Your SlideShare is downloading. ×
Referensi Media Massa Pada Konsumen Dlm Memutuskan Pembelian Blackberry Sebagai Alat KOmunikasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Referensi Media Massa Pada Konsumen Dlm Memutuskan Pembelian Blackberry Sebagai Alat KOmunikasi

373
views

Published on

Berbagai media massa seperti koran, majalah, pamflet, leaflet, tabloid, radio, televisi, hingga media online menjadi bahan referensi yang digunakan masyarakat dalam mencari informasi akan ponsel …

Berbagai media massa seperti koran, majalah, pamflet, leaflet, tabloid, radio, televisi, hingga media online menjadi bahan referensi yang digunakan masyarakat dalam mencari informasi akan ponsel Blackberry yang akan mereka beli.

Perkembangan zaman dan kondisi waktu yang digunakan para konsumen menjadi dasar yang menarik untuk dikaji terutama ketika mereka memilih media massa yang efisien sebagai bahan referensi sebelum membeli telepon berlambang buah berri tersebut.

Melalui riset dengan sampel acak, akan diketahui perilaku konsumen pencinta Blackberry di Indonesia yang cenderung selalu mengikuti perkembangan telepon pintar ini walau memiliki banyak kekurangan, sehingga pertanyaan penelitian yang akan dibahas adalah :

Bagaimana analisa pemilihan media massa sebagai bahan referensi konsumen sebelum membeli produk Blackberry di Indonesia?

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
373
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. REFERENSI MEDIA MASSA PADA KONSUMEN DALAM MEMUTUSKAN PEMBELIAN BLACKBERRY SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI Introduction to Coorporate Communication EVRY JELITA PURBA 212121 003 CORPORATE COMMUNICATION PARAMADINA GRADUATE SCHOOL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PARAMADINA 2013
  • 2. I. LATAR BELAKANG Berdasarkan media massa atau pers dalam UU No. 40 tahun 1999 merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Media massa di Indonesia melalui perjalanan panjang sejak zaman kolonial Belanda sekitar tahun 1615, dimana media cetak atau surat kabar sangat berjaya untuk memberitakan keadaan politik, hukum, dan sosial Batavia kala itu. Misalnya, tahun 1619 saat Jenderal VOC, menerbitkan “Memories der Nouvelles”, yang masih ditulis dengan tangan. Bentuk surat kabar lain seperti “Dai Toa Senso” atau Perang Asia Timur Raya, juga digunakan sebagaialat Jepang. Berbagai manipulasi berita yang dimuat hanyalah pro-Jepang semata. Tak hanya berita beberapa produk kesehatan seperti pasta gigi, minyak kayu putih, berjualan buku cerita hingga iklan klinik bersalin menjadi pundi-pundi yang menguntungkan bagi redaksi Belanda dan Jepang sebagai penghasilan tambahan untuk ongkos produksi surat kabar tersebut. Perkembangan media massa juga merambah melalui gelombang suara di tahun 1925, seperti radio NIROM milikpemerintah Hindia Belanda, yang berjaya dan memiliki 1,2 juta saluran telepon untuk memberi modulasi kepada pemancar-pemancar di sekitar kota se-antero Jawa. Sayangnya, kekalahan Belanda akan Jepang 1942 di Bandung saat itu, mengharuskan penjajah terlama Indonesia ini, harus menyerahkan radionya ke sekutu dan berganti nama menjadi Hoso Kyoku. Selain berkembangnya radio, surat kabar juga masih menunjukkan eksistensi untuk terus berkembang dari zaman kemerdekaan di tahun 1945 lalu di masa Orde Lama, Orde Baru, hingga masa Reformasi seperti saat ini. Tak hanya itu, munculnya TVRI sebagai stasiun televisi pertama Indonesia yang disusul dengan RCTI dan SCTV yang mulai menayangkan iklan menjadi media massa yang menarik minat masyarakat dalam menggunakannya sebagai acuan sebelum membeli barang yang
  • 3. diinginkan. Selain itu, adanya majalah, tabloid bertema khusus, hingga media online (website) juga menjadi referensi bagi masyarakat. Salah satu produk telepon seluler atau smartphone yang diminati masyarakat adalah BlackBerry. Keberhasilan BlackBerry di Indonesia diklaim karena fitur rumpi atau gosip yang mereka miliki yaitu Blackberry Messenger (BBM). Berdasarkan data Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo) dalam situs detik.com, terdapat 77 juta pengguna Blackberry diseluruh dunia per tahun 2012. http://inet.detik.com/read/2012/04/24/162357/1900435/317/rim-blackberry-paling-laku-di- indonesia Termasuk Indonesia, sebagai negara terbesar ketiga seAsia Pasifik, dimana pengguna handphone berlambang buah berry ini mencapai 7 juta pelanggan. Persebaran Blackberry di semua kalangan berawal dari temuan Mike Lazaridis, visioner asal Kanada di tahun 1995. Berbekal 515.000 U$ dollar Amerika dan beberapa ilmu selama bekerja di perusahaan ponsel Ericsson, mahasiswa drop out ini mulai berwirausaha dengan mendirikan Research In Motion (RIM). Mike melihat bahwa manusia sangat membutuhkan pertukaran informasi dan data di masa depan, pembuatan Blackberry berbentuk pager dilengkapi dengan keyboard OWERTY, lalu berubah menjadi wujub handphone monochrome (tanpa warna) hingga menjelma menjadi smartphone dengan berbagaiaplikasi seperti Facebook, Twitter, Push-Mail, dan Blackberry Messenger yang menjadi favorit konsumen. Media massa di era millenium ini pun menjadi acuan bagi masyarakat dalam memilih telepon seluler yang akan digunakan untuk berkomunikasi. II. IDENTIFIKASI MASALAH Berbagai media massa seperti koran, majalah, pamflet, leaflet, tabloid, radio, televisi, hingga media online menjadi bahan referensi yang digunakan masyarakat dalam mencari informasi akan ponsel Blackberry yang akan mereka beli.
  • 4. Perkembangan zaman dan kondisi waktu yang digunakan para konsumen menjadi dasar yang menarik untuk dikaji terutama ketika mereka memilih media massa yang efisien sebagai bahan referensi sebelum membeli telepon berlambang buah berri tersebut. Melalui riset dengan sampel acak, akan diketahui perilaku konsumen pencinta Blackberry di Indonesia yang cenderung selalu mengikuti perkembangan telepon pintar ini walau memiliki banyak kekurangan, sehingga pertanyaan penelitian yang akan dibahas adalah : Bagaimana analisa pemilihan media massa sebagai bahan referensi konsumen sebelum membeli produk Blackberry di Indonesia? III. SEJARAH BLACKBERRY BlackBerry awalnya ditemukan Mike Lazaridis, peneliti kelahiran 14 Maret 1961, di Istambul Turki. Sebagai mahasiswa drop out dari University of Waterloo, Ontario, Kanada, Mike mulai merintis bisnisnya dengan modal 515.000 U$ dollar melalui lomba pengontrol jaringan komputer perusahaan raksasa otomotif General Motors dan orang tuanya, membangun perusahaan RIM (Research In Motion Limited). Sebelum mengembangkan BlackBerry, pada tahun 1999 RIM bekerja sama dengan RAM Mobile Data dan perusahaan ponsel Ericsson yang lebih dahulu terkenal, mengembangkan Mobitex dengan meluncurkan Inter@ctive Pager 950. Agustus tahun 2000 produk ini mulai dipasarkan. Ukurannya kira-kira sebesar sabun mandi. Di pasar ia bersaing dengan SkyTel, produk sejenis pager dua arah milik Motorola. Sayangnya, produk ini tak berhasil di pasar. Sebagai seorang inovator, Mike melihat manusia masa depan membutuhkan alat pertukaran informasi dan data masa depan, hingga akhirnya ia berhasil menciptakan telepon pintar yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Muncullah Blackberry, telepon pintar dengan kemampuan pengiriman teks, suara, chatting melalui Blackberry messeger (BBM) bahkan pengiriman surat eletronik otomatis atau push mail. Namun, belum adanya brandmark atau nama pasaran produk ketika produk akan diluncurkan menjadi kendala bagi RIM. Setelah lama berpikir dan melihat bentuk serta logo pada ponsel tersebut, tercetuslah nama "Blackberry" di tahun 1999. Mike melihat keyboard QWERTY ponsel ini, mirip dengan
  • 5. kumpul buah beri yang hitam dan kecil. Nama ini pun terdengar lebih enak di telinga dan mudah diingat. BlackBerry pun tersebar cepat di Kanada, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, hingga ke Indonesia. Pertama kali smartphone ini diperkenalkan pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub merupakan pengejewantahan dari RIM yang merupakan rekan utama BlackBerry. Pasar BlackBerry kemudian diramaikan oleh dua operator besar lainnya di tanah air yakni Excelcom dan Telkomsel. Beberapa aplikasi ini menjadi andalan utama yang membuat BlackBerry digemari di pasar adalah fitur surat eletronik cepat (push e-mail) dan chatting Blackberry Messenger (BBM). Produk ini mendapat sebutan surat-e cepat karena seluruh surat elektronik baru, daftar kontak, dan informasi jadwal (calendar) ditampilkan langsung ke dalam BlackBerry secara otomatis. E-mail yang masuk pun sudah mengalami proses kompresi dan scan di server BlackBerry sehingga aman dari virus. Lampiran berkas berupa dokumen Microsoft Office dan PDF dapat dibuka dengan mudah. Contohnya, sebuah surat-e berukuran 1 MB dapat terkompres hingga 10 KB dengan isi yang tetap dan sampai dalam hitungan kurang dari 2 menit. IV. PERILAKU KONSUMEN BLACKBERRY DI INDONESIA Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku ini menjadi dasar untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Berikut adalah teori-teori perilaku konsumen yang digunakan untuk menganalisan konsumen di Indonesia, sehingga penurunan tingkat kepercayaan konsumen dan tingkat penjualan Blackberry yang akhirnya mempengaruhi konsumen terhadap smartphone ini, yaitu :
