Projek2

  • 10,418 views
Uploaded on

 

More in: Spiritual , Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
10,418
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
492
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR SENGATA 2007 OLEH : H. M. EDWARD AZRAN PRESENTASI POTENSI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KUTAI TIMUR
  • 2. Kabupaten Kutai Timur adalah Kabupaten baru di Provinsi Kalimantan Timur. Dibentuk berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 dan diresmikan oleh MENDAGRI RI pada tanggal 12 Oktober 1999. Kabupaten ini merupakan pecahan dari Kabupaten Kutai (Kartanegara).
  • 3. Kecamatan 1. Kecamatan Sangatta Selatan 2. Kecamatan Teluk Pandan 3. Kecamatan Rantau Pulung 4. Kecamatan Kaubun 5. Kecamatan Karangan 6. Kecamatan Batu Ampar 7. Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutim, terdiri atas 18 Kecamatan dan 135 Desa : Hasil Pemekaran Kecamatan Tahap I 2001 Hasil Pemekaran Kecamatan Tahap II 2005 Kecamatan Awal 1999
    • Kecamatan Sangatta (473.074 Ha )
    • Kecamatan Sangkuliran g ( 602.205 Ha )
    • Kecamatan Muara Wahau (572.432 Ha )
    • Kecamatan Bengkal (156.230 Ha )
    • Kecamatan Ancalong (324.128 Ha )
    • Kecamatan Bengalon (339.624 Ha )
    • Kecamatan Sandaran (377.354 Ha )
    • Kecamatan Kaliorang (69.901 Ha )
    • Kecamatan Kombeng (58.127 Ha )
    • Kecamatan Telen (312.961 Ha )
    • Kecamatan Busang (372.164 Ha )
  • 4. Tujuan Pemekaran Daerah
    • Peningkatan pelayanan kepada masyarakat . Rentang kendali pemerintahan lebih didekatkan
    • Pemerataan pembangunan
    • Pengelolaan Sumber Daya Alam menjadi lebih baik dan bertanggung jawab
    • Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan lebih baik
    • Demokratisasi dapat diwujudkan dan dibangun dengan baik
  • 5.
    • Kabupaten Kutai Timur
    • Kotamadya Batam
    • Kota Cilegon
    • Kabupaten Tanjung Pinang
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kab Ponewali Selatan
    DAERAH KABUPATEN KOTAMADYA PEMEKARAN YANG DINILAI BERHASIL Penilaian dari Harian Nasional Kompas tgl 10 Maret 2007
  • 6. BEST PRACTICE KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • 7.
    • ALOKASI ANGGARAN PENDIDIKAN 20%
    • Memprioritaskan sektor pendidikan sesuai dengan UUD 1945 amandemen ke IV dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan :
      • Mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBD sebesar Rp 202 Milyar tahun 2006 dan Rp 262 Milyar tahun 2007,
      • Menetapkan Program Wajib Belajar 12 tahun
      • Bebas biaya pendidikan bagi murid SD, SLTP, SLTA sampai perguruan tinggi melalui bantuan Biaya Operasional Sekolah
      • Melaksanakan Uji Kompetensi Guru
      • Meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kualitas guru, sesuai dengan UU Guru dan Dosen yang mengharuskan setiap guru memiliki ijazah S1
  • 8.
      • Meningkatkan kesejahteraan guru dengan meningkatkan insentif Rp 1 juta – Rp 1,2 juta.
      • Memberikan fasilitas kendaraan roda empat kepada setiap Kepala Sekolah
      • Meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan melalui :
        • program pembangunan sekolah baru
        • rehabilitasi sekolah di semua jenjang pendidikan,
        • pembangunan Sekolah Menengah Atas Unggulan berstandar nasional / internasional
        • pembangunan kampus STIPER (Sekolah Tinggi Pertanian)
        • Pembangunan Education Centre
        • Pembangunan Sekolah Tinggi Agama Islam Sengata (STAIS)
        • Pembangunan Sekolah Terpadu SD, SMP dan SMA
        • Pemberian bantuan kepada yayasan Perguruan Swasta (SD IT Darussalam, Yayasan Muhammadiyah, Yayasan Al Ma’arif dan lain-lain).
  • 9. Penghargaan Bidang Pendidikan
    • Penghargaan Presiden RI dalam Upaya Pengentasan Buta Aksara
    • Penghargaan Education Award dari FKIP Universitas Mulawarman
    • Penghargaan Kesetiakawanan Nasional “Pembina Karang Taruna Terbaik Tingkat Nasional”
    • Penghargaan Pembina Olah Raga Terbaik di Kalimantan Timur dari Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2006
    • Penghargaan Partai Keadilan Sosial Award sebagai Tokoh Peduli Pendidikan dari Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Kaltim
  • 10.
    • 2. PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN MELALUI GRAND STRATEGI GERDABANGAGRI
    • Memperkuat ekonomi rakyat melalui Revitalisasi Pertanian dalam arti luas yang meliputi (revitalisasi perkebunan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan) melalui antara lain :
      • penataan sistem produksi,
      • reformasi agraria (redistribusi lahan produktif masing masing 5 Ha kepada setiap kepala keluarga dan pemberian sertifikat),
      • pemberian proteksi, perluasan akses pasar
      • permodalan melalui Bank Perkreditan Rakyat Kutai Timur dan lembaga keuangan mikro di 18 kecamatan dan 136 desa
      • pendirian lembaga penjamin kredit daerah (LPKD) Kutai Timur
      • Memperkokoh kegotong royongan rakyat dalam memecahkan masalah bersama melalui Gerdabangagri (Gerakan Daerah Pembangunan Agribisnis) melalui SP2AB (Sarjana Penggerak Pembangunan Agribisnis), Dai Pembangunan, Kader Koperasi, PPL Pertanian, PPL Perkebunan, PPL Perikanan dan PPL Peternakan .
  • 11. Penghargaan Bidang Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (GERDABANGAGRI)
    • SATYA LENCANA PEMBANGUNAN RI, Bidang Koperasi dan UKM
    • SATYA LENCANA PEMBANGUNAN bidang Pertanian
    • Penghargaan dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
    • Penghargaan dari Badan Pertanahan Nasional
    • Penghargaan Investment Award Peringkat Tertinggi untuk faktor Ekonomi Daerah dari KPPOD, (The Asia Foundation & USAID )
    • Penghargaan LENCANA EMAS ADHI BHAKTI TANI NELAYAN MADYA dari KTNA Nasional
    • Penghargaan Menteri Pertanian RI sebagai BUPATI BERPRESTASI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN.
    • PATRI AWARD dari Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi
  • 12.
    • 3. KUTAI TIMUR SEBAGAI ISLAND OF INTEGRITY
    • Mewujudkan Kutai Timur sebagai Island of Integrity dengan melakukan reformasi birokrasi pemerintahan dalam rangka membangun tata kepemerintahan yang baik, bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) :
      • membentuk FORMONEV (Forum Monitoring dan Evaluasi Inpres tentang tindak pidana korupsi),
      • penandatangan Pakta Integritas dan peningkatan kualitas / integritas aparatur Pemerintah Daerah
      • penyelenggaraan ESQ (Emotional Spritual Quotion)
      • penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pejabat struktural tentang tata kelola pemerintahan yang baik
  • 13. Penghargaan Bidang Kutai Timur sebagai Island of Integrity
    • SATYA LENCANA KARYA SATYA, 10, 20 &, 30 TAHUN
    • The Government Award, ”Figure Governance of Indonesian Achievment 2006” dari Yayasan Penghargaan Indonesia
    • Penghargaan Otonomi Award 2006 sebagai Special Category (Region in a Leading Innovative Breakthrough on Local Economic) dari Jawa Pos Institute of Pro Otonomi
    • Penghargaan sebagai Tokoh Teladan dari Pemerintah Daerah Prov Kaltim
    • Penghargaan Bintang Ketauladanan Akhlak Mulia dari Komite Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia. Tahun 2007
    • Penghargaan Tepat Waktu Penyerahaan LAKIP dari Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI
  • 14.
    • 4. PELAYANAN PUBLIK MELALUI ONE STOP SERVICE (OSS) :
    • Memberikan pelayanan umum secara pasti, cepat, murah dan akurat melalui One Stop Service (Pelayanan Satu Atap)yang dilakukan oleh Badan Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Kabupaten dengan beberapa pelayanan sebagai berikut :
      • 75 jenis pelayanan perijinan kepada masyarakat
      • Pelayanan informasi berupa sistem informasi manajemen yang meliputi sistem, informasi manajemen bidang keuangan daerah, perlengkapan daerah, kepegawaian daerah, kependudukan, geografis, pariwisata, tenaga kerja, pendidikan, agribisnis, lingkungan hidup, perstatistikan.
  • 15. Penghargaan Bidang Pelayanan Publik
    • Penghargaan LEADERSHIP AWARD 2006
    • Penghargaan khusus LEADERSHIP AWARD 2006 Pencapaian Tertinggi Bidang Pelayanan Publik
    • Penghargaan MURI, Sebagai Bupati tercepat di Indonesia dalam pelayanan kepada investor (36 menit)
    • Penghargaan sebagai pelopor implementasi E-Goverment peringkat pertama (majalah Pilar Bisnis)
    • Penghargaan sebagai pelopor E Government / one stop service (OSS) peringkat ke dua dari majalah Warta Ekonomi
    • Penghargaan sebagai pelopor E-Goverment dalam layanan satu atap (SIMTAP) one stop service (OSS) oleh Kantor Menteri Negara Komunikasi & Informasi RI
  • 16.
