Your SlideShare is downloading. ×
Porensik ppt pelajari
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Porensik ppt pelajari

2,090
views

Published on

Published in: Education

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • Great contribution ...brow...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
2,090
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
63
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1. PENGERTIAN DNA 2.TES DNA 4.CONTOH PRAKTIS 3.ANALISIS HASIL TES DNA PENERAPAN TEKNIK ISOLASI DAN UJI DNA
  • 2. 1. PENGERTIAN DNA DNA (deoxyribonucleic acid) adalah asamnukleat yang mengandung materi genetik yangberguna perkembangan dan fungsi biologisseluruh organisme hidup. Fungsi utama darimolekul DNA adalah sebagai tempatpenyimpanan informasi jangka panjang. DNAseringkali dianalogkan dengan blue print, karenaDNA mengandung instruksi yang diperlukandalam pembentukan komponen sel sepertiprotein dan molekul RNA. Segmen DNA yangmembawa informasi genetik disebut gen.(6)
  • 3. STRUKTUR DAN KARAKTERISTIK DNA DNA berwujud dua rantai polimer panjang (doublehelix) yang terdiri dari komponen gula pentosa(deoksiribosa) dan gugus fosfat yang distabilisasi olehikatan hidrogen antar molekul basa yang terdapat padakedua untai. Keempat basa DNA adalah Adenin (A), sitosin (C),guanin (G), dan timin (T), yang kemudiandiklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu Purin (pasanganadenin dan guanin yang memiliki struktur cincinganda)dan Pirimidin (pasangan sitosin dan timin yangmempunyai struktur cincin tungal)
  • 4. Pada organisme eukariotik, sebagian besarDNA berada pada inti sel (kromosom), coreDNA (c-DNA) dan mitokondria DNA (mt-DNA). c-DNA merupakan materi genetik yangmembawa sifat individu dan diturunkan dariayah dan ibu menurut hukum Mendel. Sedangkan mt-DNA merupakan materigenetik yang membawa kode genetik dariberbagai enzim dan protein yang berkaitandengan proses pembentukan dan penuaan.
  • 5. Gambar 1. Struktur Kimia DNA URL
  • 6. KROMOSOM Setiap sel dalam tubuh seseorang memilikirangkaian DNA identik. Rangkaian DNA setiapsel disebut kromosom. Setiap sel dalam tubuh manusia memiliki23 pasang kromosom yang terdiri atas 22pasang kromosom autosomal dan satu pasangkromosom seks (XX pada wanita, dan XY padalaki-laki)
  • 7. 2. TES DNA1. Pengertian Tes DNA adalah salah satu teknik biologimolekuler penanda genetik yang dipakaiuntuk pengujian terhadap materi profil DNA,yaitu sehimpunan data yang menggambarkansusunan DNA yang dianggap khas untukindividu yang menjadi sampelnya. DNA yang biasa digunakan dalam tesadalah c-DNA dan mt-DNA.
  • 8. 2. Tujuan Tes Dna Tes DNA pada umumnya digunakan untuk 2 tujuan yaitu (1) tujuan pribadi seperti penentuan perwalian anak atau penentuan orang tua dari anak (Tes Paternitas); dan (2) tujuan hukum, yang meliputi masalah forensik, seperti identifikasi korban yang telah hancur maupun untuk pembuktian kasus kejahatan semisal kasus pemerkosaan atau pembunuhan
  • 9. 3. Sampel Dan Penyiapan Sampel Untuk Tes Dna Hampir semua sampel biologis tubuh seperti darah dan bercak darah, seminal, cairan vaginal, dan bercak kering, rambut (baik rambut lengkap dengan akarnya atau hanya batang rambut), epitel bibir (misal pada puntung rokok), sel buccal, tulang, gigi, saliva dengan nukleus (pada amplop, perangko, cangkir), urine, feces, kerokan kuku, jaringan otot, ketombe, sidik jari, atau pada peralatan pribadi dapat digunakan untuk sampel tes DNA, tetapi yang sering digunakan adalah darah, rambut, usapan mulut pada pipi bagian dalam (buccal swab), dan kuku. Untuk kasus-kasus forensik, sampel sperma, daging, tulang, kulit, air liur atau sampel biologis lain yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dapat dijadikan sampel tes DNA
  • 10. Tahap pengambilan dan penyimpanan bahan atau sampel merupakan tahapan yang vital, dan harus dilakukan dengan prinsip-prinsip dibawah ini :• Hindari tempat yang terkontaminasi DNA dengan tidak menyentuh objek secara langsung dengan tangan, tidak bersin atau batuk di dekat barang bukti.• Menggunakan sarung tangan bersih untuk pengumpulan barang bukti. Sarung tangan harus diganti untuk setiap penanganan barang bukti yang berbeda• Setiap barang bukti harus disimpan terpisah.• Bercak darah, bercak sperma, dan bercak lainnya harus dikeringkan dahulu sebelum disimpan.• Sampel harus disimpan pada amplop atau kertas setelah dikeringkan. Jangan menggunakan bahan plastik karena plastik dapat mempercepat degradasi molekul DNA. Setiap amplop harus ditandai nomor kasus, nomor bukti, waktu pengumpulan.• Bercak pada permukaan meja atau lantai dapat diambil dengan swab kapas steril dan alkohol. Keringkan kapas tersebut sebelum dibawa.• Di laboratorium, sampel DNA disimpan dalam kulkas bersuhu 4oC atau dalam freezer bersuhu -20oC. Sampel yang akan digunakan dalam waktu yang lama, dapat disimpan dalam suhu -70oC.