  • 6. a. TEORI KEBUTUHAN MARSLOW Teori ini ditemukan Abraham Maslow, yang lebih dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Kebutuhan dasar seperti udara, air, makanan, pakaian, istirahat dan kebutuhan dasar lainnya. 2. Rasa aman- jaminan kerja, jaminan kesehatan, jaminan keamanan dari pencurian, dan jaminan keamanan lainnya. 3. Kebutuhan Sosial, misalnya dengan memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain. 4. Esteem, yaitu harga diri, rasa percaya diri, penghargaan dari orang lain atas prestasi yang dicapai. 5. Aktualisasi diri, yaitu kondisi di mana orang bisa berkreasi, memecahkan masalah, menerima fakta apa adanya, dan menerima kondisi orang lain. Terkait teori ini, Blackberry masuk dalam tiga kategori kebutuhan Marslow, yaitu kebutuhan dasar sosial, rasa aman dan, harga diri. Awalnya Blackberry hanyalah kebutuhan dasar yang digunakan untuk berkomunikasi antar sesama manusia. Namun dengan padatnya jadwal kerja terutama para konsumen di Indonesia membuat Blackberry menjadi alat potensial untuk memecahkan masalah tersebut. Adanya Blackberry messenger memudahkan kerabat yang tinggal berjauhan untuk dapat berkomunikasi dengan
  • 7. murah dan cepat (artinya Blackberry dapat memenuhi kriteria ketiga akan Kebutuhan Sosialyangdiungkapkan peneliti aliran psikologi humanistik ini. Selain itu, rasa aman juga dirasakan para penggunanya dimana dengan adanya Personal Indetification Number / Nomor Identitas Pribadi atau PIN yang ada di Blackberry messenger, para pengguna lebih merasa aman untuk berkenal dengan lingkungan baru melalui PIN tersebut. Investigasi kecil-kecilan melalui foto ataupun status orang tersebut dapat menjadi acuan bagi para pengguna untuk melanjutkan hubungan pertemanan itu. Selanjutnya, lingkungan sekitar membuat para pengguna selalu ingin update akan produk- produk baru keluaran Blackberry. Misalnya kalangan pebisnis yang tidak pernah ketinggalan akan setiap seri smartphone yang dikeluarkan Blackberry, walaupun banyak aplikasi yang tidak terpakai. Bagi mereka produk baru Blackberry memberi kepercayaan diri ketika digenggam dan dilihat oleh kolega bisnisnya. b. Teori Motivasi Menurut Hawkins et. al. (2007) motivasi adalah kekuatan yang menggerakan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas atau kegiatan yang mengarah pada perilaku yang diinginkan oleh seseorang tersebut. Mowen dan Minor (2002) mengatakan bahwa motivasidigerakkan oleh:  Rangsangan, baik dari dalam maupun luar konsumen untuk mengubah suasana dan selanjutnya karena terjadinya perbedaan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan aktual maka akan menimbulkan kebutuhan;  pengenalan kebutuhan, yang terdiri dari kebutuhan ekspresif yaitu keinginan untuk memenuhi persyaratan sosial dan estetika dalam rangka pemeliharaan konsep diri seseorang dan kebutuhan utilitarian yaitukeinginan untuk menyelesaikan masalah yang mendasar;  dorongan, yaitu faktor yang membentuk keadaan afektif (emosi dan psikologis lainnya) yang mempengaruhi tingkatketerlibatan seseorang;  perilaku berdasarkan-tujuan, yaitu tindakan yang dilakukanuntuk meringankan keadaan kebutuhan seseorang;  insentif konsumen misalnya produk, jasa, informasi, dan bahkan orang lain yang
  • 8. diperkirakan oleh konsumen akan memuaskankebutuhan. Terkait teori ini, terlihat bahwa konsumen termotivasi memiliki Blackberry karena adanya pengaruh lingkungannya. Ketika hampir semua karyawan di kantor menggunakan Blackberry dalam bergosip atau menyelesaikan perkerjaan, akan sulit bagi seseorang untuk tidak mengikutinya. Terlebih ketika worm of mouth akan serunya menggunakan Backberry, terutama ketika para pengguna saling pamer kehebatan smartphone asal Kanada ini. Maka orang lain akan terpengaruh dan mencari tahu handphone apa yang dimaksud dan mempengaruhi keputusan pembelian. c. Teori Perseptif Persepsi adalah suatu proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menafsirkan stimulus menjadi informasi yang dapat memberikan suatu gambaran mengenai sesuatu yangbermakna (Schiffman dan Kanuk, (2007). Persepsi adalah sesuatu yang berasal dari interaksiantara dua jenis faktor yaitu:  stimulus factors, yaitu karakteristik objek secara fisik seperti ukuran, warna, bentuk, dan berat. Tampilan suatu produk baik kemasan maupun karakteristiknya mampu menciptakan rangsangan pada indra seseorang, sehingga mampumenciptakan suatu persepsi mengenai produk yang dilihatnya;  individual factors, yaitu karakteristik yang termasuk di dalamnya tidak hanya terjadi proses pada panca indera tetapi juga pengalaman yang serupa dan dorongan utama suatu harapan dari individu itusendiri. Pada teori ini Blackberry mampu membentuk persepsi masyarakat Indonesia sebagai telepon pintar yang dapat memenuhi kebutuhan informasi di era modern. Uniknya, telepon asal Kanada ini jarang memasang iklan di media eletronik atau online yang terputar setiap harinya seperti para kompetitornya.
