Pertemuan 8b sistem informasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pertemuan 8b sistem informasi

on

  • 599 views

Penerapan Komputer

Penerapan Komputer

Statistics

Views

Total Views
599
Views on SlideShare
523
Embed Views
76

Actions

Likes
0
Downloads
10
Comments
0

4 Embeds 76

http://fsetiyawan.wordpress.com 64
http://www.febrikasetiyawan.com 6
http://www.fsetiyawan.net 4
http://kantinspirasi.blogspot.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pertemuan 8b sistem informasi Pertemuan 8b sistem informasi Document Transcript

  • PERTEMUAN 8B SISTEM INFORMASI, SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN SISTEM PAKAR8B.1 Pendahuluan Bab ini membahas mengenai pengertian informasi dan sistem informasi, sertabentuk-bentuk sistem informasi yaitu Sistem Informasi Perkantoran, Sistem PemrosesanTransaksi, Sistem Informasi Manajemen, Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Pakar.Pada bagian akhir bab ini dijelaskan tahapan-tahapan dalam siklus pembangunan sistemyaitu perencanaan, analisis, perancangan, implementasi dan dukungan. Setelahmenyelesaikan bab ini, diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan pengertian sisteminformasi, bentuk-bentuk sistem informasi dan siklus hidup pembangunan sistem.8B.2 Penyajian8B.2.1 Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Informasi adalah data yang diorganisasikan, berguna dan memiliki arti. Komputermemproses data ke dalam informasi. Sebagai contoh, komputer dalam toko swalayanmemproses data pelanggan dan barang-barang yang dibelinya dan kemudian mencetakinformasi pada kwitansi pembayaran. Gambar 1 mengilustrasikan bagaimana data diprosesmenjadi informasi. Seperti halnya data, informasi memiliki karakteristik tertentu yang membuat informasi tersebut menjadi bernilai. Karakteristik tersebut adalah akurat, dapat diuji, tepat pada waktunya, terorganisasi, berguna, dapat diakses dan efisien dalam hal biaya. Informasi yang akurat adalah informasi yang benar. Informasi yang salah akan membawa pada keputusan yang salah. Dapat diuji berarti kita dapat membuktikan bahwa informasi tersebut adalah benar atau salah. Informasi yang tepat waktu memiliki masa yang sesuai untuk penggunaannya. Sebagai contoh, laporan kartu kredit memiliki nilai bagi loan officer jika bank menerima laporan tersebut tepat waktu untuk membuat keputuan peminjaman. Beberapa informasi, seperti informasi yang berkaitan dengan trend, menambahkan data waktu yang lampau. Sebagai contoh, laporan kredit yang menunjukkan sejarah Gambar 1 Ilustrasi pemrosesan data pembayaran dalam tiga tahun terakhir lebih menjadi informasi berarti daripada hanya menunjukkan Pertemuan 8B - Halaman 1
  • pembayaran dalam bulan terakhir.Informasi yang terorganisasi disusun sesuai dengan kebutuhan dan keperluan. Orangyang berbeda dapat menginginkan informasi yang dalam dipresentasikan dalam bentukyang berbeda. Sebagai contoh, loan officer menginginkan laporan kredit berdasarkanurutan peminjam paling banyak. Sedangkan pemegang kartu kredit menginginkan laporantersebut diurut berdasarkan nama creditor.Informasi yang berguna memiliki arti bagi orang yang menerimanya. Kebanyakaninformasi penting bagi orang atau kelompok tertentu. Sebagai contoh, loan officer mugkintidak memerlukan informasi mengenai IP di perguruan tinggi dari pelanggannya.Informasi yang dapat diakses tersedia ketika dibutuhkan. Jika informasi tidak tersediapada waktunya, orang dapat membuat keputusan.Informasi yang efisien dalam hal biaya memerlukan biaya yang lebih sedikit untukmenghasilkannya dibandingkan dengan nilai dari informasi yang dihasilkannya. Sistem informasi adalah mekanisme yang membantu manusia untukmengumpulkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan informasi. Tujuandasar dari dibangunnya sistem informasi adalah menyediakan informasi untuk mendukungkebutuhan bisnis dari suatu