    • 5. MEMBANGUN FORUM MULTI STAKE HOLDER CORPORATE SOCIAL RESPONSBILITY
    • Membangun Forum MSH-CSR Kabupaten Kutai Timur yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengkoordinasikan, mensinergikan, dan memantau serta mengevaluasi penerapan CSR.
    • Mengembangkan sistem dan mekanisme penerapan CSR yang cepat, mudah dan sederhana dengan mengedepankan program dan kegiatan CSR yang langsung menyentuh masyarakat, berdimensi jangka panjang dan berkelanjutan.
    • Mengembangkan sistem perencanaan CSR terpadu dan transparan melalui Lokakarya/ Musyawarah Perencanaan yang khusus dilakukan untuk merumuskan program CSR tahunan, dilaksanakan sebelum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Kabupaten Kutai Timur.
  • 17.
    • Mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi yang transparan dan akuntabel agar dapat lebih cepat dan efektif mendeteksi dan menindaklanjuti setiap penyimpangan yang terjadi, serta menjamin efektifitas sasaran dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah.
    • Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan dan pengelolaan CSR dari aspek perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi bersama-sama pemerintah dan corporate.
  • 18. Penghargaan Bidang CSR
    • SATYA LENCANA Kebaktian Sosial RI
    • Penghargaan SETIA KAWAN AWARD 2006 dari Departemen Sosial RI
    • Penghargaan Social Empowerment Award dari Menko Kesra RI Tahun 2007
    • Penghargaan The Best Effort Adipura dari Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup RI
    • Penghargaan Top Executive bidang Lingkungan Hidup
    • Special Award dari World Confederation of Labor (WCL) sebagai pembina pekerja / buruh terbaik.
  • 19. VISI
  • 20. Misi Kabupaten Kutai Timur. MISI KABUPATEN KUTAI TIMUR Kesejahteraan Rakyat dan kualitas hidup yang layak Pemberdayaan ekonomi kerakyatan Masyarakat Kutai Timur yang adil, makmur, dan sejahtera Mutu Pendidikan masyarakat yang tinggi Meningkatkan kesehatan masyarakat Peningkatan Imtaq / Toleransi Umat Baeragam Meningkatkan Integritas aparatur Pembangunan derah Berdasarkan GERDABANGAGRI Pembangunan Infra- struktur dan membuka isolasi wilayah tertinggal Meningkatkan layanan kepada masyarakat oleh kelembagaan Regulasi yang kondusif bagi investasi Kemudahan bagi petani dan nelayan untuk me- ningkatkan produksi Perluasan Kesempatan Kerja Bagi Masyarakat Pengelolaan SDA untuk kesejahteraan rakyat dan Kelestarian alam Tata ruang wilayah yang terpadu dan serasi antar wilayah Penegakkan dan Kepastian Hukum Pengentasan Kemiskinan
  • 21. PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI SEKTOR PERTANIAN (DALAM ARTI LUAS) SEKTOR PERTAMBANGAN SAAT INI D engan Percepatan ( GERDABANGAGRI) SUATU SAAT TAMBANG AKAN HABIS WAKTU YANG AKAN DATANG SEKTOR PERTANIAN SEKTOR AGRIBISNIS / AGROINDUSTRI TANPA PERCEPATAN
  • 22. Grand Strategy: GERDABANGAGRI Gerakan Daerah Pengembangan Agribisnis (GERDABANGAGRI) adalah suatu program Kabupaten Kutai Timur untuk mewujudkan Kutai Timur menjadi suatu Kawasan Agribisnis dan Agroindustri Regional, yang memiliki daya saing serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan / berkesinambungan.
  • 23. K E P E N D U D U K A N
    • Jumlah Penduduk Tahun 200 6 sebanyak 214.000 jiwa
    • Kepadatan Penduduk Per Km2 S ebanyak 4, 85 Jiwa /Km2
    • Penyerapan tenaga kerja terbanyak pada sektor pertambangan 41,38%, dan sektor perkebunan 12,24 %
    • Jumlah penduduk miskin sebanyak 27.900 jiwa
  • 24. POTRET KUALITAS HIDUP MASYARAKAT KABUPATEN KUTAI TIMUR No PARAMETER 2002 2005 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8 9 Pendapatan Per Kapita (Rp) Rumah Tangga Miskin (KK) Penduduk Miskin (Jiwa) Angka Melek Huruf (Jiwa) Angka Harapan Hidup (Tahun) Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Human Development Index Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Pengangguran Tenaga Kerja Bid Pertambangan 37.480.442 8.133* 28.642* 9.133 (94,5%) 67,1 66,10 (Peringkat 164 Nas) 52,17% 3.479 (3,18%) 54.260.464 6.534 27.900 12.409 (93,2%) 67,6 69,1 (Peringkat 177 Nas) 60,21% 3.733 (3,35%) 41,38 %
  • 25.  
  • 26.  
  • 27.
    • PRIORITAS PEMBANGUNAN DI KABUPATEN KUTAI TIMUR
    • PEMBANGUNAN INFRA STRUKTUR
    • PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
    • REVITALISASI PERTANIAN (DALAM ARTI LUAS)
  • 28. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEMBANGUNAN PERTANIAN REVITALISASI GERDABANGAGRI (PERTANIAN)
  • 29. PRO GROWTH PRO POOR PRO EMPLOYMENT TRIPLE TRACK STRATEGY
  • 30.
    • Pemerintah Daerah Kutai Timur telah menetapkan agenda pembangunan dengan menggunakan Strategi Tiga Jalur (Triple Track Strategy) yang berazas :
    • PRO-GROWTH, PRO EMPLOYMENT, DAN PRO POOR.
    • Operasional konsep strategi tiga jalur tersebut dirancang melalui :
    • Peningkatan pertumbuhan ekonomi diatas 6,5 % / tahun melalui percepatan investasi dan ekspor.
  • 31.
    • Pembenahan sektor riil agar mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru.
    • Revitalisasi sektor pertanian dan pedesaan agar mampu berperan dalam pengentasan kemiskinan.
  • 32. PEMBANGUNAN PERTANIAN BERDAYA SAING (COMPETITIVE) BERKERAKYATAN (PEOPLE-DRIVEN) BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE) DESENTRALISTIS (DECENTRALIZED)
  • 33.
    • MENGANDUNG ARTI SEBAGAI KESADARAN UNTUK MENEMPATKAN KEMBALI DAN MEMBANGUN KOMITMEN TENTANG ARTI PENTING SEKTOR PERTANIAN SECARA PROPORSIONAL DAN KONSTEKTUAL DALAM ARTI MENYEGARKAN KEMBALI VITALITAS, MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN DAN MENINGKATKAN KINERJA PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN DAERAH.
    REVITALISASI PERTANIAN
  • 34. MENGUSAHAKAN TERBANGUN NYA SINERGI DENGAN TITIK BERAT KEPADA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI PEDESAAN DENGAN MELIBATKAN SEBANYAK-BANYAKNYA MASYARAKAT PEDESAAN.
  • 35.
    • AGRIBISNISNIS MEMPUNYAI MULTI FUNGSI YANG BELUM MENDAPAT APRESIASI SECARA MEMADAI DARI MASYARAKAT. OLEH KARENA ITU DIPERLUKAN UPAYA SISTEMATIS UNTUK MENGANGKAT CITRA PETANI, CITRA AGRIBISNIS DAN CINTA INSTITUSI AGRIBISNIS.
  • 36. SISTEM DAN USAHA AGRIBISNIS
  • 37. PERTANIAN MERUPAKAN :
    • WAY OF LIFE DAN SUMBER KEHIDUPAN PENDUDUK DESA DAN KOTA
    • SEBAGAI PEMELIHARA ATAU KONSERVASI ALAM YANG BERKELANJUTAN
    • KEINDAHAN LINGKUNGAN (WISATA AGRO)
    • SEBAGAI PENGHASIL BIOFARMAKA
    • PENGHASIL ENERGI SEPERTI BIO DIESEL, BIO FUEL, BIO ETHANOL, GAS BIO DAN SEBAGAINYA.
  • 38. PEMERATAAN MELALUI DAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI AKAN MUDAH TERCAPAI DENGAN DILAKSANAKANNYA REVITALISASI PERTANIAN UNTUK MENGURANGI URBANISASI DAN PENGENTASAN KEMISKINAN
  • 39. SEKTOR PERTANIAN Peran dalam Pembangunan Perekonomian Nasional
    • Pembentukan Produk Domestik Bruto
    • Sumber Devisa
    • Penyediaan Pangan dan Penyediaan Bahan Baku Industri
    • Pengentasan Kemiskinan
    • Penyediaan Lapangan Kerja
    • Peningkatan Pendapatan Petani / Masyarakat
  • 40.
    • Terwujudnya pertanian di Kutai Timur yang tangguh :
    • Pemantapan ketahanan pangan
    • Peningkatan nilai tambah
    • Peningkatan daya saing produk pertanian
    • Peningkatan kesejahteraan petani.
    PROGRAM PERTANIAN DALAM ARTI LUAS (2006-2011)
  • 41. PROGRAM UTAMA REVITALISASI PERTANIAN
    • Program Peningkatan Ketahanan Pangan
    • Program Peningkatan Ketahanan Pangan bertujuan memfasilitasi terjaminnya masyarakat untuk memperoleh pangan yang cukup setiap saat, sehat dan halal.
    • SASARAN YANG INGIN DICAPAI:
    • Tercapainya ketersediaan pangan dan rumah tangga yang cukup, aman dan halal
    • Meningkatnya keragaman produksi dan konsumsi pangan masyarakat
    • Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengatasi kerawanan pangan.
