PERUBAHAN ABNORMAL RETURN DANTRAIDING VOLUME ACTIVITY SEBELUM DAN SESUDAH           KRISIS ENERGI DI JEPANG(Event Study pa...
HALAMAN PERSETUJUAN         PERUBAHAN ABNORMAL RETURN DANTRAIDING VOLUME ACTIVITY SEBELUM DAN SESUDAH               KRISIS...
HALAMAN PENGESAHAN         PERUBAHAN ABNORMAL RETURN DANTRAIDING VOLUME ACTIVITY SEBELUM DAN SESUDAH               KRISIS ...
HALAMAN PERSEMBAHAN“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri   akhirat, dan janga...
KATA PENGANTAR       Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, berkatRahmat dan Hidayat-Nya berupa ni...
besar dan sangat berharga kepada penulis sejak dilahirkan hingga dewasa. Kepadakakak dan adik tercinta kakak Amalia Kurnia...
5.   Bapak Prof. Dr. Muslimin, SE, MM, Ibu Femilia Zahra SE, MSc, Bapak     Tampang, SE. MM., Ibu Yuldi Mile SE, Msi., dan...
11. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah , Kasubag Keuangan    dan Kasubag Kepegwaian atas pengertiannya ...
15. Seluruh teman-teman Akuntansi angkatan 2004, 2005, 2006, 2007, 2009,   2010 dan 2011 terima kasih atas bantuannya sela...
ABSTRAK        Erwinsyah, C 301 08 040, Perubahan Abnormal Return Sebelum danSesudah Krisis Energi di Jepang (Event Study ...
DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .....................................................................................             ...
BAB III   METODE PENELITIAN          3.1   Objek Penelitian .................................................................
DAFTAR GAMBARGambar 1.1 Ekspor Coal dan Liquid Natural Gas ..........................................              5Gambar...
DAFTAR TABELTabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu ..................................................... 16Tabel 3.1 Pro...
DAFTAR LAMPIRANLampiran I    : Harga Saham Perusahaan Pertambangan Selama Periode                PengamatanLampiran II   :...
BAB I                             PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang        Bencana alam dapat mempengaruhi sektor perekonomian...
Bencana gempa bumi yang disertai dengan tsunami pada tanggal 11Maret 2011 di Jepang memiliki dampak yang sangat besar bagi...
energi secara cepat, akan sangat memengaruhi pemulihan mereka. ApabilaJepang mampu secara cepat mengganti sumber energi li...
khususnya subsektor batu bara dan subsektor minyak bumi dan gas alam.Penekanan reaksi bursa terlihat pada perusahaan berba...
pemerintah Jepang memulai rekonstruksi perekonomian dengan jalan    mengganti sumber energi nuklir. Kemudian analisis line...
Enrique sebagai jalan yang seharusnya dimaksimalkan oleh perusahaanpertambangan untuk meningkatkan laba perusahaan.     Kr...
oleh karena itu investor sering mencari informasi tambahan agarmendapatkan keuntungan dari kegiatan investasinya, salah sa...
1.2 Identifikasi Masalah          Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan dibahas    dalam penelitian ini ...
trading volume activity. Sehingga bisa mempengaruhi pengambilan   keputusan investasi.3. Menjadi sumber referensi buat pen...
BAB II                           TINJAUAN PUSTAKA2.1 Penelitian Terdahulu         Beberapa penelitian yang relevan dengan ...
secara jelas dinyatakan dengan nilai t hitung sebesar -5,2358 lebih besardaripada t tabel yaitu sebesar 2,2125.      Hamid...
Munawarah (2009) dengan        judul penelitian Analisis PerbandinganAbnormal Return dan Trading Volume Activity pada Saha...
penelitian tersebut, menunjukkan bahwa sebelum dan setelah peristiwasuspend BEI tidak terdapat perubahan reaksi perdaganga...
memang dari kedua peristiwa kenaikan BBM tersebut sudah dapat diprediksioleh para pelaku pasar. Pada hari-hari disekitar p...
Puput Haryono pada tahun 2005 menganalisis pasar modal Indonesia(Bursa Efek Jakarta) terhadap peristiwa politik dalam nege...
yang signifikan antara rata-rata volume perdagangan sebelum peristiwa   dengan rata-rata volume perdagangan sesudah perist...
Peneliti                   PenelitianNo dan Tahun                       Indikator     Alat Uji         Hasil              ...
dalam Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995 sebagai “Kegiatanyang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan e...
menjual efek-efek dipasar modal. Pembeli adalah pihak yang ingin        membeli modal di perusahaan yang menurut mereka me...
terjadi di pasar bursa. Semakin banyak investor yang ingin membeli atau    menyimpan saham, harganya semakain naik. Sebali...
faktor yaitu merefleksikan informasi yang bersifat historis, merefleksikankejadian yang telah diumumkan tetapi belum dilak...
Bentuk efisiensi pasar secara lemah ini berkaitan dengan teori  langkah acak (random walk theory) yang menyatakan bahwa da...
Hubungan ketiga pasar efisien ini berupa tingkatan yang kumulatif   yaitu bentuk lemah merupakan bagian dari bentuk seteng...
Metode kedua yang dapat digunakan adalah    Keterangan:    Ri,t    = return saham i untuk waktu (hari, bulan, dan sebagain...
kejadian-kejadian luar biasa, stock split, penawaran perdana, suspend danlain-lain.      Abnormal return adalah selisih an...
CAAR merupakan kumulatif harian AAR. Dari grafik CAAR dapat          diketahui kecenderungan kenaikan atau penurunan yang ...
Ri,j   : return realisasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j          : lamanya periode estimasi, yaitu dari t1 sam...
Keterangan          E[Ri,t] : expected return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t                  : return pasar2....
Volume perdagangan merupakan bagian yang diterima dalam analisisteknikal. Kegiatan perdagangan dalam volume yang sangat ti...
Dapat disimpulkan indikator Trading Volume Activity menjadi dasar    investor untuk mengambil keputusan dengan melihat sah...
mengalami hal tersebut adalah industri baja dan otomitif karena jenisperusahaan ini menggunakan banyak tenaga listrik.    ...
mengalihkan pasar impor dengan mencari negara penghasil produk yang   sama. Untuk menambah nilai tambah, perbaikan infrast...
nulir Fukushima adalah krisis energi yang terjadi dan berdampak pada prosesproduksi industri yang memberikan kontribusi ya...
dengan nilai jual yang tinggi atau dipandang sebagai saham potensial dalambursa saham.      Pergerakan indeks menjadi indi...
Hal lain yang digunakan untuk menjelaskan efek dari sebuah pengumuman adalah volume perdagangan saham, ketika informasi di...
2.12 Hipotesis         Hipotesis meruapakn jawaban yang sifat sementara terhadap masalah    yang diteliti. Berdasarkan ide...
BAB III                       METODOLOGI PENELITIAN3.1 Objek Penelitian         Objek dalam penelitian ini adalah abnormal...
3.3 Jenis dan Sumber Data         Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini dalam penelitian adalah   data sekunder y...
Berdasarkan metode penarikan sampel maka dilakukan penyeleksian  dari populasi yang ada, penyeleksian populasi digambarkan...
3.5 Teknik Pengumpulan Data          Dalam memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini, peneliti    menggunakan t...
dimana sifatnya belum terjadi. Dalam penelitian ini menggunakan       Model disesuaikan pasar (market-adjusted model) yang...
jumlah saham yang diperdagangkan dengan jumlah saham yang          beredar. Jadi, TVA diukur dengan formulasi sebagai beri...
Model yang digunakan untuk mengestimasi expected return adalahdengan menggunakan model disesuaikan pasar (market-adjusted ...
3.7.2 Pengujian Hipotesis1.     Pengujian Hipotesis I       Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah terdapat perbeda...
Keterangan:    E[Rit] : expected return    Rmt     : return pasar pada periode td. Return pasar diperoleh dengan rumus: (J...
Keterangan:   AR      : abnormal return secara keseluruhan     ARit : total abnormal return saham i pada waktu t   n      ...
k. Standar deviasi rata-rata abnormal return. (Lamasigi dalam      Munawarah, 2009)                                       ...
a. Jika Probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak artinya terdapat perbedaan          variance.       b. Jika Probabilitas > 0,...