organisasi dan pengguna sistem tersebut. Sistem informasimerupakan kumpulan dari perangkat keras, perangkat lunak, data, orang dan prosedur yangbekerja bersama untuk menghasilkan informasi (Gambar 2). Perangkat keras orang prosedur Perangkat Lunak data Gambar 2 Komponen-komponen dalam sistem informasi Perangkat keras meliputi komputer dan menyimpan data, seperti file cabinet atauharddisk. Organisasi yang cukup besar dapat membutuhkan penyimpanan data dengankapasitas terabyte. Prosedur digunakan dalam penanganan informasi untuk menjaminintegritasnya. Prosedur tersebut meliputi aturan manajemen data yaitu eliminasi dataduplikat, validasi akurasi data, dan menghindari kehilangan data yang penting. Pertemuan 8B - Halaman 2
  • 8B.2.2 Bentuk Sistem Informasi Seiring dengan kebutuhan otomasi dalam bidang bisnis, sistem informasi dibangunsecara sepesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Sistem informasipada suatu organisasi dapat membantu pengguna dalam mengumpulkan dan menyimpandata penjualan, sementara pada organisasi yang lain sistem informasi digunakan untukmembantu manager dalam menganalisis data. Sistem-sistem informasi yang spesifiktersebut dapat beroperasi secara individual atau dikombinasikan satu sama lain untukmembangun sistem yang lebih besar yang melakukan fungsi-fungsi yang berbeda untukpengguna yang berbeda. Secara umum, terdapat lima kategori sistem informasi, yaituSistem Informasi Perkantoran Sistem informasi perkantoran (office information system, OIS) meningkatkanproduktivitas karyawan dan membantu komunikasi diantara karyawan. Dalam sebuahOIS, karyawan melakukan tugasnya dengan menggunakan komputer dan peralatanelektronik lainnya, menggantikan cara kerja manual. OIS sering disebut otomasiperkantoran. Sebuah OIS mendukung banyak aktivitas perkantoran. Dengan OIS, karyawandapat membuat dan mendistribusikan grafik, dokumen, mengirim pesan, menjadwalkanpertemuan, browsing web dan me-publish halaman web. OIS menggunakan produk-produk perangkat lunak dalam mendukung aktivitasnya. Perangkat lunak tersebut meliputipemrosesan kata, spreadsheet, basis data, presentasi grafis, email, web browser, web pageauthoring, dan groupware. Untuk mengirimkan teks, grafik, audio dan video ke penggunalain, OIS menggunakan teknologi seperti voice mail, fax, videoconferencing, dan electronicdata interchange (EDI).Sistem Pemrosesan Transaksi Sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system, TPS) menerima danmemproses data dari aktivitas bisnis setiap hari. Contoh TPS adalah ATM (automatedteller machine) untuk pengambilan dana tunai. Contoh-contoh kegiatan transaksi adalahdeposit, pembayaran, pemesanan, dan reservasi. Dalam perusahaan, karyawanmenggunakan TPS dalam aktivitas-aktivitas berikut:  Mencatat aktivitas bisnis seperti registrasi mahasiswa, pemasanan dari pelanggan, dan pembayaran kartu kredit.  Konfirmasi aksi atau memberikan respon, seperti mencetak jadwal kuliah, mengirmkan ucapan terima kasih ke pelanggan, dan mencetak cek gaji karyawan.  Pengelolaan data, yang meliputi penambahan data baru, mengubah data yang ada, dan membuang data yang tidak diinginkan. TPS pertama banyak menggunakan batch processing. Dengan batch processing,komputer mengumpulkan data setiap waktu dan memproses semua transakti kemudian.Sebagai contoh, batch processing digunakan untuk menghitung kwitansi pembayaran danmencetak invoice. Sejalan dengan komputer yang semakin powerful, pengembang sistemmembuat online transaction processing system (OLTP). Dengan OLTP, komputermemproses setiap transaksi segera setelah transaksi tersebut dimasukkan. Sebagai contoh,ketika mahasiswa melakukan registrasi pada awal semester, petugas akan memasukan data Pertemuan 8B - Halaman 3