  • 42.
    • Program Pengembangan Agribisnis
    • Bertujuan untuk memfasilitasi:
    • Berkembangnya usaha pertanian agar produktif dan efisien menghasilkan berbagai produk pertanian yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi baik di pasar domestic maupun internasional.
    • Meningkatnya kontribusi sektor pertanian terutama melalui peningkatan devisa dan pertumbuhan PDB.
  • 43. PROGRAM AKSI REVITALISASI PERTANIAN
    • Pemantapan Ketahanan Pangan
    • Peningkatan Pembiayaan Pertanian
    • Pengembangan Ekspor Produk Pertanian
    • Pendayagunaan Sumberdaya Lahan dan Air Pertanian
    • Peningkatan Produksi dan Pengembangan Produk Baru Pertanian
    • Revitalisasi Penyuluhan Pertanian
    • Akselerasi Inovasi dan Penerapan Teknologi Pertanian
  • 44.
    • PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI
    • Bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan pendapatan petani melalui pemberdayaan , peningkatan akses terhadap sumber daya usaha pertanian, pengembangan kelembagaan dan perlindungan terhadap petani. Sasaran yang ingin dicapai yaitu :
      • meningkatnya kapasitas dan posisi tawar petani,
      • semakin kokohnya kelembagaan petani,
      • meningkatnya akses petani terhadap sumber daya produktif
      • meningkatnya pendapatan petani.
  • 45. FOKUS KOMODITAS
    • Pemerintah dan Masyarakat memilih fokus komoditas pertanian yang akan dikembangkan berdasarkan pertimbangan multi-aspek.
    • Seluruh sumber daya yang dimiliki akan dikonsentrasikan kepada pengembangan komoditas pilihan dimaksud.
    • Akan tumbuh sentra-sentra komoditas unggulan dari masing-masing daerah yang memiliki daya saing sangat kuat dan didukung lembaga usaha ekonomi milik petani yang mandiri dan profesional.
  • 46. 46 jenis fokus komoditas
    • Tanaman Pangan
    • padi, kedele, jagung, ubi kayu dan kacang tanah
    • Tanaman Hortikultura
    • cabe merah, bawang merah, mangga, manggis, pisang, anggrek, durian, salak, rambutan, langsat, nenas, jeruk dan Tanaman tanaman lokal Kalimantan Timur (Lai, Wanyi)
    • Tanaman Perkebunan
    • kelapa sawit, karet, kenaf, nilam, jarak, kelapa, kakao, kopi, lada, kapulaga, kemiri, dan vanili
  • 47.
    • Peternakan
    • sapi potong, kambing, domba, babi, ayam buras & itik.
    • Perikanan
    • Ikan bandeng, Kerapu, Tuna, Udang, Abalone Rumput Laut, Teripang, Lobster, Kepiting, dll
    • Kehutanan
    • Hutan Tanaman Industri, Hutan Tanaman Rakyat (Pulp & Paper)
  • 48. TARGET DALAM 5 TAHUN 2006-2011
    • Sektor Pertanian, Industri Manufaktur dan jasa sebagai salah satu lokomotif ekonomi
    • Mengimplementasikan dan komersialisasikan bidang pertanian yang terpadu / modern yang dibantu oleh teknologi tinggi yang dapat :
    • dapat mendorong / meningkatkan sektor industri manufaktur dan pengembangan usaha logistik.
    • mendorong investasi di bidang pertanian dan menggunakan produk / bibit, nilai tambah yang tinggi serta memanfaatkan ilmu bioteknologi untuk mengembangkan agroindustri
    • meningkatkan pendapatan petani
  • 49. PEMANFAATAN RUANG KAWASAN BUDIDAYA NON KEHUTANAN BERDASARKAN RTRW KUTIM HASIL PADU SERASI TAHUN 1999
    • PENGUSAHAAN HUTAN 491.691, 96
    • PERKEBUNAN / PERTANIAN 333.575,03
    • PERTAMBANGAN 52.742,93
    • PERMUKIMAN 73.451,85
    • LAIN-LAIN 24.894,97
    • JUMLAH 976.356,74
  • 50.  
  • 51. POTENSI LAHAN BASAH DAN KERING No Kecamatan Luas Lahan Sawah Luas Lahan Kering Potensi Fungsional Potensi Fungsional (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 01 02 07 08 09 10 1 Ma. Ancalong 6069 78 5565 612 2 Muara Wahau 826 122 7919 641 3 Muara Bengkal 2738 465 30761 584 4 Sangatta 6153 666 3728 263 5 Sangkulirang 1040 139 4665 124 6 Busang 1884 0 394749 572 7 Telen 115 31 6751 107 8 Kong Beng 654 12 2434 486 9 Bengalon 632 143 710 145 10 Kaliorang 2759 1779 3156 549 11 Sandaran 445 13 1200 57 J um l a h 23315 3448 461638 4140
  • 52. PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN KUTAI TIMUR (JANUARI – DESEMBER 2006) KECAMATAN PADI SAWAH PADI LADANG JAGUNG KEDELAI KACANG TANAH Muara Ancalong 1025 5280 135 38.00 45 Muara Wahau 913 1003 122 4.00 24 Muara Bengkal 992 2457 94 23.00 16 Sangatta 2183 389 95 0.00 5 Sangkulirang 375 475 61 22.00 10 Busang 7 3230 92 23.00 37 Telen 6 0 26 10.00 20 Kongbeng 60 0 78 34.00 24 Bengalon 841 465 63 4.00 24 Kaliorang 6590 1117 552 141.00 46 Sandaran 59 83 10 0.00 0
  • 53. REVITALISASI PERTANIAN SEKTOR PERKEBUNAN
  • 54. KECAMATAN MUARA WAHAU : PERKEMBANGAN PERKEBUNAN BESAR DAN KOPERASI DI KABUPATEN KUTAI TIMUR Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Swakarsa Sinar Sentosa, 16.850 15.694 CPO=31.100 Kelapa Sawit PT. Tapian Nadenggan-JLYE. Bulungan 8.450 2.825 TBS=18.801 Kelapa Sawit PT. Tapian Nadenggan-Pantun Mas Est 5.950 2.535 TBS=33.732 Kelapa Sawit PT. Dharma Agrotama Nusantara, 10.000 4.133 0 Kelapa Sawit PT. Dharma Inti Sawit Nugraha, 10.125 4.164 0 Kelapa Sawit PT. Dewata Sawit Nusantara, 15.000 0 0 Kelapa Sawit Kop. Sawit Usaha Tani Sejahtera 3.000 0 0 Kelapa Sawit JUMLAH 59.250 29.351
  • 55. KECAMATAN KONG BENG : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Kresna Duta Agroindo-Gn. Kongbeng 6.912 6.790 Inti = 3.455 Kelapa Sawit PT. Karya Prima Agro Sejahtera 7.000 0 0 Kelapa Sawit PT. Gunta Samba -Elang Estate 4.250 1.030 0 Kelapa Sawit Kop. Elang Mentari/Gunta Sb 750 0 0 Kelapa Sawit Yys Seni Bud Adat Kutim 9.968 0 0 Jarak Pagar JUMLAH 28.880 7.820
  • 56. KECAMATAN KAUBUN : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Telen 5.146 2.229 0 Kelapa Sawit PT Lintas Khatulistiwa 7.281 0 0 Kelapa Sawit PT Sawit Prima Nusantara 6.000 1.161 0 Kelapa Sawit JUMLAH 18.427 3.390
  • 57. KECAMATAN KALIORANG : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas Koperasi Karya Pembangunan MPI/Kerayaan 805 0 - Karet PT. Zarhasih Kaltim Perkasa 3.000 0 - Kelapa Sawit PT. Multi Pasific Intl /G.S 4.567 0 - Kelapa Sawit PT. Wira Sukses Abadi 6.000 500 - Kelapa Sawit PT. Fairco Agro Mandiri 14.830 0 - Kelapa Sawit JUMLAH 29.202 500
  • 58. KECAMATAN SANGKULIRANG : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Etam Bersama Lestari, 15.000 3.089 - Kelapa Sawit PT. Sumber Kharisma Persada (MPL)/Astra Grup 7.485 4.059 TBS =10.643.600 Kelapa Sawit PT. Cipta Narada Lestari/As 7.000 - - Kelapa Sawit KSU Pada Elo/G.S 309 - - Kelapa Sawit PT. Multi Pacific Int/ Gunt.S 1.750 - - Kelapa Sawit Kop. Karya Bersama /MPI. /G.S -Kerayaan 242 - - Kelapa Sawit PT. MPI /G.S -Kop. Karya Bersama Kerayaan 1.372 - - Kelapa Sawit PT. Multi Pasific Int / G.S Peridan Estate 5.642 - - Kelapa Sawit PT. Hanurata 1.500 - - Karet PT. Hanusentra Agro Mandiri 6.600 - - Kelapa Sawit
  • 59. KECAMATAN SANGKULIRANG (lanjutan…) : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Kartika Agri Mandiri 8.900 - - Kelapa Sawit Kop Nuaring / MPI / G.S 500 - - Kelapa Sawit PT. MPI /G.S– Kop Nuaring 2.779 - - Kelapa Sawit Kop Kakap Putih / G.S Sempayau 1.280 - - Kelapa Sawit PT. Sawitindo Plantation / G.S 6.504 - - Kelapa Sawit JUMLAH 66.863
