• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
59770009 makalah-pendidikan-jasmani-5
 

59770009 makalah-pendidikan-jasmani-5

on

  • 528 views

 

Statistics

Views

Total Views
528
Views on SlideShare
528
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
2
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    59770009 makalah-pendidikan-jasmani-5 59770009 makalah-pendidikan-jasmani-5 Document Transcript

    • Makalah Pendidikan JasmaniBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKinesiology adalah ilmu yang mempelajari gerak atau thе science human movement yangdiaplikasikan dan menjelaskan tentang gerak tubuh manusia kemudian ilmu ini dapatdiaplikasikan terhadap prinsip-prinsip mekanik dalam gerak manusia yang disebutbiomekanika atau biomekanik kinesiology sedangkan aplikasi anatomi dalam gerakmanusia disebut anatomi kinesiology.Pendidikan jasmani yang berorientasi pada developmental education mengarahkankegiatan anak melalui pemenuhan kebutuhan keterampilan pada diri anak. Disamakandengan tahap perkembangan fisik dan mentalnya, setiap kelompok anak diarahkan padaketerampilan gerak yang dibutuhkan anak. Misalnya, bagi anak usia dibawah lima tahun,perlu dikembangkan kemampuan pengaturan tubuhnya dan bagi anak usia diatasnya perludikembangkan keterampilan dasarnya. Sementara bagi anak yang lebih dewasa diarahkanpada keterampilan-keterampilan khususnya, seperti yang dikembangkan dalam cabang-cabang olah raga tertentu.Keterampilan yang terspesialisasi adalah keterampilan yang digunakan dalam cabangolahraga dan wilayah pendidikan jasmani lainnya. Keterampilan ini meliputi kegiatandengan peralatan (misalnya senam alat), gerakan-gerakan akrobatik, tari-tarian, sertapermainan khusus atau tempat seperti sepak bola, bola voli, bola basket dan lain-lain.Untuk kemudahan pembahasannya, dalam modul ini keterampilan dasar dibagi dalamtiga bagian.a. Keterampilan lokomotorb. Keterampilan non-lokomotorc. Keterampilan manipulatif
    • B. TujuanMenumbuhkan dan mengembangkan pemahaman kognitif tentang bagaimana danmengapa suatu keterampilan gerak berlangsung demikian.C. Ruang LingkupBerdasarkan pola pertumbuhan perkembangan anak serta berbagai karakteristik :1. Kemampuan pengelolaan tubuh2. Keterampilan-keterampilan dasar3. Keterampilan-keterampilan khusus yang terspesialisasiBAB IIA. Landasan Psikologis Pendidikan JasmaniPendidikan jasmani lebih menekankan proses pembelajarannya pada penguasaan gerakmanusia. Pemahaman yang lebih mendalam terhadap kecenderungan dan hakikat gerakini, misalnya melalui teori gerak dan teori belajar gerak, maka memungkinkan guru lebihmemahami tentang kondisi apa yang perlu disediakan untuk memungkinkan anak belajarsecara efektif.Perkembangan teori belajar kognitivisme menguak fakta kekakuan proses pembelajaranpenjas tersebut. Dalam salah satu teori belajar pengolahan informasi(informationprocessing theory) diungkap bahwa idealnya pembelajaran gerak adalah sebuahproses pengambilan keputusan, yang secara hirarkis akan selalu melalui tigatahapan yang tetap, yaitu tahap mengidentifikaMakalah Pendidikan Jasmani
    • BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKinesiology adalah ilmu yang mempelajari gerak atau thе science human movement yangdiaplikasikan dan menjelaskan tentang gerak tubuh manusia kemudian ilmu ini dapatdiaplikasikan terhadap prinsip-prinsip mekanik dalam gerak manusia yang disebutbiomekanika atau biomekanik kinesiology sedangkan aplikasi anatomi dalam gerakmanusia disebut anatomi kinesiology.Pendidikan jasmani yang berorientasi pada developmental education mengarahkankegiatan anak melalui pemenuhan kebutuhan keterampilan pada diri anak. Disamakandengan tahap perkembangan fisik dan mentalnya, setiap kelompok anak diarahkan padaketerampilan gerak yang dibutuhkan anak. Misalnya, bagi anak usia dibawah lima tahun,perlu dikembangkan kemampuan pengaturan tubuhnya dan bagi anak usia diatasnya perludikembangkan keterampilan dasarnya. Sementara bagi anak yang lebih dewasa diarahkanpada keterampilan-keterampilan khususnya, seperti yang dikembangkan dalam cabang-cabang olah raga tertentu.Keterampilan yang terspesialisasi adalah keterampilan yang digunakan dalam cabangolahraga dan wilayah pendidikan jasmani lainnya. Keterampilan ini meliputi kegiatandengan peralatan (misalnya senam alat), gerakan-gerakan akrobatik, tari-tarian, sertapermainan khusus atau tempat seperti sepak bola, bola voli, bola basket dan lain-lain.Untuk kemudahan pembahasannya, dalam modul ini keterampilan dasar dibagi dalamtiga bagian.a. Keterampilan lokomotorb. Keterampilan non-lokomotorc. Keterampilan manipulatifB. TujuanMenumbuhkan dan mengembangkan pemahaman kognitif tentang bagaimana danmengapa suatu keterampilan gerak berlangsung demikian.
    • C. Ruang LingkupBerdasarkan pola pertumbuhan perkembangan anak serta berbagai karakteristik :1. Kemampuan pengelolaan tubuh2. Keterampilan-keterampilan dasar3. Keterampilan-keterampilan khusus yang terspesialisasiBAB IIA. Landasan Psikologis Pendidikan JasmaniPendidikan jasmani lebih menekankan proses pembelajarannya pada penguasaan gerakmanusia. Pemahaman yang lebih mendalam terhadap kecenderungan dan hakikat gerakini, misalnya melalui teori gerak dan teori belajar gerak, maka memungkinkan guru lebihmemahami tentang kondisi apa yang perlu disediakan untuk memungkinkan anak belajarsecara efektif.Perkembangan teori belajar kognitivisme menguak fakta kekakuan proses pembelajaranpenjas tersebut. Dalam salah satu teori belajar pengolahan informasi(informationprocessing theory) diungkap bahwa idealnya pembelajaran gerak adalah sebuah prosespengambilan keputusan, yang secara hirarkis akan selalu melalui tiga tahapan yang tetap,yaitu tahap mengidentifikasi stimulus tahap memilih respons, dan tahap memprogramrespons. Jika pada proses pembelajaran siswa diberi kesempatan dan didorong untukterus-menerus meningkatkan kemampuan pengambilan keputusannya, maka secara pastikemampuannya tersebut terlatih, karena masing-masing perangkat yang berhubungandengan ketiga tahapan pengambilan keputusan itupun kemampuannya semakinmeningkat pula.Dari pemahaman terhadap landasan psikologis itulah, maka pembelajaran penjas yangbaik tidak cuKup hanya dengan memberikan perintah dan tugas-tugas gerak semata(misalnya dengan instruksi yang klasik seperti, “… ketika kamu menerima bola, kamulari ke arah sana, lalu kamu lempar boja itu ke si A dan kamu kembali ke sini”),melainkan harus pula dibarengi dengan upaya memberikan kesempatan pada merekauntuk menganalisis situasi dan berikan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri
    • (misalnya: “… baik, ketika posisi lapangan ketat dan karnu dijaga terus oleh lawan. kira-kira kemanakah kamu harus melempar bola? Coba kita praktekkan, apakah keputusanmusudah tepat atau tidak?”.Pendidikan jasmani adalah sebuah wahana yang sangat baik untuk proses sosialisasi.Perkembangan sosial jelas penting, dan aktivitas pendidikan jasmani mempunyai potensiuntuk menuntaskan tujuan-tujuan tersebut. Seperangkat kualitas dari perkembangansosial yang dapat dikembangkan dan dipengaruhi dalam proses penjas di antaranyaadalah kepemimpinan, karakter moral, dan daya juang.Sosiologi berkepentingan dengan upaya mempelajari manusia dan aktivitasnya dalamkaitannya dengan hubungan atau interaksi antar satu manusia dengan manusia lainnya,termasuk sekelompok orang dengan kelompok lainnya. Di sisi lain, sosiologiberhubungan juga dengan ilmu yang menaruh perhatian pada lembaga-lembaga sosialseperti agama, keluarga, pemerintah, pendidikan, dan rekreasi. Singkatnya, sosiologiadalah ilmu yang berkepentingan dalam mengembangkan struktur dan aturan sosial yanglebih baik yang dicirikan oleh adanya kebahagiaan, kebaikan, toleransi, dan kesejajaransosial.Dikaitkan dengan landasan tersebut, seorang guru penjas sesungguhnya adalah seorangsosiologis yang perlu mengetahui prinsip-prinsip umum sosiologi, agar mampumemanfaatkan proses pembelajarannya untuk menanamkan nilai-nilai yang dapatdikembangkan melalui penjas. Sebagaimana dikemukakan Bucher, guru yang mengertisosiologi dalam konteks kependidikan akan mampu mengembangkan minimal tigafungsi. (1) pengaruh pendidikan pada institusi sosial dan pengaruh kehidupan kelompokpada individu, seperti bagaimana sekolah berpengaruh kepribadian atau perilakuindividu; (2) hubungan manusia yang beroperasi di sekolah yang melibatkan siswa, orangtua, dan guru dan bagaimana mereka mempengaruhi kepribadian dan perilaku individu;dan (3) hubungan sekolah kepada institusi lain dan elemen lain masyarakat, misalnyapengaruh dari pendidikan pada kehidupan masyarakat kota.
    • B. Asas Pengembangan dan Penetapan Sasaran Pendidikan JasmaniPendidikan jasmani di Sekolah Dasar mencakup ruang lingkup yang luas karena terkaitlangsung dengan karakteristik anak-anak dari berbagai usia. Dilihat dari tahapanpertumbuhan dan perkembangan fisik anak pada tingkat usia sekolah dasar, sedikitnyaterlibat 3 tahapan, yaitu:a. tahapan akhir dari masa kanak-kanak awal (antara usisa 5-7 tahun)b. tahapan masa kanak-kanak akhir (middle childhood) danc. tahapan awal dari pra-adolesen ( yang bisa dimulai pada usia 8 tahun atau rata-ratausia 10 tahun)Demikian juga dalam perkembangan motorik dan keterampilan. Anak-anak usia SDmengalami masa-masa perkembangan motorik dan keterampilan yang berbeda-beda.Pada usia-usia 5-8 tahun, anak mulai berurusan dengan kemampuan pengelolaantubuhnya dan keterampilan dasar seperti keterampilan berpindah tempat (locomotor),gerak statis di tempat (non-locomotor) dan gerak memakai anggota badan (manipulative).Pada usia di atasnya, anak-anak mulai matang menguasai keterampilan khusus, dari mulaiketerampilan manipulatif lanjutan, hingga kegiatan-kegiatan berirama dan permainan,senam, kegiatan di air, dan kegiatan untuk pembinaan kebugaran jasmani. Dalambeberapa cabang olahraga, pentahapan pencapaian keterampilan tingkat tinggi pun sudahdapat mulai dilaksanakan di kelas-kelas akhir SD, misalnya senam, loncat indah, danrenang.Karena begitu eratnya hubungan antara tingkat pertumbuhan dan perkembangan fisik danketerampilan anak, ruang lingkup pendidikan jasmani yang ditawarkan di sekolah dasarsemestinya dikembangkan berdasarkan kebutuhan anak-anak. Hal ini tidak bisa dibuatbegitu saja, sebab perlu diolah sebaik-baiknya dengan pertimbangan yang matang.Pertimbangan tersebut meliputi (1) dasar-dasar pengembangan program, (2) polapertumbuhan dan perkembangan anak, (3) dorongan dasar anak-anak, dan (4)karakteristik serta minat anak.
    • Gerakan merupakan dasar bagi pendidikan jasmani. Mutu program penjas dapat dinilaiberdasarkan mutu pengalaman gerakan yang dialami oleh anak-anak. Pendidikan jasmanimemang terdiri atas kegiatan fisik yang harus dilakukan secara aktif. Anak-anak tidakakan dapat mengambil manfaat hanya dari berbaris, menuggu datangnya alat-alat ataumendengarkan penjelasan guru yang panjang. Pendidikan jasmani harus menyediakankesempatan yang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk menimba pengalaman gerak.Pembelajaran harus terjadi melampaui kepentingan sesaat topi harus menawarkanketerampilan yang berguna untuk seumur hidup. Dalam masyarakat modern dewasa ini,pemeliharaan kebugaran jasmani dan kesehatan dipandang sebagai kebutuhan utama.Dengan demikian pendidikan jasmani harus memberikan program yang cukup dinamisagar mampu mengembangkan kebugaran jasmani peserta didik. Kebugaran merupakandasar untuk pencapaian keterampilan gerak. Pelaksanaannya harus berdasarkankemampuan anak dan beban latihannya disesuaikan dengan kesangupan setiap siswa.C. Pola Pertumbuhan dan Perkembangan Anak1. Perkembangan kearah memanjang (Cephalocaudal) dan kearah tepi (Proximodistal).2. Gerak kasar dan gerak halus3. Bilateral ke unilateral4. Diferensiasi dan Integrasi5. Filogenetik dan OntogenetikDorongan Pasar Anak-AnakDorongan dasar adalah suatu keinginan untuk melakukan dan menghasilkan sesuatu.Semua anak memiliki perasaan seperti ini yang kemungkinan besar merupakan sifatturunan atau pengaruh lingkungan. Dorongan dasar ini dikaitkan dengan pengaruhmasyarakat, guru, orangtua, dan teman-teman sendiri. Biasanya dorongan dasar ini akanberpola sama pada setiap anak dan tidak dipengaruhi oleh faktor kematangan. Dorongantersebut niscaya mengarahkan pengembangan kurikulum pendidikan jasmani dan untukmenciptakan program yang sesuai dengan sifat-sifat anak. Berikut ini akan dibahas secaraselintas tentang dorongan-dorongan tersebut.a. Dorongan untuk Bergerak
    • b. Dorongan untukc. Dorongan untuk mendapatkan pengakuan teman dan masyarakatd. Dorongan untuk bekerjasama dan bersainge. Dorongan untuk kebugaran fisik dan daya tarikf. Dorongan untuk bertualangg. Dorongan untuk kepuasan kreatifh. Dorongan untuk menikmati iramai. Dorongan untuk mengetahuiBerhasil dan Mendapat PengakuanD. Mode Orientasi Kurikulum dalam Pendidikan JasmaniPersoalan konflik antar makna pendidikan jasmani dan pendidikan olahraga perludiselesaikan. Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Yang berbeda adalah dalam halpemahaman. Keduanya sebenarnya mengandung fungsi mendidik. Penyelenggaraanpendidikan jasmani bisa berbeda karena berbeda dalam rancangan kurikulumnya. Dinegara maju, pendidikan jasmani dilaksanakan dengan berorientasi pada model-modelkurikulum yang berlaku. Model kurikulum inilah yang menentukan perbedaan tekananterhadap program yang dilaksanakan, apakah berorientasi pada peningkatan kesegaranjasmani atau keterampilan gerak, misalnya. Untuk memperjelas perbedaannya, mari kitasimak model kurikulum sebagai berikut :- pendidikan gerak (movement education)- pendidikan olahraga (sport education)- pendidikan petualangan (adventure education)- pendidikan perkembangan (developmental education)- pendidikan kebugaran (fitness education)- pendidikan disiplin keilmuan olahraga (kinesiological studies)Pendidikan GerakPendidikan gerak (movement education) menekankan pendidikan lewat gerak yang mula-mula dikem- bangkan oleh Rudolph Laban di Inggris. Laban mengembangkan konsep-konsep gerak yang berkaitan dengan ruang dan waktu sebagai bahan untuk
    • pengembangan gerak-gerak tari. Aliran Laban akhirnya dibawa ke Amerika Serikat dandiadopsi sebagai program pendidikan jasmani.Lewat pendidikan gerak, keterampilan gerak anak dikembangkan melalui pelaksanaanyang bervariasi, dikaitkan dengan ruang, waktu, arah serta tingkat ketinggian di managerakan dilakukan. Di sini tidak ada istilah benar atau salah. Anak-anak akan lebihmenguasai pergerakan tubuhnya disertai pengertiannya. Dengan demikian diharapkansiswa menguasai tubuhnya dan mampu mengembangkan kapasitas fisik dan mentalnyauntuk belajar, baik keterampilan fisik maupun keterampilan akademis. Model ini cocokdikembangkan di SD.Pendidikan olahragaAda kesalahpahaman bahwa pendidikan jasmani sama dengan pendidikan olahraga.Keduanya berbeda, pendidikan jasmani lebih menekankan pada pengembanganketerampilan motorik dasar dan memperkaya perbendaharaan gerak. Pendidikan olahragamenekankan pada pembinaan keterampilan berolahraga dan menghayati nilai-nilai yangdiperoleh dari kegiatan berlatih dan bertanding. Semua anak dibekali pengalaman nyatauntuk berperan dalam pembinaan olahraga, seperti wasit, atlet, atau pelatih. Dalam artiitulah pendidikan olahraga di Amerika Serikat, misalnya, menyandang misi kependidikanyang lengkap.Jika program penjas di Indonesia masih berwarna pendidikan olahraga seperti sekarangini, maka kecenderungan ini hanyalah masalah orientasi model kurikulum yang dianutseperti maksud di atas. Sayangnya kecenderungan di Indonesia, penggunaan model initidak menyebabkan anak dibekali dengan pengalaman berolahraga yang sebenarnya,karena programnya amat terbatas.Pendidikan perkembanganModel pendidikan perkembangan memfokuskan tujuan pendidikannya pada aktualisasidiri, yang menekankan pertumbuhan pribadi dari setiap anak. Kurikulumnyadikembangkan berdasarkan tingkat perkembangan anak, yang berusaha menyeimbangkanpenekanan pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor.
    • Pendidikan petualanganPendidikan petualangan (Adventure education) dikembangkan atas dasar kebutuhanuntuk mengatasi tekanan-tekanan hidup yang semakin berat. Programnya berisi kegiatanyang menantang di alam bebas dan disesuaikan dengan kebutuhan para remaja untukbertualang mengatasi resiko dan perjuangan melawan tantangan alam. Mendaki gunung,menyusuri sungai, berkemah, memanjat tebing, dan variasi lain di alam terbukamerupakan contoh program pendidikan petualangan.Pendidikan kebugaranSekolah memang bisa menekankan orientasinya pada pengembangan kebugaran murid-muridnya. Program pendidikan jasmani seperti itu mengarahkan anak supaya aktifberlatih di sekolah dan di luar sekolah untuk hidup sehat dan memiliki kemampuan fisikyang baik. Pelaksanaan senam kebugaran jasmani (SKJ) merupakan contoh dari programpendidikan kebugaran. Persoalannya adalah mungkin frekuensi dan isi latihannya perluditingkatkan, karena hanya bersandar pada SKJ yang ada sekarang ini, unsur kekuatan,kelentukan, serta power anak tidak akan berkembang maksimal.Kinesiological StudiesModel studi kinesiologi pada hakikatnya hampir sama dengan model pendidikan gerakdalam orientasi nilainya, tetapi menggunakan kegiatan gerak untuk mempelajari dasar-dasar disiplin gerak manusia (misalnya fisiologi latihan, biomekanika, dan kinesiologi).Karena itu, model inipun disebut juga sebagai pendidikan disiplin keilmuan olahraga.Penekanan pembelajaran model ini adalah pada pengembangan keterampilanmemecahkan masalah, khususnya dengan menggunakan kombinasi antara pembelajarankonsep dan prakteknya di lapangan. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan danmengembangkan pemahaman kognitif tentang bagaimana dan mengapa suatuketerampilan gerak berlangsung demikian. Model ini didasari dua pendekatan yang khasdalam studi kinesiologi, yaitu pendekatan pertama, isi atau materi diatur dalam sebuahunit-unit kegiatan, dan konsep-konsep disiplin utama diintegrasikan dengan pengajaranketerampilan; pendekatan kedua, unit-unit kegiatan diatur di sekitar konsep-konsepkhusus yang menjadi prioritas di atas pengajaran keterampilan.
    • Pemakaian model ini umumnya dipilih oleh guru-guru penjas di tingkat sekolahmenengah. Meskipun banyak sekolah menengah telah memasukkan satu atau dua unitkonsep dalam kurikulumnya, khusus dipadukan dengan sehat-bugar-jasmani, sedikitsekali sekolah yang hanya memakai model kinesiologi secara tunggal. Tetapi tidak adasalahnya model inipun sudah mulai diperkenalkan di SD dengan persoalan prinsip gerakyang disederhanakan.E. Arah Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Bagi Anak Luar BiasaPendidikan jasmani untuk siswa sekolah luar biasa dan siswa berkelainan telah menjadiprioritas dalam program pendidikan nasional kita. Ini menunjukkan bahwa pemerintahtelah menaruh perhatian yang lebih besar kepada para penyandang kelainan, bukan sajayang berada di lingkungan sekolah, tetapi yang berada di lingkungan pendidikan non-formal lainnya.Pada kenyataannya, para siswa penyandang kelainan memiliki kebutuhan yang lebihbesar akan gerak. Seperti diakui oleh para ahli, justru pendidikan jasmani harusmerupakan program utama dari program pendidikan luar biasa secara keseluruhan, karenamenjadi dasar atau fimdasi bagi peningkatan fungsi tubuh yang sangat diperlukan olehanak-anak berkebutuhan khusus.Guru pendidikan jasmani perlu mengakui bahwa aspek psikologis dari situasi kelas samadan bahkan lebih penting daripada tujuan-tujuan substantif pendidikan jasmani. Disamping itu, untuk mampu menjaga motivasi anak tetap tinggi, guru perlu memiliki cara-cara yang kreatif dalam pengajaran. Guru pendidikan jasmani harus menanamkan padadirinya sendiri tujuan dan keinginan untuk membantu siswa dalam mengembangkan citradiri positif, mengembangkan hubungan interpersonal yang efektif, memahami danmenghargai kelebihan dan keterbatasan fisiknya, mengoreksi kondisi fisik khusus yangmasih mungkin diperbaiki, mengembangkan suatu kesadaran keselamatan, danmenjadikan anak-anaknya bugar secara fisik sesuai dengan kapasitasnya.
    • BAB IIISARANKeterampilan dalam berbagai cabang olahraga memiliki struktur tersendiri, lengkapdengan konsep dan prinsip yang mendasarinya, memahami konsep-konsep itu merupakansyarat untuk menguasai keterampilan yang dipelajari. Semakin terkuasai konsepnya,semakin mudah suatu keterampilan dikuasai.Untuk mendukung tujuan tersebut pelajaran pendidikan jasmani harus mampumemberikan kesempatan kepada anak untuk memahami konsep dasar dari berbagaiketerampilan yang dipelajarinya.DAFTAR PUSTAKABuscher, Craig A. (1994). Teaching Children Movement Concepts аn Skills,ԁChampaign, III. : Human Kinetics Publisher, Inc.,Dauer, V., & Pangrazi, R. (1986). Dynamic Physical Education Fοr Elementary SchoolChildren, (8th Ed.), Nеw York: MacmillanFreeman, William H. (2001). Physical Education аn Sport іn A Changing Society.ԁ(Sixth Ed.). Boston. Allyn аn Bacon.ԁGabbard, Carl., LeBlanc, Betty., аn Lowy, Susan. (1994). Physical Education fοrԁChildren: Building thе Foundation, (2nd Ed.), Nеw Jersey: Prentice Hall.Graham, G. (1992). Teaching Children Physical Education, Becoming Master Teacher,Champaign, III. : Human Kinetics Publisher, Inc.,