  • mata kuliah yang akan diambil beserta jadwal kuliahnya. Komputer segera mencetak buktiregistrasi dan jadwal perkuliahan bagi mahasiswa tersebut.Sistem Informasi Manajemen Sistem informasi manajemen (management information system, MIS)menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan terorganisasi, sehingga manajer danpengguna yang lain dapat membuat keputusan, menyelesaikan masalah, mengawasiaktivitas,dan mengetahui kemajuan (progress). MIS merupakan pengembangan dari TPS.MIS sering kali diintegrasikan dengan TPS. Untuk memproses pesanan penjualan, TPSmencatat penjualan, memperbaharui account pelanggan, dan mengurangi jumlah barangdalam inventori. Dengan menggunakan informasi ini, MIS dapat menghasilkan laporanyang me-rekap aktivitas penjualan harian, ringkasan aktivitas penjualan mingguan danbulanan, grafik penjualan produk, dan daftar item yang perlu dipesan kembali.Penggunaan MIS difokuskan pada pembuatan informasi yang diperlukan oleh manajer danpengguna lain untuk melakukan pekerjaannya. MIS menghasilkan tiga bentuk informasi, yaitu laporan terperinci (detail), laporanringkasan (summary) dan laporan exception (Gambar 3). (a) Contoh laporan terperinci (detailed report) (b) Contoh laporan ringkasan (summary report) Pertemuan 8B - Halaman 4
  • (c) Contoh laporan exception Gambar 3 Tiga bentuk informasi yang dihasilkan MIS Sebuah laporan terperinci biasanya hanya mendaftarkan transaksi-transaksi.Sebagai contoh, Detailed Order Report mendaftarkan pesanan (order) yang dilakukan padaperiode tertentu. Sebuah laporan ringkasan (summary) menggabungkan data, sehinggapengguna dapat melihat data tersebut dengan cepat dan mudah. Laporan ringkasanbiasanya memiliki nilai total, tabel, dan grafik. Laporan exception mengidentifikasi datadi luar kondisi normal. Kondisi ini, dinamakan kriteria exception, mendefinisikan aktivitasnormal atau range status. Sebagai contoh, Inventory Exception Report memberitahukankepada departemen pembelian item-item yang perlu dipesan kembali. Denganmenggunakan laporan exception, manajer dapat menghemat waktu dalam mencariinformasi jika dibandingkan dengan melakukan pencarian informasi yang diinginkandalam laporan terperinci. Laporan exception, membantu manajer agar fokus pada situasiyang memerlukan aksi dan keputusan segera.Sistem Pendukung Keputusan Sistem pendukung keputusan (decision support system, DSS) membantu penggunadalam menganalisis data dan membuat keputusan. Seringkali, TPS atau MIS tidakmembuat bentuk laporan yang diperlukan manajer dalam pengambilan keputusan. Manajeryang berbeda memerlukan berbagai bentuk informasi yang berbeda. Manajer pemasaranmungkin perlu mengetahui berapa banyak manajer tersebut menghabiskan uang untukpemasangan iklan di internet dalam tiga bulan terakhir. Manajer perkantoran mungkinmemerlukan informasi berapa banyak kertas yang telah digunakan di kantornya. BeberapaDSS bersifat spesifik untuk setiap perusahaan dan digunakan oleh manajer-manajernya.DSS yang lain tersedia untuk setiap orang pada web. Program yang menganalisis data,seperti dalam DSS, dinamakan aplikasi online analytical processing (OLAP). OLAPmeringkas informasi, sehingga aplikasi ini memproses banyak record pada suatu waktu.OLAP berbeda dengan aplikasi OLTP, OLTP memproses record individual pada suatuwaktu dan biasanya menggunakan basis data relasional. Beberapa aplikasi OLAP dinamakan MOLAP karena aplikasi tersebutmenggunakan basis data multidimesi. Aplikasi OLAP yang lain dinamakan ROLAPkarena menggunakan basis data relasional. Aplikasi OLAP lain dapat menggabungkanpenggunaan basis data multidimesi dan basis data relasional. Hybrid OLAP dapatmenggunakan ROLAP sebagai back end dan MOLAP sebagai front end. DSS mengunakan data dari sumber internal dan eksternal. Sumber internal dapatmeliputi data penjualan, manufacturing, inventori, atau data finansial dari basis dataperusahaan. Data dari sumber eksternal dapat meliputi trend populasi, biaya konstruksirumah baru, atau harga material mentah. Pertemuan 8B - Halaman 5