  • 9. Walaupun sesekali dilakukan ketika ada launching besah-besaran seperti Blackberry Dakota atau Z10 di media cetak. Stimulus factorsditunjukkan Blackberry kepada penggunanya disetiap jenis baru yang dikeluarkan. Berbagai unsur seperti ukuran, bentuk, dan berat yang terasa lebih ringan sehingga memudahkan konsumen dalam menggunakannya. Sementara untuk warna, Blackberry tetap pada pendirian terhadap warna-warna elegan seperti hitam, silver, dan putih. Adapun permainan warna seperti ungu, merah marun, biru muda pernah dilakukan pada tipe Gemini Curve 8520, dengan target kawula muda sebagai penggunanya. Sayangnya, Blackbery kurang cepat dalam memperbaiki beberapa sistem yang telah lama menjadi keluhan para konsumen seperti lama loading telepon, baterai, serta jaringan yang membuat pengiriman pesan BBM menjadi lebih lama diterima. Di sisi lain, para kompetitor, seperti Android dan iOS mulai menawarkan Whatapps dan Line sebagai pengganti BBM, dan menawarkan operating system lebih cepat dan baterai tahan lama dibanding Blackberry sehingga memudahkan konsumen dalam menggunakan beberapa aplikasi sekaligus. Secara individual factors, terlihat bahwa proses panca indera diberikan Blackberry secara masif, karena makin banyaknya pengguna di Indonesia, ditambah faktor worm of mouth dari para pengguna sebelumnya sehingga memberikan dorongan kepada konsumen baru untuk mencoba menggunakannya. Apalagi banyaknya informasi yang lebih cepat sampai melalui BBM antara para pengguna, sehingga memberikan wacana eksklusif bagi mereka, yang akhirnya memberikan ketertarikan pengalaman bagi para calon konsumen. d. Teori Sikap Sikap adalah evaluasi menyeluruh seseorang terhadap suatu objek yang dilihat atau yang dirasakan, yang kemudian memberikan sebuah kesimpulan mengenai objek tersebut (Solomon, 2009). Kesimpulan yang umum diberikan adalah baik atau buruk,menguntungkan atau tidak menguntungkan, dan positif atau negatif terhadap objek yangdievaluasi. Berdasarkan
  • 10. salah satu model sikap yaitu tricomponent attitude model, sikapterdiri dari tiga komponen utama yaitu komponen kognitif, afektif, dan konatif. Bagianpertama dari model ini terdiri dari kognisi seseorang, yaitu pengetahuan dan persepsi yangdiperoleh dari kombinasi pengalaman langsung dengan obyek sikap dan informasi terkaitdari berbagai sumber. Komponen kedua adalah afektif yang terbentuk dari emosi danperasaan seseorang tentang objek tertentu. Komponen terakhir dari model ini (konatif)berkaitan dengan besarnya kemungkinan atau kecenderungan seseorang untukberperilaku tertentu. Blackberry dapat mempengaruhi sikap masyarakat Indonesia untuk tetap setia pada telepon berpapan ketik QWERTY ini hingga tahun 2010. Kebutuhan yang terbentuk secara tiba-tiba akan keinginan mengetahui lingkungan sekitar melalui Blackberry messenger group, dimana seluruh pemilik Blackberry dapat saling bertukar informasi baik gambar atau teks. Kondisi afektif yang terbentuk dari emosi danperasaan pemilik Blackbery merasa dilibatkan akan setiap peristiwa atau informasi yang sedang bergulir. Misalnya, ketika banjir besar di Jakarta ketika Januari 2013, saat itu berita akan macetnya jalan disekitar pusat kota, matinya alat transportasi, hingga lelucon libur nasional yang dikemukan Jokowi dalam hitungan menit cepat sampai ke masyarakat. Selanjutnya, sikap konatif ini berimbas akan perilaku masyarakat (pengguna Blackberry) yang selalu mengandalan BBM dibandingkan teks SMS atau telepon karena harganya yang lebih murah. Selain itu hadirnya BBM juga menjadi fenomena baru untuk dapat mengecek status dan keadaan terkini kerabat atau teman (melalui foto), selain melalui Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya. Alhasil perilaku ini membawa konsumen lama dan baru untuk tetap setia dan mengikuti setiap perkembangan jenis produk atau aplikasi Blackberry yang ada.
