Perbedaan LBB dan PBB

8,855 views

Published on

Perbedaan LBB dan PBB. Terdiri dari: Latar belakang, Tujuan, Prinsip-prinsip, Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, Struktur organisasi, Mekanisme kerja, dan Beberapa keberhasilan menjalankan perannya

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,855
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
78
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perbedaan LBB dan PBB

  1. 1. “Makalah IPS – SEJARAH” LBB DAN PBB 1. Perbedaan LBB dan PBB 2. Persamaan LBB dan PBB Disusun oleh: Esti Dyah Arum M 9I – 17 SMP NEGERI 12 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2013 – 2014
  2. 2. LBB a. Latar belakang Kehancuran akibat perang dunia I mengakibatkan timbulnya kesadaran manusia untuk membentuk suatu badan perdamaian dunia yang diharapkan mampu mengatasi kehancuran akibat peperangan. Dalam upaya menciptakan perdamaian, muncul beberapa tokoh perdamaian dunia antara lain Simon Bolivar,Henry Dunnant, Bertha von Suthner, Tsar Nicholas II, dan Woodrow Silsom. Atas dasar usulan Wilson dikenal dengan `Peace Without Victory´ yang disampaikan pada tanggal 18 Januari 1918, inilah kemudian dibentuk Liga Bangsa - Bangsa pada tanggal 20 Januari 1919 di Versailes, Perancis dengan tujuan sebagai berikut:  Menjamin perdamaian dunia  Melenyapkan perang  Diplomasi secara terbuka b. Tujuan      Pemeliharaan perdamaian dan menjadi badan pengawas daerah perwalian atau daerah mandat LBB Mencegah perang dan menyelesaikan perselisihan secara damai Berusaha mengatasi masalah yang menyangkut ancaman perang Berusaha mengintegrasikan dan mengoordinasikan lembaga lembaga internasional yang sudah ada Berusaha meningkatkan kerja sama dalam lapangan kesehatan, social, keuangan. c. Prinsip – prinsip Liga Bangsa-bangsa memiliki dasar acuan dan prinsip utama yang tertuang dalam The League of Nations Convenant yang mengatur segala isi dari LBB itu sendiri. Dalam tulisannya, A. Walter Dorn mencoba menjelaskan isi dari Covenant tersebut. Dorn menjelaskan bahwa terdapat beberapa subject yang ada di dalam convenant. Preamble yang termasuk bagian dari subject menjelaskan secara garis besar mengenai LBB, tujuan dan prinsip utama LBB dalam menjalankan organisasinya. Beberapa subject setelahnya mengatur keanggotaan Negara, organ didalam LBB, serta berbagai concerns LBB yang dispesifikasikan kedalam beberapa subject yang berkaitan dengan
  3. 3. upaya penjagaan keamanan dan perdamaian dunia seperti Arms Reduction, Dispute Settlement, hingga Courts of Justice. d. Kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan 1. Tidak mengadakan perang 2. Mengadakan hubungan-hubungan terhormat & adil secara teratur antara bangsabangsa 3. Menegakkan pengertian-pengertian tentang hukum internasional 4. Agar perdamaian dan keamanan internasioanl dapat terpelihara, maka ditentukan adanya pengurangan persenjataan bagi tiap-tiap negara sampai seminimal mungkin e. Struktur Organisasi Menurut ketentuan pasal 2 Covenant terdapat 3 ketentuan pokok yang ada di dalam liga yaitu : 1. Assembly (majelis) a) Susunan keanggotaan, terdiri atas semua wakil negara anggota liga. Majelis bertindak sebagai organ yang memberikan pertimbangan. b) Pemungutan Suara, pemungutan suara di Majelis menghendaki adanya kebulatan suara, kecuali untuk persoalan-persoalan yang prosedural atau untuk panitia-panitia pengangkatan c) Kekuasaan Majelis, tercantum dalam Covenant Liga, meliputi :  Mengambil keputusan mengenai penerimaan anggota baru  Memutuskan keanggotaan untuk anggota tidak tetap Dewan  Memutuskan pengangkatan Sekretaris Jendral Liga  Menentukan besarnya anggaran Liga dan besarnya beban biaya yang harus dipikul oleh tiap2 anggota  Membuat resolusi atau rekomendasi yang dapat mengikat negara bukan anggota 2. Dewan (Council) a) Keanggotaan, ada dua unsur keanggotaan dewan,yaitu :  Anggota Tetap : inggris, perancis, italia, jepang, dan menyusul menjadi anggota tetap adalah Jerman & uni Soviet  Anggota Tidak Tetap : awalnya pada tahun 1922 anggota tidak tetap sebanyak 6, tahun 1926 menjadi 9, dan terakhir tahun 1936 menjadi 11. b) Wewenang Dewan, dewan berwenang mencampuri segala hal yang ada didalam Liga yang menyangkut masalah perdamaian dunia. 3. Sekretariat Tetap (Permanent Secretary) Didirikan ditempat kedudukan liga dan dipimpin oleh seorang Sekretaris Jendral dengan dibantu oleh beberapa orang Sekretaris serta Staf sesuai dengan kebutuhan. Sekretaris Jendral bertugas mengatur seluruh kegiatan Liga. f. Mekanisme kerja g. Keberhasilan menjalankan perannya