  • Beberapa DSS memiliki bahasa query sendiri, analisis statistika, spreadsheet, dangrafik yang membantu pengguna menemukan kembali data dan menganalisis hasil.Beberapa DSS juga memungkinkan pengguna membuat sebuah model dari faktor-faktoryang mempengaruhi keputusan. Sebagai contoh, manajer produk perlu memutuskan hargapembelian produk baru. Model sederhana untuk menemukan harga terbaik dapat meliputifaktor-faktor untuk volume penjualan yang diinginkan pada berbagai tingkat harga. Modeltersebut memungkinkan pengguna untuk menanyakan pertanyaan what-if dan melihat hasilyang diharapkan. Salah satu bentuk khusus dari DSS, dinamakan executive information system (EIS),mendukung kebutuhan informasi strategis dari manajemen eksekutif. Sebuah EISmepresentasikan informasi sebagai chart dan tabel yang menunjukkan trend, rasio danstatistika (Gambar 4). Gambar 4 Contoh EISSistem Pakar Sistem pakar (expert system) mendapatkan dan menyimpan pengetahuan pakar, dankemudian meniru penalaran dan pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manusia.Sistem pakar terdiri dari dua komponen utama, yaitu basis pengetahuan dan aturaninferensi. Basis pengetahuan adalah pengetahuan yang dikombinasikan dan pengalamandari pakar. Aturan inferensi adalah sekumpulan pendapat/keputusan logika yangdiaplikasikan ke basis pengetahuan setiap saat pengguna menjelaskan situasi ke sistempakar. Sistem pakar membantu setiap level pengguna dalam pengambilan keputusan. Pertemuan 8B - Halaman 6
  • 8B.2.3 Pembangunan Sistem Informasi Sistem informasi merupakan sekumpulan hardware, software, data, orang danprosedur yang berkerja bersama untuk menghasilkan informasi. Sistem informasidibangun mengikuti tahapan dalam system development life cycle (SDLC). SDLC adalahcara terorganisasi untuk membangun sistem informasi. Terdapat 5 (lima) tahapan dalamSDLC seperti diberikan dalam Gambar 5 (Shelly et al, 2006): 1. Perencanaan (planning) 2. Analisis (analysis) 3. Perancangan (design) 4. Implementasi (implementation) 5. Dukungan (support) Tahap 2. Analisis  Melakukan investigasi pendahuluan Tahap 1. Perencanaan  Melaksanakan aktivitas analisis Tahap 3. Perancangan  Review permintaan terperinci: proyek Memperlajari sistem yang ada  Mengadakan hardware  Menentukan prioritas Menentukan kebutuhan penggguna dan software, jika perlu permintaan proyek Merekomendasikan solusi  Membangun  Alokasi sumber daya komponen-komponen  Identifikasi tim sistem pembangun proyek Tahap 5. Dukungan Tahap 4. Implementasi  Melakukan review sistem pasca  Membangun program, jika implementasi diperlukan  Mengidentifikasi error dan  Instalasi dan pengujian sistem perbaikan/peningkatan sistem baru  Memonitor kinerja sistem  Menyelenggarakan training kepada pengguna  Konversi ke sistem baru Gambar 5 Siklus hidup pembangunan sistem (Shelly et al, 2006)Tahap 1: Perencanaan Terdapat 4 (empat) akivitas utama yang dilakukan dalam tahap perencanaan, yaitu: 1. Review dan menyetujui permintaan proyek pembangunan sistem informasi 2. Menentukan prioritas permintaan-permintaan proyek 3. Mengalokasikan sumber daya seperti uang, sumber daya manusia, dan peralatan. 4. Membentuk tim pembangunan proyek untuk proyek yang disetujui. Pertemuan 8B - Halaman 7
  • Tahap 2: Analisis Kebutuhan Tahap analisis kebutuhan terdiri dari 2 aktivitas utama, yaitu (1) melakukaninvestigasi pendahuluan dan (2) melaksanakan analisis terperinci.Investigasi Pendahuluan Investigasi pendahuluan sering dikenal sebagai studi kelayakan. Dalam kegiatanini, system analyst melakukan studi umum dari proyek dan mendefinisikan masalah secaraakurat. Aktivitas pertama dalam studi kelayakan adalah melakukan interview denganpengguna yang memberikan proyek. Selain melakukan interview, anggota tim proyekdalam melakukan teknik pengumpulan data lainnya seperti mempelajari dokumen yangada.Analisis Terperinci Analisis terperinci melibatkan 3 aktivitas utama, yaitu (1) mempelajari bagaimanasistem yang sekarang ada bekerja, (2) menentukan keinginan dan kebutuhan pengguna, dan(3) merekomendasikan penyelesaian. Selama aktivitas ini, system analyst menggunakansemua teknik pengumpulan data dan informasi. System analyst me-review dokumen,melakukan observasi pada karyawan, mengirimkan kuesioner, interview karyawan, danmelakukan penelitian. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untukmelakukan analisis terperinci, yaitu pendekatan pemodelan proses dan pemodelan objek.Pembahasan berikut ini menjelaskan tentang pemodelan proses.Pemodelan Proses Pemodelan proses, juga dinamakan analisis dan perancangan terstruktur, adalahteknik analisis dan perancangan yang menjelaskan proses-proses yang mentranformasikaninput ke dalam output. Alat-alat yang dapat digunakan oleh system analyst untukmembuat pemodelan proses adalah diagram hubungan antarentitas (entity-relationshipdiagram), diagram aliran data (data flow diagram) dan kamus proyek. 1. Diagram hubungan antarentitas (entity-relationship diagram, ERD) ERD adalah alat yang menunjukkan secara grafis koneksi antarentitas dalam sistem. Entitas adalah objek dalam sistem yang memiliki data. Sebagai contoh, cybercafe memiliki entitas customer, order, menu item, computer dan vendor. Entitas biasanya dinyatakan oleh kata benda dan dituliskan dalam ERD menggunakan huruf besar. Setiap relasi menjelaskan koneksi antar dua entitas. Gambar 6 memperlihatkan ERD yang menyatakan bahwa vendor me-supply satu atau lebih computer kepada cafe. Sebuah computer di-supply oleh satu vendor. Customer dapat menggunakan atau tidak salah satu computer selama mengunjungi cafe. Customer dapat melakukan order atau tidak. Beberapa customer dapat melakukan banyak order. Setiap order terdiri dari satu atau lebih item dari menu. Pertemuan 8B - Halaman 8
  • Gambar 6 ERD yang menggambarkan hubungan antarentitas dalam Vendor Web Sytem pada Web Stop Cafe.2. Diagram Aliran Data (Data Flow Diagram, DFD) DFD adalah alat yang secara grafis menunjukkan aliran data dalam sistem. Elemen kunci dalam DFD adalah aliran data, proses, data store dan sumber daya (Gambar 7). Aliran data ditunjukkan oleh sbuah garis dengan arah panah, menunjukkan input atau output dari data atau informasi ke dalam atau keluar dari sebuah proses. Proses, yang diganmbarkan dengan lingkaran, mentranformasikan aliran data input ke aliran data output. Data store, ditunjukkan dengan persegi empat tanpa sisi, adalah tepat penyimpanan data dan informasi. Sumber daya, digambarkan dengan kotak, menentukan entitas diluar cakupan sistem. Sumber daya mengirim data ke dalam sistem atau menerima informasi dari sistem. Gambar 7 Diagram aliran data Pertemuan 8B - Halaman 9
  • System analyst membuat DFD pada level demi level. Level paling tinggi dari DFD, yang dikenal sebagai diagram konteks, hanya mengidentifikasi proses utama. DFD-DFD level lebih rendah menambah detail dan definisi untuk DFD level lebih tinggi. DFD-DFD level lebih rendah mengandung subproses-subproses. Gambar 7 memperlihatkan diagram konteks yang megandung proses Vendor Web System. Proses ini dapat dibagi ke dalam 3 sub proses, yaitu (1) pengumpulan dan pengorganisasian informasi vendor, (2) konversi informasi vendor ke dalam format elektronik, (3) uploading file-file ke dalam halaman web.3. Kamus Proyek Kamus proyek, juga dikenal sebagai repository, mengandung semua dokumentasi proyek. Kamus proyek menjelaskan setiap item yang ditemukan dalam DFD dan ERD. Setiap proses, data store, aliran data, dan sumber daya pada setiap DFD memiliki sebuah entri dalam kamus proyek. Setiap entitas dalam ERD memiliki sebuah entri dalam kamus proyek. Kamus juga mengandung sebuah entri untuk setiap data item yang terkait dengan entitas. System analyst dapat menggunakan berbagai teknik untuk menambahkan item-item ini ke dalam kamus