  • 11. V. HASIL SURVEY Survei kecil-kecilan secara acak dilakukan kepada 5 orang konsumen Blackberry, terdiri atas 3 pria dan 2 wanita yang tinggal di Jakarta. Kelima pencinta Blackberry ini umumnya telah menggunakan ponsel pintar pengusung push mail pertama ini dalam kurung waktu 2 sampai 5 tahun. Sebelumnya, Nokia merupakan merk ponsel dominan yang menjadi alat komunikasi mereka sebelum akhirnya mereka jatuh hati pada telepon berkeyboard QWERTY ini. Seiring perkembangan zaman, terutama di tahun 2010, dimana telepon berbasis Android mulai merajai, kelima nya memiliki ponsel pendukung lainnya bermerk iPhone dan Samsung. Penggunaan dua telepon dirasa perlu karena masih banyaknya kekurangan Blackberry, terutama dalam daya tahan baterai serta kecepatan dalam berselancar di dunia maya. Keempat pengguna Blackberry mencari acuan media massa online (website) sebelum memutuskan jenis ponsel apa yang akan dibeli. Sementara 1 orang lainnya masih menggunakan media konvensional seperti iklan pada koran untuk membeli ponsel pintar yang digunakan. Media massa online yang dominandigunakan seperti www.selular.co.id , www.tabloidpulsa.co.id , www.kaskus.co.id , www.tokobagus.com , dan www.berniaga.com(berdasarkan http://www.alexa.com/topsites) sebagai acuan sebelum membeli telepon seluler sebagai alat komunikasinya. Informasi seperti bentuk telepon, berbagai aplikasi pendukung, ulasan harga baru dan lama (bekas) menjadi acuan mereka memilih media online yang cepat dan murah dibanding media lainnya. Terlihat hanya dalam waktu 1 hari dengan berselancar hingga kurang lebih 8 jam, para konsumen dapat menentukan pilihan telepon mereka tanpa harus bersusah payah dalam berkeliling toko.
  • 12. VI. ANALISA MEDIA ONLINE (WEBSITE) SEBAGAI REFERENSI PEMBELIAN BLACKBERRY Sejarah Internet Indonesia Sejarah perkembangan internet di Indonesia tak terlepas dari iseng-iseng anak muda kampus Universitas Indonesia yang mendaftarkan protokol Internet (IP) UI-NETLAB (192.41.206/24) pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto,Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan- cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Setelah itu, IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia yang dipimpin Sanjaya saat itu. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine serta chatting dengan conference pada server AIX. Tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos Telekomunikasi menerbitkan ijin untuk ISP yang diberikan kepada IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Radnet pimpinan BRM. Roy Rahajasa Yamin. Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP). Selain itu teknologi wifi (jaringan tanpa kabel) juga mempermudah pengaksesan internet di Indonesia. Perkembangan trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan- rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e- commerce@egroups.com.