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang

5,663

Published on

Event Study Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,663
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
246
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perubahan Abnormal Return dan Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Bencana di Jepang

  1. 1. PERUBAHAN ABNORMAL RETURN DANTRAIDING VOLUME ACTIVITY SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS ENERGI DI JEPANG(Event Study pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Oleh ERWINSYAH C 301 08 040 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TADULAKO PALU 2012
  2. 2. HALAMAN PERSETUJUAN PERUBAHAN ABNORMAL RETURN DANTRAIDING VOLUME ACTIVITY SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS ENERGI DI JEPANG(Event Study pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Oleh : ERWINSYAH C 301 08 040 Disetujui oleh : Pembimbing I Pembimbing II Prof. Dr. Muslimin, S.E, M.M Femilia Zahra, S.E, M.Sc NIP.196609151993031002 NIP.198106212005012003 ii
  3. 3. HALAMAN PENGESAHAN PERUBAHAN ABNORMAL RETURN DANTRAIDING VOLUME ACTIVITY SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS ENERGI DI JEPANG(Event Study pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Diterima oleh Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Sebagai Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu (S1) Sarjana Ekonomi Bidang Studi Akuntansi Pada Hari Selasa 15 Mei 2012 Disahkan Oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Prof. Dr. Muslimin, S.E., M.M NIP. 19660915 199303 1 002 Panitia Ujian Skripsi : Ketua : Prof. Dr. Muslimin, S.E., M.M ( ............................. ) Sekretaris : Femilia Zahra, S.E., M.Sc ( ............................. ) Anggota : 1. Tampang, S.E., M.M ( ............................. ) 2. Rahma Masdar, S.E., M.Si., Ak ( ............................. ) 3. Ni Made Suwitri, S.E., M.Si ( ............................. ) iii
  4. 4. HALAMAN PERSEMBAHAN“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Q.S Al-Qashash 77)Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik- baiknya dari otak yang tidak sempurna (Muhammad SAW) Sometimes when you innovate, you make mistakes. It is best to admit them quickly, and get on with improving your other innovations. (Steve Jobs)Hal yang paling sulit adalah menentukan pilihan yang baik, dan hal yang paling mudah adalah menjalankan pilihan itu untuk menjadikannya benar Karya ini sepenuhnya di dedikasikan untuk G.A Nasser SE,MM H. Yudaningsih iv
  5. 5. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, berkatRahmat dan Hidayat-Nya berupa nikmat iman, kesehatan, kesabaran dankegigihan yang diberikan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.Skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada JurusanAkuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako. Shalawat dan salam selalutercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad salallahu a’laihiwasallam,keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa mengikuti beliau Insya Allahhingga akhir zaman kelak. Skripsi ini mengenai “Perubahan Abnormal Return dan Traiding VolumeActivity Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang”. Hasil dari penelitian inidiharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingansekaligus untuk memperkaya khasanah kepustakaan bagi dunia akuntansikhususnya dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Selama proses penyusunan skripsi ini tidak sedikit hambatan dan kesulitanyang dihadapi penulis, namun berkat kerja keras, usaha dan bantuan dari berbagaipihak serta do’a yang diberikan, akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itudengan segala kerendahan hati dan cinta kasih yang tulus, penulis mengucapkanterima kasih kepada kedua orang tua: Ayahanda G. A . Nasser dan ibunda tercintaYudaningsih yang telah memberikan curahan kasih sayang yang begitu besardisertai pengorbanan, perhatian, dukungan moril maupun materil yang begitu v
  6. 6. besar dan sangat berharga kepada penulis sejak dilahirkan hingga dewasa. Kepadakakak dan adik tercinta kakak Amalia Kurnia Eka Sari dan Adikku Moh.Firmansyah dan Rangga Alamsyah terima kasih atas doa, dukungankebersamaannya dan canda tawanya, serta segenap keluarga besarku. Pada kesempatan yang membahagiakan ini, penulis menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada berbagai pihak yang telah memberimotivasi dan membantu serta memberikan bimbingan bagi penulis dalammenyelesaikan skripsi ini dengan baik secara langsung maupun tidak. Untuk itudengan hati yang tulus penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnyakepada:1. Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Basyir, SE, MS selaku Rektor Universitas Tadulako yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas kepada penulis untuk menimba ilmu di Universitas Tadulako.2. Bapak Prof. DR. Muslimin, SE.,MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako serta seluruh Pembantu Dekan.3. Bapak Fikry Karim, SE, M.Si, Ak selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bapak Muhammad Din, SE, M.Si, Ak selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi.4. Bapak Prof. Dr. Muslimin, SE, MM selaku Pembimbing I dan Ibu Femilia Zahra, SE, M.Sc, selaku Pembimbing II yang rela meluangkan waktunya dan pemikiran dalam memberikan arahan dan melapangkan pola pikir penulis pada saat tulisan ini dibuat, semoga budi baik Bapak/Ibu mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Amien Ya Rabbal Alamin. vi
  7. 7. 5. Bapak Prof. Dr. Muslimin, SE, MM, Ibu Femilia Zahra SE, MSc, Bapak Tampang, SE. MM., Ibu Yuldi Mile SE, Msi., dan Ibu Ni Made Suwitri, SE. Msi. sebagai Tim Penguji Ujian Proposal dan Skripsi yang telah memberikan saran dan kritikan demi kesempurnaan dalam pencapaian tujuan penulisan skripsi ini.6. Ibu Muliati, SE. MSi, Bapak H. Supriadi Laupe, SE, M.Si, Ak dan Ibu Dr. Nurhayati Haris, SE. MSi selaku Dosen Wali Penulis yang turut memperhatikan perkembangan studi Penulis.7. Kepada seluruh Bapak/Ibu dosen yang telah membimbing, memberikan bekal ilmu, bantuan, serta motivasi kepada penulis selama menimba ilmu di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako.8. (Alm.) Agusman, Sahnaz, SE., dan seluruh staf Edukatif serta Adminstrasi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako yang telah banyak memberikan bantuan kepada Penulis.9. Buat Ibu (nenek) Sukatini atas perhatiannya merawat hingga saat ini dan kakek (alm.) Daurip, Tetta A.Rahman Siddik dan Nenek Ipa Tom atas dukungan moril dan materil. Keluarga Besar Ir. Prasetyo (Pak De, Bude, Ka Adis, Alan) atas ajaran kehidupannya. Mas Moh, Mas to, Mas Bud, Bibi Ko’o, Om Fendi, Om Arif, Om Muchlis, Bibi Ida, Bibi Dewi, Misbah (Udin) terima kasih atas pengalaman yang selalu dibagi.10. Bapak Muhammad Din, SE, M.Si, Ak dan Ibu Munawarah, SE, MM sekeluarga, terima kasih yang sebesar-besarnya untuk ilmu , pengalaman, canda tawa dan motivasi yang begitu besar dan sangat berarti kepada Penulis vii
  8. 8. 11. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah , Kasubag Keuangan dan Kasubag Kepegwaian atas pengertiannya menghadapi perilaku yang kurang berkenan saat melaksanakan KKP dan telah memberikan pengalaman yang berharga.12. Saudara-saudariku tanpa ada hubungan yang jelas: Deddy Wachyudy (buat emosinya), Andi Inayah, Arif, Dedy Siswanto, Farahdhiza, Vivi, Agus, Ramzi, Arya, Suci, Askodar, Rudi, Fais, Wahyudin, Kusuma Hasinta, Yovita, Yuli, Annisa, Dini, Vita, Andri Supit, Yunus, Andi, Galih, Rozik, Aldo dan Ismail terima kasih atas kebersamaan dalam petualangan selama ini.13. Sahabat-sahabat akuntansi Rahmah, Manda Hot, Kiko Hot, Mira Hot, Ikbal Amir, Dayat, Faisal, Khairul, Sutomo, Andri, Nofri, Sahid, Wawan Dolo, Fadli Dolo, Indra, Setiawan, Khusnul, Lulu, Medy, Ayu, Feby, Tuti , Tuwiyanti, Ana, Nini, Lilis, Santi, Vika, Alam, Copisss, Dewi kusuma , Try, Gojin, Indah, Yulan, Irin, Devi, Wulan, Achi, Maya, dan kawan-kawan lainnya yang tidak sempat disebut satu persatu terima kasih untuk kebersamanya selama ini.14. Teman-teman SMA Negeri 1 Palu (sampesuvu GS70PL), Dzul Kecil, Dzul, Daeng, Dio, Muchtar, Fahri, Eko, Rey, Sandi, Dewi, Ito (senyum-senyum enak), Yulita Nabila, Ade, Maya, Arfan, Ano, Niranti, Nanik, Irma Mesum, Indah, Dina (thanks atas emosinya) Fira, Ika, Dian, Puput, Nadya, Aidinnal, Evy, Nanik, Ika lola, Neny, Radian, Fitri, Cintya, Eja, Gery, Eca Koe, Moses, Ahdiyat (mumun), teman-teman XA6, XI IPA 5 dan XII IPA 3 lainnya yang belum disebutkan namanya. viii
  9. 9. 15. Seluruh teman-teman Akuntansi angkatan 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2010 dan 2011 terima kasih atas bantuannya selama ini.16. Teman-teman “kimaja48”, “ngangapala” dan “GM Crue with The Boss”, semua perjalanan dan aktivitasnya sangat mempengaruhi psikologis penulis dan meluruskan pola pikir penulis.17. Mantan pengurus HIMAKSI periode 2009, 2010:, Benny, Mail, Cito , Wawa, Alan, Acank, Maman, Salehudin, Jali, Andros, Rauf, Fandy, Doli, , Mirdan, Kama, Sari, Arya, Deddy, Agus, Wahyudin, Ramzi, Dedy, Arif, Rudi, Faiz, Nini, Lilis, Mawar, Koko, Iin, Fuji, Uci, Ita, Dian terima kasih atas kerja sama dan bantuannya kepada Penulis selama ini. Serta tak lupa kepada seluruh senior yang telah mengarahkan dan selalu mengajarkan hal- hal bermanfaat serta pengalaman yang tak ternilai dengan uang.18. Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Fakultas Ekonomi Univeritas Tadulako, Pengurus beserta seluruh anggota-anggotanya terima kasih atas ilmu yang diberikan dan kegiatan yang selalu memberikan tantangan untuk berkreasi di dalamnya. Semoga apa yang telah diberikan dapat penulis manfaatkan semaksimalmungkin dan mendapat balasan dari Allah SWT. Amin. Palu, Maret 2012 Penulis ix
  10. 10. ABSTRAK Erwinsyah, C 301 08 040, Perubahan Abnormal Return Sebelum danSesudah Krisis Energi di Jepang (Event Study pada Perusahaan Pertambanganyang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia), dibimbing oleh Muslimin selakupembimbing I dan Femilia Zahra selaku pembimbing II. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan rata-rataabnormal return dan rata-rata traiding volume activity sebelum dan sesudah krisisenergi di Jepang pada saham sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia pada tanggal 3 sampai dengan 23 Maret 2011. Penelitian inimenggunakan event study, di mana dilakukan pengamatan terhadap rata-rataabnormal return dan rata-rata traiding volume activity selama 7 hari sebelum,event date, dan 7 hari sesudah pengumuman. Penelitian ini menggunkan datasekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Data yang digunkan dalampenelitian ini meliputi harga saham penutupan harian (closing price), indeks hargasaham gabungan, volume perdagangan harian, dan jumlah saham yang beredar.Sampel yang digunakan berjumlah 20 perusahaan yang terdaftar dalam sahampertambangan subsektor pertambangan batu bara dan subsektor pertambanganminyak dan gas bumi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Berdasarkan uji statistik terhadap rata-rata abnormal return saham selama periode pengamatan, ditemukan bahwaterdapat rata-rata abnormal return tetapi tidak signifikan perbedaannya antarasebelum dan sesudah krisis energi di Jepang. Hal ini membuktikan bahwainformasi atas kondisi krisis energi di Jepang tidak dinilai sebagai good news olehpara investor untuk memperoleh pengembalian. Investor masih diselimuti olehkekhawatiran atas krisis nuklir dan faktor lain yang juga turut mempengaruhibursa saham. (2) berdasarkan uji statistik Paired Sample T-Test menunjukkantidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap traiding volume activitysebelum dan sesudah krisis energi di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan panicselling terjadi di bursa saham karena adanya informasi tersebut. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah bagi investor dancalon investor hendaknya melakukan analisis melalui perhitungan abnormalreturn dan traiding volume activity sebagai ladasan dalam membentuk keputusaninvestasi yang tepat sasaran.Kata Kunci : Abnormal Return, Traiding Volume Activity, Event Study x
