Hukum Syariat Menerima (Syamsudin Ramadhan)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Hukum Syariat Menerima (Syamsudin Ramadhan)

on

  • 1,378 views

Mengizinkan Obama datang ke Indonesia bukan saja mendatangkan mudarat bagi Islam dan kaum Muslim, tetapi juga bagi Indonesia. Lebih dari itu, ini juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap ...

Mengizinkan Obama datang ke Indonesia bukan saja mendatangkan mudarat bagi Islam dan kaum Muslim, tetapi juga bagi Indonesia. Lebih dari itu, ini juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negeri-negeri kaum Muslim yang dijajah oleh AS.

Menjalin kemitraan komprehensif dengan Amerika Serikat tidak hanya menimbulkan madlarah dan mafsadat bagi bangsa ini, namun juga menjadikan negara ini tunduk di bawah kendali dan kepemimpinan Amerika Serikat.

Maka, HARAM MEMBERIKAN IZIN (al-aman) dan MENERIMA KEDATANGAN OBAMA DAN MENJALIN KEMITRAAN KOMPREHENSIF DENGAN AS.

Statistics

Views

Total Views
1,378
Views on SlideShare
1,248
Embed Views
130

Actions

Likes
0
Downloads
49
Comments
0

1 Embed 130

http://keepfight.wordpress.com 130

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Hukum Syariat Menerima (Syamsudin Ramadhan) Hukum Syariat Menerima (Syamsudin Ramadhan) Presentation Transcript