  • 60. KECAMATAN KARANGAN : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Bima Agri Sawit 6.476 - - Kelapa Sawit PT. TELEN 7.000 1.827 - Kelapa Sawit PT. Long Bagun Prima Sawit, 7.000 314 - Kelapa Sawit Kop Pertanian Sangkulirang Permai 2.000 - - Kelapa Sawit Kop. Warga Rimba 1.613 - - Kelapa Sawit PT. Multi Pasific Int / G.S – Kutai Inv 5.100 - - Kelapa Sawit CV. Kutai Inovasi Pratama / G.S 900 - - Kelapa Sawit KPN Tuah Bumi Untung Benua 1.500 - - Kelapa Sawit Kop. Karangan Ilir 2.000 - - Kelapa Sawit PT. Gunta Samba (Ampanas EST) 10.000 2.494 - Kelapa Sawit Koperasi Semoga Jaya / G.S 640 - - Kelapa Sawit PT Gunta Samba-Pengadan EST 3.360 1.055 - Kelapa Sawit JUMLAH 47.589 5.691
  • 61. KECAMATAN SANDARAN : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas Kop Karya Bhakti IJM 1.305 - - Kelapa Sawit Kop Sangsaka IJM 1.567 - - Kelapa Sawit PT. Synergi Agro Ind. IJM (Mitra Karya Bhakti) 11.434 - - Kelapa Sawit PT. Wira Inova Nusantara / G.S 10.000 - - Kelapa Sawit PT. Dakuba Borneo Putra 2.000 - - Kelapa Sawit Koperasi Bina Bersama 1.600 - - Kakao PT Wira Agrasurya. (EX. PT Minamas Plantation/ Guthrie Berhad ) Cad 18.000 Kelapa Sawit PT. Multi Mandiri Perdana 4.551 - - Kelapa Sawit PT Komexindo Int / ARG Cad 7.300 Kelapa Sawit PT Selindung Cad 13 .700 Kelapa Sawit JUMLAH 71.457
  • 62. KECAMATAN MUARA ANCALONG : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Sawit Sukses Sejahtera 6.233 510 - Kelapa Sawit PT. Muara Ancalong Senyiur Sawit 20.000 - - Kelapa Sawit Kop. Bina Warga Senyiur 2.000 - - Kelapa Sawit Kop. Modang Lestari 2.500 - - Kelapa Sawit PT Kutai Mitra Sejahtera / Rea Kaltim 20.000 PT Pupuk Kaltim 18.000 JUMLAH 68.733 510 -
  • 63. KECAMATAN TELEN : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Kresna Duta Agroindo (Bukit Subur) Juk Ayak 2.123 46 - Kelapa Sawit PT. Kresna Duta Agroindo (Rt. Panjang) 6.940 2.073 - Kelapa Sawit PT. Karya Nusa Eka daya1 14.622 6.683 - Kelapa Sawit PT. Karya Nusa Eka daya2 12.000 - - Kelapa Sawit PT. Kutai Timur Inv / Makin 15.000 - - Kelapa Sawit PT. Ekualindo Alam Sejaht 2.400 - - Kelapa Sawit PT. Meraya Agro Mawakal 19.760 - - Kelapa Sawit PT. Meraya Agro Lestari 12.820 - - Kelapa Sawit JUMLAH 85.665 8.802 -
  • 64. KECAMATAN BATU AMPAR : KECAMATAN MUARA BENGKAL : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Beliwit Prima sawit 15.730 - - Kelapa Sawit JUMLAH 15.730 - - Kelapa Sawit Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Telen Wahana Sejahtera 15.730 - - Kelapa Sawit PT Kartika Agung Mandiri 20.000 - - Kelapa Sawit PT. Telen Prima Sawit 11.486 - - Kelapa Sawit PT Synergi Resource 10.837 JUMLAH 58.053
  • 65. KECAMATAN LONG MESANGAT : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Gemilang Sejahtera Abadi 15.690 - - Kelapa Sawit PT Cipta Davia Mandiri 20.000 - - Kelapa Sawit PT Komagri 20.000 Kelapa Sawit JUMLAH 55.690 - -
  • 66. KECAMATAN RANTAU PULUNG : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas KUD. Karya Bersama II 6.000 - - Kelapa Sawit PT. Tunas Borneo Plant - Glenely 16.000 TL 8.000 Kelapa Sawit PT. Kalimantan Plant Kelapa Sawit PT Agro Kalimant Lestari/Didik Suwandi 16.810 Kelapa Sawit PT Persada Kalimantan Lestari/Didik Suwandi 15.000 Kelapa Sawit JUMLAH 61.810
  • 67. KECAMATAN BENGALON : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Kutai Balian Nauli 4.600 700 - Kelapa Sawit PT. Bima Palma Nugraha - Tep Langsat 15.000 - - Kelapa Sawit PT. Bima Palma Nugraha – Tp Langsat 12.000 - - Kelapa Sawit PT. Kutai Timur Investama – Tepian Langsat 8.000 - - Kelapa Sawit PT. Caraka Embun Permai 7.500 - - Kelapa Sawit PT. Karya Dewi Putra 7.390 - - Kelapa Sawit JUMLAH 54.490
  • 68. KECAMATAN BUSANG : Perusahaan Luas lokasi (Ha) Realisasi (Ha) Produksi (Ton) Komoditas PT. Subur Abadi Wana Agung 14.350 - - Kelapa Sawit PT. Meraya Sangatta Plantation 17.200 - - Kelapa Sawit PT. Hamparan Perkasa Mandiri 12.180 - - Kelapa Sawit PT. Lintas Khatulistiwa Utama 8.963 - - Kelapa Sawit PT. Hamparan Subur Abadi 15.110 - - Kelapa Sawit PT. Sinar Mitra Sedaya 18.500 - - Kelapa Sawit PT. Kencana Cakra Mandiri 20.000 - - Kelapa Sawit PT. Subur Abadi Plantation 11.540 - - Kelapa Sawit PT. Muara Inti Raya 20.000 - - Kelapa Sawit PT. Meraya Kutim Plantation 18.820 - - Kelapa Sawit JUMLAH 156.663 - -
  • 69.
    • Dalam jangka waktu 5 tahun, akan mencapai target 350.000 Ha
    • Dalam jangka waktu 10 tahun, akan mencapai target 500.000 Ha (sebagai bagian dari program 1.000.000 Ha lahan sawit di Kalimantan Timur)
  • 70.
    • PT PPKS Medan
    • PT Sinar Mas Group (HTI)
    • PT Risjadson Sejahtera Agrobusiness
    • Selapan Jaya
    • PT SOCFIN
    • Golden Hope Plantation. Bhd.
    • Felda Malaysia
    • Kuala Lumpur Kepong Berhad
    • PT Asian Agri Group
    • PT Musim Mas
    • PT Best Agro Int
    • PTPN XIII
    • PT BALIKPAPAN SUBUR (PMA)
    • PT BEREBES PALM
    • PT SENGATA PALM
    Sedang dalam proses permohonan perijinan perkebunan :
  • 71.
    • Metro Kajang Holding Bhd
    • Puncak Selasih Sdn Bhd
    • PT Sawindo Kencana (Group Kencana)
    • PT Pesona Sawita Unggul (INS Group / Bentoel Group)
    • PT Bumi Utama Guna Jaya Agro (BGA Group)
    • PT Andalas Group
    • PT Wilmar (Mekar Bumi Andalas)
    • PT Bina Anugrah Kaltim
    • PT Bukit Biru Sejahtera
    • ADR Group
    • Rastamas Group (Plantation + Peternakan)
  • 72. PERKEBUNAN TANAMAN KENAF
  • 73. LUAS PRODUKSI DAN RENCANA PRODUKSI TANAMAN KENAF TAHUN 2007 DI KABUPATEN KUTAI TIMUR LOKASI PENYALURAN BIBIT YG SUDAH DITERIMA REALISASI TANAM PERSIAPAN TANAM KG TARGET LUAS (HA) RANTAU PULUNG 602.5 60.25 14.5 45.25 BUSANG 520.0 252.0 20 232 BENGALON 348.0 34.8 26.5 8.3 MUARA BENGKAL 1080.0 108.0 20 88 MUARA ANCALONG 960.0 96.0 20 76 LONG MESANGAT 510.0 51.0 20 31 SANGATTA SELATAN 50.0 5 5 - WAHAU 50.0 5 2 3 JUMLAH 6.120.0 612.0 128 484
  • 74.  
  • 75. Varietas Kenaf KR 11, Rosela Hs 40 dan Jute Cc 15
  • 76. REVITALISASI KEHUTANAN PENGEMBANGAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI HUTAN TANAMAN RAKYAT
  • 77. PENGEMBANGAN HTI
    • Mengembangkan Perusahaan HTI dan Industri Pulp & Paper
    • Melalui penerapan Sustainable Forest Management (SFM)
    • Menjamin Kelestarian Fungsi Produksi, Sosial, dan Ramah Lingkungan.
  • 78.
    • MENDAPATKAN PROFIT USAHA BERDASARKAN
    • KEBIJAKAN SUSTAINABLE FOREST MANAGEMENT
    • Meningkatkan nilai kawasan dari hutan tidak produktif menjadi hutan tanaman produktif, lestari berwawasan sosial & lingkungan.
    • Membuka lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan & perkotaan.
    • Memacu pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya Kutai Timur
  • 79.
    • Meningkatkan ketrampilan dan kesejahteraan masyarakat melalui bina desa & mitra usaha kecil/menengah.