  11. 11. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL ..................................................................................... iHALAMAN PERSETUJUAN ..................................................................... iiHALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iiiHALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... ivKATA PENGANTAR ................................................................................... vABSTRAK ..................................................................................................... xDAFTAR ISI .................................................................................................. xiDAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xiiiDAFTAR TABEL ......................................................................................... xivDAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................... 1 1.2 Identitifikasi Masalah ......................................................... 8 1.3 Tujuan Penelitian ................................................................ 8 1.4 Kegunaan Peneltian ............................................................ 8BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu ........................................................... 10 2.2 Pasar Modal ........................................................................ 17 2.3 Saham ................................................................................. 19 2.4 Pasar yang Efisien ............................................................... 20 2.5 Return Saham ...................................................................... 23 2.6 Abnormal Return ................................................................ 24 2.7 Expected Return .................................................................. 26 2.8 Trading Volume Activity .................................................... 28 2.8 Krisis Energi di Jepang ....................................................... 30 2.10 Event Study ......................................................................... 32 2.11 Kerangka Pemikiran ........................................................... 32 2.12 Hipotesis ............................................................................. 36 xi
  12. 12. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian .................................................................. 37 3.2 Jenis Penelitian ................................................................... 37 3.3 Jenis dan Sumber Data ........................................................ 38 3.4 Populasi dan Sampel ........................................................... 38 3.4.1 Populasi ...................................................................... 38 3.4.2 Sampel ....................................................................... 38 3.5 Teknik Pengumpulan Data ................................................. 40 3.6 Operasionalisasi Variabel ................................................... 40 3.7 Teknik Analisis ................................................................... 42 3.7.1 Periode Pengamatan ................................................... 43 3.7.2 Pengujian Hipotesis ................................................... 44BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Variabel Penelitian ............................................. 50 4.1.1 Return Sahan .............................................................. 50 4.1.2 Abnormal Return ....................................................... 56 4.1.3 Traiding Volume Activity ........................................... 62 4.2 Pengujian Normalitas Data .................................................. 68 4.3 Pengujian Hipotesis ............................................................ 70 4.5.1 Pengujian Hipotesis I ................................................. 70 4.5.2 Pengujian Hipotesis II ................................................ 74 4.4 Pembahasan ........................................................................ 75BAB V KESIMPULAN dan SARAN 5.1 Kesimpulan ......................................................................... 87 5.2 Saran ................................................................................... 88 5.3 Keterbatasan Penelitian ...................................................... 89DAFTAR PUSTAKA xii
  13. 13. DAFTAR GAMBARGambar 1.1 Ekspor Coal dan Liquid Natural Gas .......................................... 5Gambar 2.1 Paradigma Konseptual Penelitian ................................................ 35Gambar 4.1 Grafik Rata-rata Return Saham dan Nilai Maximum Return Saham .............................................................................. 55Gambar 4.2 Grafik Rata-rata Abnormal Return dan Nilai Maximum Abnormal Return ......................................................................... 61Gambar 4.3 Grafik Rata-rata Traiding Volume Activity dan Nilai Maximum Traiding Volume Activity ........................................... 68Gambar 4.4 Grafik Rata-rata Return Saham dan Return Pasar Sebelum Dan Sesudah Krisis Energi di Jepang ......................................... 78Gambar 4.5 Grafik Rata-rata Abnormal Return dan Cumulative Average Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang ............................................................... 79Gambar 4.6 Grafik Rata-rata Traiding Volume Activity dan Cumulative Average Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang ............................................................... 83 xiii
  14. 14. DAFTAR TABELTabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu ..................................................... 16Tabel 3.1 Proses Pemilihan Sampel ................................................................ 39Tabel 3.2 Sampel Penelitian ............................................................................ 39Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Return Saham (Tanggal 3 sampai dengan 23 Maret 2011) .................................... 51Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Abnormal Return (Tanggal 3 sampai dengan 23 Maret 2011) .................................... 57Tabel 4.3 Statistik Deskriptif Traiding Volume Activity (Tanggal 3 sampai dengan 23 Maret 2011) .................................... 62Tabel 4.4 Uji Normalitas Data Rata-rata Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang ............................... 69Tabel 4.5 Uji Normalitas Data Rata-rata Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang ............................... 69Tabel 4.6 Uji One Sample T-Test Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang .................................................... 71Tabel 4.7 Uji Paired Samples T-Test Rata-rata Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang ............................... 73Tabel 4.8 Uji Paired Samples T-Test Rata-rata Traiding Volume Activity Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang ................. 74Tabel 4.9 Rata-rata Return Saham, Return Pasar, Rata-rata Abnormal Return dan Rata-rata Traiding Volume Activity Saham Sektor Pertambangan Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang .................................................... 76 xiv
  15. 15. DAFTAR LAMPIRANLampiran I : Harga Saham Perusahaan Pertambangan Selama Periode PengamatanLampiran II : Return Saham Perusahaan Pertambangan Selama Periode PengamatanLampiran III : Expected Return (Return Pasar)Lampiran IV : Abnnormal Return Perusahaan Pertambangan Selama Periode PengamatanLampiran V : Volume Perdagangan Saham Perusahaan Pertambangan Selama Periode PengamatanLampiran VI : Traiding Volume Activity Saham Pertambangan Selama Periode PengamatanLampiran VII : Hasil Pengolahan Data xv
  16. 16. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Bencana alam dapat mempengaruhi sektor perekonomian sebuah wilayah, karena bencana alam akan mempengaruhi komponen pertumbuhan ekonomi. Komponen pertumbuhan ekonomi tersebut adalah investasi, ekspor-impor, konsumsi dan belanja negara. Pengaruh dari komponen pertumbuhan tersebut bisa dirasakan oleh wilayah yang menghadapi bencana ataupun wilayah lainnya yang tidak terkena bencana Wilayah yang mengalami bencana alam akan mengalami koreksi atas kegiatan ekspor-impor yaitu nilai ekspor akan menurun dan nilai impor akan meningkat. Hal ini disebabkan karena kepincangan sektoral yang menurunkan nilai produksi dalam wilayah tersebut untuk melakukan ekspor. Belanja negara akan meningkat pada wilayah yang terkena bencana sebagai salah satu langkah untuk rekonstruksi kondisi yang rusak dan untuk menstabilkan kegiatan produksi suatu wilayah. Investasi menjadi sebuah hal yang dipengaruhi dan mempunyai daya tarik tersendiri, terutama investasi dalam pasar modal. Kondisi wilayah yang rusak dan membutuhkan perbaikan memaksa secara tidak langsung para pelaku pasar modal untuk menghitung efek dari hal tersebut sehingga dapat memberikan keputusan investasinya. Apakah pelaku pasar modal akan menjual atau membeli saham, serta membentuk portofolio dalam pasar modal adalah pilihan atas perhitungan dari efek bencana tersebut.
  17. 17. Bencana gempa bumi yang disertai dengan tsunami pada tanggal 11Maret 2011 di Jepang memiliki dampak yang sangat besar bagi negaratersebut. Gempa dengan kekuatan 8,9 Skala Ricther ini mengakibatkanrusaknya wilayah Miyagi dan mengakibatkan kehancuran pada reaktor nuklirFukhusima. Dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB) Jepang wilayahMiyagi hanya mampu menyumbang 1,7 % dari total PDB. Secara sederhanahal terseebut tidak akan mempengaruhi perekonomian Jepang secarasignifikan, namun kehancuran reaktor nuklir menjadi suatu pertanda burukterhadap perekonomian Jepang. PLTN Fukhusima yang dikelola oleh TokyoElectric Power Co (TEPCO) menyumbang 24 % kebutuhan listrik bagiJepang dan kerusakan yang terjadi mengakibatkan adanya krisis listrik diJepang. Kekurangan energi listrik akan berdampak langsung pada industri yangmenyerap tenaga listrik seperti industri baja, elektronik dan otomotif. Akibattidak langsungnya terletak pada industri turunannya seperti industri sukucadang dan perlengkapan lainnya yang ikut terganggu produksinya karenaindustri hulunya juga terganggu. Hal tersebut membentuk sebuah alur yangmenyebabkan dampak negatif secara signifikan terhadap PDB Jepang, iniartinya PDB Jepang akan melemah. Perkembangan ke depan, akan sangat tergantung pada bagaimanaJepang mengatasi dampak ekonomi bencana ini. Apakah Jepang akanmengoptimalkan industrinya di luar negeri, atau mencari alternatif sumber
  18. 18. energi secara cepat, akan sangat memengaruhi pemulihan mereka. ApabilaJepang mampu secara cepat mengganti sumber energi listriknya, makadampak negatif ekonominya dapat dikurangi. Dampak bencana Jepang sampai ke Indonesia melalui jalurperdagangan dan keuangan. Tanggal 17 Maret 2011, dalam kunjungannya keIndonesia Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Kikuta menyampaikanbahwa konsidi PLTN Fukhusima rusak dan mengakibatkan kekurangan listriksecara besar-besaran. Karena kekurangan listrik tersebut Jepang saat inimelakukan penghematan listrik secara berencana dan berharap adanyatambahan ekspor LNG (liquefied natural gas) dan minyak bumi ke Jepang. Hal tersebut sesuai dengan artikel “Dampak Bencana Tsunami JepangTerhadap Indonesia” yang dimuat dalam GaleriSaham.com memberikangambaran pengaruh dalam hal investasi Jepang di Indonesia, perdaganganantar negara (ekspor-impor), kestabilan harga minyak, sampai padapeningkatan permintaan komoditas. Dampak bencana di Jepang juga akanmempengaruhi negara lain dalam hal penggunaan energi nuklir, sehinggamemunculkan kemungkinan negara lainnya akan mengalihkan sebagiansumber energi pada pembangkit energi gas dan batubara. Secara keseluruhandalam pasar modal saran yang diberikan untuk para investor adalahmemantau saham berbasis komoditi seperti batu bara dan gas sebagai dampakatas krisis energi listrik di Jepang. Jalur perdagangan dan keuangan yang terkena imbas dari krisis energidi Jepang lebih ditekankan pada saham-saham perusahaan pertambangan
  19. 19. khususnya subsektor batu bara dan subsektor minyak bumi dan gas alam.Penekanan reaksi bursa terlihat pada perusahaan berbasis komoditas tersebutkarena adanya kebutuhan Jepang untuk rekonstruksi ekonomi pasca tsunamisebagai langkah menjaga perekonomiannya. Enrique blanko menyatakan kondisi di Jepang harus dimanfaatkan olehIndonesia sebagai penghasil komoditas, Indonesia harus mampu membukacelah pasar baru maupun menambahkan ekspor yang sudah ada sebelumnyamisalnya gas alam cair/LNG. Peluang Indonesia dalam pengembangan pasaryang telah ada sangat besar, ditambah lagi dengan hubungan antara Indonesiadan Jepang dapat dinilai sebagai signal baik yaitu Indonesia akan menjadifavorit Jepang dalam penyediaan pengganti energi yang bisa menghancurkanperekonomiannya. Berdasarkan berita resmi statistik, ekspor atas komoditi batu bara danliquid natural gas sampai dengan bulan Maret menunjukan adanyapeningkatan permintaan, pada bulan Maret nilai ekspor liquid natural gasmencapai US$ 1.153.042.772 yaitu meningkat 23 persen dari bulan Februaridan total ekspor batubara adalah US$ 1.805.350.126 pada bulan Maret. Biladibandingkan periode Januari sampai dengan Februari tahun 2010 nilaiekspor batubara dan liquid natural gas mengalami peningkatan rata-ratapermintaan sebesar 18 persen. Data ekspor dari bulan Agustus 2010 sampaidengan Maret 2011 nilai ekspor berfluktuatif, namun dengan analisis linearforecast trendline hasil yang didapatkan adalah positif. Peningkatan tersebutdapat menjelasakan bahwa efek dari peristiwa krisis energi di Jepang,