  • MENERIMA BARACK OBAMA &MENJALIN KEMITRAAN KOMPREHENSIFDENGAN NEGARA KAFIR HARBIY FI’LAN Oleh : Ust. Syamsuddin Ramadhan an-Nawiy
  • Larangan menampakkan loyalitasdan kasih sayang kepada orang-orangkafir, lebih-lebih lagi kafir imperialisyang menghisap harta dan darahkaum Muslim.
  • Imam Al Baghawiy, Ma’aalim al-Tanziil, juz 2/95
  • • Larangan menyakiti kaum Muslim.• Penerimaan dan penyambutan Barack Obama di negeri ini, tentu saja akan menyebabkan bertambahnya penderitaan dan rasa sakit kaum Muslim yang pada saat ini tengah menghadapi invasi militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina, dan negeri- negeri kaum Muslim lainnya
  • "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orangyang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahanyang mereka perbuat, maka sesungguhnyamereka telah memikul kebohongan dan dosayang nyata".[TQS Al Ahzab (33):58]
  • Kewajiban membela saudaraMuslim yang tidak berada didekatnya.
  • "Barangsiapa yang membela saudaranya saattidak ada di dekatnya, maka Allah akanmembelanya di dunia dan di akhirat". [HR. ImamAsyi Syihab dari Anas bin Malik ra, dalamMusnad Asy Syuihab]
  • "Barangsiapa yang melindungi kehormatansaudaranya pada saat tidak berada di dekatnya,maka Allah pasti akan membebaskannya dari apineraka".[HR. Ishaq bin Rahwiyyah dari Asmabinti Yazid]
  • Kategori Orang Kafir Ahl al-harb (Kafir Harbi): Orang Kafir yang memerangi/terlibat peperangan dengan kaum Muslimin. Ahl al-Ahd (Kafir Ahdi): Orang Kafir yang mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin. Mereka terdiri dari Ahl ad- Dzimmah (Dzimmi), Ahl al-Hudnah (Mu’ahad) dan Ahl al-Aman (Musta’min).
  • •• Begitu juga Ahl al-Harb, mereka dilarang datang ke negeri kaum Muslim untuk berdagang”.[Imam Asy Syafi’iy ra, al Umm,
  • • Ahl al-Harb tidak boleh dibiarkan masuk negeri kaum Muslim sebagai pedagang. Jika mereka masuk tanpa jaminan keamanan (al-aman) dan risalah (sebagai duta), maka mereka bisa dirampas (hartanya). Jika mereka masuk dengan al-aman, dengan syarat membayar 1/10 lebih atau kurang dari harta mereka, maka boleh diambil. Jika masuk tanpa al-aman dan syarat, mereka harus dikembalikan ke negeri mereka. Dan tidak boleh dibiarkan melenggang di negeri kaum Muslim. (as-Syafi’i, al-Umm, juz IV, hal. 244)
  •  Sebagai utusan/duta/konsul untuk menyampaikan risalah kepada kepala negara Islam; Bisnis atau berdagang; Mencari kebutuhan, seperti kunjungan sanak kerabat, dan lain-lai. Mempelajari Islam dan al-Qur’an (Ibn al-Qayyim al- Jauziyah, Ahkam Ahl ad-Dzimmah, juz II, hal. 873)
  • • Para fuqaha’ mensyaratkan, bahwa al-Aman tersebut bisa diberikan dengan syarat, tidak menimbulkan mudarat (bagi kepentingan Islam dan kaum Muslim). •• Imam dan yang lainnya harus terikat untuk menunaikan jaminan (al-aman) tersebut, jika tidak menyebabkan mudarat. (Qawanin al-Ahkam as- Syar’iyyah, hal. 173)
  •  Jumhur fuqaha’ menyatakan, hukum asal hubungan Negara Islam dengan Negara Kafir – baik fi’lan maupun hukman– adalah hubungan perang. Hubungan damai antara Negara Islam dengan Negara Kafir bisa terjadi karena: perdamaian, Negara Kafir menjadi Islam, atau tunduk kepada Negara Islam. (Ibn Qudamah, al- Mughni, juz X, hal. 387)
  •  AS, termasuk Inggeris, dll. adalah negara Kafir Harbi Fi’lan, karena secara nyata memerangi negeri kaum Muslim, seperti Irak dan Afganistan, untuk dijajah. Negeri kaum Muslim adalah satu, dengan begitu hukum asal hubungan dengan AS, Inggeris, dll itu adalah hubungan perang, bukan hubungan damai. Konsekuensinya, tidak boleh ada hubungan diplomatik dengan negara-negara Kafir Harbi Fi’lan itu. Termasuk, tidak boleh ada konsul, duta dan perwakilan mereka di negeri kaum Muslim.
  • 1• Larangan menjalin hubungan kerjasama dalam bentuk apapun dengan negara kafir harbiy fi’lan. Hubungan asal dengan mereka adalah hubungan perang, bukan hubungan damai, lebih-lebih lagi, bermitra dengan mereka secara komprehensif
  • • “Keempat, negara-negara kafir harbi fi’lan, seperti Israel, wajib bagi kita menjadikan hubungan perang (keadaan perang) sebagai asas untuk mengatur seluruh hubungan dengan negara-negara kafir harbiy fi’lan. Interaksi antara kita dengan negara-negara kafir harbiy fi’lan seperti dalam keadaan perang langsung, sama saja apakah antara kita dengan negara-negara tersebut ada perjanjian atau tidak. Seluruh warga negara duwal al-muhaaribah fi’lan (negara kafir harbiy fi’lan) dilarang masuk ke dalam negera Islam, dan seluruh harta dan jiwa mereka adalah halal, kecuali kaum Muslim yang tinggal di sana”.[Muqaddimah al-Dustur, hal.416]
  • 2Kemitraan strategis termasuk dalamperjanjian yang dilarang (al-mu’aahidaat al-mamnuu’ah). Didalam Kitab Muqaddimah al-Dusturdisebutkan:
  • 3Kemitraan Strategis MenimbulkanMadlarah: • ;
  • • ”Adapun hukum asal kedua adalah hukum asal dari al-madlaar (sesuatu yang berbahaya) adalah haram. Hal ini mengandung dua pembahasan, pertama, pembahasan mengenai hakekat dlarar, dan kedua, dalil yang menunjukkan haramnya dlarar....Kedua, pembuktian dalil mengenai haramnya dlarar. Dalil yang diakui dalam masalah ini adalah sabda Rasulullah saw, ”Tidak ada bahaya dan menimpakan bahaya dalam Islam”. Pendapat untuk berpegang teguh dengan nash ini, baik penjelasannya maupun jawabannya telah masyhur di dalam masalah khilaafiyah”.[Al- Mahshuul, juz 6, hal. 105 &108]
  • Al Hafidz As Suyuthi dalam Kitab Al-Asybaah waal-Nadzaair menyatakan: •
  • 4Larangan memberikan jalan kepada kaum kafiruntuk menguasai kaum Muslim.“Dan sekali-kali Allah tidak akan pernahmenjadikan bagi orang-orang kafir jalan untukmenguasai kaum Mukmin”.[TQS An Nisaa’(4):141]
  • Di dalam Kitab Fath al-Qadir, Imam AsySyaukani menyitir beberapa pendapatulama ketika menafsirkan ayat di atas;
  • • “Dinyatakan bahwasanya, secara syar’iy, Allah swt tidak akan pernah menjadikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin. Jika terjadi penguasaan kaum kafir atas kaum Mukmin, maka hal tersebut menyelisihi syariat (haram). Inilah ringkasan pendapat yang dinyatakan oleh ahlu al-‘ilm berkenaan dengan ayat ini. Dan ayat ini absah dijadikan hujjah dalam berbagai masalah yang banyak”. [Imam Asy Syaukani, Fath al-Qadir, juz 2, hal. 233]
  • 5Pengkhianatan terhadap rakyat, khususnyakaum Muslim. Pada dasarnya, kerjasama antarapemerintah Indonesia dan Amerika Serikatdalam bingkai ”kemitraan komprehensif ”,merupakan bentuk pengkhianatan kepadabangsa ini, khususnya kaum Muslim
  • “Tidaklah seorang hamba yang diserahimengatur urusan rakyat, kemudian ia meninggaldunia dalam keadaan menipu rakyatnya, kecualiAllah mengharamkan atas dirinya surga”.[HR.Imam Bukhari dan Muslim]
  • • Mengizinkan Obama datang ke Indonesia bukan saja mendatangkan mudarat bagi Islam dan kaum Muslim, tetapi juga bagi Indonesia. Lebih dari itu, ini juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negeri-negeri kaum Muslim yang dijajah oleh AS.• Menjalin kemitraan komprehensif dengan Amerika Serikat tidak hanya menimbulkan madlarah dan mafsadat bagi bangsa ini, namun juga menjadikan negara ini tunduk di bawah kendali dan kepemimpinan Amerika Serikat.• Maka, HARAM MEMBERIKAN IZIN (al-aman) dan MENERIMA KEDATANGAN OBAMA DAN MENJALIN KEMITRAAN KOMPREHENSIF DENGAN AS