Keajaiban al quran dari segi ilmiah

666 views
440 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
666
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
57
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Keajaiban al quran dari segi ilmiah

  1. 1. Keajaiban Al-Quran dari Segi Ilmiah
  2. 2. Proses Penciptaan Manusia
  3. 3. Proses Penciptaan Manusia “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (yang berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain…” [QS. Al-Mukminun :12-14]
  4. 4. Pembuahan
  5. 5. 4 Minggu
  6. 6. 8 Minggu
  7. 7. 12 Minggu
  8. 8. 16 Minggu
  9. 9. 20 Minggu
  10. 10. 24 Minggu
  11. 11. 28 Minggu
  12. 12. 36 Minggu
  13. 13. 40 Minggu
  14. 14. Sungai di Dasar Lautan Jacques Yves Costeau
  15. 15. Suatu hari, seorang ahli kelautan bernama Jacques Yves Costeau melakukan penelitian di dasar laut untuk Discovery Channel. Ia menelurusi fenomena bawah laut di Cenota Angelita, Mexico.
  16. 16. Saat melakukan penyelaman, ia dikejutkan dengan sebuah fenomena alam yang luar biasa. Dia menemukan air tawar di antara air laut yang asin. Penemuan itu membuatnya takjub. Bagaimana mungkin air tawar bisa berada terpisah dalam air laut yang asin?
  17. 17. Rasa ingin tahunya yang besar membuat Costeau kembali menyelam lebih dalam lagi. Ia menyaksikan fenomena alam yang lebih mengejutkan lagi. Betapa tidak. Ia melihat ada sungai di dasar lautan.
  18. 18. QS. Al-Furqan [25]: 53
  19. 19. ''Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia Jadikan antara keduanya dinding dan barat yang tidak tembus.'‘ [QS. Al-Furqan [25]: 53]
  20. 20. Ar-Rahman [55]:19-20
  21. 21. ''Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. [Ar-Rahman [55]:19-20]
  22. 22. Lapisan Atmosfer
  23. 23. QS. Al-Baqarah:29
  24. 24. “Dialah (Allah) yang Menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju langit, lalu Dia Menyempurnakannya menjadi tujuh langit.” (QS. Al-Baqarah:29)
  25. 25. Sidik Jari Manusia Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.
  26. 26. QS.al-Qiyamah (75): 3-4
  27. 27. "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulangbelulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (QS.al-Qiyamah (75): 3-4)
  28. 28. Yakinkah ibu bahwa al_Quran benar-benar firman Allah?
  29. 29. Keimanan butuh pembuktian (konsekuensi)
  30. 30. Apa konsekuensi keimanan kita terhadap al_Quran? 1. Membenarkan semua yang dikabarkan al-Quran.
  31. 31. “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang telah Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” [QS. An-Nisa: 136)
  32. 32. 2. Mematuhi seluruh syariat Islam yang terdapat dalam al-Quran, tanpa memilihmilih.
  33. 33. “Maka demi Rabb-mu, mereka itu (pada hakikatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa di hati mereka suatu keberatan terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya.” [QS. An-Nisaa: 65]

×