  20. 20. pemerintah Jepang memulai rekonstruksi perekonomian dengan jalan mengganti sumber energi nuklir. Kemudian analisis linear forecast trendline yang positif mengindikasikan bahwa akan tetap terjadi peningkatan permintaan selama dua bulan ke depan. Pergerakan nilai ekspor batubara dan liquid natural gas beserta analisis linear forecast trendline digambarkan pada gambar dibawah ini.1.600.000.0001.400.000.0001.200.000.0001.000.000.000 800.000.000 600.000.000 400.000.000 200.000.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bituminous coal: coking coal Bituminous coal: other than coking coal Other coal Liquid natural gas Linear (Liquid natural gas) Sumber : Badan Pusat Statistik Gambar 1.1 Ekspor Coal dan Liquid Natural Gas Data di atas dapat menggambarkan bagaimana hubungan kerja sama Indonesia dengan Jepang. Dalam situs Wikipedia, Indonesia telah menjadi mitra Jepang dalam pemenuhan liquid natural gas sejak tahun 1987 dan Indonesia merupakan negara pengekspor terbesar atas permintaan komoditas tersebut yaitu sebesar 51,3 persen. Hubungan inilah yang dimaksud oleh
  21. 21. Enrique sebagai jalan yang seharusnya dimaksimalkan oleh perusahaanpertambangan untuk meningkatkan laba perusahaan. Krisis energi yang terjadi di Jepang secara keseluruhan menjadi sebuahinformasi yang penting. Hal ini memang tidak mengintervensi bursa sahamsecara langsung, namun peristiwa ini merupakan salah satu informasi yangdiserap oleh para pelaku pasar modal dan digunakan oleh para pelaku iniuntuk memperoleh keuntungan yang diharapkan di masa yang akan datang.Informasi tersebut mempengaruhi pengambilan keputusan para investor danpada akhirnya pasar bereaksi terhadap informasi tersebut untuk mencapaikeseimbangan baru, sehingga dapat dikatakan bahwa peristiwa tersebut secaratidak langsung mempengaruhi aktivitas di bursa efek. Informasi tersebut sangat mempengaruhi tingkat kepekaan pasar modalterhadap harga saham dan volume perdagangan saham yang akan berdampakpada return saham yang akan diperoleh, seperti yang dinyatakan oleh Ang(1997), bahwa analisis kondisi ekonomi merupakan dasar dari analisissekuritas, jika kondisi ekonomi buruk maka kemungkinan besar tingkatpengembalian (return) saham-saham yang beredar akan merefleksikanpenurunan yang sebanding atau return yang abnormal. Sebaliknya, jikakondisi ekonomi baik maka akan merefleksikan harga saham akan baik pulayang akan berdampak positif pada pengembalian saham (return). Dalam perkembangan ilmu pengetahun tentang pasar modal hal tersebutadalah merupakan informasi buruk yang memberikan spekulasi negatif bagipara insvestor di mana akan mengalami kerugian bila kondisi ini terus terjadi,
  22. 22. oleh karena itu investor sering mencari informasi tambahan agarmendapatkan keuntungan dari kegiatan investasinya, salah satu cara yangdilakukan adalah dengan melakukan pengalihan kepemilikan saham ataudengan kata lain investor mencari saham-saham potensial yang lebihmenjanjikan. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi darisuatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi, pasardiharapkan akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima olehpasar. Reaksi pasar tersebut ditunjukkan dengan adanya perubahan hargasekuritas yang bersangkutan di mana reaksi ini dapat diukur dengan abnormalreturn (Hartono, 2005). Budiarto dan Baridwan (1999), menyatakan bahwa reaksi pasar sebagaisuatu sinyal terhadap informasi adanya suatu peristiwa tertentu dapatmempengaruhi nilai perusahaan yang tercermin dari perubahan harga danvolume perdagangan saham yang terjadi. Para`investor juga dapat melakukanpengamatan tentang informasi volume perdagangan dikaitkan dengan hargasaham. Saham dengan volume perdagangan tinggi akan menghasilkan returnsaham yang tinggi. Dengan demikian penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimanarespon pasar saham Indonesia terhadap krisis energi di Jepang. Adapun judulpenelitian ini adalah “Perubahan Abnormal Return dan Trading VolumeActivity Sebelum dan Sesudah Krisis Energi di Jepang (Event Study padaPerusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”
  23. 23. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah terdapat perbedaan rata-rata abnormal return antara sebelum dan sesudah krisis energi di Jepang pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? 2. Apakah terdapat perbedaan rata-rata trading volume activity antara sebelum dan sesudah krisis energi di Jepang pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?1.3 Tujuan Penelitian Atas dasar rumusan masalah yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui perbedaan rata-rata abnormal return antara sebelum dan sesudah krisis energi di Jepang. 2. Mengetahui perbedaan rata-rata trading volume activity antara sebelum dan sesudah krisis energi di Jepang.1.4 Kegunaan Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini di harapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu akuntansi khususnya ilmu ekonomi akuntansi. 2. Diharapkan penelitian ini bisa memberikan gambaran bagaimana sebuah peristiwa dapat mempengaruhi perubahan abnormal return dan
  24. 24. trading volume activity. Sehingga bisa mempengaruhi pengambilan keputusan investasi.3. Menjadi sumber referensi buat peneliti selanjutnya yang ingin meneliti konsep yang sama.
  25. 25. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini digunakan sebagai dasar pengembangan, di antaranya adalah: Husna (2010) dengan penelitiannya yang berjudul Analisis Perubahan Harga Saham Sebelum dan Sesudah Pemilu Pada Sektor Property & Real Estate yang Listing di BEI. Penelitian ini menggunakan pendekatan event study, dengan tujuan melihat perbedaan harga saham dan melihat hubungan perubahan harga saham atas peristiwa yang terjadi. Penelitian terhadap 15 perusahaan yang didapatkan melalui metode purpusive sampling diamati selama 13 hari untuk melihat hubungan yang signifikan antara pemilu legislatif dengan harga saham dan untuk melihat perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pemilu legislatif. Hasil pengujian data mengindikasikan bahwa adanya pemilu legislatif 2009 sangat berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan saham baik pada hari-hari menjelang pemilu maupun pada hari- hari sesudah pelaksanaan pemilu. Hal ini dikarenakan meratanya informasi yang diterima baik investor, emiten maupun dealer saham. Korelasi antara dua variabel ditunjukkan dengan hasil paired sample correlation sebesar 0,989 dengan signifikansi dibawah 0,05. Sementara perbedaan antara harga saham sebelum dan sesudah pemilu legislatif yang diuji menggunakan paired t-test menghasilkan harga saham yang lebih tinggi sesudah pemilu legislatif 2009 dibandingkan harga saham sebelum pemilu legislatif 2009. Hal tersebut
  26. 26. secara jelas dinyatakan dengan nilai t hitung sebesar -5,2358 lebih besardaripada t tabel yaitu sebesar 2,2125. Hamidi (2008) dengan judul penelitian Analisis Likuiditas SahamSebelum, Saat, Sesudah Bencana Banjir Antara Tahun 2007 dan 2008 diJakarta pada Sektor Industri Dasar dan Kimia di BEI. Pengukuran likuiditassaham menggunakan aktivitas volume perdagangan, bid-ask spread, widht,dan resiliency diukur menggunakan alat statisitik uji beda untuk sampelberpasangan. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwaperisitiwa banjir yang terjadi pada awal Februari tahun 2007 dan 2008 di IbuKota Jakarta tidak memepengaruhi secara signifikan terhadap saham-sahamperusahaan yang tergabung dalam Industri Dasar dan Kimia. Jadi meskipunbencana banjir tersebut berdampak terhambatnya perputaran perekonomiandalam Ibu Kota, mengalami kerugian material triliunan rupiah secaranasional, dan merusak banyak infrastruktur serta membutuhkan obat-obatanbagi para penduduk yang terjangkit penyakit yang disebabkan kejadian banjirtersebut, sehingga dibutuhkan produk-produk perusahaan yang tergabungdalam Industri Dasar dan Kimia, tetapi tidak mempengaruhi pada pergerakanharga saham industri. Kesimpulannya tidak terdapat perbedaan likuiditas padasaat, sebelum dan sesudah terjadi peristiwa banjir. Penilaian secara individuterdapat beberapa perusahaan yang mengalami perubahan likuditas sepertiPT. SMGR, PT. ALMI, P.T BRPT, P.T CLPI, PT. SOBI, dan PT INKP ,namun tidak dapat diindikasikan karena adanya peristiwa banjir yang terjadidi Ibu Kota Jakarta.
  27. 27. Munawarah (2009) dengan judul penelitian Analisis PerbandinganAbnormal Return dan Trading Volume Activity pada Saham LQ-45 Sebelumdan Setelah Suspend BEI. Penelitian ini dilakukan selama 6 hari yaitu dimulaitanggai 6 sampai dengan 15 Oktober 2008, diuji dengan menggunakan ujinormalitas data yaitu uji one-sample kolomogrov smirnov test dan untukpengujian variabel penelitian menggunakan alat uji one-sampe t-test danpaired t-test. Penelitian ini menggunakan maeket model untuk expectedreturn dalam perhitungan abnormal return. Rata-rata abnormal return selama3 hari sebelum suspend BEI (t-3 sampai t-1) diperoleh sebesar -0,14% atauterjadi reaksi pasar yang negatif, sedangkan 3 hari setelah peristiwa suspendBEI (t+1 sampai t+3) diperoleh rata-rata abnormal return sebesar -0,49% atauterjadi reaksi pasar yang negatif. Secara matematis rata-rata abnormal returnlebih besar sebelum dibandingkan setelah suspend. Namun demikian, hasilpengujian perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwasuspend BEI secara statistik diperoleh nilai t =0,468 dengan signifikansisebesar 0,686 atau berada di atas 0,05. Hal ini berarti, tidak terdapatperbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata abnormal returnsebelum dan setelah peristiwa suspend BEI. hasil pengujian perbedaan rata-rata rata-rata Trading Volume Activity (TVA) saham LQ-45 sebelum dansetelah peristiwa suspend BEI secara statistik diperoleh t = -1,366 dengansignifikansi sebesar 0,185 atau berada di atas 0,05. Hal ini berarti bahwa,tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata Trading Volume Activity(TVA) saham LQ-45 sebelum dan setelah peristiwa suspend BEI. Dari hasil
  28. 28. penelitian tersebut, menunjukkan bahwa sebelum dan setelah peristiwasuspend BEI tidak terdapat perubahan reaksi perdagangan saham yangsignifikan Penelitian yang dilakukan oleh Setyawan (2006) Analisis Rekasi PasarModal Terhadap Kenaikan Harga BBM (Studi Kasus di Bursa Efek Jakartauntuk Saham-Saham LQ 45) dengan menggunakan pendekatan event studypada dua peristiwa kenaikan BBM menunjukkan bahwa peristiwa inimemiliki kandungan informasi, yang menyebabkan pasar modal Indonesiabereaksi terhadap peristiwa tersebut. Reaksi muncul terjadi pada hariperdagangan sebelum peristiwa kenaikan BBM terjadi. Hal ini disebabkankarena tanda-tanda atau sinyal dari pemerintah terhadap kenaikan harga BBMtersebut sudah muncul pada beberapa hari sebelumnya. Perbedaan abnormalreturn yang signifikan tidak terjadi pada kedua peristiwa kenaikan BBM, halini disebabkan karena pelaku pasar sudah mulai terbiasa untuk memprediksikapan kenaikan BBM akan diberlakukan. Reaksi pasar modal terhadapadanya kenaikan harga BBM memang bisa diduga mengingat isu seputarkenaikan BBM sudah beredar sebelum tanggal kenaikan. Oleh sebab itu,investor lebih banyak membeli ketika harga saham setelah peristiwa kenaikanBBM terkoreksi dan menurut mereka sudah murah maka mereka akanmemborong kembali saham-saham tersebut untuk dimasukkan dalamportofolionya kembali. Rata-rata abnormal return selama kedua peristiwa ternyatamenunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Hal ini dikarenakan
  29. 29. memang dari kedua peristiwa kenaikan BBM tersebut sudah dapat diprediksioleh para pelaku pasar. Pada hari-hari disekitar pengumuman terdapatabnormal return yang signifikan, untuk kenaikan BBM 1 Maret 2005 terjadipada H-2, H-1 dan H+1 dan H+3. Sedangkan pada kenaikan BBM 1 Oktober2005 terdapat abnormal return yang signifikan pada H-2, H-1 dan pada H+2dan H+4. Abnormal return selama 5 hari sebelum pengumuman kenaikanBBM (t-5 hingga t-1) diperoleh adanya reaksi yang berbeda dimana padasebelum kenaikan cenderung terjadi reaksi negatif dari dari investor,sedangkan pada 5 hari setelah kenaikan cenderung terdapat reaksi positif dariinvestor. Berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat perbedaan yangsignifikan rata-rata abnormal return sebelum dan setelah kenaikan hargaBBM. Secara umum pengumuman kenaikan harga BBM memang merupakankabar buruk (bad news) bagi dunia usaha. Namun demikian para investorsudah belajar dari pengalaman bahwa pengumuman akan diberlakukan padaawal bulan. Tidak adanya reaksi harga atas informasi tersebut merefleksikantidak adanya tindakan investor untuk mendapatkan keuntungan dari peristiwatersebut. Sedangkan aktifitas perdagangan saham antara sebelum dan sesudahperistiwa menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Hal inidikarenakan memang dari kedua peristiwa kenaikan BBM tersebut sudahdapat diprediksi oleh para pelaku pasar. Tidak adanya reaksi harga atasinformasi tersebut merefleksikan tidak adanya revisi kepercayaan dalam pasarsecara agregat yang merupakan akibat dari adanya informasi yang sudahdiketahui sebelumnya.
  30. 30. Puput Haryono pada tahun 2005 menganalisis pasar modal Indonesia(Bursa Efek Jakarta) terhadap peristiwa politik dalam negeri. Peristiwabencana tsunami di Nangroe Aceh Darullsallam (NAD) dan Sumatera Utarapada tanggal 26 Desember 2004 menjadi obyek penelitian ini. Parameter yangdigunakan untuk mengukur reaksi pasar modal Indonesia terhadap politikdalam negeri adalah perubahan harga saham dan volume perdagangan yangterjadi di sekitar tanggal peristiwa yang akan memberikan abnormal returnkepada investor. Hipotesis 1 dalam penelitian ini diuji dengan metode eventstudy, hipotesis 2 akan diuji dengan uji perbedaan mean yaitu dengan PairedSample T-test, sedangkan hipotesis 3 akan diuji dengan formula Foster danPaired Sample T-test. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwadalam hipotesis 1 investor mendapatkan abnormal return pada hari kedua,ketiga dan keempat sesudah peristiwa, namun pada pertama tidakmendapatkan abnormal return. Sedangkan secara akumulasi sesudahperistiwa mendapatkan abnormal return yang lebih kecil daripada sebelumperistiwa. Pada hipotesis 2 dalam uji perbedaan mean menunjukkan bahwasecara statistik tidak ada perbedaan antara abnormal return mean 4 harisebelum dan 4 hari sesudah peritiwa. Selanjutnya dalam analisis aktivitasvolume perdagangan mean di Bursa Efek Jakarta pada hipotesis 3menunjukkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan antara aktivitas rata-rata volume perdagangan 4 hari sebelum peristiwa dan 4 hari setelahperistiwa yaitu, rata-rata volume perdagangan 4 hari sebelum peristiwa lebihkecil daripada 4 hari setelah peristiwa. Kesimpulannya terdapat perbedaan
  31. 31. yang signifikan antara rata-rata volume perdagangan sebelum peristiwa dengan rata-rata volume perdagangan sesudah peristiwa, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return mean sebelum peristiwa dan abnormal return mean sesudah peristiwa. Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu Peneliti PenelitianNo dan Tahun Indikator Alat Uji Hasil Terdahulu Penelitian1 Laila Analisis Harga Saham 1. Paired T- Terdapat Minoratul Perubahan Test korelasi Husna Harga Saham antara harga (2010) Sebelum dan saham dengan Sesudah peristiwa Pemilu Pada pemilu dan Sektor terdapat Property & perbedaan Real Estate harga saham yang Listing sebelum dan di BEI sesudah pemilu2 Muhammad Analisis 1. Traiding 1. Paired T- Tidak terdapat Hamidi Likuiditas Volume Test perbedaan (2008) Saham Activity signifikan Sebelum, 2. Bid-Ask likuditas Saat, Sesudah Spread saham Bencana 3. Width sebelum,saat Banjir Antara 4. Resiliency dan sesudah Tahun 2007 bencana dan 2008 di Jakarta Pada Sektor Industri Dasar dan Kimia di BEI3 Munawarah Analisis 1. Abnormal 1. Paired T- Terdapat. (2009) Perbandingan return Test perbedaan Abnornal 2. Traiding 2. One- abnormal Return dan Volume Sample return tetapi Trading Activity T-Test tidak Volume signifikan, uji
  32. 32. Peneliti PenelitianNo dan Tahun Indikator Alat Uji Hasil Terdahulu Penelitian Activity Pada terhadap Saham LQ-45 traiding Sebelum dan volume Sesudah activity Suspend BEI menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan 4 St Tri Adi Analisis 1. Abnormal 1. Paired T- Tidak Setyawan Reaksi Pasar return Test terdapat (2006) Modal 2. Trading 2. One perbedaan Terhadap Volume Sample signifikan Keneaikan Activity T-Test abnormal Harga BBM return dan (Studi Kasus traiding di Bursa Efek volume Jakarta untuk activity Saham LQ- 45) 5 Puput Reaksi harga 1. Abnormal 1. Paired T- Tidak . Haryono saham di return Test terdapat (2005) Bursa Efek 2. Traiding (event perbedaan Jakarta Volume study) signifikan terhadap Activity 2. Formula abnormal peristiwa Foster return tsunami sebelum dan Nangroe Aceh sesudah Darussalam peristiwa, (NAD) dan terdapat Sumetera perbedaan Utara tanggal signifikan 26 Desember indikator 2004 TVASumber : Data diolah (2012)2.2 Pasar Modal Secara umum, pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya antara permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari 1 (satu) tahun. Hukum mendefinisikan pasar modal
  33. 33. dalam Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995 sebagai “Kegiatanyang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek,perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, sertalembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek”.Ahmad (2004) memberikan tiga definisi tentang pasar modal: a. Definisi yang luas Pasar modal adalah kebutuhan system keuangan yang terorganisasi, termasuk bank-bank komersial dan semua perantara di bidang keuanganm serta surat-surat berharga/klaim, jangka panjang dan pendek, primer dan yang tidak langsung. b. Definisi dalam arti menengah Pasar modal adalah semua pasar yang terorganisasi dan lembaga- lembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit (biasanya yang berjangka waktu lebih dari satu tahun) termasuk saham-saham obligasi-obligasi, pinjaman berjangka hipotek, dan tabunga serta deposito berjangka. c. Definisi dalam arti sempit Pasar modal adalah tempat pasar terorganisasi yang memperdagangkan saham-saham dan obligasi-obligasi dengan memakai jasa dari makelar, komisioner dan para underwriter. Pasar modal dapat diartikan sebagai pasar yang digunakan untukpenjualan berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang biasa diperjualbelikan, baik surat utang (oblogasi), saham (equity), reksadana, intrumenderivatif maupun instrumen lainnya untuk tujuan memperoleh dana tambahandengan cepat dan murah guna membiayai kegiatan perusahaan agar tetapbertahan. Sejalan dengan itu, Kasmir (2002) mendefenisikan pasar modalsebagai : Pasar modal secara umum merupakan suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Penjualan dalam pasar modal merupakan perusaan yang membutuhkan modal (emiten), sehingga mereka berusaha untuk
  34. 34. menjual efek-efek dipasar modal. Pembeli adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. Sundjaja dan Inge (2002) memaparkan tujuan pembentukan pasar modal adalah Memperoleh proses perluasan pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan, pemerataan pendapatan masyarakat melalui pemerataan pemilikan saham dan menggairakan partisipasi masyarakat dalam pengerahan dan penghimpunan dana untuk digunakan secara efektif2.3 Saham Saham merupakan salah satu instrumen yang diperdagangkan di pasar modal atau secara sederhana dapat disebut sebagai bukti penyertaan modal dalam perusahaan. Saham merupakan sertifikat yang dikeluarkan perusahaan perseroan (PT) kepada pemilik atau penanam modal (Rahardjo, 2003). Setiap investor memiliki tujuan yang berbeda dalam menanamkan uangnya dalam bentuk saham. Menurut Baridwan (1992) beberapa tujuan investor melakukan pembelian saham adalah sebagai berikut: Apabila saham-saham itu dibeli dengan tujuan penggunaan uang yang menganggur dan penjualannya untuk memenuhi kebutuhan uang, maka pembelian saham akan dicatat sebagai investasi jangka pendek. Tetapi penanaman modal dalam saham dapat dikelompokkan sebagi investasi jangka panjang bila dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: 1. untuk mengawasi perusahaan 2. untuk memperoleh pendapatan yang tetap setiap periode 3. untuk membentuk suatu dana khusus 4. untuk menjamin kontinuitas suplai bahan baku 5. untuk menjaga hubungan antar perusahaan Harga saham adalah nilai suatu saham yang mencerminkan kekayaan perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut, dimana perubahan atau fluktuasinya sangat ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang
  35. 35. terjadi di pasar bursa. Semakin banyak investor yang ingin membeli atau menyimpan saham, harganya semakain naik. Sebaliknya semakin banyak investor yang ingin menjual atau melepaskan suatu saham, maka harganya semakin bergerak turun. Secara umum, semakin baik kinerja suatu perusahaan maka semakin tinggi laba usahanya dan semakin banyak keuntungan yang dapat dinikmati oleh pemegang saham juga semakin besar kemungkinan harga saham akan naik. Meskipun demikian, saham yang memiliki kinerja baik sekalipun harganya bisa saja turun karena keadaan pasar yang jelek menyebabkan kepercayaaan terhadap pemodal terguncang. Saham ini tidak akan sampai hilang, jika keperacayaan pemodal pulih. Siklus ekonomi membaik ataupun hal-hal lain membaik, maka harga saham yang baik ini akan kembali naik, jadi resiko dari pemegang suatu saham adalah turunnya harga saham. Cara mengatasinya adalah menahan saham tersebut untuk waktu yang cukup lama sampai keadaan pasar membaik kembali.2.4 Pasar yang Efisien Efficient market atau pasar yang efisien merupakan kondisi suatu pasar bursa ketika efek yang diperdagangkan dapat merefleksikan semua informasi yang mungkin terjadi dengan cepat dan akurat (Ang, 1997:17). Konsep efficient market ini menyatakan bahwa pemodal selalu memasukkan faktor informasi yang tersedia dalam keputusan mereka sehingga terefleksi pada harga yang mereka transaksikan. Jadi harga yang berlaku di pasar sudah tergantung faktor informasi tersebut. Harga suatu efek mengandung tiga
  36. 36. faktor yaitu merefleksikan informasi yang bersifat historis, merefleksikankejadian yang telah diumumkan tetapi belum dilaksanakan seperti sahambonus, tetapi pembagian saham bonus belum dibagikan, dan merefleksikanprediksi atas informasi masa yang akan datang. Bentuk efisiensi pasar dapat ditinjau tidak hanya dari segi ketersediaaninformasinya saja, tetapi juga dapat dilihat dari kecanggihan pelaku pasardalam pengambilan keputusan berdasarkan analisis dan informasi yangtersedia (Hatono, 2005). Pasar efisien yang ditinjau dari sudut informasi sajadisebut efisiensi pasar secara informasi (informationally efficient market).Sedangkan pasar efisien yang ditinjau dari sudut kecanggihan para pelakupasar dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersediadisebut dengan efisiensi pasar secara keputusan atau decisionally efficientmarket. Kunci utama untuk mengukur pasar modal yang efisien adalahhubungan antara harga sekuritas dengan informasi. Informasi yang dapatdigunakan untuk menilai pasar yang efisen adalah informasi yang lama,informasi yang sedang dipubli-kasikan atau semua informasi termasukinformasi privat. Fama dalam Jogiyanto (1998), menyajikan tiga macambentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan ketiga macam bentukinformasi, yaitu: 1. Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah, jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh (fully reflect) informasi masa lalu. Informasi masa lalu ini merupakan informasi yang sudah terjadi.