  • 13. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, pengguna internet di Indonesia makin meningkat sepanjang tahun, terbukti dari jumlah pengguna sekitar 63 juta orang se-Indonesia senang berselancar di dunia maya. http://www.apjii.or.id/v2/index.php/read/page/halaman-data/9/statistik.html Uniknya tak hanya media sosial seperti Twitter dan Facebook, namun portal seperti e- commerce (untuk berbelanja) menjadi konsumsi yang mulai digemari. Analisa SWOT Media Online sebagai acuan pembelian Blackberry Melalui teori kebutuhan Marslow, ditemui bahwa tiga kategori kebutuhan seseorang dalam memiliki Blackberry adalah kebutuhan dasar sosial, rasa aman dan, harga diri. Blackberry menjadi alat potensial untuk memecahkan masalah tersebut. Adanya Blackberry messenger (BBM) memudahkan kerabat yang tinggal berjauhan untuk dapat berkomunikasi dengan murah dan cepat, dan memenuhi kriteria ketiga akan Kebutuhan Sosial. Rasa aman juga dirasakan para penggunanya dimana dengan adanya Personal Indetification Number / Nomor Identitas Pribadi atau PIN yang ada di Blackberry messenger, para pengguna lebih merasa aman untuk berkenal dengan lingkungan baru melalui PIN tersebut. Investigasi kecil-kecilan melalui foto ataupun status orang tersebut dapat menjadi acuan bagi para pengguna untuk melanjutkan hubungan pertemanan itu. Para pengguna selalu ingin update akan produk-produk baru keluaran Blackberry. Misalnya kalangan pebisnis yang tidak pernah ketinggalan akan setiap seri smartphone yang
  • 14. dikeluarkan Blackberry, walaupun banyak aplikasi yang tidak terpakai.Bagi mereka produk baru Blackberry memberi kepercayaan diri ketika digenggam dan dilihat oleh kolega bisnisnya. Hal ini juga didukung melalui teori motivasi, Perspektif, dan Sikap dari lingkungan sekitar, yang akhirnya mempengaruhi konsumen dalam menentukan Blackberry sebagai alat komunikasi. Menurut Fred David (1997,134), analisa SWOT adalah menggunakan metode perencanaan strategis yang berfungsi untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu perusahaan. Proses melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis dan mengidentifikasi faktor internal yang eksternal yang mendukung dan tidak mencapai tujuan tersebut. Hal ini juga berlaku pada penggunaan media online (website) sebagai referensi pembelian Blackberry di Indonesia, yang terdi dari : Strengths (kekuatan) Sebuah kekuatan perusahaan adalah sumber daya dan kemampuan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan keunggulan kompetitif. Misalnya : hak paten, nama merek yang kuat, reputasi baik dimata para pelanggan, dan akses di jaringan distribusi. Memberi kenyamanan membeli via Internet Dari depan komputer di rumah sendiri (hemat waktu & usaha), tidak ada salesman yang mendesak-desak Anda untuk membeli sesuatu yang tidak Anda inginkan, pembayaran mudah, dan lain-lainnya. Dan generasi Yuppies Indonesia masa kini mulai tidak segan-segan lagi untuk memesan barang-barang via Internet. Harga yang kompetitif Melalui Media massa online yang dominan digunakan seperti www.selular.co.id , www.tabloidpulsa.co.id , www.kaskus.co.id , www.tokobagus.com , dan www.berniaga.com dan lainnya konsumen dapat dengan mudah dan cepat membanding harga ponsel yang diinginkan. Apalagi ditambah banyaknya diskon pada masing-masing portal yang makin menarik minat konsumen
  • 15. Time saving Para konsumen dapat berhemat waktu dan juga uang (transportasi ) yang seharusnya digunakan untuk berkeliling toko dalam memilih ponsel yang akan dibeli. Direct communication dengan konsumen Melalui website atau portal yang ada pembeli dan penjual dapat saling bertatap muka misalnya melalui webcam atau bertukar nomor telepon/ alamat untuk saling bertemu dalam bertransaksi ketika telepon yang diingin telah ditemukan. Improved customer interaction Melalui website atau portal jual beli seperti kaskus atau tokobagus.com , komentar para pembeli yang sudah melakukan transaksi terlebih dahulu akan terpampang pada setiap ponsel yang akan kita beli sehingga memberikan kepercayaan pada konsumen baru Meminimalisir pembangunan kantor Kantor website purna jual beli online tidak harus besar, yang paling utama adalah kestabilan server website serta pemantauan terhadap setiap penjual dan pembeli sehingga tidak ada yang merasa ditipu. Weakness (kelemahan) Kelemahan / weakness adalah sesuatu yang menyebabkan satu perusahaan kalah bersaing dengan perusahaan lain. Dalam beberapa kasus, kelemahan bagi satu perusahaan mungkin merupakan suatu kekuatan bagi perusahaan lainnya. Misalnya, kurangnya perlindungan hak paten, lemahnya brand image. Sosialisasi credit card Di Indonesia credit card masih merupakan barang langka dan simbol status. Hal ini tentu sangat berbeda dengan misalnya di Inggris, dimana setiap rekening bank minimal ada debit card-nya. Ini dapat sangat menyulitkan perkembangan eCommerce di Indonesia. Sosialisasi Internet Internet walaupun perkembangannya sangat pesat di Indonesia, namun masih jauh