  • 11. Contoh perlakuan jika kita mengambil sampel Darah dan bercak darah (seperti darah pada pakaian, karpet, tempat tidur, perbano Darah cair – Darah cair dari seseorang. • Ambil dengan menggunakan semprit. • Masukkan ke dalam tabung yang diberikan pengawet EDTA ± 1 ml darah. • Beri label yang jelas dan tanggal pengambilan sampel, simpan dalam termos es, lemari es atau kirim ke laboratorium. – Darah cair di TKP. • Ambil dengan menggunakan semprit, pipet atau kain. • Masukkan ke dalam tabung yang berisikan pengawet EDTA. Bila membeku, ambil dengan menggunakan spaltel. • Beri label yang jelas dan tanggal pengambilan sampel, simpan di termos es, lemari es, atau kirim ke laboratorium. – Darah cair dalam air/salju/es. • Sesegera mungkin, ambil secukupnya, masukkan ke dalam botol. • Hindari kontaminasi, beri label yang jelas dan tanggal pengambilan sampel, simpan atau kirim ke lab.
  • 12. • Bercak darah basah. – Ditemukan pada pakaian • Pakaian dengan noda ditempatkan pada permukaan bersih dan keringkan. • Setelah kering, masukkan kantong kertas atau amplop. • Beri label yang jelas dan tanggal pengambilan sampel, kirim ke laboratorium. – Ditemukan pada benda. • Bila benda kecil biarkan kering, tetapi pada benda besar, hisap bercak tersebut dengan kain katun dan keringkan. • Masukkan amplop, beri label yang jelas dan tanggal pengambilan sampel, dan kirim ke laboratorium. – Ditemukan pada karpet atau benda yang dapat dipotong. • Potong bagian yang ada nodanya. • Tiap potongan diberi label yang jelas, sertakan potongan yang tidak ada nodanya sebagai kontrol. • Kirim ke laboratorium. – Percikan darah kering • Gunakan celotape, tempelkan pada percikan noda. • Masukkan celotape tersebut kedalam kantong plastik. • Beri label yang jelas dan tanggal pengambilan sampel, kirim ke laboratorium.
  • 13. 4. Teknik Tes Dna Adapun jenis-jenis teknik analisa DNA adalah sebagai berikut:1. Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP).2. Polymerase Chain Reaction (PCR).3.Short Tandem Repeats (STRs).4. Y-Short Tandem Repeats (Y-STRs).5. Mitochondrial DNA (mt-DNA).6. CODIS (Combined DNA Index System).
  • 14. 1. Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP Teknik pertama yang digunakan analisa DNA dalambidang forensik adalah RFLP. Polimorfisme yangdinamakan Restriction Fragment Leght Polymorphism(RFLP) adalah suatu polimorfisme DNA yang terjadiakibat variasi panjang fragmen DNA setelah dipotongdengan enzim retriksi tertentu menjadi fragmenVariable Number Of Tandem Repeat (VNTR). Teknik inidilakukan dengan memanfaatkan suatu enzim restriksiyang mampu mengenal urutan basa tertentu danmemotong DNA (biasanya 4-6 urutan basa). Urutanbasa tersebut disebut sebagai recognition sequence.
  • 15. 2. Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah suatumetode untuk memperbanyak DNA template tertentudengan enzim polymerase DNA. Reaksi teknik ini didesainseperti meniru penggandaan atau replikasi DNA yangterjadi dalam makhluk hidup, hanya pada segmen tertentudengan bantuan enzim DNA polymerase sebanyak 20hingga 40 siklus (umumnya 30 siklus), dengan tingkatakurasi yang tinggi. Proses ini berlangsung secara in-vitrodalam tabung reaksi sebesar 200 µl. Walaupun dengansampel DNA yang sedikit atau sudah mulai terdegradasi,PCR mampu menggandakan atau mengkopi DNA templatehingga miliaran kali jumlah semula sehingga dapatdiperoleh informasi.