  37. 37. Bentuk efisiensi pasar secara lemah ini berkaitan dengan teori langkah acak (random walk theory) yang menyatakan bahwa data masa lalu tidak berhubungan dengan nilai sekarang. Jika pasar efisien secara bentuk lemah, maka nilai-nilai masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga sekarang. Ini berarti bahwa untuk pasar yang efisien bentuk lemah, investor tidak dapat menggunakan informasi masa lalu untuk mendapatkan keuntungan yang tidak normal.2. Pasar dikatakan efisien setengah kuat, jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan (all publicly available information) termasuk informasi yang berada di laporan-laporan keuangan perusahaan emiten. Semua informasi yang dipublikasikan akan tersebar dan diterima oleh pemodal pada waktu yang hampir bersamaan, sehingga harga secara langsung dan cepat melakukan penyesuaian dan investor tidak mendapatkan keuntungan yang normal.3. Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang tersedia termasuk informasi privat. Jika pasar efisien dalam bentuk ini berhubungan satu dengan yang lain, maka tidak ada individual investor atau grup dari investor yang dapat memperoleh keuntungan tidak normal (abnormal return) karena mempunyai informasi privat.
  38. 38. Hubungan ketiga pasar efisien ini berupa tingkatan yang kumulatif yaitu bentuk lemah merupakan bagian dari bentuk setengah kuat dan bentuk setengah kuat merupakan bagian dari bentuk kuat. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa bila ada sangkalan dari efisiensi pasar bentuk lemah maka sangkalan tersebut berlaku juga baik pada efisiensi pasar bentuk semi- kuat maupun pasar efisien bentuk kuat. Jika pasar tidak efisien dalam bentuk lemah, dengan sendirinya pasar tidak efisien dalam bentuk semi-kuat ataupun bentuk kuat maupun dalam bentuk lemah.2.5 Return Saham Return saham adalah pendapatan yang dinyatakan dalam presentase dari modal awal investasi. Pendapatan ivestasi dalam saham ini meliputi keuntungan jual beli saham, jika untung disebut capital gain dan jika rugi disebut capital loss. Selain capital gain, investor juga akan menerima deviden tunai setiap tahunnya. Emiten akan membagikan deviden tunai dua kali setahun, deviden yang pertama disebut deviden interim yang dibayarkan selama tahun berjalan, sedangkan yang kedua disebut deviden final yang dibagikan setelah tutup tahun buku. Rumus perihungan return saham dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: Keterangan : Ri,t : return saham i untuk waktu (hari, bulan, dan sebagainya) Pt : price, yaitu harga untuk waktu t Pt-1 : price, yaitu harga waktu sebelumnya Dt : deviden tunai interim dan deviden tunai final
  39. 39. Metode kedua yang dapat digunakan adalah Keterangan: Ri,t = return saham i untuk waktu (hari, bulan, dan sebagainya) IHSIt : indeks harga saham individu untuk waktu t IHSIt-1 : indeks harga saham individu waktu sebelumnya Dt : deviden tunai interim dan deviden tunai final Metode yang kedua lebih tepat digunakan untuk menganalis karena pemakian indeks dapat menetralisir pengaruh corporate action terhadap harga saham.2.6 Abnormal Return Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap normal return yang merupakan return yang diharapkan oleh investor (expected return) (Hartono, 2003). Selisih return akan positif jika return yang didapatkan lebih besar dari return yang diharapkan atau return yang dihitung. Sedangkan return akan negatif jika return yang didapat lebih kecil dari return yang diharapkan atau return yang dihitung (Rachmawati, 2005). Menurut Hartono (2005), studi peristiwa menganalisis return tidak normal dari sekuritas yang mungkin terjadi disekitar pengumuman dari suatu peristiwa. Abnormal return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa abnormal return terjadi karena dipicu oleh adanya kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya hari libur nasional, suasana politik,
  40. 40. kejadian-kejadian luar biasa, stock split, penawaran perdana, suspend danlain-lain. Abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadidengan return ekspektasi. Formulasinya adalah, sebagai berikut (Hartono,2003): ARi,t = Ri,t – E[Ri,t] Keterangan: ARi,t : abnormal return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t. Ri,t : return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t. E [Ri,t] : return ekspektasi sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t Dalam menghitung return, beberapa indikator yang biasa digunakanuntuk menjelaskan efek dari sebuah peristiwa adalah: a. Average Abnormal Return (AAR) Average Abnormal Return merupakan rata-rata abnormal return (AR) dari semua jenis saham yang sedang dianalisis secara harian. Average abnormal return dapat menunjukkan reaksi paling kuat, baik positif maupun negatif, dari keseluruhan jenis saham selama window period. b. Cummulative Abnormal Return (CAR) Cummulative Abnormal Return merupakan kumulatif abnormal return dari hari pertama sampai dengan hari-hari berikutnya untuk setiap jenis saham. Dengan melakukan perbandingan CAR selama periode sebelum peristiwa dan CAR selama periode sesudah peristiwa terjadi, kita dapat mengetahui jenis saham yang paling terpengaruh. c. Cummulative Average Abnormal Return (CAAR)
  41. 41. CAAR merupakan kumulatif harian AAR. Dari grafik CAAR dapat diketahui kecenderungan kenaikan atau penurunan yang terjadi selama window period, sehingga dampak positif atau negatif dari peristiwa tersebut terhadap keseluruhan jenis saham yang diteliti dapat diketahui.2.7 Expected Return Expected return merupakan return yang digunakan untuk pengambilam keputusan investasi. Expected return penting jika dibandingkan dengan return historis karena expected return merupakan return yang diharapkan dari investasi yang akan dilakukan (Hartono, 2003). Dengan kata lain, expected return adalah return yang diharapkan investor yang akan diperoleh di masa yang akan datang. Brown dan Warner (1985) mengestimasi return ekspektasi menggunakan model estimasi mean-adjusted model, market model, dan market-adjusmend model. a. Mean-adjusted model Model disesuaikan rata-rata (mean-adjusted model) menganggap bahwa return ekspektasi yang bernilai konstan sama dengan rata-rata return realisasi sebelumnya selama periode estimasi. Perhitungan expected return dengan model ini dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut : Keterangan E[Ri,t] : expected return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t
  42. 42. Ri,j : return realisasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j : lamanya periode estimasi, yaitu dari t1 sampai dengan t2b. Market model Perhitungan return ekspektasi dengan model pasar (market model) dilakukan dengan dua tahap yaitu membentuk model eskpektasi dengan menggunakan data realisasi selama periode estimasi dan menggunakan model ekspektasi ini untuk mengestimasi return ekspektasi diperiode jendela. Model ekspektasi dapat dibentuk menggunakan teknik regresi OLS (Ordinary Least Square) dengan persamaan: Keterangan: Ri,j : return realisasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j αi : intercept untuk sekuritas ke-i βi : koefisien slope yang merupakan Beta dari sekuritas ke-i RMj : return indeks pasar pada periode estimasi ke-j ei,j : kesalahan residu sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-jc. Market-adjusted model Model disesuaikan pasar (Market-adjusted Model) menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentuk model estimasi karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar. Persamaan yang dapat dibentuk dalam model ini adalah :
  43. 43. Keterangan E[Ri,t] : expected return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t : return pasar2.8 Trading Volume Activity Perubahan harga saham merupakan refleksi tingkah laku manusia yang tidak seluruhnya dapat ditaksir seperti kejadian politik pada suatu negara, terorisme, bencana alam, peperangan dan sebagainya. Hal itulah yang menyebabkan banyak orang menganggap pasar modal adalah sesuatu yang unik sekaligus menarik. Investor mengharapkan keuntungan yang maksimal dari investasi yang dilakukan dengan meminimalkan resiko. Dengan demikian, untuk meminimalkan resiko tersebut maka investor harus memperhitungkannya dengan cermat. Ada dua aspek atau pendekatan yang sering dilakukan dalam melakukan analisis memilih saham, yaitu aspek fundamental dan aspek teknikal. Analisis fundamendal merupakan analisis perusahahaan yang menggunakan data keuangan perusahaan dalam menghitung nilai instrinsik saham. Analisis fundamental didasarkan atas anggapan bahwa setiap saham memiliki nilai instrinsik. Analisis teknikal merupakan teknik analisis yang menggunakan data atau catatan mengenai pasar itu sendiri untuk berusaha mengakses permintaan dan penawaran suatu saham tertentu maupun pasar secara keseluruhan. Analisis teknikal pada dasarnya merupakan upaya untuk menentukan kapan akan membeli atau menjual dengan memanfaatkan indikator teknis maupun analisis grafik.