  • 16. dari menjadi gaya hidup mayoritas penduduk Indonesia, terutama di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Papua, dan lainnya. Pengiriman barang Kualitas dan biaya pengiriman barang menjadi kendala. Terkadang jasa pengiriman barang Indonesia terutama kota besar masih acuh terhadap barang elektronik (ponsel) sehingga akan merugikan konsumen yang menerima. Selain itu, meningkatnya minat konsumen akan ponsel luar negeri mendapat kendala pada biaya yang sangat tinggi, contohnya U$S 40/kg untuk ke Inggris dengan FedEx dengan resiko kehilangan atau rusak yang tinggi. Fake websites Mudahnya pembuatan website saat ini terkadang mengecohkan pembeli, terutama ketika banyak harga ponsel murah yang ditawarkan. Namun setelah konsumen men- transfer uang, ponsel tak kunjung datang. Kualitas produk Terkadang konsumen tergiur akan diskon, harga serta foto ponsel Blackberry yang menawan. Namun ketika barang sampai ke tangan konsumen, banyak juga yang kecewa karena tidak sesuai dengan fotonya. Peluang / opportunities Peluang / opportunities merupakan analisis lingkungan eksternal dapat membuahkan peluang baru bagi sebuah perusahaan untuk meraih keuntungan dan pertumbuhan. Misalnya kebutuhan pelanggan yang tidak dipenuhi pasar, cepatnya produk mengikuti teknologi baru. Perubahan trends Ketergantungan masyarakat Indonesia pada smartphone saat ini memberikan peluang besar pada bisnis online saat ini. Terutama waktu akses 24 jam pada 7 hari berturut- turut memperluas jangkauan pada konsumen dalam memilih ponsel yang diinginkan. Teknologi baru Makin berkembangnya jenis ponsel Blackberry yang selalu baru memberikan peluang
  • 17. bagi media online untuk dapat memberikan informasi hingga berjual secara bebas kepada konsumen Indonesia. Ancaman / threat Ancaman / threat merupakan perubahan dalam lingkungan eksternal juga dapat menghadirkan ancaman bagi perusahaan. Administrator yang ceroboh &Hackers(perentas website) Keduanya dapat melenyapkan kepercayaan masyarakat kepada media online (eCommerce). Misalnya situs Kaskus yang sempat dihack sehingga para konsumen sulit berbelanja disana. Perubahan regulasi portal dunia maya Adanya gemelut pada politik pemerintah atau perubahan Undang Undang teknologi juga dapat mempengaruhi media online dalam menginformasikan kebutuhan ponsel konsumen Teori media _Teori Ketergantungan (Dependency Theory) Teori ketergantungan terhadap media diutarakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin Defleur. Seperti teori uses and gratifications, pendekatan ini juga menolak asumsi kausal dari awal hipotesis penguatan. Dalam teori ini dijelaskan adanya pendekatan sistem yang lebih jauh. Di dalam model mereka mereka mengusulkan suatu relasi yang bersifat integral antara pendengar, media. dan sistem sosial yang lebih besar. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh teori uses and gratifications, teori ini memprediksikan bahwa khalayak tergantung kepada informasi yang berasal dari media massa dalam rangka memenuhi kebutuhan khalayak bersangkutan serta mencapai tujuan tertentu dari proses konsumsi media massa. Namun perlu digarisbawahi bahwa khalayak tidak memiliki ketergantungan yang sama terhadap semua media. Sumber ketergantungan yang kedua adalah kondisi sosial. Model ini menunjukkan sistem media dan institusi sosial itu saling berhubungan dengan khalayak dalam menciptakan kebutuhan dan minat. Pada gilirannya hal ini akan mempengaruhi khalayak untuk memilih
  • 18. berbagai media, sehingga bukan sumber media massa yang menciptakan ketergantungan, melainkan kondisi sosial. Untuk mengukur efek yang ditimbulkan media massa terhadap khalayak, ada beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu riset eksperimen, survey dan riset etnografi. Riset Eksperimen Riset eksperimen (experimental research) merupakan pengujian terhadap efek media dibawah kondisi yang dikontrol secara hati-hati. Walaupun penelitian yang menggunakan riset eksperimen tidak mewakili angka statistik secara keseluruhan, namun setidaknya hal ini bisa diantisipasi dengan membagi obyek penelitian ke dalam dua tipe yang berada dalam kondisi yang berbeda. Riset eksperimen yang paling berpengaruh dilakukan oleh Albert Bandura dan rekan- rekannya di Stanford University pada tahun 1965. Mereka meneliti efek kekerasan yang ditimbulkan oleh tayangan sebuah film pendek terhadap anak-anak. Mereka membagi anak- anak tersebut ke dalam tiga kelompok dan menyediakan boneka Bobo Doll, sebuah boneka yang terbuat dari plastik, di setiap ruangan. Kelompok pertama melihat tayangan yang berisi adegan kekerasan berulang-ulang, kelompok kedua hanya melihat sebentar dan kelompok ketiga tidak melihat sama sekali. Ternyata setelah menonton, kelompok pertama cenderung lebih agresif dengan melakukan tindakan vandalisme terhadap boneka Bobo Doll dibandingkan dengan kelompok kedua dan ketiga. Hal ini membuktikan bahwa media massa memiliki peran membentuk karakter khalayaknya. Kelemahan metode ini adalah berkaitan dengan generalisasi dari hasil penelitian, karena sampel yang diteliti sangat sedikit, sehingga sering muncul pertanyaan mengenai tingkat kemampuannya untuk diterapkan dalam kehidupan nyata (generalizability). Kelemahan ini kemudian sering diusahan untuk diminimalisir dengan pembuatan kondisi yang dibuat serupa mungkin dengan keadaan di dunia nyata atau yang biasa dikenal sebagai ecological validity Straubhaar dan Larose, 1997 :415).