proyek. Beberapa diantaranya adalah bahasa terstruktur (deskripsi menggunakan istilah dan frasa), tabel keputusan, pohon keputusan dan kamus data. - Bahasa terstruktur menuliskan penjelasan langkah-langkah dalam sebuah proses. Gambar 8 memperlihatkan contoh bahasa (Inggris) terstruktur yang menjelaskan proses uploading informasi vendor. Dalam Gambar 8 teks yang dituliskan menjorok ke dalam menyatakan bagian dari loop. - Tabel keputusan merupakan daftar berbagai kondisi dan aksi yang berkaitan dengan kondisi-kondisi yang ada dalam proses. Pohon keputusan juga menunjukkan kondisi-kondisi dan aksi-aksi, tetapi digambarkan secara grafis. Gambar 9 dan Gambar 10 memperlihatkan tabel keputusan dan pohon keputusan untuk proses yang sama, yaitu menentukan apakah sebuah vendor disetujui untuk menampilkan produknya pada Web Stop Cafe. Gambar 8 Bahasa (Inggris) terstruktur yang menjelaskan proses uploading informasi vendor. Pertemuan 8B - Halaman 10
  • Gambar 9 Tabel keputusan untuk menentukan apakah sebuah vendor disetujui Gambar 10 Pohon keputusan untuk menentukan apakah sebuah vendor disetujui- Kamus data menyimpan nama item data, deskripsi, dan keterangan lain tentang setiap item data. System analyst membuat kamus data selama analisis terperinci. Dalam tahap pengembangan sistem selanjutnya, system analyst akan merujuk dan memperbaharui kamus data. Gambar 11 memperlihatkan kamus data yang mencatat keterangan detil tentang setiap item data yang membuat aliran data dan entitas dalam sistem. Kamus data ini menjelaskan entri untuk elemen data Vendor ID. Pertemuan 8B - Halaman 11
  • Gambar 11 Kamus data yang menjelaskan entri untuk elemen data Vendor IDTahap 3: Perancangan Tahap perancangan terdiri dari 2 aktivitas utama, yaitu (1) mengadakan perangkatkeras dan perangkat lunak (jika diperlukan), (2) membangun semua komponen dari sisteminformasi yang baru atau sistem informasi yang dimodifikasi. Pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak dilakukan jika pengembangansistem memerlukan perangkat yang baru. Jika aktivitas ini diperlukan, pemilihanperangkat perlu dilakukan dengan tepat. Aktivitas utama dalam pengadaan perangkatadalah (1) mengidentifikasi spesifikasi teknis, (2) mengumpulkan proposal dari vendor, (3)evaluasi proposal dari vendor, (4) menentukan proposal yang disetujui. Setelah system analyst mengidentifikasi kebutuhan data dan proses, tahapselanjutnya adalah membangun spesifikasi perancangan detil untuk komponen-komponendalam sistem informasi. Perancangan detil sering kali dinamakan perancangan fisikal.Aktivitas yang dilakukan meliputi pembuatan rancangan untuk basis data, input, output danprogram.Perancangan Basis Data Dalam tahap ini system analyst bekerjasama dengan database analyst dan databaseadministrator untuk mengidentifikasi elemen-elemen data yang telah ada dalam perusahaandan elemen-elemen data baru. System analyst juga menentukan hak-hak akses penggunake dalam basis data. Dalam hal ini, system analyst mendefinisikan elemen data mana yangdapat diakses oleh pengguna, kapan pengguna dapat mengekses elemen data, aksi apa yangdapat dilakukan pengguna terhadap elemen data, dan dalam keadaan seperti penggunadapat mengakses elemen data. Hasil dari perancangan basis data dinamakan model data. Pertemuan 8B - Halaman 12
  • Perancangan Input dan Output Dalam tahap ini system analyst merancang setiap menu, screen dan laporan yangdiperlukan. Output seringkali dirancang pertama kali karena output membantumendefinisikan kebutuhan-kebutuhan untuk input. System analyst biasanya membuat duabentuk perancangan untuk setiap input dan output, yaitu mockup dan layout chart.Mockup adalah sample input atau output yang mengandung data aktual (Gambar 12).System analyst melibatkan pengguna dalam pembuatan mockup, karena pengguna yangakan bekerja dengan input dan output dari sistem. Setelah pengguna menyetujui mockup,system analyst membuat layout chart untuk programmer. Layout chart mengandungnotasi-notasi seperti bahasa pemrograman untuk item data (Gambar 13). Gambar 12 Mockup yang mengandung sample data aktual Gambar 13 Layout chart untuk mockup pada Gambar 12 Hal-hal lain yang perlu diperhatikan selama perancangan input dan output meliputibentuk media yang digunakan (kertas, video, audio); format (grafis atau naratif); dan teknikvalidasi entri data, untuk menjamin agar data yang dimasukan adalah data yang benar. Pertemuan 8B - Halaman 13