  4. 4.    Menyelesaikan persengketaan-persengketaan kecil, misalnya di Silesia Hulu. Wilayah yang semula menjadi sengketa antara Jerman dan Polandia tersebut akhirnya menjadi milik Polandia. Menyelesaikan daerah-daerah mandat. Daerah ini perwaliannya diserahkan kepada negara tertentu untuk kemudian satu demi satu diberi pemerintahan sendiri. Menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat darurat, misalnya membangun kembali perekonomian Eropa yang hancur dalam masa antarbellum. PBB a. Latar belakang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara berdaulat yang bertujuan menghindar menghindari perang dunia dan mala petaka kemanusiaan akibat perang. Piagam PBB ditandatangani oleh delegasi 51 negara pada tanggal 26 Juni 1945. Dan Piagam PBB mulai beroperasi pada tanggal 24 Oktober 1945. Seperti Liga Bangsa-Bangsa, tujuan utama PBB adalah menjaga perdamain dan keamanan internasional, menyelesaikan sengketa secara damai, melakukan tindakan kolektif,mencegah ancaman terhadap perdamaian, mempromosikan kerjasama sosial ekonomi internasional dan hak asasi manusia. Keanggotaan PBB terbuka bagi negara-negara yang cinta damai untuk mendukung penyelesaian sengketa secara damai. b. Tujuan Tujuan utama dibentuknya PBB adalah untuk memelihara perdamaian dan keamanan dunia serta kerjasama antar bangsa tanpa ada pengecualian. Tujuan tersebut dapat dirinci kedalam tugas-tugas PBB sebagai berikut: 1. Menjamin perdamaian dan keamanan dunia 2. Mengembangkan hubungan persaudaraan antar bangsa dan persahabatan 3. Mengadakan kerjasama antar bangsa di dunia dalam menyelesaikan masalah ekonomi, sosial, budaya, kemanusiaan, dan hak-hak asasi manusia 4. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia tanpa membedakan bangsa, ras, agama, dan jenis kelamin 5. Menjadikan PBB sebagai pusat kegiatan yang harmonis antar bangsa dalam mencapai tujuan bersama. c. Prinsip – prinsip Prinsip-prinsip PBB tercantum dalam pasal 2 ayat 1 – 7 sbb:
  5. 5. Ayat 1: Orang bersendikan pada prinsip-prinsip persamaan kedaulatan dari semua anggota. Ayat 2: Segenap anggota, untuk menjamin diperolehnya hak-hak dan manfaat baginya yang timbul dari keanggotaannya, harus dengan setia memenuhi kewajibankewajiban yang diterima sesuai dengan Piagam ini. Ayat 3: Setiap anggota harus menyelesaikan persengketaan internasional dengan jalan damai & menggunakan cara-cara sedemikian rupa sehingga perdamaian & keamanan internasional serta keadilan tidak terancam. Ayat 4: Segenap anggota dalam hubungan internasional mereka, menjauhkan diri dari tindakan mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik negara lain atau dengan cara apapun yang bertentangan dengan tujuan-tujuan PBB. Ayat 5: Semua anggota harus memberikan segala bantuan kepada PBB dalam suatu tindakannya yang diambil sesuai dengan Piagam ini, & tidak akan memberikan bantuan kepada suatu negara yang oleh PBB dikenakan tindakan 2 pencegahan atau pemaksaan. Ayat 6: Organisasi ini menjamin agar negara-negara bukan anggota PBB bertindak dengan prinsip-prinsip ini demi perdamaian dan keamanan internasional. Ayat 7: Tidak ada satu ketentuanpun dalam Piagam ini yang memberi kuasa kepada PBB untuk mencampuri urusan yang pada hakekatnya termasuk urusan dalam negeri suatu negara atau mewajibkan anggota-anggotanya untuk menyelesaikan urusanurusannya menurut ketentuan Piagam ini; akan tetapi prinsip ini tidak mengurangi ketentuan mengenai penggunaan tindakan-tindakan pemaksaan seperti tercantum dalam Bab VII. d. Kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan PBB dan lembaga-lembaganya kebal terhadap hukum negara tempat mereka beroperasi, menjaga ketidakberpihakan PBB sehubungan dengan negara tuan rumah lan anggota. Meskipun kemerdekaan mereka