  • 16. 3.Short Tandem Repeats (STRs). Metode STRs (Short Tandem Repeats) adalah salahsatu metode analisis yang berdasar pada metodePolymerase Chain Reaction (PCR). STRs (Short TandemRepeat) adalah suatu istilah genetik yang digunakanuntuk menggambarkan urutan DNA pendek (2 – 5pasangan basa) yang diulang. Genome setiap manusiamengandung ratusan STRs. Metode ini paling banyakdikembangkan karena metode ini cepat, otomatis danmemiliki kekuatan diskriminasi yang tinggi. Denganmetode STRs dapat memeriksa sampel DNA yang rusakatau dibawah standar karena ukuran fragmen DNAyang diperbanyak oleh PCR hanya berkisar antara 200 –500 pasangan basa.
  • 17. 4. Y-Short Tandem Repeats (Y-STRs). Y-STRs adalah STRs yang ditemukan padakromosom Y. Y-STRs dapat diperiksamenggunakan jumlah sampel kecil dan rusakdengan metode dan alat yang sama denganpemeriksaan STRs pada kromosomautosomal. Karena kromosom Y hanyaterdapat pada pria maka Y- STRs dapatberguna untuk menyaring informasi genetikyang spesifik dari pria yang yang menjadisampel
  • 18. 5. Mitochondrial DNA (mt-DNA). Aplikasi penggunaan mt-DNA dalamidentifikasi forensik dimulai pada tahun 1990.Mitokondria adalah partikel intraselular yangterdapat di luar nukleus dalam sitoplasma sel.Mitokondria mengandung DNA kecil berupamolekul berbentuk sirkular yang terdiri dari16569 pasangan basa yang dapatdiidentifikasi. Setiap sel mengandung 100 –1000 mitokondria
  • 19. 6. CODIS (Combined DNA Index System). CODIS merupakan analisis DNA yang barudikembangkan FBI. FBI memilih 13 STR yangdigunakan sebagai deretan lokus utama standardan meningkatkan pengembangan kemampuanlaboraturium untuk melakukan pemeriksaan padalokus tersebut. Laboratorium di seluruh duniamenggunakan lokus yang sama. Pengumpulan 13lokus utama meningkatkan kemampuandiskriminasi. Kemungkinan ditemukan kecocokanantara dua orang yang tidak berhubunganberdasarkan random di Caucasian Amerikaadalah satu diantara 575 trilyun
  • 20. 3. ANALISIS HASIL TES DNA Analisis DNA untuk tes paternitas meliputibeberapa tahap yaitu tahap pengambilan spesimen,tahap proses laboraturium, tahap perhitungan statistikdan pengambilan kesimpulan. Untuk metode tes DNAdi Indonesia, masih memanfaatkan metodeelektroforesis DNA. Intrepretasi hasilnya adalah dengancara menganalisa pola DNA menggunakan marka STR(short tandem repeats). STR adalah lokus DNA yangtersusun atas pengulangan 2-6 basa. Dalam genommanusia dapat ditemukan pengulangan basa yangbervariasi jumlah dan jenisnya. Dengan menganalisaSTR ini, maka DNA tersebut dapat diprofilkan dandibandingkan dengan sampel DNA terduga lainnya
  • 21. 4.CONTOH PRAKTIS PENERAPAN TEKNIK ISOLASI DAN UJI DNA1. PENYIAPAN SAMPEL DAN ISOLASI DNA Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sampel untuk analisis DNA dapat diperoleh dari berbagai jaringan, seperti bagian daging (otot), tulang, gigi, darah, sperma, saliva, rambut dan sebagainya. Setiap jenis sampel yang berbeda mempunyai teknik penyiapan sampel yang berbeda dan teknik isolasi DNA yang berbeda pula. Jumlah sampel yang umumnya terbatas, tidak menjadi kendala, karena jumlah DNA akan digandakan sebelum proses analisis dan kuantifikasinya. Dengan kondisi ini, maka prosedur isolasi DNA dianggap selesai mketika DNA telah terekstrak dan dimurnikan serta siap untuk proses penggandaan (melalui PCR).