  • Perancangan Program Selama perancangan program system analyst mengidentifikasi program-programyang diperlukan dan hubungan diantara masing-masing program, serta spesifikasi input,output dan basis data. Spesifikasi rinci yang telah dibuat sebelumnya di-review sebelumdiberikan kepada tim programmer. Reviewer meliputi penguna, system analyst, manajer,staf IT dan anggota tim pengembang sistem. Teknik review yang populer adalahpemeriksaan. Tujuan dari teknik ini adalah mengidentifikasi error dalam item yangdiperiksa seperti report, diagram, mockup, layout chart dan kamus data. Error yangditemukan selajutnya di laporkan untuk diperbaiki.Tahap 4: Implementasi Tujuan dari tahap implementasi adalah membuat sistem baru atau memodifikasisistem yang telah ada, dan kemudian menyampaikannya kepada pengguna. Aktivitasutama dari tahapan ini adalah: (1) pembuatan program, (2) instalasi dan menguji sistemyang baru, (3) memberikan training kepada pengguna, dan (4) konversi ke sistem baru.Pembuatan Program Langkah ini tidak dilakukan jika perusahaan membeli paket perangkat lunak yangsudah jadi dan tidak perlu modifikasi lagi. Untuk perangkat lunak yang memerlukanmodifikasi, program dibangun atau dimodifikasi oleh perusahaan luar atau dalamperusahaan. Programmer menulis atau memodifikasi program dari spesifikasi programyang dibuat selama tahap analisis. Langkah-langkah dalam siklus pembuatan programadalah (1) analisis kebutuhan, (2) perancangan solusi, (3) validasi perancangan, (4)implementasi perancangan, (5) pengujian solusi, (6) dokumentasi solusi.Instalasi dan Pengujian Sistem Baru Dalam aktivitas ini system analyst dan pengguna membuat data tes, sehinggamereka dapat melakukan berbagai pengujian. Data tes meliputi data yang valid (benar) dandata yang tidak valid (tidak benar). Ketika data tes valid dimasukan, program harusmemberikan hasil yang benar. Data tes yang tidak benar seharunya membangkitkan error.Pengujian yang dilakukan pada tahap ini meliputi pengujia unit, pengujian sistem,pengujian integrasi, pengujian penerimaan (acceptance test). Pengujian unit dilakukanuntuk verifikasi setiap program individual atau objek yang bekerja dengan programtersebut. Pengujian sistem mem-verifikasi bahwa semua program dalam sebuah aplikasibekerja bersama dengan benar. Pengujian intergrasi mem-verifikasi bahwa sebuah aplikasibekerja dengan aplikasi lain. Pengujian penerimaan dilakukan oleh end-user danmemeriksa sistem baru untuk menjamin bahwa sistem tersebut bekerja pada data aktual.Training untuk Pengguna Training dilakukan kepada pengguna agar penguna mengetahui fungsi-fungsisistem. Dalam training, kepada pengguna ditunjukkan bagaimana pengguna menggunakanperangkat keras dan perangkat lunak baru dalam sistem. Training dapat dilakukan melaluitatap muka dalam kelas atau melalui web-based training. Selam training, harus ada sesidimana pengguna melakukan praktik menggunakan sampel data sebenarnya. Penggunamenerima manual pengguna untuk referensi. Manual tersebut dibuat oleh system analyst,baik tercetak maupun elektronik. Pertemuan 8B - Halaman 14