  44. 44. Volume perdagangan merupakan bagian yang diterima dalam analisisteknikal. Kegiatan perdagangan dalam volume yang sangat tinggi di suatubursa akan ditafsirkan sebagai tanda pasar akan membaik. Peningkatanvolume perdagangan saham dibarengi dengan peningkatan harga merupakangejala yang semakin kuat akan kondisi yang bullish (Neni dan Mahendra,2004). Kegiatan perdagangan saham yang diukur melalui indikator TVAdigunakan untuk melihat apakah investor individual menilai laporankeuangan informatif dalam arti apakah informasi tersebut membuat keputusanperdagangan di atas keputusan perdagangan normal (Husnan, dkk : 1996).Sedangkan menurut Neni dan Mahendra (2004), perubahan volumeperdagangan saham di pasar modal menunjukkan aktivitas perdagangansaham di bursa dan mencerminkan keputusan investasi oleh investor. TVAmerupakan instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modalterhadap informasi melalui parameter perubahan volume perdagangan saham(Sri Fatmawati dan Marwan Asri, 1999). Ditinjau dari fungsinya Trading Volume Activity (TVA) merupakansuatu variasi dari event study. Hasil perhitungan TVA mencerminkanperbandingan antara jumlah saham yang diperdagangkan dengan jumlahsaham yang beredar dalam suatu periode tertentu. Jadi, TVA diukur denganformulasi sebagai berikut (Foster, 1986 dalam Husnan, dkk, 1996): TVA=
  45. 45. Dapat disimpulkan indikator Trading Volume Activity menjadi dasar investor untuk mengambil keputusan dengan melihat saham yang memiliki volume perdangangan yang tinggi, dengan asumsi volume perdagangan yang tinggi menggambarkan saham yang memberikan return yang tinggi.2.9 Krisis Energi di Jepang Tsunami yang melanda Jepang tepatnya di wilayah Miyagi terjadi pada hari Jumat 11 Maret 2011. Menurut kantor berita Associated Press, gempa mulai terasa pada pukul 14.46 waktu setempat dengan kekuatan 8,9 SR. Sekitar 30 menit kemudian, terjadi gempa susulan berkekuatan 7,4 SR. Pusat gempa tepat berada 130 km di lepas pantai timur Kota Sendai atau 400 km di timur laut Tokyo pada kedalaman 24,4 km. Badan Meteorologi Jepang sudah mengeluarkan peringatan tsunami di seluruh pesisir timur Jepang, yang menghadapi Samudera Pasifik. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii menyatakan bahwa peringatan tsunami juga berlaku di Rusia, Pulau Marcus, dan Kepulauan Mariana. Peringatan waspada tsunami juga dikeluarkan untuk Guam, Taiwan, Filipina, Indonesia, dan negara bagian Hawaii, AS. Sehari setelah tsunami melanda, bencana nuklir juga terjadi sehari setelah tsunami. Reaktor nuklir Fukushima meledak dan mengakibatkan empat orang pekerja terluka dan 83.000 warga lainnya dievakuasi. Bencana rusaknya reaktor nuklir menyebabkan krisis energi yang mengakibatakn keterbatasan pasokan energi untuk industri. Krisis energi ini dapat mengganggu kelangsungan perusahaan, perusahaan yang diprediksi
  46. 46. mengalami hal tersebut adalah industri baja dan otomitif karena jenisperusahaan ini menggunakan banyak tenaga listrik. Perusahaan produsen listrik di tokyo, TEPCO menyebutkan kapasitasproduksi menurun hampir setengahnya, dari 51 juta kilowatt menjadi 35 jutakilowatt. Sehinggga banyak terjadi pemadaman listrik di Tokyo, kondisitersebut sanggat mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan Jepang yangsecara keseluruhan mengandalkan listrik. Menghadapi musim panas, Jepangperlu waspada karena kebutuhan listrik mencapai puncaknya karena wargaakan menggunakan listrik sebagai pendingin udara sehingga krisis energisemakin parah dan perekonomian semakin menurun. Dalam undang-undang Jepang, ada beberapa langkah yang harusdiambil pemerintah mengenai bencana energi nuklir. Jika terjadi kecelakaanyang melibatkan nuklir, harus didirikan sebuah pusat cepat tanggap untukbencana tenaga atom. Perdana Menteri akan bertindak selaku kepala timtersebut. Pusat ad hoc ini memberikan kekuasaan kepada Perdana Menteriuntuk mengarahkan secara langsung berbagai badan pemerintah yang relevandan perusahaan-perusahaan swasta yang berhubungan dengan bencanatersebut. Perdana Menteri juga akan didampingi dua badan lain yang akanmembantunya membuat keputusan. Dua lembaga tersebut adalah BadanKeselamatan Nuklir dan Industri, bagian dari Kementerian Ekonomi, Industridan Perdagangan. Peluang yang bisa diambil oleh Indonesia dalam bencana tersebutmenurut Enrique Blanco Armas adalah “Indonesia bisa sementara waktu
  47. 47. mengalihkan pasar impor dengan mencari negara penghasil produk yang sama. Untuk menambah nilai tambah, perbaikan infrastruktur harus dilakukan secara simultan”. Ini berarti Indonesia sebagai negara penghasil komoditas seperti gas alam cair, batu bara dan minyak bumi harus mampu membuat celah pasar baru atau menambah ekspor atas komoditas tersebut.2.10 Event Study Event study mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan ke pasar. Studi ini digunakan untuk menguji kandungan informasi dari suatu pengumuman dan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat melalui pengamatan return. Informasi yang digunakan tidak terbatas pada peristiwa ekonomi atau peristiwa tentang corporate action, namun bisa berupa peristiwa politik atau peristiwa sosial yang memberikan pengaruh terhadap pasar sekunder. Studi peristiwa dikembangkan untuk menganalisis reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan. Reaksi pasar digambarkan dengan adanya perubahan harga sekuritas yang diukur dengan abnormal return, sehingga peristiwa yang memiliki kandungan informasi akan memberikan abnormal return (Munawarah, 2009:27). Adapun tujuan event study adalah untuk mengukur hubungan antara suatu peristiwa yang mempengaruhi sekuritas dan return dari sekuritas tersebut (Kriztman dalam Zaqi, 2006).2.11 Kerangka Pemikiran Pasca gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter, Jepang harus berhadapan dengan kebocoran reaktor nuklir. Akibat dari meledaknya reaktor
  48. 48. nulir Fukushima adalah krisis energi yang terjadi dan berdampak pada prosesproduksi industri yang memberikan kontribusi yang besar dalam pendapatannasional Jepang. Salah satu solusi mengurangi efek krisis energi adalahmengalihkan sumber energi untuk menjaga kelangsungan industri sehinggakestabilan perekonomian dapat terjaga. Kebutuhan akan pengalihan sumber energi tersebut merupakaninformasi positif ataupun informasi negatif yang bisa dijadikan dasarkeputusan seorang investor. Informasi tersebut menjadi berdampak burukterhadap investor-investor yang menanamkan modalnya pada industri yangsecara langsung terkena efek buruk seperti United Tracktor. Tbk (UNTR)sehingga informasi tersebut akan membuat para investor untuk mencari celahsaham-saham potensial untuk tetap mendapatkan keuntungan. Informasitersebut menjelaskan bahwa Jepang akan melakukan pembelian besar-besaran terhadap gas ataupun batu bara untuk mengatasi krisis energi, dengandemikian penjualan perusahaan pertambangan akan semakin meningkatsehingga meningkatkan nilai perusahaan yang berpengaruh positif terhadappergerakan harga saham. Selama ini 50 % kebutuhan liquid natural gas Jepang disupplyIndonesia, sehingga peristiwa ini akan meningkatkan nilai jual sahampertambangan Indonesia karena akan adanya peningkatan permintaan liquidnatural gas oleh Jepang sebagai alternatif pengganti energi untuk mengatasikrisis energi di Jepang akan ditujukan kepada Indonesia sebagai mitra dagangterbesar. Dengan kata lain, saham pertambangan Indonesia menjadi saham
  49. 49. dengan nilai jual yang tinggi atau dipandang sebagai saham potensial dalambursa saham. Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untukmenentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu ataubeberapa saham. Karena harga-harga saham bergerak dalam hitungan detikdan menit, maka nilai indeks pun bergerak turun naik dalam hitungan waktuyang cepat pula. Keputusan tersebut juga perlu didukung dengan adanyaestimasi atas return sebagai tujuan seseorang melakukan sebuah investasi.Berdasarkan logika tidak ada investor yang tidak menginginkanpengembalian terhadap investasinya, pada akhirnya investor yangmenentukan apakah peristiwa bencana di Jepang menjadi sebuah informasiyang bisa menguntungkan. Abnormal return merupakan indikator yang dapat menggambarkan efekdari sebuah peristiwa atau informasi, abnormal retun merupakan selisihantara return ekspektasi dengan return aktual. Hal ini berarti peristiwa dapatmemunculkan sebuah pergerakan yang tidak normal sehingga dapat terlihatperubahan trend disekitar tanggal pengumuman. Perubahan nilai abnormalreturn yang lebih tinggi dari sebelum pengumuman menandakan bahwapengumuman informasi memberi reaksi positif terhadap pasar danmenunjukkan harga keseimbangan baru yang dipengaruhi oleh peristiwatersebut serta melihat efisiensi pasar yang dibentuk dari pengumumantersebut.
  50. 50. Hal lain yang digunakan untuk menjelaskan efek dari sebuah pengumuman adalah volume perdagangan saham, ketika informasi dinilai positif maka akan mendongkrak volume perdagangan saham. Harga saham merupakan nilai suatu saham yang mencerminkan kekayaan perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut, dimana perubahan atau fluktuasinya sangat ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar bursa. Semakin banyak investor yang ingin membeli atau menyimpan saham, harganya semakain naik. Sebaliknya semakin banyak investor yang ingin menjual atau melepaskan suatu saham, maka harganya semakin bergerak turun. Dengan demikian, peningkatan volume perdagangan saham merupakan pertanda atas saham komoditas dengan return yang positif karena peningkatan penjualan tersebut dapat meningkatkan nilai saham tersebut. Volume perdagangan juga menjadi suatu pertanda adanya kebocoran informasi sebelum secara resmi informasi diluncurkan ke pasar. Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, maka dapat digambarkan suatu kerangka konseptual sebagai berikut: Abnormal Sebelum Peristiwa Uji Beda Return (Paired T- Sesudah Peristiwa Test)BencanaJepang Trading Sebelum Peristiwa Uji Beda Volume (Paired T- Activity Test) Sesudah Peristiwa Gambar 2.1 Paradigma Konseptual Penilitian
  51. 51. 2.12 Hipotesis Hipotesis meruapakn jawaban yang sifat sementara terhadap masalah yang diteliti. Berdasarkan identifikasi masalah penelitian ini, maka hipotesisnya adalah sebagai berikut : H1 : Terdapat perbedaan rata-rata abnormal return saham pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara sebelum dan sesudah krisis energi di Jepang H2 : Terdapat perbedaan rata-rata trading volume activity saham pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara sebelum dan sesudah krisis energi di Jepang
  52. 52. BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah abnormal return dan trading volume activity sebagai variabel. Peneliti memilih objek ini, karena untuk melihat dampak perubahan dari saham akibat suatu peristiwa dapat dilihat dari volume transaksi penjualan dan abnormal return. Penelitian ini dilakukan pada saham perusahaan pertambangan, subsektor pertambangan batu bara dan subsektor pertambangan minyak dan gas alam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.3.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan studi peristiwa (event study). Menurut Jogianto (2003: 410), studi peristiwa (event study) merupakan studi yang memepelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar berbentuk setengah kuat. Dalam penelitian ini studi peristiwa yang akan diuji kandungan informasinya adalah bencana di Jepang. Pendekatan yang diunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan alat statistik untuk menjelaskan hubungan diantara variabelnya.
  53. 53. 3.3 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini dalam penelitian adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) meliputi indeks harga saham gabungan dan harga penutupan (closing price) dalam rentang waktu 15 hari.3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi Populasi adalah sekelompok elemen atau kasus, baik itu individual, objek atau peristiwa yang berhubungan dengan kriteria spesifik dan merupakan sesuatu yang menjadi target generalisasi dari hasil penelitian (Khasan Effendy, 2010). Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti merupakan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 3.4.2 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Metode penetuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang tidak bersifat acak dan sampel yang dipilih berdasrkan pertimbangan-pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu yang telah di tetapkan, adalah sebagai berikut: 1. Perusahaan dengan saham aktif selama periode pengamatan yaitu dimulai tanggal 3 Maret sampai dengan 23 Maret 2011 2. Adanya kecukupan data berupa closing price dan volume perdagangan saham 3. Perusahaan telah terdaftar sebelum tahun 2011.