    • Mengupayakan perluasan areal produksi HTI guna mendukung pembangunan industri pulp & paper yang menjamin kelestarian usaha HTI.
  • 80. Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Hutan Tanaman Rakyat (HTI Kolaborasi)
    • Menumbuhkan keterlibatan masyarakat untuk memanfaatkan lahan non produktif.
    • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan/pengusahaan hutan tanaman.
    • Memberikan pasokan bahan baku serat kayu untuk industri pulp.
  • 81. HUTAN TANAMAN INDUSTRI TREE BREEDING PROGRAM
  • 82.  
  • 83. UPAYA PEMDA KUTAI TIMUR DALAM MENGEMBANGKAN HTI
    • Konsisten utk terus mengembangkan PHTI demi kelangsungan kegiatan PHTI secara berkelanjutan.
    • Membantu penyelesaian claim lahan oleh masyarakat dan conflict interest dengan para investor baru (perkebunan dan batu bara).
    • Sebagai partnership dalam upaya pemberdayaan & peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan sekitar hutan.
    • Menyediakan lahan utk lokasi industri pulp terletak di kawasan Maloy (pulping plant, logyard, power plant, housing, dll.)
  • 84. HPH ( IUPHHK PADA HUTAN ALAM ) NO. NAMA PERUSAHAAN PERIJINAN LUAS AREAL (Ha) BERAKHIR NOMOR SK IUPHHK TANGGAL KBK KBNK LAIN-LAIN TOTAL HPT HP KBNK HL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 PT. Sumber Mas Timber 371/Kpts/Um/7/1974 23 Juli 1974 70,000 - - - - 70,000 Th. 1994 2 PT. Kedung Madu Tropical Wood 147/Kpts-IV/1988 17 Maret 1988 49,060 21,940 - - - 71,000 Th. 2023 3 PT. Mutiara Kalja Permai 386/Kpts-II/1989 02 Februari 1989 56,000 - - - - 56,000 Th. 2009 4 PT. Mugitriman Intercontinental 248/Kpts-II/1989 24 Mei 1989 200,000 - - - - 200,000 Th. 2010 5 PT. Narkata Rimba 141/Kpts-II/1989 28 Oktober 1989 43,000 - - - - 43,000   6 PT. Porodisa Trading Industries Co.Ltd 823/Kpts-II/1993 14 Desember 1993 12,070 52,702 57,059 703 - 122,534 Th 2008 7 PT. Kiani Lestari 414/Kpts-II/1994 15 September 1994 46,500 97,560 72,595 6,845 - 223,500 Th. 2010 8 PT. Sima Agung 110/Kpts-II/1995 21 Februari 1995 - 46,000 - - - 46,000 Th. 2025 9 PT. Sylvaduta Corporation Senyiur 205/menhut-IV/1996 19 Februari 1996 - 35,000 - - - 35,000 Th. 2016 10 PT. Melapi Timber 906/Menhut-IV/1996 01 Juli 1996 - - - - - 150,682 Th. 2016 11 PT. Oceanias Timber Product 238/Kpts/Um/5/1973 17 Mei 1973 - - - - - 200,000 Th. 1993 12 PT. Gunung Gajah Abadi 314/Kpts/Um/7/1973 4 Juli 1973 - - - - -     13 PT. Penambangan 480/Kpts/Um/10/1972 10 Oktober 1972 - - - - - 65,000   14 PT. Hanurata Coy Ltd. 265/Kpts-II/1998 27 Februari 1998 - 151,600 - - - 151,600 Th. 2018 15 PT. Segara Indochem ( Afd. SGI & Afd. SGT ) 990/Kpts-VI/1999 14 Oktober 1999 81,550 4,175 - - - 85,725 Th. 2047 16 PT. Intertropic Aditama 249/Kpts-II/2000 22 Agustus 2000 26,955 19,275 - - - 46,230 Th. 2044 17 PT. Nadila Indodaya 426/522/Bup-Kutim/II/2002 11 Februari 2002 - 50,000 - - - 50,000 Th. 2022 18 PT. Borneo Karya Indah Mandiri 101 Th. 2002 11 Februari 2002 - 47,850 - - - 47,850 Th. 2022 19 PT. Darma Satya Nusantara 412/Menhut-II/2004 18 Oktober 2004 16,675 18,325 - - - 35,000 Th. 2024 20 PT. Belayan River 853/Kpts/VI/1999 11 Oktober 1999     - - -     21 PT. Basuimex 102/Menhut-II/2005 25 April 2005     - - - 71,000   22 PT. Loka Dwi Hutani Raya 1973/Menhut-IV/1997   25,500 12,500 - - - 38,000   23 PT Kartika Kapuas Sari 275//KPTS-II/1991 25 Mei 1991 - 6,250 15000 - 24 PT Pakar Mulia Bhakti 765/KPTS-II/1990 22 Desember 1990 - 10,000 1250 -
  • 85. B. IUPHHK PADA HUTAN TANAMAN / HTI NO. NAMA PERUSAHAAN PERIJINAN LUAS (Ha) PERIODE RKL PERIODE RKT BERAKHIR IJIN (TAHUN) KETERANGAN NOMOR SK IUPHHK-HTI TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9                   1 PT. Oceanias Timber Product 480/PJRRL/V/1989 3/7/1989 15,000       Aktif                   2 PT. Barito Pasific Timber 1019/Menhut-V/1991 20/7/1991 17,200       Sangatta + 7,500 Ha                   3 PT. Belantara Persada 13/Menhut-V/1992 1/3/1992 17,150       Tidak Aktif                   4 PT Kiani Hutani Jaya 349/KPTS-II/1995 11/7/1995 53,083       SK. Dicabut                   5 PT. Surya Hutani Jaya 156/Kpts-II/1996 8/4/1996 40,300 I (2005 - 2009) II   Sebagian besar di Kuker ( Luas seluruhnya 183.300 Ha )                   6 PT. Sumalindo Hutani Jaya 407/Kpts-II/1996 5/8/1996 10,000     2038 Aktif                   7 PT. Sumalindo Lestari Jaya 722/Kpts-II/1996 11/11/1996 24,500     2035 Aktif                   8 PT. Inhutani I (Long Nah) 611/Kpts-II/1997 19/9/1997 50,295     2062 Aktif                  
  • 86. REVITALISASI PERIKANAN DAN KELAUTAN
  • 87. Copyright © 2007 by Kopmarindo JALUR EKSPOR KOMODITI PERIKANAN DI KABUPATEN KUTAI TIMUR International Liner Maloy International Liner International Liner Feeder Feeder Feeder Collector Collector Collector Collector Collector Collector Collector Collector
  • 88. POTENSI IKAN LAUT DAN LINTASAN PENANGKAPAN IKAN Tuna Besar Udang Cakalang Pelagis Kecil Demersal Copyright © 2007 by Kopmarindo Sumber : Azis, dkk (1998) Layak : 2 Layak : 1 Layak : 1 Layak : 1 Layak :1,2 Layak :1 Ket. 48,89 % 65,00 % 80,00 % 102,08 % 25,55 % 114,04 % 2. Teluk Tomini 64,53% 44,38 % 60,75 % 83,62 % 41,72 % 53, 53 % 1. Laut Sulawesi Cumi2 Lobster Udang Demersal Pelagis Kecil Pelagis Besar Kawasan Perairan
  • 89. WILAYAH FISHING GROUND Copyright © 2007 by Kopmarindo FISHING GROUND Copyright © 2007 by Kopmarindo
  • 90. WILAYAH BUDIDAYA PERIKANAN Copyright © 2007 by Kopmarindo Sangat Cocok Untuk Budidaya : Abalone, Kerapu, Rumput Laut
  • 91. POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA DI KAB. KUTAI TIMUR (ABALONE) Copyright © 2007 by Kopmarindo Budidaya Abalone (Haliotis spp) Harga ekspor abalone : Rp.200 ribu-Rp. 600 ribu/kg
  • 92. POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA DI KAB. KUTAI TIMUR (IKAN KERAPU ) Copyright © 2007 by Kopmarindo
  • 93. POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA DI KAB. KUTAI TIMUR (RUMPUT LAUT ) Copyright © 2007 by Kopmarindo Makanan Minuman Obat-Obatan
  • 94.  
  • 95. REVITALISASI PETERNAKAN
  • 96. Peternakan di Kabupaten Kutai Timur
  • 97.  
  • 98. RENCANA PENGEMBANGAN PETERNAKAN AYAM PEDAGING & AYAM PETELUR DI KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • 99. PERKEMBANGAN POPULASI PETERNAKAN DI KABUPATEN KUTAI TIMUR KECAMATAN JUMLAH SAPI BABI AYAM KAMBING ITIK SENGATA UTARA 597 283 9,621 241 679 SENGATA SELATAN     844 10,784 1166 2,350 TELUK PANDAN 206 11,146 164 674 RANTAU PULUNG     412 15,031 87 557 BENGALON 821 29,906 203 620 KALIORANG 582 26,427 975 1,406 KAUBUN   1,040 20,215 885 456 KARANGAN 96 9,682 215 157 SANGKULIRANG 1,604 18,780 310 2,104
  • 100. KECAMATAN JUMLAH SAPI BABI AYAM KAMBING ITIK SANDARAN 816   7,513 185 126 KONGBENG 4,130 2728 17,715 280 1,407 MA.WAHAU 1,586 584 20,140 1475 262 TELEN 625 449 7,062 76 147 BATU AMPAR 27   5,078 97 58 MA.BENGKAL 1,417   22,193 241 1,644 MA.ANCALONG 1,295   9,562 241 552 LONG MESANGAT 143   6,265 115 163 BUSANG 589 1280 6,505 56 1,370
  • 101. Profil Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur
    • a. Areal Pencadangan : 221.700 Ha
    • b. Mendapatkan SK HPL : 132.249 Ha
    • Dipakai untuk Transmigran : 90.965 Ha
    • Sisa Areal Pencadangan : 134.485 Ha
    • Sisa Areal HPL : 90.047 Ha
    • Status Pemukiman
    • a. Penempatan sejak 1985 sampai
    • dengan 2005 sebanyak : 18.193 KK
    • b. Diserahkan ke Pemda sebanyak : 17.426 KK
  • 102. c. Yang masih dibina 750 KK terdapat di 3 (tiga) UPT Bengalon No Kecamatan UPT KK 1 Sangatta 12 3.325 2 Kaliorang 8 2.152 3 Sangkulirang 9 2.268 4 Muara Bengkal 5 1.368 5 Muara Ancalong 5 1.610 6 Muara Wahau 7 3.026 7 Kongbeng 11 3.649 JUMLAH 57 17.426
  • 103.