  • Konversi ke Sistem yang Baru Aktivitas akhir dari tahapan implementasi adalah mengubah sistem yang lamadengan sistem yang baru. Perubahan ini dilakukan menggunakan satu atau lebih strategikonversi berikut: direct, parallel, phased, atau pilot (Gambar 14). Gambar 14 Strategi konversi dari sistem lama ke sistem baru1. Direct convertion Pengguna menghentikan penggunaan sistem lama dan mulai menggunakan sistem yang baru pada waktu tertentu. Keuntungan dari strategi ini adalah tidak memerlukan biaya transisi. Kerugian dari sistem ini adalah mengandung resiko yang tinggi dan dapat mengacaukan operasi jika sistem yang baru tidak bekerja dengan benar.2. Parallel Conversion Sistem yang lama digunakan bersama dengan sistem baru untuk waktu yang ditentukan. Hasil dari kedua sistem ini dibandingkan. Jika hasilnya sama, perusahaan akan mengakhiri penggunaan sistem yang lama. Keuntungan strategi ini adalah permasalahan yang timbul dari sistem baru dapat diperbaiki sebelum penggunaan sistem lama dihentikan. Kerugiannya adalah strategi ini membutuhkan biaya yang lebih besar karena terdapat dua sistem yang berjalan pada waktu yang sama.3. Phased conversion Strategi ini digunakan untuk sistem yang cukup besar dan digunakan di beberapa lokasi. Dengan strategi ini, setiap lokasi mengkonversi sistem pada waktu yang berbeda. Sebagai contoh, sistem accounting dapat mengkonversi lokasi account receivable, account payable, general ledger, dan payroll dalam tahap-tahap terpisah. Setiap lokasi dapat menggunakan strategi konversi direct atau parallel.4. Pilot Conversion Dalam strategi ini, hanya satu lokasi dalam perusahaan yang menggunakan sistem baru, dinamakan lokasi pilot. Setelah lokasi pilot menyetujui sistem yang baru, lokasi yang lain melakukan konversi ke sistem baru dengan menggunakan salah satu strategi yang lain. Pertemuan 8B - Halaman 15
  • Tahap 5: Dukungan Maksud dari tahap dukungan adalah menyediakan bantuan secara terus menerusuntuk sistem informasi dan pengguna setelah sistem diimplementasikan. Tahapan initerdiri dari 4 aktivitas utama yaitu: (1) melakukan review sistem pasca implementasi, (2)mengidentifikasi error, (3) mengidentifikasi perbaikan/peningkatan pada sistem, (4)memonitor kinerja sistem.1. Review sistem pasca implementasi Aktivitas ini bertujuan untuk menentukan apakah sistem informasi berjalan berdasarkan harapan pengguna. Jika tidak, system analyst harus menentukan apa saja yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna – kembali ke tahap perencanaan.2. Identifikasi Error Kadang-kadang pengguna mengidentifikasi error dalam sistem ketika program tidak memberikan hasil yang benar. Permasalahan dalam perancangan yang biasanya menyebabkan error ini. Sebagai contoh, total nilai dari suatu kolom tidak benar. Bentuk error ini memerlukan investigasi – kembali ke tahap perencanaan.3. Identifikasi perbaikan/peningkatan pada sistem Kadang-kadang pengguna memiliki kebutuhan tambahan. Peningkatan sistem meliputi modifikasi dan perluasan sistem informasi yang ada – kembali ke tahap perencanaan.4. Memonitor kinerja sistem Tujuan aktivitas ini adalah menentukan apakah sistem tidak efisien. Jika demikian, maka perlu ditentukan penyebab mengapa sistem tidak efisien – kembali ke tahap perencanaan.8B.3 Penutup Sistem informasi adalah mekanisme yang membantu manusia untukmengumpulkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan informasi. Sistem inimenyediakan informasi untuk mendukung kebutuhan bisnis dari suatu organisasi danpengguna sistem tersebut. Sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras,perangkat lunak, data, orang dan prosedur yang bekerja bersama untuk menghasilkaninformasi. Secara umum, terdapat lima kategori sistem informasi, yaitu sistem informasiperkantoran, sistem pemrosesan transaksi, sistem informasi manajemen, sistem pendukungkeputusan, dan sistem pakar. Sistem informasi dibangun mengikuti tahapan dalam systemdevelopment life cycle (SDLC). SDLC terdiri dari 5 (lima) tahapan yaitu perencanaan(planning), analisis (analysis), perancangan (design), implementasi (implementation) dandukungan (support). Pertemuan 8B - Halaman 16