  54. 54. Berdasarkan metode penarikan sampel maka dilakukan penyeleksian dari populasi yang ada, penyeleksian populasi digambarkan sebagai berikut; Tabel 3.1 Proses Pemilihan Sampel No Keterangan Jumlah 1 Perusahaan pertambangan yang terdaftar 30 2 Perusahaan yang IPO sebelum Maret 2011 26 3 Perusahaan subsektor pertambangan batu bara dan 21 subsektor pertambangan minyak dan gas 4 Kecukupan informasi closing price dan volume 20 Sampel Final 20Sumber : www.idx.co.id (data diolah kembali)Rincian 20 perusahaan yang dipilih disajikan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 3.2 Sampel Penelitian No Kode Saham Nama Perusahaan 1 ADRO Adaro Energy Tbk. 2 ARTI Ratu Prabu Energi Tbk. 3 ATPK ATPK Resources Tbk. 4 BIPI Benakat Petroleum Energy Tbk. 5 BORN Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk 6 BRAU Berau Coal Energy Tbk. 7 BUMI Bumi Resources Tbk. 8 BYAN Bayan Resources Tbk. 9 DEWA Darma Henwa Tbk. 10 DOID Delta Dunia Makmur Tbk. 11 ELSA Elnusa Tbk. 12 ENRG Energi Mega Persada Tbk. 13 GTBO Garda Tujuh Buana Tbk. 14 HRUM Harum Energy Tbk. 15 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk. 16 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk. 17 MEDC Medco Energi International Tbk. 18 PKPK Perdana Karya Persada Tbk. 19 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. 20 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk. Sumber : www.idx.co.id (data diolah kembali)
  55. 55. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Dalam memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini, peneliti menggunakan teknik dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dokumen-dokumen di Bursa Efek Indonesia dan data lainnya yang dianggap mempunyai hubungan erat dengan masalah yang diteliti.3.6 Operasionalisasi Variabel Berikut ini akan dijelaskan mengenai definisi operasional variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini: 1. Abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasi. Formulasinya adalah, sebagai berikut (Jogiyanto, 2008): ARi,t = Ri,t – E [Ri,t] Keterangan: ARi,t : abnormal return sekuritas ke-i periode peristiwa ke-t. Ri,t : return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t. E [Ri,t] : return ekspektasi sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t. a. Return yang sesungguhnya (actual return) adalah return yang terjadi pada waktu ke-t yang merupakan selisih harga sekarang relatif terhadap harga sebelumnya (t-1). Keterangan: Ri,t : return saham harian sekuritas i pada periode t Pi,t : harga saham harian sekuritas i pada periode t Pi,t-1 : harga saham harian sekuritas i pada periode t-1 b. Return ekspektasi (expected return) merupakan return yang diharapkan investor yang akan diperoleh di masa yang akan datang
  56. 56. dimana sifatnya belum terjadi. Dalam penelitian ini menggunakan Model disesuaikan pasar (market-adjusted model) yang menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentuk model estimasi karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar. Keterangan: E[Ri,t] : expected return Rmt : return pasar pada periode t c. Harga saham adalah harga saham pada saat penutupan harian (closing price) yang digunakan untuk menghitung return yang sesungguhnya (actual return). d. Perubahan harga saham harian perusahaan i dimulai sejak 7 hari sebelum tanggal peristiwa (t-7), pada saat terjadinya peristiwa (t0) dan 7 hari setelah tanggal peristiwa (t+7). e. Perubahan harga pasar harian indikatornya adalah indeks harga saham gabungan yang digunakan untuk menentukan return pasar (Rmt).2. Trading Volume Activity (TVA) merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui parameter perubahan volume perdagangan saham (Fatmawati dan Asri, 1999). Hasil perhitungan TVA mencerminkan perbandingan antara
  57. 57. jumlah saham yang diperdagangkan dengan jumlah saham yang beredar. Jadi, TVA diukur dengan formulasi sebagai berikut (Foster, 1986 dalam Husnan, dkk, 1996): TVA=3.7 Tehnik Analisis Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis event study untuk mengolah dan membahas data yang diperoleh. Metodologi untuk event etudy umumnya mengikuti prosedur sebagai berikut (Elton dan Gruber dalam munawarah, 2009). 1. Mengumpulkan sampel perusahaan yang mempunyai suatu peristiwa yang ingin diteiliti. 2. Menentukan dengan tepat hari atau tanggal pengumuman dan menentukan sebagai hari 0 3. Menentukan periode penelitian atau event window 4. Untuk setiap sampel perusahaan dilihat return dan ativitas volume perdagangan pada masing-masing satuan periode (hari, minggu atau bulan). 5. Menghitung abnormal return dari return yang sudah didapatkan untuk setiap perusahaan. 6. Menghitung Trading Volume Activity untuk setiap perusahaan. 7. Menghitung rata-rata abnormal return dan Trading Volume Activity untuk masing-masing satuan periode (hari, minggu, atau bulan) untuk keseluruhan sampel.
  58. 58. Model yang digunakan untuk mengestimasi expected return adalahdengan menggunakan model disesuaikan pasar (market-adjusted model) yangmenganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatusekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakanmodel ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentukmodel estimasi karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama denganreturn indeks pasar. Keterangan: E(Rit) : expected return Rmt : return pasar pada periode t3.7.1 Periode Pengamatan Periode waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu selama 14hari, terdiri dari t-7 (prevent, 7 hari sebelum peristiwa) yang berakhir padatanggal 3 Maret 2011, t0 (event-date, hari terjadinya peristiwa) yaitu tanggal14 Maret 2011, t+7 (post-event, 7 hari setelah peristiwa) yang berakhir padatanggal 23 Maret 2011. Rentang waktu pengamatan ditentukan selama 14 hari untukmenghindari efek bias akibat lebarnya jendela yang dapat memunculkan efekpengganggu. Dengan demikian penelitian ini dapat memberikan gambaransecara penuh, nilai abnormal return dan traiding volume activity adalah nilaiyang disebabkan oleh peristiwa yang diamati.
  59. 59. 3.7.2 Pengujian Hipotesis1. Pengujian Hipotesis I Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-rata abnormal return antara sebelum dan setelah krisis energi di Jepang. a. Abnormal Return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasi. Formulasinya adalah, sebagai berikut (Jogiyanto, 2008): Keterangan: ARi,t : abnormal return sekuritas ke-i periode peristiwa ke-t. Ri,t : return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t. E [Ri,t] : return ekspektasi sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t. b. Aktual return adalah return yang terjadi pada waktu ke-t yang merupakan selisih harga sekarang relatif terhadap harga sebelumnya (t1). (Jogiyanto, 2008) Keterangan: Ri,t : return saham harian sekuritas i pada periode t Pi,t : harga saham harian sekuritas i pada periode t Pi,t-1 : harga saham harian sekuritas i pada periode t-1 c. Expected return merupakan return yang diharapkan investor yang akan diperoleh di masa yang akan datang dimana sifatnya belum terjadi. Dalam penelitian ini menggunakan Model disesuaikan pasar (market-adjusted model) denga rumus: (Jogiyanto, 2008)
  60. 60. Keterangan: E[Rit] : expected return Rmt : return pasar pada periode td. Return pasar diperoleh dengan rumus: (Jogiyanto, 2008) Keterangan: Rmt : return pasar pada periode t IHSGt : IHSG pada hari ke t IHSGt-1 : IHSG pada hari sebelumnyae. Standar Deviasi masing-masing sekuritas selama periode pengamatan. (Lamasigi dalam Munawarah, 2009) Keterangan: : standar deviasi sekuritas i : abnormal return saham i pada waktu t : rata-rata abnormal returnf. Standardized abnormal return untuk masing-masing sekuritas dengan rumus: (Lamasigi dalam Munawarah, 2009) Keterangan: SARit : standardized abnormal return saham pada waktu t ARit : abnormal return saham pada waktu t it : standar deviasi sekuritas ig. Rata-rata abnormal return untuk seluruh sampel saham dengan rumus: (Lamasigi dalam Munawarah, 2009)
  61. 61. Keterangan: AR : abnormal return secara keseluruhan ARit : total abnormal return saham i pada waktu t n : total saham yang dijadikan sampelh. Analisis uji signifikansi terhadap nilai abnormal return dengan uji t sebagai berikut: (Lamasigi dalam Munawarah, 2009) Keterangan: SARit : total standardized abnormal return saham i pada waktu t n : total saham yang dijadikan sampeli. Nilai cumulative abnormal return dengan rumus sebagai berikut: (Lamasigi dalam Munawarah, 2009) CAR = ARit Keterangan: CAR : Cummulative abnormal return ARit : total abnormal return saham i pada waktu tj. Rata-rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwa (Lamasigi dalam Munawarah, 2009) t t Keterangan: : rata-rata abnormal return sebelum peristiwa : rata-rata abnormal return setelah peristiwa ARsebelum : abnormal return sebelum peristiwa ARsetelah : abnormal return setelah peristiwa t : periode waktu
  62. 62. k. Standar deviasi rata-rata abnormal return. (Lamasigi dalam Munawarah, 2009) (t-1) (t-1) Keterangan: : standar deviasi abnormal return sebelum peristiwa : standar deviasi abnormal return setelah peristiwa t : periode waktu l. Uji statistik : (Lamasigi dalam Munawarah, 2009) Keterangan : : rata-rata abnormal return sebelum peristiwa : rata-rata abnormal return setelah peristiwa : standar deviasi abnormal return sebelum peristiwa : standar deviasi abnormal return setelah peristiwa n : total saham yang dijadikan sampel Dalam penelitian ini untuk membuktikan hipotesis pertamamenggunakan menggunakan uji beda (T-test) dengan sampel berhubungan(Paired samples T-Test), yang bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaanrata-rata dua sampel yang berhubungan (Ghozali, 2006). Untuk pengambilan keputusan dalam penelitian ini pertimbangan yangdilakukan, sebagai berikut:
  63. 63. a. Jika Probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak artinya terdapat perbedaan variance. b. Jika Probabilitas > 0,05, maka H0 tidak dapat ditolak artinya terdapat kesamaan variance.2. Pengujian Hipotesis II Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-ratatrading volume activity (TVA) sebelum dan setelah krisis energi di Jepang. a. Rata-rata trading volume activity (TVA) sebelum dan setelah peristiwa. ((Lamasigi dalam Munawarah; 2009) t (t) Keterangan : : rata-rata trading volume activity sebelum peristiwa : rata-rata trading volume activity setelah peristiwa TVAsebelum : trading volume activity sebelum peristiwa TVAsetelah : trading volume activity setelah peristiwa t : periode waktu b. Standar deviasi rata-rata trading volume activity (TVA). (Lamasigi dalam Munawarah; 2009) (t-1)

×