    • 4. Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) yang belum dimanfaatkan
    • a. Kecamatan Sangatta : Tepian Langsat SP 5 sampai dengan SP 8 (4 SP) daya tampung 1.150 KK,status HPL, hutan APL
    • b. Kecamatan Sangkulirang : Pengadan SP 8 sampai dengan SP 10 (3 SP) daya tampung 975 KK status HPL, hutan APL
  • 104. Kawasan Potensi Pengembangan (KPP)
    • Recommended Development Area (RDA) : 753.600 Ha
    • Terletak di APL (Areal Penggunaan Lahan) : 162.386 Ha
    • Terletak di HPT (Hutan Produksi Terbatas) : 219.106 Ha
    • Terletak di HPB (Hutan Produksi Biasa) : 268.994 Ha
  • 105. Alternatif Penggunaan
    • 1. Kawasan Pengadan
    • - Areal Pencadangan : 67.500 Ha
    • - Status HPL : 54.380 Ha
    • (SK.29/HPL/BPN/1998) : 48.580 Ha
    • (SK.10/HPL/BPN/1996) : 5.800 Ha
    • - Sisa Areal Pencadangan : 55.010 Ha
    • - Sisa Areal HPL : 46.550 Ha
    • 2. Kawasan Potensi Pengembangan di Areal
    • APL (Areal Penggunaan Lain) :162.386 Ha
    • 3. Kawasan Kaliorang dengan sisa HPL : 6.889 Ha
  • 106. Potensi Pencadangan Areal Kab. Kutai Timur No Lokasi SK Pencadangan Areal No Tanggal Luas (Ha) 1 Rantau Pulung 26/BPN-16/UM-22/IX/91 10/09/91 16.200 2 Benua Baru (M. Bengkal) 06/DA-II/UM-06/1986 17/02/86 8.500 3 Kerayaan (Sangkulirang) 36a-XII/BPN-16/UM-Lia/89 06/12/89 2.820 4 Kaubun & Kaliorang 02/DA/83 23/02/83 17.100 5 Muara Wahau 011/DA/82 18/08/82 17.000 6 Muara Ancalong 26/BPN-16/UM-26/VI/93 26/06/93 14.480 7 Pengadan 09/BPN-16/UM-9/IX/94 11/10/94 4.500 8 Pengadan (Perluasan) 18/BPN-16/UM-18/IX/95 05/09/95 63.000 9 Tepian Langsat 19/BPN-16/UM-19/IX/95 05/11/95 26.700 10 Sangkulirang 37/BPN-16/UM-37/V/98 07/05/98 25.700 11 BAAY 37/BPN-16/UM-37/U-98 07/05/98 25.700 12 Tep. Langsat (Bengalon) JUMLAH 221.700
  • 107. Potensi Pencadangan Areal Kab. Kutai Timur No Lokasi SK Hak Pengolahan No Tanggal Luas (Ha) 1 Rantau Pulung 09/HPL/BPN/1996 10/01/96 14.310 2 Benua Baru (M. Bengkal) 3 Kerayaan (Sangkulirang) 4 Kaubun & Kaliorang 65/HPL/DA/88 35/HPL/DA/88 27/05/8827/05/88 2.658 4.389 5 Muara Wahau 50/HPL/DA/88 07/06/88 6.414 6 Muara Ancalong 06/HPL/BPN/96 10/01/96 14.310 7 Pengadan 10/HPL/BPN/96 10/01/96 5.800 8 Pengadan (Perluasan) 29/HPL/BPN/98 02/04/98 48.580 9 Tepian Langsat 10 Sangkulirang 11 BAAY 76/HPL/BPN/2004 09/09/04 10.440 12 Tep. Langsat (Bengalon) 46/HPL/BPN/02 15/07/02 25.348 JUMLAH 132.249
  • 108. Potensi Pencadangan Areal Kab. Kutai Timur No Lokasi Areal yang sudah dimanfaatkan KK Ha 1 Rantau Pulung 2.020 10.100 2 Benua Baru (M. Bengkal) 1.386 6.930 3 Kerayaan (Sangkulirang) 0 0 4 Kaubun & Kaliorang 2.540 0 12.700 0 5 Muara Wahau 3.026 15.130 6 Muara Ancalong 2.390 11.950 7 Pengadan 900 4.500 8 Pengadan (Perluasan) 1.598 7.990 9 Tepian Langsat 1.315 6.575 10 Sangkulirang 2.268 11.340 11 BAAY 0 0 12 Tep. Langsat (Bengalon) 750 3.750 JUMLAH 18.193 90.965
  • 109. Potensi Pencadangan Areal Kab. Kutai Timur No Lokasi Sisa Areal (Ha) Pencad Areal HPL 1 Rantau Pulung 6.100 4210 2 Benua Baru (M. Bengkal) 1.570 0 3 Kerayaan (Sangkulirang) 2.820 0 4 Kaubun & Kaliorang 4.400 0 2.500 4.389 5 Muara Wahau 1.870 0 6 Muara Ancalong 2.530 2.360 7 Pengadan 0 1.300 8 Pengadan (Perluasan) 55.010 45.250 9 Tepian Langsat 20.125 0 10 Sangkulirang 14.360 0 11 BAAY 25.700 10.440 12 Tep. Langsat (Bengalon) 0 21.598 JUMLAH 134.485 92.047
  • 110. BANTUAN KEPADA PETANI & NELAYAN
    • Redistribusi lahan produktif masing masing 5 ha kepada setiap Kepala Keluarga Petani (diberikan secara bertahap)
      • Tahun 2003 sebanyak 18.000 sertifikat
      • Tahun 2005 sebanyak 11.000 sertifikat
    • Program Prona & Proda Sertifikat tanah kepada petani
    • Pengadaan Hand Traktor sejak tahun 2001 s/d 2005 yang didistribusikan ke 18 kecamatan dan 135 desa
    • Pembelian traktor sebanyak 4 buah (sebagai pilot project)
  • 111.
    • Pembelian 4 buah excavator untuk petani tambak di 4 kecataman pesisir
    • Bantuan berbagai macam bibit komoditi unggulan melalui APBD
    • Bantuan pupuk dan saprodi
    • Pemberian bantuan kredit kepada petani melalui BPR
    • Pendirian Lembaga Penjamin Kredit (kerjasama Pemda / BPR dengan BPD dan PT ASKRINDO)
  • 112. Daftar Proses Redistribusi Tanah Pertanian Kab. Kutai Timur sampai dengan Februari 2006 (TA 2003 – 2005) No Nama Kecamatan Tahap Proses Jumlah Bidang Keterangan Proses 1 Sangatta SK Penegasan 1.200 BPN Pusat 2 Bengalon Sertifikat Hak Milik 1.000 BPN Kutim 3 Kaliorang Sertifikat Hak Milik 1.006 BPN Kutim 4 Sangkulirang SK Penegasan 1.086 BPN Pusat 5 Sandaran SK Penegasan 960 BPN Pusat 6 Muara Wahau Sertifikat Hak Milik 1.025 BPN Kutim 7 Kongbeng Sertifikat Hak Milik 1.028 BPN Kutim 8 Telen SK Penegasan 994 BPN Pusat 9 Muara Bengkal SK Penegasan Sertifikat Hak Milik 811 200 BPN Pusat BPN Kutim 10 Muara Ancalong Sertifikat Hak Milik 1.063 BPN Kutim 11 Busang SK Penegasan 1.033 BPN Pusat 11.406
  • 113. Dukungan terhadap program Revitalisasi di daerah pedesaan seluruh Kabupaten Kutai Timur
    • Sarjana Penggerak Pembangunan Agribisnis sebanyak 135 Orang
    • Da’i Pembangunan sebanyak 135 orang
    • Kader Koperasi sebanyak 60 orang
    • PPL Pertanian sebanyak 115 orang
    • PPL Perkebunan sebanyak 62 orang
    • PPL Perikanan sebanyak 4 orang
    • PPL Peternakan sebanyak 20 orang
  • 114. KEUNGGULAN KOMPARATIF WILAYAH POSISI KUTAI TIMUR PADA KONSTELASI REGIONAL KALIMANTAN TIMUR BERADA :
    • PADA JALUR POROS REGIONAL LINTAS TRANS KALIMANTAN YANG MENGHUBUNG-KAN JALUR TANJUNG SELOR – TANJUNG REDEB KE SAMARINDA (IBUKOTA PROPINSI) – BALIKPAPAN DAN KABUPATEN PASIR KE PROPINSI KALSEL, KALTENG DAN KALBAR.