  • 22. Salah satu contohnya :Pada TulangIsolasi DNA untuk tulang dilakukan melalui beberapa tahapan:• Pertama, hancurkan tulang sampai berupa bubukan halus dan mesin bor dengan kecepatan tertentu sehingga diperoleh bubukan tulang berukuran 100 µm. Dekalsifikasi 1 gr bubuk tulang dengan 10 ml EDTA 0,5 M (pH 7,5), selanjutnya divorteks, diinkubasi pada suhu 56 oC dalam alat ultrasonik selama 2 jam. Proses tersebut dipantau dengan menambahkan larutan amonium oksalat pH 3.0 jenuh dan proses dihentikan setelah larutan jernih.• Kedua, DNA diisolasi dari tulang yang didekalsifikasi menggunakan 4 metode, yaitu metode Maxim (Silika/guanidium tiosianat), peranti DNAZol, piranti Ready AMP, dan ekstraksi menggunakan garam dapur NaCl.• DNA yang dihasilkan diukur menggunakan piranti DNA DipStick.• Dan ketiga, dilakukan visualisasi DNA pada gel agarosa konvensional menggunakan metode pengecatan perak dan perancangan primer menggunakan perangkat lunak pangkalan data (database) the Human Genebank dengan sekuen: 5-CTGATGGTTGGCCTCAAGCCTGTG-3 (Indrasex1) dan 5-TAAAGAGA-TTCATTAACTTGACTG-3 (Indrasex2) yang dapat menghasilkan produk PCR X-spesifik dan Y-spesifik menggunakan gel agarosa biasa.• DNA siap digunakan.
  • 23. Pada Rambut Umumnya Dipergunakan Dua Metode, Yaitu Isolasi DNA Dari Rambut Dan Protokol Dr. Glowatzki (Dr. Glowatzki’s Protocol) a. Isolasi DNA Sampel Rambut. – Potong 10 – 15 helai akar rambut sepanjang 0,5 cm kedalam 1,5 ml tabung eppendorf – Tambahkan 50 µl 200mM NaOH solusi. – Panaskan tabung menggunakan bak air bersuhu 94 0C selama 10 menit. – Lalu dinginkan dalam suhu ruangan dan tambahkan 50 µl solusi yang terdiri dari 200 mM HCL dan 200 mM Tris-HCL pH 8,5. – DNA siap untuk digunakan
  • 24. b. Isolasi DNA dengan Dr. Glowatzki’s protocol – Potong 5-10 akar rambut sekitar 0,5 cm ke dalam tabung eppendorf. – Gunakan 50 µl larutan di bawah ini sebagai buffer lisis : • 10 mM Tris pH 8,3, • 50 mM KCl, • 0,5% Tween. – Tambahkan juga 10 µl larutan 20 µg/ml Proteinase K dalam 10 mM Tris-HCl (pH 7,5) – Sentrifus selama 30 detik. – Ultrasentrifus pada 13000 rpm selama 1 detik – Inkubasi selama satu malam dalam air hangat bersuhu 560 – 600 C. – Inkubasi kembali selama 10 menit pada suhu 940 C (bertujuan untuk mendenaturasi proteinase K). – Dinginkan dalam suhu ruangan. – Ultrasentrifus pada kecepatan 13000 rpm selama 1 detik – DNA siap untuk dilakukan PCR
  • 25. 2. ANALISIS DNA yang paling umum digunakan dalam analisis DNA adalah metode pemisahan fraksi protein berdasarkan berta molekulnya, yakni dengan metode Elektroforesis, khususnya Elektroforesis dengan gel Agarose. Teknik ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa DNA merupakan senyawa bermuatan negatif pada pH netral, yang disebabkan oleh rangka fosfatnya. Berdasarkan sifat ini, maka jika arus listrik diberikan pada larutan yang mengandung DNA, molekul DNA akan terdorong menuju bagian bidang yang bermuatan posistif.
  • 26. 3. KUANTIFIKASI DAN INTERPRETASI Berdasarkan pengamatan pada pita DNA hasil elektroforesis, maka konsentrasi sampel DNA dapat dianalisis. Konsentrasi DNA diperoleh dengan membandingkan kekompakan pita dan intensitas kecerahannya yang diamati pada pola elektroforesis sampel DNA dibandingkan marker DNA (misal λ Hind III). Hasil pembandingan dituangkan dalam rasio (nisabah)-nya. Berdasarkan rasio pembandingan tersebut, maka konsentrasi DNA dapat dikuantifikasi mengikuti rumus berikut:(Ukuran marker x konsentrasi marker x µl marker x rasio perbandingan) (ukuran total marker x µl sampel)
  • 27. Kebanyakan slide yah… TERIMA KASIH