua subsistemContoh : Generator Editor desain Kode Penerjemah Editor Repositori proyek desain program Generator Analis desain laporan Toolset yang ter integrasi
  • 9. Keuntungan & Kerugian Repositori• Repositori yang dipakai bersama merupakan cara yang lebih efesien sebab dengancara ini tidak perlu ada transmisi data secara eksplisit antar sitem.• Subsistem harus menyetujuai model data repository.Karena akan sulit jikamengintegrasikan subsistem baru jika model datanya tidak sesuai dengan sistem yang ada.• Subsistem yang menghasilkan data tidak perlu mempermaslahkan bagaimana data dipakai oleh sub sistem lain.• Evolusi mungkin sulit karena informasi dengan volume besar dibangkitkan dari model data yang disetujui.• Tersentralisasinya kegiatan seperti backup, keamanan, control akses, dan pemulihan error.• Subsistem yang berbeda bisa memiliki persyartan yang berbeda untuk keamanan,recovery, dan backup. Model repository memaksakan kebjakan yang sama untuksemua subsistem.• Tidak mudah untuk mendistribusikan repository ke sejumlah mesin, karena mungkin ada redudansi data dan ketidakkonsistenan.
  • 10. Model Client-Servermodel sistem terdistribusi yang menunjukkan bagaimana data danpemrosesan didistribusikan pada sejumlah prosessorContoh : Klien 1 Klien 2 Klien 3 Klien 4 Jaringan dengan bandwidth lebar Server Server Server Server katalog video gambar hiperteks Katalog File klip video Foto terdigitasi Web hiperteks Sistem perpustakaan film & gambar
  • 11. Komponen dan Keuntungan Model Client-ServerKomponen Utama :• Satu set server stand alone yang memberikan layanan ke subsistem yang lain.• Satu atau lebih set klient yang meminta layanan yang diberikan oleh server. Klien-klien ini biasanya adalah subsistem. Teradapat beberapa instance program klien yangdieksekusi secara bersamaKeuntungan :• Arsitektur sistem yang terdistribusi• Tidak sukar untuk menambahkan server baru dan mengintegrasikan dengansistem atau mengaupgrade server tanpa mempengaruhi bagian lain dari sistem
  • 12. Model Mesin Abstrak Model mesin abstrak dari arsitektur atau biasa disebut model berlapis memodelkaninterfacing subsistem . Pendekatan lapisan mendukung pengembangan sisteminkremental. Sementara satu lapisan dikembangkan , beberapa layanan yang diberikanoleh lapisan tersebut dapat disediakan oleh user. Manajemen versi Manajemen objek Sistem database Sistem operasi Model mesin abstrak dari manajemen vesi
  • 13. Model KontrolModel untuk penstrukturan system membahas bagaimana system diuraikanmenjadi subsistem-subsistem. Model control pada tingkatarsitekturalberkenaan dengan aliran control antara subsistem.1. Kontrol tersentralisasi. Satu subsistem memiliki tanggung jawab menyeluruh kontrol, dan memulai serta menghentikan subsistem- subsistem lain.Mode control tersentralisasi digolongkan dalam 2 kelas yaitu : Model call-return dan Model manajer2. Control berbasis-event. Bukan informasi control yang disatukan dengan subsistem, melainkan setiap subsistem dapat menanggapi event yang dibangkitkan secara eksternal.
  • 14. Kontrol tersentralisasi1. Model call-return. 2. Model manajer Proses sensor Program utama Proses Proses komputasi akulator Rutin 1 Rutin 2 Rutin 3 Kontroler sistemRutin 1.1 Rutin 1.2 Rutin 3.1 Rutin 3.2 Interface Penanganan user kesalahan
  • 15. Sistem Event-Driven (dikendalikan event)Model control Event-Driven dikendalikan oleh event yang dibangkitkansecaraeksternal. Event tidak hanya berarti sinyal biner. Event bisamerupakan sinyal yang dapatmengambil nilai berapapun Ada duamodel Event-Driven yaitu:• Model Broadcast Pada model ini suatu event melakukan penyiaran (broadcast) event ke semuasubsistem. Setiap subsistem akan meneriam event tersebut.• Model interrupt-driven Model ini digunakan pada sistem real time dimana interrupt eksternal dideteksi olehsebuah interrupt handler. Interup-interupt ini akan diteruskan ke komponen lainuntuk diolah.