    • TERLETAK DI POROS TENGAH KALIMANTAN TIMUR YANG MERUPAKAN KAWASAN SEGITIGA PERTUMBUHAN SANGATTA / BONTANG – MUARA WAHAU DAN SANGKULIRANG
    • TERLETAK PADA POSISI STRATEGIS, MENGHADAP KE SELAT MAKASSAR YANG MERUPAKAN ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA (ALKI II)
    • KEKAYAAN SUMBER DAYA ALAM YANG DIMILIKI (SUMBER DAYA HUTAN, SUMBERDAYA ALAM BERUPA MIGAS, BATUBARA, EMAS, LIMESTONE, FOSFAT, BESI, GYPSUM, KAOLIN, PASIR KUARSA, ANTIMONY, DLL), POTENSI PERIKANAN KELAUTAN
  • 115. TANAH GROGOT PENAJAM BALIKPAPAN SAMARINDA BONTANG SANGKULIRANG T. REDEB T. SELOR M. WAHAU POSISI STRATEGIS KUTAI TIMUR SENGATA Poros Tj Selor / Tj Redeb ke Samarinda / Balikpapan dan Kalteng & Kalsel MALINAU NUNUKAN SABAH (MALAYSIA) KAWASAN PERTUMBUHAN SEGITIGA EMAS BONTANG/SANGATTA - M. WAHAU - SANGKULIRANG KONGBENG MALOY PORT BENGALON TARAKAN SELAT MAKASAR
  • 116. ALKI 1 ALKI 2 ALKI 3 INDONESIAN SLOC II / Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI ) II Maloy Batu Licin Ketapang Tj Priok Tj Perak Medan Batam Makassar
  • 117. COMPARATIVE ADVANTAGE OF MALOY PORT
  • 118. PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI & MARITIM KHUSUS MALOY MALOY SPECIAL ECONOMIC ZONE
  • 119. PERTIMBANGAN USULAN KAWASAN EKONOMI & MARITIM KHUSUS MALOY
    • Menghadapi Globalisasi Perdagangan Bebas Dunia & Semangat Otonomi Daerah
    • Upaya Percepatan Pembangunan Nasional di Bidang Ekonomi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Umum & Mendorong Pembangunan Daerah Dalam Rangka Peningkatan Taraf Hidup Rakyat.
    • Kawasan Maloy Memiliki Letak Geografis yang Sangat Strategis, berada di Lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan Lintasan Laut perdagangan Internasional & berada di Kawasan Pusat Ekonomi Dunia Masa Depan (Pacific Rim)
  • 120.
    • Kawasan Maloy memiliki prospek investasi industri, agroindustri, Mineral, Perikanan, Budidaya Ikan, Galangan Kapal, dll industri down stream yang sangat potensial dan sesuai untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus yang Mengintegrasikan fungsi Pelabuhan Internasional dengan Kawasan Industri khususnya Kluster Industri Tambang, Migas, dan Kluster Industri Minyak Sawit Modern
    • Aktivitas perekonomian daerah di Kaltim pada khususnya dan di wilayah Kalimantan pada umumnya belum terintegrasi dengan sektor penunjang sistem transportasi (pelabuhan laut) dalam posisi ini peran pelabuhan laut akan menjadi outlet bagi provinsi Kaltim bahkan wilayah Kalimantan terutama apabila trans kalimantan telah terbangun dengan sempurna
  • 121.
    • Dengan difungsikannya Pelabuhan Laut Maloy (Deep Sea Port) yang dibangun oleh Departemen Perhubungan tahun 1982 dengan draftnya mencapai kedalaman 16 – 18 m dapat menampung kapal-kapal berukuran besar akan memicu geliat sektor perekonomian lainnya (trade follow the port), karena dengan keberadaan pelabuhan dan sistem pelayanan tersebut menjadi faktor penting terhadap struktur cost hasil produksi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sumberdaya mineral dan industri hilir lainnya
  • 122.
    • Keberadaan suatu pelabuhan akan berdampak pada aktivitas ikutan lainnya seperti terbukanya kawasan baru yang nantinya dapat diarahkan sebagai kawasan water front city sehingga akan berpengaruh pada sektor pariwisata dan sektor-sektor lainnya
  • 123.
    • Kawasan Pelabuhan Maloy yang terintegrasi dengan kawasan industri (Port related industri) merupakan daya tarik tersendiri bagi para investor industri, dimana dikawasan tersebut akan tersedia sarana-sarana penunjang laiinya seperti galangan industri kapal, perbaikan & perawatan kapal, serta prasarana distribusi barang seperti tankers bagi barang curah cair, SILO, bagi barang curah kering, prasarana pengolahan ikan hasil tangkapan maupun budaya perikanan darat
  • 124.
    • Sejalan dengan perkembangan dunia pelayaran yang semakin pesat yang ditandai lahirnya kapal kapal generasi baru yang berukuran besar dengan tujuan efisiensi ongkos angkut maka perlu diantisipasi pula cost efisiensi terhadap sistem transportasi laut di indonesia.
    • Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyusun rancangan sebuah pelabuhan singgah (transhipment hub port) untuk kepentingan regional dan internasional sekaligus sebagai pusat distribusi dan konsolidasi barang-barang ekspor-impor dari wilayah wilayah lain di Indonesia pada umumnya dan wilayah bagian utara, timur dan selatan serta wilayah Sulawesi utara, barat dan selatan.
  • 125.
    • Dengan rancangan tersebut maka Kawasan Pelabuhan Maloy dapat dijadikan basisi kegiatan pelayaran nasional khususnya pemberdayaan industri pelayaran nasional dan pelayaran rakyat sesuai jiwa yang tercermin pada Inpres no 5 / 2005 dengan titik berat pada implementasi azas cabotage.
    • Aktifitas suatu lingkungan maritim akan berinteraksi terhadap kegiatan lain yang saling mendukung, maka keberadaan suatu kawasan pelabuhan dapat secara langsung membentuk nuansa kepelautan dimana hal ini akan diantisipasi dengan didirikannya sekolah ahli kemaritiman seperti pelaut, kepelabuhanan, pelayaran, perikanan, dll.
  • 126.
    • Kawasan Ekonomi Khusus Maloy dapat menjadi Lokomotif Perekonomian Kawasan Tengah & Timur di masa yang akan datang
    • Perlu segera diusulkan Rancangan Undang Undang tentang Kawasan Ekonomi & Maritim Khusus Maloy yang berisi antara lain
    • 1. ketentuan umum
    • 2. kedudukan hukum
    • 3. kelembagaan
    • 4. tugas & wewenang
    • 5. fungsi kawasan
    • 6. perijinan
    • 7. lalu lintas barang di Kawasan Maloy
    • 8. sumber pendapatan & pembiayaan
    • 9. ketentuan lain-lain
  • 127.
    • KEDUDUKAN HUKUM :
    • Kawasan Maloy merupakan Wilayah Hukum NKRI
    • Kawasan Maloy sebagai Kawasan Ekonomi & Maritim Khusus ditetapkan untuk jangka waktu 70 tahun
    • KELEMBAGAAN
    • Dewan Kawasan Maloy diangkat & diberhentikan dan bertanggung jawab kepada Presiden RI
    • Dewan Kawasan Maloy di Ketuai Menko Ekuin dan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur selaku Wakil Ketua dibantu oleh 8 orang Menteri & Ketua BKPM
    • Dewan Kawasan Maloy dapat membentuk Badan Otorita pengusahaan Kawasan Maloy
    • Susunan Organisasi Badan Pengusahaan Kawasan Maloy terdiri dari Ketua Bupati Kutai Timur, Wakil Bupati & Sekretaris Daerah dengan beranggotakan semua instansi terkait
  • 128. MAKSUD USULAN KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS) DAN MARITIM MALOY : Memberi peluang bagi peningkatan investasi, melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan bertaraf internasional dan siap menampung kegiatan industri, ekspor dan impor serta kegiatan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
  • 129. TUJUAN USULAN KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS) DAN MARITIM MALOY
    • Peningkatan investasi termasuk Foreign Direct Investment (FDI);
    • Penyerapan tenaga kerja, baik langsung maupun tak langsung;
    • Penerimaan devisa sebagai hasil dari peningkatan ekspor;
    • Meningkatkan keunggulan kompetitif produk ekspor;
    • Meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, kapital dan pelayanan bagi peningkatan ekspor;
    • Mendorong terjadinya peningkatan kualitas SDM melalui alih teknologi.
  • 130. 6 KRITERIA PENETAPAN KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS) DAN MARITIM MALOY
    • Komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah Kutai Timur / Kalimantan Timur untuk melaksanakan pengelolaan KEK sesuai dengan peraturan yang berlaku;
    • Rencana Tata Ruang Wilayah serta studi kelayakan menurut Kajian AMDAL terpenuhi
    • Terletak pada posisi strategis yaitu dekat dengan jalur perdagangan internasional atau berhadapan dengan alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II), dan layak dikembangkan secara ekonomis
  • 131.
    • Dukungan infrastruktur / kemungkinan pengembangannya terus dilakukan. (pembangunan trans kalimantan, pembangunan rel Kereta Api, pembangunan pelabuhan Maloy dan kawasan industri Maloy)
    • Lahan yang tersedia 10.000 hektar dengan status yang jelas;
    • Memiliki batas yang jelas, baik alam maupun buatan. Yang disesuaikan dengan master plan KEK.
