Your SlideShare is downloading. ×
0
Pengertian Citra DigitalSecara umum, pengolahan citra digital menunjuk pada pemrosesan gambar 2 dimensi menggunakancompute...
Retina mata manusia memiliki dua tipe penerima cahaya yang dinamakan rod dan cone.Jumlah rod yang terdapat dalam mata menc...
Ada tiga jenis cone yakni merah, hijau, dan biru yang masing-masing berfungsiuntuk mendapatkan atau menangkap informasi wa...
Fenomena Mach Bands       Sistem penglihatan cenderung menangkap nilai intensitas di sekitar batas berbeda.               ...
Pembentukan Citra Digital  Pembentukan citra digital (diskrit) melalui beberapa tahapan, yaitu akuisisi citra, sampling da...
Sensor GarisSensor garis melakukan pencitraan satu arah. Sensor ini berupa deretan sensor yang disatukan dalam satubaris s...
Pixel dan VoxelSetiap pixel mewakili tidak hanya satu titik dalam sebuah citra melainkan sebuah bagian berupakotak yang me...
Resolusi Pixel           Resolusi pixel merupakan perhitungan jumlah pixel dalam sebuah citra digital.Sebuah citra dengan ...
Resolusi Spasial   Resolusi spasial menunjukkan seberapa dekat jarak setiap garis pada citra. Jarak   tersebut tergantung ...
Resolusi Temporal Resolusi temporal berkaitan dengan video. Suatu video merupakan kumpulan framestatis yang berupa citra y...
Pcd   03 - dasar pengolahan citra
Pcd   03 - dasar pengolahan citra
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pcd 03 - dasar pengolahan citra

1,861

Published on

PCD

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,861
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pcd 03 - dasar pengolahan citra"