  • 16. 1. Model broadcast Subsistem 1 Subsistem 2 Subsistem 3 Subsistem 4 Penanganan (handler) event dan message2. Model interrupt-driven
  • 17. Dekomposisi ModularSetelah arsitektur selesai dibuat dilanjutkan dengan proses perancanganarsitekturalyaitu menguraikan (dekomposisi) subsistem menjadi modul-modul. Ada dua model yangdapat digunakan untuk dekomposisi modul yaitu:1. Model Berorientasi Objek, dimana sistem diuraikan menjadi serangkaian objekyang berkomunikasi.2. Model Aliran Data, sistem diuraikan menjadi modul-modul fungsional yang menerima input dan mentransformasikan menjadi data output. Ini disebut jugapendekatan pipeline.Pada model berorientasi objek, modul adalah objek dengan status privat dan operasiyang didefinisikan pada stataus tersebut. Pada model aliran data, modul merupakan transformasi fungsional
  • 18. Model ObjekModel berorientasi objek menstruktur sistem menjadi serangkaianobjek yangterhubung dengan interface. Objek memanggil layanan yangdiberikan oleh objek lain. Sistem pemrosesan faktur
  • 19. Kelebihan & Kelemahan Model ObjekKeuntungan :• Karena objek-objek terkopel (coupled) secara longgar, maka implementasi objekdapat dimodifikasi tanpa mempengaruhi objek lainnya.• Objek merupakan gambaran dari dunia nyata sehingga sistem lebih mudahdimengerti.• Objek dapat digunakan ulang (reusable).Kelemahan :• Dalam memakai layanan, objek harus mengacu nama dan interface ke objek lainsecara eksplisit.• Jika ada perubahan maka akan mengakibatkan dampak bagi user objek yang lain.• Kadang-kadangentitas yang kompleks susah direpresentasikan sebagai objek.
  • 20. Model Aliran DataPada model aliran data (Data Flow Diagram) transformasi memprosesinput menjadi output Sistem pemrosesan faktur
  • 21. Kelebihan & Kelemahan Model AliranDataKelebihan :• Mudah dimengerti karena sistem dilihat dari sudut input dan output sistem.• Mendukung pemakaian ulang• Urutan proses sistem lebih mudah dipahamiKelemahan:• Butuh format secara umum• Lebih sulit menggabungkan dengan format GUI
  • 22. Arsitektur Spesifik DomainModel-model arsitektural di atas adalah model umum. Model-model tersebutdapat diterapkan pada banyak kelas aplikasi. Selain model umum, model-model arsitektural yang spesifik bagi suatu domain aplikasi juga dapatdigunakan.Ada dua tipe model arsitektural spesifik model:• Model generik, yang merupakan abstraksi dari sejumlah sistem riil. Model ini meng-kapsulasi karakteristik utama dari sistem-sistem ini.• Model referensi, yang lebih abstrak dan mendeskpsikan kelas sistem yang lebih besar. model-model ini merupakan cara menginformasikan kepada perancang mengenai struktur umum kelas sistem tersebut.Tidak ada perbedaan yang jelas antara tipe-tipe model ini, dan model generickadang-kadang juga dapat berfungsisebagai model referensi.
  • 23. Model GenericYang mungkin merupakan contoh yang paling terkenal dari model arsitekturalgenerik adalah model compiler. Saat ini telah diakui secara umum bahwacompiler harus mencakup modul-modul berikut ini:• Penganalisaan leksikal, yang mengambil token bahasa input dan merubahnya mebjadi bentuk internal tertentu.• Table symbol, dibuat oleh penganalisa leksikal, yang menyimpan informasi mengenai nama dan tipe yang dipakai pada program.• Penganalisaan sintaks, yang memeriksa sintaks bahasa yang di komplikasi. Penganalisa ini menggunakan grammar yang terdefenisi dari bahasa tersebutdan membuat phon sintaks.• Pohon sintaks, merupakan struktur internal yang merepresentasikan program yang dikomplikasi.• Penganalisa sematik yang memakai informasi dari pohon sintaks dan tab symbol untuk memeriksa kebenaran sematik program input.• Generator kode yang menjalani pohon sintaks dan membangkitkan kode mes.
  • 24. Arsitektur ReferensiModel arsitektural generic merefleksikan arsitektur system yang ada.Sebaliknya, model referensi biasanya diturunkan dari studi domainaplikasi. Model ini mempresentasikan arsitektur yang ideal yangmencakup semua fitur yang dapat dimiliki sistem.Fungsi utamanya adalah untuk berperan sebagai cara membandingkansistem yang berbeda pada domain. Model referensi ini menyediakanvocabulary (kosakata) untuk perbandingan. Model ini juga berfungsisebagai standar terhadap apa saja yang dievaluasi sistem.Arsitektur referensi menggunakan tujuh lapisan OSI untuk interkoneksisistem terbuka