Your SlideShare is downloading. ×
02 02-operasi
02 02-operasi
02 02-operasi
02 02-operasi
02 02-operasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

02 02-operasi

77

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
77
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. OPERASI DAN OPERATOR Operasi, Operan, dan Operator Operasi => Proses pengolahan terhadap data Operan => data yang akan diolah Operator => simbol jenis operasi 5 + 6 => Operasi penjumlahan, Operator + , operan nya 5 dan 6 3.14 * r * r => operasi perkalian, operator *, operan nya 3.14 , r Operasi, Operan, dan Operator Berdasarkan jumlah operan 1) Unary operator (satu operan) contoh angka++ , a--; 2) Unary Complex Operator (+=,-=,*=,/=,%=) Contoh a += b (artinya a = a + b) 3) Binari operator (dua operan) Contoh a+ b , (2*p*l) + (2*pj*tg) + (2*lb*tg) 4) Ternary Operator (tiga operan) Contoh: hasil = nilai > 59 ? ‘L’ : ‘G’ Operasi dan Operator Aritmetika Relasi Logika Bitwise Assignment
  • 2. Operator Aritmetika Operator yang digunakan untuk operasi – operasi matematika. Operator Unary , Binary, Ternary maupun complex Uniary hanya dapat digunakan untuk tipe data numerik Operator Aritmetika 1) #include <stdio.h> 2) #include <conio2.h> 3) int main() { 4) int a=0, b=0; 5) printf("Nilai a (a++) = %dn",a++); // Hasil ? 6) printf("Nilai b (++b) = %dn",++b); // Hasil ? 7) printf("Nilai a = %dn",a); // Hasil ? 8) getch(); 9) } Operator Relasi Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operan (sebuah nilai atau variable). Hasil operasinya berupa TRUE atau False (0). Apakah x lebih kecil atau sama dengan y X <= yLebih kecil atau sama dengan <= Apakah x lebih besar atau sama dengan y X >= yLebih besar atau sama dengan >= Apakah x lebih kecil dari y X < yLebih kecil< Apakah x lebih besar dari y X > yLebih besar> Apakah x tidak sama dengan y x != yTidak sama dengan!= Apakah x sama dengan y. Hati-hati penulisan ini, jangan keliru dengan = x==ySama dengan (bukan assignment) == keteranganContohArtioperato r Operator Logika Operator yang berkaitan dengan operasi logika, seperti : negasi (ingkaran), konjungsi (dan) dan disjungsi (atau). (a <0) || (a > 100) OR|| (a > b) && (a > c) And&& !aNot! ContohFungsiSimbol FalseFalseTrueFalseFalse TrueFalseTrueTrueFalse TrueFalseFalseFalseTrue TrueTrueFalseTrueTrue A||BA&&B!ABA TABEL Operator Logika TABEL kebenaran dua variabel
  • 3. Operator Bitwise Berbeda dengan operator logika yang memperlakukan Operan2nya sebagai sebuah nilai tunggal, operator bitwise memperlakukan operan2nya sebagai sebuah kualitas yang terdiri atas bit2. B digeser kekiri sebyk 2 posisi bit B<<2Shift left<< A digeser kekanan sebyk 3 posisi bit A>>3Shift right>> Mengubah bit 1 menjadi 0 dan sebaliknya ~BComplement 1~ Bernilai 1 jika bit A dan B berbeda A^BXOR^ OR bitwise dari A dan BA | BOR| AND bitwise dari A dan BA & BAND& PenjelasanContohFungsiSimbol Operator Bitwise Operator penugasan (assignment) Assignment adalah pemberian suatu nilai kepada variable. Assignment menggunakan simbol sama dengan “=“. Operan disebelah kiri operator harus berupa variabel. Operan disebelah kanan harus berupa ekspresi. a^=b;a = a ^ b; a| = b;a = a | b; a & b = b;a = a & b; a >>=b;a = a >> b; a<<=b;a = a << b; a/=b;a = a/b; a*=b;a = a * b; a -= b;a = a – b; a += b;a = a + b; Dapat diganti dengan Assignment Operator penugasan (assignment) luas = 3.14 * radius * radius ;
  • 4. Operator penugasan (assignment) HATI- HATI ! a = a+b disingkat jadi a +=b a = b+a disingkat jadi a +=b a = a-b disingkat jadi a -=b a = b-a TIDAK BISA disingkat jadi a -=b a = a*b disingkat jadi a *=b a = b*a disingkat jadi a *=b a = a/b disingkat jadi a /=b b = delta/b bisa disingkat b /=delta ? a = b/a TIDAK BISA disingkat jadi a /=b Presedensi Presedensi operator menunjukan tingkat level operator, misalnya operator * dan / memiliki presedensi lebih tinggi daripada + atau -. Operator yang lebih tinggi akan dikerjakan terlebih dahulu. Ini menyatakan prioritas pengerjaan. Contoh : a = b + c * d; 302010610a = 610b + 600c * d awal 302010 dcba Asosiativitas Assosiativitas adalah urutan proses terhadap operator selevel atau sama. Contoh : a = b = c 303030a=b 3030b=c awal 302010 cba Ekspresi Ekspresi adalah segala sesuatu yang bila dievaluasi akan menghasilkan suatu nilai 1. Sebuah konstanta adalah sebuah ekspresi 2. Sebuah variabel adalah sebuah ekspresi 3. Sebuah ekspresi yang dioperasikan dengan ekspresi lain adalah sebuah ekspresi 4. Pemanggilan terhadap suebuah fungsi adalah sebuah ekspresi Contoh: 3.14 diameter 3.14 * diameter (int) 32.3 + (int) 1.5;
  • 5. Struktur program C Program C ditulis dalam modul modul. Modul adalah sekumpulan instruksi (statement) Modul yang terdapat dalam C adalah fungsi (function) Minimal mempunyai sebuah fungsi yang bernama main() Proses eksekusi program selalu dimulai dari function main() Return_type nama_function(daftar_parameter) { deklarasi_variabel_lokal; instruksi_1; instruksi_2; … instruksi_n; return (value); } Contoh : #include <stdio.h> Int main() { printf(“Hello World”); return (0); } END

×