• Like
09 penulisan bahasa indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

09 penulisan bahasa indonesia

  • 331 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
331
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
6
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Bahasa Indonesia
  • 2. Huruf Kapital • huruf pertama kata pada awal kalimat. • huruf pertama petikan langsung. • huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan • huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. • huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. • huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya. • huruf pertama unsur unsur nama orang.
  • 3. • huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. • huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya. • huruf pertama unsur unsur nama diri geografi. • huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk.
  • 4. • huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, • huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri. • Huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. • Huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan.
  • 5. Kata ulang • Ditulis dengan tanda ‘-’ sebagai penghubung, tanpa spasi. Contoh: Pohon-pohon, bukan pohon – pohon • Angka dua (2) di belakang kata yang diulang, tidak dibenarkan dalam penulisan karya tulis
  • 6. Angka • Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. • Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, jika lebih dari dua kata, susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. • Angka yang digunakan untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar bisa ditulis dengan angka • Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.
  • 7. Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, -nya • Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya Contoh: Aku melihat bajumu dipakai Rudi, Bukan: aku melihat baju mu dipakai Rudi
  • 8. Tanda Titik (.) • dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. • dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. • dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. • dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit. • dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. • dipakai pada penulisan singkatan
  • 9. Tanda Koma (,) • dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali. • dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat • dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu. • dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. • tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
  • 10. Tanda Elipsis (…) • Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus • Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan
  • 11. Tanda Petik (” “) • Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. • Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. • Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
  • 12. Tanda Petik Tunggal (‘ ‘) • Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. • Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. • Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing
  • 13. Tanda Kurung (( )) • Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. • Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. • Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. • Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keterangan.
  • 14. Preposisi (di, ke, dari) Penulisan preposisi ini ditulis terpisah, contoh: di rumah, ke kantor, dan dari Surabaya. Kesalahan yang paling umum adalah penulisan kata seperti "dimana", "disana", "disini", "ditempat", dibawah", "diatas", "ditengah", "kemana", "kesana", "kesini", "keatas", "kebawah" yang seharusnya ditulis "di mana", "di sana", "di sini", "di tempat", di bawah", "di atas", "di tengah", "ke mana", "ke sana", "ke sini", "ke atas", "ke bawah". Perkecualian untuk hal ini adalah: •kepada •keluar (sebagai lawan kata "masuk", untuk lawan kata "ke dalam", penulisan harus dipisah, "ke luar") •kemari •daripada
  • 15. Spasi • Spasi digunakan untuk memisahkan kata • Untuk memisahkan kalimat • Dipakai setelah tanda baca koma, titik, tanda seru, tanda tanya, kurung tutup, tanda petik akhir
  • 16. Huruf Miring • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Catatan: Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring, tetapi diapit dengan tanda petik. • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia.