Pentingnya Taqwa dalam Kehidupan

  • 3,605 views
Uploaded on

Suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa. Ubai balik bertanya: “Apakah anda pernah melewati jalan yang banyak durinya?”, “Pernah” jawab Umar. Ubai bertanya …

Suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa. Ubai balik bertanya: “Apakah anda pernah melewati jalan yang banyak durinya?”, “Pernah” jawab Umar. Ubai bertanya kembali: “Bagaimana ketika anda melewatinya?” Umar menjawab: “Saya bersungguh-sungguh serta berhati-hati sekali supaya tidak kena duri”. Ubai akhirnya mengatakan: “Itulah arti Taqwa yang sebenar- benarnya.”

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
3,605
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
114
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Erwin Wahyu
  • 2. Takut kepada Allah, mentaatiNya dan mempersiapkan diri untuk berjumpa denganNya, sebagaimana sebagian shahabat telah mengartikannya sebagai “Takut kepada Dzat yang Maha Mulia, beramal dengan tanzil (wahyu) dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kepergian (mati).” (Syaikh Atha‟ Abu Rasytah hafidhahullaah, At-Taisiir fii Ushulit Tafsiir hal. 217)
  • 3. Suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka‟ab tentang Taqwa. Ubai balik bertanya: “Apakah anda pernah melewati jalan yang banyak durinya?”, “Pernah” jawab Umar. Ubai bertanya kembali: “Bagaimana ketika anda melewatinya?” Umar menjawab: “Saya bersungguh-sungguh serta berhati-hati sekali supaya tidak kena duri”. Ubai akhirnya mengatakan: “Itulah arti Taqwa yang sebenar- benarnya.”
  • 4. “Bahwasanya seorang hamba, tidaklah akan bisa mencapai derajat ketaqwaan sehingga ia meninggalkan apa yang tidak dilarang, supaya tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang.” (Hadist Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi)
  • 5. Abu Hurairah radhiyallahu „anhu berkata, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR at-Tirmidzi)
  • 6. “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam.” (QS. Ali Imron:102)
  • 7. “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Alloh. Sungguh Alloh maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)
  • 8. “(Bukankah demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)-nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imran (3):76]
  • 9. “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” [QS. Al-Lail (92):5-7]
  • 10. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [QS. Ath-Thalaq (85):2-3]
  • 11. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan memberikan furqon (kemampuan membedakan antara yang haq dan yang bathil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Alloh memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29).
  • 12. “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” [QS. An-Nur (24):52]
  • 13. “Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imran (3):133]