  • 19. Survey Metode survey sangat populer dewasa ini, terutama kemanfaatannya untuk dimanfaatkan sebagai metode dasar dalam polling mengenai opini publik. Metode survey lebih memiliki kemampuan dalam generalisasi terhadap hasil riset daripada riset eksperimen karena sampelnya yang lebih representatif dari populasi yang lebih besar. Selain itu, survey dapat mengungkap lebih banyak faktor daripada manipulasi eksperimen, seperti larangan untuk menonton tayangan kekerasan seksual di televisi dan faktor agama. Hal ini akan diperjelas dengan contoh berikut. Riset Ethnografi Riset etnografi (ethnografic research) mencoba melihat efek media secara lebih alamiah dalam waktu dan tempat tertentu. Metode ini berasal dari antropologi yang melihat media massa dan khalayak secara menyeluruh (holistic), sehingga tentu saja relatif membutuhkan waktu yang lama dalam aplikasi penelitian. Melalui teori ini terlihat bahwa konsumen Indonesia mulai merasa haus akan media online untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memilih ponsel yang akan digunakan, terlihat dari data pengguna internet Indonesia yang makin meningkat setiap tahunnya. Media online terutama penjualan ecommerce yang merupakan bagian dari New Media, dimana media ini lebih mengarah pada dunia digital yang memberikan banyak informasi di dalamnya dan mulai meninggalkan Old Media yang lebih konvesional dan membutuhkan dana berlebih untuk membelinya. VII. KESIMPULAN Media online merupakan bentuk new media yang memberikan banyak informasi selama 24 jam selama 7 hari. Media ini terasa lebih efekktif, efisien dan mmurah dalam mengakses informasi hingga berbelanja ponsel melalui internet. Kehadiran para calon pembeli dan pembeli langsung dapat terpantau dengan mudah melalui aplikasi penghitung yang tersedia dalam website tersebut, sehingga bentuk iklan dapat disesuaikan dengan tipycal konsumen yang mengakses.
  • 20. DAFTAR PUSTAKA Drs. Elvinaro Ardianto, M.Si dan Dra. Lukiarti Komala Erdinaya, M.Si, 2005. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Anonymous. 2002. Beberapa Segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia. Jakarta: Penerbit buku Kompas Chaudhury, Abijit & Jean-Pierre Kuilboer (2002), e-Business and e-Commerce Infrastructure, McGraw-Hill, ISBN 0-07-247875-6 Kessler, M. (2003). More shoppers proceed to checkout online. Retrieved January 13, 2004 Seybold, Pat (2001), Customers.com, Crown Business Books (Random House), ISBN 0-609- 60772-3 Kotler P. 1997. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prenhallindo. Porter ME. 1991. Strategi Bersaing. Jakarta: Erlangga. Tamime AY, Robinson EK. 1985. Yoghurt Science and Technology. London: Pergamon Press Ltd. Effendy, Onong Uchjana. Ilmu, Teori dan Filisafat Komunikasi. Cet. Ke-3. Citra Aditya Bakti: Bandung. 2003 Notoatmodjo, Soekidjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Rineka Cipta: Jakarta. 2003. Sumartono, Terperangkap dalam Iklan (Meneropong Imbas Pesan Iklan Televisi). Alfabeta: Bandung. 2002. Godin ,Seth. Purple Cow: Transform Your Business by Being Remarkable. USA: Penguin Group ,2005 Istijanto (2009), “Aplikasi Praktis Riset Pemasaran”, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Paul A Argenti (2007), “Corporate Communication” (4th Edition), New York: Mc Graw Hill.