dalam hal kebijakan sumber daya manusia, PBB lan lembaga-lembaganya secara sukarela menerapkan hukum-hukum negara-negara anggota mengenai pernikahan sesama jenis, sehingga keputusan tentang status karyawan dalam sebuah kemitraan sing sama-seks didasarkan pada kebangsaan. PBB lan badan-badan perusahaan mengakui pernikahan sesama jenis hanya jika karyawan adalah warga negara dari negara-negara sing mengakui perkawinan. Praktek ini tidak khusus kanggo pengakuan perkawinan sesama jenis tapi mencerminkan praktek umum PBB kanggo sejumlah masalah sumber daya manusia. Ini harus dicatat bahwa meskipun beberapa lembaga memberikan manfaat terbatas pada mitra domestik staf mereka lan bahwa beberapa lembaga tidak mengakui perkawinan sesama jenis atawa kemitraan domestik staf mereka. e. Struktur Organisasi
  6. 6. 1. Majelis Umum Majelis umum merupakan lembaga tertinggi dalam organisasi PBB. Tugas Majelis Umum PBB, yaitu: a) Memberikan masukan kepada Dewan Keamanan tentang penyelesaian masalah internasional b) Menerima atau menolak keanggotaan baru c) Memilih anggota-anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Dewan Ekonomi dan Sosial, Dewan Perwakilan, Hakim Mahkamah Internasional, dan Sekretaris Jendral d) Menetapkan anggaran belanja PBB 2. Dewan Keamanan Anggota Dewan Keamanan dibedakan menjadi dua, yaitu: 1) Anggota tetap Dewan Keamanan terdiri dari 5 negara besar (The Big Five), yaitu Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Cina, dan Prancis. 2) Anggota tidak tetap Dewan Keamanan, terdiri dari 10 negara yang dipilih setiap 2 tahun sekali dalam siding Majelis Umum. Tugas Dewan Keamanan PBB, yaitu: 1) 2) 3) 4) Menyelidiki dan menyelesaikan pertikaian internasional Memelihara perdamaian dan keamanan dunia Menyampaikan usul untuk dibahas dalam Sidang Umum PBB Mengirim pasukan keamanan PBB untuk mengawasi perdamaian di Negaranegara yang sedang berperang. 3. Dewan Ekonomi dan Sosial 4. Dewan Perwalian Anggota Dewan Perwalian terdiri dari 6 negara, yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Cina, dan Australia. Tugas Dewan Perwalian:
  7. 7. Menjalankan pemerintahan atau pengawasan atas suatu Negara tertentu atau daerah yang belum memiliki pemerintahan sendiri. 5. Mahkamah Internasional Kedudukan : di Den Haag, Belanda Anggota : 15 orang hakim yang dipilih oleh Majelis Umum atas persetujuan Dewan Keamanan Tugas : mengadakan pengadilan yang ditimbulkan oleh persengketaan internasional 6. Sekretaris Jendral Kedudukan : di New York, Amerika Serikat Tugas : melaksanakan administrasi PBB dan membuat laporan tahunan kegiatan PBB untuk Majelis Umum f. Mekanisme kerja Pada tahun 1945, para pendiri PBB mempertimbangkan Dewan Keamanan sebagai mekanisme untuk mencegah dan memberhentikan agresi yang dilakukan negara satu terhadap negara yang lain. Pada 45 tahun pertama keberadaannya, Perang Dingin melumpuhkan kinerja Dewan Keamanan karena negara-negara anggota Dewan Keamanan saling bertentangan. Setelah Perang Dingin, peran Dewan Keamanan menjadi lebih penting di dalam komunitas internasional. Dewan Keamanan mengadakan pertemuan pertamanya pada 17 Januari 1946 di Church House, London. Sejak pertemuan pertamanya, Dewan Keamanan telah berkedudukan tetap di Markas Besar PBB di New York. Dewan Keamanan juga melakukan pertemuan di berbagai kota, seperti di Addis Ababa, Ethiopia pada tahun 1972, di Panama City, Panama, dan di Jenewa, Swiss pada tahun 1990. g. Keberhasilan menjalankan perannya Persoalan internasional yang berhasil ditangani oleh LBB antara lain:  Diadakan berbagai konperensi internasional yang sangat bermanfaat baik mengenai masalah ekonomi, perdagangan maupun kesehatan.  Dibidang pembinaan LBB berhasil mengumpulkan ,mendaftar , menyusun dan mengumumkan perjanjian-perjanjian internasional.  Dibidang kemanusiaan LBB berhasil memberi bantuan kepada para korban perang, menggulangi perdagangan wanita dan anak-anak.  Tujuan: Sama-sama merupakan lembaga kerjasama internasiolanl atau antar bangsa di berbagai bidang dan berusaha menciptakan suasana dunia yang aman dan damai. (Suatu lembaga yang bertujuan untuk menciptakan suatu keamanan dan kedamaian di dunia)

×