  1. 1. Pengertian Citra DigitalSecara umum, pengolahan citra digital menunjuk pada pemrosesan gambar 2 dimensi menggunakancomputer. Dalam konteks yang lebih luas, pengolahan citra digital mengacu pada pemrosesan setiapdata 2 dimensi. Citra digital merupakan sebuah larik (array) yang berisi nilai-nilai real maupun komplekyang direpresentasikan dengan deretan bit tertentu.Cahaya (Light), Luminance, Brightness, dan ContrastCahaya merupakan radiasi elektromagnetik yang menstimulasi sistem penglihatan manusia. Cahayaditampilkan sebagai sebuah distribusi energy spectrum L( λ) di mana λ adalah panjang gelombangcahaya yang dapat diterima oleh sistem penglihatan manusia. Panjang gelombang cahaya yang dapatditerima mata adalah 350 hingga 780 nm. Dengan p(λ ) merupakan tingkat refleksi (pantulan) atautingkat transmisi (perambatan) dari objek dan L(λ ) adalah distribusi energi. Jangkauan iluminasi yangdapat diterima oleh sistem penglihatan manusia adalah 1 hingga 1010 .
  2. 2. Retina mata manusia memiliki dua tipe penerima cahaya yang dinamakan rod dan cone.Jumlah rod yang terdapat dalam mata mencapai 100 juta. Bentuk rod relatif panjang dan tipis. Rodmenghasilkan bentuk penglihatan scotopic yang merupakan respon visual dari ilmunisasi tingkatrendah (pankat rendah). Rod berperan dalam mendapatkan citra keabuan. Cone memiliki jumlah yang lebih sedikit dari rod. Jumlah cone memcapai 6.5 juta denganbentuk yang lebih pendek dan tebal dari rod. Sensitivitas cone yang lebih rendah bila dibandingkandengan rod. Cone menghasilkan bentuk penglihatan photopic yankni respon penglihatan dariilmunisasi tinggi (pangkat tinggi). Diantara daerah scotopic dan photopic cone dan rod berfungsiberiringan dan menghasilkan penglihatan mesopic.
  3. 3. Ada tiga jenis cone yakni merah, hijau, dan biru yang masing-masing berfungsiuntuk mendapatkan atau menangkap informasi warna. Ketiga jenis tersebut memilikipigmen fotosensitif yang berbeda. Cone banyak terdapat di sekitar retina (fovea) dengantingkat kepadatan mencapai 120 cone per derajat. Kepadatan cone menurun dari radius 1odi luar fovea. Letak fovea berada pada titik jatuhnya cahaya hasil proyeksi dari lensa mata. Saraf mata memiliki koneksi langsung ke setiap cone dan rod. Sinyal dari conedan rod ditransmisikan melalui saraf mata ini. Hasil proyeksi pada retina bagian kanandari kedua mata akan ditransmisikan langsung ke otak kanan dan begitu juga pada hasilproyeksi bagian bagian kiri yang akan ditransmisikan ke otak kiri. Hal ini memungkinankita tetap dapat melihat walaupun salah satu mata tidak berfungsi.
  4. 4. Fenomena Mach Bands Sistem penglihatan cenderung menangkap nilai intensitas di sekitar batas berbeda. Fenomena Kontras SimultanFenomena kedua adalah kontras simultan. Fenomena ini berhubungan dengan fakta bahwa tingkat kecerahan tidak tergantung dan intensitas. Ilusi Optis Geometris Fenomena ilusi optis adalah ketika mata menerima informasi yang salah tentang sebuah objek secara geometri.
  5. 5. Pembentukan Citra Digital Pembentukan citra digital (diskrit) melalui beberapa tahapan, yaitu akuisisi citra, sampling dan kuantisasi. Akuisisi Citra Proses akuisisi citra adalah pemetaan suatu pandangan (scene) menjadi citra kontinu denganmenggunakan sensor. Ada beberapa macam sensor untuk akuisisi citra, yaitu sensor tunggal (single sensor), sensor garis (sensor strip), dan sensor larik (sensor array). Sensor Tunggal Sensor tunggal yang paling familiar adalah photodiode. Photodiode terbentuk dari silicon yang memiliki tegangan keluaran yang sebanding dengan cahaya. Untuk menciptakan citra 2 dimensidengan menggunakan sensor ini, harus ada proses pemindahan relatif di setiap sumbu x dan y antara sensor dan objek.
  6. 6. Sensor GarisSensor garis melakukan pencitraan satu arah. Sensor ini berupa deretan sensor yang disatukan dalam satubaris sehingga dapat melakukan akuisisi sumbu x secara bersamaan. Untuk mengakuisisi citra keseluruhan,sensor digerakkan searah sumbu y sensor ini sering dijumpai dalam mesin scanner.Sensor LarikSensor yang ketiga adalah sensor larik. Sensor jenis ini banyak sekali ditemukan dalam kamera digital.Sensor ini berbentuk larik 2 dimensi. Sensor larik terdapat pada kamera digital disebut sensor CCD denganukuran sensor yang rata-rata mencapai 4.000 x 4.000 elemen.SamplingTahap berikutnya untuk pembentukan citra digital setelah citra kontinu terbentuk adalah proses sampling.Proses sampling adalah proses digitasi pada kordinat x, y. seperti yang disebut diatas, hasil dari sensormasih berupa citra kontinu yang merupakan fungsi kontinu f(x,y). fungsi tersebut merupakan sinyal kontinupada nilai x, y dan juga amplitudonya (intensitas). Nilai x dan y yang kontinu akan diubah menjadi bentukdiskrit.KuantisasiProses kuantisasi adalah proses perubahan nilai amplitude kontinu menjadi nilai baru yang berupa nilaidiskrit. Nilai amplitudo yang yang dikuantisasi adalah nilai-nilai pada koordinat diskrit hasil prosessampling.
  7. 7. Pixel dan VoxelSetiap pixel mewakili tidak hanya satu titik dalam sebuah citra melainkan sebuah bagian berupakotak yang merupakan bagian terkecil (sel). Nilai dari sebuah pixel berupa haruslah dapatmenunjukkan nilai rata-rata yang sama untuk seluruh bagian dari sel tersebut.Resolusi CitraResolusi citra merupakan tingkat detail suatu citra. Semakin tinggi resolusi citra maka akansemakin tinggi pula tingkat detail dari citra tersebut. Satuan dalam pengukuran resolusi citra dapatberupa ukuran fisik (jumlha garis per mm/jumlah garis per inchi) ataupun dapat juga berupaukuran citra menyeluruh (jumlah garis per tinggi citra). Resolusi sebuah citra dapat diukur denganberbagai cara sebagai berikut.Resolusi pixelResolusi spasialResolusi spektralResolusi temporalResolusi radiometrikBerikut ini adalah penjelasan dari masing-masing resolusi tersebut.
  8. 8. Resolusi Pixel Resolusi pixel merupakan perhitungan jumlah pixel dalam sebuah citra digital.Sebuah citra dengan tinggi N pixel dan lebar M pixel berarti memiliki resolusi M x N.resolusi pixel akan memberikan dua buah angka integer yang secara berurutan akanmewakili jumlah pixel lebar dan jumlah pixel tinggi dari citra tersebut.Pengertian lainnya dari resolusi pixel adalah merupakan hasil perkalian jumlah pixel lebardan tingginya dan kemudian berbagi dengan 1 juta. Jenis resolusi pixel seperti ini serig kalidijumpai dalam kamera digital. Suatu citra yang memiliki lebar 2.048 x tinggi 1.536 pixelmaka akan memiliki total pixel 2.048 x 1.536 = 3.145.728 pixel atau 3,1 mega pixel.
  9. 9. Resolusi Spasial Resolusi spasial menunjukkan seberapa dekat jarak setiap garis pada citra. Jarak tersebut tergantung dari sistem yang menciptakan citra tersebut. Resolusi spasialmenghasilkan jumlah pixel per satuan panjang. Resolusi spasial dari monitor komputer adalah 72 hingga 100 garis per inchi atau resolusi pixel 72 hingga 100 ppi. Resolusi SpektrumSebuah citra digital membedakan intensitas ke dalam beberapa specktrum. Citra multi spectrum akan memberikan spectrum atau gelombang yang lebih baik yang akan digunakan untuk menampilkan warna.
  10. 10. Resolusi Temporal Resolusi temporal berkaitan dengan video. Suatu video merupakan kumpulan framestatis yang berupa citra yang berurutan dan ditampilkan secara cepat. Resolusi temporalmemberikan jumlah frame yang akan ditampilkan setiap detik dengan satuan frame per second (fps). Resolusi RadiometrikResolusi ini memberikan nilai atau tingkat kehalusan citra yang dapat ditampilkan dan biasanya ditampilkan dalam satuan bit contoh citra 8 bit dan citra 256 bit. Semakin tinggi radimetrik ini maka semakin baik perbedaan intensitas yang ditampilkan.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×