    ENAM SYARAT YANG TELAH DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH PUSAT SEMUANYA SUDAH TERPENUHI
  • 132. PERKEMBANGAN PEMBAHASAN KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS) DAN MARITIM MALOY :
    • Kajian literatur , penelitian dan evaluasi dari konsep kawasan ekonomi khusus negara lain;
    • Merancang KEKI dari aspek :
      • Finansial dan Insentif Fiskal
      • Kelembagaan
      • Tata Ruang dan Infrastruktur
      • Hukum dan Perundangan;
    • Menyusun kriteria lokasi KEK;
    • Menindak lanjuti hasil Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Pelabuhan Maloy di Jakarta tanggal 30 April 2007 dan melaporkannya TIM KEKI
  • 133.
    • Surat Gubernur No 552.3/4044/EK Tgl 11 Juni 2007 telah diinformasikan bahwa hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional tahun 2007 3-6 Mei di Jakarta sebagai berikut :
      • Departemen Perhubungan melalui rencana kerja kementerian telah mengususlkan dalam APBN tahun 2008 sebesar Rp.30 Milyar untuk pengembangan infrastruktur Pelabuhan Maloy
      • Hasil Koordinasi & konsultasi Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Perhubungan Kab Kutai Timur kepada Direktur Pelabuhan Pengerukan Ditjen Perhubungan laut tanggal 7 Mei 2007 diinformasikan :
  • 134.
    • Pemerintah Pusat sangat mendukung pembangunan kawasan industri Maloy dan akan menetapkan Pelabuhan Maloy sebagai satu-satunya Pelabuhan Utama untuk Crude Palm Oil (CPO) berskala internasional di Pulau Kalimantan
    • Pemerintah Pusat akan mengalokasikan dana untuk pembangunan sisi laut sedang Pemerintah Daerah membangun sisi darat kepelabuhanan
    • Langkah awal yang harus ditempuh Pemerintah Daerah adalah menyediakan biaya dalam APBD-P Tahun 2007 untuk biaya penyusunan Dokumen Rencana Induk Pelabuhan, Survey Investigasi Design (SID) dan Retail Enginer Design (DED)
  • 135.
    • Mengadakan rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan tanggal 15 Juni 2007
    • Tanggal 21 Juni 2007 Rapat Koordinasi tentang Pembangunan Kawasan Industri & Pelabuhan maloy di Sengata yang akan dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, Assosiasi Pengusaha Kelapa sawit, Perhimpunan Masyarakat Produsen Minyak Nabati, Para Pengusaha yang telah menyatakan minatnya untuk membangun di Kawasan Industri & Pelabuhan Maloy
    • Perusahaan perusahaan perkebunan yang telah siap untuk membangun industri hilir (downstream) di kawasan industri Maloy adalah :
  • 136.
      • PT Musim Mas
      • PT Wilmar Int. Ltd
      • Lumut Port (Malaysia)
      • PT Swakarsa Sinar Sentosa Group
      • Minamas Plantation
      • PT Sinar Mas Plantation Group
      • PT Astra Agro Lestari Group
      • PT Telen Plantation (Teladan Prima Group)
      • PT Gunta Samba Group
      • PT Synergi Agro Resources
      • PT Multi Pacific International
  • 137. MALOY PORT The Gateway To North Indonesia KEUNGGULAN KOMPARATIF KABUPATEN KUTAI TIMUR KUTAI TIMUR – EAST KALIMANTAN
  • 138. ALKI 1 ALKI 2 ALKI 3 INDONESIAN SLOC II / Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI ) II Maloy Batu Licin Ketapang Tj Priok Tj Perak Medan Batam Makassar
  • 139. COMPARATIVE ADVANTAGE MALOY Geography Strategic Position
    • Centre of latitude Trans-Kalimantan
    • Located in the Industrial zone and Agropolitan zone of SANGSAKA (Sangkulirang, Sandaran, and Kaliorang) and golden triangle of Sangatta, Sangkulirang and Muara Wahau development region
    • Represent of North Indonesia economy gateway
    • Position in Indonesia Sloc 2 (ALKI II) and face to Makassar strait which has comparative strategic in bars among National and International shipping line.
  • 140. Kawasan Selat Makassar sebagai bagian dari ALKI II diproyeksikan tumbuh sebagai pintu gerbang kapal dagang dari dan ke Cekung Pasifik. Taiwan / Hongkong Jepang / Korea Er o pa Timur Tengah Indonesia Singapura Australia / New Zealand Pantai Timur USA MALOY
  • 141. Attachment 1 International Liner Colector Feeder Feeder Feeder Collector Collector Collector Collector Collector Collector International Liner International Liner Collector Maloy
  • 142. Attachment 2 M a l o y Port
  • 143. Kawasan Agroindustri MALOY
    • Kawasan Agroindustri MALOY merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pembangunan Kutai Timur dan Kalimantan Timur
    • Akan dibangun fasilitas Pelabuhan Internasional dan kawasan Industri dengan luas minimum 10.000 hektar dan Kawasan penunjang 30.000 Hektar
    • Didukung oleh Kawasan Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang) kerjasama dengan Departemen Pertanian
    • Kota Terpadu Mandiri (KTM) kerjasama dengan Departemen tenaga Kerja & Transmigrasi
    • Program Prima Tani di Desa Bual-Bual / Kerayaan yang merupakan Pilot Project Program Prima Tani di Provinsi Kaltim
  • 144. RENCANA KAWASAN KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS) DAN MARITIM MALOY : Kawasan Industri
  • 145. Rencana Lokasi KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS) DAN MARITIM MALOY perkebunan sawit perumahan & perkotaan Peternakan & Perikanan Kelautan Lahan sedia: 40.000 ha Dengan 80.000 ha hinterland areal perkebunan & industri karet coklat, minyak jarak tanaman pangan & hortikultura Hutan Tanaman Industri / HTR LOKASI: Kecamatan Kaliorang dengan melibatkan empat hinterland kecamatan, yaitu: Karangan, Kaubun, Sandaran dan Sangkulirang. Pelabuhan Internasional Maloy – sebagai pusat
  • 146.
    • Luas Areal Seluruhnya : 40.000 Ha
    • Luas Kawasan Industri
    • & Pelabuhan : 10.000 Ha
    • Lokasi : Maloy (Sangsaka)
    • Investasi : PM
    • Mitra Manajemen : Singapura, Malaysia, Korsel, Jepang, China, Taiwan, USA, European Union.
    • Industri Penarik : 1. Industri Agribisnis (Margarin, Soap, Geycerine & Speciality Fat Plants)
    • 2. Oil’s & Palm Oil’s Refinery, 3. Coal Terminal
    • 4. Petrochemical and Oleochemical industry’s
    • 5. Aromatic complex industry
    • 6. Engineering Workshop
    • 7. Palm Oil Mills & Crushing Plants
    • 8. Grain Terminal
    • 9. Transportation Fleets
    • 10. Bulking Station
    • 11.Fasilitas Pelabuhan Maloy
    • (Cargo Terminal, Pelabuhan Penumpang, Ro-ro Terminal).
    MALOY Special Economic Zone (SEZ) / Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
  • 147.
    • Tenaga Kerja : 250.000 org + 5.000 expatriat
    • Kaveling Industri : 4.500 unit pada 8 kluster kawasan industri
    • Kaveling Pendukung : 1.000 Perkantoran, Perbankan & Instansi Pelayanan Lainnya
    • Kaveling Residensial : 250.000 unit pada kawasan satelit (Kota Baru)
  • 148. Rencana Areal Pelabuhan untuk Pengusahaan Bulking Station CPO
    • Simulasi:
    • Luas Lahan Kelapa Sawit : 100.000 Ha
    • Produksi Tandan Buah Segar : 27 ton/ha/thn (Kebun Kelas III)
    • Produksi CPO per tahun : 648.000 ton (rendemen 24%)
  • 149. CPO Terminal Maloy Port in the future
  • 150.
    • Maloy di masa yang akan datang
    • (Maloy Port in the future)
  • 151.
    • Maloy di masa yang akan datang
    • (Maloy Port in the future)
  • 152. Daya Saing Daerah Kabupaten Kutai Timur Perekonomian Daerah Keterbukaan Sistem Keuangan Nilai tambah investasi,tabungan, konsumsi akhir, kinerja sektoral, biaya hidup Internasionalisasi, Perdagangan Internasional, Investasi Asing, Perdagangan antar daerah Biaya modal, Ketersediaan Modal,Efisiensi sektor perbankan, Eff sektor Non perbankan Infrastruktur fisik, Informasi dan Komunikasi Sumber Daya alam Kegiatan penentuan SDM di bidang teknologi Infrastruktur dan SDA IPTEK
      • D A Y A S A I N G D A E R A H
    Institusi Governance & Kebijakan Pemerintah Aspek Hukum & keamanan Aspek Sosial Politik Prediktabulasi: Peraturan & Kebijakan, Hambartan Birokrasi, Effisiensi Sektor Publin, Kebijakan Pemda Sumber Daya Manusia Manajemen & Ekonomi Makro Karakteristik Penduduk, Ketenagakerjaan, Pendididkan Kualitas hidup, Prilaku dan Nilai sosial Produktivitas, Biaya Tenaga kerja, Kinerja Perusahaan, Effrisiensi Managemen, Budaya Perusahaan
  • 153.
    • Stabilitas Keamanan yang Kondusif
    • Penegakan Hukum
    • Pelayanan yang cepat dalam perizinan
    Jaminan yang diberikan bagi investor
  • 154. Email
    • [email_address]
    Website : www.awangfaroek.com